Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/63

e-BinaAnak edisi 63 (12-2-2002)

Mengajar Anak tentang Kebaikan

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><


Daftar Isi:                                    Edisi 063/Februari/2002
-----------
    o/ SALAM DARI REDAKSI
    o/ BAHAN MENGAJAR (KECIL): Maukah Kamu Meminta Maaf?
    o/ BAHAN MENGAJAR (BESAR): Belajar Saling Memaafkan
    o/ TIPS MENGAJAR         : Bagaimana Membangun Sikap Positif
                                  pada Diri Anak?
    o/ SERBA-SERBI           : Pertanyaan Anak: Mengapa Kita Berdoa
                                  Agar Kita Tidak Menjadi Orang Jahat?
    o/ STOP PRESS            : Paket Paskah 2002 (6 Kota)
    o/ DARI ANDA UNTUK ANDA  : Saran untuk Artikel yang Panjang

**********************************************************************
  Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
     <submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
**********************************************************************
o/ SALAM DARI REDAKSI

  Selamat berjumpa lagi,

  Mengajarkan anak untuk menjadi orang yang baik tidaklah semudah
  membalikkan telapak tangan. Sejak kejatuhan Adam dalam dosa, semua
  manusia keturunannya telah memiliki kecenderungan yang kuat untuk
  berbuat dosa, bahkan sejak mereka lahir. Ada teori pendidikan yang
  mengatakan bahwa pada waktu lahir, hati anak itu bersih dan baik
  adanya seperti kertas putih. Tapi ketika anak menjadi besar, hati
  anak yang seperti kertas putih itu mulai dicoret-coret, baik oleh
  keluarganya atau lingkungan di mana ia dibesarkan, sehingga tidak
  lagi putih bersih. Benarkah demikian? Tidak! Alkitab berkata bahwa
  sejak Adam jatuh dalam dosa, maka pada dasarnya semua manusia
  keturunan Adam sudah berdosa (Roma 3:23). Hati manusia tidak pernah
  lagi putih bersih, tapi sudah tercemar oleh dosa. Oleh karena itu
  perbuatan jahatlah yang akhirnya menjadi kecenderungan manusia.

  Lalu apakah berarti manusia tidak lagi bisa berbuat baik? Tentu saja
  manusia masih bisa berbuat baik, namun perbuatan baik manusia tidak
  akan pernah bisa menghasilkan pembenaran dari Allah untuk
  mendapatkan keselamatan. Hanya melalui iman percaya kepada Kristus
  saja, kita dibenarkan oleh Allah dan diselamatkan. Tapi, bagi orang
  yang telah menerima Kristus, perbuatan baik merupakan buah dari
  persekutuan kita dengan Allah. Perbuatan baik menjadi sesuatu yang
  kita usahakan karena kita ingin meneladani sifat dan karakter Allah,
  Bapa kita. Sifat dan karakter apakah yang dimiliki oleh Bapa kita
  yang perlu kita teladani? Mengasihi, memaafkan, bermurah hati, setia
  dll. Karakter-karakter Allah ini tidak kita dapatkan secara tiba-
  tiba tapi harus kita pelajari dan praktekkan. Demikian juga pada
  anak-anak, perbuatan-perbuatan baik dalam hidup anak harus diajarkan
  dan didorong karena hal itu tidak dapat datang dengan sendirinya.

  Pada bulan Februari ini e-BinaAnak secara khusus akan membahas
  tentang bagaimana mengajarkan anak meneladani beberapa karakter-
  karakter Allah di atas. Kalau minggu lalu kami sudah membahas
  bagaimana mengajarkan anak tentang kasih, maka minggu ini kami akan
  melanjutkan dengan membahas tentang bagaimana mengajarkan anak
  memaafkan orang lain dan bagaimana mendorong anak untuk berbuat
  baik. Namun, harapan kami, guru-guru SM bukan hanya mengajarkan hal
  ini pada anak tapi juga mempraktekkannya terlebih dahulu dengan diri
  sendiri.

  Selamat belajar,
  Tim Redaksi

       "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain dan ampunilah
        seorang akan yang lain, apabila yang seorang menaruh
         dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah
         mengampuni kamu perbuatlah demikian." (Kolose 2:13)
      < http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Kol/T_Kol2.htm 2:13 >


**********************************************************************
o/ BAHAN MENGAJAR (KELAS KECIL)

                      MAUKAH KAMU MEMINTA MAAF?
                      =========================

  Selamat pagi adik-adik yang dikasihi Tuhan! Hari ini kakak akan
  menceritakan suatu cerita yang menarik. Coba kalian simak baik-baik
  karena setelah bercerita, kakak akan menanyakan pertanyaan kepada
  kalian. Siap? Nah, beginilah ceritanya:

  Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan Anna karena
  keluarganya yang terdiri dari Ayah, Ibu, Arie dan Anna pergi ke
  kebun binatang. Setelah mereka pergi berkeliling melihat binatang-
  binatang, Arie dan Anna melihat orang menjual balon. Mereka ingin
  sekali memiliki balon itu, maka Ayah membelikan dua balon yang
  sangat bagus. Satu untuk Anna dan satu lagi untuk kakak laki-
  lakinya, Arie. Namun sekalipun masing-masing sudah mendapat sebuah
  balon, Arie ingin memegang kedua-duanya. "Beberapa menit saja",
  katanya.

  Tentu saja Anna tidak mau melepaskan balonnya walaupun hanya satu
  menit. Tetapi Arie terus merengek-rengek agar Anna mengizinkan dia
  memegang balonnya.

  Maka kesalahan pun benar-benar terjadi. Kedua balon itu terlepas
  dari tangan Anna, ketika Arie sedang merebutnya dari tangan Anna.
  Sebelum Arie sadar akan apa yang terjadi, balon-balon itu telah
  terbang ke angkasa. Anna mulai menangis. Arie berdiri terpaku karena
  begitu terkejut sehingga ia tidak dapat mengucapkan sepatah kata
  pun. Ayah dan ibu tidak senang dengan perbuatan Arie yang sangat
  ceroboh itu. Arie menyadari betul bahwa dialah yang menyebabkan
  kedua balon itu terbang .... Anna masih menangis di dekapan Ibu.

  Beberapa saat kemudian Ayah memanggil Arie, dan berkata:
  "Nah, apakah kamu ingin mengatakan sesuatu kepada Anna?" tanya
  ayah kepada Arie.

  "Tetapi, Ayah ... apakah yang harus saya katakan?" tanya Arie.
  "Saya tidak punya uang untuk membelikan Anna sebuah balon yang
  baru."

  "Tidak adakah sesuatu yang lain yang ingin kamu katakan kepadanya?"
  tanya ayah.

  "Saya ... saya menyesal. Maafkah aku Anna." kata Arie kepada Anna.

  Anna memandang Arie dengan matanya yang masih basah. Apakah Anna
  memaafkan perbuatan Arie?

  Nah, adik-adik yang dikasihi Tuhan, setelah mendengar cerita ini
  kakak sekarang akan memberi pertanyaan kepada kalian:

  Pertanyaan:
  -----------
  1. Mengapa perbuatan Arie merupakan perbuatan yang ceroboh?

  2. Apakah Arie harus meminta maaf kepada Anna?

  3. Jika kamu menjadi Arie apakah kamu juga akan minta maaf pada
     Anna?

  4. Apakah kamu pernah melakukan sesuatu yang ceroboh minggu ini?

  5. Apakah kamu telah minta maaf? Kalau belum, mengapa tidak?
     Maukah kamu melakukannya sekarang?

  6. Bila seseorang minta maaf kepada kita atas perbuatannya, apakah
     yang seharusnya kita lakukan? Mengapa?

  Bacaan Alkitab:
  ---------------
  Lukas 17:3,4

  Kebenaran Alkitab:
  ------------------
  "Jikalau saudaramu berbuat salah, tegurlah dia. Jikalau ia berkata
  bahwa ia menyesal, ampunilah dia." (Lukas 17:3b; baca Lukas 17:3,4)

  Doa:
  ---
  Tuhan Yesus, saya ingin mengampuni orang lain seperti Engkau telah
  mengampuni saya. Dan saya juga ingin agar Engkau mengampuni
  kesalahan saya sebagaimana saya mengampuni kesalahan orang lain.
  Amin.

  Bahan disadur dari sumber:
  Judul Buku: Renungan Singkat untuk Anak-anak
  Pengarang : V. Gilbert Beers
  Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
  Halaman   : 36 - 37


**********************************************************************
o/ BAHAN MENGAJAR (KELAS BESAR)

                       BELAJAR SALING MEMAAFKAN
                       ========================

  Memaafkan orang lain merupakan suatu tindakan yang sulit, apalagi
  memaafkan orang yang telah mengecewakan dan menyakiti hati kita.
  Kita tidak boleh menaruh rasa dendam, apalagi membalas mengecewakan
  dan menyakiti hati mereka.

  Tuhan Yesus meminta kita untuk mengasihi dan mengampuni saudara-
  saudara kita, bahkan Tuhan meminta kita untuk mengasihi musuh kita
  seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Ia meminta kita mempunyai
  hati yang tulus untuk memaafkan orang lain. Jikalau ada yang
  menyakiti, mengejek, dan dendam kepada kita, Tuhan ingin kita semua
  mengampuni mereka. Bagaimanakah kita dapat belajar untuk saling
  mengampuni dan memaafkan?

  Di dalam Alkitab ada banyak tokoh yang berjiwa besar dan mau
  mengampuni orang yang bersalah kepada mereka. Mari kita belajar
  memaafkan dari tokoh-tokoh Alkitab ini.

  1. Esau memaafkan Yakub adiknya.
     -----------------------------
     "Tetapi Esau berlari mendapatkan Yakub, didekapnya dia, dipeluk
     lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka."
     (Kejadian 33:4)

     Yakub telah merebut berkat yang seharusnya diterima oleh Esau.
     Pada mulanya Esau sangat marah, bahkan ia ingin membunuh Yakub!
     Tetapi setelah waktu berlalu, Esau dapat menerima dan memaafkan
     Yakub. Bahkan mereka berpeluk-pelukan. Esau mencium adiknya
     dengan kasih sayang.

  2. Yusuf memaafkan saudara-saudaranya.
     -----------------------------------
     "Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis
     sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya
     bercakap-cakap dengan dia." (Kejadian 45:15)

     Kita tentu telah mengetahui cerita mengenai Yusuf yang dijual
     oleh saudara-saudaranya. Bahkan pada awalnya saudara-saudaranya
     bermaksud membunuh Yusuf. Bersyukurlah Tuhan memelihara Yusuf.
     Nah, suatu hari Yusuf menjadi perdana menteri di negeri Mesir.
     Setelah menjadi orang yang berkuasa bisa saja Yusuf membalas
     dendam pada saudara-saudaranya. Namun Yusuf tidak melakukannya.
     Dia bahkan menolong saudara-saudaranya dan mengampuni mereka.
     Saudara-saudara Yusuf pada mulanya ketakutan kalau Yusuf akan
     membalas dendam kepada mereka. Namun ternyata Yusuf memeluk
     mereka dengan mesra, mencium mereka dan menangis penuh kerinduan.
     Inilah kebesaran hati Yusuf.

  3. Musa memaafkan Harun dan Miryam.
     --------------------------------
     "Lalu berserulah Musa kepada Tuhan: "Ya Allah, sembuhkanlah
     kiranya dia."" (Bilangan 12:13)

     Pada waktu itu Musa memimpin umat Israel keluar dari Mesir.
     Mereka berjalan melewati padang gurun. Saat itulah Harun dan
     Miryam, kakak-kakak Musa menghina Musa. Mereka cemburu pada Musa.
     Mereka tidak mau dipimpin oleh Musa. Padahal Musa adalah pemimpin
     yang diangkat oleh Allah. Akibatnya Allah menjadi marah pada
     Harun dan Miryam, lalu menghukum mereka dengan penyakit kusta.
     Apa yang dilakukan oleh Musa? Apakah dia berteriak "rasain Lu!"
     Tidak! Musa mengampuni mereka dan bahkan berdoa kepada Tuhan agar
     menyembuhkan Harun dan Miryam. Mengapa dia mau melakukan hal itu?
     Alkitab mengatakan hati Musa sangat lembut (Bil 12:3). Karena itu
     dia juga seorang pemaaf.

  4. Daud memaafkan Saul.
     --------------------
     "Daud tidak mengizinkan orang-orangnya bangkit menyerang Saul."
     (1Samuel 24:8)

     Saul sangat membenci Daud, dan telah beberapa kali berusaha
     membunuh Daud. Daud terpaksa melarikan diri dari satu tempat ke
     tempat lain. Saul mengerahkan segenap kekuatan untuk mengejar dan
     membunuh Daud. Sampai suatu saat Saul sedang membuang hajat di
     dalam sebuah gua, tempat persembunyian Daud. Ini kesempatan baik
     untuk menghajar Saul. Pengikut-pengikut Daud juga berpikiran
     begitu. Mereka ingin membunuh Saul. Tetapi apa yang dilakukan
     Daud? Apakah dia membalas dendam? Tidak! Dia hanya memotong
     sedikit kain baju Saul untuk menyatakan kalau dia mau membunuh
     Saul, sangat gampang. Tetapi dia memaafkan Saul dan
     melepaskannya.

  5. Yesus Kristus memaafkan orang-orang yang menyalibkan Dia.
     ---------------------------------------------------------
     "Yesus berkata, Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak
     tahu apa yang telah mereka perbuat." (Lukas 23:34)

     Tidak perlu diungkapkan lagi betapa sengsaranya Tuhan Yesus
     dipukul, dihina, diludahi, dicambuk, ditendang, dipaku, dan
     digantung di atas kayu salib oleh orang-orang jahat yang
     membencinya. Kalau Yesus Kristus mau menghancurkan mereka, itu
     adalah hal gampang. Dia hanya tinggal berseru, maka ribuan
     malaikat akan turun untuk memusnahkan musuh-musuhNya. Tetapi
     Yesus tidak membalas dendam. Dengan hati yang Tulus dan penuh
     kasih, Dia mengampuni mereka. Dia bahkan juga berdoa kepada Allah
     Bapa untuk mengampuni orang-orang jahat itu.

  6. Stefanus mengampuni orang-orang yang membunuhnya.
     -------------------------------------------------
     "Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan
     janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!""
     (Kisah Rasul 7:60)

     Kisah Stefanus mirip kisah Tuhan Yesus, sebab Stefanus mencontoh
     Tuhan Yesus. Stefanus adalah seorang penginjil yang rajin. Suatu
     saat dia ditangkap dan dilempari batu sampai mati oleh orang-
     orang yang membenci Injil. Sebelum menghembuskan nafasnya yang
     terakhir, dia sempat berdoa untuk musuh-musuhnya. Dia memaafkan
     mereka dan memohon agar Tuhan mengampuni dosa-dosa mereka.
     Seharusnya dia marah sekali, karena dia mati dilempari batu.
     Tetapi dia memaafkan mereka. Inilah hati seorang pengikut Yesus.
     Hati yang penuh kasih untuk memaafkan orang-orang yang menyakiti
     kita.

  7. Paulus memaafkan orang-orang yang meninggalkan dia.
     ---------------------------------------------------
     "Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak ada seorangpun yang
     membantu aku, kiranya Tuhan mengampuni mereka." (2Timotius 4:16)

     Paulus dipenjarakan karena memberitakan Injil. Pada waktu ia
     dipenjarakan, banyak teman-temannya yang meninggalkan dia. Mereka
     takut ikut dipenjarakan dan dianiaya. Mereka sama sekali tidak
     membantu Paulus, justru pada waktu Paulus amat membutuhkan
     mereka. Seharusnya ini membuat Paulus marah kepada mereka dan
     tidak mau lagi berteman dengan mereka. Tetapi Paulus dengan penuh
     kasih memaafkan dan berdoa agar mereka diberkati Tuhan.

  8. Filemon memaafkan Onesimus budaknya.
     ------------------------------------
     "Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu,
     supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya."
     (Filemon 1:15)

     Onesimus adalah pembantu rumah tangga Filemon. Suatu hari dia
     mencuri barang dari Filemon dan melarikan diri. Dalam pelarian
     itu, Onesimus bertemu Paulus. Tak lama kemudian Onesimus bertobat
     dan percaya Tuhan Yesus. Oleh Paulus, Onesimus dikirim kembali ke
     rumah Filemon. Paulus menulis surat dan meminta kepada Filemon
     untuk menerima kembali Onesimus dan mengharapkan agar Filemon mau
     memaafkan Onesimus.

  Bahan ini diambil dan diedit dari:
  Judul Buku: Majalah Kita, edisi 021, 1994
  Penerbit  : Lembaga Reformed Injili Indonesia
  Halaman   : 4 - 6


**********************************************************************
o/ TIPS MENGAJAR

          BAGAIMANA MENDORONG ANAK MELAKUKAN PERBUATAN BAIK
          =================================================

  Cara membangun sikap positif pada diri anak adalah dengan menghargai
  anak itu sebagai seorang pribadi. Cara ini dapat memperkuat tingkah
  lakunya yang baik. Anak-anak memerlukan lebih banyak dorongan untuk
  melakukan perbuatan positif, bukan kritikan terhadap perbuatan yang
  negatif. Anak-anak perlu ditolong supaya tahu apa yang benar. Lebih
  dari itu mereka perlu ditolong supaya mau melakukan apa yang benar.
  Pujian dan dukungan semangat sangat efektif dalam mendorong anak-
  anak untuk melakukan apa yang benar.

  Doronglah perbuatan-perbuatan baik anak dengan memuji setiap usaha
  mereka untuk bekerja sama dan menunjukkan kasih. Kembangkan pujian
  dan penghargaan ini dengan menghubungkan ayat-ayat Alkitab pada
  perbuatan tertentu yang telah dilakukan anak-anak. Pujian terhadap
  anak harus tulus. Apabila anda terlalu mesra atau berlebihan
  menyanjung anak dengan pujian anda itu, anak akan menyangsikan
  ketulusan anda. Melimpahi anak dengan pujian yang tidak pada
  tempatnya malah akan membuat dia enggan berusaha lebih lanjut.

  Pujian harus bersifat khusus. Bila anda memuji setiap anak dengan
  pernyataan umum yang sama, mereka merasa bahwa sebenarnya anda
  tidak memuji mereka. Misalnya anda berkeliling ruangan dan pada
  setiap anak, anda memberikan pujian yang sama, "Andi, gambarmu
  bagus sekali", "Voni, gambarmu bagus sekali", ketika anda sampai
  ke Mirna ia pasti tidak akan mau mendengarkan komentar anda. Namun
  bila anda berkata, "Andi, bagus sekali garis-garis yang kamu buat",
  "Voni, saya suka warna biru yang kau buat", maka Mirna akan
  mendengarkan anda bila anda berkata, "Mirna, saya senang melihat
  kamu tekun membuat titik pada kumbang itu". Itulah pujian khusus
  dan tulus yang dapat menolong anak mengetahui dengan tepat bahwa
  apa yang dilakukannya benar. Hal tesebut akan mendorong dan
  memberikan semangat kepada anak untuk dapat mengembangkan sikap
  secara positif.

  Sumber:
  Judul Buku   : Bagaimana Bercakap-cakap dengan Anak Kecil
  Judul Artikel: Bagaimana Membangun Sikap Positif pada Diri Anak
  Pengarang    : Rachel Iversen
  Penterjemah  : Dra. Lina Tresnawaty
  Penerbit     : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993
  Halaman      : 29 - 36


**********************************************************************
o/ SERBA-SERBI

                          PERTANYAAN ANAK:
                          ================
       MENGAPA KITA BERDOA AGAR KITA TIDAK MENJADI ORANG JAHAT?
       --------------------------------------------------------

  P : Mengapa kita memohon kepada Allah untuk menolong kita agar
      kita tidak menjadi orang jahat?

  J : Karena kita semua berdosa. Memang wajar bagi kita melakukan
      hal-hal yang jahat. Sehingga kita butuh pertolongan Allah untuk
      melakukan hal-hal yang baik daripada yang jahat. Allah dapat
      menolong kita, dan Dia menginginkan kita memiliki kuasa yang
      dapat menolong kita untuk mengatasi segala pencobaan. Ketika
      murid-muridnya bertanya kepada Yesus tentang bagaimana caranya
      berdoa, Dia memberikan kepada mereka apa yang kita sebut dengan
      "Doa Bapa Kami" (lihat Matius 6:9-13). Dalam doa tersebut Dia
      mengajar kepada mereka untuk berdoa, "Dan janganlah membawa
      kami ke dalam pencobaan, testapi lepaskanlah kami dari pada
      yang jahat." Ketika kita berdoa seperti kalimat dalam doa
      tersebut, kita meminta Allah untuk menolong kita untuk tidak
      menjadi dan berbuat jahat.

  Ayat Kunci:
  -----------
  "Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah
  kami dari pada yang jahat."  (Matius 6:13)

  Ayat Terkait:
  -------------
  Mazmur 51:5
  Mazmur 139:23-24
  2Korintus 13:7,9
  Efesus 6:19

  Diedit dari sumber:
  Judul Buku: 107 Pertanyaan Anak-anak tentang Doa
  Penerbit  : Betlehem Publishers, Jakarta, 1999
  Halaman   : 61


**********************************************************************
o/ STOP PRESS

             PAKET PASKAH 2002 LUAR JAKARTA - SUDAH GENAP
             ============================================

  TEMA: "... SUDAH GENAP!"
  Oleh kematian dan kebangkitan Yesus maka sudah genaplah Karya
  keselamatan Allah bagi manusia.

  Pakailah kesempatan merayakan Paskah bersama anak-anak untuk
  memberitakan bahwa Yesus mati disalib dan bangkit untuk selamanya!
  Sudah genap!

  Kami mengundang para guru Sekolah Minggu dan semua yang terbeban
  melayani anak untuk mengikuti presentasi dan seminar dengan:

  TOPIK:
  Drama Paskah Anak, Cerita Boneka Paskah, Peraga dan Cerita Paskah,
  Peraga dan Lagu Paskah, Peraga dan Ayat Hafalan Paskah, Aktivitas
  dan Permainan, dll.

  BONUS:
  o Peserta grup 3 orang dari 1 gereja akan mendapatkan 1 topi Paskah.
  o Peserta grup 5 orang dari 1 gereja akan mendapatkan 1 album stiker
    absensi.

  Bahan-bahan, Paket Paskah, Alat-alat Peraga dapat diperoleh pada
  saat seminar.

  WAKTU, TEMPAT, dan PENDAFTARAN: [untuk 6 kota]
  1. KUDUS: Rabu, 13 Februari 2002; pk. 17:30-20:30 WIB
     JKI Elim
     Jl. Pemuda 60 KUDUS, Jawa Tengah
     - Ester & Priska, Tel. (0291) 434-106, 432-834

  2. SURABAYA: Kamis, 14 Februari 2002; pk. 17:30-20:30 WIB
     Gedung Irama Mas
     Jl. Tegalsari 75 SURABAYA, Jawa Timur
     - Ibu Rosiana - Tim Pelayanan Karisma, Tel. (0812) 321-4339
     - Bapak David - Tim Pelayanan Karisma, Tel. (0818) 306-700
     - Ellen - NAT e-Family Club, Tel. (031) 546-6547
     - T.B. Maranatha, Tel. (031) 561-7018, 567-4136
     - T.B. Metanoia, Tel. (031) 592-4096

  3. BOGOR: Sabtu, 16 Februari 2002; pk. 13.00-16.00 WIB
     GKI Pengadilan
     Jl. Pengadilan 35 BOGOR, Jawa Barat
     - Ibu Liana - GKI Pengadilan, Tel. (0251) 379-152

  4. TANGERANG: Minggu, 24 Februari 2002; pk. 13:30-16:30 WIB
     Menara Dynaplast Lt. 5 (Sebelah Universitas Pelita Harapan)
     Lippo Karawaci, TANGERANG
     - City of God Ministry, Tel. (021) 546-2458
     - T.B. Metanoia Lippo Karawaci, Tel. (021) 546-1158/9

  5. BANDUNG: Rabu, 27 Februari 2002; pk. 17:30-20:30 WIB
     GIA Lengkong Besar
     Jl. Lengkong Besar 66 BANDUNG, Jawa Barat
     - GIA Lengkong Besar, Tel. (022) 423-6907
     - Ibu Priyatmi, Tel. (022) 421-7310

  6. CIREBON: Selasa, 26 Februari 2002; pk. 17:30-20:30 WIB
     Gedung Gratia
     Jl. Sudharsono 32 CIREBON, Jawa Barat
     - Toko Buku Maranatha, Tel. (0231) 201-086
       Jl. Pengampon 9, Cirebon, Jawa Barat
     - Ibu Siani, Tel. (0231) 206-162

  Ide-ide baru telah kami siapkan untuk Anda.
  Jangan lewatkan kesempatan ini!! Daftarkan diri anda segera!!

  Untuk informasi lebih lanjut, segera hubungi:
     Yayasan Domba Kecil                Tel. +62(21) 560-2630, 566-962
     Jl. Tanjung Duren Utara III E/236  Fax. +62(21) 566-8962
     Jakarta Barat 11470 - INDONESIA    ABN AMRO Bank 10.69.667

Sumber: Informasi dari Yayasan Domba Kecil <dombakecil@dr.com>


**********************************************************************
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

  Dari: Teguh Prayogo <prayogo@>
  >Shalom, ini hanya sekedar usulan. Semoga bisa diterima, jika tidak
  >saya minta maaf jika kurang berkenan. Pertama, saya mengucapkan
  >terima kasih atas beragam artikel rohani yang mendukung pelayanan
  >saya. Tetapi mengingat media yang kita pakai, apakah tidak
  >sebaiknya pengiriman artikel tidak terlalu panjang ? Mungkin bisa
  >dipecah-pecah menjadi per artikel. Sekali lagi, ini hanya usulan
  >saja. Terima kasih. Tuhan memberkati.

  Redaksi:

  Terima kasih untuk saran Anda. Tim Redaksi e-BinaAnak selalu terbuka
  untuk menerima saran maupun kritik demi peningkatan kualitas
  e-BinaAnak. Redaksi pernah mendiskusikan tentang saran anda tersebut
  dan menetapkan bahwa batasan e-BinaAnak maksimal sebesar 25K per
  edisi. Jadi panjangnya artikel ditambah bagian-bagian lain dalam
  setiap edisi e-BinaAnak kami sesuaikan dengan batasan tersebut.
  Lain kali kalau ada bahan yang terlalu panjang, kami akan berusaha
  untuk memotongnya (tentu saja jika hal tsb. memungkinkan) atau
  meringkasnya seperti yang sudah sering kami lakukan. Sekali lagi
  terima kasih untuk sarannya.


**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
**********************************************************************
        Staf Redaksi: Oeni, Ratnasari, Davida, Asih, Meilania
      Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                  Copyright(c) e-BinaAnak 2002 YLSA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org