Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Humor > ORANG KAYA BARU
  Edisi Terbaru
Edisi 1480/September/2008
MATI MENDADAK
  Arsip
Total 1312 edisi (2001-2008)
  Cari
  Keanggotaan Milis
Berlangganan
Berhenti
Ganti alamat email
  Relasi
i-Humor
  Tampilan cetak   edisi sebelum | edisi berikut

e-Humor edisi (29-1-2008)

ORANG KAYA BARU


Shalom,

Ngomongin soal yang baru-baru belum berakhir lohhhh .... :) Setidaknya
sampai edisi terakhir humor bulan Januari kali ini, kita masih bakal
guyonan tentang sesuatu yang baru. Harapannya tentu saja bisa jadi
berkat di bulan mendatang, bulan Februari yang penuh dengan cinta.
Selamat menyimak.

In Christ,
Pimpinan Redaksi e-Humor,
Dian Pradana


                         1387. ORANG KAYA BARU
                               ===============

Si Waen menang undian uang ratusan juta. Karena ingin gaya, ia makan
di restoran barat yang dipenuhi para bule.

Pelayan: Please ... (sambil menyodorkan daftar menu).
Waen   : Wah gawat, daftar menunya bahasa asing nih, ah udah ah maen
         tunjuk aja (sambil menunjuk salah satu menu).
Pelayan: OK!

Tak lama kemudian, pelayan datang sambil membawa semangkuk acar.

Waen   : Waduh, ternyata acar ... (bisiknya dalam hati).

Demi menjaga gengsi, diabisin deh satu mangkuk acar. Setelah habis, ia
melihat bule di sebelahnya yang asik makan bistik.

Waen   : Sebetulnya gue pengen coba itu daging, tapi namanya apa ya?
         Mau nanya nggak bisa bahasa Inggis, ah tunggu aja.

Tidak lama kemudian, bule berteriak ke pelayan, "Please, again!"

Dateng deh pelayan membawa sepiring bistik lagi.

Waen   : "Oh ..., itu tho namanya ...!"

Kemudian si Waen berteriak juga, "Plis egen ...!!"

---------------------------------------------------------------------
              "Arahkanlah perhatianmu kepada didikan,
     dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan." (Amsal 23:12)
           < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Amsal+23:12 >
---------------------------------------------------------------------
Sumber: ketawaketiwi

  Tampilan cetak   edisi sebelum | edisi berikut