Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/325

e-BinaAnak edisi 325 (11-4-2007)

Kebangkitan Yesus


______________________________e-BinaAnak______________________________
        Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak
        ==================================================

Daftar Isi:                                             325/April/2007
----------
  - SALAM DARI REDAKSI
  - ARTIKEL             : Arti Penting Kebangkitan Kristus
  - BAHAN MENGAJAR (1)  : Yesus Bangkit dari Kematian
  - BAHAN MENGAJAR (2)  : Kisah Paskah
  - WARNET PENA         : A Story for All: Bahasa Indonesia
  - DARI ANDA UNTUK ANDA: Ucapan Terima Kasih
  - MUTIARA GURU


                      o/ SALAM DARI REDAKSI o/

  Salam Paskah dari meja Redaksi,

  Betapa bersukacitanya Maria dan murid-murid-Nya ketika mengetahui
  Yesus sudah bangkit. Terlebih saat mereka melihat sendiri Dia yang
  sudah mati, kini berada di hadapan mereka semua dan menyatakan bahwa
  Dia benar hidup. Kebangkitan-Nya melepaskan semua belenggu ketakutan
  dan dukacita mereka.

  Paskah kiranya membawa kita semua merenungkan bahwa kebangkitan-Nya
  membawa sukacita penuh pula dalam hidup kita. Dalam 1 Korintus 15:17
  Paulus mengatakan bahwa jika Kristus tidak bangkit, sia-sialah
  kepercayaan kita, dan kita semua masih dalam belenggu dosa. Puji
  Tuhan! Dia hidup! Kebangkitan Kristus membawa damai sejahtera bagi
  kita. Kebangkitan-Nya merupakan inti Injil, tiada berita sukacita
  yang sempurna dan sejati bagi umat manusia bila Kristus tidak
  dibangkitkan.

  Melalui edisi kali ini, kita semua dapat melihat betapa pentingnya
  Paskah. Beri tahukan pula berita sukacita ini kepada anak-anak layan
  kita semua agar mereka juga merasakan sukacita Paskah yang sejati.

  Selamat PASKAH!

  Redaksi,
  Davida Welni Dana


                "Dan jika Kristus tidak dibangkitkan,
                   maka sia-sialah kepercayaan kamu
         dan kamu masih hidup dalam dosamu." (1Korintus 15:17)
            < http://sabdaweb.sabda.org/?p=1Korintus+15:17 >


                           o/ ARTIKEL o/

                   ARTI PENTING KEBANGKITAN KRISTUS
                   ================================

  Semua agama, kecuali empat agama besar, didasarkan pada filsafat.
  Dari empat agama besar yang didasarkan kepada kepribadian
  pendirinya, hanya agama Kristen yang menyatakan kubur kosong bagi
  pendirinya.

  Tanpa kebangkitan, iman Kristen tidak mungkin muncul.
  Murid-murid-Nya hanya menjadi simbol kekalahan dan kehancuran.
  Mungkin mereka akan mengingat Yesus sebagai guru terkasih mereka
  dan penyaliban hanya akan melenyapkan harapan akan Mesias. Salib
  akan kelihatan menyedihkan dan memalukan sebagai akhir karier Yesus.
  Kekristenan mula-mula sangat bergantung kepada kepercayaan
  murid-murid-Nya bahwa Tuhan telah membangkitkan Yesus dari kematian.

  Jika ditanya mengapa kebangkitan Yesus Kristus disebut sebagai bukti
  diri-Nya adalah Anak Allah? Jawabnya adalah sebagai berikut.

  1. Dia bangkit dengan kuasa-Nya sendiri. Dia mempunyai kuasa untuk
     memberikan nyawa-Nya dan untuk mengambilnya kembali (Yohanes
     10:18). Ini tidak bertentangan dengan pasal lain yang menyatakan
     Yesus dibangkitkan oleh kuasa Bapa karena Bapa dan Anak bekerja
     bersama-sama, seperti halnya penciptaan, tiga pribadi Allah,
     yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus bekerja sama secara harmonis.

  2. Secara jelas Yesus telah menyatakan bahwa Ia adalah Anak Allah,
     kebangkitan-Nya dari kematian merupakan materai/persetujuan dari
     Allah Bapa akan kebenaran pernyataan-Nya. Jika Allah tidak
     menyetujui pernyataan Yesus sebagai Anak Allah, Allah tidak akan
     membangkitkan Yesus dari kematian. Kenyataannya Allah
     membangkitkan Yesus dari kematian, seolah Allah Bapa mengatakan,
     "Engkaulah Anak-Ku, hari ini Aku menegaskan sejelas-jelasnya."

  Khotbah Petrus saat hari Pentakosta juga berdasar kepada Kebangkitan
  Kristus (Kisah Para Rasul 2:14-40). Tidak sekadar tema khotbah,
  tetapi Petrus menekankan pentingnya kebangkitan. Sebab kalau ajaran
  kebangkitan dihilangkan, semua ajaran kekristenan akan hilang.

  Kebangkitan merupakan:
  1. penjelasan kematian Yesus, 2. penggenapan nubuat dalam Perjanjian Lama tentang Mesias, 3. sumber kesaksian murid-murid, 4. alasan pencurahan Roh Kudus, 5. penegasan posisi Yesus sebagai Mesias dan Raja.

  Tanpa kebangkitan, posisi Yesus sebagai Mesias dan Raja tidak akan
  terjelaskan. Tanpa kebangkitan, pencurahan Roh Kudus akan
  meninggalkan misteri yang tidak dapat dijelaskan. Tanpa kebangkitan,
  sumber kesaksian murid-murid hilang.

  Kebangkitan adalah penggenapan dari nubuat mengenai Mesias yang akan
  bangkit di dalam Mazmur 16:10, "tidak membiarkan Orang Kudus-Mu
  melihat kebinasaan."

  Jelaslah bahwa khotbah pertama kekristenan didasarkan pada Yesus
  yang telah bangkit.

  Perjanjian Baru bergaung kepada fakta kebangkitan Yesus. Kitab-kitab
  Injil mencatat pernyataan Yesus bahwa Ia akan dikhianati, dibunuh,
  dan bangkit lagi. Mereka menyaksikan bahwa kubur telah kosong dan
  Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya seperti yang telah
  dikatakan-Nya.

  Kisah Para Rasul mencatat kebangkitan Kristus sebagai fakta dan
  membuatnya menjadi pusat pengajaran.

  Surat-surat dalam Perjanjian Baru dan Kitab Wahyu menjadi tak
  berarti tanpa kebangkitan Yesus.

  Kebangkitan diterima baik oleh:
  - keempat Injil yang terpisah;
  - sejarah kekristenan mula-mula (Kisah Para Rasul);
  - surat-surat: Paulus, Petrus, Yohanes, Yudas, dan surat Ibrani.

  Ada banyak kesaksian yang dapat dipercaya. Karena Perjanjian Baru
  adalah kesaksian sejarah yang dapat dipercaya, kebangkitan Kristus
  adalah fakta objektif yang dapat dipercaya.

  Sejak awal, kekristenan mula-mula secara bersama-sama memberikan
  kesaksian mengenai kebangkitan Kristus. Ini merupakan dasar
  pengajaran dan iman gereja dan telah masuk ke dalam literatur
  Perjanjian Baru. Jika semua pasal yang berhubungan dengan
  kebangkitan dihilangkan, tentu akan didapatkan Perjanjian Baru yang
  kacau, yang tidak dapat dijelaskan. Kebangkitan secara kuat masuk ke
  dalam kehidupan orang Kristen mula-mula. Ini muncul dalam kubur,
  lukisan-lukisan dinding, dalam himne, dan menjadi tema yang kuat
  dalam penulisan-penulisan pembelaan iman Kristen pada empat abad
  pertama.

  Jika kebangkitan bukan peristiwa sejarah, kuasa kematian tetap tidak
  dikalahkan; kematian Kristus menjadi tidak berarti, dan umat yang
  percaya kepada-Nya tetap mati dalam dosa. Keadaannya tidak akan
  berbeda dengan sebelum umat mendengar nama-Nya.

  Sulit untuk menggambarkan depresi yang hebat akibat penyaliban Yesus
  yang dialami para murid. Mereka tidak memiliki konsep bahwa
  kebangkitan lebih berarti daripada kematian. Mereka berpikir bahwa
  Mesias akan memerintah selamanya (Yohanes 12:34). Tanpa percaya
  kepada kebangkitan Yesus, tidak mungkin para murid percaya kepada
  Yesus yang hanya mati saja.

  Kebangkitan mengubah bencana menjadi kemenangan. Karena Tuhan telah
  membangkitkan Yesus, Yesus secara tegas dinyatakan sebagai Mesias.
  Dengan demikian makna penyaliban, oleh karena kebangkitan, kematian
  yang memalukan itu berubah menjadi kematian yang berperan dalam
  penyelamatan umat manusia.

  Tanpa kebangkitan, kematian Yesus hanyalah kutukan Tuhan. Tetapi
  dengan kebangkitan, kematian Yesus sekarang dilihat sebagai suatu
  peristiwa di mana pengampunan dosa bagi umat manusia sudah terjadi.

  Tanpa kebangkitan, kekristenan tidak pernah terjadi, para murid
  hanya melihat Yesus sebagai guru yang baik dan tidak akan pernah
  percaya bahwa Yesus adalah mesias.

  Kebangkitan adalah fakta penting karena kebangkitan menggenapkan
  keselamatan kita. Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari dosa,
  dan sebagai akibatnya menyelamatkan kita dari kematian.

  Kebangkitan juga membuat perbedaan yang tajam antara Yesus dan semua
  pendiri agama. Tulang-tulang dari semua pendiri agama, selain Yesus,
  masih berada di bumi, tetapi kubur Yesus kosong.

  Dampak dari kebangkitan amatlah besar. Hidup menjadi memiliki
  harapan, kehidupan lebih berkuasa daripada kematian, kehidupan pada
  akhirnya menang. Tuhan telah menyentuh kita di sini, Tuhan telah
  mengalahkan kematian, musuh terakhir kita.

  Kebangkitan telah mengubah hidup para murid sebelum dan sesudah
  kebangkitan. Sebelum melihat kebangkitan, mereka lari, menyangkal
  Gurunya. Mereka berkumpul dan bersembunyi dalam ketakutan dan
  kebingungan. Setelah melihat kebangkitan, mereka diubah dari
  ketakutan menjadi rasul yang berani dan percaya diri, menjadi
  penginjil yang memengaruhi dunia, bersedia mati martir dan
  bersukacita sebagai utusan Kristus.

  Kepada siapakah Saudara memercayakan hidup Saudara? Apakah yang
  Saudara percayai mempunyai kuasa kebangkitan? Apakah yang Saudara
  percayai mempunyai kuasa terhadap kematian?

  Jika Saudara belum memercayai Yesus, percayakan hidup Saudara
  sekarang juga kepada Yesus yang telah bangkit dan mengalahkan kuasa
  kematian. Jika Saudara mau percaya kepada Yesus, kematian bukan hal
  yang menakutkan bagi Saudara lagi dan kebangkitan maupun hidup yang
  kekal akan Saudara terima. Maukah Saudara?

  Sumber:
  Josh McDowell, The New Evidence that Demands a Verdict, Thomas
  Nelson Publisher

  Diambil dari:
  Nama situs : Pemuda Kristen
  Penulis    : Josh McDowell
  URL artikel: http://www.pemudakristen.com/artikel/arti_penting_kebangkitan.php


                        o/ BAHAN MENGAJAR o/

                     YESUS BANGKIT DARI KEMATIAN
                     ===========================

  Petrus, Yakobus, Yohanes, dan murid-murid yang lain sangat sedih
  saat Yesus mati di kayu salib. Mereka kira Yesus akan menjadi Raja
  mereka karena Dia telah banyak melakukan perkara ajaib dan
  mengatakan banyak hal tentang Allah. Mereka sangat terkejut karena
  Allah membiarkan Yesus mati. Mereka mungkin bertanya-tanya apakah
  Yesus benar-benar Anak Allah atau hanya seorang teman ajaib yang
  sudah mati.

  Para murid tidak tahu apa yang harus mereka lakukan tanpa Yesus
  selama tiga hari. Kemudian pada hari Minggu pagi, saat beberapa
  murid Yesus pergi ke kubur Yesus, mereka terkejut menemui kubur
  Yesus kosong, mayat Yesus telah hilang. Mereka pikir seseorang
  telah mencuri mayat Yesus atau mungkin memindah dan menguburnya di
  tempat lain. Saat mereka kebingungan, para malaikat turun dan
  memberi tahu bahwa Yesus sudah bangkit, bahwa Allah sudah
  membangkitkan-Nya dan bahwa Dia akan segera menemui dan berbicara
  pada mereka. Para murid sulit memercayai semua itu, tapi tidak lama
  kemudian, ketika mereka sedang berbincang-bincang, Yesus hadir di
  antara mereka. Dia tampak seperti dulu, hanya saja sekarang Dia
  mempunyai tubuh baru dan dapat menembus dinding serta bisa berada
  dalam ruangan tanpa harus masuk lewat pintu. Dia muncul dan
  menghilang dalam sekejap.

  Allah telah berjanji untuk membangkitkan anak-anak-Nya saat mereka
  mati. Sanggupkah Dia melakukannya? Oh, ya, kita tahu bahwa Dia
  sanggup! Karena Dia telah membangkitkan Yesus, jadi tidak ada
  bedanya, kita akan bangkit lagi saat kita mati nanti. Begitulah kata
  Allah!

  Beberapa orang berkata, "Bagaimana kamu tahu bahwa Yesus benar-benar
  bagkit dari kubur?" Salah satu cara untuk kita bisa mengetahui bahwa
  Yesus mati kemudian bangkit adalah memerhatikan apa yang terjadi
  pada murid-murid-Nya. Mereka sangat sedih ketika Yesus mati, tapi
  tiga hari kemudian, mereka sangat senang sampai-sampai mereka
  bingung harus berbuat apa ketika mereka melihat Yesus. Banyak dari
  mereka yang dibunuh karena terus berseru bahwa Yesus telah bangkit
  dari kematian. Mereka tidak akan menyerukan "Yesus bangkit" jika
  mereka tahu mereka akan dibunuh atas apa yang mereka lakukan itu,
  kecuali mereka benar-benar percaya dan melihat Yesus telah bangkit.

  Tiga hari setelah Yesus mati, dua teman-Nya berjalan bersama dengan
  sangat sedih. Mereka berbincang-bincang tentang bagaimana Yesus bisa
  mati sementara mereka pikir Yesus akan hidup selamanya dan menjadi
  Raja yang agung. Saat itulah, Seseorang menghampiri dan berjalan
  bersama mereka. Orang itu bertanya mengapa mereka sangat sedih dan
  mereka menjawab bahwa mereka sedih karena Yesus telah mati.

  Lalu Orang itu berkata, "Mengapa, tidakkah kalian tahu bahwa Alkitab
  mengatakan bahwa Dia akan mati? Jadi kalian jangan terkejut jika Dia
  mati." Kemudian Orang itu mulai menjabarkan apa yang dikatakan dalam
  Perjanjian Lama, bahwa Yesus mati untuk menebus dosa-dosa kita. Dia
  membuat mereka mengerti bahwa jika Yesus tidak mati, dosa mereka
  tidak bisa terampuni.

  Dua orang itu mengundang-Nya ke rumah untuk mengobrol lagi dan Orang
  itupun setuju. Mereka baru saja duduk di sekitar meja makan saat
  sesuatu terjadi: mereka menyadari bahwa Orang itu adalah Yesus.
  Yesuslah yang memberitahu mengapa Dia harus mati. Karena begitu
  terkejut, mereka bingung harus berbuat apa sampai kemudian Yesus
  menghilang.

  Mereka sangat senang karena telah melihat Yesus! Sungguh merupakan
  sukacita bahwa Yesus datang dan menjelaskan semua itu pada mereka
  sehingga mereka tidak perlu bersedih lagi!

  Mereka segera berdiri dan memberi tahu teman-teman mereka bahwa
  Yesus telah bangkit karena mereka sudah melihat-Nya.

  Bacaan Alkitab:
  ---------------
  Yohanes 20:1-18

  Pertanyaan:
  -----------
  1. Mengapa murid-murid Yesus terkejut ketika mereka melihat kubur
     Yesus?
  2. Apa yang terjadi dengan Yesus?
  3. Setelah Yesus bangkit, apa yang tubuh-Nya bisa lakukan, yang
     tubuh kita tidak bisa lakukan?
  4. Bisakah kamu mengisahkan cerita tentang Yesus yang berjalan
     bersama kedua orang temannya?

  Doa:
  ----
  Bapa kami yang di surga, kami bersyukur Engkau telah membangkitkan
  Yesus dari kematian. Kami bersyukur karena dengan Dia hidup, kami
  pun juga bisa hidup. Ajar kami untuk banyak memikirkan kasih dan
  kuasa-Mu. Dalam nama Yesus. Amin. (t/Dian)

  Diterjemahkan dari:
  Judul buku        : Devotions for the Children`s Hour
  Judul asli artikel: Jesus Becomes Alive Again
  Penulis           : Kenneth N. Taylor
  Penerbit          : Moody Press, Chicago 1977
  Halaman           : 88 -- 91


                        o/ BAHAN MENGAJAR o/

                             KISAH PASKAH
                             ============

  Cerita:
  -------

  Benar-benar hari yang sangat menyedihkan bagi murid-murid Yesus!
  Dengan sangat sedih mereka berdiri melihat Yesus sekarat di kayu
  salib. Mereka tidak mengerti benar mengapa semua itu harus terjadi.

  Mereka percaya Yesus adalah anak Allah dan mereka ingat bagaimana
  Dia menyembuhkan orang sakit dan mencelikkan orang buta. Mereka juga
  ingat bagaimana Yesus memberi makan ribuan orang hanya dengan
  beberapa potong roti dan ikan. Bahkan mereka juga ingat betul
  bagaimana Yesus membangkitkan orang mati. Dia adalah pribadi yang
  baik dan penuh cinta kasih; mengapa Dia harus mati?

  YESUS DI KAYU SALIB

  Beberapa saat sebelum matahari terbenam di ufuk barat, Yusuf, salah
  satu sahabat Yesus, menyadari bahwa Yesus sudah tidak bernapas lagi.
  Dia segera menemui Pilatus untuk minta izin menurunkan dan
  menguburkan tubuh Yesus. Saat Pilatus memberi izin, Yusuf dan
  Nikodemus (sahabat Yesus lainnya) dengan hati-hati membungkus tubuh
  Yesus dengan kain yang bersih. Kemudian mereka membawa mayat Yesus
  untuk dikubur.

  Keesokan harinya, orang-orang Farisi mulai memikirkan Yesus. Mereka
  adalah orang-orang yang ingin membunuh Yesus. Mereka ingat tentang
  apa yang diajarkan Yesus pada mereka, bahwa Yesus akan bangkit
  setelah tiga hari. Mereka khawatir hal itu benar-benar terjadi!
  Mereka juga berpikir bahwa murid-murid Yesus akan mengingat dan
  mungkin mencoba mencuri mayat Yesus dari kubur untuk membuktikan
  bahwa Yesus telah bangkit. Mereka menemui Pilatus dan menyarankan
  agar kubur Yesus ditutup oleh batu besar dan dijaga oleh para
  pengawal.

  YESUS BANGKIT

  Keesokan harinya sebelum matahari muncul, terjadi sesuatu yang
  paling menakjubkan! Terjadi GEMPA BUMI yang hebat! MALAIKAT Allah
  turun dari surga, menggeser batu besar penutup kubur Yesus dan duduk
  di atasnya. Para pengawal gemetar ketakutan! Mereka jatuh pingsan
  seolah-olah mereka mati!

  Sementara itu, Maria dan wanita lainnya sudah memutuskan untuk
  bangun pagi-pagi benar dan berziarah ke kubur Yesus. Selama dalam
  perjalanan, mereka memikirkan cara untuk masuk kubur Yesus. Mereka
  membawa rempah-rempah dan wewangian untuk mereka oleskan di tubuh
  Yesus. Mereka tahu ada batu besar yang menutup jalan masuk ke kubur
  dan mereka tidak tahu bagaimana mereka bisa menggeser batu itu.

  Mereka terkejut sekali saat sampai di kubur Yesus! Batu itu sudah
  bergeser! Dan ... sesosok MALAIKAT duduk di atas batu itu!
  Wanita-wanita itu takut, tapi malaikat itu dengan lembut berkata,
  "Jangan takut. Aku tahu kamu datang untuk melihat Yesus. Dia tidak
  ada di sini; karena Dia sudah bangkit seperti yang telah
  dikatakan-Nya. Masuklah dan lihatlah tempat di mana dia terbaring."

  Mereka masuk ke dalam kubur dan menemui kubur itu kosong, seperti
  apa yang telah dikatakan malaikat itu kepada mereka.

  Sekali lagi malaikat itu berkata pada mereka, "Cepatlah pergi dan
  beritakan kepada murid-murid lain bahwa Yesus telah bangkit dari
  kematian; dan kalian akan menemuinya di Galilea."

  Mereka melakukan apa yang dikatakan malaikat itu. Mereka segera
  berlari, dengan rasa takut dan sukacita yang luar biasa, untuk
  memberitakan kabar sukacita itu kepada murid-murid lainnya. Tetapi
  ... saat mereka menemui Petrus dan teman-teman lainnya dan
  memberitahukan kabar baik tersebut, ... tak seorang pun percaya!

  Para wanita itu terus berusaha membuat mereka percaya, sampai
  kemudian Petrus pun memutuskan untuk memeriksanya sendiri. Dia
  berlari menuju kubur. Dia masuk ke dalam kubur. Dia melihat kain
  kafan pembungkus Yesus, tapi tubuh Yesus tidak ada.

  Dia bertanya-tanya apakah ini benar-benar terjadi. Apakah Yesus
  benar-benar bangkit dari kematian? Apakah Yesus benar-benar hidup?

  Dua murid Yesus yang lain pergi ke sebuah desa bernama Emaus. Saat
  mereka berjalan mereka membicarakan hal-hal yang terjadi beberapa
  hari terakhir. Seorang pria menghampiri mereka, berjalan bersama
  mereka dan ikut berbincang. Kleopas bercerita kepada orang itu
  tentang bagaimana Yesus disalibkan. Mereka bicara mengenai para
  wanita yang menemukan kubur Yesus telah kosong.

  Sambil terus berjalan, mereka mengundang pria itu untuk makan malam
  bersama. Saat mereka duduk untuk makan, pria itu mengambil sepotong
  roti dan memecah-mecahkannya. Kemudian dia memberkati roti itu dan
  membagi-bagikannya. Pada saat itu, mereka sadar bahwa pria itu
  adalah YESUS! Mereka sudah berbincang-bincang dengan pria itu selama
  beberapa waktu tanpa menyadari bahwa Dia adalah Yesus!

  Lalu ... kejadian aneh lain terjadi. Segera setelah mereka menyadari
  siapa orang yang duduk bersama meraka itu ... Yesus menghilang!
  Mereka membicarakan saat-saat indah ketika mereka berjalan bersama
  dan berbincang dengan Yesus dan mereka tidak henti-hentinya
  membicarakan kemunculan Yesus yang aneh itu. Mereka bangkit dari
  duduknya dan kembali ke Yerusalem di mana mereka memberitakan kepada
  murid-murid lain tentang kabar sukacita bahwa Yesus BENAR-BENAR
  bangkit dari kematian dan berbicara kepada mereka.

  Saat mereka membicarakan itu semua, Yesus menampakkan diri lagi.
  Mereka takut dan berpikir bahwa mereka sedang melihat hantu, tapi
  Yesus berkata kepada mereka agar tidak merasa takut. Yesus
  menunjukkan tangan dan kaki-Nya yang dipaku di kayu salib, supaya
  mereka benar-benar percaya bahwa Dia adalah Yesus.

  Ketika mereka melihat bekas lubang paku di tangan dan kaki-Nya,
  mereka akhirnya percaya bahwa Yesus telah bangkit dari kematian,
  seperti yang dikatakan-Nya. Mereka sangat senang dan bersukacita
  bertemu Yesus kembali. Mereka sangat gembira sampai-sampai mereka
  memberitakan kepada SEMUA ORANG kabar sukacita bahwa YESUS HIDUP!

  Pikirkan:
  ---------
  Mengapa murid-murid Yesus sedih?
  Mengapa kubur Yesus dijaga oleh para pengawal?
  Apa penyebab batu besar bergeser?
  Siapa yang pertama kali masuk melihat ke dalam kubur Yesus?
  Mengapa mayat Yesus tidak ada di dalam kubur?
  Apa yang dikatakan malaikat kepada Maria dan para wanita yang lain?

  Ayat Hafalan:
  -------------
  "Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit" (Lukas 24:6).

  Doa:
  ----
  Allah Bapa yang baik, terima kasih Engkau sudah mengirim Yesus,
  Anak-Mu, untuk mati menebus dosa-dosa kami. Terima kasih karena Dia
  telah bangkit dan hidup; dan karena Dia hidup, kami bisa menerima
  hidup kekal. Dalam nama Yesus, amin.

  Bacalah:
  --------
  Matius 27:55 - 28:10
  Markus 15:40 - 16:14
  Lukas 23:47 - 24:35
  Yohanes 19:38 - 20:21 (t/Dian)

  Diterjemahkan dari:
  Nama situs   : The Children`s Chapel
  Judul artikel: Easter Story
  Penulis      : Linda Edwards
  URL artikel  : http://misslink.org/children/biblestories/easter.html


                         o/ WARNET PENA o/

                  A STORY FOR ALL: BAHASA INDONESIA
                  =================================
         http://www.astoryforall.com/Story4all-Indonesian.htm

  A Story for All merupakan situs yang menyajikan Garis Besar
  Cerita-Cerita Alkitab untuk Selendang Cerita dari berbagai bahasa di
  dunia. Untuk yang berbahasa Indonesia kita dapat masuk ke alamat di
  atas. Lebih dari 25 judul cerita Alkitab disajikan dalam halaman
  ini. Semuanya dalam bentuk garis besar sehingga kita dapat dengan
  mudah mengembangkan lagi cerita tersebut dengan kreasi dan metode
  mengajar lainnya. Setiap cerita memiliki satu gambar menarik yang
  juga bisa dipakai sebagai alat peraga visual dalam mengajar. Selain
  dalam bahasa Indonesia, garis-garis besar cerita tersebut dapat Anda
  lihat pula dalam bahasa lain dengan masuk ke halaman utama situs ini
  di alamat http://www.astoryforall.com/.

  Oleh: Redaksi


                     o/ DARI ANDA UNTUK ANDA o/

  Dari: Tiwi <moff_asty(at)xxxx>
  >Saya sangat berterimakasih dengan adanya situs bina anak, puji
  >Tuhan sebagian dari yang saya beroleh dapat dipergunakan untuk
  >mendukung sekolah minggu yang saya dampingi saat ini. semoga situs
  >ini tetap ada, dan mengajak semua pelayan-pelayan Tuhan untuk terus
  >mengembangkan pelayanannya, dan semakin berkenan di dalam Tuhan.

  Redaksi:
  Puji Tuhan jika kita semua mendapatkan berkat dengan cara-Nya yang
  luar biasa. Terima kasih untuk setiap dukungan para pembaca. Kritik
  dan saran terus kami harapkan untuk pengembangan pelayanan ini
  selanjutnya.

  Kami juga mengundang rekan-rekan semua untuk berpartisipasi, agar
  kita dapat saling menajamkan dengan memberikan informasi bahan,
  kesaksian, ide-ide, dan informasi lain seputar pelayanan anak. Anda
  dapat mengirimkannya ke staf-binaanak(at)sabda.org.

  Ditunggu, ya.


                         o/ MUTIARA GURU o/

     Sebab Dia hidup ada hari esok, sebab Dia hidup aku tak gentar
           Kubur kosong membuktikan Dia hidup, Dialah Allah!


----------------------------------------------------------------------
 Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<staf-BinaAnak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
----------------------------------------------------------------------
                  Pemimpin redaksi: Davida Welni Dana
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                 Copyright(c) e-BinaAnak 2007 -- YLSA
        http://www.sabda.org/ylsa/  ~~ http://katalog.sabda.org/
                     Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                  No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
======================================================================
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan : <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Alamat Berhenti     : <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Arsip e-BinaAnak    : http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen:  http://pepak.sabda.org/
------------- PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN GURU --------------

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org