Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/239

e-BinaAnak edisi 239 (27-7-2005)

Saling Mengasihi

   ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><
        ==================================================

Daftar Isi:                                        Edisi 239/Juli/2005
----------
   o/ SALAM DARI REDAKSI
   o/ ARTIKEL              : Hendaklah Kamu Saling Mengasihi
                              Sebagai Saudara
   o/ TIPS                 : Menanggapi dengan Kasih
   o/ AKTIVITAS            : Permainan: Aku Mengasihimu
   o/ STOP PRESS !      : Info Domba Kecil: Sekolah Pelayanan Anak
   o/ MUTIARA GURU

o/----------------------------------------------------------------o/
 Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
     <staf-BinaAnak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
______________________________________________________________________
o/ SALAM DARI REDAKSI --------------------------------------------o/

  Salam kasih dalam penyertaan Yesus Kristus,

  Minggu ini topik "Saling Mengasihi" akan menutup rangkaian tema
  bulan Juli, yaitu "Membangun Persekutuan Antarguru SM". Sejak kecil
  kita sudah sering mendengar perintah, yaitu supaya kita mengasihi
  orangtua, kakak, dan adik dalam keluarga kita. Di dalam kehidupan
  Kristen, keluarga bukan hanya terbatas pada orang-orang yang sedarah
  sedaging, melainkan juga orang-orang percaya yang seiman dalam
  Kristus, terlebih rekan-rekan sepelayanan kita.

  Artikel sajian e-BinaAnak kali ini secara khusus akan mengulas topik
  di atas, yaitu dasar-dasar untuk bisa saling mengasihi. Pada Kolom
  Tips, kita akan belajar bagaimana kita harus bersikap dalam menerima
  kasih yang diberikan orang lain kepada kita. Kami pilihkan pula
  sebuah aktivitas permainan sederhana yang dapat dijadikan ide untuk
  mengajar anak supaya saling mengasihi.

  Nah, segera simak sajian-sajian kami, dan jangan lupa untuk
  mempraktikkannya! (Ra)

  Tim Redaksi

 "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling
    mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula
      kamu harus saling mengasihi." Dengan demikian semua orang
     akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau
              kamu saling mengasihi." (Yohanes 13:34,35)
        < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Yohanes+13:34,35 >

______________________________________________________________________
o/ ARTIKEL -------------------------------------------------------o/

       -o- HENDAKLAH KAMU SALING MENGASIHI SEBAGAI SAUDARA -o-
           ===============================================

  Istilah "mengasihi sebagai saudara" (philadelphia) menunjukkan kasih
  yang harus ada di antara saudara-saudara laki-laki dan perempuan di
  dalam satu keluarga. Jika diterapkan dalam gereja yang berfungsi,
  istilah itu menyatakan kasih yang harus dipunyai oleh orang-orang
  Kristen di antara sesama mereka sebagai saudara-saudara di dalam
  Kristus. Kita juga merupakan satu keluarga -- keluarga Allah! Paulus
  mengakui hal ini ketika ia berdoa untuk orang-orang Kristen di
  Efesus:
     "Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang daripada-Nya semua
     turunan (keluarga) yang di dalam surga dan di atas bumi menerima
     nama-Nya." (Efesus 3:14,15; lihat juga 1Petrus 4:17)

  Istilah "saudara-saudara" (adelphos) digunakan untuk menunjuk pada
  "keluarga Kristen" ada kurang lebih 230 kali di seluruh Perjanjian
  Baru, mulai dari Kitab Kisah Para Rasul. Istilah ini tidak hanya
  digunakan oleh Paulus, tetapi juga oleh para penulis Perjanjian Baru
  yang lain. Lukas, Yakobus, dan Yohanes memakai istilah ini rata-rata
  sama banyaknya seperti Paulus.

  Kata saudara-saudara secara harfiah berarti "dari satu rahim yang
  sama". Jelas kata itu adalah "istilah keluarga". Apabila dikenakan
  pada orang-orang Kristen, kata itu berarti "sesama orang percaya",
  "anggota keluarga Allah", "saudara-saudara di dalam Kristus". Ini
  berarti kita semua telah "dilahirkan kembali" ke dalam keluarga
  Allah untuk selama-lamanya. Kita secara erat dihubungkan satu dengan
  yang lain melalui warisan yang sama. "Dalam kasih Ia telah
  menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-
  anak-Nya, ...." (Efesus 1:5)

  Kenyataan bahwa Paulus memakai kata-kata "hendaklah kamu saling
  mengasihi", meningkatkan dan mendukung penekanannya pada kasih
  sebagai saudara dan hubungan kekeluargaan di dalam gereja. "Saling
  mengasihi" secara harfiah menunjukkan kasih antara orangtua dan
  anak, serta antara suami dan istri. Istilah itu dapat diterjemahkan
  "menunjukkan rasa kasih sayang" atau "mengasihi dengan lembut".
  Terjemahan bahasa Indonesia Sehari-hari mengatakan, "Hendaklah
  Saudara-saradara saling mengasihi satu sama lain dengan mesra
  seperti orang-orang yang bersaudara dalam satu keluarga." Dan Firman
  Allah Yang Hidup menerjemahkan: "Hendaklah Saudara saling mengasihi
  dengan kasih persaudaraan dan saling menghormati."

  Maksud Paulus sudah jelas. Orang Kristen pun harus saling
  memperhatikan satu sama yang lain, sama seperti masing-masing
  anggota keluarga yang erat bersatu. Karena kita merupakan satu
  kesatuan keluarga yang unik. Kita memang "saudara yang terikat oleh
  satu hubungan darah" karena "oleh darah-Nya (Kristus) kita beroleh
  penebusan, yaitu pengampunan dosa" (Efesus 1:7).

  Orang-orang Kristen mulai sebagai bayi-bayi di dalam Kristus. Kita
  tumbuh melalui bermacam-macam taraf perkembangan. Pada waktu kita
  belum dewasa, kita dapat dengan mudah jatuh ke dalam pola-pola
  kelakuan yang mementingkan diri sendiri. Tetapi pada waktu kita
  menjadi dewasa, kehidupan kita seharusnya mencerminkan sifat
  Kristus. Itulah sebabnya, Paulus menasihati para anggota "keluarga
  orang-orang Filipi" untuk berbuat "dengan tidak mencari kepentingan
  sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan
  rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada
  dirinya sendiri" (Filipi 2:3,4).

  Berikut ini langkah-langkah praktis untuk mengembangkan hubungan
  kasih persaudaraan di gereja Anda:

  LANGKAH 1

  Kemampuan untuk menyatakan kasih kepada sesama orang Kristen dan
  memperlakukan mereka sebagai saudara di dalam Kristus tidak timbul
  dengan sendirinya. Seandainya bisa timbul dengan sendirinya, maka
  kita tidak akan diberi nasihat begitu banyak untuk melakukannya.
  Langkah pertama yang harus kita ambil ialah menerima secara serius
  apa yang tercantum dalam Alkitab tentang kasih persaudaraan.
  Pelajari nasihat-nasihat tambahan berikut ini. Mintalah agar Allah
  menolong Anda melakukannya dengan sungguh-sungguh, karena hal ini
  merupakan bagian yang perlu dari berjalan menurut kehendak-Nya.
  (Baca dalam Alkitab Saudara: 1Tesalonika 4:9,10; Ibrani 13:1-3; 1Petrus 1:22-23; 1Petrus 3:8,9; 2Petrus 1:5-7.)

  LANGKAH 2

  Nilailah sikap dan tindakan Anda terhadap sesama anggota "keluarga
  Kristen". Sampai taraf mana perasaan dan kasih Anda tergugah untuk
  setiap saudara Kristen? Perhatikan bahwa pada waktu Paulus
  menasihati orang-orang Kristen agar "saling mengasihi satu terhadap
  yang lain dengan kasih persaudaraan", ia juga menasihatkan agar kita
  "bersukacita dengan orang yang bersukacita" dan "menangis dengan
  orang yang menangis" (Roma 12:15). Ini tentu saja melibatkan
  perasaan: perasaan sukacita yang dalam ataupun perasaan sedih yang
  dalam.

  Beberapa orang Kristen merasa sulit untuk mengidentifikasikan diri
  dengan saudara seiman yang lain pada taraf "perasaan". Ada beberapa
  alasan untuk hal ini. Dan setiap orang Kristen yang merasa sulit
  untuk menyatakan perasaannya kepada yang lain seharusnya memeriksa
  hidupnya dengan seksama sambil berusaha menghilangkan apa yang
  menghalanginya.

  Pertimbangkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Apakah saya takut ditolak?
     --------------------------
     Ada orang-orang yang merasa sangat terluka perasaannya oleh orang
     lain sehingga mereka takut untuk menyatakan perasaan mereka.
     Mereka tidak bersedia untuk disakiti hatinya lagi.

     Tentu saja hal ini bukan alasan untuk tidak berhubungan dengan
     orang lain. Kita harus bertindak ke arah perspektif yang dewasa
     dalam hubungan secara manusiawi. Orang Kristen harus mau
     dikritik. Lagipula, kebanyakan orang yang kita capai tidak akan
     mengecewakan kita. Jangan membiarkan pengalaman buruk merampas
     apa yang terbaik dari Allah. Bertindaklah atas dasar apa yang
     Anda ketahui baik untuk dilakukan.

  2. Apakah saya mempunyai latar belakang keluarga yang tidak bahagia?
     -----------------------------------------------------------------
     Ada orang yang dibesarkan di lingkungan keluarga dimana
     pernyataan kasih secara jasmani dan kasih terhadap anggota
     keluarga yang lain jarang atau barangkali tidak pernah
     diutarakan. Misalnya, Maria dibesarkan di tengah-tengah satu
     keluarga dimana pernyataan kasih hampir tidak pernah dinyatakan
     di antara anggota keluarga. Ini bukan berarti bahwa mereka tidak
     saling mengasihi. Mereka hanya tidak memperlihatkannya ke luar
     atau memperlihatkannya dengan perasaan. Pengalaman Bill,
     suaminya, justru sebaliknya. Dengan sendirinya, ia selalu mudah
     menyatakan cinta kasihnya kepada orang lain secara nyata. Tetapi
     Maria harus mempelajari proses ini sebagai seorang dewasa -- yang
     sering sulit, tetapi ia telah berhasil dengan baik. Tetapi, tentu
     saja hal ini memerlukan waktu.

     Apabila orang yang telah diajar melalui contoh dan kebiasaan
     untuk menyimpan perasaan mereka di dalam hati dan tidak pernah
     menyatakannya, maka sikap seperti ini akan terbawa dalam sikap
     terhadap anggota-anggota lain dalam keluarga Allah. Untuk
     mengubah pola sikap seperti itu diperlukan waktu.

     Catatan pertama:
        Ada orang-orang Kristen yang juga mengalami kesulitan dalam
        menyatakan perasaannya kepada Allah, karena pengalaman yang
        negatif di rumah -- terutama dengan ayahnya secara jasmani.
        Sikap ini sangat mudah diterapkan kepada "Bapa di surga" --
        ataupun kepada anggota-anggota lain dari tubuh Kristus.

     Apabila penjelasan ini menggambarkan keadaan Anda, mintalah
     pertolongan kepada seorang teman Kristen yang Anda percayai --
     seseorang yang tidak akan menghakimi Anda, tetapi mau
     mendengarkan Anda dengan rasa simpati dan perhatian. Ceritakan
     perasaan dari dalam lubuk hati Anda yang sedalam-dalamnya.
     Berdoalah bersama.

     Catatan kedua:
        Beberapa orang yang merasa sangat tertekan pada masa kecilnya
        dan yang telah mengalami trauma istimewa mungkin memerlukan
        pertolongan profesional. Akar masalah semacam ini tidak
        bersifat rohani, tetapi psikologis.

  3. Apakah saya pada dasarnya pemarah dan pembenci?
     -----------------------------------------------
     Ada orang-orang Kristen yang dikuasai oleh perasaan marah dan
     benci yang mendalam terhadap orang lain. Mereka biasanya adalah
     orang-orang yang menekan perasaan marah dan benci pada waktu
     mereka masih kecil. Mereka sukar sekali menyatakan perasaan-
     perasaan positif sekalipun terhadap sesama orang Kristen.

  4. Apakah saya sering hanya memikirkan diri sendiri saja?
     ------------------------------------------------------
     Ada orang-orang Kristen yang sangat mementingkan diri sendiri dan
     berpusat pada diri sendiri. Mereka hanya memikirkan diri sendiri
     saja. Mereka tidak peduli akan saudara-saudaranya di dalam
     Kristus. Tentu saja, mereka merasa sukar untuk menyatakan "kasih
     persaudaraan".

  LANGKAH 3

  Jika Anda termasuk macam orang yang digambarkan di atas, mintalah
  pertolongan kepada seorang anggota tubuh Kristus yang dewasa,
  seseorang yang Anda percayai. Langkah apa pun yang Anda ambil,
  mulailah segera bertindak berdasarkan apa yang Anda tahu adalah
  kehendak Allah. Misalnya, kalau Anda merasa sukar untuk mengatakan
  kepada sesama orang Kristen bahwa Anda mengasihi dia, paksalah diri
  Anda untuk bertindak berdasarkan apa yang Anda ketahui sebagai
  sesuatu yang benar untuk dilakukan. Mulailah dengan memberikan suatu
  bingkisan kepadanya, atau suatu ucapan penghargaan, atau suatu
  undangan untuk makan malam. Perasaan sering mengikuti tindakan --
  teristimewa apabila Anda merasakan kepuasan dan penghargaan karena
  tindakan kebaikan Anda. Menyatakan kasih dengan cara yang nyata
  akhirnya akan menolong Anda mengembangkan perasaan kasih yang dapat
  Anda nyatakan dengan kata-kata.

  Catatan:
  --------
  Jika Anda merasa tersinggung dan putus asa atau jiwa Anda tertekan,
  Anda jangan menarik diri. Anda akan semakin merasa kecewa. Masalah
  Anda akan menjadi semakin berat. Kebanyakan orang menafsirkan orang
  yang suka menyendiri sebagai orang yang kurang memerlukan kasih dan
  perhatian. Yang lebih buruk lagi, mereka menganggap orang seperti
  itu sebagai orang yang sebenarnya tidak ingin melibatkan diri dengan
  orang lain. Orang itu akan segera terkucil dari orang-orang yang
  sebenarnya dapat memberikan pertolongan yang terbesar.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku: Saling Membangun
  Penulis   : Gene A. Getz
  Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1976
  Halaman   : 26 - 33

______________________________________________________________________
o/ TIPS ----------------------------------------------------------o/

                   -o- MENANGGAPI DENGAN KASIH -o-
                       =======================

  Inilah kabar baik itu: Iman dan kasih lahir di kaki salib Kristus,
  dan kedua hal itu terungkap dalam kehidupan manusia biasa seperti
  kehidupan kita.

  Dalam suatu organisasi tentunya tidak sedikit konflik yang akan
  terjadi. Misalnya, salah satu konflik yang sering terjadi biasanya
  bermula dari sebuah perkataan. Sebenarnya tidak akan menjadi sebuah
  konflik jika kita dapat menanggapinya dengan penuh kasih. Tetapi,
  kita tidak selalu yakin tentang apa yang dimaksud dengan tanggapan
  penuh kasih dalam situasi tertentu. Misalnya, apakah dapat disebut
  kasih: bila kita mengabaikan perkataan menyakitkan yang dibuat
  seseorang? Bila kita membuka persoalan itu dan menghadapinya? Bila
  kita memberitahu seorang sahabat tentang apa yang telah dikatakan
  orang lain mengenai dia walaupun kita tahu bahwa hal itu akan
  melukainya? Atau, bila kita diam saja tentang persoalan itu dan
  terus memberikan perhatian kepada sahabat tersebut?

  Garis pedoman berikut ini bisa menolong kita untuk mengetahui apa
  yang harus dilakukan dalam situasi tersebut:

  1. Pakailah pertimbangan saudara.
     ------------------------------
     Kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini bila ada yang
     timbul dengan menggunakan pertimbangan yang baik yang sudah
     diberikan Tuhan kepada kita. Allah tidak memberi kita daftar yang
     tegas tentang hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh untuk dapat
     kita ikuti. Ia berharap agar kita memakai kebijaksanaan yang kita
     miliki.

     Sudah tentu pertimbangan kita tidak sempurna. Kemungkinan kita
     membuat kesalahan dalam mengasihi. Akan ada saat-saat dimana kita
     harus berkata, "Jika saya bisa mengulanginya lagi, saya akan
     melakukan hal yang berbeda." Tetapi, jangan biarkan perasaan
     takut membuat kesalahan itu melumpuhkan dan menghalangi kita
     untuk bertindak. Lebih baik melakukan apa yang kita pikir
     merupakan tindakan mengasihi daripada tidak melakukan apa-apa
     sama sekali karena takut menyakiti hati seseorang.

  2. Baik itu belum tentu benar.
     ---------------------------
     Kadang-kadang kita dituduh tidak mengasihi padahal yang kita
     lakukan adalah hal yang paling penuh kasih dalam keadaan itu.
     Bertindak baik belum tentu berarti bertindak penuh kasih.
     Beberapa orang paling kasar yang saya kenal adalah juga orang-
     orang yang paling penuh kasih. Mereka adalah orang-orang beriman
     dimana saya dapat mempercayakan hidup saya kepada mereka, tetapi
     mereka mengatakan berbagai hal kepada saya yang sungguh
     mengecilkan saya. Mereka tidak ingin dilukai, tetapi mereka tidak
     memikirkan soal yang bersifat baik. Walaupun demikian, mereka
     bersifat penuh kasih.

     Satu tanggapan yang benar-benar tidak penuh kasih adalah sifat
     tidak peduli atau hanya memperhatikan diri sendiri. Jika saudara
     hanya memperhatikan diri saudara sendiri, saudara berada pada
     pusat dosa.

  3. Diam dapat berarti kasih.
     -------------------------
     Hakikat kasih adalah sanggup memperhatikan seseorang ketika
     reaksi saudara sebenarnya tidak baik atau bahkan sangat
     menyakitkan. Karena mengasihi, saudara menjaga diri dan tetap
     diam. Di kemudian hari saudara mungkin perlu mengatakan sesuatu,
     tetapi sekarang ini saudara diam demi kasih saudara.

  Mendesak untuk memberikan kata akhir bukan merupakan tanggapan penuh
  kasih. Hal terakhir yang dikatakan mungkin merupakan hal yang paling
  buruk. Orang biasanya paling berat mengatakan, "Saya minta maaf."
  Tetapi bila seseorang mengatakannya, itulah permulaan dari sesuatu
  yang baru. Perselisihan berakhir, dan hubungan mulai bertumbuh lagi.

  "Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita." (1Yohanes
  4:19) Jikalau kita memiliki iman di dalam Kristus, yang mengasihi
  dan tidak pernah berhenti mengasihi, maka kita bisa melakukan untuk
  orang lain seperti apa yang telah Kristus perbuat bagi kita.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku     : Pola Hidup Kristen
  Penulis Artikel: Oswald Hoffman
  Penerbit       : Kerjasama antara Yayasan Kalam Hidup, Bandung,
                      Penerbit Gandum Mas, Malang, dan YAKIN,
                      Surabaya, 2002
  Halaman        : 339 - 341

______________________________________________________________________
o/ AKTIVITAS -----------------------------------------------------o/

                  -o- PERMAINAN: AKU MENGASIHIMU -o-
                      ==========================

  Tidak ada alat yang digunakan. Permainan ini bukan permainan
  kelompok, melainkan perorangan. Waktu yang diperlukan adalah 15
  menit.

  Cara bermain:
  -------------
  Semua peserta duduk melingkar. Dekatilah salah seorang peserta dan
  katakan, "Saudara, aku mengasihimu. Tapi sayangnya, sampai sekarang
  aku belum pernah membuatmu tersenyum, apalagi tertawa."

  Setelah itu, Anda membuat tingkah laku yang lucu. Peserta itu harus
  melihat Anda. Apabila ia tidak bisa menahan senyum, apalagi sampai
  tertawa, ia harus menggantikan posisi Anda. Ia harus menggoda
  peserta lain supaya tertawa.

  Tetapi, apabila Anda sudah mencoba 3 kali dengan tingkah yang beda-
  beda, tetapi ia tidak bereaksi sedikit pun, ia lulus dari pencobaan.
  Selama permainan berlangsung, ia bebas tertawa saat melihat gerakan-
  gerakan lucu itu.

  Ayat:
  -----
  "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia
  sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan
  Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia." (Yakobus 1:12)

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku: 77 Permainan Asyik 2
  Penulis   : Purnawan Kristanto
  Penerbit  : Yayasan Andi, Yogyakarta, 2001
  Halaman   : 37

______________________________________________________________________
o/ STOP PRESS! ---------------------------------------------------o/

           -o- INFO DOMBA KECIL: SEKOLAH PELAYANAN ANAK -o-
               ========================================

  MELAYANI ANAK-ANAK SECARA EFEKTIF

  Bagi Anda... guru-guru Sekolah Minggu, pencinta anak, penginjil
  anak, dan para ibu rumah tangga, Domba Kecil membuka kelas intensif
  dengan motivasi dan ide-ide baru untuk melayani anak-anak dalam
  keluarga, lingkungan, dan gereja.

     Tanggal: 1 Agustus 2005 s/d 31 Oktober 2005
     Waktu  : Pkl. 18.00 - 21.00 WIB (setiap Senin dan Kamis)
     Tempat : Jl. Tanjung Duren Utara III E/236
              Jakarta Barat 11470 - INDONESIA

  TOPIK
     - Apa kata Firman Allah tentang Pelayanan Anak
     - Visi Pelayanan Anak
     - Karakteristik Pelayanan Anak yang Sukses
     - Figur Pelayanan Anak
     - Menyusun Program yang Menarik
     - Konseling Anak
     - Psikologi Anak
     - Pelayanan Insidentil
     - Pelayanan Ulang Tahun
     - Pelayanan Boneka
     - Dunia Anak
     - Ide-ide untuk Balita
     - Tehnik Bercerita
     - Audiovisual Aids
     - Object Lessons
     - Pelayanan di Tempat Terbuka
     - Membuat Kurikulum
     - Memberdayakan Anak
     - Aktivitas -- Workshop
     - Praktik -- Workshop
     - Outbound
     - Ujian

  Jangan lewatkan kesempatan ini, daftarkan diri Anda segera!

  Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, segera hubungi:
  Bina Latih Pelayanan Anak (BLPA)    Telp. (021) 560-2630, 566-8962
  Yayasan Domba Kecil                 Fax.  (021) 566-8962
  Jl. Tanjung Duren Utara III E/236   info(at)dombakecil.org
  Jakarta Barat 11470

______________________________________________________________________
o/ MUTIARA GURU --------------------------------------------------o/

                  Karena Dia mengasihi melalui saya,
        saya bisa mengasihi orang lain, bahkan mengasihi mereka
             yang saya pikir tidak mungkin untuk dikasihi.
                          - William Bright -

o/----------------------------------------------------------------o/
               Staf Redaksi: Davida, Ratri, dan Lisbet
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                 Copyright(c) e-BinaAnak 2005 -- YLSA
      http://www.sabda.org/ylsa/  ~~ http://www.sabda.org/katalog/
                     Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                  No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
o/----------------------------------------------------------------o/
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen:  http://www.sabda.org/pepak/
><> --------- PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN ANAK --------- <><

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org