><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
Daftar Isi: Edisi 205/November/2004
~~~~~~~~~~~
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ ARTIKEL : Metode Mengajar Yesus
\o/ TIPS MENGAJAR : Siap Mengajar
\o/ BAHAN MENGAJAR : Aneka Puisi Natal
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Edisi e-BinaAnak tentang Natal
\o/ MUTIARA GURU
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<staf-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ SALAM DARI REDAKSI
Salam sejahtera,
Topik terakhir bulan November dari tema YESUS, TELADAN YANG SEMPURNA
adalah "Mengajar Seperti Kristus". Meskipun mengajar anak-anak
adalah hal yang sudah kita kuasai, namun mungkin banyak di antara
kita yang menganggap bahwa tidak mungkin kita bisa mengajar seperti
Sang Guru Agung Yesus. Dia begitu sempurna dalam segala hal,
termasuk dalam cara-Nya mengajar para murid dan orang banyak.
Namun, kita tidak perlu berkecil hati. Sebagai murid Kristus, kita
sebenarnya juga dimampukan untuk meneladani segala hal yang Dia
lakukan, termasuk dalam hal mengajar. Kita bisa bersama-sama belajar
tentang metode Yesus dalam mengajar melalui Artikel yang kami
sajikan pada edisi minggu ini. Juga dalam Tips Mengajar tersedia
bahan yang menolong kita, sebagai guru SM, untuk melakukan persiapan
dasar sebelum mengajar. Kiranya, kedua materi ini semakin menambah
sukacita dan semangat kita untuk bisa mengajar seperti Kristus.
Selamat mengajar!
Tim Redaksi
"Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa;
Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil
Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan."
(Matius 9:35)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Matius+9:35 >
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ ARTIKEL
METODE MENGAJAR YESUS
=====================
Dalam mengajar, Yesus menggunakan beberapa metode dan tidak terikat
pada satu metode saja. Dia beralih dengan sangat lembut dari yang
dikenal ke yang tidak dikenal; dari yang sederhana ke hal-hal yang
rumit; dari hal-hal yang konkret ke hal-hal yang abstrak. Suatu
kebebasan yang sesungguhnya, muncul dalam kemampuan metodologisnya
dan dengan objektivitas yang cukup jelas. Dia bukanlah seorang
penghibur melainkan seorang pendidik. Dia menginginkan lebih dari
perhatian yang besar; Dia menjanjikan untuk mengubah hidup.
Tak seorang pun bisa menuduh Yesus memotong filosofi pendidikan. Dia
memahami bahwa semua pembelajaran melibatkan suatu proses. Dia tidak
hanya tahu apa yang akan diajarkan-Nya, tetapi Ia juga mengerti apa
yang diajarkan-Nya. Belajar lebih dari sekedar mendengarkan;
mengajar lebih dari sekedar mengatakan. Bagaimanakah Yesus bisa
menjadi begitu efektif tanpa menggunakan bel atau pun jadwal, sebuah
ruang kelas yang bagus, dan sebuah OHP atau layar?
Berikut ini beberapa kunci keefektivitasan-Nya. Ajaran Yesus
memiliki sifat bisa dibedakan dan dipindahkan/disalurkan.
AJARAN YESUS ITU KREATIF
Tidak ada pola pengajaran yang sama dengan pola pengajaran Yesus.
Sangat sulit untuk menemukan bahwa Yesus menggunakan hal yang sama
dalam cara yang sama. Seseorang membaca Kitab Suci dengan harapan
untuk menemukan apa yang selanjutnya akan dilakukan dan dikatakan
oleh Yesus. Kita melihat kekreativitasan-Nya seperti berikut ini:
1. Dia menggunakan pertanyaan-pertanyaan.
--------------------------------------
Cara ini merupakan inti dari metode pengajaran-Nya. Empat Injil
menuliskan lebih dari seratus pertanyaan berbeda yang digunakan.
Beberapa dari pertanyaan-Nya dilontarkan secara langsung dan
dengan sederhana memberikan informasi yang penting, beberapa
penjelasan dari ketidakpastian yang dipikirkan oleh pendengar-
Nya, dan ekspresi yang muncul atas iman mereka. Misalnya,
"Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" (Matius 9:28)
Robert Stein, dalam bukunya yang berjudul "The Method and Message
of Jesus Teaching", mengatakan bahwa:
"Dia menggunakan pertanyaan dalam berbagai variasi dan dalam
berbagai situasi. Salah satu cara yang digunakan Yesus dalam
menggunakan pertanyaan adalah dengan menggambarkan jawaban
yang benar bagi pendengar-Nya. Dengan menggambarkan jawaban
yang benar kepada murid-murid-Nya, maka jawaban tersebut akan
lebih menyakinkan dan selalu mereka ingat daripada hanya
diucapkan oleh Yesus. Inti dari keseluruhan penginjilan-Nya
terpusat pada peristiwa di Kaisarea, Filipi dimana Yesus
menanyai murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?"
Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada
juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang
dari para nabi." Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa
katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah
Mesias!" Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan
memberitahukan kepada siapapun tentang Dia. Kemudian mulailah
Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus
menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-
imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit
sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang."
(Markus 8:27-32)
Seringkali, pertanyaan yang dilontarkan-Nya secara langsung
mengharuskan pendengar-Nya membandingkan, memeriksa, mengingat,
dan mengevaluasi. Pertanyaan-pertanyaan hipotesa memberikan
suasana solusi bagi pendengar-Nya. Seperti yang tertera pada
Matius 21:31, "Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan
kehendak ayahnya?" atau seperti yang terdapat di Lukas 10:36,
"Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah
sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
Yesus dikenal mahir dalam menangani pertanyaan-pertanyaan yang
ditujukan kepada-Nya, bahkan ketika mereka ingin menjebak-Nya. Di
dalam Markus 12:13-34, Yesus mendiskusikan tiga hal:
a. Pajak kepada Kaisar
b. Pernikahan pada Kebangkitan hidup
c. Hukum yang Terutama
Setiap pertanyaan sangatlah berbeda dan pendengar-Nya sangat puas
dengan jawaban-jawaban yang diberikan, sehingga mereka tidak lagi
memiliki pertanyaan yang akan ditanyakan pada waktu itu.
2. Dia menggunakan perumpamaan.
----------------------------
Yesus adalah ahli dalam bercerita. Ajaran-Nya menggugah pikiran;
bukan melumpuhkan pikiran. Perumpamaan adalah bentuk yang paling
terkenal dari ciri-ciri ajaran-Nya yang secara kreatif melibatkan
orang-orang dalam proses belajar. Markus mencatat bahwa Yesus,
"Mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka." (Markus
4:2)
Archibald Hunter mengklaim bahwa 35 persen dari ajaran Yesus
dalam keempat kitab Injil berbentuk perumpamaan. (Richard A.
Batey, ed. New Testament Issues. New York: Harper and Row, 1970,
p.71.)
Ada sebuah pertanyaan yang berupa kritik, "Mengapa Yesus sangat
sering menggunakan perumpamaan?" Kembali, Robert Stein memiliki
ayat yang tepat dalam "Perumpamaan Yesus" yang diringkas-Nya
menjadi tiga alasan:
a. Untuk menyembunyikan ajaran-ajaran-Nya dari orang-orang di
luar-Nya (Markus 4:10-12; Matius 11:25-27).
b. Untuk mengilustrasikan dan menyatakan pesan-pesan-Nya
kepada murid-murid-Nya (Markus 4:34).
c. Untuk menenangkan pendengar-Nya (Markus 12:1-11; Lukas
15:1-2).
Yesus menggunakan berbagai metode yang kreatif seperti:
- Pernyataan yang benar-benar ditekankan (Markus 5:29-30).
- Peribahasa (Markus 6:4)
- Paradok (Markus 12:41-44)
- Ironi (Matius 16:2-3)
- Hiperbola (Matius 23:23-24)
- Teka-teki (Matius 11:12)
- Kiasan (Lukas 13:34)
- Permainan kata (Matius 16:18)
- Sindiran (Yohanes 2:19)
- Metafora (Lukas 13:32)
AJARAN YESUS ADALAH UNIK
Setiap ajaran digunakan dan dipilih untuk menyesuaikan dengan
situasi dan kebutuhan dari pendengar-Nya. Setiap pertemuan sangatlah
berbeda karena Dia tahu apa yang ada dalam diri setiap orang secara
umum dan secara individu (Yohanes 2:24-25). Ketiga percakapan
selanjutnya (Nikodemus, wanita Samaria, dan perwira di Kapernaum),
menunjukkan kemampuan-Nya untuk membuat persetujuan secara cekatan
dan unik dengan tiga pribadi yang berbeda. Tujuannya adalah sama-
untuk membawa mereka ke dalam iman. Metodologi yang digunakan adalah
berbeda.
Dia mengajarkan kebenaran "semampu mereka untuk memahami" (Markus
4:33). Seperti yang ditulis oleh LeBar:
"Belajar adalah proses, biasanya bertahap, tetapi kadang-kadang
ditandai dengan peristiwa-peristiwa besar yang menunjukkan
peningkatan yang pesat."
Yesus tidak berusaha untuk menyimpan pendekatan-pendekatan
pendidikan. "Camkanlah ini karena suatu hari nanti engkau akan
memerlukannya." Dia tidak berada di bawah tekanan untuk mengajarkan
berbagai hal yang ingin diketahui oleh murid-murid-Nya meskipun Dia
adalah kebenaran itu sendiri (Yohanes 14:6). Kita tidak pernah
melihat-Nya menjejalkan ajaran-ajaran agama kepada orang lain. Dia
tidak pernah menyuruh orang lain untuk mengingat dan mengulangi
jawaban-jawaban-Nya. Dia percaya sepenuhnya bahwa Roh Kudus akan
menuntun mereka ke dalam seluruh kebenaran (Yohanes 16:13).
Juruselamat selalu mulai dari di mana orang berada -- dengan
pertanyaan-pertanyaan, kebutuhan, kepedihan, dan kepentingan mereka.
Dia tahu bagaimana mendengarkan orang lain dan mengunci komentar
mereka. Dia menjadi satu dengan mereka; Dia dapat beradaptasi dengan
berita-berita yang ada; Dia dapat mengikuti mereka tanpa mereka
sadari.
Kristus tidak pernah melepaskan budaya-Nya. Bahasa yang digunakan-
Nya selalu disesuaikan dengan pengalaman orang lain -- pekerjaan,
masalah-masalah sosial, adat istiadat, kehidupan keluarga, sifat,
dan konsep agama mereka.
Perhatikan, Yesus mengunakan elemen-elemen yang mengejutkan dengan
wanita Samaria (meminta minum, Yohanes 4:7-9); yang dipegang seorang
anak (Matius 18:2); mata uang (Markus 12:15); dan jala (Lukas 5:4).
AJARAN YESUS ADALAH MENGIKAT
Orang tidak akan berpikir jika tidak diminta untuk melakukannya.
Kapasitas penyelesaian masalah adalah dengan menggunakan Injil.
Yesus tidak hanya menyelesaikan masalah untuk orang lain tetapi juga
dengan orang lain; mereka selalu dilibatkan dalam proses ini.
Dia mengikat orang lain dengan memberikan suatu perkara, dengan
memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan, dengan menggunakan
pengulangan, dengan bercerita, atau hanya dengan diam saja.
Agar dapat menggunakan metodologinya secara fleksibel, seseorang
tidak hanya harus tahu apa yang dipelajarinya secara keseluruhan,
dia juga harus memiliki tujuan yang ingin dicapainya ketika
membimbing murid-muridnya. Tuhan kita mendorong secara informal
tetapi bukan tanpa tujuan.
Lukas 10:25-37 (perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati),
merupakan sebuah kasus klasik dari Guru terbesar yang melibatkan
seorang pengacara untuk mengetahui kebenaran dari dirinya sendiri.
Yesus bukannya menjawab pertanyaannya tetapi Ia justru bertanya
tentang jawaban yang diberikan kepada-Nya.
AJARAN YESUS ITU MEMBANGUN
Tujuan Allah kita adalah untuk membawa orang lain dari tempat asal
mereka ke tempat mereka yang seharusnya. Percakapan Yesus dengan
wanita Samaria itu adalah suatu pelajaran tentang keahlian Yesus
yang tak tertandingi (Yohanes 4).
Yesus menghancurkan semua rintangan yang ada -- budaya, ras, jenis
kelamin, dan agama -- dan mengubah dia (wanita Samaria) menjadi
seorang penginjil di lingkungannya. Itulah perubahan.
Tetapi, bagaimana perubahan yang radikal ini bisa terjadi? Becky
Pippert secara tajam mengamati:
"Wanita Samaria itu telah memiliki lima suami dan saat itu, ia
tinggal dengan suami keenamnya. Para murid memandangnya dan
merasa, "Wanita itu? Menjadi orang Kristen? Tidak bisa, mengapa
hanya melihat gaya hidupnya saja!" Tetapi Yesus melihatnya dan
membuat kesimpulan yang sebaliknya. Apa yang dilihat Yesus dalam
ketakutannya untuk berharap kepada pria, bukan hanya sekedar rasa
kehilangan. Bukanlah kebutuhan manusiawinya untuk mendapatkan
kelembutan yang menyentuh-Nya tetapi bagaimana ia mencari untuk
mendapatkan yang ia perlukan. Bahkan, Yesus melihat bahwa
kebutuhannya menandakan kehausannya akan Tuhan. Dia ingin
mengatakan kepada murid-murid, "Lihatlah apa yang ia perbuat
untuk Tuhan. Lihatlah betapa kerasnya ia berusaha untuk
mendapatkan hal yang benar pada semua tempat yang salah."
(Pippert, p. 119)
Ini adalah hasil dari melihat orang lain dengan pandangan mata
secara radikal (Yohanes 4:34-35).
Dia menantang orang Farisi, "Jadi pergilah dan pelajarilah arti
firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan
persembahan" (Matius 9:13). Yesus tidak pernah memaksakan keputusan-
keputusan tetapi Ia mendorong orang lain untuk membuat keputusan.
Dengan sabar, Ia mulai memperlajari pengalaman murid-murid-Nya dan
mereka yang bergaul dengan-Nya.
Melalui Allah, kita belajar bahwa pengajaran yang baik itu meliputi
menolong murid untuk bertanggung jawab atas pemikiran dan hidupnya.
Dia selamanya akan mendorong dan memampukan orang lain untuk membuat
keputusan terbaik yang mungkin bisa dilakukan.
Membimbing orang lain dalam nama Yesus adalah suatu hak yang besar
dan suatu tanggung jawab yang harus diemban; menyesatkan seseorang
adalah hal yang dibenci-Nya (Matius 18:6). Jadi, sudah siapkah Anda
untuk mengajar seperti Yesus?
Sumber diterjemahkan dan diedit dari:
Judul Buku : The Christian Educator´s Handbook on Teaching
Judul Artikel Asli: Following The Master Teacher: The Method
Penulis : Kenneth O. Gangel and Howard G. Hendricks
Penerbit : Scripture Press Publications, USA, 1998
Halaman : 24 - 28
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ TIPS MENGAJAR
SIAP MENGAJAR
=============
Mungkin, banyak guru SM yang menganggap bahwa tidak mungkin kita
dapat mengajar seperti Sang Guru Agung, Yesus, sebab dia begitu
sempurna dalam kehidupannya. Pikiran seperti itu harus dihilangkan.
Sebagai seorang pengikut Kristus, kita pasti bisa meneladani
kesempurnaan-Nya, khususnya bagi seorang guru Kristen dalam hal
mengajar.
Satu hal yang harus diingat, bahwa pengajaran yang berhasil selain
penyerahan diri sepenuhnya kepada Dia, yakni juga dengan mendisiplin
diri dalam hal belajar dan persiapan pribadi. Berikut ini, kita akan
melihat persiapan dasar apa saja yang harus dilakukan oleh seorang
guru SM.
1. Pengetahuan Alkitab
-------------------
Karena Alkitab merupakan buku pegangan yang terpenting dalam
mengajar Sekolah Minggu, guru harus paham mengenai isinya. Dia
harus mengusahakan dirinya untuk mempelajari Alkitab dengan
sungguh- sunguh dan sistematis. Misalnya, untuk mengerti
pelayanan Yesus, bukan saja pokok-pokok yang utama dari
pengajaran-Nya harus diketahui, tetapi juga keadaan sosial,
pokitik, ekonomi, dan rohani yang mejadi latar belakang seluruh
pelayanan Yesus di bumi. Bagaimanakah hal ini dapat mempengaruhi
tindak-tanduk-Nya? Atau bagaimanakah kehidupan pada zaman Yesaya,
Yeremia, atau Yehezkiel? Pada saat apa dalam sejarah bangsa
Yahudi, mereka bernubuat? Penelaahan Alkitab sedemikian itu tidak
dilakukan sebagai ibadah pribadi, itu merupakan satu usaha
sistematis untuk memahami arti Alkitab dan menguasai isinya.
Ketika seseorang melakukan hal ini, pengajarannya menjadi makin
berkuasa dan Alkitab menjadi lebih nyata dalam pikiran murid-
murid.
2. Teologi
-------
Kadang-kadang, orang memikirkan teologi sebagai satu pelajaran
yang rumit. pelajaran ini tampak kepada mereka sebagai satu
campuran teori dan pikiran-pikiran yang abstrak dan kabur.
Sebenarnya, setiap orang memiliki teologi, yakni sesuatu yang
dipercayainya mengenai kebenaran Kristen. Kepercayaannya mungkin
tidak tersusun secara rapi dan dia mungkin tidak dapat
menyatakannya dengan jelas; walaupun demikian, dia yakin bahwa
semua yang dipercayainya itu benar. Dalam hal mengajar, kapan pun
seorang guru berbicara tentang Allah, tentang Yesus, Alkitab,
kasih, dan iman, sesungguhnya dia sedang mengajarkan teologi.
Betapa pentingnya bahwa pengajarannya itu sesuai dengan
pengajaran-pengajaran Alkitab dan selaras dengan apa yang
dipercayai gerejanya.
3. Sifat-sifat Kelompok Usia
-------------------------
Pengajaran itu efektif bila dilakukan dengan mengingat minat,
keperluan, dan sifat murid. Telah dikatakan, "Dalam hal mengajar
di Sekolah Minggu banyak anggota kelas yang tertinggal, sementara
guru maju dalam suatu perjalanan rohani, karena guru tidak
memulainya pada tingkat pengertian si murid." Para guru yang
mengajar anak-anak harus mempertimbangkan tingkat perkembangan
murid-muridnya agar tidak mengajarkan konsep-konsep agama yang
tidak mungkin dipahaminya. Para guru, yang adalah orang dewasa
harus memastikan bahwa mereka memberi pengajaran yang perlu bagi
pendewasaan kelas itu.
4. Teknik Mengajar
---------------
Penggunaan teknik-teknik mengajar dengan bijaksana akan
menjadikan pengetahuan Alkitab lebih berarti dan tetap. Hukum
dasar dalam hal belajar adalah bahwa pengajaran itu lebih
berhasil bila para murid melibatkan diri dan saling mempengaruhi.
Jadi, seorang guru harus mengetahui teknik-teknik manakah yang
akan menerbitkan tanggapan terbaik atas suatu kebenaran pelajaran
yang diberikan. Dia juga harus mengetahui batas-batas dari
bermacam-macam teknik itu, cara untuk menyesuaikannya dengan
kesanggupan kelompok usia itu, dan bagaimana waktu serta ruangan
yang tersedia mempengaruhi pemilihan suatu metode mengajar.
Misalnya, seorang guru tidak menceritakan sebuah cerita dengan
cara yang sama dalam kelas kanak-kanak dan kelas Tunas Remaja;
juga ia tidak akan memisah-misahkan kelas itu dalam beberapa
kelompok diskusi jika hanya ada lima atau enam murid yang hadir
dalam kelas itu.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Buku Pintar Sekolah Minggu Jilid 2
Judul Artikel Asli: Guru Sekolah Minggu
Penerbit : Gandum Mas, Malang, 1996
Halaman : 218
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ BAHAN MENGAJAR
Minggu ini, kami sajikan aneka puisi Natal untuk persiapan perayaan
Natal di SM Anda. Semoga memberikan sukacita di hati Anda dan anak-
anak SM Anda.
ANEKA PUISI NATAL
=================
PUISI 1: ANDA AKAN MENGENAL DIA KETIKA IA DATANG
Anda akan mengenal Dia saat Ia datang,
Bukan karena genderang yang bertalu-talu,
Atau udara segar yang dihembuskan-Nya,
Ataupun segala sesuatu yang dikenakan-Nya,
Bukan juga karena mahkota-Nya,
Ataupun jubah-Nya
Tetapi kehadiran-Nya pasti akan dikenal
Karena keselarasan yang kudus
Yang hadir di dalam diri Anda ketika Ia melawat Anda.
- Anonim
PUISI 2: DOA NATAL
Ya Tuhan,
Terang sudah tiba,
Lilin di Betlehem menyala.
Tolonglah saya untuk bersukacita dalam terang
dan dalam cahaya itu melihat sesama saya apa adanya.
Tolonglah saya untuk tetap mengenal dia
sementara Natal tiba, dan cakrawala malam,
sekali lagi dipenuhi dengan terang kelahiran-Mu.
Amin!
- Gordon Neel
PUISI 3: YANG KUDUS
Mereka semua mencari seorang raja
Membantai musuh mereka dan mengangkat mereka;
Engkau datang, seorang bayi kecil
Kedatangan-Mu membuat seorang perempuan menangis.
O, Anak manusia, luruskan hidup saya yang sia-sia
Kehadiran-Mu memberi arti;
Bukan karena roda-roda-Mu di jalan,
Juga bukan karena lautan yang Kau arungi!
Engkau tidak peduli bagaimana atau siapa saya,
Bahkan Engkau turun ke dunia
Untuk menjawab semua kebutuhan saya,
Ya, setia doa yang telah dipanjatkan.
- George MacDonald
Sumber:
Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Penulis : Doris Swehla
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1998
Halaman : 34, 146, dan 238
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA
Dari: Dewi Saraswati <dewi(at)>
>Saya ingin mengetahui kumpulan bahan Natal yang dimiliki oleh
>e-BinaAnak. Saya sangat membutuhkan beberapa bahan mengajar untuk
>rencana pelajaran di bulan Desember nanti. Terima kasih atas
>bantuannya.
Redaksi:
Anda tidak perlu kuatir, karena setiap tahun selama bulan November
dan Desember, e-BinaAnak selalu menampilkan bahan-bahan yang bisa
Anda pakai untuk perayaan Natal. Nah, selain tahun ini, Anda juga
bisa lihat arsip e-BinaAnak tahun-tahun sebelumnya. Berkunjunglah
ke arsip e-BinaAnak di Situs SABDA.org di alamat:
==> http://www.sabda.org/publikasi/e-BinaAnak
Silakan Anda ketikkan kata "Natal" di kolom "Cari" dan secara
otomatis semua edisi yang berhubungan dengan Natal akan muncul.
Atau Anda juga dapat masuk ke Situs PEPAK dengan memilih Topik
Perayaan Hari Raya Kristen di alamat:
==> http://www.sabda.org/pepak/topik/12/
Di dalamnya semua hal yang berhubungan dengan hari besar Kristen
dapat Anda temukan termasuk mengenai Natal.
Semoga membantu! :)
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ MUTIARA GURU
Yesus menjadi teladan bagi semua guru.
Ia mencerminkan kesukaan dan kepuasan
yang diperoleh dalam pelayanan mengajar.
Dengan mengikuti teladan-Nya,
guru akan dapat melihat kehidupan murid-murid-Nya
diubahkan oleh Firman Allah.
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Staf Redaksi: Davida, Ratri, Natalia
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2004 YLSA
http://www.sabda.org/ylsa/
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
><> ========= PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN ANAK ========== <><
|