Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/54

e-BinaAnak edisi 54 (3-12-2001)

Natal

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><

Daftar Isi:                                    Edisi 054/Desember/2001
-----------
  o/ SALAM DARI REDAKSI
  o/ BAHAN NATAL          : "Yesus ADALAH Mesias" -- Bahan PA Natal
  o/ TIPS NATAL           : Bagaimana Mengundang Anak-anak Menerima
                             Kristus
  o/ LIPUTAN SEMINAR      : "Hari Heboh" (Seminar Yayasan Domba Kecil)
  o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Supaya Modem Tidak Tersambar Petir

***********************************************************************
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi di:
Meilania <submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
***********************************************************************
o/ SALAM DARI REDAKSI

  Salam dalam kasih Kristus,

  Inti berita Natal adalah berita keselamatan dalam Yesus Kristus.
  Oleh karena itu tidak ada waktu yang lebih baik daripada saat Natal
  untuk memberitakan kabar Keselamatan itu. Marilah pada perayaan
  tahun 2001 ini, kita sebagai guru-guru Sekolah Minggu menggunakan
  kesempatan indah ini untuk menolong anak-anak Sekolah Minggu kita
  mengenal Kristus dan karya keselamatan-Nya, serta menolong anak-anak
  untuk menerima Kristus sebagai Juruselamatnya pribadi.

  Sehubungan dengan tema edisi ini, maka e-BinaAnak akan memuat bahan
  Pemahaman Alkitab Natal (untuk anak-anak Pra-Remaja) yang dapat
  dipakai untuk memberitakan Injil, "Yesus adalah Mesias". Selain
  itu, kami sajikan tips bagaimana menolong anak-anak untuk menerima
  Yesus Kristus. Sebagai kolom khusus kali ini, kami akan sajikan
  laporan hasil seminar dari Yayasan Domba Kecil untuk guru-guru
  Sekolah Minggu yang diadakan di Solo.

  Selamat mempersiapkan Natal,

  Staf Redaksi e-BinaAnak


      "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal,
    tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat
   hidup melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Yohanes 3:36)
       < http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Yoh/T_Yoh3.htm 3:36 >

**********************************************************************
o/ BAHAN PEMAHAMAN ALKITAB NATAL                   (untuk Pra-Remaja)

                         YESUS ADALAH MESIAS

Petunjuk untuk Pembina:
-----------------------
1. Bacalah Lukas 2:41-52 dan Yohanes 1:1-34 dan pelajari ayat-ayat
   di atas dengan baik.
2. Siapkan hati anda untuk memberitakan bahwa YESUS adalah MESIAS.

Latar Belakang:
---------------
Ayat NUBUATAN (janji Allah) tentang Kristus:  Yesaya 9:5
   "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah
   diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan
   namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa
   yang Kekal, Raja Damai."  (Yesaya 9:5)

Ayat PENGGENAPAN (janji Allah) tentang Kristus:  Ibrani 19:27-28
   "Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya
   untuk menanggung dosa banyak orang." (Ibrani 19:27-28)

Ayat NUBUATAN tentang Yohanes Pembaptis:  Yesaya 40:3
   "Ada suara yang berseru-seru: 'Persiapkanlah di padang gurun jalan
   untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah
   kita!" (Yesaya 40:3)

Ayat PENGGENAPAN tentang Yohanes Pembaptis:  Markus 1:3
   "Ada suara orang yang berseru-seru di padan gurun: Persiapkanlah
   jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." (Markus 1:3)

Fakta-fakta Inti Cerita:
------------------------
   Maria, ibu Yesus, seorang gadis (perawan). Maria mengandung oleh
   karena kuasa Roh Allah. Yesus Kristus itu Anak Allah, tetapi Dia
   dilahirkan di dunia ini. Seorang malaikat memberitakan kepada
   Maria bahwa bayinya harus dinamakan Yesus.

   Nama Yesus berarti Penyelamat. Yesuslah yang akan menyelamatkan
   orang-orang yang berdosa.

   Nama Kristus berarti "yang diurapi", seorang yang ditentukan Allah
   untuk pekerjaan yang khusus.

   Yesus tinggal di rumah yang sederhana bersama Maria dan Yusuf.
   Kemudian mereka juga mempunyai anak-anak lagi. Yusuf seorang tukang
   kayu dan Yesus menolong pekerjaan ayah-Nya.

   Setiap tahun Yusuf dan Maria pergi ke Yerusalem untuk merayakan
   hari Paskah. Ketika Yesus berumur 12 tahun, mereka pergi ke
   perayaan itu sesuai dengan kebiasaan; sehabis perayaan itu mereka
   pulang, tetapi mereka tidak menemukan Yesus di antara teman-teman
   serombongannya. Yesus tinggal di Yerusalem. Jadi, mereka harus
   kembali lagi ke Yerusalem dan mencari Yesus. Mereka menemukan Yesus
   di Rumah Tuhan bersama para guru agama. Semua orang yang mendengar
   Yesus berkata, "Nak, mengapa Kau lakukan ini kepada kami? Ayah-Mu
   dan ibu-Mu cemas mencari Engkau!" (Lukas 2:48).

   Yesus menjawab, "Mengapa ayah dan ibu mencari saya? Apakah ayah dan
   ibu tidak tahu bahwa saya harus ada di dalam rumah Bapa saya?"
   (Lukas 2:49). Yesus sudah tahu bahwa Dia-lah Anak Allah.

   Yesus makin besar dan bertambah bijaksana. Dia dikasihi oleh Allah
   dan disukai oleh manusia.

   Ingatlah bagaimana Nabi Maleakhi memberitahu mereka tentang
   seseorang yang akan diutus menyiapkan manusia untuk menerima
   Mesias? orang itu adalah Yohanes Pembaptis. Di dalam Alkitab kita
   baca bahwa "pada mulanya,... Sabda sudah ada... segala dijadikan
   melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satupun dijadikan tanpa
   Dia." (Yohanes 1:1-3). Alkitab mengatakan bahwa "Sabda ada bersama
   Allah dan Sabda sama dengan Allah." (Yohanes 1:29-30). Alkitab juga
   mengatakan bahwa "Sabda sudah menjadi manusia, ia tinggal di antara
   kita, dan kita sudah melihat keagungan-Nya" (Yohanes 14:1).

   Orang-orang bertanya kepada Yohanes Pembaptis, "Apakah engkau
   Mesias?" Yohanes menjawab, "Tidak."

   Yohanes berkata, "Lihat, itulah Anak Domba Allah yang menghapus
   dosa dunia. Dialah yang saya katakan akan datang... " (Yohanes
   1:29-30).

   Kemudian Yesus datang kepada Yohanes Pembaptis dan minta Yohanes
   membaptiskan Dia. Ketika Yohanes membaptiskan Yesus, Roh Allah
   nampak dalam bentuk burung merpati. Lalu, Yohanes mendengar suara
   yang berkata, "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi. Engkau menyenangkan
   hatiku." Sungguh inilah bukti bahwa Yesus adalah Mesias, Anak
   Allah. Yesuslah orang yang tidak berdosa yang akan menjadi korban
   untuk dosa-dosa manusia, dan Yesus menyenangkan hati Allah.

Pertanyaan Pemahaman Alkitab [dan Jawabannya]:
----------------------------------------------
 1. Apakah arti nama "Yesus"?                  [Penyelamat.]
 2. Apakah arti nama "Kristus"?                [Yang diurapi.]
 3. Apakah kelahiran Yesus istimewa? Mengapa?
     [Karena Dia lahir dari seorang perawan dan diberitakan
      oleh malaikat.]
 4. Apakah yang terjadi ketika Yesus berumur 12 tahun?
     [Ia pergi bersama orang tuanya ke Yerusalem untuk merayakan
      hari Paskah.]
 5. Mengapa Yesus tidak pulang bersama-sama orang tuanya?
     [Karena ia tinggal di Yerusalem dan bercakap-cakap dengan
      para guru agama.]
 6. Darimana kita tahu bahwa Yesus tahu bahwa Ia adalah Anak Allah?
     [Dari jawaban Yesus sendiri "Mengapa ayah dan ibu mencari saya?
      Apakah ayah dan ibu tidak tahu bahwa saya harus ada di dalam
      rumah Bapa saya?" (Lukas 2:49)]
 7. Siapakah yang dimaksud dengan "Sabda" oleh Yohanes 1:1-3?
     [Yesus Kristus.]
 8. Apakah Yesus sama dengan Allah?
     [Ya, Alkitab berkata, "Sabda sudah menjadi manusia, Ia tinggal
      di antara kita." (Yohanes 1:14)]
 9. Siapakah yang dimaksud dengan "Anak Domba Allah?"
     [Yesus Kristus.]
10. Bagaimana Yohanes Pembaptis membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias?
     [Ketika Yohanes membaptiskan Yesus, Roh Allah nampak dalam
      bentuk burung merpati. Lalu, Yohanes mendengar suara yang
      berkata, "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi. Engkau menyenangkan
      hatiku."]

Pertanyaan Kunci:
-----------------
Sifat-sifat Allah yang mana yang kita pelajari hari ini?

1. Allah itu Maha Kuasa -- Yesus Kristus dilahirkan seperti seorang
   manusia supaya Allah dapat menjelma ke dunia ini.
2. Allah itu Sumber Rahmat -- Allah sangat mengasihi manusia yang
   diciptakan-Nya. Walaupun mereka tidak taat kepada-Nya, dan dosa-
   dosanya sangat jahat, Allah menyediakan korban yang sempurna, yang
   tidak berdosa. Yesus sendiri menjadi korban yang diterima Allah
   untuk menghapuskan dosa manusia.
3  Allah itu Maha Benar -- Allah menepati janji-Nya sesuai yang telah
   dinubuatkan melalui para nabi, bahwa Ia akan mengutus Seseorang
   yang akan menyelamatkan manusia dari dosa.

Pertanyaan Tantangan:
---------------------
1. Apakah kamu percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan
   Allah, yang diutus ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang
   berdosa, seperti saya dan kamu?
2. Maukah kamu menerima Yesus sebagai Juruselamatmu pribadi?


[Untuk membimbing anak untuk menerima Kristus, silakan baca kolom
 Tips pada edisi ini.]

Sumber: (Bahan diedit dan ditambah)
  Judul Buku : Sampaikan Cerita Keselamatan
  Penulis    : Dell & Rachel Schultz
  Penerbit   : Lembaga Literatur Baptis
  Halaman    : 130 - 133


*********************************************************************
o/ TIPS

           BAGAIMANA MENGUNDANG ANAK-ANAK MENERIMA KRISTUS?

Sesudah mengikuti pelajaran dan guru memberikan undangan bagi anak
untuk menerima Yesus sebagai Juru selamat, dan anak menunjukkan
keinginan untuk menjawab undangan tsb. lalu bagaimana? Anjuran-
anjuran berikut ini akan membantu guru membimbing anak menerima
Kristus:

1. Berbicaralah dengan anak itu sendiri, jika mungkin.
   Kalau ia berasal dari sebuah keluarga Kristen, maka latar belakang
   dan pengertiannya akan berbeda dari seorang anak dari lingkungan
   bukan Kristen. Bahkan anak-anak dari keluarga yang sama akan
   mengalami pengalaman yang berbeda. Jadi berbicaralah secara pribadi
   dengan anak tsb. supaya memberi kesempatan kepada guru untuk
   mengajukan pertanyaan, atau membiarkan anak mengajukan pertanyaan.

2. Ajukan pertanyaan-pertanyaan kepadanya.
   Misalnya: Pernahkah engkau berbicara dengan seseorang sebelumnya
   mengenai menerima Yesus sebagai Juruselamatmu? Apakah dosa itu?
   Mengapa Yesus mati? Apa yang perlu engkau lakukan untuk menjadi
   seorang Kristen? Bagaimana bunyi ayat ini? Apa artinya? Tentu saja,
   pertanyaan-pertanyaan itu diajukan sesuai dengan kebutuhan. Beberapa
   di antara pertanyaan-pertanyaan itu mungkin tidak perlu dipakai
   sama sekali. Penggunaan pertanyaan menolong kelangsungan percakapan
   antara guru dan anak. Pertanyaan membuat anak memperhatikan apa yang
   sedang dialami. Selain itu, pertanyaan menolong guru mengetahui
   apakah si anak memahami kebenaran atau tidak.

3. Luangkan waktu dan jangan tergesa-gesa.
   Diperlukan waktu untuk berbicara dengan anak itu, mendengarkan apa
   yang hendak dikatakannya, mengajukan pertanyaan kepadanya, dan
   menjawab pertanyaannya. Seorang guru boleh saja meminta seorang anak
   untuk mengulangi doa yang diucapkannya kata demi kata dan kemudian
   memberitahu anak tersebut bahwa ia telah menjadi seorang Kristen.
   Selama beberapa waktu anak tersebut anak berpikir bahwa itulah
   pengalaman keselamatannya. Akan tetapi maksud utama bukanlah supaya
   anak itu melakukan tindakan-tindakan tertentu, tetapi untuk menolong
   dia mengerti arti kematian Kristus baginya, dan untuk menolong dia
   benar-benar menerima Kristus sebagai Juruselamat.

4. Gunakan Alkitab.
   Jika anak itu memiliki sebuah Alkitab, sebaliknya Alkitab itu yang
   dipakai. Biarkan anak membaca ayat-ayat itu sendiri. Jika anak tidak
   bisa membaca, guru dapat membacakannya untuk dia. Ayat-ayat harus
   dibaca dan diterangkan satu demi satu. Kalau Alkitab yang dibawa
   oleh anak itu adalah miliknya sendiri, maka ayat-ayat dapat digaris-
   bawahi atau dicatat di halaman depan. Cara lain ialah meletakkan
   potongan kertas pada halaman di mana ayat-ayat itu terdapat. Hal ini
   akan menolong anak itu menemukan kembali ayat-ayat tersebut. Gunakan
   ayat secukupnya saja. Jika terlalu banyak ayat dipakai, anak akan
   bingung. Ada ayat-ayat yang dapat digunakan antara lain: Kis. 16:31;
   Rom 10:9-10. Guru harus mengetahui ayat- ayat tsb. agar dapat
   memilih ayat mana yang paling cocok untuk anak itu.

5. Mintalah anak itu berdoa.
   Jangan heran jika ia berkata, "Saya tidak tahu apa yang harus saya
   katakan." Bicarakan hal itu dengan dia, mungkin dengan menggunakan
   lagi pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah engkau akan memberitahu
   Yesus bahwa engkau menyesal akan dosa-dosamu? Apakah engkau ingin
   memohon agar Dia mengampunimu? Apakah engkau ingin mengatakan
   kepada-Nya bahwa engkau percaya bahwa kematian-Nya di kayu salib
   adalah bagimu? Setelah beberapa pertanyaan, anak itu mungkin siap
   untuk berdoa. kalau tidak, ia boleh mengulangi doa guru, kata demi
   kata. Jika ia dan gurunya telah membicarakan semuanya, ia akan
   mengerti dengan lebih baik apa yang sedang diucapkannya. Banyak kali
   setelah pembicaraan pendek dengan guru, maka anak akan merasa lebih
   tenang dan akan bisa berdoa sendiri.

6. Berbicara lebih lanjut dengan dia.
   Ajukan pertanyaan lain kepadanya: Apa yang baru saja engkau lakukan?
   Apakah Yesus mengampuni dosa-dosamu? Bagaimana engkau tahu? Jika
   seseorang bertanya kepadamu apakah engkau seorang Kristen, bagaimana
   jawabmu? Bagaimana engkau tahu? Sarankan anak itu untuk menggunakan
   Alkitabnya ketika ia menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, karena
   penting bagi anak untuk dapat menjawab pada waktu gurunya tidak
   mendampingi.

7. Ingatlah anak itu.
   Apabila seorang anak menerima Kristus sebagai Juruselamatnya,
   pekerjaan guru belum selesai. Suatu pekerjaan besar baru saja
   dimulai. Anak tersebut perlu diberi pelajaran. Ia harus dikunjungi.
   ia perlu belajar dan diberi pelajaran. ia harus dikunjungi. Ia perlu
   belajar berdoa, membaca Alkitabnya, dan menjalani kehidupan yang
   berkenan pada Allah. Banyak anak yang menerima Kristus disuruh pergi
   dengan kata-kata begini "Sekarang engkau adalah seorang Kristen.
   Engkau harus berdoa dan membaca Alkitabmu setiap hari." Hanya itulah
   bimbingan lanjutan yang ia peroleh dari orang yang menuntun dia
   kepad Kristus. Hal itu kurang tepat. Rasul Paulus bahkan tidak
   memperlakukan orang dewasa dengan begitu enteng. Rasul Paulus
   menulis kepada mereka; ia berdoa bagi mereka ia mengajar mereka;
   ia mengutus orang-orang lain mengunjungi mereka; ia sendiri pergi
   mengunjungi mereka.


Sumber: (Bahan diedit)
  Judul Buku : Menerangkan Keselamatan kepada Anak-anak
  Penulis    : Marjorie Soderholm
  Penerbit   : Penerbit Gandum Mas, Malang
  Halaman    : 30 - 33


*********************************************************************
o/ LIPUTAN SEMINAR DARI YAYASAN DOMBA KECIL

Seperti pernah diumumkan pada e-BinaAnak y.l. bahwa Yayasan Domba
Kecil mengundang guru-guru Sekolah Minggu dari berbagai gereja dan
denominasi untuk mengikuti seminar Paket Natal 2001 yang diadakan di
enam kota di P. Jawa. Pada salah satu seminar itu Redaksi e-BinaAnak
mendapatkan kesempatan untuk meliput acara pertemuan tsb. Berikut
ini adalah laporan liputan dari acara tsb. Selamat menyimak.

         LIPUTAN SEMINAR PAKET NATAL 2001 YAYASAN DOMBA KECIL

                              HARI HEBOH
                              ==========

Di Solo, Yayasan Domba Kecil bekerjasama dengan Gereja Bethel Injil
Sepenuh (GBIS) Kepunton Solo telah menyelenggarakan Presentasi dan
Seminar Sehari pada hari Senin, tanggal 26 November 2001, mulai pukul
18.00 - 21.30 WIB. Seminar tersebut dihadiri sekitar 100 guru Sekolah
Minggu, perwakilan dari berbagai denominasi gereja di Solo.

   "HARI HEBOH" diangkat menjadi tema Natal karena kelahiran Tuhan
   Yesus telah membuat "kehebohan" baik di Surga, bumi bahkan di
   neraka. Di Surga, terjadi "kehebohan" karena para Malaikat 'heran'
   mengapa Bapa di Surga mengijinkan Anak-Nya yang tunggal turun ke
   bumi. Namun mereka tahu bahwa Allah punya rencana, maka para
   malaikat sibuk menyiapkan kelahiran Anak Allah ini dengan
   memberitakan sukacita ini kepada para gembala.

   Kelahiran Kristus di bumi juga menjadi "kehebohan", khususnya bagi
   ketiga orang Majus karena mereka melihat sebuah bintang yang
   bersinar besar dari Timur yang menandakan hadirnya seorang raja.
   Karena itu mereka sibuk menyiapkan hadiah bagi sang Raja yang baru
   lahir. Para gembala pun juga mengalami "kehebohan" karena
   dikejutkan oleh Malaikat Tuhan yang datang kepada mereka dan
   memberitakan Kabar Baik itu.

   Di neraka, "kehebohan" pun terjadi, karena iblis bingung dan
   bertanya-tanya siapakah yang baru lahir ini? Akanlah Ia menjadi
   musuh yang sangat berkuasa?

Demikianlah kira-kira pengantar dari Ibu Tanti yang membuka seminar
Paket Natal "Hari Heboh". Acara yang semula direncanakan selesai
pukul 20.30 WIB, ternyata mundur sampai pukul 21.30 WIB. Namun tidak
ada peserta yang merasa dirugikan, bahkan sebaliknya sangat beruntung
karena mereka mendapat lebih banyak berkat. Peserta yang hadir
mewakili berbagai denominasi gereja di Solo tsb. merasa sangat puas
karena mereka merasa disegarkan dengan semangat penginjilan dan
dengan banyak ide dan bahan-bahan yang menarik yang dapat dipakai di
gereja masing-masing.


Materi Seminar:
---------------
Materi yang disampaikan dalam Seminar tsb. cukup banyak. Mulai dari
lagu Natal, cerita Natal, ayat hafalan Natal, ide hadiah Natal,
cerita boneka Natal, dan juga drama Natal. Selain isi materi, hal
yang bagus yang didapat pada malam itu adalah kreativitas metode
pengajaran yang dibawakan. Hal ini pasti menolong banyak guru untuk
mengembangkannya di tempat mereka mengajar. Berikut ini adalah
beberapa penjelasan singkat tentang materi yang dibahas;

LAGU NATAL
  Ibu Tanti mengajak kira-kira 100 guru Sekolah Minggu yang hadir pada
  acara itu untuk bersama-sama memperagakan berbagai lagu-lagu Natal
  yang telah biasa dikenal oleh anak-anak, misalnya "Selamat Hari
  Natal", "S'lamat-s'lamat Datang", dan pujian-pujian lain diajarkan
  dengan menggunakan alat peraga lagu yang menarik yang berisi teks
  lagu dan gambar-gambar yang dapat digerak-gerakkan, sehingga
  menolong anak-anak memberi perhatian penuh kepada pemimpin pujian.

CERITA NATAL
  Dalam seminar ini juga ditunjukkan cara menyampaikan cerita Natal
  agar anak-anak memberikan perhatian penuh dan tidak bosan. Selain
  menggunakan alat peraga yang kreatif, diperagakan juga bagaimana
  dapat bercerita dengan baik dan menarik dengan menggunakan berbagai
  macam suara sesuai dengan karakter yang ada dalam cerita. Ada tiga
  cerita yang dibawakan, satu cerita Alkitab mengenai kelahiran Yesus,
  dan dua cerita bebas yang menceritakan tentang Simon si Narapidana,
  dan cerita mengenai hadiah Natal Kartini dan Kartina.

AYAT HAFALAN NATAL
  Cara menghafal ayat pun ditunjukkan dengan menggunakan alat peraga.
  Selama ini kebanyakan SM menghafalkan ayat hanya dengan membuka
  Alkitab dan membacanya. Dengan menggunakan alat peraga yang menarik
  guru dapat membuat anak cepat menghafal dan tidak mudah melupakannya.
  Dalam presentasi ini juga diajarkan tentang bagaimana menjadikan
  acara menghafal ayat sebagai acara yang menyenangkan dan mengesankan
  bagi anak-anak Sekolah Minggu. Salah satu caranya adalah dengan
  menggunakan alat peraga dimana ayat hafalan dituliskan di karton
  besar, diberi gambar, warna dan bentuk yang sesuai dengan ayat
  hapalan tersebut.

IDE HADIAH NATAL
  Para peserta juga diberi ide-ide tentang hadiah Natal untuk ASM.
  Yayasan Domba Kecil membawa banyak pernak-pernik produk dari Domba
  Kecil yang dapat dijadikan alternatif, seperti kalender yang unik
  juga menarik (dikemas dalam Kotak CD dengan gambar foto ASM dan
  pelayanan Domba Kecil), memo, gantungan pintu, tas, kaos, alat tulis,
  pembatas Alkitab, alas lilin, permainan rohani, dll.

CERITA BONEKA NATAL
  Bila ada SM yang ingin menampilkan Panggung Boneka, dalam seminar ini
  diberi pula beberapa tips dalam memainkan boneka. Beberapa peserta
  diberi kesempatan untuk mencoba memperagakan boneka dan menampilkan
  sebuah cerita. Satu tips yang diberikan Ibu Tanti adalah tidak tampil
  secara "life" tetapi terlebih dahulu merekam cerita boneka itu dalam
  kaset. Selain itu para peserta juga diberi tips tentang bagaimana
  cara meperagakan sebuah boneka. Beberapa guru Sekolah Minggu mendapat
  kesempatan memainkan boneka tersebut, namun karena sebagian besar
  belum berpengalaman, maka penampilan mereka di panggung boneka
  memancing tertawa banyak peserta. Namun hal itu justru membuat
  suasana menjadi akrab dengan gelak tawa.

DRAMA NATAL
  Musikal drama pun bisa menjadi alternatif pementasan Natal. Peserta
  diberi contoh tentang sebuah musikal drama yang telah direkam dalam
  kaset VCD. Seluruh peserta dapat menyaksikannya dan mendapat ide-ide
  baru untuk dikembangkan.

Sangat banyak berkat yang didapatkan dalam mengikuti acara seminar
Paket Natal 2001 ini. Guru Sekolah Minggu mendapat banyak masukan dan
ide bagaimana merayakan Natal dan membuat perayaan Natal menjadi
berkesan bagi ASM. Namun ada satu pesan penting yang disampaikan oleh
Ibu Tanti, yaitu bagaimanapun menariknya aktivitas dan cerita yang
disampaikan, guru Sekolah Minggu tidak boleh sekedar menjadi "tukang
dongeng" atau "tukang cerita", tapi harus menjadi "Penginjil".
Inti Natal adalah Berita Injil, dan itulah yang harus disampaikan
oleh setiap guru Sekolah Minggu.

Demikianlah liputan kami, kiranya menjadi berkat.

Oleh: Staf Redaksi e-BinaAnak -- Evie dan Natalia

*********************************************************************
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

Kiriman oleh: "J. Widjanarko" <wrukma@>
Subject     : Tips supaya Modem tidak tersampar petir

 >Dear All,
 >
 >Hanya ingin bagi pengalaman aja, soal modem dan perawatannya
 >sehubungan dengan petir. Mungkin modemnya ibu Meilania rusak karena
 >sambaran petir seperti yang saya alami.
 >
 >Dalam kondisi musim hujan yang kadang disertai oleh petir macam ini,
 >saya sarankan agar kabel telp. anda dicopot dari komputer, bila
 >sedang tidak dipakai. Dan sebaiknya hindari pemakaian komp. jika ada
 >hujan disertai petir. Hal ini untuk mencegah terjadinya sambaran
 >petir ke komputer anda, terutama modem. Hal ini bahkan bisa terjadi
 >dalam kondisi komputer mati.
 >
 >Saya dua kali mengalami sambaran petir di modem saya (satu di rumah
 >satu di kantor). Dan dua duanya (modem) tidak dapat diselamatkan
 >lagi alias harus beli baru :-). Hal ini dimungkinkan (menurut orang
 >yang tahu soal ini) karena walau dalam kedaan mati (tapi stop kontak
 >tertancap), mother board computer tidak benar-benar mati. Jadi masih
 >dimungkinkan terjadinya hantaran listrik arus tinggi via kabel telp.
 >Sedang untuk kabel listrik, kebanyakan rumah sekarang sudah dipasang
 >kabel "Grounding" yang baik. Sehingga sambaran listrik yang riskan
 >saat ini kebanyakan via kabel telp.
 >
 >Soal anti petir di modem, hati-hati ketipu. Ada yang menjual modem
 >dengan anti petirnya cuma selisih 50 ribu dengan yang tanpa anti
 >petir. Menurut beberapa orang itu antipetir-antipetiran. Soalnya,
 >harga anti petirnya sendiri sudah hampir 350-400 ribu. Jadi kalau
 >mau, ya beli khusus anti petir. Tapi gimanapun toh lebih baik kabel
 >telp. dicopot kalau pas hujan.
 >
 >GBU
 >JONATHAN

 Redaksi:
 Untuk Sdr. J. Widjarnako, terima kasih banyak untuk kirimannya.
 Mudah-mudahan tips anda ini dapat menolong para pembaca e-BinaAnak
 agar tidak mengalami masalah dengan modemnya. Tuhan memberkati.
[Dan kpd Meilania.... if only you had read this before the storm ;-)]


*********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Lyris:  http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaAnak
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
*********************************************************************
      Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
            Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                 Copyright(c) e-BinaAnak 2001 YLSA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org