______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Mencari Dukungan Dana
SUMBER MISI: The Christian Reformed Church
DOA BAGI MISI DUNIA: Sri Lanka, Cina
DOA BAGI INDONESIA: New Hope Ministry
______________________________________________________________________
THOSE WHO KNOW GOD`S WILL BE HUMBLE
THOSE WHO KNOW THEMSELVES CANNOT BE PROUND
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Tidak dapat dimungkiri bahwa berhasil atau tidaknya pelayanan misi
tidak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh orang-orang
percaya. Mengapa? Karena sebagai anggota tubuh Kristus, kita semua
memiliki berbagai tugas dan peran yang berbeda, namun merupakan satu
kesatuan yang tidak dapat berdiri sendiri. Jika ada salah satu
bagian tubuh yang terganggu atau lemah, maka bagian itu akan
memengaruhi anggota tubuh yang lain untuk dapat berfungsi secara
maksimal. Demikian halnya dalam pelayanan misi -- pelayanan ini
memerlukan kerja sama dan dukungan, khususnya dari orang-orang
percaya.
Artikel yang kami sajikan di e-JEMMi edisi 46 ini diharapkan dapat
memberikan gambaran singkat tentang bagaimana jemaat dan gereja
memandang sebuah dukungan, khususnya dukungan dalam hal keuangan,
bukan sebagai sesuatu yang "tidak alkitabiah", melainkan sesuatu
yang layak dan seharusnya dilakukan agar pelayanan bisa berjalan
dengan baik. Hal-hal apa yang harus diketahui dan dilakukan oleh
pemberi dan penerima dana, dibahas dalam artikel yang kami sajikan
ini. Marilah kita saling menanggung beban agar pekerjaan Tuhan dapat
terlaksana dengan baik. Nah, selamat menyimak dan belajar.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
MENCARI DUKUNGAN DANA
Setiap organisasi dan individu memiliki caranya masing-masing dalam
mencari dana. Dalam bukunya, "People Raising", dengan anak judul "A
Practical Guide to Raising Support", William Dillon menyebutkan
berbagai cara pengumpulan dana -- George Mueller yang hanya
mengandalkan doa; D.L. Moody yang mengandalkan doa, informasi, dan
usaha pengumpulan dana; sementara Hudson Taylor mengandalkan doa dan
informasi, namun tanpa usaha pengumpulan dana. Kemudian ia berkata,
"Pertanyaannya adalah: model pencarian dana manakah yang diajarkan
Alkitab secara ekslusif? Jawaban: Tidak ada. Ada banyak model dan
metode yang berbeda."
Seperti yang selama ini diperdebatkan di gereja, kita memerlukan
cara pandang yang tepat, yang melihat pada gambaran utuh tanggung
jawab gereja untuk membangun Kerajaan Allah. Seperti kata Dillon,
hal ini akan melibatkan pengembangan sikap menghargai metode
pengumpulan dana kelompok dan individu lain. Termasuk di dalamnya
rasa syukur kepada mereka yang memberi bagi pekerjaan Kerajaan
Allah, baik mereka yang memberi dari kelebihan atau pun dari
kekurangannya.
Komunikasi yang baik dalam masalah uang itu penting agar orang-orang
dapat memahami keadaan dunia. Kita harus mengubah cara pandang yang
menyatakan bahwa membicarakan uang adalah sesuatu yang tidak rohani.
Saya meminta pemahaman Anda yang lebih dalam mengenai
prinsip-prinsip keuangan yang alkitabiah, dan lebih dari itu, sikap
yang menyatakan bahwa apa pun cara kita mengumpulkan dana dan siapa
pun yang memberikan dana, pada akhirnya Tuhanlah yang menyediakan
semua kebutuhan kita, dan Ialah Pribadi yang layak menerima ucapan
syukur kita.
Salah satu dasar alkitabiah utama yang mengajarkan tentang upah
bagi pekerja Kristen adalah 1 Korintus 9:7-14.
Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri?
Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya?
Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak
minum susu domba itu? Apa yang kukatakan ini bukanlah hanya
pikiran manusia saja. Bukankah hukum Taurat juga berkata-kata
demikian? Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: "Janganlah engkau
memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!" Lembukah yang Allah
perhatikan? Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal
ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan
pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh
bagiannya. Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi
kamu, berlebih-lebihankah, kalau kami menuai hasil duniawi dari
pada kamu? Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal
itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar?
Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami
menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan
bagi pemberitaan Injil Kristus. Tidak tahukah kamu, bahwa mereka
yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari
tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat
bahagian mereka dari mezbah itu? Demikian pula Tuhan telah
menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari
pemberitaan Injil itu.
Kebenaran ayat di atas adalah bahwa seseorang yang dipanggil untuk
menjadi misionaris di luar negeri telah diterima dalam pekerjaan
kerajaan, dan oleh karena itu, dia boleh mengharapkan upah, entah
itu gaji maupun pemberian khusus dari saudara seiman. Apabila Anda
terlibat dalam pekerjaan Tuhan, Anda tidak perlu merasa bersalah
saat menerima imbalan. Anda bahkan tidak perlu merasa bersalah jika
ada orang yang rela berkorban agar Anda mendapatkan imbalan. Anda
tidak perlu terobsesi untuk memiliki gaya hidup yang miskin. Sebagai
seorang pekerja, Anda patut mendapatkan upah (Lukas 10:7). Menurut
1 Korintus 9:9, Anda diibaratkan sebagai seekor lembu, dan seperti
yang Paulus katakan, Tuhan mengatakan bahwa ini untuk kebaikan kita.
Kesulitan muncul ketika orang-orang berkata bahwa mereka terpanggil
untuk terlibat dalam pelayanan sepenuh waktu, namun karena satu atau
dua hal, orang-orang di gereja lokal tidak menerima mereka; hal ini
sering terjadi saat jemaat gereja lokal tidak diikutsertakan dalam
diskusi, namun hanya diberi tahu bahwa akan ada misionaris yang
datang. Selama bertahun-tahun, kami melihat fenomena menarik di mana
orang-orang mengatakan mendapat petunjuk langsung dari Tuhan, namun
kemudian berbalik dan mengkritik gereja karena gereja tidak mengirim
bantuan dana. Saya mendapati banyak orang berkata bahwa mereka akan
berjalan berdasarkan iman dan tidak akan meminta uang kepada siapa
pun, namun segera bersikap buruk saat gereja tidak antusias dan uang
tidak segera dikirimkan. Ini semua berkaitan dengan kebutuhan akan
tingkat komunikasi dan tanggung jawab yang lebih tinggi dari tahap
paling awal seseoraang tertarik dalam pelayanan misi.
Beberapa orang mengatakan bahwa masalahnya bukanlah kesulitan dalam
menerima uang dari orang lain sebagai pekerja Kristen, namun
mengetahui bahwa sering kali apa yang diterima tidak cukup untuk
melanjutkan hidup dan bahwa jemaat yang diutus harus diyakinkan akan
nilai investasi dalam pelayanan semacam ini. Hal seperti itu tidak
perlu terjadi. Gereja perlu mengembangkan cara pandang alkitabiah
tentang uang. Salah satu cara untuk membantu mereka mengembangkannya
dan membantu meningkatkan kondisi orang-orang yang hidup dari
bantuan saudara seiman di gereja adalah dengan memastikan bahwa
mereka mengerti dengan jelas akan kebutuhan-kebutuhan yang ada.
Komunikasi dengan gereja lokal ini sangat penting. Gereja lokal
merupakan pihak yang paling penting dalam mengutus jemaatnya dan
menerimanya kembali. Jika Anda mengalami masa sulit dalam pelayanan
misi dan gereja belum terlibat, maka bicarakanlah dengan mereka dan
mintalah konfirmasi. Anda harus terbuka dan jujur kepada mereka
tentang kebutuhan-kebutuhan Anda, dengan cara yang penuh kasih yang
membuat mereka mendukung pelayanan Anda. Terkadang mungkin terjadi
konspirasi di dalam gereja untuk tidak peduli dengan kebutuhan para
jemaatnya. Dengan siapa pun Anda berbicara -- gereja Anda, kelompok,
atau orang lain -- kembangkan kemampuan berkomunikasi yang baik
untuk membantu Anda mengatasi masalah ini. Sebenarnya beberapa
gereja lebih banyak memiliki jemaat yang bersedia diutus untuk
menjadi misionaris daripada yang dapat mereka dukung. Kenyataan ini
dapat mengakibatkan kekecewaan dan ketegangan apabila tidak
ditangani dangan bijak.
Kemampuan berkomunikasi yang menyenangkan dan efektif dengan orang
lain, baik secara tatap muka, lewat telepon, dan surat, perlu
diupayakan. Kemampuan ini membutuhkan pemahaman konteks hidup yang
tidak dirasakan oleh orang yang mungkin akan membantu. Gunakan media
cetak untuk berkomunikasi. Pertimbangkanlah untuk mempersiapkan
surat perkenalan tentang diri sendiri. Mungkin Anda bisa meminta
seseorang yang mengetahui pekerjaan Anda untuk menulis sesuatu
tentang Anda. Ketika Anda mengembangkan kemampuan ini untuk
mendapatkan dukungan bagi Anda sendiri, pikirkan dan ceritakan juga
kebutuhan-kebutuhan untuk pelayanan yang lebih luas. Sudah menjadi
rahasia umum bahwa dukungan dana yang paling besar dan setia berasal
dari teman-teman dan anggota jemaat. Saya percaya banyak dari mereka
yang siap dan bersedia untuk membantu Anda dengan senang hati, namun
Anda harus memastikan bahwa masing-masing dari mereka memiliki
kesempatan untuk melakukannya.
Ketika Anda menceritakan kebutuhan Anda, kembangkan visi Anda. Tanpa
visi, usaha mencari dukungan menjadi pekerjaan yang membosankan.
Ingatlah bahwa tujuan pelayanan Anda adalah untuk memberitakan Injil
kepada mereka yang terhilang. Inilah visi yang membimbing dan
menginspirasi saya ketika saya berusaha dan berdoa untuk terjadinya
terobosan keuangan. Uang memang sangat dibutuhkan. Seandainya orang
bisa menghindari kesulitan dengan beberapa cara lain, kita tidak
perlu repot. Kenyataan ini membuat kita harus berjuang demi sumber
keuangan yang kita butuhkan dan tidak terintimidasi oleh kemerosotan
dan kekecewaan yang kita hadapi.
Bagian dari sikap benar dalam menyikapi pemenuhan kebutuhan bagi
individual adalah mengusahakan keseimbangan antara doa, tindakan,
dan lebih dari itu, tetap percaya kepada Tuhan. Saya dapat
menggambarkan prinsip umum ini dengan cerita yang sangat memilukan.
Pada tahun 1982, Jonathan McRostie, yang kemudian menjadi Direktur
Operation Mobilisation Eropa, mengalami kecelakaan mobil yang parah
hingga membuatnya lumpuh. Ketika kami mendengar tentang kecelakaan
itu, kami mengajak ribuan orang untuk mendoakannya. Pada saat yang
sama, kami melakukan apa pun yang diperlukan agar ia mendapatkan
perawatan terbaik. Sebuah helikopter membawanya ke salah satu rumah
sakit terbaik di Eropa, di sana dia mendapat penanganan dari dokter
terbaik. Namun akhirnya, yang bisa kami lakukan hanyalah percaya
kepada Tuhan bahwa Ia akan memeliharanya. Kami berdoa, kami lakukan
apa yang bisa kami lakukan, dan selanjutnya kami serahkan kepada
Tuhan.
Dalam Operation Mobilisation, kami sering menemukan kesulitan untuk
menerapkan keseimbangan tersebut dalam hal keuangan. Dulu, sudah
menjadi kebijakan untuk tidak menyebutkan kebutuhan tentang uang di
luar organisasi kecuali diminta secara khusus, dan demikian juga
membiarkan anak-anak muda masuk dalam program kami untuk menyebutkan
kebutuhannya atau kebutuhan kami secara langsung. Kami percaya bahwa
kami harus bergantung sepenuhnya pada doa syafaat bagi pergerakan
keuangan dan tetap menghargai kelompok lain dengan metode yang
mereka pakai. Saya akui bahwa terkadang kebijakan ini membuat kami
merasa superior dan "paling rohani" ketika kami melihat usaha
pengumpulan dana yang pihak lain lakukan. Hal ini juga menimbulkan
adanya kubu-kubu ketika beberapa orang menerapkan kebijakan ini
dengan lebih ketat daripada yang lain. Sudah jelas bahwa informasi
yang muncul adalah tentang kebutuhan kami. Jemaat yang menghadiri
persekutuan doa mendengar kebutuhan itu dan banyak di antaranya yang
menuliskan kebutuhan itu dalam surat pribadi. Pemberian dari para
dermawan tentu saja berdasarkan informasi dari dalam pihak Operation
Mobilisation. Kebijakan ini tidak pernah dimaksudkan untuk berkata
dengan cara sederhana bahwa kita bergantung "hanya kepada Tuhan dan
bukan kepada manusia", tapi bagi banyak orang, kebijakan ini nampak
seperti itu.
Beberapa tahun yang lalu, kami mengubah penekanan kebijakan untuk
lebih menyiratkan pengajaran alkitabiah bahwa Tuhan memakai beberapa
orang dan gereja untuk memenuhi kebutuhan mereka yang melayani-Nya.
Bahkan, Perjanjian Baru lebih banyak membahas hal ini daripada
"berharap pada Tuhan saja" dalam hal keuangan. Saat hal ini dikenal
secara luas, kebutuhan akan informasi yang berkualitas, bagi mereka
yang mungkin terlibat dalam pemberian bantuan, menjadi penting. Kami
terjun dalam usaha pengumpulan dana, dan saya yakin sekarang
penekanan kami lebih alkitabiah daripada sebelumnya, yaitu doa
syafaat yang intensif, diikuti dengan tindakan yang masuk akal dan
pemberian informasi tentang kebutuhan dana, dan di belakang semuanya
itu, ketergantungan kepada Tuhan untuk mencukupkannya bagi kami.
(Sementara itu, kami terus mengingatkan diri kami akan perlunya
menghargai usaha orang lain dalam masalah dana ini.) Tuhan sanggup
melakukan hal yang mustahil, namun Dia juga bekerja dengan umat-Nya
hari demi hari, melalui cara yang bijaksana, baik, dan damai. Hudson
Taylor, seseorang yang terkenal akan doanya dan imannya bahwa
Tuhanlah yang menyediakan uang, yang juga seorang pembicara yang
luar biasa dalam pekerjaannya; kita membutuhkan pendekatannya yang
seimbang.
Penting bagi kita untuk menyadari bahwa memusatkan doa kita pada
uang merupakan hal yang bukan tidak rohani atau duniawi. Watchman
Nee, dalam bukunya, "A Table in the Wilderness", mengatakan:
Tapi ketika menyinggung masalah kebutuhan akan uang, makanan,
minuman, dan uang tunai, masalah ini sangat praktis sehingga
realita iman kita pada akhirnya diuji. Bila kita tidak dapat
percaya kepada Tuhan untuk mencukupi kebutuhan hidup kita
sementara, apa untungnya membicarakan tentang kebutuhan rohaninya?
Kita mengatakan kepada orang lain bahwa Tuhan adalah Allah yang
hidup. Marilah kita membuktikannya dalam hal-hal material yang
praktis. Tidak akan ada yang dapat membuat kita percaya
kepada-Nya, yang seharusnya kita ketahui, saat tuntutan-tuntutan
rohani lain itu muncul.
Jika kita mempelajari perumpamaan janda yang gigih dalam Lukas
18:1-5, kita akan mempelajari pelajaran penting tentang ketekunan
berdoa. Kemudian, saat kita berdoa, kita mulai menghadapi situasi
yang aneh dan sulit untuk menguji ketulusan tujuan kita. Kita harus
benar-benar berhati-hati dengan motivasi kita. Apakah kita
sungguh-sungguh rindu melayani dalam dunia penginjilan? Ketika kita
berdoa untuk keuangan, apakah itu demi kemuliaan Tuhan? Tuhan
terkadang menahan berkat keuangan karena Dia prihatin dengan cara
pandang kita yang salah tentang Dia. Sebagai contoh, sungguh tidak
benar jika kita berpikir bahwa kita bisa meletakkan Tuhan di dalam
kotak dan memaksa-Nya untuk melakukan apa yang kita inginkan. Kitab
Ayub mengajarkan kepada kita tentang hal ini dan menunjukkan kepada
kita sampai tingkat mana Tuhan menguji seseorang. Ketika ujian itu
datang, penting bagi kita untuk tetap berusaha agar tidak kehilangan
visi yang Tuhan berikan kepada kita. Karena Tuhan tidak ingin
menghancurkan tujuan kita, tapi memurnikan kita saat kita berjalan
di dalamnya. Tuhan mungkin mengizinkan kita diuji, dengan
kekhawatiran akan keuangan kita, tapi kekhawatiran tidak akan
menciptakan terobosan rohani. Jika kita tidak bisa menang atas roh
kekhawatiran, maka saya rasa penting bagi kita untuk menceritakan
dan mendoakannya bersama saudara seiman kita.
Dalam 1 Yohanes 3:21-22, kita melihat hubungan yang jelas antara
ketaatan dan jawaban doa: "Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau
hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya
untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita
memerolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya
dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." Akan tetapi, itu bukan
berarti jika setiap kali mengalami kekurangan uang atau doa-doanya
tidak segera dijawab, berarti orang tersebut tidak taat. Hal ini
membutuhkan pemahaman yang benar. Walaupun kita harus menghindari
rasa bersalah dan kecenderungan terlalu mengintrospeksi diri, kita
juga harus ingat bahwa dosa apa pun yang kita perbuat bisa menjadi
penghalang doa. Dalam Perjanjian Lama, kita diingatkan bahwa ketika
seorang yang berdosa berdoa, doanya menjadi sebuah kekejian. Doa
tidak akan pernah bisa menjadi pengganti ketaatan.
Beberapa orang menyikapi negatif tekanan yang muncul bersamaan
dengan kebutuhan keuangan yang besar dalam rencana usaha mereka.
Mereka tidak suka diingatkan akan perlunya memercayakan diri kepada
Tuhan untuk jumlah uang yang banyak. Meskipun demikian, saya rasa
ketergantungan ini merupakan salah satu realita terbesar dalam
pelayanan misi. Sekitar 75 persen atau lebih dari seluruh penduduk
dunia setiap hari menghadapi masalah utama -- memertahankan hidup.
Rata-rata, pendapatan tahunan untuk biaya hidup satu orang di salah
satu negara termiskin di dunia, yaitu antara 400 -- 500
poundsterling per tahun. Banyak orang harus bekerja 16 jam setiap
hari hanya untuk memertahankan hidup. Akan hal ini, mungkin kita
perlu mengingat ucapan O Hallesby dalam bukunya tentang doa: "Doa
adalah pekerjaan." Mungkin beberapa orang di antara kita lebih suka
menghindari pekerjaan ini.
Bersamaan dengan doa, kita pun perlu bertindak. Beberapa tindakan
itu adalah komunikasi penting dengan gereja dan individu. Pada saat
yang sama, diperlukan sikap yang benar untuk kita menerima bantuan
dari orang lain. Mungkin ada pelatihan tepat yang bisa Anda ikuti
untuk meningkatkan nilai uang yang diberikan orang-orang Kristen
untuk membantu Anda. Bagi anak muda, 2 tahun mengikuti program
pendek tidaklah cukup. Apakah ada kemungkinan untuk menjadwalkan
kembali waktu Anda, atau mengubah gaya hidup Anda sehingga tersedia
lebih banyak kesempatan bekerja demi mencari dana dan meningkatkan
nilai pokok dari dana tersebut? Banyak penulis Kristen menuliskan
perlunya orang-orang Kristen dari negara yang lebih makmur untuk
mengubah cara hidup mereka, supaya mereka dapat lebih memerhatikan
keadaan dunia dan memberikan Injil kepada mereka yang memerlukannya,
di mana pun mereka berada.
Berdoalah dan berusahalah, selanjutnya kita serahkan semuanya kepada
Tuhan. Saat saya mengucapkannya, tidak berarti bahwa Tuhan memenuhi
celah yang ada di antara dan sesudah doa dan usaha kita. Sebagai
orang Kristen, kita tahu bahwa Tuhan berkuasa atas segalanya. Hanya
oleh karena anugerah-Nya, segala sesuatu terwujud melalui doa dan
usaha. Akan tetapi, ada satu titik di mana kita tidak bisa berbuat
apa-apa lagi. Kita harus, tanpa keraguan, mengizinkan Roh Kudus
untuk bekerja atas orang-orang yang telah dan belum kita hubungi.
(t/Setyo)
Diterjemahkan dan diringkas dari:
Judul buku: Out of the Comfort Zone
Penulis: George Verwer
Penerbit: O M Books, Secunderabad 2000
Halaman: 110 -- 120
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
THE CHRISTIAN REFORMED CHURCH
==> http://www.crcna.org
Nama Christian Reformed Church digunakan untuk mewakili gambar diri
mereka sebagai persekutuan umat Allah yang berpegang pada ajaran
reformator abad ke-16, John Calvin, yang berjuang mengembalikan
kekristenan pada akar-akar alkitabiahnya. Gereja ini merupakan
sebuah denominasi yang memiliki sekitar tiga ratus jemaat dalam
seribu persekutuan di seantero Amerika Serikat dan Kanada. Dengan
kantor pusat di Grand Rapids, Michigan dan Burlington, Ontario,
mereka mengadakan siaran-siaran Kristen di radio dan televisi dari
studio mereka di wilayah Chicago. Ada enam misi yang mereka emban,
(1) agar banyak orang dipanggil oleh Allah; (2) bersekutu menyembah
Tuhan, mendengarkan-Nya, dan meresponinya; (3) saling memelihara
iman dan ketaatan pada Kristus; (4) saling mengasihi dan peduli
sebagai umat Allah; (5) mengabdikan diri melayani dan mengabarkan
Injil pada orang lain; dan (6) mengejar keadilan dan kedamaian Allah
dalam setiap segi kehidupan. Dalam upayanya menebarkan kasih Allah
dan mengabarkan Injil, mereka memiliki sepuluh program pelayanan.
Salah satu dari program tersebut adalah Disability Concerns yang
mendorong dan memampukan gereja-gereja untuk menanggapi kebutuhan
orang-orang cacat dalam konteks jemaat dan komunitas. Untuk
mengetahui kesembilan program pelayanan lainnya, silakan kunjungi
situsnya.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
S R I L A N K A
Tanggal 6 Juli yang lalu, gereja Calvary yang berada di dekat
Colombo dirusak oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh para
biarawan, dan mengakibatkan seorang pendeta dan lima pekerja gereja
luka parah akibat pukulan pentung dan tongkat. Sebelumnya, 3 Juli,
rumah seorang pendeta di Hambanthota (pesisir selatan) yang telah
diancam selama berminggu-minggu, diserang oleh kelompok perusuh saat
mereka sedang tidur; akan tetapi mereka berhasil menyelamatkan diri
dari kobaran api tanpa mengalami luka-luka. Pada bulan sebelumnya,
seorang pendeta Metodis di Ampara (pesisir timur) diserang oleh
polisi yang sedang tidak bertugas, dan sekarang ia masih dirawat di
rumah sakit. Selain penganiayaan terhadap orang Kristen, perang
saudara yang terus berkecamuk di Sri Lanka dan pengeboman bis serta
penyerangan terhadap penduduk di seluruh wilayah tersebut, juga
meningkat. (t/Setyo)
Diterjemahkan dari:
Nama buletin: Body Life, Edisi Agustus 2008, Volume 26, No. 8
Nama kolom: World Christian Report
Judul asli artikel: Sri Lanka: Serious Times for Christians
Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 4
Pokok doa:
* Berdoa bagi seorang hamba Tuhan dan lima pekerja gereja Calvary
yang luka parah karena serangan orang-orang yang tidak bertanggung
jawab. Kiranya Tuhan memberi pemulihan kesehatan yang sempurna.
* Doakanlah pemerintah Sri Lanka dalam melindungi semua warganya
serta memberikan kebebasan beragama bagi semua warganya secara
adil.
C I N A
Trans World Radio (TWR) -- Asia sedang berusaha menjangkau etnis
minoritas Cina yang memiliki kemampuan baca tulis yang masih rendah
dengan program siaran penginjilan selama 5 jam dan pemutar audio
portabel. Siaran dalam bahasa induk suku Amdo Tibetan, Hui, Nosu Yi,
dan Yuighur dapat menjangkau lebih dari 22,6 juta pendengar. Sepuluh
juta orang Hui adalah suku Cina terbesar, dan sedikit dari mereka
yang mengenal Kristus. Menyebarkan firman Tuhan yang tepat secara
kultural adalah dengan menggunakan cerita, puisi, dan musik. Respons
dari usaha ini sangat menggembirakan. Seorang Amdo Tibet yang
percaya menulis, "Kami sudah memberikan radio kepada para petani dan
peternak. Di sini, informasi sangat dibatasi dan ada banyak tempat
yang belum dialiri listrik, oleh karena itu radio menjadi sangat
penting. Kami mendengarkan radio setiap hari. Terima kasih!"
(t/Setyo)
Diterjemahkan dari:
Nama buletin: Body Life, Edisi Agustus 2008, Volume 26, No. 8
Nama kolom: World Christian Report
Judul asli artikel: China: Reaching Oral Communicators
Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 4
Pokok doa:
* Doakanlah pelayanan penjangkauan melalui radio di Cina untuk suku
Amdo Tibetan, Hui, Nosu Yi, dan Yuighur, sehingga dapat menjangkau
orang-orang Cina yang buta aksara untuk dimenangkan bagi Tuhan.
* Dukunglah dalam doa agar Tuhan mengirim lebih banyak lagi orang
Kristen di Cina yang bersedia menjadi penerjemah Alkitah dalam
bahasa lokal mereka, sehingga setiap orang percaya dapat menerima
kebenaran Injil melalui bahasa yang mereka mengerti.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
NEW HOPE MINISTRY
New Hope Ministry adalah sebuah lembaga pelayanan yang berawal dari
pendampingan kelompok belajar untuk menolong menambah pengetahuan
dan pendidikan anak jalanan, yang kemudian berkembang menjadi
pelayanan yang holistik. Pelayanan ini telah menjangkau anak-anak di
daerah Bantalan Kali Buaran, stasiun Klender, dan pemukiman kumuh
kampung Pertanian Utara. Bekerja sama dengan komunitas lintas agama
setempat, mereka memberikan ceramah, gotong-royong, dan berjuang
bersama untuk mendapatkan hak menikmati bangku sekolah dari SD, SMP,
dan SMU/SMK secara formal.
Selain itu, mereka juga membuat program kejar paket A, B, dan C bagi
anak-anak yang putus sekolah agar mendapatkan pendidikan secara
formal, bimbingan belajar, pelatihan "home industry", membuka usaha
kantin, penyuluhan kebersihan yang diadakan 2 bulan sekali setiap
minggu keempat, "fogging" yang secara rutin dilakukan setiap 4 bulan
sekali, dan juga kegiatan sejuta pot tanaman.
Sumber: Buletin Transformation Connection Indonesia, Edisi I,
Januari 2008
POKOK DOA:
1. Berdoalah agar Tuhan mencukupkan kebutuhan dana dan juga staf
yang diperlukan dalam pelayanan New Hope Ministry. Kiranya Tuhan
senantiasa memampukan mereka mengelola dana dengan baik dan
memperlengkapi staf dengan keterampilan yang dibutuhkan.
2. Doakan agar Tuhan menggerakkan umat Tuhan untuk menopang
pelayanan New Hope Ministry, khususnya dalam doa, agar pelayanan
mereka dapat menyentuh hidup anak-anak jalanan yang dilayani
sehingga mereka mengenal kasih Allah yang penuh anugerah.
3. Doakan agar pelaksanaan program kejar paket A, B, dan C berjalan
dengan baik, sehingga anak-anak putus sekolah ini bisa
melanjutkan hidup mereka dengan masa depan yang lebih baik.
4. Krisis ekonomi yang terjadi di negara kita beberapa tahun
belakangan ini menyebabkan banyak anak yang kehilangan kesempatan
untuk belajar karena tidak tersedianya dana untuk bersekolah.
Doakan agar Tuhan menggerakkan lebih banyak anak Tuhan untuk
terlibat menolong supaya anak-anak itu bisa terus melanjutkan
pendidikannya.
5. Doakan agar Tuhan menggerakkan lebih banyak lagi yayasan Kristen
yang peduli terhadap pendidikan anak-anak jalanan. Sehingga
melalui pelayanan mereka, banyak anak bisa mendapatkan pendidikan
dan keterampilan tambahan untuk mereka bisa mandiri.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
|