Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/769

e-BinaAnak edisi 769 (20-12-2017)

Natal (2)

e-BinaAnak -- Edisi 769/Desember/II/2017
 
Natal (2)
e-BinaAnak -- Edisi 769/Desember/II/2017
 

e-BinaAnak

Salam kasih,

Pada edisi sebelumnya, kita telah mengevaluasi bersama keberadaan tokoh Sinterklas pada hari raya Natal. Untuk semakin memperlengkapi persiapan Natal bulan ini, redaksi menyajikan tip tentang hal-hal penting yang dapat kita ajarkan kepada anak layan kita berkaitan dengan kelahiran Kristus. Selain itu, disediakan pula bahan mengajar dalam bentuk permainan "Mengikuti Bintang Timur" yang bertujuan mengajar anak untuk mengenal Mesias yang benar.

Segenap tim e-BinaAnak mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2018. Tetap semangat untuk menjadi pelayan-Nya yang setia, Tuhan Yesus memberkati. :)

Tika

Pemimpin Redaksi e-BinaAnak,
Rostika

 

MUTIARA GURU

<a target='_blank' href='http://alkitab.mobi/?Lukas+2:11, '>Lukas 2:11</a>, AYT

 

TIP Lima Hal untuk Diajarkan kepada Anak Anda pada Natal Ini

Gambar: Anak dan Hadiah Natal

"Bu, aku harus menambahkan sesuatu ke dalam daftar keinginan Natalku."

Ini adalah waktu itu lagi pada tahun ini. Toko dihiasi dengan segala sesuatu yang bernuansa merah dan hijau. Kotak surat dan kotak masuk penuh dengan iklan, penjualan, dan katalog. Kado yang dibungkus dengan cantik berada dalam pemikiran utama hampir semua orang -- terutama anak-anak.

Natal memberikan kesempatan yang baik untuk menuangkan kebenaran Injil ke dalam hati anak-anak kita. Ini adalah waktu yang ideal untuk menunjukkan kepada mereka hadiah terbesar yang pernah mereka terima, karunia Yesus Kristus.

Di bawah ini adalah daftar kebenaran penting untuk diajarkan kepada anak-anak kita pada saat Natal ini:

1. Kisah Penebusan

Selama masa Adven, dalam penantian untuk tanggal 25 Desember, kita dapat mengajar dan mempersiapkan anak-anak kita untuk perayaan dalam Alkitab tentang kelahiran Yesus.

Dalam keluarga kami, kami ingin memulai dengan kisah penciptaan dan perjalanan harian yang terus dilakukan melalui kisah penebusan sampai pada kelahiran Kristus pada hari Natal. Kami membicarakan tentang kejatuhan manusia dan janji Allah tentang Juru Selamat dalam Kejadian 3:15. Kami membaca tentang janji-Nya kepada Abraham mengenai penegasan-Nya kembali dalam seluruh Perjanjian Lama. Kami membahas Musa dan Seseorang yang lebih besar daripada Musa pada masa yang akan datang (Ibrani 3:3-6). Kami membaca nubuat dalam Yesaya. Kami melihat bagaimana semua arahan dari Alkitab untuk Penebus kita.

2. Kerendahan Hati Kristus

Bagi dunia, musim liburan adalah tentang pemborosan, kemewahan, dan membuat setiap detail dalam gambaran yang sempurna. Kisah Yesus, bagaimanapun, adalah salah satu peristiwa tentang kerendahan hati. Masa Natal memberikan kesempatan besar untuk mengajar anak-anak kita tentang apa artinya menjadi terbesar dalam Kerajaan Allah (Matius 20:26-28). Orangtua-Nya, tempat kelahiran-Nya, kota kelahiran-Nya, dan tindakan utama-Nya dalam menjadi manusia yang memperlihatkan kerendahan hati.

Gambar: Bayi Yesus

Kebanyakan orang mengharapkan Mesias datang dalam suatu istana, bukan suatu kandang. Kebanyakan orang mengharapkan Dia untuk hidup dalam kebangsawanan, bukan kemiskinan. Kebanyakan orang mengharapkan Dia untuk menaklukkan Roma, bukan disalibkan oleh mereka. Bacalah Filipi 2:1-11, dan tunjukkan kepada anak-anak Anda tentang kerendahan hati Kristus.

3. Allah Bekerja Melalui Kelemahan

Dalam nada yang sama, ajarlah anak-anak kita bagaimana Allah bekerja melalui kelemahan merupakan topik lainnya untuk diajarkan pada saat Natal. Allah sering memilih yang paling tidak mungkin dan lemah untuk digunakan dalam kisah penebusan-Nya. Maria adalah gadis miskin yang sederhana, yang berasal dari kota kecil. Petrus adalah seorang nelayan tidak berpendidikan. Kemuliaan Allah ditampilkan ketika Ia bekerja melalui kelemahan kita. Hal tersebut terlihat paling dramatis dalam kematian Yesus di kayu salib untuk menggantikan kita dan dalam kebangkitan-Nya pada hari ketiga, menjamin kemenangan kita atas dosa dan kematian.

4. Allah Memegang Janji-Nya

Kebenaran penting lainnya yang kita bisa tekankan kepada anak-anak kita selama masa ini adalah bahwa Allah menepati janji-janji-Nya. Kita bisa memulai dengan janji akan Juru Selamat setelah peristiwa kejatuhan dan di sepanjang Perjanjian Lama, dengan melihat janji Allah untuk menebus umat-Nya, yang berpuncak pada janji-Nya yang terpenuhi dalam Kristus.

5. Nama Kristus

Pada tahun lalu, anak-anak saya mempelajari nama-nama yang berbeda untuk Yesus pada setiap hari selama masa Adven. Kami mempelajari nama-nama seperti Mesias, Anak Domba Allah, Imanuel, Alfa dan Omega, dan Raja Damai. Mengajarkan tentang nama-nama Yesus anak-anak dan apa yang dimaksudkan dari nama-nama tersebut membantu mereka tahu lebih banyak tentang Yesus, karakter-Nya, dan apa yang telah dilakukan-Nya. Kami membuat jalinan rantai dari kertas dengan nama yang berbeda dicetak pada masing-masing kertas. Cara lain untuk mempelajari nama-nama mungkin dengan membuat hiasan Natal untuk masing-masing nama dan menggantungkannya pada pohon Natal setiap kali Anda mempelajari satu nama.

Manfaatkan waktu di tahun ini untuk mengajar anak-anak Anda tentang Kristus, Sang Anak. Habiskan waktu dalam firman, menunjukkan kepada mereka tentang Mesias yang dijanjikan dan bagaimana janji itu digenapi pada Bayi yang lahir di Betlehem. Bantulah mereka melihat bahwa Yesus adalah hadiah terbesar yang pernah mereka terima dan hadiah terbesar yang dapat mereka bagikan kepada orang lain. (t/N. Risanti)

Download Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Desiring God
Alamat situs : http://www.desiringgod.org/articles/five-things-to-teach-your-children-this-christmas
Judul asli artikel : Five Things to Teach Your Children This Christmas
Penulis artikel : Christina Fox
Tanggal akses : 7 November 2017
 

BAHAN MENGAJAR Mengikuti Bintang Timur Ditulis oleh: Joy

Gambar: Bintang Timur

Tujuan: Anak belajar mengenal Mesias yang benar dan karakter yang alkitabiah.

Dasar Alkitab: Matius 2:1-11

Usia: 7 -- 10 tahun

Sebelum permainan, terlebih dahulu diberikan cerita tentang orang Majus dan pengajaran tentang sifat-sifat Kristus: Raja Damai, Penasihat, Penurut, dll..

Yang dibutuhkan:

  1. Lahan di tempat terbuka yang cukup luas ataupun tempat di dalam ruangan gedung gereja yang memiliki banyak ruang.
  2. Karton bentuk bintang berbagai warna dan ukuran (4 -- 5 buah). Setiap bintang merupakan satu pos yang di dalamnya terdapat minimal 2 guru sekolah minggu (GSM) yang berperan sebagai Maria dan Yesus balita.
  3. Perhiasan-perhiasan mainan, replika kotak harta karun, atau apa pun yang dapat merepresentasikan persembahan yang indah.
  4. Apabila menggunakan lahan di tempat terbuka:
    • Dirikan bintang dengan tongkat atau tempelkan di pohon. Dijaga oleh 2 GSM (Maria dan balita Yesus).
    • Pastikan jarak antarpos cukup jauh dan tidak terlalu mudah ditemukan.
    • Buatlah juga beberapa pos tanpa bintang sebagai pengecoh.
  5. Apabila menggunakan tempat di dalam ruangan:
    • Tempelkan bintang di pintu ruangan -- berfungsi sebagai pos -- di tiap ruangan ada 2 GSM.
    • Pastikan ruangan berbintang cukup berjauhan.

Cara bermain:

  1. Kumpulkan anak di salah satu tempat titik start.
  2. Bagilah anak-anak menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari 3 -- 4 orang (tergantung jumlah total anak).
  3. Berikan replika persembahan kepada tiap kelompok.
  4. Beri instruksi: Carilah Yesus, Mesias yang benar. Tandanya, ada bintang di atas rumahnya. Dengarkan apa yang dia dan ibunya katakan. Apabila kalian yakin bahwa itu adalah Yesus yang benar, berikan persembahan kepadanya, lalu kembali ke sini (titik start).
  5. Permainan berakhir ketika semua kelompok sudah kembali ke titik start dan persembahan mereka sudah diserahkan kepada "Yesus". Guru-guru SM yang berada di pos juga kembali.
Gambar: Bunda Maria

Prosedur untuk GSM di pos:

  1. Ada 4 -- 5 pos berbintang, tetapi hanya 1 pos berisi Maria dan Yesus yang benar.
  2. Tiap GSM di pos yang berperan sebagai Maria dan Mesias palsu menyiapkan dialog yang mengecoh saat menyambut anak-anak yang datang. Dialog tersebut harus merepresentasikan kepalsuan Mesias. Misalnya, "Wah kalian datang membawa persembahan ya, sini berikan kepada kami. Bayi Yesus butuh banyak uang" (menunjukkan keserakahan). Atau, "Kalian dari mana saja? Kenapa lama sekali! Kami sudah menunggu dari tadi! Mana, berikan persembahannya!" (menunjukkan ketidaksabaran). GSM bebas mengimprovisasi kalimat apa pun yang menunjukkan sifat-sifat yang bertentangan dengan Yesus dan Maria dalam Alkitab.
  3. GSM yang memerankan Maria dan Yesus sejati menunjukkan karakter yang sabar, pemurah, dll., sesuai deskripsi Yesus dalam Alkitab.
  4. Apabila anak-anak SM memberikan persembahan kepada pos yang salah, tetap diterima, jangan ditolak.
  5. Setelah permainan berakhir dan semua berkumpul, baru dilakukan evaluasi, kelompok mana yang terkecoh dan salah memberi persembahan. Dilanjutkan dengan menekankan pengajaran pentingnya mengenali Yesus dan ajaran-Nya yang benar.

*Catatan:

Jika jumlah GSM cukup banyak, bisa ditambahkan peran Herodes dan para prajuritnya untuk menghadang dan mengejar di rute tertentu pada saat anak-anak kembali dari pos ke titik start.

Untuk itu, perlu diberi instruksi tambahan: "Hindari Herodes yang akan mengejar kalian, dan kembali ke titik start tanpa tertangkap".

GSM juga bisa menentukan rute berangkat dan pulang ke titik start, dengan memberi pilihan beberapa jalur, tanpa memberi tahu jalur mana yang aman dari Herodes.

 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-BinaAnak.
binaanak@sabda.org
e-BinaAnak
@sabdabinaanak
Redaksi: Rostika, Ariel, dan Joy
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2017 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org