Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/225

e-BinaAnak edisi 225 (20-4-2005)

Kepedulian

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><
          ==================================================

Daftar Isi:                                       Edisi 225/April/2005
----------
    o/ SALAM DARI REDAKSI
    o/ ARTIKEL              : Menumbuhkan Rasa Peduli akan Orang Lain
    o/ BAHAN MENGAJAR       : Peduli - Apakah Artinya?
    o/ TIPS                 : Membangun Karakter Peduli pada Anak
    o/ DARI MEJA REDAKSI    : Server SABDA.org Hidup Kembali
    o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus
    o/ MUTIARA GURU

o/----------------------------------------------------------------o/
 Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
     <staf-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
______________________________________________________________________
o/ SALAM DARI REDAKSI --------------------------------------------o/

  Salam kasih dalam penyertaan Yesus Kristus,

  Pondasi dasar karakter peduli dalam diri seorang anak sebenarnya
  sudah ada sejak mereka masih sangat dini. Tinggal bagaimana kita
  membangun di atas dasar itu tembok kepedulian yang kokoh dalam diri
  mereka. Oleh karena itu, minggu ini kami suguhkan kepada Anda dua
  Artikel dan satu Tips hal-hal yang dibutuhkan untuk membangun rasa
  peduli yang tinggi dalam diri anak-anak didik Anda. Mungkin bahan-
  bahan yang kami sediakan tersebut masih kurang lengkap untuk
  membangun karakter peduli dalam diri anak dan murid Anda, tetapi
  paling tidak dapat membantu Anda untuk memulainya.

  Selamat mendidik! (Dav)

  Tim Redaksi

   "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau
     dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."
                            (1Yohanes 3:18)
          < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=1Yohanes+3:18 >

______________________________________________________________________
o/ ARTIKEL  ------------------------------------------------------o/

           -o- MENUMBUHKAN RASA PEDULI AKAN ORANG LAIN -o-
               =======================================

  Rasa peduli adalah ibarat batu bata untuk bangunan yang bernama
  kasih. Tanpa adanya kepedulian tidak mungkin terdapat rasa kasih
  pada seseorang.

  Apa yang dimaksud dengan kepedulian? Kepedulian adalah kesanggupan
  untuk peka terhadap kebutuhan orang lain dan kesanggupan untuk turut
  merasakan perasaan orang lain serta menempatkan diri dalam keadaan
  orang lain (empati).

  Peka yang dibicarakan di sini bukan dalam arti sifat orang yang
  perhatiannya tertuju ke dalam, kepada dirinya (self-centered)
  sehingga mudah tersinggung perasaannya, melainkan sifat orang yang
  perhatiannya tertuju keluar, kepada orang lain, yang mudah merasa
  iba kepada orang lain (extra-centered sensitivity).

  Kepekaan dan kepedulian membuat orang melihat keluar dari dirinya,
  dan menyelami perasaan dan kebutuhan orang lain, lalu menanggapi dan
  melakukan perbuatan yang diperlukan untuk orang lain dan dunia di
  sekelilingnya.

  Kepekaan dan kepedulian adalah nilai yang sangat penting dipunyai
  seseorang. Pada nilai ini terkait banyak nilai lainnya, antara lain:
  kedisiplinan, kejujuran, kerendahan hati, cinta kasih, keramahan,
  kebaikan hati, kebijaksanaan, dan sebagainya. Kebahagiaan yang
  dialami seseorang sebagian besar adalah hasil kepekaan dan
  kepedulian orang tersebut terhadap perasaan, kesempatan, dan
  kebutuhan orang lain dan dunia di sekitarnya.

  Untuk dapat bersikap peka dan peduli dibutuhkan tingkat kematangan
  kepribadian tertentu. Bagi anak kecil yang masih bersifat
  egosentris, yang cenderung melihat persoalan dari sudut pandang
  sendiri, memang masih ditemui kesulitan. Namun, bukan berarti bahwa
  mereka belum perlu belajar, karena secara perlahan-lahan mereka
  dapat mengerti bahwa orang lain mempunyai sudut pandangnya masing-
  masing dan kepentingannya masing-masing. Banyak anak sudah mulai
  dapat bersikap peka dan peduli terhadap orang lain sejak usia sangat
  dini.

  Kunci yang paling penting dalam mengajar anak kepekaan dan
  kepedulian ialah sikap orangtua, pendidik lainnya, atau guru yang
  tidak cepat menyerah, tetapi bertekun dan berusaha terus, serta
  tidak mengharapkan hasil dalam waktu singkat. Di samping itu, hal
  lain yang perlu disadari adalah, dan ini yang paling sukar, kepekaan
  dan kepedulian harus dimulai dari diri kita sendiri. Kalau kita mau
  anak bersikap peka dan peduli, kita pun harus bersikap demikian,
  jangan hanya kita menuntutnya dari anak. Seringkali sebagai
  orangtua, pendidik lainnya atau guru kita tidak bisa atau tidak mau
  menempatkan diri di tempat anak-anak kita. Di mata mereka, kita
  barangkali orang dewasa yang kadang-kadang tidak peduli, tidak
  toleran, kuatir, marah, cerewet, dan menjengkelkan.

  GEJALA DAN PENYEBAB

  Pada umumnya, banyak gejala penyakit disebabkan karena adanya suatu
  benda asing dalam tubuh manusia, misalnya virus atau bakteri. Namun,
  dalam banyak masalah anak, penyebabnya ialah justru tidak adanya
  sesuatu dalam diri anak-anak tersebut, yaitu tidak adanya kepekaan
  dan kepedulian terhadap kebutuhan orang lain. Kalau dalam diri anak
  ada kepekaan dan kepedulian, maka gejala egois, memberontak,
  menjengkelkan, malas, dan tidak jujur dapat dihindarkan atau
  dikurangi. Oleh sebab itu, kepekaan dan kepedulian adalah obat
  pencegah dari banyak masalah anak.

  KACA CERMIN DAN KACA JENDELA

  Banyak masalah yang dihadapi anak dan banyak ketidakbahagiaan yang
  dialaminya adalah akibat kecenderungannya untuk melihat pada cermin.
  Pada kaca cermin yang dilihatnya adalah dirinya sendiri, dan
  bagaimana orang-orang dan keadaan mempengaruhi dirinya. Maka yang
  dipikirkannya adalah mengenai dirinya sendiri (terutama hal ini
  terdapat pada anak remaja) dan apa yang dapat dilakukannya untuk
  melawan keadaan, melawan orangtua, serta memperalat orang untuk
  melaksanakan keinginannya.

  Tujuan kita adalah untuk mengangkat sebagian dari kaca cermin anak-
  anak kita dan menggantinya dengan kaca jendela. Melalui kaca
  jendela, yang mereka lihat bukanlah dirinya sendiri, melainkan orang
  lain dan kebutuhan orang lain. Setiap orang mempunyai daya untuk
  mengubah kaca cerminnya menjadi kaca jendela. Mengubah kaca cermin
  menjadi kaca jendela adalah langkah penting untuk dapat bersikap
  peka dan peduli.

  Orang yang perhatiannya tertuju kepada orang lain (extra centered)
  akan bersikap:

  1. Lebih sadar akan kepentingan dan kebutuhan orang lain.

  2. Berkurang perhatiannya akan kepentingan diri sendiri. Karena
     perhatiannya tertuju pada orang lain, ia dapat melihat kebutuhan
     orang lain. Tetapi juga, ia bisa membandingkan orang lain dengan
     dirinya dan dapat menyadari perbedaannya. Karena ia dapat melihat
     dirinya dengan lebih baik, ia lebih menghargai kekhususan
     dirinya.

  3. Berkurang kecenderungan untuk ikut-ikutan dengan orang lain
     dan kurang bergantung pada persetujuan teman sekelompok.

  4. Bertambah kesadaran akan keunikan diri sendiri dan karenanya
     rasa yakin dirinya berkembang.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku : Ajarlah Mereka Melakukan
  Penulis    : Andar Ismail
  Penerbit   : BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1998
  Halaman    : 186 - 188

______________________________________________________________________
o/ BAHAN MENGAJAR ------------------------------------------------o/

  Artikel berikut ini sebenarnya ditujukan untuk anak-anak (pra Remaja
  atau Remaja). Oleh karena itu, bahasa yang dipakai cukup sederhana
  untuk dipahami oleh mereka. Namun demikian, guru SM dapat juga
  menggunakannya untuk mengajar anak atau murid yang lebih kecil
  dengan cara menyampaikannya dengan bahasa yang dimengerti anak-anak
  dan disertai contoh-contoh praktis. Dalam Bahan Mengajar ini Anda
  dapat menemukan cara-cara praktis untuk melatih dan membangun
  karakter peduli dalam diri anak. Selamat mengajar!

                   -o- PEDULI - APAKAH ARTINYA? -o-
                       ========================

  Suatu hari, seekor burung dara besar yang bergabung terbang ke
  jendela rumah kami. Ia jatuh dan tidak bergerak. Tiba-tiba saja
  turun seekor burung dara lainnya ke dekat burung pertama yang jatuh
  tadi. Burung dara yang kedua mulai bersuara dan mengangguk-anggukkan
  kepalanya. Ia temani burung yang pertama tadi selama kira-kira dua
  puluh menit, membujuknya. Lalu, burung dara yang besar itu bangkit
  berdiri. Suara burung yang lebih kecil itu berubah nyaring seolah-
  olah menegur. Ia melompat-lompat dan terus bersuara nyaring hingga
  burung dara yang besar akhirnya mengibaskan sayapnya dan terbang
  bersama pasangannya itu. Dengan menemani serta menolong pasangannya,
  burung dara yang kedua tampaknya menunjukkan bahwa ia peduli
  terhadap pasangannya itu.

  Peduli adalah soal bagaimana kita memperlakukan sesama kita.
  Menunjukkan kepedulian, bersikap baik hati, mau berbagi, menolong,
  dan memberi adalah cara-cara kita untuk menunjukkan bahwa kita
  peduli. Kalau kamu membagi cokelatmu dengan adikmu atau menolong
  ayahmu membersihkan dapur, kamu menunjukkan bahwa kamu peduli.

  Kalau kamu memungut kertas-kertas bekas yang berserakan di lantai
  ruang kelasmu, kamu menunjukkan kepada gurumu bahwa kamu peduli.
  Kamu tunjukkan kepada nenekmu bahwa kamu peduli kalau kamu pindah
  duduk di lantai agar nenekmu bisa duduk di kursimu. Kamu tunjukkan
  kepada para tetanggamu bahwa kamu peduli kalau kamu antarkan surat
  kabar mereka ke depan pintu atau membersihkan salju dari depan rumah
  mereka.

  Setiap harinya, ada ratusan cara yang bisa kamu pakai untuk
  menunjukkan bahwa kamu peduli. Dan salah satu hal yang paling
  menyenangkan soal peduli kepada sesama adalah bahwa kemungkinan
  besar mereka pun akan membalasnya dengan kebaikan.

  Kamu mungkin berkata, "Tidak juga. Saya meminjamkan sepeda saya
  kepada teman saya, tetapi ia malah membengkokkan bempernya, bahkan
  tanpa minta maaf!"

  Memang benar bahwa orang tidak selalu memperlakukanmu dengan cara
  yang sama pedulinya seperti kamu memperlakukan mereka. Tetapi dengan
  berjalannya waktu kamu akan menemukan bahwa teman-temanmu,
  keluargamu, dan guru-gurumu biasanya akan menghargai perbuatan-
  perbuatan baikmu dan membalasnya dengan kebaikan pula.

  Umpamakanlah kamu melemparkan sebuah bola pantai ke laut. Bolanya
  akan kembali kepadamu, seberapa keras atau jauh pun kamu
  melemparkannya. Gelombang akan terus menghempas pantainya, dan tahu-
  tahu bolamu pun kembali ke pantai.

  Perkataan dan perbuatan baik adalah demikian, kamu melontarkannya,
  tiba-tiba seseorang mengucapkan atau melakukan sesuatu untuk
  menunjukkan bahwa ia peduli kepadamu. Sikap peduli menjadikan dunia
  lebih baik bagi semua orang.

  BAGAIMANA KAMU BISA MENUNJUKKAN BAHWA KAMU PEDULI

  Ada banyak cara agar kamu bisa menunjukkan bahwa kamu peduli. Empat
  cara penting adalah lewat perkataanmu, perbuatanmu, pemikiranmu, dan
  pemberianmu.

  1. Perkataan yang mengungkapkan bahwa kamu peduli.
     -----------------------------------------------
     Kamu bisa mengucapkan kata-kata yang baik kepada sesama, bahkan
     kepada orang-orang yang tidak terlalu kamu sukai. Mungkin kamu
     bertanya-tanya, "Untuk apa saya mengucapkan sesuatu yang baik
     kepada seseorang yang tidak saya sukai?" Seringkali, kita
     menyangka bahwa kita tidak suka kepada seseorang, namun yang
     sesungguhnya tidak kita sukai adalah perbuatannya atau sesuatu
     tentang dirinya. Kebanyakan orang ingin disukai. Kalau kamu bisa
     menemukan kata yang baik untuk diucapkan, mungkin kamu tidak akan
     menyangka akibatnya. Mungkin saja, ia membalasnya dengan
     perkataan yang baik pula.

     Terkadang, perkataan yang paling baik adalah perkataan yang tidak
     kamu ucapkan. Janganlah menjelekkan orang di belakang mereka.
     Janganlah menyebarkan gosip atau cerita buruk, seandainya pun
     kamu anggap itu benar. Renungkanlah bagaimana perasaanmu sendiri
     seandainya orang mengatakan hal-hal yang buruk tentangmu.

  2. Perbuatan yang mengungkapkan bahwa kamu peduli.
     -----------------------------------------------
     Kamu bisa membantu dan berbagi. Mungkin kamu bisa membereskan
     tempat tidur adikmu. Mungkin kamu bisa membantu seseorang yang
     bergumul dengan PR-nya. Kalau kamu memberi makan hewan peliharaan
     temannya sementara ia berlibur dengan keluarganya, kamu
     menunjukkan bahwa kamu peduli terhadap temanmu sekaligus hewan
     peliharaannya. Membagi popcorn, mainan, dan waktumu juga
     menunjukkan bahwa kamu peduli.

  3. Pemikiran yang mengungkapkan bahwa kamu peduli.
     -----------------------------------------------
     Memikirkan hal-hal baik tentang sesama bisa menolong mereka,
     sebab mungkin saja mereka merasakan pemikiran-pemikiran baik yang
     kamu pikirkan tentang mereka. Dan pemikiran yang mengungkapkan
     bahwa kamu peduli bisa menuntun kepada perbuatan yang
     mengungkapkan bahwa kamu peduli: Seringkali kamu melakukan apa
     yang kamu pikirkan. Pemikiran yang baik tentang orang lain juga
     bisa membantumu. Ketika kamu memikirkan hal-hal yang baik tentang
     seseorang, itu membantumu merasa lebih senang dan damai dalam
     hati.

     Cobalah! Mungkin kamu sedikit cemburu karena temanmu mempunyai
     banyak mainan, sementara kamu tidak. Janganlah membuat dirimu
     lebih cemburu dengan berpikir, "Sungguh tidak adil!" atau "Ia
     mujur sekali, mengapa aku tidak ya?" Sebagai gantinya,
     pikirkanlah apa yang kamu sukai tentang temanmu itu. Umpamanya,
     "Ia seorang teman yang baik sebab ia suka menyediakan tempat
     duduk bagiku di bus." Atau, "Biasanya ia mau berbagi. Sungguh
     senang mempunyai teman seperti itu".

  4. Pemberian yang mengungkapkan bahwa kamu peduli.
     -----------------------------------------------
     Kamu bisa membelikan mereka kado, tetapi seringkali kado yang
     kamu buat sendiri itulah yang lebih menunjukkan bahwa kamu
     peduli. Kamu bisa saja membuatkan kartu untuk saudara sepupumu.
     Atau kamu bisa saja memberikan sarung tangan bersih dan hangat
     atau jaket yang sudah kekecilan. Mungkin, kamu dengan ibumu bisa
     membantu menanamkan pohon di halaman depan tetanggamu -- itu akan
     menjadi pemberian bagi semua orang yang lewat. Kamu tidak perlu
     memberikan kado hanya pada hari ulang tahun atau liburan saja.
     Teruslah memberi di saat kamu senang atau pun di saat kamu susah.
     Ingatlah, ketika kamu melakukan sesuatu yang baik, itu bisa
     membuatmu senang. Suasana hatimu mungkin akan menjadi lebih baik
     setelah kamu memberikan sesuatu kepada seseorang.

  CARA-CARA LAIN UNTUK MENUNJUKKAN KAMU PEDULI

  Berikut adalah beberapa kegiatan yang bisa kamu lakukan untuk
  menunjukkan bahwa kamu peduli terhadap seseorang.

  1. Di rumah
     --------
     a. Membuang sampah.
     b. Membaca cerita untuk adik.
     c. Membiarkan orang lain yang memilih saluran televisi.
     d. Membantu kakek menyemir sepatu.
     e. Mengatakan kepada adikmu bahwa kamu sayang kepadanya.

  2. Di sekolah
     ----------
     a. Tersenyum kepada seseorang yang belum kamu kenal.
     b. Duduk dengan seseorang yang tidak terlalu kamu sukai dan
        mencoba lebih mengenalnya.
     c. Mengatakan "Bagus sekali!" kepada seseorang yang baik
        lemparannya, tangkapannya, atau larinya.
     d. Membagi pensil atau kertas.
     e. Menawarkan diri untuk merapikan buku di rak.

  3. Rencanahan dan laksanakanlah suatu pelayanan
     --------------------------------------------
     Suatu ungkapan kebaikan yang kita perbuat bagi orang lain disebut
     pelayanan. Kamu bisa melakukan pelayanan bagi seseorang di
     lingkunganmu atau sekolahmu. Renungkanlah seseorang kepada siapa
     kamu ingin mengungkapkan kebaikan. Mungkin seorang teman baik
     atau seseorang yang tidak terlalu kamu kenal. Kamu bisa
     mengumpulkan pakaian bekas dari teman-temanmu dan
     menyumbangkannya ke tempat penampungan keluarga. Mungkin kamu
     mempunyai tetangga yang ingin dikunjungi secara teratur.
     Putuskanlah kepada siapa kamu ingin mengungkapkan kebaikan.
     Tanyakanlah kepada ayah atau ibumu untuk memastikan itu pantas.
     Lalu laksanakanlah!

  4. Peduli lingkungan
     -----------------
     Lingkungan adalah dunia di sekelilingmu. Rumah dimana kamu
     tinggal, jalanan yang kamu lewati, dan ruang kelas serta ruang
     lain di sekolahmu. Udara yang kamu hirup, danau, atau sungai
     dimana kamu berenang, pepohonan yang kamu panjat, dan dataran
     tinggi atau gurun yang suka kamu jelajahi.

     Bicarakanlah dengan keluarga dan teman-teman tentang cara-cara
     kamu bisa mengungkapkan bahwa kamu peduli lingkungan. Bersama-
     sama, kamu bisa melakukan banyak hal untuk membantu memelihara
     dunia tetap bersih dan aman bagi semua orang. Berikut adalah
     beberapa hal yang bisa kamu perbuat:
        a. Mengumpulkan kaleng, botol, dan wadah plastik untuk didaur
           ulang.
        b. Membuat kertas kado dari surat kabar bekas.
        c. Memunguti sampah di sepanjang jalan tol atau membersihkan
           lahan kosong (Pastikanlah melakukan kegiatan-kegiatan
           seperti ini dengan orang dewasa).
        d. Menanam atau berkebun.
        e. Mencarikan rumah bagi hewan yang membutuhkannya.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku : Character Building untuk Anak-Anak
  Penulis    : Barbara A. Lewis
  Penerjemah : Lyndon Saputra
  Penerbit   : Karisma, Batam, 2004
  Halaman    : 25 - 35

______________________________________________________________________
o/ TIPS ----------------------------------------------------------o/

             -o- MEMBANGUN KARAKTER PEDULI PADA ANAK -o-
                 ===================================

  Agar anak lebih peduli dan sayang kepada orang lain, psikolog
  Lawrence E. Saphiro, Ph.D. menganjurkan tips berikut ini:

  1. Pujilah mereka saat menunjukkan rasa peduli pada orang lain.
     ------------------------------------------------------------
     Jika anak menunjukkan sikap peduli kepada orang lain, katakan
     bahwa yang ia lakukan benar, dan nyatakan sespesifik mungkin.
     "Kamu baik sekali, mau berbagi popcorn dengan Tomi. Tadi Mama
     lihat ia tersenyum. Keliatannya ia senang sekali."

     Ajarlah juga anak untuk mengingat ketika orang lain bersikap
     peduli pada mereka. Misalnya, "Ingat betapa ramahnya Sarah
     kepadamu di hari pertama sekolah, sehingga kamu tidak merasa
     kesepian?" Dengan melakukan ini, orangtua menguatkan pemahaman
     anak bahwa tindakan orang lain dapat mempengaruhinya secara
     emosi.

  2. Ajari anak lebih peduli dan bertanggung jawab.
     ----------------------------------------------
     Buatlah peraturan keluarga yang jelas dan konsisten, dan tuntut
     anak untuk mematuhi peraturan tersebut. Anak usia 5-6 tahun dapat
     diberi tanggung jawab untuk merapikan tempat tidurnya sendiri,
     merapikan buku dan meja belajarnya, memberi makan anjing
     peliharaan, atau membantu menyiapkan peralatan makan. Jika anak
     dapat melakukannya, pujilah dia dan ucapkan terima kasih padanya.
     Tapi jangan memberi reward dengan imbalan uang, karena mereka
     harus tahu bahwa membantu orang lain semata-mata karena membantu
     itu benar dan terpuji.

  3. Ajak anak berbuat baik.
     -----------------------
     Supaya anak berbuat baik, berilah contoh terlebih dulu perbuatan
     konkret. Misalnya, mengajak anak menengok orang sakit, memberi
     uang atau makanan kepada peminta-minta, menulis surat ucapan
     terima kasih kepada nenek yang sudah memberi hadiah, dan
     sebagainya. Selanjutnya orangtua bisa menyarankan anak menengok
     temannya yang mungkin sakit. Mengajari anak membukakan pintu
     sambil mengucap `silakan`, menolong manula atau orang buta
     menyeberang jalan, menyingkirkan batu dari jalan, meski kelihatan
     sepele namun bisa mendorong perbuatan yang baik.

  4. Libatkan pada kegiatan sosial.
     ------------------------------
     Melibatkan anak dalam kegiatan sosial juga perlu. Misalnya,
     mengikutsertakan anak dalam kegiatan kerja bakti di lingkungan,
     mengajak anak mengumpulkan pakaian layak pakai untuk
     disumbangkan, membantu tetangga yang sedang hajatan, dan
     sebagainya. Melalui berbagai kegiatan itu rasa ingin tahu anak
     terusik dan melahirkan serangkaian pertanyaan. Misalnya, "Mengapa
     harus mengumpulkan barang-barang bekas?" Orangtua bisa
     menjelaskan alasan dan tujuannya. Misalnya, "Ini untuk membantu
     korban banjir, korban gempa." Pertanyaan anak akan terus
     berkembang, dan penjelasan dari orangtua akan menumbuhkan sikap
     empati dalam diri anak.

  Selain pendapat dari Lawrence E. Saphiro, Ph.D. di atas, ada pula
  tips untuk membangun karakter peduli pada anak yang tidak kalah
  pentingnya untuk disimak:

  1. Berikan teladan.
     ----------------
     Anak adalah duplikasi dari orangtuanya. Jika orangtua berbuat
     baik, anak biasanya juga akan berbuat baik. Tunjukkan kepedulian
     kita terhadap orang-orang yang tak mampu. Komitmen kita yang kuat
     dalam membantu meringankan beban dan penderitaan orang lain akan
     dapat menular kepada anak-anak.

  2. Jangan batasi pergaulan anak.
     -----------------------------
     Seringkali teman yang kesusahan menjadi jembatan yang dapat
     membukakan mata terhadap hal-hal yang kurang dipedulikan.
     Barangkali kita menganggap kemiskinan itu berada di luar "dunia"
     kita.

     Tak jarang kita tak mengetahui kemiskinan yang sebenarnya sebelum
     kita melihat teman kita sendiri mengalaminya. Biarkan anak kita
     berteman dengan siapa saja. Jangan batasi pergaulannya agar ia
     dapat mengenal temannya dari semua kalangan.

  3. Doronglah anak untuk menunjukkan kepeduliannya kepada orang lain.
     -----------------------------------------------------------------
     Memberikan uang kepada pengemis atau pengamen adalah salah satu
     cara agar anak bisa peduli kepada orang lain.

  4. Ajak anak melihat sendiri kehidupan yang lain.
     ----------------------------------------------
     Jika memungkinkan, ajaklah anak melihat sendiri atau mengalami
     kehidupan yang sangat berbeda dengan kehidupan yang biasa ia
     jalani. Ajaklah anak kita mengunjungi tempat dimana banyak orang
     susah yang berkumpul di sana. Dengan begitu, mereka akan melihat
     ada sisi lain dari kehidupan manusia.

     Kita pun dapat memberi pemahaman kepada mereka dengan menjelaskan
     mengapa ada gelandangan yang mengais-ngais sampah, atau makan
     makanan yang telah dibuang ke tempat sampah, dan sebagainya.

  Bahan diedit dan dirangkum dari sumber:
  1. Nama Situs        : CyberWOMAN
     Alamat URL        : http://cyberwoman.cbn.net.id/
     Judul Artikel Asli: Ma, Kasihan Sekali Anak itu ....
     Penulis Artikel   : Esi

  2. Nama Situs        : Republika Online
     Alamat URL        : http://www.republika.co.id/
     Judul Artikel Asli: Agar Anak Mempunyai Rasa Empati
     Penulis Artikel   : Kris

______________________________________________________________________
o/ DARI MEJA REDAKSI ---------------------------------------------o/

                -o- SERVER SABDA.org HIDUP KEMBALI -o-

  Sejak 25 Maret 2005 yang lalu hingga minggu ini (4 April 2005)
  server SABDA.org DOWN, sehingga menyebabkan sebagian aktivitas
  online YLSA menjadi macet (situs-situs YLSA tidak dapat diakses).
  Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Tapi, puji Tuhan! mulai 5
  April 2005 y.l. server SABDA.org telah HIDUP KEMBALI dan sudah dapat
  diakses untuk melayani Anda lagi. Untuk itu, kami mohon maaf kepada
  semua pihak atas kejadian ini dan sekaligus mengucapkan terima
  kasih, karena kami tahu dukungan doa Anda sangat berharga bagi kami.

  Bagi Anda yang masih mengalami kendala saat mengakses Situs
  SABDA.org ataupun situs-situs milik YLSA lainnya, silakan
  memberitahukan kepada kami untuk segera ditindaklanjuti. Kirimkan
  pemberitahuan tersebut melalui email ke:
                        <webmaster@sabda.org>

  Informasi lebih lengkap mengenai tidak dapat diaksesnya server
  SABDA.org selama beberapa saat ini dapat Anda lihat di Situs
  SABDA.org di alamat:
  ==>  http://www.sabda.org/informasi.htm

______________________________________________________________________
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA ------------------------------------------o/

  Dari: Decky Riyanto <deko337>
  >Bisa bantu gak ya? Menyambut hari Kenaikan Tuhan Yesus, Komisi
  >Sekolah Minggu Gereja gue mau bikin lokakarya PI (Pekabaran Injil)
  >yang bisa dilakukan oleh anak2 SM. gue pernah denger katanya ada
  >metode yang pake pin unik, trus buku tanpa kata dll. gue lagi nyari
  >lembaga/yayasan Kristen yang bisa nyediain pelatihan, alat2 u/ PI-
  >nya (traktat, pin, buku dll).
  >Thanks for your help, God Bless You

  Redaksi:
  Bagus sekali kalau pertanyaan ini Anda lemparkan di Milis Diskusi
  e-BinaGuru. Pasti Anda akan mendapat masukan dari guru-guru SM lain
  yang bergabung dalam milis tersebut. Anda tertarik untuk bergabung?
  Silakan kirim e-mail kosong ke:
                  <subscribe-i-kan-binaguru@xc.org>

  Lembaga yang kami ketahui melayani acara-acara pelatihan untuk SM
  adalah Yayasan Domba Kecil. Berikut informasinya:
     Yayasan Domba Kecil
     Jl. Tanjung Duren Utara III E/236 Jakarta Barat 11470
     Telp. (021) 560-2630, 566-8962
     Fax. (021) 566-8962
  Semoga informasi kami membantu Anda.

  Yayasan Lembaga SABDA memiliki situs untuk guru Sekolah Minggu
  (PEPAK = Pelayanan Elektronik Pelayanan Anak Kristen). Jika Anda
  membutuhkan ide-ide kegiatan seputar hari raya Kristen, silakan
  berkunjung ke Situs PEPAK di:
  ==>  http://www.sabda.org/pepak/topik/12/

______________________________________________________________________
o/ MUTIARA GURU --------------------------------------------------o/

    Allah mengerti, Allah peduli segala persoalan yang kita hadapi.
           Dia tidak akan membiarkan kita bergumul sendiri,
                  sebab Dia adalah Allah yang peduli.

o/----------------------------------------------------------------o/
               Staf Redaksi: Davida, Ratri, dan Lisbeth
      Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                 Copyright(c) e-BinaAnak 2005 -- YLSA
                       http://www.sabda.org/ylsa/
                     Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                 No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
o/----------------------------------------------------------------o/
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen:  http://www.sabda.org/pepak/
><> --------- PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN ANAK --------- <><

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org