Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/192

e-BinaAnak edisi 192 (25-8-2004)

Mengenal Roh Kudus

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><

Daftar Isi:                                     Edisi 192/Agustus/2004
~~~~~~~~~~~
    o/ SALAM DARI REDAKSI
    o/ ARTIKEL (1)          : Siapa Roh Kudus itu?
    o/ ARTIKEL (2)          : Pelayanan-pelayanan dari Roh Kudus
    o/ AKTIVITAS            : Permainan: Buah Roh
    o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Seminar Pelatihan dan Pembinaan Kristiani
    o/ MUTIARA GURU

=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
 Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
     <staf-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ SALAM DARI REDAKSI

  Salam kasih dalam kasih dan penyertaan Tuhan Yesus,

  Tentu Anda sudah pernah mendengar pertanyaan "Siapakah Roh Kudus?",
  bahkan mungkin dari anak-anak Sekolah Minggu Anda. Bagaimana Anda
  menjawabnya? Memiliki pengertian dan konsep yang benar tentang Roh
  Kudus sangat penting, khususnya ketika harus menjelaskan-Nya kepada
  orang lain, terutama pada anak-anak SM kita. Oleh karena itu,
  sebelum mengajar tentang Roh Kudus pelajarilah terlebih dahulu Roh
  Kudus dan karya-karya-Nya.

  Pada minggu ini, e-BinaAnak mengajak Anda untuk belajar bersama-sama
  tentang Roh Kudus dan harapan kami, Anda juga akan dapat melihat
  karya Roh Kudus dengan lebih jelas dalam kehidupan orang-orang
  percaya. Bahan yang membahas dua pokok penting tersebut dapat Anda
  simak melalui dua artikel yang kami sajikan minggu ini.

  Selain itu kami juga sajikan bahan permainan untuk anak-anak SM Anda
  yang akan menolong mereka untuk mengenali dan menghasilkan buah Roh
  dalam kehidupannya. Jangan lupa, berdoalah supaya Roh Kudus terus
  mengajar Anda sehingga Anda mendapatkan pengenalan dan pengertian
  yang benar tentang Dia dan karya-Nya.

  Selamat mengenal Roh Kudus lebih dalam lagi!

  Tim Redaksi

                 "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus,
               yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku,
         Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu
                dan akan mengingatkan kamu akan semua
            yang telah Kukatakan kepadamu." (Yohanes 14:26)
          < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Yohanes+14:26 >


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ ARTIKEL (1)

                         SIAPA ROH KUDUS ITU?
                         ====================

  Roh Kudus adalah Oknum ketiga dari Trinitas. Kita harus menyadari
  bahwa pada waktu kita berbicara tentang Roh Kudus, kita tidak
  berbicara tentang suatu benda atau materi, tetapi mengenai satu
  oknum. Roh Kudus berpikir, berkehendak, dan merasakan. Ia merupakan
  individu yang suka memimpin dan bijaksana, yang mengajar dan
  membimbing kita. Alkitab menjelaskan bahwa Roh Kudus bisa didukakan.
  Alkitab juga menjelaskan bahwa Roh Kudus memberikan karunia-karunia
  sesuai dengan kehendak-Nya. Jadi, Roh Kudus memiliki semua sifat-
  sifat pribadi -- akal budi, emosi, dan kemauan.

  Rohlah yang mengilhami Alkitab. Ia menerangi pikiran kita untuk
  mengerti Firman pada waktu kita membaca atau mendengar-Nya, dan Roh
  menolong kita untuk menerapkan firman tersebut dalam kehidupan kita.

  Roh Kudus merupakan anggota yang sangat penting dari Trinitas. Ia
  mempunyai kedudukan yang sama dengan Allah Bapa dan Allah Anak. Ada
  pengaturan tugas dalam Trinitas: Bapa merencanakan, Anak sebagai
  pelaksana, dan Roh Kudus yang menerapkan. Setiap anggota Trinitas
  mempunyai peranannya sendiri dalam penyempurnaan ilahi atas rencana
  Allah.

  Dalam Injil Yohanes 16:8 Yesus berkata, "Dan kalau Ia (Roh Kudus)
  datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan
  penghakiman." Roh menginsafkan kita akan dosa-dosa kita, lalu
  memperbarui kita, memberikan kehidupan ilahi kepada barangsiapa yang
  percaya. Pada waktu kita dilahirkan kembali, kita dilahirkan dari
  Roh. Roh Kudus kemudian diam di dalam diri kita; Ia tinggal di dalam
  hati kita. Ia memberi petunjuk, mengajar, dan memenuhi kita ketika
  kita menyerahkan hidup kita pada-Nya.

  Roh ini berbeda dengan Yesus, oleh karena Ia tidak memiliki tubuh
  manusia, dan Ia hanya memiliki satu sifat hakiki, sebab Dia itu Roh.
  Saudara tidak bisa melihat-Nya, menyentuh-Nya, atau mencium bau-Nya;
  Roh Kudus tidak bisa dipantau oleh panca indera. Tetapi, hal ini
  tidak berarti bahwa kita tidak bisa mengenal-Nya.

  Kita mengenal Roh melalui Alkitab. Roma 8:16 mengatakan, "Roh itu
  bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak
  Allah." Beberapa orang keliru mengira bahwa perasaan bergetar atau
  gemetaran itu timbul karena kehadiran Roh. Perasaan seperti itu
  mungkin timbul karena kehadiran Roh, tetapi mungkin juga bukan. Kita
  perlu menguji "roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah"
  (1Yohanes 4:1). Ada roh palsu yang sangat menyerupai Roh yang asli.
  Kita harus meneliti dengan cermat apa yang kita lihat agar bisa
  mengetahui perbedaannya.

  Dalam Efesus 5:18 Paulus menulis, "Dan janganlah kamu mabuk oleh
  anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu
  penuh dengan Roh." Saudara dapat mabuk anggur dengan cara
  meminumnya. Saudara menyerah kepadanya, mengambilnya dengan
  sukarela, dan meneguknya. Waktu Saudara menyerah pada alkohol atau
  obat bius lainnya, Saudara akan dikuasai olehnya.

  Jikalau kita menyerahkan hidup kita pada Roh Kudus, maka kita akan
  dipenuhi dan dikuasai-Nya. Seseorang pernah berkata bahwa pada saat
  Saudara dipenuhi oleh Roh Kudus, maka Saudara bukan lebih banyak
  memiliki Roh Kudus, tetapi Roh yang semakin banyak memiliki saudara.
  Saudara tidak mungkin memiliki sebagian saja dari Roh Kudus. Ia
  berwujud roh, dan Ia tidak bisa dipotong-potong menjadi kepingan-
  kepingan kecil.

  Kata kerja yang terdapat dalam Efesus 5:18 dalam bahasa aslinya
  ditulis dalam bentuk waktu sekarang, dan artinya "terus-menerus
  dipenuhi." Penuh dengan Roh bukan suatu hal yang terjadi satu kali
  untuk selamanya. Penuh dengan Roh merupakan proses penyerahan hidup
  kita kepada-Nya setiap hari.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku     : Pola Hidup Kristen Penerapan Praktis
  Penulis Artikel: Norman Geisler
  Penerbit       : Kerja Sama antara Gandum Mas, Malang, Yayasan Kalam
                      Hidup, Bandung, dan YAKIN, Surabaya, 2002
  Halaman        : 223 - 225


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ ARTIKEL (2)

                  PELAYANAN-PELAYANAN DARI ROH KUDUS
                  ==================================

  I. MENGAJAR

  Pelayanan Roh Kudus untuk mengajar merupakan salah satu janji
  Kristus yang terakhir sebelum penyaliban-Nya. Dia berkata, "Masih
  banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang; kamu
  belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh
  Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab
  Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala
  sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan
  memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan
  Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya
  daripada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab
  itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya
  dari pada-Ku" (Yohanes 16:12-15).

  A. Waktunya

  Pelayanan khusus dari Roh Kudus ini belum terjadi ketika Tuhan
  mengucapkan kata-kata ini. Pelayanan ini dimulai pada hari
  Pentakosta dan terus berlanjut di sepanjang abad ini. Pemahaman
  Petrus yang jelas seperti yang dinyatakan dalam khotbahnya pada hari
  Pentakosta merupakan bukti dari permulaan pelayanan ini.

  B. Isinya

  Secara umum, isi pelayanan Roh Kudus mencakup "semua kebenaran".
  Tentu saja, hal ini berarti penyataan yang berkenaan dengan Kristus
  sendiri, namun berdasarkan firman yang tertulis (karena kita tidak
  memiliki informasi lain tentang Dia, kecuali lewat Alkitab). Oleh
  sebab itu, Dia mengajar kepada orang percaya seluruh isi Alkitab
  supaya bisa memahami nubuatan ("hal-hal yang akan datang").
  Pengkhususan dari janji-janji umum yang berhubungan dengan
  pengajaran ini harus mendorong setiap orang percaya untuk
  mempelajari nubuatan. Perhatikan juga bahwa Roh Kudus bukan yang
  mula-mula mendapatkan berita-Nya, berita itu berasal dari Tuhan.

  C. Hasilnya

  Hasil dari pelayanan pengajaran Roh Kudus adalah bahwa Kristus
  dimuliakan. Jika Dia tidak dimuliakan, maka Roh Kudus belum
  melayani. Perhatikan juga bahwa bukan Roh Kudus atau pun seseorang
  yang seharusnya dimuliakan dalam suatu pelayanan rohani, melainkan
  Kristus. Selanjutnya, jika Kristus hanya diketahui melalui firman
  yang tertulis, maka Dia akan dimuliakan pada saat Firman Allah
  diuraikan secara terperinci dalam kuasa Roh Kudus.

  D. Prosedurnya

  Bagaimanakah Roh Kudus mengajar orang percaya? Yohanes menyatakan,
  "Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu
  terima daripada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang
  lain. Tetapi, sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang
  segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, bukan dusta -- dan
  sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya
  kamu tetap tinggal di dalam Dia" (1Yohanes 2:27). Hal ini tidak
  dapat diartikan bahwa guru-guru manusia tidak diperlukan untuk
  menjelaskan Firman Allah. Jika dapat berarti demikian, lalu apakah
  manfaat dari karunia pengajaran ini? (Roma 12:7). Yohanes menulis
  tentang munculnya para antikristus dalam kelompok itu. Dengan
  menyatakan keyakinannya sendiri tentang bidat mereka, dia hanya
  mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang harus mengatakan
  kebenaran kepada mereka, karena Roh Kudus akan meyakinkan hal itu
  kepada mereka. Guru-guru manusia merupakan penghubung yang penting
  dalam prosedur untuk mengajar orang percaya, meskipun kebenaran yang
  utama dalam pengajaran itu berasal dari Roh Kudus.

  II. MEMBIMBING/MEMIMPIN

  "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah" (Roma
  8:14). Memimpin merupakan suatu pengesahan dari keputraan, karena
  putra selalu dipimpin. Pekerjaan untuk memimpin ini khususnya adalah
  pekerjaan Roh Kudus. Roma 8:14 menyatakannya dan Kisah Para Rasul
  memperkuatnya (8:29, 10:19-20, 13:2,4, 16:6-7, 20:22-23). Pelayanan
  Roh Kudus ini merupakan salah satu pelayanan yang paling meyakinkan
  bagi orang Kristen. Anak Allah tidak akan dapat berjalan dalam
  kegelapan; dia selalu bebas untuk meminta dan menerima petunjuk-
  petunjuk dari Roh Kudus sendiri.

  III. MEYAKINKAN

  Roh Kudus juga merupakan Pribadi yang meyakinkan orang Kristen bahwa
  dirinya adalah anak Allah. "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh
  kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah" (Roma 8:16). Kata untuk
  anak-anak di sini adalah "tekna" (berbeda dengan huioi, putra-putra)
  dan menekankan fakta bahwa orang-orang percaya merupakan bagian dari
  kehidupan Bapa. Karena hal ini, dia juga mendapat bagian sebagai
  pewaris milik Bapa. Jaminan mengenai semua ini merupakan pekerjaan
  Roh Kudus di dalam hati setiap orang Kristen.

  Pasti, jaminan ini juga dibawa ke dalam hati orang percaya dengan
  bertambahnya pemahaman tentang beberapa hal yang telah diperbuat Roh
  Kudus terhadap mereka. Contohnya, jaminan akan mendalam apabila
  seseorang mengerti arti dari dimeteraikan dengan Roh Kudus dan telah
  menerima Roh Kudus sebagai jaminan penyempurnaan penebusan (Efesus
  1:13-14). Pemahaman mengenai apa yang terlibat di dalam Roh Kudus
  adalah bersatunya orang percaya dengan tubuh Kristus yang sudah
  dibangkitkan dan yang tidak mengalami kematian juga akan memberikan
  jaminan tentang pemeliharaan. Tentu saja, pemahaman tentang
  pencapaian hal-hal yang luar biasa ini merupakan bagian dari
  pelayanan pengajaran Roh Kudus, sehingga dalam banyak hal Roh Kudus
  dihubungkan atau dikaitkan dengan jaminan yang dimiliki Allah.

  IV. BERDOA

  A. Pernyataannya

  Meskipun mungkin kita tidak sepenuhnya memahami arti ganda tentang
  Roh Kudus yang berdoa untuk orang percaya, namun kenyataan bahwa Dia
  memang melakukan hal itu, amat jelas: "Demikian juga Roh membantu
  kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana
  sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada
  Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Roma 8:26).

  B. Kebutuhannya

  Alasan mengenai perlunya kita mendapat pertolongan adalah karena
  kelemahan kita (kata itu dalam bentuk tunggal). Dia menolong seluruh
  kelemahan kita, namun khususnya apabila kelemahan itu menyatakan
  dengan sendirinya berkaitan dengan kehidupan doa kita, dan khususnya
  berkaitan dengan apa yang harus didoakan pada saat itu. Sementara
  kita menantikan penebusan kita yang sempurna, kita memerlukan
  bimbingan di dalam doa-doa khusus.

  C. Metodenya

  Cara Roh Kudus membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita dijelaskan
  secara umum dengan kata "membantu" yang secara harafiah berarti
  "meletakkan tangan-Nya pada pekerjaan untuk bekerja sama dengan
  kita" (R. St. John Parry, "Romans", Cambridge Greek Testament [New
  York: Cambridge University Press, 1912], hal. 120). Khususnya,
  bantuan ini diberikan dalam bentuk "keluhan-keluhan yang tak
  terucapkan." Keluhan-keluhan ini, yang artinya tidak dapat dipahami,
  tidak mempunyai pengungkapan yang memadai atau yang dapat
  dirumuskan. Satu hal yang benar-benar kita ketahui -- keluhan-
  keluhan itu menurut kehendak Allah.

  Pada bagian lain, kita diberi tahu bahwa Roh Kudus membimbing dan
  mengarahkan doa-doa kita (Efesus 6:18). Hal ini lebih merupakan
  bimbingan dalam hati dan pikiran orang percaya pada saat dia berdoa,
  bukannya keluhan-keluhan yang tak terucapkan dari Roh itu sendiri.

  D. Hasilnya

  Hasil dari kehidupan doa semacam ini adalah jaminan bagi orang
  percaya tentang kepastian masa depannya dan penebusan yang sempurna
  (Roma 8:23). Pelayanan Roh Kudus ini merupakan jaminan yang
  sepenuhnya tentang penebusan itu. Kehidupan doa yang memuaskan
  semacam ini akan membantu kita untuk menjaga agar merasa puas berada
  di dunia sekarang ini, sementara kita menantikan penyempurnaan.
  Dengan demikian, pelayanan Roh Kudus ini bukan hanya berhubungan
  dengan doa yang dijawab, tetapi juga memperkuat jaminan dan kepuasan
  kita di dalam hidup ini.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku: Teologi Dasar (Buku II)
  Penulis   : Charles C. Ryrie
  Penerbit  : Yayasan Andi, Yogyakarta, 1993
  Halaman   : 166 - 169


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ AKTIVITAS

                         PERMAINAN: BUAH ROH
                         ===================

  Persiapan:
  ----------
  1. Beberapa macam buah-buahan.
  2. Beberapa piring dan sendok sayur sesuai dengan jumlah kelompok.
  3. Sebatang kapur tulis.

  Cara bermain:
  -------------
  Pemimpin permainan dan seluruh peserta menghafalkan lebih dahulu
  nama-nama buah Roh yang tercantum dalam Galatia 5:22. Kemudian para
  peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari sembilan
  orang.

  Dalam kelompok, setiap peserta saling memperkenalkan diri, kemudian
  mengulang kembali nama-nama buah Roh yang tertulis dalam Galatia
  5:22. Setiap peserta mengingat nama satu buah Roh. Susunan buah Roh
  itu adalah sebagai berikut: kasih, suka cita, damai sejahtera,
  kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan
  penguasaan diri.

  Pemimpin membuat suatu garis start di lantai, kemudian setiap
  peserta kelompok berbaris. Pada garis tersebut diletakkan sebuah
  piring dan dalam piring itu ditaruh beberapa buah-buahan. Kira-kira,
  20 meter dari piring pertama, diletakkan sebuah piring kosong.

  Ketika permainan dimulai, peserta pertama mengatakan, "Saya berbuah
  kasih" dengan suara keras, lalu ia mengambil satu buah yang terdapat
  di dalam piring dengan menggunakan sendok sayur. Setelah itu, ia
  berlari menuju piring kosong dan meletakkannya di piring itu. Ketika
  ia kembali ke tempat semula, ia memberikan sendok sayur itu kepada
  orang kedua, dan ia mengatakan, "Saya berbuah suka cita". Orang
  kedua berlari menuju piring yang berisi satu buah tadi dan
  membawanya kembali ke tempat semula, lalu meletakkan buah itu di
  piring yang pertama. Demikian seterusnya, sampai semua nama buah Roh
  tadi disebutkan sebanyak dua kali. Kelompok yang paling cepat
  menyelesaikan permainan ini menjadi pemenangnya.

  Buah-buahan yang jatuh ke lantai tidak boleh diambil dengan bantuan
  tangan atau kaki, tetapi harus diambil dengan sendok sayur tadi.
  Sewaktu berlari, salah satu tangan harus diletakkan di belakang
  punggung, dengan menyebutkan sebelumnya, "Saya berbuah ...." Bila ia
  salah atau lupa menyebutkan nama "buah" itu, ia harus mengulangnya
  sekali lagi.

  Tujuan:
  -------
  Sebagai orang Kristen, kita harus selalu menghasilkan buah Roh, dan
  buah Roh itu harus nyata dalam kehidupan kita setiap hari (Galatia
  5:22).

  Sumber:
  Judul Buku: 100 Permainan dan 500 Kuis Alkitab
  Penulis   : Dr. Mary Go Setiawani dan Rachmiati
  Penerbit  : Kalam Hidup, Bandung, 1994
  Halaman   : 44 - 45


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

  Dari: Jacqueline SOUISA <jsouisa@>
  >Dapat disampaikan ke rekan-rekan pelayan anak:
  >Seminar Pelatihan dan Pembinaan Kristiani
  >Penyelenggara: PAMA (Pelayanan Media Antiokhia)
  >   Hari/Tgl.  : Sabtu, 28 Agustus 2004
  >   Waktu      : Pkl 12.00-15.00
  >   Tempat     : Wisma Bersama
  >                Jl. Salemba Raya No.24B, JakPus 10430
  >                (Belakang Hotel Atlantik, samping KSM)
  >   Topik      : Kreatif Menciptakan Alat Peraga
  >   Pembicara  : Ev. Selvia Rahardja
  >   Pendaftaran: Rp. 20.000,-
  >   Telp.      : 021-3924229/Fax: 021-3148543

  Redaksi:
  Terima kasih atas infonya :)
  Bagi rekan-rekan yang berminat, segera saja mendaftar agar
  mendapatkan penyegaran dan berkat baru untuk berkreasi lebih kreatif
  lagi dalam pelayanan anak. Jangan lupa membagikan berkat bagi yang
  mengikuti seminar tersebut, khususnya buat rekan-rekan yang ada di
  Jakarta. Kirimkan sharing Anda ke: <staf-binaanak@sabda.org>


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ MUTIARA GURU

             Rahasia pendidikan adalah menghormati murid
                         - Ralph W. Emerson -

                   Rencana pelajaran mingguan saya:
          Hari ini saya akan memperlihatkan kepada orang lain
            rasa hormat yang saya ingin agar diperlihatkan.


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
         Staf Redaksi: Davida, Tesa, Ratri, Kristian, dan Oeni
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                  Copyright(c) e-BinaAnak 2004 YLSA
                      http://www.sabda.org/ylsa/
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(´Recip.EmailAddr´)
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen:  http://www.sabda.org/pepak/
><> ========= PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN ANAK ========== <><

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org