Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/22

e-BinaAnak edisi 22 (22-2-2001)

Mengenal Anak Madya (Umur 9-11 Tahun)

      ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pelayan Anak  <><

Daftar Isi:                                    Edisi 022/Pebruari/2001
-----------
     o/ SALAM DARI REDAKSI
     o/ ARTIKEL              : Mengenal Anak Madya (Umur 9-11 tahun)
     o/ TIPS MENGAJAR        : Pentingnya Literatur Kristen
     o/ AKTIVITAS            : Aktivitas Menarik Untuk Anak Madya
     o/ DOA                  : Apakah Allah Menghendaki Kita Berdoa
                                untuk Teman-teman Kita?
     o/ STOP PRESS           : Edisi Khusus PASKAH
     o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Informasi tentang buku cerita anak

***********************************************************************
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi di:
Meilania <submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
***********************************************************************

o/ SALAM DARI REDAKSI

   Salam Sejahtera dalam Kristus,

   Mengajar anak Madya (umur 9-11) merupakan hal yang menyenangkan,
   karena mereka senang belajar hal-hal yang baru. Perkembangan tubuh
   dan mentalnya membuat dia lebih mandiri dan tidak tergantung pada
   keluarga seperti waktu mereka masih kecil. Oleh sebab itu mereka juga
   menyukai kebebasan baru yang diberikan kepadanya. Doronglah setiap
   anak agar dapat menemukan dirinya sebagaimana Tuhan menciptakan
   mereka. Jika anda memiliki kesempatan untuk mengajar anak Madya,
   belajarlah baik-baik dan layanilah mereka dengan serius, karena anda
   dapat membawa pengaruh besar dalam hidup mereka. Tapi kalau anda
   mengajar sembarangan dan tidak bertanggung jawab maka pengaruh
   buruklah yang akan didapatkan. Oleh karena itu mintalah hikmat dan
   kekuatan dari Tuhan agar anda dapat membimbing mereka dengan benar.

   Selamat melayani!

   Staf Redaksi e-BinaAnak

   "Biarkanlah anak-anak itu datang padaKu, jangan menghalang-halangi
          mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya
                     Kerajaan Allah." (Markus 10:14)
        < http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Mar/T_Mar10.htm 10:14 >

***********************************************************************
o/ ARTIKEL

                  MENGENAL ANAK MADYA (UMUR 9-11 TAHUN)
                  =====================================

   Ciri-ciri yang menonjol pada anak Madya adalah keberanian, keinginan
   mencari pengalaman baru, memuja pahlawan, senang mengumpulkan atau
   mengoleksi benda-benda tertentu, haus buku bacaan dan senang
   berkelompok dengan teman-teman yang sejenis. Berikut ini kita akan
   membahas ciri khasnya secara jasmani, mental, emosi, sosial dan
   rohani serta penerapan praktisnya dalam mengajar Sekolah Minggu.

   A. CIRI KHAS SECARA JASMANI
   ---------------------------
   1. Pada umumnya keadaan kesehatan cukup baik, tidak mudah terserang
      penyakit karena daya tahan tubuh semakin kuat, dan memiliki
      selera makan yang cukup besar. Ini adalah saat yang tepat bila
      Sekolah Minggu mengadakan berbagai kegiatan outdoor, seperti:
      camp, berkemah, atau piknik ke luar kota. Hanya pastikan bahwa
      ada Tim Kesehatan dan Tim Konsumsi yang mendampingi rombongan
      saat bepergian. Biasanya pada usia ini anak-anak telah diijinkan
      pergi menginap satu atau dua hari dengan pengawasan orang dewasa.

   2. Pada umumnya mereka cukup aktif dan penuh semangat, serta senang
      melakukan kegiatan yang sulit dan bersifat menantang. Tapi, ada
      beberapa perbedaan perilaku antara anak laki-laki dan perempuan.
      Pada saat bermain, anak laki-laki lebih kasar daripada anak
      perempuan. Mereka suka melompat atau berlari sambil berteriak-
      teriak, sedangkan anak perempuan suka berbisik-bisik dan tertawa
      cekikikan bersama.

   3. Pada usia ini pertumbuhan fisik dan psikologis anak perempuan
      pada umumnya lebih cepat daripada anak laki-laki. Selain terlihat
      memiliki badan yang lebih besar, anak perempuan juga terlihat
      "lebih dewasa". Tidak jarang anak perempuan pada usia ini
      menganggap teman laki-laki sebayanya bersifat kekanak-kanakan, dan
      sebagian dari mereka sudah mulai timbul ketertarikan pada lawan
      jenis, khususnya yang lebih tua karena dianggap lebih dewasa.

   B. CIRI KHAS SECARA MENTAL
   --------------------------
   1. Suka mengoleksi benda-benda seperti perangko, gambar, stiker, dan
      benda-benda kecil lainnya. Arahkanlah mereka untuk memiliki hobi
      yang baik, misalnya menghargai karya seni, membaca buku, dll.

   2. Daya kreativitas mereka tinggi. Berikanlah aktivitas belajar yang
      bersifat kreatif, misalnya penyelidikan Alkitab, cerdas tangkas,
      diskusi, dsb.

   3. Mulai bisa berfikir secara logis. Kini mereka tidak terlalu suka
      berkhayal (berimaginasi) melainkan bersikap lebih konkret. Untuk
      itu dalam mengajar gunakan metode yang dapat merangsang pikiran
      mereka.

   4. Memiliki daya ingat yang tajam dan baik. Mereka dapat menghafal
      nama-nama tokoh maupun tempat yang terdapat dalam Alkitab. Mereka
      juga dapat menghafal ayat-ayat Alkitab dengan baik. Sayangnya,
      mereka cepat bosan bila mendengarkan cerita yang sama atau diulang-
      ulang. Oleh karena itu, guru harus kreatif dalam menyampaikan
      Firman Tuhan, ajak mereka berpartisipasi supaya tidak bosan.

   5. Dapat membaca dengan baik dan pada umumnya anak-anak usia 9-11
      tahun haus serta gemar akan berbagai bacaan. Inilah saat yang
      paling tepat untuk memberikan berbagai jenis buku umum maupun
      rohani yang baik kepada mereka, misalnya Alkitab yang bergambar
      atau yang dirancang khusus untuk anak-anak, cerita tokoh Alkitab,

      cerita-cerita teladan, dll.

   6. Pada usia ini ketrampilan seorang anak, perbedaan, kekuatan,
      serta kelemahan pribadinya mulai terlihat jelas. Ia, sebagaimana
      orang dewasa, sadar akan hal ini. Anak yang berlaku aneh akan
      dikucilkan teman-teman sekelompoknya. Guru harus peka terhadap
      keberadaan setiap anak, bantulah mereka untuk meningkatkan
      kelebihan-kelebihan yang ada. Sebaliknya bantu juga anak untuk
      menerima kelemahannya tetapi tetap diterima dan dikasihi
      sebagaimana mereka adanya.

   C. CIRI KHAS SECARA EMOSI
   -------------------------
   1. Suka humor. Pada saat mengajar sertakan humor-humor ringan, tapi
      jangan sampai keterusan (harus terkendali), karena biasanya mereka
      cenderung menimpali dan mengembangkan humor anda sehingga suasana
      menjadi tidak tertib.
   2. Kadang-kadang memiliki perasaan yang tersembunyi, namun karena
      mereka sudah bisa mengendalikan diri (dan menutup-nutupi), mereka
      bisa berpura-pura seolah tidak ada masalah yang mengganggu diri
      mereka. Untuk tipe anak yang agresif, perilaku memberontak mereka
      dapat dengan mudah diketahui dan karenanya mereka cenderung
      dianggap sebagai anak yang sulit/nakal. Padahal, tidak sedikit
      anak yang pendiam ternyata menyimpan masalah yang lebih serius
      dibanding anak yang agresif tsb. Oleh karena itu, berikanlah
      perhatian yang cukup pada masing-masing anak dan ajaklah mereka
      untuk terbuka terhadap Tuhan.

   D. CIRI KHAS SECARA SOSIAL
   --------------------------
   1. Anak-anak Madya lebih suka bergaul dengan teman sebayanya
      dibanding dengan orang tua maupun gurunya. Meski demikian, guru
      sekolah, guru Sekolah Minggu, dan pemimpin perkumpulannya adalah
      orang-orang yang dianggapnya penting dan dihormati.

   2. Suka bergaul dengan teman sejenis dan ada kecenderungan untuk
      "anti" dengan lawan jenis (mis.: tidak mau duduk berdampingan).
      Untuk itu sewaktu mengadakan diskusi, permainan, atau aktivitas
      kelompok, bagilah menjadi kelompok putra dan kelompok putri.

   3. Setia pada kelompoknya dan menganggap kelompoknya sebagai sesuatu
      yang istimewa. Bagi anak-anak usia 9-11 tahun, pendapat dan sikap
      kelompoknya terhadap segala sesuatu amat penting. Mereka juga
      kadang bersikap seolah-olah sedang melakukan sesuatu yang
      misterius dan terlarang bersama dengan anggota-anggota kelompoknya
      (padahal sebenarnya tidak, mereka hanya sedang mengekspresikan
      rasa bangga terhadap kelompoknya).

      Untuk itu, penting sekali bagi Guru untuk menciptakan semangat
      persatuan dan kesatuan di dalam kelasnya, bila perlu lakukan
      berbagai aktivitas yang "misterius". Misalnya: membuat rencana
      rahasia untuk mengunjugi para pendeta saat hari Natal, atau
      berpura-pura menjadi sekelompok detektif yang sedang melakukan
      penelitian sosial (mengerjakan kliping mengenai kondisi anak
      terlantar, anak jalanan, atau anak yatim piatu) kemudian bersama-
      sama merencanakan pelayanan sosial bagi anak-anak tsb.

   4. Semangat berkompetisi pada anak usia 9-11 tahun tinggi sekali.
      Pada waktu bertanding, mereka seringkali memperlihatkan interaksi
      yang bersifat negatif, seperti melontarkan komentar yang bernada
      permusuhan, berbuat curang, dan berusaha untuk menghalangi atau
      mendominasi satu sama lain. Dalam taraf tertentu hal ini wajar,
      namun guru harus dapat menetralisir kalau kompetisi itu menjadi
      sangat agresif, yaitu dengan memberi pengertian dan peringatan.

   5. Suka bergurau, termasuk mungkin menertawakan orang lain. Untuk
      itu arahkan mereka pada gurauan yang sehat, dan yang tidak melukai
      atau menyinggung perasaan orang lain.

   E. CIRI KHAS SECARA ROHANI
   --------------------------
   1. Sudah mulai memahami konsep keselamatan. Masa ini merupakan masa
      yang baik untuk mempersiapkan anak menerima Yesus sebagai Tuhan
      dan Juruselamat, sebelum mereka memasuki masa remaja yang
      bergejolak. Untuk itu ajaklah mereka berbicara tentang keselamatan
      dengan serius.

   2. Memuja tokoh-tokoh pahlawan. Karena itu cerita Alkitab tentang
      kepahlawanan seperti Daud, Daniel, Debora, dsb. akan menarik
      perhatian mereka. Tapi, perlu diingat juga bahwa berbagai tokoh
      komik, film, atau para penyanyi dan bintang film juga bisa menjadi
      tokoh idola mereka. Guru perlu memperluas wawasannya sendiri
      terhadap berbagai buku atau film yang digemari anak-anak di
      lingkungannya.

   3. Masa ini merupakan masa untuk membentuk kebiasaan yang baik pada
      mereka, seperti membaca dan menggali Alkitab, berdoa, melakukan
      saat teduh, serta bersaksi.

   4. Dapat menerima pengajaran Alkitab yang agak mendalam. Ajarlah
      anak dengan memberikan contoh pengalaman hidup yang nyata dan
      ajarlah mereka mengaplikasikannya dalam pengalaman hidup pribadi.

   5. Memperhatikan keselamatan jiwa orang lain. Untuk itu doronglah
      mereka membawa keluarga dan teman-teman untuk percaya kepada
      Tuhan. Untuk itu berikan sedikit ketrampilan praktis bagaimana
      bersaksi tentang kasih Tuhan kepada orang lain.

   6. Keadilan dan kasih sayang merupakan dua hal yang sangat ampuh
      untuk memenangkan hati anak-anak usia 9-11 tahun ini. Mereka
      sangat kagum dengan orang-orang yang memiliki prinsip hidup yang
      tegas yang dapat membimbing mereka ke dalam kebenaran.

   Demikian ciri khas anak Madya secara jasmani, mental, emosi, sosial
   dan rohani serta beberapa penerapan praktisnya. Kiranya hal ini
   dapat menolong anda untuk mengenal dan mengajar anak Madya.

   Bahan ini diambil dan diedit dari:
   Judul Buku: Pembaruan Mengajar
   Penulis   : Dr. Mary Go Setiawani
   Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
   Halaman   : 21-22

***********************************************************************
o/ TIPS MENGAJAR

           PENTINGNYA LITERATUR KRISTEN (DALAM PELAYANAN ANAK)

   Kesukaan anak Madya (9-11 tahun) pada buku-buku merupakan kesempatan
   yang sangat baik untuk membina kerohanian mereka. Inilah saat yang
   tepat untuk menanamkan kegemaran dan kebiasaan membaca pada anak,
   khususnya membaca Alkitab dan buku-buku rohani yang baik.

   Akan sangat bermanfaat apabila Sekolah Minggu menyediakan berbagai
   buku, majalah dan komik rohani yang dapat dibaca atau dipinjam oleh
   anak-anak Sekolah Minggu. Akan lebih baik lagi, bila Sekolah Minggu
   menerbitkan sendiri majalah atau buletin SM, supaya dapat menjadi
   alternatif bacaan yang menarik bagi anak-anak, asal dikemas dan
   dikelola dengan baik. Demikian pula berbagai buku aktivitas, bahan
   saat teduh, maupun traktat untuk anak-anak usia Madya.

   Mengingat kemampuan berpikir kritis anak-anak usia 9-11 tahun, Guru
   Sekolah Minggu harus mempersiapkan diri dengan baik, khususnya dalam
   memberikan wawasan dan penjelasan mengenai kebenaran Firman Tuhan.
   Ini merupakan saat yang tepat untuk menanamkan dasar pemahaman yang
   benar terhadap Alkitab sebagai Firman Tuhan. Paling tidak, Guru SM
   sendiri harus mengetahui bagaimana proses penulisan dan penyalinan
   Alkitab, mengapa Alkitab ditulis, siapa saja yang menjadi penulis
   Alkitab, bagaimana Alkitab diterjemahkan hingga sampai ke tangan
   kita, dsb.

   Selain itu, Guru juga dapat mengajak Anak memanfaatkan Alkitab dan
   buku-buku penunjang lainnya (konkordansi, kamus Alkitab, peta, dsb.)
   sebagai bahan untuk belajar Firman Tuhan. Mereka pada dasarnya suka
   meneliti dan menggali sebuah kebenaran, meski tetap membutuhkan
   pendampingan dari orang dewasa. Bila Guru dapat mengarahkan dengan
   baik serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, anak akan
   tumbuh dengan kecintaan akan Firman Tuhan dan mereka akan belajar
   secara aktif.

   Buku-buku rohani (fiksi, kesaksian, biografi, tokoh-tokoh Kristen,
   dsb.) dan buku bacaan sekuler yang baik (tokoh dunia, pengetahuan,
   sejarah, dsb.) juga sangat bermanfaat bagi perkembangan kepribadian
   seorang anak. Apa yang dibaca oleh anak-anak ini akan meresap ke
   dalam dirinya. Oleh karena itu penting sekali Guru mengarahkan dan
   menyarankan bacaan-bacaan yang baik. Hal ini tentunya tidak bisa
   terjadi bila Guru sendiri tidak gemar membaca.

   Di bawah ini ada kesaksian dari beberapa orang Kristen mengenai
   pentingnya literatur/bahan bacaan yang baik pada masa kanak-kanak:

   1. Dulu saya sangat menyukai kertas-kertas bacaan yang saya peroleh
      dari Sekolah Minggu dan kertas-kertas bacaan tersebut benar-benar
      berpengaruh di dalam hidup saya. Saya ingin menjadi seperti
      orang-orang yang saya baca kisahnya pada kertas-kertas tersebut.

   2. Saya senang membaca majalah Sekolah Minggu dan buku-buku Kristen
      walaupun saya tidak sepenuhnya mengerti tentang rencana
      keselamatan yang disediakan Allah bagi manusia. Saya tidak bisa
      ingat kapan persisnya saya mulai membaca literatur-literatur itu,
      tetapi saya ingat benar bahwa cerita-cerita tsb. membuat saya
      lebih sadar tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan
      oleh anak-anak.

   3. Perpustakaan gereja kami memiliki beberapa rak panjang yang
      berisi buku-buku Kristen. Selama musim panas, saya kadang-kadang
      membaca sampai sepuluh buku setiap minggunya. Ada buku-buku
      pengabaran Injil bagi anak-anak, sejumlah literatur remaja yang
      bersifat sekuler namun baik, dan sejumlah besar serial cerita-
      cerita Kristen bagi anak-anak. Buku-buku tsb. membantu membentuk
      sebagian besar dari standar hidup saya.

   4. Literatur Kristen banyak mempengaruhi hidup saya. Saya telah
      membaca banyak sekali buku fiksi Kristen dan biografi Kristen,
      dan kesan yang saya peroleh dari bacaan-bacaan itu memainkan
      peranan penting di dalam hidup saya.

   5. Literatur mempunyai pengaruh yang besar pada diri saya, karena
      saya membaca apa saja - baik atau buruk. Saya tahu benar bahwa
      literatur anak-anak mempengaruhi saya sampai suatu taraf
      tertentu, terutama cerita-cerita anak yang mengisahkan tentang
      anak-anak yang memutuskan untuk melakukan kehendak Tuhan.

   Demikian beberapa kesaksian mengenai pentingnya buku rohani dan buku
   bacaan yang baik bagi anak-anak, kiranya hal ini dapat mendorong Guru
   Sekolah Minggu untuk menyediakan buku bacaan yang berkualitas pada
   anak-anak SM.

   Bahan diambil dan diedit dari:
   1. Judul Buku: Penyelidikan Anak
      Penulis   : Myer Pearlman
      Penerbit  : Gandum Mas, Malang.
      Hal       : 46-48

   2. Judul Buku: Ketika Anak Anda Bertumbuh
      Penulis   : Margareth Bailey Jacobsen
      Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
      Halaman   : 184-212

***********************************************************************
o/ AKTIVITAS

                  AKTIVITAS MENARIK UNTUK ANAK MADYA
                  ==================================

   Mengingat usia anak madya (9-11 tahun) adalah kelompok usia terakhir
   di kelas Sekolah Minggu, maka ini adalah kesempatan terakhir pula
   bagi Guru Sekolah Minggu untuk menanam dan menguatkan iman mereka
   sebelum mereka memasuki usia pra-remaja. Berikut ini beberapa
   aktivitas menarik yang dapat membantu mereka mengenal alat-alat
   yang berguna untuk mempelajari Alkitab sendiri.

   1. Belajar menggunakan Kamus Alkitab (Bible Dictionary)
   -------------------------------------------------------
   Perkenalkan kepada mereka salah satu Kamus Alkitab (usahakan yang
   dilengkapi dengan gambar atau foto berwarna). Jelaskan apa gunanya
   dan bagaimana menggunakannya dengan memberikan contoh.

   2. Belajar dengan menggunakan Peta
   ----------------------------------
   Contoh: Mengikuti perjalanan pelayanan Paulus. Gunakan Peta Alkitab
   untuk menelusuri kota-kota dimana Paulus pernah datangi lalu
   bandingkan dengan Peta Umum (dimana lokasinya, dulu namanya apa,
   sekarang dikenal sebagai kota apa, bagaimana kondisi kota tsb. pada
   jaman itu, dan bagaimana kondisinya saat ini, dsb.).

   3. Belajar dari Buku Sejarah
   ----------------------------
   Terlebih dulu Guru harus memilih peristiwa apa yang akan dibahas,
   misalnya: Kehidupan Musa. Ajak anak-anak untuk mempelajari dan
   mencatat dari Alkitab berbagai fakta sejarah mengenai kehidupan Musa,
   misalnya: nama negara, kota, tempat (Mesir, Pitom & Ramses, Gosyen),
   sungai (Nil), peristiwa (membangun kota perbekalan), dsb. Lalu ajak
   anak membaca sejarah mengenai Mesir pada masa itu (siapa yang
   memerintah, bagaimana kehidupan raja vs budak, dsb)

   4. Belajar dengan menggunakan Foto/Gambar
   -----------------------------------------
   Persiapkan beberapa foto/gambar yang anda miliki, seperti: foto
   Taman Getsemani, Sungai Yordan, Bukit Golgota, dsb. - semua ini bisa
   didapatkan di toko buku Kristen atau dengan membawa Kamus Alkitab
   (Bible Dictionary). Ajak anak memainkan permainan: "Di manakah aku?"
   dengan memberi pertanyaan yang mengarah supaya anak dapat menebak
   tempat yang anda maksud. Bila anak dapat menjawab dengan benar,
   tunjukkan foto tempat yang dimaksud.

   5. Belajar dengan menggunakan Film
   ----------------------------------
   Seringkali peristiwa yang tertulis di Alkitab "kurang hidup" atau
   "kurang menarik" karena bahasa yang digunakan tidak seperti karangan
   novel atau cerita detektif. Dengan melihat film mengenai peristiwa
   yang tertulis di Alkitab mungkin bisa menolong memperkaya pemahaman
   anak akan peristiwa tsb. Mis.: film Kehidupan Tuhan Yesus, Musa, dsb.

   Ada juga film-film yang sifatnya pengajaran dengan menggunakan
   pendekatan ilmiah dan sejarah, misal: menjelaskan apakah hujan api
   dan belerang yang terjadi di Sodom dan Gomora benar-benar terjadi,
   bagaimana dengan peristiwa air bah, dsb.

   Selamat mencoba!
                                                             Tim redaksi

***********************************************************************
o/ DOA

   Pertanyaan anak tentang doa:
   ============================

   Tanya: APAKAH ALLAH MENGHENDAKI KITA BERDOA UNTUK TEMAN-TEMAN KITA?

   Jawab:
   Allah secara pasti menginginkan kita berdoa untuk teman-teman kita.
   Yohanes 17 menceritakan tentang Yesus yang berdoa bagi murid-
   murid-Nya. Yesus berdoa agar murid-muridnya dipenuhi dengan
   kegembiraan, menjadi suci, bersatu dan terlindungi dari segala hal
   yang jahat. Yesus berpikir mengenai pentingnya berdoa bagi sahabat-
   sahabatnya melalui cara ini.

   Kita juga dapat berdoa untuk masalah-masalah teman-teman kita, sikap
   mereka, sedemikian agar mereka menjadi mengenal Yesus, dan dengan
   demikian menjadi teman-teman yang lebih baik. Inilah sesungguhnya
   cara yang benar agar mereka tetap dapat menjadi teman kita. Apapun
   yang dibutuhkan teman-teman kita, kita dapat mendoakannya, dan Allah
   menyambut baik doa-doa semacam itu.

   Ayat Kunci  : 1 Timotius 2:1
   Ayat Terkait: Matius 5:43-48, Yohanes 17:6-26

   Pertanyaan Terkait:
   - Bolehkah kita berdoa untuk kebaikan dan kasih?
   - Bolehkah kita berdoa agar teman-teman kita tidak berada dalam
     kesulitan?
   - Bolehkah kita berdoa untuk anak-anak yang tidak ikut bermain
     dengan kita?

   Catatan untuk Guru:
   - Bimbinglah anak-anak untuk mau mendoakan teman-temannya.

   Bahan ini diambil dan diedit dari:
   Judul buku: 107 Pertanyaan Anak-anak tentang Doa (Terjemahan
               dari buku "107 Question Children Ask about Prayer")
   Editorial & cetak: Dabara Publishers
   Penerbit  : Betlehem Publishers Jakarta
   No.       : 49

***********************************************************************
o/ STOP PRESS

     EDISI KHUSUS PASKAH
     -------------------
     Redaksi ingin mengajak para pembaca e-BinaAnak untuk berpartisipasi
     menyiapkan edisi khusus PASKAH 2001, yang kami terbitkan di
     e-BinaAnak pertengahan bulan Maret. Oleh karena itu bagi anda yang
     memiliki bahan seputar PASKAH (cerita PASKAH untuk anak, ide
     permainan dan kegiatan PASKAH, dll), silakan kirimkan kepada
     redaksi di alamat: <Tabita@sabda.org>
     Catatan: Mohon dicantumkan sumber yang jelas dari mana bahan tsb.
              didapatkan. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih.


***********************************************************************
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

   Dari: Susanty
   >Mohon informasi, ada yang tahu buku cerita untuk anak-anak yang
   >bagus dan mendidik?
   >Terima kasih.

   Redaksi:
   Apabila para pembaca ingin menolong Susanty mendapatkan informasi
   tentang buku cerita atau buku bacaan yang baik dan mendidik, silakan
   kirimkan informasi tsb. pada redaksi, karena kami akan salurkan
   kepada seluruh pembaca agar ikut mendapat berkatnya.

***********************************************************************
   Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
   Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
   Untuk arsip:  http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?visit=i-kan-BinaAnak
***********************************************************************
        Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
              Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                    Copyright(c) e-BinaAnak 2001 YLSA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org