________________________________e-BUKU________________________________
Berbagi Berkat Melalui Buku
15/Januari/2007
______________________________________________________________________
Editorial : Kehidupan Kristen
Resensi Buku : 1. Aspek-Aspek Kekudusan (Momentum)
2. Tanpa Plus, Tanpa Minus (Gloria Graffa)
3. Trademark Tuhan (Indo Gracia)
4. Pola Hidup Kristen (Gandum Mas;
Kalam Hidup; YAKIN)
5. Spiritual Depression (Eerdmands Publishing
Company)
Artikel Buku : Memaksimalkan Daya Ingat Ketika Membaca
Seputar Buku : Info Buku dari Pionir Jaya
Dari Halaman Redaksi: Bahan untuk Pemimpin Kristen dari e-Leadership
Edisi Februari : Keluarga Kristen
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Salam kasih,
Pilihan untuk mengikut Kristus memang bukan sesuatu yang mudah
dijalani. Meski demikian, dari pilihan inilah kita akan beroleh
sukacita. Karena jaminan keselamatan justru kita peroleh hanya di
dalam Dia. Maka, sebagai seorang Kristen, kehidupan kita harus
senantiasa berpusat kepada Kristus sebagai teladan hidup.
Mengawali tahun 2007 ini, e-Buku mengangkat tema Kehidupan Kristen.
Lima buku yang kami sajikan kali ini kiranya bisa Anda jadikan
sebagai referensi, yang menolong Anda untuk memiliki kehidupan yang
berkenan di hadapan-Nya. Simak juga informasi lain yang tersaji,
kiranya menjadi berkat.
Pimred e-Buku,
Puji
"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."
(Filipi 1:21)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Filipi+1:21 >
______________________________________________________________________
RESENSI 1
ASPEK-ASPEK KEKUDUSAN
=====================
Judul asli: Aspects of Holiness
Penulis : J.C. Ryle
Penerbit : Momentum, Surabaya 2003 (Cet. ke-1)
Ukuran : 13,8 cm x 28 cm
Tebal : 163 halaman
Bagaimana kehidupan kekristenan Anda selama ini? Apakah masih
suam-suam kuku? Ataukah keinginan dan kecintaan Anda akan tawaran
dunia ini menduduki porsi terbesar dibandingkan kecintaan Anda
kepada Kristus? Pilihan Anda tepat jika membaca tulisan J.C. Ryle
yang mencoba membahas segala aspek kekudusan yang seharusnya menjadi
pegangan kita sebagai orang Kristen. Tulisannya benar-benar
menyentil kenyataan yang sesungguhnya tentang kehidupan kekristenan
kita yang masih bercela di hadapan Allah.
Buku yang terdiri dari dua puluh bab ini membahas beberapa hal.
Buku ini di antaranya membahas keberadaan manusia sebagai manusia
berdosa dari mulanya, bagaimana seharusnya seorang Kristen untuk
senantiasa hidup kudus meneladani Kristus, juga tentang peperangan
kita dalam melawan keinginan dunia yang semakin kuat dan
menggiurkan. Pembahasan di bab terakhir tentang pentingnya
keberadaan pribadi Kristus yang luar biasa dalam usaha pencapaian
hidup kekudusan di dalam hidup kita.
Bagi sebagian orang penyampaian dengan menggunakan poin-poin, yang
juga dilengkapi sejumlah catatan kaki, mungkin akan mengurangi
kenyamanan dalam membaca. Untuk itu, Anda dapat mengabaikan
catatan-catatan tersebut bila perlu.
Bagaimanapun juga, bila Anda adalah orang yang memutuskan untuk
menerima Kristus dengan sungguh-sungguh, atau sedaang belajar
mengenal pribadi Kristus, buku ini layak Anda baca.
Kiriman dari: Kristina
RESENSI 2
TANPA PLUS, TANPA MINUS
=======================
Penulis : Eka Dharmaputera
Penerbit: Gloria Graffa, Yogyakarta 2002
Ukuran : 11 cm x 18 cm
Tebal : 136 halaman
Iman tidak hanya soal percaya kepada Allah saja, namun terkait
dengan tindakan kita setiap harinya; apakah setiap tingkah laku kita
memancarkan iman kita kepada-Nya. Iman itu sendiri seumpama tanaman
yang perlu dirawat, disiram air, diberi pupuk, dan disiangi, supaya
iman bertumbuh dengan benar dan bertanggung jawab.
"Tanpa Plus, Tanpa Minus", satu di antara banyak karya Pdt. Eka
Dharmaputera ini berupa kumpulan renungan seputar panggilan hidup
beriman. Beriman yang disamakan dengan "mencintai" yang berarti
tanpa syarat dan tanpa pamrih. Bukan karena ingin mendapatkan
sesuatu atau walaupun segala sesuatunya tidak sesuai dengan yang
kita harapkan, hendaknya kita tetap beriman kepada-Nya.
Buku ini diawali oleh bab "Berakar", menyangkut hubungan dengan
Allah; "Bertumbuh", menyangkut hubungan dengan diri sendiri; dan
"Berbuah", menyangkut hubungan dengan sesama. Melalui renungan yang
dikemas dan disampaikan dengan ilustrasi yang menarik, buku ini
mengajak kita untuk mempunyai iman dan kasih yang sungguh kepada
Allah dan sesama. Bukan hanya dalam tulisan atau ucapan di bibir
saja.
Untuk memiliki hidup yang sungguh di dalam Dia dan agar beriman
kepada Yesus sebagai nafas hidupnya dan bukan identitas di atas
kertas saja, buku ini menjadi referensi yang sangat baik untuk Anda
baca.
Kiriman: Arya
RESENSI 3
TRADEMARK TUHAN
===============
Judul asli: God`s Trademark
Penulis : George Otis Jr.
Penerjemah: Yan Iskandar
Penerbit : Indo Gracia, Jakarta 2001
Ukuran : 13,5 cm x 20,5 cm
Tebal : x + 186 halaman
Aroma bisnis belakangan ini tengah merasuk ke dalam dunia Kristen.
Kebangunan rohani dan pencurahan Roh dipasarkan dengan kiat yang
sama dengan pameran-pameran dan konvensi-konvensi dagang. Tidak
heran bila banyak orang yang tertipu karena kegiatan-kegiatan yang
dilakukan memiliki kesan yang rohani.
Kondisi seperti ini jelas sangat berbahaya. Orang-orang yang tidak
memiliki kepekaan tentu akan mudah terbawa arus. Akibatnya, mereka
akan tertarik dan terpisah dari segala akal sehat mereka (hlm. 37).
Alhasil, banyak orang yang berada dalam tawanan Babel, tidak dapat
menyanyikan nyanyian-nyanyian Sion, tertawan, dan tidak memiliki
pesan berwibawa untuk disampaikan. Begitulah pandangan A.W. Tozer
yang dikemukakan kembali dalam buku ini.
Dalam buku ini, George Otis Jr., penulisnya, mengemukakan bahwa
Tuhan memiliki "trademark" tersendiri. Dan setiap orang Kristen
perlu mengenal "trademark Tuhan" agar kehidupannya dapat selaras
dengan pimpinan-Nya dan tidak terbawa arus. Ketujuh "trademark" dari
Tuhan yang dikemukakannya ialah sebagai berikut.
a. Allah selalu berbicara dengan suara yang mantap, mengandung
ketegasan dan otoritas.
b. Sebagai kitab yang terbuka, pernyataan yang keluar dari-Nya
selalu mengandung kejujuran dan integritas yang mutlak.
c. Takhta yang memantul sebagai cara yang paling jitu untuk
mengetahui kerohanian yang asli dari suatu pelayanan atau seorang
utusan. Jadi, setiap orang yang menunjukkan karakteristik ini
pasti akan menjauhkan diri dari pujian dan penghormatan yang
mengaburkan kemuliaan Allah.
d. Meskipun terkadang terasa pahit, kasih Allah adalah obat yang
baik bagi umat-Nya. Ia tidak selalu memberi apa yang kita
inginkan, tetapi Ia selalu memberi yang terbaik bagi kita.
e. Allah menawarkan roti surgawi yang tidak pernah basi,
membosankan, atau terkesan sebagai suatu rutinitas.
f. Dalam setiap pesan dan pelayanan yang menikmati kemurahan-Nya
akan ditemukan suatu pohon anggur yang subur.
g. Segala pesan yang berazaskan kerajaan Allah akan terus bertahan
dari generasi ke generasi.
Bila Anda ingin menjalani kehidupan rohani tanpa terperosok ke dalam
jeratan-jeratan si jahat, Anda perlu membaca buku ini. Telusuri dan
kenalilah ketujuh "trademark" Tuhan tersebut.
Kiriman: Raka
RESENSI 4
POLA HIDUP KRISTEN
==================
Pengarang : -
Ukuran buku: 15,5 cm x 23 cm
Tebal : 1060 halaman
Penerbit : Penerbit Gandum Mas; Yayasan Kalam Hidup; YAKIN
Kalau Anda seorang yang baru percaya atau yang sudah lama percaya,
yang hidup berkemenangan atau sedang mengalami pergumulan, yang
sudah dewasa atau yang masih muda, dan Anda bertumbuh dalam iman,
buku "Pola Hidup Kristen" ini ditujukan bagi Anda. Buku ini enak
dibaca dan mudah untuk diterapkan, suatu pedoman sederhana untuk
hidup menurut perintah Tuhan.
Memiliki buku "Pola Hidup Kristen" di rak buku Anda sama seperti
memiliki seratus sahabat baik yang dapat Anda hubungi kapan saja
Anda mempunyai keraguan tentang cara hidup Kristen.
Dan sahabat-sahabat ini tidak hanya mau mendengarkan masalah Anda
dengan penuh simpati - mereka juga menyediakan penyelidikan dan
perhatian mereka selama bertahun-tahun untuk membantu Anda.
Daftar Isi:
- Pertumbuhan Orang Kristen Dimulai Sejak Kelahiran Baru
- Bertumbuh ke Arah Kedewasaan Rohani
- Bagaimana Orang Bertumbuh
- Mengenal Allah
- Menjadi Seperti Kristus
- Hidup Oleh Kuasa Roh
- Melangkah dengan Iman
- Nilai Pengharapan
- Arti Kasih
- Mengendalikan Emosi-Emosi yang Berat
- Mengatasi Perselisihan-Perselisihan Keluarga
- Menguasai Disiplin Rohani
- Penderitaan dan Orang Kristen
- Kehidupan Dalam Gereja
- Ibadah: Tanggapan Kita Kepada Allah
- Alkitab: Firman Allah
- Pentingnya Doa
- Saat Allah Kelihatan Sangat Jauh
- Gaya Hidup Kristiani di Dalam Dunia Sekuler
- Dosa dan Orang Kristen
- Seks dan Orang Kristen
- Menentukan Kehendak Allah
- Orang-Orang Kristen dan Pekerjaannya
- Politik dan Kekristenan
- Arti Pelayanan
- Bagaimana Menjadi Sahabat Sejati
- Bersaksi
- Bagaimana Bisa Berubah Menjadi Semakin Baik
Bahan diambil dari sumber:
Nama situs: Penerbit Gandum Mas
URL : http://gandummas.com/buku_teks/katalog_p/p043.htm
RESENSI 5
SPIRITUAL DEPRESSION
====================
Penulis : Martin Llyod Jones
Penerbit : Eerdmands Publishing Company, 1965 (cet. ke-1)
Tebal : 300 halaman
Martin Llyod Jones adalah seorang pendeta di Westminster yang
mempunyai pengaruh besar, khususnya pada abad ke-20. "Spiritual
Depression" adalah kumpulan khotbah yang dibawakan pada Minggu pagi
selama 21 minggu berturut-turut di Westminster Chapel. Buku ini
secara khusus membahas mengenai kehidupan orang Kristen secara umum
baik orang yang baru percaya ataupun orang yang sudah percaya yang
tidak lepas dari berbagai macam pergumulan dan tantangan dalam
kehidupannya sehingga mengalami kesulitan untuk bersukacita.
Buku ini terdiri dari 21 bab yang disusun dalam suatu rangkaian
urutan yang dapat menuntun kita kepada satu pemikiran mengapa
sukacita dalam kehidupan kekristenan itu penting dan apakah yang
mendasarinya. Bagian tersebut dilanjutkan dengan apa yang
menyebabkan depresi/dukacita dalam kehidupan kekristenan dan
diakhiri dengan apa yang mengatasi dukacita tersebut. Setiap
pembahasan didasarkan dari ayat atau perikop yang dapat kita
renungkan saat membaca buku ini.
Pemikiran yang harus kita refleksikan ada dalam bab pertama, yaitu
mengapa penting bagi seorang Kristen untuk menyelidiki mengapa dalam
kehidupan kekristenan seseorang tidak mengalami sukacita. Jones
menyebutkan setidaknya ada dua alasan yang penting:
"It is very sad to contemplate the fact that there are Christian
people who live the greater part of their lives in this world in
such a condition. It does not mean that they are not Christians,
but it does mean that they are missing a great deal ...." --
Adalah sangat menyedihkan bila merenungkan suatu kenyataan bahwa
ada orang-orang Kristen yang sebagian besar dari kehidupannya di
dunia hidup dalam kondisi ini (depresi secara spiritual). Hal ini
bukan berarti mereka bukan orang Kristen, tetapi artinya mereka
kehilangan sangat besar ...."
"... we must face this problem for the sake of the Kingdom of God
and for the glory of God ... a depressed Christian is a
contradiction in terms, and he is a very poor recommendation for
the gospel .... People today are not primarily interested in Truth
but they are interested in results." -- ... kita harus menghadapi
masalah ini untuk Kerajaan Allah dan kemuliaan Allah ... orang
Kristen yang depresi adalah sebuah kontradiksi (sebagai Kristen)
dan ia adalah rekomendasi yang buruk untuk Injil .... Orang-orang
saat ini tidak terlalu tertarik kepada kebenaran tetapi mereka
tertarik pada hasil.
Dua hal inilah yang ditekankan sebagai alasan pentingnya kehidupan
kekristenan yang bersukacita sehingga melaluinya tidak hanya orang
Kristen itu sendiri yang dibangun, tetapi lingkungan di sekitarnya
yang melihat sukacita yang terpancar itu juga dibangun dan melihat
kebenaran dalam Injil. Sukacita yang dibicarakan bukanlah sukacita
yang tampak dari luar yang berupa senyuman dan tertawa kosong yang
hanya menjadi topeng untuk menutup dukacita yang ada di dalam hati,
melainkan sebuah sukacita yang terpancar sebagai seorang Kristen.
Satu hal yang cukup menarik, sebelum membahas lebih lanjut tentang
isi buku ini, Jones dalam bab kedua menekankan kembali fondasi dasar
kehidupan kekristenan yang mungkin sering kali kita anggap sudah
mengetahuinya sehingga tidak perlu diulang-ulang. Ia menekankan
bagaimana kita harus melihat hanya kepada Kristus dan karya-Nya dan
tidak yang lain. Ia mau kita kembali menguji dan bertanya kepada
diri kita sendiri sebelum kita berniat untuk membahas tentang ini
karena tanpa fondasi itu, tidak ada seorang pun yang dapat lepas
dari depresi secara spiritual.
Bab-bab selanjutnya merupakan bagian yang harus dibaca dan
direnungkan sendiri secara pribadi oleh setiap orang. Setiap bab
membawa satu pokok perenungan yang mungkin dihadapi dalam kehidupan
spiritual seorang Kristen. Mungkin ada orang yang tidak bisa lepas
dari ikatan penyesalan perbuatan yang dilakukan di masa lalu.
Mungkin juga ada orang yang sedang bergumul karena ketakutan di masa
yang akan datang atau mungkin ada yang lelah dalam pekerjaan dan
pelayanan. Dalam buku ini kita juga diajak melihat hal-hal yang sama
yang juga pernah dialami oleh saudara-saudara kita yang lain --
pergumulan yang bukan hanya dialami oleh kita sendiri. Melalui
kesaksian tersebut kita bisa belajar untuk mengidentifikasikan diri
kita bila mengalami pergumulan yang kurang lebih sama.
Buku ini ditutup dengan beberapa bab mengenai kehidupan yang
seharusnya dialami sebagai seorang Kristen. Pembahasan lebih
diarahkan untuk mendorong kita supaya belajar untuk percaya akan
pemeliharaan dari Tuhan yang Mahakuasa, bahwa segala sesuatu yang
terjadi tidak lepas dari kendali Tuhan, bahwa segala sesuatu yang
terjadi adalah untuk kebaikan kita juga. Seluruh buku ini ditutup
dengan perenungan dari Filipi 4:13 -- satu bagian Alkitab yang
kembali mengingatkan kita bahwa Kristuslah yang menguatkan kita. Di
sini kita melihat bahwa penekanan untuk melihat kepada Kristus di
bagian awal ditekankan kembali di akhir buku ini.
Bukankah sebagai seorang Kristen kita sering kali tidak bisa
mengalami sukacita, melainkan seakan kehidupan Kristen adalah
kehidupan yang menderita, menyedihkan, dan sengsara? Mungkin saat
ini kita mengalaminya atau mungkin kita melihat hal tersebut dalam
kehidupan orang lain. Untuk itulah perenungan yang dibawakan buku
ini ditujukan. Bukankah sangat disayangkan bila kita kehilangan
sukacita yang sudah dikaruniakan oleh Allah? Dan bukankah sangat
disayangkan bila banyak orang tidak bisa melihat indahnya kehidupan
bersama Kristus karena kehidupan kita tidak memancarkan hal itu?
Biarlah kita juga mampu berkata seperti yang Paulus katakan dalam
Filipi 4:13, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang
memberi kekuatan kepadaku," walau apa pun terjadi dalam kehidupan
kita. Biarlah nama Tuhan dimuliakan melalui kehidupan kekristenan
kita di mana kita ditempatkan. Soli Deo Gloria!
Bahan diambil dan diedit dari sumber:
Nama buletin : Pillar, 36, Juli 2006
Penulis : Victor Wibowo
Halaman : 16
______________________________________________________________________
ARTIKEL
MEMAKSIMALKAN DAYA INGAT KETIKA MEMBACA
Terkadang kita sulit sekali untuk mengingat sesuatu. Padahal sesuatu
itu merupakan hal yang sangat penting untuk disimpan dalam memori
kita. Begitu halnya saat kita membaca, ternyata banyak sekali faktor
yang memengaruhi daya ingat kita saat membaca. Sehingga, di akhir
membaca sebuah buku kita hanya mengingat bagian depan atau malah
bagian belakang saja. Bagian di tengah-tengah kadang dengan begitu
saja terlewatkan. Makanya ketajaman daya ingat kita saat membaca
amat penting sekali.
Toni Buzan memperkenalkan metode mengingat yang disebut dengan "mind
mapping" atau pemetaan pikiran. Otak manusia akan mengingat sesuatu
dalam waktu yang panjang apabila hal yang diingatnya berkaitan
dengan emosi. Ingatan bekerja berdasarkan sebuah pola kelebihan dan
kekurangan tertentu, misalnya kecerdasan. Jika kita mempunyai daya
ingat yang kuat tentang ilmu eksak, kecenderungan akan lemah dalam
hal tertentu, misalnya bahasa atau seni.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kita lupa akan sesuatu.
1. Kita melupakan sesuatu karena kita menganggap hal itu tidak
penting.
2. Kita melupakan sesuatu karena ada ganggauan. Gangguan ini bisa
berbentuk "interferensi", yaitu adanya informasi baru yang
selanjutnya menutupi informasi yang lama.
3. Kita melupakan sesuatu karena ada kerusakan dalam syaraf-syaraf
di otak kita.
4. Kita melupakan sesuatu karena ada tekanan, seperti trauma.
5. Kita melupakan sesuatu karena sedang dalam keadaan stres.
6. Kita lupa akan sesuatu karena kehilangan pelbagai petunjuk untuk
menampilkan ingatan.
7. Kita sedang mengalami gangguan fisik, seperti amnesia,
pembengkakan otak, dll.
Setelah menyadari akan faktor-faktor yang menghambat daya ingat
kita, berikut ada beberapa strategi dalam meningkatkan daya ingat
kita menurut Eric Jensen.
1. Buat sikap dan keyakinan positif bahwa kita dapat mengingat
apa pun dengan baik.
2. Pengamatan yang cermat.
3. Pertimbangkan konteks.
4. Terapkan prinsip AAT, yaitu mengingat bagian awal, akhir, dan
tengah.
5. Berupaya untuk aktif.
6. Informasi akan mudah diingat jika kita mengelompokkan dalam
segmen-segmen yang lebih kecil dan mudah diatur.
7. Libatkan emosi, seperti kegairahan, humor, kegembiraan,
ketegangan, ketakutan, dll.
8. Carilah umpan balik, yaitu meminimalkan kesan yang salah.
Sehingga, tidak terbentuk ingatan yang tidak akurat. Hal ini bisa
dilakukan dengan cara bertanya.
Bahan diringkas dari sumber:
Judul buku : Quantum Reading: Cara Cepat nan Bermanfaat untuk
Merangsang Munculnya Potensi Membaca
Penulis : Hernowo
Penerbit : MLC, Bandung 2003
Halaman : 95 -- 111
______________________________________________________________________
SEPUTAR BUKU
INFO BUKU DARI PIONIR JAYA
Buku terbitan Pionir Jaya tahun 2006, yang ditulis oleh Jim Petersen
dan Mike Shamy ini berjudul "Menjadi Garam dan Terang bagi Kalangan
Terdekat". Buku ini mengajarkan kepada Anda dalam menghadirkan
kerajaan Allah dalam keseharian. Anda perlu menerapkan pola hidup
yang menarik sebagai seorang warga kerajaan Allah sehingga
orang-orang di sekitar Anda akan melihat bahwa ada pilihan yang
lebih baik bagi mereka juga.
Bahan diambil dari sumber:
Judul majalah: GetLife Tahun III - Edisi no. 27
Halaman : 39
______________________________________________________________________
DARI HALAMAN REDAKSI
BAHAN UNTUK PEMIMPIN KRISTEN DARI e-LEADERSHIP
Seorang pemimpin yang sejati tidaklah perlu mengatakan "Akulah
pemimpin" kepada para pengikutnya. Bagi Anda yang ingin belajar
untuk menjadi seorang pemimpin yang sejati, e-Leadership adalah
sarana yang tepat. Diterbitkan secara berkala setiap bulan oleh
YLSA, publikasi ini mengemban visi membentuk dan menciptakan sosok
pemimpin-pemimpin yang baik berdasar prinsip Kristen. Dalam setiap
edisi, Anda akan memperoleh artikel-artikel tentang kepemimpinan
dari sudut kristiani, tips, inspirasi, sumber kepemimpinan, dan
informasi lain yang dapat digunakan untuk memperlengkapi para
pemimpin, pelatih, dan hamba-hamba Tuhan yang memiliki beban dalam
kepemimpinan Kristen di Indonesia. Jadi, tunggu apa lagi? Mari
bergabung dengan milis publikasi e-Leadership dan ikutlah ambil
bagian dalam memajukan kepemimpinan dengan prinsip Kristen di
Indonesia.
==> <subscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org> [berlangganan]
==> http://www.sabda.org/publikasi/leadership/ [arsip]
==> http://lead.sabda.org/ [situs Indo Lead]
______________________________________________________________________
"Reading Doesn`t Mean To Enjoy At The Moments,
But Also Increase Your Knowledge And Thingking Ability."
(Rakesh Srivastava, India)
______________________________________________________________________
EDISI FEBRUARI
KELUARGA KRISTEN
Edisi bulan depan, e-Buku akan hadir dengan tema "Keluarga Kristen".
Oleh karena itu, redaksi mengajak pembaca untuk berpartisipasi
mengisi edisi bulan depan dengan cara mengirimkan resensi, kesaksian
buku yang sudah Anda baca, informasi buku baru seputar Keluarga
Kristen yang Anda ketahui ke alamat:
==> < staf-buku(at)sabda.org >
Mari bersama-sama mengobarkan semangat membaca dan berbagi berkat
melalui buku demi kemuliaan-Nya. Kami tunggu kiriman Anda.
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN.
Copyright(c) e-Buku 2007
YLSA -- http://www.sabda.org/ylsa/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
Arsip Publikasi e-Buku bisa dibaca online di:
http://www.sabda.org/publikasi/e-buku/
http://gubuk.sabda.org/
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi : Puji
Berlangganan : subscribe-i-kan-buku(at)hub.xc.org
Berhenti : unsubscribe-i-kan-buku(at)hub.xc.org
Kontak e-Buku : staf-buku(at)sabda.org
______________________________________________________________________
"Sementara itu, sampai aku datang
bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci,
dalam membangun dan dalam mengajar."
(1 Timotius 4:13)
http://sabdaweb.sabda.org/?p=1Timotius+4:13
|