><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
==================================================
Daftar Isi: Edisi 258/Desember/2005
----------
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ ARTIKEL NATAL (1) : Renungan Maria
\o/ ARTIKEL NATAL (2) : Lahir dari Seorang Perempuan
\o/ BAHAN MENGAJAR : Janji yang Harus Dirahasiakan Maria
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Puisi Natal
\o/ MUTIARA GURU
\o/----------------------------------------------------------------\o/
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<staf-BinaAnak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
______________________________________________________________________
\o/ SALAM DARI REDAKSI --------------------------------------------\o/
Salam kasih dalam penyertaan Yesus Kristus,
Bulan Desember identik dengan sibuknya para pelayan anak dalam
mengurus seluruh pernak-pernik acara Natal. Kesibukan itu bahkan
tidak hanya terjadi di ladang pelayanan anak-anak, tetapi mungkin
juga pelayanan lain. Kesibukan itu sendiri terkadang tanpa disadari
membawa para pelayan anak menjadi kurang merasakan makna Natal yang
sesungguhnya. Dari semua urusan Natal tersebut, yang kita dapatkan
hanya rasa lelah atau kalaupun bersukacita, itu karena kita puas
dengan acara Natal yang sudah berjalan dengan lancar. Sibuk dalam
menyambut Natal memang tidak salah, tetapi jangan lupakan bahwa
Natal juga membawa berkat dan sukacita rohani untuk Anda.
Oleh karena itu, melalui sajian e-Bina Anak edisi sepanjang bulan
Desember ini, kami berharap dapat membawa Anda untuk sejenak
melihat kembali pengalaman mereka yang terlibat dalam peristiwa
Kelahiran Yesus. Bersama-sama kita dapat melihat apa yang mereka
lakukan untuk menyambut dan merayakan kelahiran Sang Juruselamat.
Adapun topik yang akan dibahas sepanjang bulan ini adalah:
1. Maria
2. Orang Majus
3. Para Gembala
Minggu ini kita akan melihat apa yang Maria lakukan untuk menyambut
kelahiran Yesus melalui Artikel dan Bahan Mengajar. Kiranya dari
sini Anda juga dapat merasakan sukacita yang sama seperti Maria.
In Christ,
Redaksi e-BinaAnak,
(Davida)
"Kata Maria:
"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku
menurut perkataanmu itu." (Lukas 1:38)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Lukas+1:38 >
______________________________________________________________________
\o/ ARTIKEL NATAL (1) ---------------------------------------------\o/
-o- RENUNGAN MARIA -o-
==============
KEAJAIBAN MARIA
"Sudah selesai," bisik saya di dekat telinga-Nya yang mungil.
"Engkau sudah lahir, Yesus kecil."
Itu terjadi dalam kegelapan malam. Saya berbaring di atas jerami,
kehabisan napas karena kesakitan dan juga karena pancaran keajaiban
yang mengherankan yang menaungi kandang yang sempit ini.
Angin malam yang sejuk bertiup. Cahaya kuning dari lentera berkelip-
kelip -- debu-debu menari disinari berkas cahaya itu bergerak
seperti butiran emas yang bertaburan. Saya mendekap bayi itu,
memandangi Yusuf yang sedang menyusun tumpukan jerami di dalam
palungan sapi. Malam semakin kelam.
Saya mencium wajah mungil yang berbaring dekat pipi saya. Dan saya
menghitung jemari-Nya. Satu, dua ... lima. Sementara satu demi
satu jari itu menekuk, terdengar lagi suara malaikat di telinga
saya, "Anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus." Kudus.
Kata-kata itu bergaung. Tiba-tiba hati saya berdebar kencang,
pertanyaan yang sama timbul lagi setelah saya memperhatikan
kesepuluh jari mungil yang mengepal bagaikan mutiara. "Oh, Anak
Manusia, sidik jari siapa yang Kaumiliki? Dengan sidik jari siapa
Engkau masuk ke dalam dunia ini? Siapakah Engkau?"
Yusuf membalikkan tubuhnya seolah-olah pertanyaan itu menepuk
bahunya. Suasana kandang kecil ini masih hening. Waktu seakan-akan
berhenti bergerak ditahan oleh Allah sendiri. Dan perlahan-lahan
jawaban itu datang, dan makin lama makin berkembang menjadi suatu
kesadaran. Bayi ini -- bayi saya -- yang memandang saya dari
kedalaman pandangan mata-Nya, ada di antara kita, tetapi ... tetapi
Ia tidak sama dengan kita. Ia adalah Immanuel -- Allah beserta kita.
Saya menatap Yusuf, hati, dan jiwa saya begitu penuh sampai saya
tidak dapat berbicara. Dan sepertinya Yusuf juga mengerti. Semuanya
ada di situ -- dalam nubuat para nabi, tersembunyi dalam kata-kata
yang diberitakan oleh malaikat, diam dalam kehamilan bayi yang
menakjubkan, dalam keajaiban yang melingkupi palungan itu. Dan
sekarang jawaban itu menjadi jelas dalam terang yang menembus ke
dalam hati saya.
Saya mendekap bayi Yesus erat-erat malam itu, sadar bahkan saat ini
juga kelahiran-Nya bukan hanya milik saya sendiri. Karena bayi yang
baru lahir ini akan dilahirkan kembali pada semua generasi, waktu
mereka mengajukan pertanyaan yang sama: Siapakah Engkau? Dan mereka
akan mendengar jawaban yang sama dalam hati mereka.
Dan sekarang, di sini, di kandang yang suram tempat terjadinya
keajaiban itu, sama seperti fajar yang terbit di dunia yang masih
tertidur, saya mendekatkan bibir saya ke telinga-Nya sekali lagi.
"Tidak, Anakku," bisik saya. "Ini belum selesai. Ini baru saja
dimulai."
TAWARAN MARIA
Tiba-tiba saya terbangun, untuk sesaat saya lupa di mana saya
berada. Cahaya matahari yang menembus pintu memaksa saya memejamkan
mata kembali. Saya baru ingat: saya sudah menjadi seorang ibu! Saya
duduk menghadap cahaya yang berkilau-kilauan. Yesus? Yesus -- bayi
saya -- di mana Dia?
Di seberang palungan, Yusuf menggendong bayi mungil yang dibungkus
di tangannya. "Nah, nah," katanya tersenyum. "Betul kan kataku,
ibumu sebentar lagi bangun?" Ia membaringkan Yesus di atas jerami di
sisi saya. Bayi kecil ini seperti suatu keajaiban yang lembut! Saya
mencium ujung hidungnya yang mungil, pikiran saya kembali pada
kejadian tadi malam ... sekelompok gembala yang datang tidak berapa
lama setelah kelahiran-Nya, berlutut di dekat anak saya. Waktu
mereka pulang, orang-orang yang ingin tahu itu, mereka menyanyikan
lagu memuji Allah. Apakah mereka tahu siapa bayi ini?
Sekarang, di siang hari, kesadaran akan siapa Dia muncul dalam diri
saya seperti udara baru yang menyegarkan, udara yang akan memberi
kekuatan dan berhembus dalam kehidupan manusia, mengubah nasib
manusia selama-lamanya. Dari balik dinding kandang saya mendengar
derap langkah -- kuda-kuda prajurit Romawi, roda-roda kereta, sandal
orang-orang Yahudi -- yang bergerak mengikuti bunyi gemerincing mata
uang logam kaisar, menerbangkan debu-debu jalanan. Betapa anehnya,
gerombolan orang ini berbaris begitu dekat dengan Tuhan yang
menyatakan diri-Nya, tetapi mereka tidak menyadarinya.
Di dalam kandang, seekor anak domba mengembik pelan dan angin lembut
bertiup. Yusuf membentangkan selimut untuk kami. Jari-jari saya
menyentuh wajah bayi yang sedang tidur. Bayiku sayang, saya tidak
tahu apa sebabnya Engkau datang. Mungkin ada hubungannya dengan
orang-orang yang lewat begitu saja di luar.
"Oh, Yusuf, seandainya mereka tahu ... bagaimana mereka bisa cepat-
cepat pergi begitu saja?"
Yusuf tersenyum memandang saya. Wajahnya menggambarkan kerinduan
yang sudah timbul di dalam jiwa saya -- suatu harapan bahwa suatu
saat nanti mereka semua akan melihat kandang ini dan meninggalkannya
dengan perasaan kagum dan takjub, seperti gembala-gembala itu.
Saya menggapai tangan Yusuf. Kebenaran yang bersinar, cahayanya
bahkan lebih terang daripada sinar matahari: Allah datang ke dalam
dunia!
Tetapi saya ingin tahu bagaimana orang-orang akan menanggapinya? Apa
yang ada dalam pikiran mereka waktu mereka meninggalkan kandang ini?
Bagaimana Anak ini akan mempengaruhi kehidupan mereka selanjutnya?
Di antara tumpukan jerami yang tebal Yesus menangis. Saya membungkuk
dan mengangkat-Nya. Dan tiba-tiba saya sadar, apa yang baru saja
saya lakukan adalah jawaban pertanyaan saya. Saya akan meninggalkan
kandang ini selama-lamanya untuk meninggikan Dia.
Anak ini anak saya, dan Ia milik semua orang.
Sumber diedit dari:
Judul Buku : Kisah Nyata Seputar Natal
Judul Artikel Asli: Tawaran Maria
Penulis Artikel : Sue Monk Kidd
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993
Halaman : 128 - 131
_____________________________________________________________________
\o/ ARTIKEL NATAL (2) ---------------------------------------------\o/
-o- LAHIR DARI SEORANG PEREMPUAN -o-
============================
Rasul Paulus mengatakan, "Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah
mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk
kepada hukum Taurat" (Galatia 4:4). Jika saja perkataan itu ditulis
untuk orang lain, kita akan menganggapnya sebagai suatu pembuktian
yang tak perlu dibuktikan, bahkan sebuah pernyataan yang tak masuk
akal (absurd). Tak pelak lagi, setiap orang yang lahir ke dalam
dunia pasti lahir dari seorang perempuan; bagaimana lagi?
Tetapi yang berbeda dalam kasus Kristus ini ialah bahwa Allah
berinkarnasi sesuai dengan firman tertulis, kelahiran itu merupakan
peristiwa yang unik. Kristus membuktikan bahwa Ia lebih dari sekedar
manusia. Ia melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh manusia
manapun yang pernah lahir dari seorang perempuan. Karena itu sangat
menarik bahwa pribadi yang unik tersebut juga lahir ke dalam dunia
dari rahim seorang perempuan, sama seperti semua orang.
Meski demikian, inkarnasi itu bukanlah awal keberadaan Yesus
Kristus. Ia telah ada sebelum itu. Bukan hanya Ia sudah ada
sebelumnya, tetapi Ia juga adalah Pencipta segala sesuatu. Itu
bukanlah sebutan yang dapat disematkan kepada orang lain yang pernah
lahir dari seorang perempuan. Kita baca dalam Kolose 1:17: "Ia ada
terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam
Dia"; dan dalam Yohanes 1:3: "Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan
tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah
dijadikan." Bagi Dia, yang telah menciptakan semua perempuan, untuk
menjadi produk dari seorang perempuan itu sendiri merupakan suatu
misteri besar yang tak dapat kita mengerti.
Rasul Paulus mengatakan hal ini kepada kita untuk memperlihatkan
bahwa di dalam pribadi Kristus, kita dapat menemukan tempat
pertemuan antara Allah yang non-materi, tak terbatas dan kekal;
dengan manusia yang materi, fana -- tempat pertemuan Pencipta dan
ciptaan.
Suatu ketika seorang yang tidak percaya menanyai seorang Kristen,
"Kalau saya katakan kepada Anda bahwa anak ini lahir tanpa
intervensi bapak manusiawi, apakah Anda mempercayainya?" Setelah
berpikir sejenak, orang Kristen itu menjawab, "Ya, kalau ia dapat
bertumbuh dan hidup seperti Kristus." Dengan kata lain, kehidupan
Kristus yang tanpa dosa, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya menjadikan
pernyataan bahwa Ia lahir dari seorang perawan dapat dipercaya.
Mengapa Alkitab menyatakan bahwa Kristus juga lahir dari seorang
perempuan? Karena bagi Kristus, untuk menjadi Penebus orang-orang
berdosa, Ia sendiri harus tanpa dosa. Ibrani 7:26 mengatakan, "Sebab
Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh,
tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan
lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga. Tubuh jasmaniah-Nya
berasal dari ibu manusiawi-Nya, tetapi sebagai Roh, Ia sudah ada
sebelum inkarnasi-Nya. Walaupun Ia seperti kita, namun Ia berbeda
dari kita, karena Ia tanpa dosa. Mengapa demikian? 2Korintus 5:21
mengatakan kepada kita, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-
Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh
Allah."
Sumber diambil dari:
Judul Buku: Hadiah yang Sempurna
Penulis : Spiros Zodhiates, Th.D.
Penerbit : Berita Hidup, Solo
Halaman : 13 - 14
______________________________________________________________________
\o/ BAHAN MENGAJAR ------------------------------------------------\o/
-o- JANJI YANG DIRAHASIAKAN MARIA -o-
=============================
Tujuan:
-------
Mengajarkan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Menolong anak mengerti
bahwa kelahiran Yesus adalah satu-satunya alasan kita merayakan hari
Natal.
Ayat Hafalan:
-------------
"Engkau akan menamakan Dia Yesus." (Matius 1:21)
PERSIAPAN GURU
Pembacaan Alkitab:
------------------
Lukas 1:26-38; 2:1-7
Banyak guru berpendapat bahwa mereka tidak perlu mempelajari cerita-
cerita Natal. Mereka telah mendengarnya sejak kecil.
Namun, betapapun baiknya Anda mengira telah mengenal cerita-cerita
ini, Anda sebaiknya membaca kembali cerita-cerita ini dari Alkitab
dan pelajarilah sampai cerita-cerita ini dapat menjadi bagian dari
diri Anda. Bila anak-anak kecil yang Anda bimbing tidak mengerti
arti Natal yang sebenarnya, itu disebabkan karena Anda, sebagai
pemimpin mereka, masih belum meresapinya sendiri. Ujilah sendiri di
dalam hati Anda. Ceritakanlah kepada mereka secara perlahan-lahan
dan dengan suara yang lembut.
WAKTU MENGAJAR
Menyanyi:
---------
Nyanyikanlah sebuah lagu Natal dengan suara perlahan sementara anak-
anak masuk dan duduk di tempat mereka dan kemudian ajak mereka
bernyanyi bersama. Katakan, "Apabila saya mendengar lagu yang merdu
seperti ini dan suasana begitu tenang, hal ini membuat saya seperti
sedang berbicara dengan Allah. Marilah kita berdoa."
Doa:
----
"Allah Bapa yang di surga, kami bersyukur kepada-Mu untuk bayi
Yesus. Kami bersyukur kepada-Mu atas suasana Natal yang bahagia ini,
yaitu hari ulang tahun Yesus. Tolonglah kami untuk mengasihi Engkau
karena Engkau yang lebih dahulu mengasihi kami. Dalam nama Yesus.
Amin."
PERSEMBAHAN DAN HARI ULANG TAHUN
Pendahuluan:
------------
Kadang-kadang pada hari Natal kita menyimpan suatu rahasia. Kita
hendak mengagetkan seseorang dengan suatu hadiah yang tak
diketahuinya. Rahasia ialah sesuatu yang tidak kita ceritakan sampai
hal itu terjadi. Sekali hal itu telah diceritakan, maka itu bukanlah
rahasia lagi.
Saya akan menceritakan kepadamu tentang sesuatu yang pernah menjadi
suatu rahasia. Hal itu terjadi pada zaman dahulu dan sekarang bukan
lagi merupakan rahasia sehingga saya dapat menceritakannya kepadamu.
Banyak orang yang mengetahuinya sekarang karena hal itu telah
ditulis dalam Alkitab supaya setiap orang dapat membacanya.
Cerita Alkitab:
---------------
JANJI YANG DIRAHASIAKAN MARIA
Jauh, jauh sekali, di sebuah kota kecil Nazaret, tinggallah seorang
wanita muda yang bernama Maria. Maria sangat mengasihi Allah dan
berdoa kepada Dia setiap hari.
Pada suatu hari Maria sedang berbicara kepada Allah. Tiba-tiba
seorang malaikat yang berkilauan berdiri di hadapannya. Maria
menjadi takut karena ia belum pernah melihat malaikat sebelumnya.
"Jangan takut, Maria," kata malaikat itu. "Allah sangat mengasihi
engkau dan Ia mengutus aku untuk memberitahukan suatu rahasia yang
ajaib kepadamu. Engkau akan menjadi ibu dari seorang bayi laki-laki
yang mungil. Ia akan menjadi Anak Allah sendiri dan engkau akan
menamakan Dia, Yesus."
Kemudian malaikat itu pergi dan tinggallah Maria seorang diri. Ia
sangat gembira ketika ia mengingat apa yang telah dikatakan malaikat
itu kepadanya. Tak ada seorang pun, kecuali Yusuf, yang mengetahui
rahasia yang mengherankan ini, ia sangat senang karena Allah sangat
mengasihinya sehingga Ia telah memilihnya menjadi ibu dari bayi
Yesus.
Setiap hari Maria memikirkan bayi itu, "Namanya akan disebut Yesus,"
katanya dengan lembut. "Betapa indahnya nama yang telah dipilih
Allah untuk Anak-Nya." Maria membuat sehelai selimut yang lembut
supaya bayi itu tetap hangat kelak. Ia menjahit beberapa potong
pakaian. Pada suatu hari ketika ia sedang memikirkan tentang bayi
Yesus, Yusuf, suaminya berkata, "Kita harus pergi ke Betlehem dan
mencatatkan nama kita di dalam buku raja yang besar dan membayar
pajak."
Maria dengan segera menyiapkan diri untuk perjalanan itu. Ia naik
seekor keledai kecil dan Yusuf berjalan di sampingnya.
Sepanjang hari mereka berjalan, "Klip-klop-klip-klop," bunyi kaki
keledai menuruni jalan yang berdebu. Pada malam hari mereka berhenti
untuk beristirahat. Hari berikutnya mereka berjalan lagi. "Klip-
klop-klip-klop." Akhirnya sampailah mereka di kota kecil Betlehem.
Yusuf pergi ke sebuah rumah penginapan. "Tok, tok! Bolehkah kami
menginap di sini malam ini?" ia bertanya kepada orang yang
membukakan pintu.
"Tidak," kata pemilik penginapan itu. "Maafkan saya. Begitu banyak
orang telah datang sehingga tak ada kamar lagi untuk kalian." Hari
sudah gelap dan Yusuf tak dapat mencari penginapan lain lagi. Maka
Maria dan Yusuf membuat sebuah tempat tidur di dalam kandang bersama
binatang-binatang. Malam itu ketika semuanya sunyi senyap, Allah
menepati janji-Nya dan rahasia Maria yang mengherankan itu benar-
benar terjadi. Tuhan Yesus dilahirkan. Maria membungkus-Nya dengan
sehelai kain panjang, yang disebut kain lampin. Kemudian ia
meletakkan-Nya dengan hati-hati di dalam palungan di atas jerami
yang halus.
Bayi Yesus ini adalah Anak Allah sendiri. Ia merupakan pemberian
Allah kepada Maria. Ia adalah pemberian Allah yang terbaik bagimu,
bagi saya, dan bagi semua orang.
Doa:
----
"Allah Bapa yang di surga, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau
mengasihi kami sehingga Engkau mengirim Yesus ke dunia ini untuk
menjadi sahabat kami yang terbaik, penolong kami yang penuh kasih,
dan Juruselamat kami yang mengherankan. Dalam nama Yesus. Amin."
ULANGAN DAN PERCAKAPAN
"Saya ingin bersyukur kepada Allah sekarang juga karena Ia telah
mengirimkan bayi Yesus."
Tanyakanlah: Siapakah yang berbicara kepada Maria? Apakah yang
dikatakannya kepada malaikat itu?
Ayat Alkitab hari ini mengatakan satu hal kepada kita yaitu apa yang
dikatakan malaikat kepada Maria. Dengarkanlah, sementara saya
membacakannya dari Alkitab. "Engkau akan menamakan Dia Yesus"
(Matius 1:21). Suruhlah mereka membacanya bersama-sama Anda dengan
melipat tangan mereka seperti sebuah buku.
SARAN-SARAN UNTUK KEGIATAN
a. Permainan "Siapakah saya?"
Guru: Pada suatu, hari saya sedang berdoa kepada Allah. Tiba-tiba
seorang malaikat berdiri di depan saya. Mula-mula saya merasa
takut karena saya belum pernah melihat seorang malaikat. Siapakah
saya?
Anak-anak: Maria. (Lakukan hal yang serupa dengan nama-nama
lain.)
b. Bila anak-anak gelisah selama waktu mengajar, suruhlah mereka
berperan sebagai gembala-gembala yang sedang tidur di atas sebuah
bukit. Biarkan mereka semua tidur dengan tenang. Kemudian
suruhlah mereka bangun cepat-cepat serta menggosok-gosok mata
mereka ketika mereka mendengar nyanyian malaikat dan melihat
cahaya.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Cerita Alkitab yang Suka Kudengarkan
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
Halaman : 98 - 101
______________________________________________________________________
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA ------------------------------------------\o/
Dari: Anton Hanggar <tonwgp(at)>
>Haloow selamat pagi Redaksi, apa kabar, moga aja saya temui kakak-
>kakak redaksi dalam keadaan sehat adanya, dan semoga kasih Tuhan
>beserta kakak-kakak semuanya. saya sangat berterima kasih sekali
>karena udah bisa ngontak ke sini, dan isi website sangat bagus
>sekali, dan saya mau minta kalau bisa tolong kak redaksi kirim
>khusus puisi natal, soalnya saat ini ada permintaan dari gereja tuk
>menyongsong natal mendatang. Dan saya mohon sekali tolong kalau
>bisa dikirim secepatnya melalui email di atas. Trima kasih banyak
>sebelum dan sesudah, dan Tuhan memberkati.
Redaksi:
Untuk mendapatkan puisi-puisi Natal, rekan-rekan e-BinaAnak bisa
langsung mengakses Situs PEPAK di:
==> http://www.sabda.org/pepak/pustaka/030345/
==> http://www.sabda.org/pepak/pustaka/040646/
Anda dapat juga berbagi berkat dengan mengirimkan aneka puisi Natal
yang Anda miliki sehingga dapat digunakan pula oleh rekan-rekan yang
lain. Silakan mengirimnya ke alamat e-mail:
==> < staf-binaanak(at)sabda.org >
______________________________________________________________________
\o/ MUTIARA GURU --------------------------------------------------\o/
Allah Bapa yang mahakasih,
Tolonglah kami supaya dalam merayakan kelahiran Yesus,
kami dapat ikut menyanyikan lagu yang disampaikan para malaikat,
bergembira bersama para gembala dan menyembah bersama orang majus.
\o/----------------------------------------------------------------\o/
Staf Redaksi: Davida, Ratri, dan Lisbet
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2005 -- YLSA
http://www.sabda.org/ylsa/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
\o/----------------------------------------------------------------\o/
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan : <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Alamat Berhenti : <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Arsip e-BinaAnak : http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
><> --------- PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN ANAK --------- <><
|