Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-Konsel > Edisi 58
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 03/Edisi 2004 | edisi berikut

e-Konsel edisi 58 (2-3-2004)

Manusia dan Dosa

><>                 Edisi (058) -- 01 Maret 2004                  <><

                               e-KONSEL
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
        Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*

Daftar Isi:
    - Pengantar            : Edisi Tentang Dosa
    - Cakrawala            : Dosa dalam Pengertian Alkitab
    - Bimbingan Alkitabiah : Dosa
    - Tips                 : Menghadapi Dosa
    - Serba Info           : Situs Mastering Life Ministries
    - Surat                : Dimana Bisa Menghubungi e-Konsel?

*REDAKSI -*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*- REDAKSI*

                    -*- PENGANTAR DARI REDAKSI -*-

  Tema e-Konsel bulan Maret ini adalah tentang "Dosa". Mengapa tema
  ini penting untuk dibicarakan dalam pelayanan konseling? Alkitab
  memberikan banyak pernyataan kepada kita bahwa akar dari segala
  masalah yang dihadapi manusia di dunia ini adalah dosa. Sejak Adam
  dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka manusia terus menerus bergumul
  untuk mencoba melawan pengaruh dosa dalam hidupnya. Apakah
  sebenarnya dosa, bagaimana sifat dosa itu dan apa pengaruhnya bagi
  kehidupan orang Kristen?

  Untuk bisa memahami jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, maka
  dua edisi e-Konsel bulan Maret ini akan membahas topik-topik tentang
  dosa; edisi 058/2004 yang terbit pada awal bulan ini, menampilkan
  topik "Dosa dan Manusia", sedangkan edisi 059/2004 akan membahas
  topik "Dosa yang Membelenggu".

  Dalam topik pertama, yaitu "Dosa dan Manusia", Cakrawala menyajikan
  sebuah artikel yang membahas dengan jelas tentang dosa melalui
  beberapa studi kata dalam Alkitab. Beberapa ayat-ayat tentang dosa
  dalam Bimbingan Alkitab dan Tips yang membahas bagaimana menghadapi
  dosa, juga dapat Anda simak dalam edisi kali ini. Informasi tentang
  Situs Kristen "Mastering Life Ministries" adalah sajian penutup kami
  yang akan menolong Anda menemukan sumber informasi tentang bagaimana
  mendapatkan kekuatan kembali ketika kita menghadapi pergumulan hidup
  dan dosa.

  Menarik bukan? Nah, jangan Anda melewatkan sajian-sajian kami. Simak
  baik-baik karena kami yakin, wawasan Anda sebagai seorang konselor
  pasti akan bertambah luas.

  Redaksi


*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*

                -*- DOSA DALAM PENGERTIAN ALKITAB -*-

  Dosa itu apa? Istilah "dosa" muncul sangat banyak di dalam Alkitab,
  baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

  I. Perjanjian Lama

  1. Hatta
     -----
     Kalau kita melihat istilah yang dipakai dalam bahasa Ibrani
     adalah "hatta". Istilah ini berarti jatuh dan mengurangi standard
     dari Tuhan yang suci (falling short of the standard of God). Jadi
     Allah telah menetapkan suatu standard. Pada waktu kita lepas,
     kita turun dari standard yang ditetapkan oleh Allah, itu disebut
     "hatta" (dosa), sehingga sebaiknya kita mengerti istilah dosa,
     bukan dengan cara dunia dalam pengertian hukum. Waktu berbicara
     tentang hukum berarti secara tidak sadar mereka sudah menyetujui
     bahwa fakta dosa sudah ada di dalam dunia. Perkembangan yang
     terakhir, baik di Sorbone University di Paris, sebagai sekolah
     yang terbesar dan terkenal di dunia Latin, maupun di beberapa
     sekolah yang tertinggi di Amerika seperti Harvard dan Yale
     University, menunjukkan bahwa mereka berusaha untuk mencairkan
     atau berusaha untuk mengurangi konsep-konsep tentang keseriusan
     dosa. Meskipun demikian mereka tidak mungkin menolak bahwa fakta
     dosa itu memang ada di dalam dunia. Berdasarkan pengertian akan
     fakta dosa secara serius, maka agama mempunyai tempat dan akar
     yang cukup kuat dan tidak mungkin dapat dicabut oleh kebudayaan
     manapun.

     Dosa merupakan suatu fakta dan dalam pengertian hukum dunia
     adalah pelanggaran terhadap sesuatu yang sudah secara perjanjian
     bersama (konsensus) ditetapkan oleh ahli-ahli hukum agar menjadi
     patokan untuk mengatur hidup sosial dan etika dalam masyarakat.
     Jikalau ahli-ahli hukum sudah menyetujui secara konsensus lalu
     mencantumkan di dalam hukum suatu negara, maka apa yang
     dicantumkan itu menjadi standard negara itu. Barangsiapa berbuat
     sesuatu yang melanggar konsensus yang dicatat dalam hukum itu,
     disebut dosa. Di sini saya melihat kelemahan dari semua negara,
     semua hukum dari dunia ini ialah mereka hanya sanggup melihat
     dosa dari aspek yang paling rendah yaitu kelakuan yang salah.

     Sekali lagi, meskipun dalam hukum ditentukan perbedaan hukuman
     atas kesalahan berencana atau yang tidak berencana, tetapi tidak
     ada suatu hukum yang bisa langsung menghukum orang yang mempunyai
     niat atau rencana di dalam hati namun belum melakukan sesuatu di
     luar. Maksudnya, jikalau seseorang mempunyai hati yang ingin
     mencuri, tidak ada hukum di dunia yang boleh langsung
     memenjarakan dia, kecuali dia sudah melaksanakannya. Dengan
     demikian di seluruh dunia, pengertian hukum dan keadilan hanyalah
     dapat mengerti dosa di dalam hal yang superficial (yang tampak di
     permukaan). Dunia hanya mengerti dan menetapkan dosa berdasarkan
     sesuatu perbuatan yang dianggap melanggar suatu konsensus tentang
     hukum.

     Tetapi Alkitab tidak demikian. Alkitab berkata dengan jelas,
     "yang membenci seseorang, sudah membunuh" (Matius 5:21-22). Di
     sini etika Kristen adalah etika yang melampaui perbuatan yang
     nyata di dunia. Etika Kristen merupakan etika yang langsung
     ditujukan kepada motivasi seseorang secara terbuka di hadapan
     Tuhan. Allah sedemikian marah seperti api yang menyala-nyala.
     Allah yang menembus hati sanubari manusia dan tidak melihat
     perbuatan di luar, tetapi Dia melihat motivasi Saudara di dalam.

     Dosa dan keadilan Allah, kebenaran Allah menuntut kepada
     keseluruhan hidup kita, mulai dari motivasi di dalam, segala
     rencana di dalam, pikiran di dalam, mentalitas di dalam, sikap
     yang setengah di dalam setengah di luar, sampai perbuatan yang
     seluruhnya di luar. Semua ini dituntut oleh Tuhan. Menjadi
     seorang manusia berarti menjadi orang yang dicipta menurut peta
     dan teladan Allah dan dicipta supaya dia berdiri dan bertanggung
     jawab secara pribadi kepada Tuhan Allah. (To be a man as created
     under the image and the likeness of God is to exist with oneself
     alone before God). Tidak ada yang lain yang bisa menghalangi.
     Saya di hadapan Allah harus mempertanggungjawabkan segala
     motivasi saya, semua bibit pikiran saya, semua sikap mentalitas
     saya, semua sikap dan sifat pribadi saya, semua perkataan saya.
     Ketotalan ini, totalitas dan tanggung jawab ini, menjadikan
     kekristenan seperti apa yang dikatakan Kierkegaard bahwa menjadi
     orang Kristen terlalu sulit, karena Allah bukan menuntut hal-hal
     yang tampak di luar. Hukum-hukum di dunia terlalu rendah. Mereka
     hanya bisa menunjukkan Saudara berdosa setelah mereka menemukan
     dan membuktikan bahwa Saudara sudah berbuat, mengaku, atau sudah
     mengekspresikan apa yang Saudara inginkan di dalam perbuatan yang
     merugikan orang lain. Tetapi kekristenan dan iman Kristen bukan
     demikian. Ia telah menuntut keseluruhan Saudara sampai ke dalam
     hati sanubarimu yang sedalam-dalamnya, sampai ke dalam motivasi
     Saudara di hadapan Tuhan dimana orang tidak melihat Tuhannya.
     Menjadi orang Kristen memang tidak mudah.

     Di dalam dunia abad 20 terlalu banyak gereja yang ingin
     mendapatkan anggota sebanyak mungkin, maka mereka menurunkan
     derajat mutu kekristenan menjadi kekristenan yang mudah diterima,
     mudah dilaksanakan, namun itu bukanlah kekristenan yang sejati.
     Turun lebih rendah daripada standard yang telah ditetapkan oleh
     Tuhan, itulah dosa.

     Alkitab memakai istilah ini 580 kali di dalam PL. Istilah "hatta"
     merupakan suatu istilah yang begitu menyedihkan Tuhan. Orang
     Kristen menunjukkan suatu hal yang tidak ada pada agama lain,
     yaitu Allah telah menetapkan suatu standard bagi Saudara,
     sehingga Saudara tidak bisa hidup sembarangan. Di dalam agama-
     agama yang lain, mereka mempunyai standard mereka sendiri. Mereka
     mempunyai tujuan mereka sendiri dan tujuan yang mereka harapkan
     itu berdasarkan diri mereka yang sudah jatuh ke dalam dosa, yang
     tidak mereka sadari. Mereka ingin mencapai suatu hidup yang
     tinggi yang suci. Namun bagaimanapun tingginya tujuan itu
     hanyalah merupakan hasil dari otak yang sudah jatuh di dalam
     dosa. Sedangkan waktu Allah mengatakan "hatta", berarti Saudara
     sudah lebih rendah daripada standard yang sudah ditetapkan oleh
     Allah sendiri. Itu artinya dosa.

     Dosa jangan hanya dimengerti sebagai mencuri, berzinah, berjudi,
     main pelacur, atau mabuk-mabuk, itu memang tidak benar. Itu dosa,
     Tetapi hal itu merupakan hal yang superfisial, yang ditujukan di
     luar. Tuntutan Alkitab jauh lebih dalam dan lebih lengka