______________________________e-BinaAnak______________________________
Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak
==================================================
Daftar Isi: 359/November/2007
----------
- SALAM DARI REDAKSI
- ARTIKEL 1 : Memberikan Bobot dalam Komunikasi
- ARTIKEL 2 : Percakapan yang Sesuai Menurut Kristus
- TIPS : Bobot Komunikasi
- WARNET PENA : SABDA.Org
- MUTIARA GURU
\o/ SALAM DARI REDAKSI \o/
Usia anak-anak adalah saat yang penting bagi orang tua untuk
menanamkan banyak hal kepada anak-anak mereka. Kasih, prinsip hidup
Kristen, pendidikan, kepercayaan, dan berbagai hal positif lainnya
merupakan beberapa hal vital yang harus dikomunikasikan kepada anak.
Berkomunikasi dengan anak memang tidak sekadar mengobrol atau
menemani mereka bermain saja. Apabila hanya demikian, hal-hal yang
vital yang memberikan bobot bagi komunikasi tersebut justru tidak
akan sampai kepada mereka. Sebaliknya, bila Anda berhasil
mengomunikasikan hal-hal tersebut, pengalaman anak dalam
berkomunikasi akan terus mereka bawa hingga dewasa. Dengan demikian,
setiap orang tua dan para pelayan anak harus memerhatikan apa yang
mereka komunikasikan kepada anak-anak mereka.
Redaksi berharap sajian e-BinaAnak berikut bisa menjadi refleksi
bagi para orang tua dan pelayan anak untuk melihat kembali bagaimana
bobot komunikasi Anda dengan anak-anak. Sudahkah seperti yang
Kristus ajarkan ataukah hanya sekadar mengobrol saja dengan anak?
Selamat menyimak, kiranya menjadi berkat!
Redaksi Tamu e-BinaAnak,
Christiana Ratri Yuliani
"Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu,
dan mendatangkan sukacita kepadamu." (Amsal 29:17)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Amsal+29:17 >
\o/ ARTIKEL 1 \o/
MEMBERIKAN BOBOT DALAM KOMUNIKASI
=================================
NOMOR 1: Anak-anak membutuhkan perhatian, diajak berbicara,
kebenaran, kepercayaan, sentuhan, ucapan terima kasih, waktu,
pengajaran, dan Trinitas.
Tidaklah mungkin membesarkan anak dengan menggunakan setengah dari
waktu kita. Membesarkan anak membutuhkan perhatian, kasih,
kepedulian, disiplin, usaha, dan sikap kita yang sepenuh waktu.
Terlalu sering kita menyelipkan usaha kita untuk membesarkan anak ke
dalam jadwal pekerjaan, rekreasi, pengembangan pribadi, hiburan kita
yang terburu-buru dan penuh tekanan, serta aktivitas kita yang
tumpang-tindih.
Kita menimbulkan kekacauan dengan mengambil alih tempat anak-anak
kita dan melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler
yang meliputi membesarkan anak. Ya, bagian dari membesarkan anak
adalah menyertai mereka dalam kegiatan mereka. Namun, membesarkan
anak adalah soal hubungan bukan sekadar lari-lari bersama anak-anak.
Seperti apakah hubungan dengan anak yang sehat, bermanfaatkah itu?
Dasar untuk melatih anak-anak Anda menurut jalan yang patut baginya,
namun tidak terbatas pada hal-hal berikut ini.
Sepuluh Latihan Terbaik
1. Memerhatikan
Perhatikanlah pakaian, gaya rambut, komunikasi yang tidak lisan,
teman-teman, minat, perubahan dalam kebiasaan, temperamen,
perasaan, musik, program TV, video game, e-mail, perkataan,
sikap, tingkah laku, kenaikan kelas, ke mana mereka pergi, dan
sebagainya. Dengan kata lain, perhatikanlah semua.
2. Berbicara
Berbicaralah (termasuk banyak mendengarkan) mengenai perasaan,
pikiran, pendapat, sukacita, luka batin, hal-hal biasa,
seksualitas, keuangan, benar dan salah, dsb.. Tidak ada
batasnya. Berbicara yang disertai banyak mendengarkan akan
mengomunikasikan kehangatan, kepedulian, minat, keprihatinan,
kasih, dan empati.
3. Kebenaran
Sampaikanlah kepada anak-anak Anda kebenaran mengenai Allah,
moralitas, diri Anda sendiri, dan dunia di sekitar mereka.
4. Kepercayaan
Percayailah anak-anak Anda dan bersikaplah konsisten sehingga
mereka dapat belajar bagaimana memercayai seseorang dari
memercayai Anda.
5. Kebersamaan
Biarlah anak Anda mengetahui bahwa Anda "beserta" mereka, bukan
"melawan" mereka. Anda dan mereka bukanlah musuh. Sebagai
keluarga, Anda bekerja bersama, bukan memisahkan diri.
6. Sentuhan
Anak-anak Anda membutuhkan sentuhan jasmani, pelukan, ciuman,
dekapan, dan segala macam sentuhan yang tepat.
7. Ucapan terima kasih
Suatu sikap yang berterima kasih bermanfaat bagi kedua belah
pihak. Katakanlah kepada anak Anda betapa Anda berterima kasih
untuk adanya mereka, dan mereka juga akan mulai mengatakan hal
yang sama kepada Anda.
8. Waktu
Anak-anak membutuhkan Anda. Kehadiran Anda tidak dapat
digantikan oleh barang.
9. Pengajaran
Anda adalah guru utama bagi anak Anda, bukan sekolah, gereja,
klub, tutor, atau pelatih.
10. Trinitas
Bagi seorang anak, gambar pertama mengenai Allah dilukis oleh
orang tuanya.
Didiklah seorang anak menurut jalan yang patut baginya, maka pada
masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu.
(Amsal 22:6)
NOMOR 2: Ucapkanlah kehidupan, bukan kematian, kepada anak-anak
Anda.
"Maafkan ayah. Ayah tidak benar-benar mau mengatakan itu."
Dalih-dalih yang kita kemukakan setelah kita mengucapkan kematian
tidak akan menghilangkan kerusakan dari racun yang kita masukkan
dalam hati si anak.
Yesus mengingatkan kita bahwa apa yang ada dalam hati kita, kita
ucapkan melalui mulut kita. Bila kita tidak bermaksud begitu,
jangan mengatakannya. Berpikirlah sebelum Anda berbicara.
Pastikanlah bahwa Anda mengucapkan perkataan yang membangun, bukan
meruntuhkan hidup seorang anak. Jagalah diri Anda agar tetap menjadi
orang yang bertanggung jawab. Selama seminggu, catatlah dalam jurnal
harian Anda semua pernyataan positif dan negatif yang Anda ucapkan
kepada anak Anda. Apakah yang negatif lebih banyak daripada yang
positif?
Menurut hitungan jari saya, dibutuhkan sekurang-kurangnya sepuluh
pernyataan yang positif untuk memperbaiki satu perkataan yang
negatif. Apakah perkataan Anda yang mengkritik menguras habis
kehidupan dalam diri anak Anda dan membuatnya kosong, kesepian,
telantar, dan mengalami luka batin?
Mengucapkan kehidupan ke dalam diri seorang anak dimulai dengan
penerimaan dan mendengarkan, serta melimpah dengan peneguhan,
membesarkan hati, membangun, mendukung, dan mengucapkan hal-hal yang
berarti dalam kehidupan si anak setiap hari. Daripada terus-menerus
menyampaikan kritik, cobalah menyampaikan koreksi yang positif dan
pujian supaya anak dapat bertumbuh dan menjadi matang.
Kehidupan berbicara mengenai jati diri, penampilan positif, dan
potensi seorang anak. Kematian terus-menerus menunjukkan kegagalan,
kesalahan dan pikiran, perasaan serta sikap yang menyimpang dari
seorang anak. Anda bukanlah pendakwa, hakim, atau jaksa anak Anda.
Anda adalah guru, pendukung, pembesar hati, dan orang tua yang saleh
bagi anak Anda. "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka
menggemakan, akan memakan buahnya" (Amsal 18:21).
NOMOR 3: Katakanlah saja apa yang Allah Bapa suruh Anda katakan;
lakukanlah saja apa yang Allah Bapa suruh Anda lakukan.
"Dari manakah asal perkataan ini?" Pernahkah Anda bertanya-tanya
dalam hati di manakah sumber perkataan Anda?
Saya sering kali mendapati diri saya mengatakan kepada anak saya
perkataan yang berulang kali diucapkan orang tua saya kepada saya.
Beberapa di antaranya positif, namun perkataan lainnya lebih
merugikan daripada mendatangkan kebaikan.
Yesus memberikan sebuah teladan yang baik untuk kita ikuti. Ia hanya
melakukan dan mengatakan apa yang Bapa suruh Ia lakukan dan katakan.
Dalam seminar-seminar mengenai membesarkan anak yang kami
selenggarakan bagi para remaja, kami sering kali memberikan
kesempatan kepada orang tua dan orang-orang muda untuk bertanya,
"Apakah Allah Bapa menyuruh kamu mengatakan hal itu?" atau "Apakah
Allah Bapa menyuruh kamu melakukan hal itu?"
Kita perlu mulai lebih banyak mendengarkan suara Allah dan lebih
sedikit mendengarkan suara kita pada masa lampau, kaset-kaset milik
orang tua, atau sindiran-sindiran duniawi. Bila firman-Nya makin
banyak tertanam dalam diri kita, makin besar kemungkinan bagi
firman-Nya untuk keluar dari mulut kita.
Bila kita terlebih dahulu mendengarkan suara Allah, kecil
kemungkinannya bagi kita untuk menyebarkan perkataan tolol kepada
anak kita yang melukai hati dan menghancurkan semangat. Bila kita
mengetahui apa yang Allah ingin kita lakukan, kita akan menghindari
tindakan dan reaksi yang muncul dari amarah dan emosi yang tertekan.
Bila kita sulit mendengar suara Allah, kita perlu menyediakan lebih
banyak waktu bersama Allah -- dengan membaca Alkitab, berdoa,
merenungkan firman Allah, melakukan kontemplasi, menyembah, memuji,
berdiam diri, dan berdoa syafaat. Tidakkah hebat bila anak-anak kita
tahu bahwa kita baru saja bersama Allah sebelum kita berbicara
kepada mereka? Tidakkah memesona bila anak-anak kita tahu bahwa
sentuhan, ekspresi kata-kata, dan tindakan kita hanyalah kepanjangan
dari sentuhan, ekspresi, kata-kata, dan tindakan Allah?
"Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang
difirmankan oleh Bapa kepada-Ku" (Yohanes 12:50).
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: 77 Kebenaran yang Hakiki dalam Membesarkan Anak
Judul bab : Komunikasi
Penulis : Dr. Larry Keefauver
Penerbit : Media Injil Kerajaan, Semarang
Halaman : 1 -- 7
\o/ ARTIKEL 2 \o/
PERCAKAPAN YANG SESUAI MENURUT KRISTUS
======================================
Berikut ini petunjuk-petunjuk dari seorang guru yang memberkati saya
mengenai teknik berkomunikasi saat mengajar.
1. Jangan pikirkan mengenai kesan apa yang Saudara berikan. Pikirkan
untuk menyatakan pandangan Saudara kepada para pendengar Saudara.
Pikirkan keadaan mereka itu.
2. Jangan khawatir mengenai gerakan-gerakan tangan Saudara.
3. Persiapkan diri Saudara. Pelajarilah bahan itu sebaik-baiknya.
Pikirkanlah itu seluruhnya. Jadikanlah hal itu sesuai dengan
pribadi Saudara. Hiduplah sesuai dengan itu.
4. Bersikaplah wajar, tetapi lupakanlah diri Saudara saat
menyampaikan pandangan-pandangan Saudara. Berusahalah
sebaik-baiknya agar Saudara didengar dan dipahami.
Saran-saran praktis ini sangat berharga bagi guru-guru sekolah
minggu. Akan tetapi, ada beberapa hal lainnya yang sama pentingnya.
Untuk merumuskannya, saya perlu kembali mengingatkan pengaruh yang
paling besar atas kehidupan saya kepada guru-guru. Satu hal yang
sama mereka miliki yaitu cara berbicara mereka menyatakan bahwa
mereka itu milik Kristus dan sedang bertumbuh kepada-Nya dalam
segala hal. Inilah rumusan singkat dari ciri-ciri percakapan mereka
yang sesuai dengan Kristus.
Kehidupan dan perbuatan mereka menyokong percakapan mereka. Mereka
tidak menjadikan kami merasa seolah-olah mereka itu sempurna, tetapi
orang-orang berdosa yang diselamatkan oleh Kristus. Mereka mengakui
kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangannya. Di dalam sikap
rendah hati serta penuh pertobatan, mereka memiliki satu keyakinan
akan Kristus.
Mereka tidak membatasi perhatian mereka kepada ruangan kelas atau
gereja saja, tetapi pada segala segi kehidupan.
Mereka senantiasa berusaha keras untuk bersaksi bagi Kristus sebagai
Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Mereka menyadari bahwa sama seperti
Kristus harus diterima dengan iman sehingga kita memiliki
keselamatan yang kekal, demikian juga kita harus menerima-Nya dengan
iman. Bersama-sama Paulus, mereka melaksanakan hal melupakan segala
perkara yang di belakang dan berlari-lari kepada sasaran yang di
atas di dalam Kristus Yesus.
Mereka tidak pernah meninggalkan jalan lurus dan sempit untuk
menyeleweng ke samping atau menyeberang kepada tafsiran khusus atas
azas kepercayaan yang disenanginya saja. Dengan kata-kata lain,
untuk mengutip dari Paulus, mereka memunyai kesetiaan yang sejati
kepada Kristus (2Korintus 11:3).
Tingkah laku mereka nyata di dalam percakapan mereka -- kasih dari
kehidupan Kristen, semangat bagi hal itu sebagai hidup yang
berkelimpahan, kewaspadaan, kesabaran, kejujuran untuk mengakui
bila mereka sungguh-sungguh tidak mengetahui sesuatu, pengakuan atas
kegagalan mereka sendiri, sikap yang penuh pengorbanan.
Mereka tidak pernah berbantah-bantahan saat mengemukakan kebenaran
itu, tetapi penuh dengan kasih dan menarik hati. Mereka tidak pernah
menjatuhkan orang, tetapi menghormati kepribadikan dari para
pendegarnya. Mereka sungguh-sungguh mirip dengan Kristus karena
mereka memiliki-Nya di dalam hati mereka.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku : Cara Mengajar yang Lebih Berhasil
Judul artikel asli: Bersiaplah Agar Diperhatikan
Penulis : Joe L. McMillin
Penerbit : Lembaga Literatur Baptis, Bandung 1995
Halaman : 45 -- 47
\o/ TIPS \o/
BOBOT KOMUNIKASI
================
Harus ada hubungan yang baik antara orang tua dan anak atau antara
guru dan murid. Tetapi isi dari komunikasi itu mencakup hal apa? Di
bawah ini ada beberapa petunjuk bagi orang tua dan guru.
A. Pengetahuan Umum
Seperti yang dikatakan oleh John Locke bahwa seorang anak kecil itu
bagaikan selembar kertas putih yang menanti diisi orang dewasa
dengan segala konsep dan pengetahuan umum. Oleh karena itu, hal
pertama yang perlu diketahui anak adalah barang yang ada di
sekitarnya, mengenal nama tumbuh-tumbuhan dan binatang. Anak sedang
masuk ke dunia yang menarik, oleh sebab itu ia penuh dengan rasa
ingin tahu. Ketika sedang berkomunikasi, orang tua sebaiknya
memberikan pengetahuan umum kepada anak. Mengapa terjadi halilintar
atau mengapa ada hujan? Dari mana asalnya pelangi yang indah itu?
Terlebih penting lagi adalah pengetahuan tentang sopan santun,
bagaimana menjadi manusia yang menghormati orang tua dan orang lain.
Semua ini harus tampak dalam komunikasi sehari-hari dan tanpa lelah
mengajar mereka.
B. Konsep Nilai Agama Kristen
Dalam penelitian yang dilakukan oleh majalah "Family Life Today",
beberapa orang tua dimintai pandangannya, yaitu apa yang menjadi
kebutuhan terbesar dalam kehidupan keluarga mereka. Jawabannya
sungguh di luar dugaan. Kebanyakan berpendapat bahwa komunikasi
memang penting, tetapi yang terlebih penting ialah menanamkan konsep
nilai agama Kristen. Ini adalah hal yang paling dibutuhkan dalam
keluarga Kristen. Orang tua selalu mengira bahwa mereka telah
memberikan konsep nilai yang benar kepada anaknya, namun dalam
kenyataannya, anak mengungkapkan nilai yang berlainan, atau setelah
dewasa, konsep nilai itu dibuang; hal ini bisa disebabkan karena
hal-hal sebagai berikut.
1. Terlambat mendidik. Sedini mungkin konsep mengenai nilai
kekristenan harus ditanamkan kepada anak supaya lingkungan hidup,
acara-acara TV, dan pergaulan teman-teman jangan memengaruhi
mereka terlebih dahulu.
2. Kemunafikan. Sering pernyataan iman dengan perilaku orang tua
tidak seimbang. Prinsip mereka, "Jangan tiru perbuatan Ayah/Ibu,
tetapi belajarlah dari perkataan Ayah/Ibu." Perbuatan orang tua
lebih menyatakan apa yang ada dalam pikirannya ketimbang apa yang
dikatakannya.
3. Bersifat formalitas. Sering orang tua mengira sudah mengajarkan
kebenaran agama Kristen, tetapi sebenarnya hanya mengajarkan
sesuatu yang lahiriah belaka, seperti liturgi agama atau
aktivitas gerejani.
C. Konsep Moral Alkitabiah
Konsep nilai dan moral agama Kristen saling berkaitan erat dan
kebenaran Alkitab memiliki standar moral yang amat tinggi. Seorang
ahli fisika, Thomas Edison, mengakui ajaran Alkitab sebagai standar
teladan yang tertinggi bagi perilaku manusia yang merupakan pedoman
hidup yang sangat dibutuhkan manusia. Seorang sastrawan Inggris,
Charles Dickens, setahun sebelum meninggal dunia berkata kepada
anaknya, "Alkitab sengaja kutaruh di dalam tasmu, karena buku ini
secara umum dikenal sebagai yang terbaik di dunia dan di dalamnya
terkandung pelajaran yang paling indah." Memiliki konsep moral yang
tinggi sebagai standar hidup akan memengaruhi pandangan hidup
seseorang. Melalui kesempatan berkomunikasi setiap hari, berikanlah
konsep moral yang sesuai dengan ajaran Alkitab, dan itu akan membina
anak tentang konsep yang benar dan yang salah.
D. Suka, Duka, Marah, dan Senang
Emosi anak sangat lemah, karena kesulitan sedikit, ia mudah menjadi
sedih. Dalam keadaan gelisah dan bingung, anak sangat mengharapkan
pertolongan. Ada orang yang dapat membimbingnya dan bersama-sama
dengannya mengarungi masa suka maupun duka. Kalau saja orang tua di
rumah mau mendengarkan cerita anak tentang pengalaman mereka di
sekolah, dan guru sekolah minggu dapat menyediakan waktu untuk
berkomunikasi bersama anak layan secara pribadi, itu akan merupakan
hiburan dan dorongan yang amat berharga bagi anak. Ketika mereka
mengutarakan kesulitan, ingat untuk tidak terlalu meremehkan atau
meninggikan kesulitan, berusahalah untuk tetap melihat dari sudut
pandang mereka. Dengan demikian, akan lebih bijaksana untuk
menyatakan perhatian dan dorongan kepada mereka.
E. Kehidupan di Sekolah
Komunikasi yang baik termasuk juga mengenal kehidupan anak secara
utuh. Orang tua maupun guru sekolah minggu perlu mengetahui
bagaimana pergaulan hidup mereka di sekolah. Siapa teman baiknya dan
siapa guru favoritnya? Semua itu ada pengaruhnya bagi iman, konsep
nilai, dan pola kehidupan si anak. Lebih daripada itu, sebaiknya
orang tua mencari informasi apa konsep nilai yang diajarkan di
sekolah, bagaimana suasana belajarnya, pelajaran apa yang paling
disukainya dan mengapa, serta mata pelajaran apa yang paling sulit
dan mengapa demikian. Setelah mendengarkan keluhan mereka, berikan
pertolongan yang sedapat mungkin bisa dilakukan. Dengan lebih banyak
mengenal kehidupan anak, orang tua akan lebih mudah menyelesaikan
masalah, emosi, perilaku, dan situasi belajar mereka.
F. Kehidupan dalam Keluarga
Sebagai seorang guru, Anda juga perlu mengenal kehidupan murid di
rumah. Harmoniskah atau akrabkah hubungan anak dengan orang tuanya?
Bagaimana sikap orang tua terhadap pendidikan? Bagaimana teladan
hidup orang tuanya? Sewaktu berkomunikasi, biarkan anak itu
mengungkapkan kehidupan mereka di rumah, bahkan juga kesulitan yang
mereka alami di rumah. Seorang guru yang berfungsi rangkap sebagai
guru dan teman tidak seharusnya menyebarluaskan berita yang
diperoleh dari anak, terlebih lagi dengan sembarangan mengutarakan
perasaan anak kepada orang tuanya. Komunikasi yang baik dibangun
atas dasar pengenalan dan kepercayaan yang dalam.
G. Keadaan di Sekolah Minggu
Orang tua bukan saja harus membawa anaknya ke sekolah minggu, tetapi
dalam komunikasi dengan anaknya, orang tua harus juga mampu mengenal
kehidupannya di sekolah minggu. Siapakah guru sekolah minggunya?
Bagaimana perilakunya di sekolah minggu? Bagaimana guru sekolah
minggu mengajarkan konsep iman? Dalam percakapan, usahakan untuk
mengingatkan kembali pelajaran rohani yang baru mereka peroleh di
sekolah minggu, dan siratkan di dalam percakapan apa pelajaran
Alkitab tentang kebenaran. Dengan demikian, mereka dapat melakukan
kebenaran yang dipelajari dan mempraktikkan kebenaran dalam
kehidupan.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku : Menerobos Dunia Anak
Judul asli artikel: Kunci Komunikasi
Penulis : Dr. Mary Go Setiawani
Penerbit : Kalam Hidup, Bandung 1993
Halaman : 74 -- 77
\o/ WARNET PENA \o/
SABDA.ORG
=========
http://www.sabda.org/
Merupakan kesenangan dan berkat tersendiri dalam dunia maya ketika
kita dapat mengakses begitu banyak sumber hanya dari sebuah situs.
Sebuah portal kekristenan dalam dunia maya, SABDA.org, memberikannya
kepada Anda, ribuan bahan tertulis seputar kekristenan dari berbagai
bidang pelayanan hanya dalam satu situs. Anda tidak perlu
bersusah-susah lagi mencari bahan-bahan yang dapat menguatkan iman
maupun pengetahuan Anda yang tersebar di seluruh jagad dunia maya,
karena hanya dalam satu tempat saja, Anda bisa mendapatkannya.
Tinggal klik http://www.sabda.org/ dan jelajahi semua tautan di
dalamnya. Bagi para pelayan anak, situs ini pastinya akan semakin
memperlengkapi Anda untuk melakukan pelayanan yang lebih besar lagi
demi kemuliaan nama Tuhan.
Oleh: Redaksi
\o/ MUTIARA GURU \o/
Pendidikan seorang anak harus dimulai
setidaknya seratus tahun sebelum ia lahir.
- Oliver W. Holmes -
----------------------------------------------------------------------
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<binaanak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
----------------------------------------------------------------------
Pemimpin Redaksi: Davida Welni Dana
Redaksi Tamu: Christiana Ratri Yuliani
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2007 -- YLSA
http://ylsa.sabda.org/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
======================================================================
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan : <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Alamat Berhenti : <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Arsip e-BinaAnak : http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://pepak.sabda.org/
------------- PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN GURU --------------
|