><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
Daftar Isi: Edisi 207/Januari/2004
~~~~~~~~~~~
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ ARTIKEL : Makna Natal yang Sebenarnya
\o/ KESAKSIAN NATAL : Natal yang Paling Berkesan
\o/ BAHAN MENGAJAR : Cerita Natal
\o/ AKTIVITAS : Berikan Hadiah Waktu Anda
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Pelayanan Natal untuk Anak-anak
\o/ MUTIARA GURU
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<staf-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ SALAM DARI REDAKSI
Salam sejahtera dalam kasih Kristus,
Ketika makna Natal mulai pudar dari pikiran dan hati kita, maka
tidak heran jika kita merasakan kejenuhan dalam merayakan Natal.
Apakah hal itu terjadi dengan Anda? Kalau ya, maka inilah saat yang
tepat untuk memperbarui lagi ingatan Anda tentang makna Natal yang
sesungguhnya. Jika Natal hanya berarti kegiatan, kesibukan atau
hadiah-hadiah, maka Natal tidak lagi memiliki makna dalam hidup
kita. Tapi, jika kita memahami bahwa Natal adalah merayakan
kelahiran kembali hidup yang dahulu hilang, yaitu dengan lahir Sang
Juruselamat dalam hati kita, maka sesederhana apa pun kita merayakan
Natal, Natal akan terus membawa kesan yang indah dan mendalam.
Berkaitan dengan hal tersebut, e-BinaAnak Edisi 207/2004 akan
menyajikan topik MAKNA NATAL. Sebuah Artikel pendek akan menolong
Anda merenungkan kembali makna Natal yang sebenarnya dalam kehidupan
Kristen. Selain itu, untuk Anda dapat mengajarkan makna Natal pada
anak SM yang agak besar, kami telah mempersiapkan Kesaksian Natal
yang menarik untuk Anda bagikan. Untuk kelas yang lebih kecil, Anda
dapat memakai Cerita Natal yang kami sajikan di edisi ini untuk
mengajar anak SM tentang makna Natal. Sebagai pelengkap, Kolom
Aktivitas kami sediakan agar Anda dapat mengajak anak SM Anda untuk
belajar memberikan hadiah Natal, yang berupa waktu. Ok, selamat
menyimak dan mempelajari sajian kami minggu ini. Tuhan memberkati!
Tim Redaksi
"Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus,
Tuhan, di kota Daud."
(Lukas 2:11)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Lukas+2:11 >
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ ARTIKEL
MAKNA NATAL YANG SEBENARNYA
===========================
Kembali bulan ini, sekali lagi kita akan merayakan Natal. Apakah
Anda telah jenuh merayakannya? Saya percaya masih belum, bukan?
Akankah kita menemukan makna Natal yang sebenarnya dalam perayaan
kali ini? Bagaimana agar kita dapat merayakan Natal dengan lebih
bermakna? Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu kita jawab dengan
tegas, karena saat ini makna Natal sudah sangat dikaburkan oleh
sekularisme. Natal tidak lagi menjadi milik umat Kristen semata-
mata, Natal telah menjadi milik dunia! Oleh karena itu, kita perlu
menemukan makna Natal yang sebenarnya, bagaikan menemukan kembali
bayi Yesus di tengah tumpukan 1001 macam hadiah Natal!
Setelah hampir 2000 tahun, maka kesyahduan malam Natal telah diganti
dengan hiruk pikuknya "Christmas Sale" dan pesta pora sambil
bermabuk-mabukan, hingga mengakibatkan tidak sedikit korban "drunk-
driver". Lagu "Silent Night, Holy Night" telah dicampur dengan
"Jingle Bells" dan "White Christmas"-nya Bing Crosby. Kandang
sederhana di Betlehem telah dicampur dengan "Christmas Holiday Show"
di hotel-hotel mewah Las Vegas serta "Caribbean Holiday Cruise".
Para gembala serta malaikat telah dicampur dengan "Power Ranger"
serta berbagai mainan plastik dan battery lainnya. Yusuf dan Maria
telah dicampur dengan Santa Claus berikut sekarung kadonya untuk
anak-anak yang "baik". Hingga mereka tidak tahu lagi apakah yang
punya Natal itu si kakek gendut berjanggut dan berbaju merah atau
Kristus Sang Penebus umat manusia dan dunia yang berdosa ini!
Di manakah kita dapat menemukan makna Natal yang sebenarnya? Jelas
bukan di mall-mall, di tempat-tempat pesta, atau di tempat-tempat
liburan lainnya. Kita dapat menemukan makna Natal yang sebenarnya
hanya dengan meneliti sumber berita Natal itu sendiri, yaitu Firman
Allah. Dalam Injil Lukas 2:11, para malaikat memberitakan: "Hari ini
telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud."
Jadi jelas sekali Natal adalah hari kelahiran Juruselamat, bukan
Santa Claus!
Oleh karena itu, dengan cara apa pun atau bagaimanapun kita
merayakan Natal apabila Kristus belum menjadi Juruselamat kita, maka
Natal itu tidak bermakna sama sekali. Sebaliknya, apabila Kristus
telah benar-benar menjadi Juruselamat kita, meskipun dengan sangat
sederhana kita merayakan Natal, maka Natal itu sungguh-sungguh
bermakna. Natal akan lebih bermakna lagi apabila semua dana, daya,
akal, dan usaha yang kita miliki dapat kita salurkan untuk
mengabarkan berita Natal yang sejati kepada orang-orang yang belum
memahami makna Natal yang sebenarnya.
Semoga dalam merayakan Natal kali ini, Anda akan sungguh-sungguh
menikmati makna Natal yang sebenarnya. Amin.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buletin : Gereja Kristen Indonesia -- Newsletter
Penulis : Pdt. Bob Jokiman
Penerbit : GKI Monrovia, USA, 1984
Halaman : 1
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ KESAKSIAN NATAL
NATAL YANG PALING BERKESAN
==========================
Catherine Marshall
Mengapa ada hari Natal yang lebih berkesan daripada hari Natal yang
lainnya?
Natal seperti itu tidak ada hubungannya dengan hadiah yang berharga.
Malahan keadaan yang serba kekurangan sering mendorong timbulnya
gagasan yang cemerlang dalam suatu keluarga.
Tetapi saya rasa, Natal yang paling berkesan biasanya ada
hubungannya dengan kejadian penting dalam keluarga: reuni,
perpisahan, kelahiran, dan bahkan kematian. Mungkin itulah sebabnya,
Natal tahun 1960 masih tersimpan jelas dalam ingatan saya.
Kami merayakan Natal tahun itu di rumah kedua orangtua saya di
daerah pertanian Evergreen, Lincoln, Virginia. Saudara perempuan
saya dan suaminya -- Emmy dan Harlow Hoskins -- datang bersama kedua
anak perempuan mereka, Lynn dan Winifred. Natal merupakan kesempatan
khusus untuk berkumpul dengan ketiga anak kami, Linda, Chester, dan
Jeffrey, dan juga dengan Peter John yang waktu itu kuliah di tingkat
akhir di Universitas Yale. Lima orang anak dapat meramaikan suasana
di rumah pertanian yang kuno selama masa Natal.
Lynn dan Linda sudah mempersiapkan sebuah mimbar sederhana di dekat
tungku perapian ruang tamu untuk ibadah malam Natal. Jeffrey dan
Winifred (cucu-cucu yang termuda) menyalakan lilin-lilin. Semua
anggota keluarga mengelilingi ayah yang membacakan cerita yang tidak
ada bandingannya dari Lukas, cerita Natal pertama. Chester dan
Winifred menyanyikan lagu Natal "Dengarlah Malaikat Bernyanyi"
dengan suara yang tinggi dan nyaring. Kemudian ibu saya yang pandai
mendongeng mengulangi lagi cerita kesayangan kami, "Mengapa Lonceng
Berbunyi". Ibu membuat kami dapat membayangkan anak laki-laki kecil
yang pakaiannya compang-camping bergerak perlahan-lahan di sepanjang
jalan di antara deretan tempat duduk di gereja yang besar dan
menaruh hadiahnya di atas mimbar.
Lalu ibu berkata, "Ibu mau memberi usul. Kalian lihat, di bawah
pohon Natal di ruang baca tertumpuk begitu banyak hadiah Natal yang
akan kita berikan satu sama lain. Padahal kita merayakan kelahiran
Kristus - bukan kelahiran kita masing-masing. Sekarang adalah waktu
untuk Dia. Apa yang akan kita berikan untuk Yesus?"
Ruangan itu mulai dipenuhi dengan suara bisikan, setiap orang
bertukar pendapat. Tetapi ibu meneruskan, "Marilah kita
merenungkannya sebentar. Lalu kita akan duduk berkeliling membentuk
lingkaran dan setiap orang menyebutkan hadiah untuk Kristus yang
akan ditaruh di atas mimbar."
Chester, yang berumur tujuh tahun, pelan-pelan mendekati ayahnya dan
berbisik-bisik untuk berunding. Lalu ia berkata malu-malu, "Saya
ingin supaya saya tidak marah lagi, itu yang ingin saya berikan
untuk Yesus tahun ini."
Jeffrey, berumur empat tahun, yang masih suka mengompol pada malam
hari, berkata dengan riang, "Saya akan memberikan popok saya untuk -
Nya."
Winifred berkata pelan bahwa ia akan menghadiahkan nilai-nilai
sekolah yang baik untuk Yesus. Hadiah Len, "Menjadi ayah yang lebih
baik, yang lebih sabar."
Setiap orang menyebutkan hadiahnya untuk Yesus. Peter John
mengungkapkan hadiahnya dengan kalimat yang singkat, tetapi padat.
"Saya ingin dapat lebih mengabdikan hidup saya bagi Kristus." Saya
teringat perkataannya lima tahun kemudian pada waktu pentahbisannya
di gereja Presbyterian. Waktu itu ia berdiri, kelihatan tinggi dan
tegak dan menjawab dengan mantap, "Saya percaya ... saya berjanji
...." Padahal waktu Natal tahun 1960 mungkin ia tidak mengharapkan
untuk ikut terlibat dalam pelayanan itu.
Lalu tiba giliran ayah saya. "Ayah tidak akan menyampaikan sesuatu
yang terlalu serius," katanya, "tetapi entah mengapa ayah tahu bahwa
Natal tahun ini merupakan Natal terakhir dimana ayah bisa duduk di
ruang ini, berkumpul dengan kalian seperti ini."
Kami terkejut dan protes, tetapi ayah tidak mau berhenti. "Tidak,
ayah begitu ingin mengatakannya. Hidup ayah sangat indah. Bertahun -
tahun yang lalu, ayah menyerahkan hidup ayah kepada Kristus.
Meskipun ayah sudah berusaha untuk melayani Dia, tetapi ayah sering
mengecewakan Dia. Namun Ia memberkati ayah dengan kekayaan yang tak
ternilai -- terutama keluarga ayah. Ayah ingin mengatakannya selagi
kalian semua ada di sini. Mungkin ayah tidak mempunyai kesempatan
lagi. Meskipun nanti setelah ayah memasuki kehidupan setelah
kematian, ayah akan tetap bersama kalian. Dan, ayah pasti akan
menantikan kedatangan kalian di sana."
Ada sinar kasih di matanya yang kecoklatan -- dan linangan di
pelupuk mata kami. Tidak ada seorang pun yang berbicara selama
beberapa lama. Waktu seakan-akan tidak bergerak dalam ruangan yang
hening itu. Pantulan cahaya api dan sinar lilin menari-nari di wajah
anak-anak ketika mereka memandangi kakeknya dan mencoba memahami apa
yang dikatakannya. Aroma minyak balsem dan pohon aras memenuhi
ruangan. Kaca jendela yang sudah tua memantulkan cahaya lampu pohon
Natal yang berwarna merah.
Ayah meninggalkan dunia empat bulan kemudian -- tepat tanggal 1 Mei.
Kematiannya seperti suatu ucapan syukur. Itu terjadi pada sore hari
ketika ia sedang duduk dengan tenang di sebuah kursi di sebuah
kantor pos di desa kecil itu, saat sedang berbicara dengan beberapa
temannya. Jantungnya berhenti berdetak. Anehnya, pada malam Natal
itu, ia tahu pasti bahwa waktunya sudah dekat.
Sekarang, setiap kali saya mengingat ayah, saya dapat membayangkan
kembali keadaan di ruang tamu waktu itu - saat yang sangat berharga
dan berkesan bagi kami. Karena pada waktu yang singkat itu, nilai -
nilai sejati dengan jelas menjadi pusat perhatian: ucapan syukur
ayah untuk kehidupan; iman ibu yang teguh; kekuatan suami saya yang
tersembunyi; kerinduan anak laki-laki saya yang memancar sekejap
melalui ambisi kaum muda yang masih belum jelas; wajah anak-anak
yang ingin sekali mencoba mengerti dan mencari kebenaran; kasih
Allah yang nyata sewaktu pikiran kita tertuju kepada Dia yang
kelahiran-Nya kita peringati.
Saat itu merupakan hari Natal yang paling berkesan bagi saya.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989
Halaman : 40 - 42
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ BAHAN MENGAJAR
CERITA NATAL
============
Di sebuah toko banyak terdapat lilin merah yang tinggi. "Kami adalah
lilin-lilin Natal," kata mereka dengan bangga, masing-masing berada
di kotaknya supaya tidak patah.
Di toko itu ada sebuah lilin berwarna putih. Lilin itu tidak tinggi.
Warnanya tidak merah. "Aku tidak akan pernah menjadi sebatang lilin
Natal," katanya dengan sedih.
Tiga hari sebelum Natal, seorang wanita tua masuk ke toko itu. Ia
melihat kepada semua lilin yang ada di situ.
"Lilin yang merah harganya Rp. 1.000,00 kata penjaga toko itu.
"Lilin kecil yang putih itu Rp. 500,00."
"Aku membeli lilin yang putih," kata wanita tua itu. "Aku hanya
mempunyai Rp. 500,00, tetapi aku memerlukan cahaya malam ini."
Demikianlah, lilin yang kecil itu pulang ke rumah bersama dengan
wanita yang bertubuh kecil. "Sekarang aku tidak akan pernah menjadi
sebatang lilin Natal," keluhnya.
"Kau harus menolong aku memperbaiki bajuku," kata wanita kecil yang
tua itu ketika kegelapan mulai menampakkan dirinya.
Maka berdirilah lilin kecil itu di atas sebuah tempat lilin yang
sudah patah dan lilin itu terus bersinar, sementara wanita kecil
yang tua itu memperbaiki bajunya. Lilin itu makin lama makin pendek.
Dan setelah, ia selesai memperbaiki bajunya, ia memadamkan lilin itu
dan pergi tidur. Lilin itu merasa yakin bahwa ia tidak akan menjadi
sebatang lilin Natal.
Dua hari sebelum hari Natal, ketika kegelapan datang, wanita itu
berkata, "Kau harus menolong aku menemukan untaian kalungku yang
berwarna biru. Aku memakai kalung biru ketika aku masih kecil dan
kalung itu akan kuberikan kepada gadis kecil yang berdiam di loteng
untuk hari Natal," katanya dengan sedih.
Maka lilin itu berdiri di atas tempat lilin yang sudah patah dan
terus bersinar, sementara wanita tua itu mencari-cari kalung
birunya. Lilin itu makin lama makin pendek. Setelah ia membungkus
kalung biru itu, ia memadamkan lilin, dan pergi tidur. Lilin itu
semakin merasa yakin bahwa ia tidak akan pernah menjadi sebatang
lilin Natal.
Satu hari sebelum hari Natal.
Kau harus menolongku membaca cerita tentang Yesus di dalam
palungan," kata wanita tua dan kecil itu, dan ketika malam datang,
ia mengambil Alkitabnya.
Jadi, lilin kecil yang putih itu berdiri di atas tempat lilin yang
patah dan terus bersinar, sementara wanita tua itu membaca, dan
lilin itu menjadi semakin pendek.
"Aku akan meletakkanmu di jendela," kata wanita tua yang kecil itu
pada akhirnya. "Mungkin rombongan paduan suara akan lewat di depan
rumah kita."
Jadi, lilin putih yang kecil itu ditempatkan di jendela dan menjadi
semakin pendek. Gadis kecil yang tinggal di loteng turun dari tangga
dan matanya bersinar penuh kegembiraan ketika ia membuka bungkusan
kecil dan menemukan kalung biru di dalamnya. Sebuah nyanyian
terdengar di bawah jendela:
"Malam kudus! Sunyi senyap.
Kabar baik menggegap.
Bala Surga menyanyi megah.
Kaum gembala diberitakannya.
Lahirlah Penebus ...."
Rombongan paduan suara telah melihat lilin yang kecil itu di
jendela. "Hari ini pasti hari Natal," kata lilin putih yang kecil
itu. "Aku adalah sebatang lilin Natal," bisiknya sementara apinya
menjadi padam.
Aktivitas:
----------
Berikan sebatang lilin kepada setiap anak untuk dibawa pulang.
Tuliskan cerita Natal seperti yang terdapat dalam Lukas 2:8-16 dan
ikatkan pada lilin-lilin kecil itu. Suruhlah setiap anak
membacakannya pada malam Natal sementara lilin dinyalakan.
Mungkin seorang tetangga dapat mendengar cerita Natal dengan cara
seperti ini.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Cerita Alkitab yang Suka Kudengarkan:
Seri Cerita Alkitab untuk Anak-anak
Penerbit : Kalam Hidup, Bandung
Halaman : 96 - 97
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ AKTIVITAS
BERIKAN HADIAH WAKTU ANDA
=========================
Selama masa Natal, ketika waktu rasanya menjadi barang langka bagi
banyak orang, hadiah waktu Anda menjadi hadiah yang indah dan jarang
didapatkan.
BANTUAN YANG TIDAK TERDUGA
Ini bukan waktu untuk "sertifikat". Pokoknya datang! Tidak perlu
mengumumkan niat Anda; tawarkan bantuan Anda dalam saat itu juga
selama masa Natal. Tentu saja Anda boleh menelepon dulu atau
menjadwalkan waktu Anda untuk membantu. Tapi jangan membatasi waktu
dan pelayanan Anda dengan istilah hadiah. Jadikan ini sesuatu yang
tanpa pamrih, dan Anda tidak mengharapkan balasan atau penghargaan
dari orang lain.
1. Apakah Anda mempunyai teman yang kewalahan dengan rancana pesta
yang dibuatnya? Mungkin perhitungannya salah, ada hal-hal tidak
terduga, atau anaknya mendadak sakit. Datanglah untuk membantu
dengan tangan yang rela.
2. Apakah ada tetangga yang kakinya kebetulan patah dan membuatnya
tidak bisa menyapu daun-daun berguguran di depan rumahnya? Angkat
sapu Anda untuknya, tawarkan untuk mengantarnya ke tempat kerja,
atau mintalah seorang remaja di lingkungan Anda untuk melakukan
pekerjaan itu dengan bayaran dari Anda.
3. Hubungi penampungan tunawisma lokal. Tanyakan apakah mereka
membutuhkan tambahan sukarelawan pada musim dingin. Ini adalah
kegiatan yang baik bagi seluruh keluarga. Jadikan ini sebagai
hadiah pelayanan bagi masyarakat Anda.
4. Apakah ada rekan kerja yang akan kedatangan kerabat sekampung?
Apakah keluarga penerima tamu membutuhkan beberapa panci besar
atau seprai dan selimut tambahan? Apakah teman Anda perlu bantuan
untuk membersihkan dan menghias rumah sebelum tamu-tamunya
datang?
5. Apakah Anda tahu salah seorang pendeta Anda sangat sibuk?
Tawarkan untuk mengantarnya. Bebaskan dia dari menit-menit
tambahan yang sering dibutuhkan untuk mencari tempat parkir,
belum lagi keletihan mental dan emosional di tengah lalu lintas
hari raya.
6. Pertimbangkan untuk mengantar seorang teman lanjut usia pergi
berbelanja. Sediakan kursi roda, kalau diperlukan, dan doronglah.
Hadiah yang berupa waktu memberi dua hal dalam kehidupan kita.
Mengalihkan prioritas kita dari diri kita sendiri ke luar, dan
membantu seseorang yang kita kenal atau sayangi dengan cara yang
tidak biasa dan tidak terduga, seringkali memungkinkan orang itu
untuk mendapat perenungan rohani yang lebih dalam selama masa Natal
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: 52 Cara Sederhana Membuat Natal Menjadi Istimewa
Penulis : Jan Dargatz
Penerbit : Interaksara, Batam Centre, 1999
Halaman : 148 - 150
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA
Dari: Puspa rini <puspa_rini(at)>
>Syaloom....
>Salam dalam kasih Tuhan Yesus
>Dalam rangka merayakan kelahiran Tuhan Yesus, kami berencana utk
>mengadakan perayaan di kantor kami. Saya ingin mengetahui, apakah
>di yayasan yg bpk/ibu pimpin menyediakan pelayanan untuk
>pelaksanaan Natal anak2... (Event Organizer)
>
>Bilamana ada, bisakah kami mengetahui lebih lanjut ... Terima kasih
>atas perhatiannya ... Mohon informasi secepatnya. GBU!
>Hormat saya
>Puspa Rini
Redaksi:
Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) yang menaungi pelayanan e-BinaAnak
tidak melakukan pelayanan Natal keluar (Event Organizer). Pelayanan
YLSA yang paling utama adalah menyediakan bahan-bahan literatur
untuk memperlengkapi para pelayan anak. Demikian penjelasan kami,
kiranya dimaklumi.
Sebenarnya ada banyak ide yang bisa Anda dapatkan dalam Situs PEPAK
(Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen) yang dapat Anda dan rekan-
rekan kantor Anda pakai untuk menyelenggarakan Natal anak-anak. Jika
Anda tertarik, silakan berkunjung ke alamat:
==> http://www.sabda.org/pepak/
Saran kami yang lain, Anda dapat menghubungi Yayasan Domba Kecil
yang sering mengadakan acara-acara untuk kegiatan SM. Berikut ini
informasinya:
Yayasan Domba Kecil <info(at)dombakecil.org>
Jl. Tanjung Duren Utara III E/236
Jakarta Barat 11470 - INDONESIA
Tel. (021) 560-2630, 566-8962
Fax. (021) 566-8962
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ MUTIARA GURU
Kiranya aroma masa Natal melingkari hatimu saat ini;
Semoga ditengah kesibukan kau masih memiliki waktu untuk berdoa
Kiranya pesan dari palungan tetap memberkatimu,
memimpinmu, membimbingmu;
bersama dengan paduan suara para malaikan di surga,
menyanyi "Damai di bumi ...."
- June Masters Bacher -
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Staf Redaksi: Davida, Ratri, Murti
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2004 YLSA
http://www.sabda.org/ylsa/
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
><> ========= PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN ANAK ========== <><
|