_________________e-BUKU (Berbagi Berkat Melalui Buku)_________________
Edisi 31/Mei/2008
TEMA: PELAYANAN LITERATUR
______________________________________________________________________
EDITORIAL: Menjadi Duta Pena-Nya
RESENSI:
1. Menulis dengan Cinta: Belajar dan Mandiri Mengajarkan Kembali
Jurnalisme Kasih Sayang, Yayasan ANDI
2. Menjadi Penulis Buku Rohani, Yayasan ANDI
3. Teknik Penulisan Literatur, Agiamedia
4. Pengantar Riset Kuantitatif dan Kualitatif, Kalam Hidup
5. Panduan Menulis Skenario Panggung Boneka dan Drama Anak, Yayasan
ANDI
ARTIKEL: Visi Misi Jurnalistik Kristen
HALAMAN MAYA: In-Christ.Net: Network Literatur
STOP PRESS: Lowongan Tenaga Pendidik PESTA
KUTIPAN
EDISI BULAN DEPAN: Edisi Juni, Juli, Agustus 2008
PENERBIT EDISI INI
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Salam kasih,
Pena lebih tajam daripada pedang, begitulah pepatah untuk
menunjukkan betapa hebatnya kekuatan sebuah tulisan. Lewat tulisan,
seseorang dapat menyampaikan informasi, mendidik, bahkan menghibur
orang lain. Apa yang bisa diraih melalui sebuah tulisan ini menjadi
peluang adanya sebuah pelayanan, yaitu pelayanan literatur.
Pelayanan literatur adalah salah satu ladang pelayanan yang
pontensial untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus serta membangun
kedewasaan jemaat Tuhan karena tulisan dapat menjaring banyak jiwa
untuk datang kepada Yesus.
Untuk membekali Anda yang rindu terlibat dalam pelayanan ini, e-Buku
edisi Mei mengusung tema "Pelayanan Literatur". Kali ini, kami
sajikan lima resensi buku yang memuat hal-hal seputar tulis-menulis
yang dapat Anda pakai dalam memerlengkapi diri untuk terjun ke
dunia pelayanan literatur. Bagi Anda yang ingin saling mengasah diri
dengan penulis lain, kami undang Anda untuk bergabung di situs
In-Christ.Net Network Literatur. Simak selengkapnya di Halaman Maya.
Kiranya sajian kali ini menolong Anda untuk memantapkan langkah kaki
sebagai duta pena-Nya melalui pelayanan literatur.
Pimpinan Redaksi e-Buku,
Puji Arya Yanti
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk
mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan
dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=2Timotius+3:16 >
______________________________________________________________________
RESENSI 1
MENULIS DENGAN CINTA: BELAJAR DAN MANDIRI MENGAJARKAN KEMBALI
JURNALISME KASIH SAYANG
Penulis: Xavier Quentin Pranata
Penerbit: Yayasan ANDI, 2002
Tebal: 194 halaman
Ukuran: 14 cm x 21 cm
Buku ini didedikasikan bagi mereka yang mencintai dunia
tulis-menulis dan ingin tahu apa artinya menulis dengan penuh rasa
cinta. Bertujuan untuk mengungkap pentingnya jurnalistik Kristen
yang berlandaskan Alkitab bagi masyarakat luas, lima bagian
pembahasan telah disusun -- Pendahuluan, Visi dan Misi Jurnalistik
Kristen, Mengajarkan Jurnalistik kepada Warga Gereja, Bahan
Pengajaran Jurnalistik Kristen, dan Kesimpulan. Buku ini pun semakin
lengkap dengan sembilan lampiran seputar jurnalistik, termasuk di
dalamnya kode etik jurnalistik.
Berdasar pada ucapan Rasul Paulus pada Timotius dalam 2 Timotius
3:16-17, penulis berusaha memberikan gambaran bahwa jurnalis Kristen
memiliki peran penting di tengah media-media sekuler yang kian hari
kian marak. Berbekal pena, mereka dapat ikut serta menggarami dan
menerangi dunia. Disediakan juga metode-metode pengajaran dan
teknik-teknik jurnalistik seperti wawancara dan menulis. Buku ini
sangat tepat untuk dimiliki sebagai buku wajib bagi pecinta
jurnalistik. Dengan memahami buku ini, pembaca akan mengerti
pentingnya Alkitab sebagai resep utama menulis dengan cinta.
Kiriman dari: Dian Herniningsih < dian_h(at)xxxx >
RESENSI 2
MENJADI PENULIS BUKU ROHANI
Penulis: S. Rahoyo
Penerbit: Yayasan ANDI, Yogyakarta 2006 (Cetakan I)
Ukuran buku: 12 cm x 19 cm
Tebal: 160 halaman
Menulis buku rohani? Kenapa tidak! Seandainya materi (baca: uang)
toh bukan menjadi tujuan utama, dengan menulis sekurang-kurangnya
pikiran kita menjadi lebih tajam, kalau beruntung bisa menjadi
populer dan dalam kenyataannya menulis bisa menjadi sarana
menyebarkan Kabar Baik Kerajaan Allah.
Tapi dari mana idenya? Bagaimana mengembangkannya? Langkah-langkah
prinsip apa yang harus ditempuh? Bagaimana proses penulisannya? Dan
seperti apa prosedur penerbitan naskah di sebuah penerbit?
Buku ini akan menjawab tuntas semua pertanyaan di atas dan berbagai
pertanyaan lain.
Gaya tutur yang enteng tanpa meninggalkan bobot pembahasan yang
dipakai penulis, membuat buku ini enak dibaca. Di atas itu semua,
tidak sebagaimana layaknya buku-buku teori mengarang, buku ini
sangat praktis. Semua itu dimaksudkan untuk membantu Anda yang
bercita-cita menjadi penulis buku rohani, para editor buku rohani,
dan juga menambah wacana bagi Anda yang telah menjadi penulis buku
rohani.
Latar belakang penulis yang cukup lama malang melintang dalam dunia
penerbitan dan telah menghasilkan beberapa buku "bestseller",
menjadi jaminan bahwa Anda tidak salah membaca buku ini!
Diambil dari:
Nama situs: PBMR ANDI
Penulis: Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://pbmr-andi.com/?buku-rohani=Menjadi%20Penulis%20Buku%20
Rohani&penerbit=&kategori=Referensi&p=productsMore&iProduct=378
RESENSI 3
TEKNIK PENULISAN LITERATUR
Penulis: Harianto GP
Penerbit: Agiamedia, Bandung 2000
Ukuran buku: 14,5 cm x 21 cm
Tebal: 230 halaman
Ladang pelayanan literatur menunggu para pekerja untuk mengolahnya.
Meskipun kondisi pelayanan literatur mulai berkembang saat ini,
ladang ini masih memerlukan banyak anak Tuhan untuk terlibat di
dalamnya, mengingat ladang ini adalah ladang yang sangat efektif
untuk membawa jiwa-jiwa kepada Kristus.
Ladang yang memerlukan banyak orang untuk terlibat ini memerlukan
orang-orang dengan kualifikasi tertentu. Karena adanya
kendala-kendala yang dihadapi dalam pelayanan literatur selama ini
(hal. 66 -- 67), yaitu:
1. bidang ini masih disepelekan oleh para pemimpin gereja;
2. wawasan Alkitab yang tidak luas sehingga pengelolaannya dengan
kemampuan orang "awam";
3. belum memunyai jiwa seorang pemimpin;
4. keterampilan menulis dan mendesain dengan program komputer belum
begitu menguasai, sehingga apa yang dikerjakan menghasilkan
kualitas yang asal-asalan;
5. tidak memunyai pengetahuan atau pengalaman berorganisasi secara
keredaksian atau "marketing";
6. dan kekurangan penulis sehingga tidak bisa memproduksi tulisan
yang diinginkan dengan bahasa yang diinginkan dengan ejaan yang
diinginkan.
Untuk membekali anak-anak Tuhan yang tertarik untuk berkecimpung
dalam dunia pelayanan literatur ini, "Teknik Penulisan Literatur"
hadir dengan mengupas persoalan-persoalan literatur, seperti bahasa,
teknik penulisan artikel, penulisan renungan harian, reportase,
"feature", dan ilmu editing yang dibahas dari sudut pandang
religius, jurnalistik, dan lingustik.
Dengan profesionalisme seorang pelaku literatur, maka perkembangan
literatur akan semakin meningkat sehingga dunia literatur dapat
dijadikan alat efektif untuk pemberitaan Injil ke seluruh dunia.
Buku ini bermanfaat bagi mahasiswa teologi, umum, dan kaum awam yang
ingin meluaskan wawasan dalam penulisan kristiani.
Ditulis oleh: Puji Arya Yanti
RESENSI 4
PENGANTAR RISET KUANTITATIF DAN KUALITATIF
Penulis: Andreas B. Subagyo, Ph.D.
Penerbit: Kalam Hidup, Bandung 2004
Ukuran buku: -
Tebal: 468 halaman
Salah satu bagian dari kurikulum perguruan tinggi ialah penulisan
karya ilmiah. Setiap mahasiswa pada penghujung perkuliahan wajib
memelajari cara mengadakan penelitian lapangan. Sebelum menuliskan
karya ilmiah sebagai pertanggungjawaban atas ilmu yang didalaminya,
mahasiswa yang bersangkutan memelajari metode penelitian, apa yang
harus dilakukan, bagaimana cara melakukannya secara benar dengan
metode yang tepat, dan kemudian merumuskan kesimpulan untuk
kemudian menyusun karya ilmiah.
Mahasiswa perguruan tinggi sekuler (umum) dan perguruan tinggi
khusus (teologi atau keagamaan) harus melakukan penelitian. Sebelum
penelitian itu sendiri dilakukan, ia sudah dibekali dengan metode
penelitian.
Sudah lazim diketahui bahwa penulisan tugas akhir ini adalah
penghalang utama bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studinya. Banyak
mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahan, tetapi tidak
berhasil tamat dari perguruan tinggi. Keabsahan proses
belajar-mengajar amat ditentukan oleh karya penulisan ilmiah.
Kadang-kadang orang bertanya, mengapa harus menulis karya ilmiah?
Bukankah pengetahuan atas ilmu itu sudah cukup? Pertanyaan ini
adalah pertanyaan seorang awam. Mereka yang sudah duduk di bangku
perkuliahan, diwajibkan bersikap ilmiah dan memiliki disiplin ilmu
dan itu dituangkan dalam bentuk tulisan yang diajukan di depan
sidang/senat penguji.
Penulis buku ini membagi karangannya ke dalam dua belas pasal. Salah
satu landasan yang penting dipahami, penulis mengutip pemikiran
paradigma postpositivis yang mengatakan bahwa fungsi penelitian
ialah menyediakan kebenaran yang tepat, menyediakan informasi yang
otentik (hlm. 52). Penelitian yang bersifat konvensional saja
tidaklah justru membatasi data sehingga gejala yang hendak dipahami
tidak tergambarkan secara tepat.
Adalah sangat menarik, khususnya bagi mahasiswa teologi yang sudah
selayaknya dipacu, untuk mengadakan penelitian secara ilmiah dan
dituntun untuk mengungkapkan kebenaran itu secara logis dan benar.
Penulis membuat sebuah peta pemikiran, baik dari sudut kualitatif
maupun kualitatif, agar hasil penelitian itu dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Peta riset yang dibuat oleh penulis, peta atau bagan dan
langkah-langkah yang perlu ditempuh oleh seorang periset. Seorang
periset harus memiliki seperangkat sistem yang dapat diikuti dan
dilaksanakan secara sitematik guna mencapai hasil yang diharapkan.
Kerangka itu dituangkan ke dalam bagan "Meriset" yang terdiri dari
delapan bagian, dan kedelapan bagian ini kemudian dijabarkan secara
rinci, sampai kepada penyajian hasil riset. Dalam "Konsep-konsep
Dasar" penulis menyajikan jawaban atas pertanyaan yang filosofis
berkaitan dengan "ontologi", "epistemologi", "aksiologi" dan
"metodologi".
Melihat dan membaca buku ini yang diberi label "Pengantar"
sebenarnya, jika disiasati, bagi mahasiswa S1, materi dan cara
penyajian yang terdapat di dalamnya sudah melebihi dari apa yang
diperlukan oleh tingkat pendidikan ini. Khususnya bagi mahasiswa
teologi, yang selalu harus didorong supaya mau menulis, buku semacam
ini sangat diperlukan. Keengganan kebanyakan mahasiswa teologi dalam
menulis karya ilmiah mungkin karena sifat tugasnya yang lebih
cenderung verbalistis, memberikan konseling, dan menyampaikan
khotbah dari mimbar.
Sudah saatnya para pengajar di perguruan tinggi teologi mewajibkan
mahasiswanya berpikir secara tertib dengan disiplin keilmuan untuk
menyampaikan berita keselamatan dari mimbar yang bagaimana pun.
Kerangka berpikir itu sudah ditanamkan oleh Tuhan di dalam alam
ciptaan-Nya. Perhatikanlah siklus alam, siang dan malam, proses
penciptaan yang berjalan secara tertib sampai manusia dijadikan
Tuhan sebagai makhluk pemikir yang mengatur lingkungannya, mengelola
alam dan makhluk lain secara tertib dan penuh dengan disiplin.
Buku yang cukup tebal ini cukup memadai digunakan untuk penelitian
ilmiah yang tertib dan terarah karena menyangkut dua pendekatan
ilmiah, secara kuantitatif maupun kualitatif. Sebaiknya, setiap
dosen dan mahasiswa teologi membaca buku ini dan mempraktikkannya
dalam penulisan karya ilmiah dan juga dalam memberikan bimbingan dan
penyuluhan kepada anggota jemaat dalam penggembalaan sidang.
Bahan diambil dari:
Judul majalah: Kalam Hidup, Edisi Juli 2005, Tahun ke-75 No. 712
Penulis: Wina
Halaman: 50 -- 51
RESENSI 5
PANDUAN MENULIS SKENARIO PANGGUNG BONEKA DAN DRAMA ANAK
Penulis: Igrea Siswanto
Penerbit: Yayasan ANDI, Yogyakarta 2006 (Cetakan I)
Ukuran buku: 12 cm x 19 cm
Tebal: 61 halaman
Ada banyak cara untuk membuat suasana sekolah minggu menjadi meriah.
Di antaranya adalah dengan panggung boneka dan drama. Namun untuk
menggunakan kedua media itu, ada yang harus kita persiapkan, yaitu
menulis skenario. Apakah Anda kesulitan membuatnya?
Buku ini tepat berada di tangan Anda -– guru sekolah minggu atau
pribadi -– yang berkecimpung dalam dunia pelayanan anak.
Contoh-contoh skenario baik untuk panggung boneka maupun drama yang
ada dalam buku ini akan memandu Anda menyajikan ide-ide cemerlang.
Tidak hanya untuk sekolah minggu, skenario yang Anda tulis juga
dapat Anda manfaatkan untuk acara Paskah, Natal, ulang tahun, dsb..
Jadi, segera lengkapi koleksi Anda dengan buku yang bermanfaat ini!
Diambil dan diedit seperlunya dari:
Nama situs: PBMR ANDI
Penulis: Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://pbmr-andi.com/?buku-rohani=Panduan%20Menulis%20Skenario%20Panggung%20Boneka%20&%20Drama%20Anak&penerbit=&kategori=Sekolah%20Minggu&p=productsMore&iProduct=353
______________________________________________________________________
ARTIKEL BUKU
VISI MISI JURNALISTIK KRISTEN
Hampir semua perusahaan di dunia ini, terutama yang profesional,
selalu memiliki visi dan misi perusahaan. Istilah yang mereka pakai
bermacam-macam. Namun yang paling sering mereka pakai, terutama di
buku-buku manajemen, adalah Mission Statement (Pernyataan Misi).
Jurnalis Kristen, sebagai orang yang menyandang nama Kristus, tentu
saja harus memiliki visi dan misi yang jelas. Tujuan hidup utama
orang Kristen adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap
jiwa, dan segenap akal budi, serta mengasihi sesama seperti diri
sendiri. Dalam rangka mengasihi Tuhan dan sesama itulah, pengikut
Kristus diperintahkan untuk melaksanakan Amanat Agung yang Yesus
ucapkan:
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang Kuperintahkan
kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai
kepada akhir zaman."
Untuk melakukan Amanat Agung itu, jurnalis Kristen harus ikut
berperan serta secara aktif melalui talenta dan keterampilannya.
Jurnalis Kristen bisa mengambil bagiannya, paling tidak, dalam tiga
hal. Pertama, menunjukkan kepada dunia bahwa orang Kristen adalah
media itu sendiri. James F. Engel, pakar komunikasi Kristen,
mengatakan bahwa gereja (orang Kristen) bukan hanya media, tetapi
juga pesan itu sendiri. Rasul Paulus memunyai penjelasan yang lebih
baik. Dia menulis: "Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis
dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua
orang." (2 Korintus 3:2). Kedua, menyebarkan kabar baik atau berita
keselamatan itu melalui medianya. Ketiga, mengajarkan pada pembaca
mengenai cara memeroleh keselamatan itu.
Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Roma mengenai hal
berikut ini:
"Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi
semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barang siapa yang
berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana
mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada
Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak
mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakannya?"
Tugas seorang jurnalis Kristen adalah menceritakan berita
keselamatan itu melalui media, tempat dia bekerja. Bagi jurnalis
Kristen, media cetak, koran, majalah, dan tabloid adalah tempat
untuk menyalurkan pelayanannya itu. Namun, masih banyak orang yang
belum memahami bahwa penerbitan Kristen merupakan suatu pelayanan.
Isaac Phiri, editor Interlit -- sebuah majalah internasional tentang
penerbitan Kristen -- menulis:
"Penerbitan dikatakan sebagai suatu profesi kecelakaan, dan
tidaklah sukar untuk mengerti mengapa bisa begitu. Sangat sedikit
akademi atau universitas yang menawarkan mata kuliah utama di
bidang penerbitan. Para penasihat karier tidak bisa berkata
banyak tentang karier di bidang penerbitan. Bagaimana orang bisa
terlibat dalam penerbitan Kristen, jauh lebih misterius. Seminari
dan universitas Kristen hampir tidak pernah menyebutkan
penerbitan sebagai suatu bidang pelayanan. Demikian halnya dengan
gereja. Allah memanggil manusia untuk misi, bukan penerbitan."
KELEBIHAN MEDIA CETAK
Tokoh-tokoh terkenal dunia, sejak dulu mengakui kelebihan media
cetak ini. Napoleon Bonaparte, misalnya, berkata:
"Senjata api dan pena adalah kekuatan-kekuatan yang paling
dahsyat di dunia. Tetapi, kekuatan pena akan bertahan lebih
lama bila dibandingkan dengan senjata api."
Senada dengan Napoleon Bonaparte, Benjamin Franklin pun mengatakan:
"Bila saja Anda memberi 26 serdadu, maka saya akan menaklukkan
dunia."
Ketika ditanya, apakah yang dimaksud dengan 26 serdadu, ia menjawab,
"Huruf A sampai Z". Martin Luther, Reformator Gereja, bahkan dengan
tegas mengucapkan:
"Selain keselamatan dari Tuhan Yesus, maka anugerah terbesar dari
Tuhan yang lain adalah mesin cetak."
Perkataan Martin Luther sudah terbukti. Setelah mesin cetak berhasil
dibuat, di Amerika terjadi panen jiwa yang luar biasa. Puluhan juta
jiwa dibaptis. Di antara mereka yang dibaptis, 85% mengatakan bahwa
mereka datang kepada Kristus karena bacaan rohani dalam bentuk
traktat, buku, dan majalah. Pendeta Oswald Smith, Gembala Sidang
People Church di Toronto, Kanada, mengatakan, "Saya sudah
berkeliling dunia ke tujuh puluh negara sambil mencari cara, manakah
yang paling efektif untuk penginjilan sedunia. Dan sampai detik ini,
yang bisa saya dapatkan adalah melalui media cetak."
Senada dengan Napoleon Bonaparte, Benjamin Franklin, Martin Luther,
dan Oswald Smith, para tokoh Kristen modern pun memercayai kekuatan
media cetak ini. Apa saja komentar mereka? Ucapan mereka dimulai
dengan frasa yang sama, saya percaya penerbitan karena:
(1) "Penerbitan mematuhi perintah Kristus" (Andrezej Gandecki,
India).
(2) "Penerbitan sangat dibutuhkan" (Daniel Bourdanne, Cote
d`Ivoire).
(3) "Penerbitan memenuhi kebutuhan yang dalam" (C.D. Jebasingh,
India).
(4) "Penerbitan membagi harapan" (Andrea Zaki, Mesir).
(5) "Potensinya besar" (A.T. Kurian, India); "Lebih kuat ketimbang
senapan" (Nico Bougas, Afrika Selatan).
George Verwer, tokoh penginjilan literatur, juga memercayai kekuatan
literatur Kristen. Di dalam traktatnya yang berjudul "Pelayanan
Literatur", disebutkan bahwa literatur Kristen juga sering disebut
"Utusan Injil Tercetak". Di dalam traktat itu, pendiri dan
koordinator internasional Operation Mobilisation (OM) ini
menyebutkan bahwa paling tidak ada sepuluh kekuatan literatur
Kristen, yaitu:
(1) Ia dapat pergi ke mana-mana tanpa dilihat sebagai orang asing;
(2) Lewat pos, ia dapat masuk sampai ke tempat-tempat di mana
seorang penginjil tidak diizinkan masuk;
(3) Ia menyampaikan beritanya dengan rajin tanpa mengenal batas
waktu, istirahat, atau cuti;
(4) Ia memersembahkan beritanya sesuai dengan kecepatan berpikir
seseorang dan menurut kesenangan pembacanya;
(5) Ia memungkinkan si pembaca mendalami berita yang sama
berulang-ulang;
(6) Ia adalah pengkhotbah estafet yang menyampaikan beritanya dari
satu orang ke orang lain;
(7) Ia memungkinkan si pembaca memelajari satu bagian khusus dari
berita yang menarik hatinya;
(8) Dalam bentuk buku, ia dapat memberi makanan rohani kepada
mereka yang lapar berjam-jam, bahkan berhari-hari seperti
pengkhotbah bersambung yang tidak berkeputusan;
(9) Pada umumnya tidak mahal, tetapi juga tidak kalah baik buahnya
dibandingkan dengan cara penginjilan lainnya;
(10) Dalam waktu satu jam, ia dapat dibagikan kepada lebih banyak
orang daripada jumlah rata-rata pengunjung setiap Minggu pagi.
Ternyata, George Verwer pun bertobat dan mengenal Yesus sebagai
Tuhan dan Juru Selamat karena pelayanan literatur. Di dalam
pendahuluan bukunya yang berjudul "Literature Evangelism"
(Penginjilan Literatur), pimpinan badan misi yang memiliki kapal
Logos 11 dan Doulos ini menulis:
"Pada tahun 1957, saya menerima Kitab Injil Yohanes melalui pos
yang dikirimkan oleh seorang ibu Kristen yang baik hati dan yang
percaya bahwa Allah menjawab doa dan yang juga percaya akan kuasa
Injil dalam bentuk barang cetakan. Selama dua tahun saya membaca
buku kecil itu dengan teratur sehingga akhirnya saya `dilahirkan
kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak
fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal`
(1 Petrus 1:23)."
Seperti George Verwer, Billy Graham pun mengakui kuasa media cetak.
Di dalam bukunya, "Just As I Am", penginjil internasional ini
menulis:
"Liputan media mengenai kami, beberapa tahun pertama, tahun lima
puluhan tak pelak lagi merupakan penentu yang membawa pekerjaan
kami kepada masyarakat. Meskipun demikian, selama itu, pertanyaan
lain terus-menerus timbul dalam pikiran saya: Jika media bisa
digunakan untuk mempromosikan pelayanan penginjilan, apakah media
juga bisa langsung digunakan untuk menginjili? Seperti sudah saya
catat, pemikiran tersebut membawa kami, mula-mula pada radio dan
film. Namun tidak lama kemudian, kami mengalihkan perhatian kami
pada halaman cetak. Begitu program radio atau film usai,
pengaruhnya sebagian besar berakhir pula. Tetapi, buku dan
majalah bisa mencapai tempat-tempat yang tidak bisa dicapai
khotbah, dan bisa secara berkesinambungan memengaruhi, lama
setelah si penulis sudah tidak ada."
Diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku: Menulis Dengan Cinta
Penulis: Xavier Quentin Pranata
Penerbit: Yayasan ANDI, Yogyakarta
Halaman: 17 -- 23
Dipublikasikan di: e-Penulis
Alamat URL: http://www.sabda.org/publikasi/e-penulis/002/
______________________________________________________________________
HALAMAN MAYA
IN-CHRIST.NET: NETWORK LITERATUR
http://in-christ.net/komunitas_umum/network_literatur
Pelayanan literatur adalah salah satu ladang pelayanan yang perlu
digarap oleh anak-anak Tuhan, mengingat besarnya pengaruh yang bisa
disampaikan lewat tulisan. Melalui pelayanan literatur,
anak-anak-Nya dapat menyebarkan kebenaran firman-Nya sehingga
banyak orang akan memeroleh terang.
Jika Anda tertarik, bahkan sudah terjun dalam pelayanan literatur
ini, kami mengundang Anda untuk bergabung di situs In-Christ.Net
Network Literatur. Di sini, Anda dapat membaca artikel, blog, maupun
komentar dari anggota lainnya yang tertarik dan terlibat dalam dunia
literatur. Tidak hanya membaca, Anda dapat juga berpartisipasi di
dalamnya dengan ikut mengirim tulisan.
Mari bertemu dan berkolaborasi dengan orang-orang percaya dari
berbagai tempat yang memiliki minat bidang pelayanan yang sama
dengan Anda. Dan mari saling melengkapi di sini. Selamat bergabung.
______________________________________________________________________
STOP PRESS
LOWONGAN TENAGA PENDIDIK PESTA
Yayasan Lembaga SABDA mengajak para profesional muda untuk
bersama-sama melayani Tuhan melalui dunia teknologi informasi.
Melalui program pendidikan jarak jauh, yaitu Pendidikan Elektronik
Studi Teologi Awam (PESTA), YLSA ingin mengembangkan pelayanannya
lebih luas lagi. Untuk itu, dicari tenaga PENDIDIK yang berkualitas
untuk bekerja di YLSA, dengan syarat-syarat sebagai berikut.
1. Sudah lahir baru dalam Kristus dan sudah dibaptis.
2. Pendidikan S1/S2 jurusan PAK/Teologia.
3. Memiliki kemampuan menulis dan membuat modul pelajaran.
4. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik (verbal dan nonverbal).
5. Bisa bekerja dalam tim.
6. Bisa mengoperasikan komputer dengan lancar.
7. Terbiasa dengan internet.
8. Bersedia ditempatkan di Solo, Jawa Tengah.
9. Bersedia kerja penuh waktu (full time -- dalam kantor) dengan
masa kerja minimal dua tahun.
10. Pria/Wanita, diutamakan belum menikah.
Jika Anda dipanggil Tuhan untuk terjun dalam pelayanan elektronik,
silakan mengirim surat lamaran dan CV secepatnya ke:
YLSA
Kotak Pos 25 SLONS
57135
atau kirim e-mail ke:
==> rekrutmen-ylsa(at)sabda.org
Untuk mengetahui pelayanan PESTA lebih lanjut, silakan berkunjung
ke:
==> http://www.pesta.org/
______________________________________________________________________
BUKU-BUKU TERLARIS DATANG DAN PERGI, NAMUN FIRMAN ALLAH TETAP
TINGGAL UNTUK SELAMA-LAMANYA.
______________________________________________________________________
EDISI BULAN DEPAN
EDISI JUNI, JULI, AGUSTUS 2008
Edisi tiga bulan ke depan, Redaksi e-Buku akan menyajikan tema:
- Pernikahan Kristen (edisi Juni)
Berbagai buku seputar pernikahan Kristen.
- Parenting (edisi Juli)
Berbagai buku untuk orang tua dan cara mendidik anak.
- Mengelola Keuangan (edisi Agustus)
Berbagai buku seputar pengelolaan keuangan.
Karena itu, kami mengundang Pembaca e-Buku untuk berpartisipasi
dalam edisi-edisi mendatang dengan cara mengirim resensi, informasi
buku baru, artikel, tips, maupun kesaksian buku yang pernah dibaca
sesuai dengan tema-tema di atas kepada Redaksi e-Buku di alamat:
==> < buku(at)sabda.org >
Dan mari terus membagikan berkat melalui buku.
______________________________________________________________________
PENERBIT EDISI INI
YAYASAN ANDI
Jl. Beo 38-40 Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 55281
E-mail: pemasaran(at)andipublisher.com
Alamat URL: http://www.andipublisher.com/
http://www.pbmr-andi.com/
PENERBIT AGIAMEDIA
Kotak Pos 1832, Bandung 40013
Jln. A. Yani 1031, Bandung
YAYASAN KALAM HIDUP
Jln. Naripan 67 Bandung 32767
Telp. (022) 4207735, 4214866
Fax. (022) 4234508
E-mail: marketing(at)kalam-hidup.or.id
______________________________________________________________________
Terbit Perdana 17 November 2005
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN.
Copyright(c) e-Buku 2008
YLSA -- http://www.ylsa.org/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
Arsip Publikasi e-Buku bisa dibaca online di:
http://www.sabda.org/publikasi/e-buku/
http://gubuk.sabda.org/
Network Literatur:
http://in-christ.net/komunitas_umum/network_literatur
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Puji Arya Yanti
Staf Redaksi: Christiana Ratri Yuliani
Berlangganan: subscribe-i-kan-buku(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buku(at)hub.xc.org
Kontak e-Buku: buku(at)sabda.org
______________________________________________________________________
"Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca
Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar."
(1 Timotius 4:13)
http://sabdaweb.sabda.org/?p=1Timotius+4:13
|