Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/4

e-BinaAnak edisi 4 (13-4-2000)

Paskah

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><


Daftar Isi:                                        Edisi April 004/2000
-----------
 o/ SALAM DARI REDAKSI
 o/ ARTIKEL             : Merencanakan PASKAH Sekolah Minggu
 o/ TIPS Khusus PASKAH  : Sejarah membagi Telur Pada Hari PASKAH
 o/ SERBA SERBI         : Telur Dengan Foto Pribadi
 o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

***********************************************************************
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi di: 
 Tabita <submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
***********************************************************************

 o/ SALAM DARI REDAKSI  

  "Salam Damai Dalam Kristus"
  Paskah sudah dekat. Kebaktian Paskah Sekolah Minggu seringkali
  menjadi kebaktian rutin tahunan yang kurang dipersiapkan dengan
  matang. Oleh karena itu, dalam rangka menyambut PASKAH tahun ini
  e-BinaAnak akan menyajikan dua artikel terturut-turut yang akan
  menolong guru-guru Sekolah Minggu memiliki perencanaan yang baik
  untuk PASKAH yang bermakna di Sekolah Minggu masing-masing. 
  Selain itu, simaklah juga ide untuk membuat aktivitas Paskah bagi
  anak-anak Sekolah Minggu yang terdapat dalam kolom SERBASERBI.

  Selamat merencanakan Paskah!
  Redaksi

   "Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi. Tetapi 
       kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup."
                            (Yohanes 14:19)
***********************************************************************
 o/ ARTIKEL

        MERENCANAKAN ACARA PASKAH BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH MINGGU

      Perayaan Kebaktian PASKAH SM (Sekolah Minggu) sering diadakan
  tanpa perencanaan yang matang. Salah satu alasannya mungkin adalah
  karena perayaan PASKAH selalu diadakan setiap tahun, sehingga dianggap
  sesuatu yang sudah biasa dan tidak lagi istimewa. Untuk seorang
  Kristen yang sudah lahir baru perayaan PASKAH seharusnya menjadi
  hari Raya umat Kristen terbesar, karena hari PASKAH mengingatkan
  kita akan kemenangan Kristus atas maut, yang berarti juga kemenangan
  kita yang telah ditebus oleh Kristus, karena Ia sungguh telah bangkit
  dan mengalahkan kuasa dosa. Itulah yang Paulus maksudkan ketika
  ia berkata "andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah
  pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu" (1Kor.15:14).

  Namun sayang sekali inti berita PASKAH yang luar biasa itu sering
  tidak sampai kepada anak-anak. Marilah kita, sebagai guru-guru SM
  mengisi acara PASKAH tahun ini dengan memberitakan Kebenaran akan
  KEBANGKITAN KRISTUS sehingga anak-anak mendapat kesempatan untuk
  mengenal Tuhan mereka yang HIDUP! Bagaimana mewujudkan kerinduan
  ini? Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika
  kita merencanakan PASKAH Sekolah Minggu:

  1. Inti berita PASKAH harus jelas.
     Beberapa kunci kata yang harus mewarnai seluruh acara PASKAH
     adalah: KRISTUS BANGKIT, KRISTUS MENGALAHKAN KEMATIAN, KRISTUS
     MENGALAHKAN MAUT, KRISTUS MENANG ATAS KUASA DOSA, KRISTUS SUNGGUH
     HIDUP, KRISTUS HIDUP DI DALAM HIDUPKU. Oleh karena itu tema-tema
     PASKAH sebaiknya dibuat dalam kalimat yang pendek dan jelas.
     Hindarkan kata-kata abstrak yang sulit dimengerti artinya, karena
     anak belum memiliki cukup kemampuan untuk menginterpretasi. 

  2. Acara PASKAH perlu dikoordinasi dengan baik.
     Seperti seorang memakai pakaian, maka ia akan memperhatikan 
     kombinasi warna dan asesori yang cocok sehingga kelihatan serasi.
     Acara PASKAH pun demikian, seluruh rangkaian acara harus diatur
     agar mendukung tema PASKAH, baik nyanyian-nyanyiannya, renungan
     beritanya (cerita), dramanya, permainannya, dekorasinya, dll.
     Hindarkan kegiatan-kegiatan ekstra yang akan mengalihkan anak-
     anak dari inti pesan/berita PASKAH, misalnya kegiatan sosial,
     permainan yang tidak memiliki tema PASKAH, atau rekreasi. 
     Jadikan PASKAH menjadi pelajaran rohani tentang iman Kristen yang
     paling mendasar. Dan sajikan itu dalam suasana yang menyenangkan.

  3. Semua orang harus terlibat dalam perayaan PASKAH.
     Spirit PASKAH bukan spirit "one man show", karena PASKAH adalah
     perayaan kemenangan orang beriman di dalam Kristus. Oleh karena
     ikatan kasih diantara orang beriman akan mendorong kebersamaan,
     hal itu dapat tercermin baik dalam suasana maupun pada pembagian
     tugas pelaksanaan kegiatan ini. Semakin banyak guru terlibat
     semakin baik. Semakin banyak anak terlibat adalah yang terbaik.

  4. Undangan perayaan PASKAH.
     Cara terbaik melibatkan anak-anak dan guru dalam mempersiapkan
     PASKAH adalah dengan membuat brosur/pamflet/kartu/selebaran yang
     berisi undangan untuk anak-anak lain, khususnya yang sudah lama
     tidak datang atau yang belum memiliki keselamatan. Tularkan
     semangat penginjilan dalam hati anak-anak, dengan pergi bersama-
     sama berkunjung dan membagikan undangan perayaan PASKAH. Guru
     memberikan contoh kepada murid-muridnya bagaimana mengundang anak
     lain untuk datang bersekutu dalam kebaktian PASKAH dan menjadi
     teman bagi mereka. Sementara anak-anak saling mengenal, guru 
     memiliki kesempatan untuk berkenalan dengan orang tua mereka.

  5. Tempat dan waktu penyelenggaraan PASKAH.
     Untuk Sekolah Minggu yang lebih senang menggabung seluruh anak
     SM dalam acara PASKAH, maka akan diperlukan tempat yang cukup
     luas agar anak-anak dapat berkumpul bersama. Kendala yang lain
     adalah diperlukan guru-guru untuk berada di antara anak-anak
     agar keributan dapat terkendali. Dan juga waktu pelaksanaan
     mungkin akan lebih lama dari biasanya. Pengabungan kelas-kelas
     perlu dilakukan jika ada acara yang istimewa, seperti drama
     PASKAH, panggung boneka atau renungan (cerita) PASKAH dengan
     memanggil pembicara yang ahli dalam bidangnya.

     Melaksanakan perayaan per kelas dapat menjalin rasa keakraban,
     namun demikian persiapan akan tidak efisien karena masing-masing
     guru kelas akan membuat persiapan sendiri-sendiri. Untuk
     menghindarkan rasa persaingan antar kelas, guru-guru dapat
     dihimbau untuk membuat acara yang sama di masing-masing kelas
     dan melakukan persiapan bersama-sama. Waktu pelaksanaan dapat
     dibuat lebih lama dari biasa, dan gunakan waktu untuk menolong
     anak mengerti berita PASKAH dengan lebih baik.

  6. Follow-up perayaan PASKAH.
     Hal yang paling penting diperhatikan adalah bagaimana tindaklanjut
     perayaan PASKAH ini. Mengadakan kegiatan mudah, tapi bertanggung
     jawab untuk memastikan bahwa berita PASKAH itu tinggal dalam hati
     anak-anak dan terpelihara tidaklah mudah. Oleh karena itu siapkan
     cara-cara bagaimana menolong agar benih yang telah ditaburkan 
     mendapat siraman agar bertumbuh. Untuk itu guru-guru perlu 
     memberikan bimbingan dan perhatian, baik itu berupa cerita-cerita
     lanjutan di minggu-minggu berikutnya, ataupun dengan mengadakan
     pertemuan tatap muka secara pribadi untuk berdoa bersama/sharing
     atau memberikan tugas-tugas bacaan untuk anak yang lebih besar.

                                                                -YO-
***********************************************************************
 o/ TIPS KHUSUS UNTUK PASKAH

  Sejarah Membagi Telur Pada hari PASKAH
  --------------------------------------
  "Mengapa gereja membagikan telur pada anak-anak SM pada hari PASKAH?"
  Ternyata banyak orang Kristen bahkan guru SM yang kurang jelas
  tentang sejarah membagi telur ini. Untuk Edisi Khusus PASKAH ini
  Tips Mengajar akan diganti dengan penjelasan singkat tentang sejarah
  membagi Telur PASKAH.

  Tradisi membagi telur sebenarnya bukan tradisi gereja/Kristen (juga
  jelas tidak disebutkan dalam Alkitab). Sebelum kekristenan muncul,
  di negara 4 musim (Eropa) ada tradisi untuk merayakan datangnya
  musim-musim. Dewa musim Semi, yang bernama "Eostre" adalah dewa yang
  disembah pada perayaan "vernal equinox". Nama dewa ini juga yang
  akhirnya dipakai untuk menyebut hari PASKAH, "Easter" (bhs Inggris).
 
  Pada abad-abad pertama kekristenan, tradisi ini sulit dihapus karena
  hari PASKAH memang kebetulan jatuh pada setiap awal musim Semi.
  Perayaan musim Semi selalu dirayakan dengan meriah mengiringi
  kegembiraan meninggalkan musim dingin yang suram dan beku (mati).
  Tumbuh-tumbuhan dan bunga mulai tumbuh dan bermekaran, dan suasana
  keceriaan seperti ini menjadi saat yang tepat untuk membagi-bagikan
  hadiah. Membagi-bagikan telur pada hari PASKAH akhirnya diterima
  oleh gereja selain untuk merayakan datangnya musim Semi, juga karena
  telur memberikan gambaran/simbol akan adanya kehidupan. 


************************************************************************
 o/ SERBA-SERBI

  Telur Dengan Foto Pribadi
  -------------------------
  Berikut ini adalah aktivitas sederhana dan murah yang dapat dilakukan
  dengan anak-anak SM pada hari PASKAH. Pada kesempatan ini guru SM
  perlu memberikan penjelasan tentang arti simbol telur dalam kehidupan
  Kristen. Telur adalah lambang kehidupan yang Kristus tunjukkan ketika
  Ia bangkit dari antara orang mati. Dan anak-anak yang mau percaya dan
  menerima Kristus di dalam hatinya juga akan hidup bersama dengan Dia,
  karena Roh Kudus telah memberikan kelahiran baru dalam hidup mereka.

  Kegiatan ini adalah sbb.:
  Mintalah anak untuk membawa foto diri dalam ukuran kecil pada Minggu
  sebelumnya. Lalu guntinglah foto mereka berbentuk lonjong (oval).
  Guru bisa mempersiapkan telur yang sudah diwarnai, renda-renda kecil
  dan lem serta spidol warna. Dalam kegiatan ini mintalah anak untuk
  menempelkan foto diri tersebut di kulit luar telur. Kemudian rekatkan
  dengan renda nilon kecil yang warna-warni di sekeliling foto itu
  sebagai penghias tepinya. Lalu di bawah foto (atau dibagian sisi
  lain), mintalah anak menuliskan: Kristus Hidup dalam Hati (Nama
  Anak).

  Foto anak pada telur yang dihias itu melambangkan bahwa anak telah
  menjadi ciptaan baru dan Kristus akan hidup dalam hatinya selamanya.

 (Sumber: Buku Pintar Sekolah Minggu Jilid 1)

************************************************************************
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

 * Dari Fransisca Kirana (GPKdI Jelambar) 
   >Dear Pengurus MILIS "e-BinaAnak",
   >Selamat atas dibukanya forum elektronik untuk pembinaan anak.
   >Saya yakin forum ini akan menjadi berkat bagi banyak orang, 
   >khususnya anak-anak.
   >Dengan ini saya ingin mendaftarkan diri sebagai anggota 
   >MILIS e-BinaAnak, Tuhan memberkati.

 Redaksi:
 Ma' kasih banyak untuk ucapan selamatnya. Anda sudah kami daftarkan.

 * Dari Yuli
   >Kolom dari anda untuk anda ini bagus, tapi kita tidak bisa
   >berinteraksi seperti yang dimaksud karena tidak ada alamat e-mail
   >Bagaimana kalau Milis ini jadi arena diskusi juga?

 Redaksi:
 Kita sedang berdoa dan bergumul untuk membuka Milis Diskusi dimana
 guru-guru bisa saling membagikan dan sharing tentang pelayanan SM.
 Mohon doakan supaya rencana ini cepat terealisir. Thanks untuk idenya.

************************************************************************
 Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
 Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
 Untuk arsip:  http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaAnak
************************************************************************
      Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                  Copyright(c) e-BinaAnak 2000 YLSA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org