><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
Daftar Isi: Edisi 194/September/2004
~~~~~~~~~~~
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ ARTIKEL (1) : Memenangkan Keluarga Anak SM
\o/ ARTIKEL (2) : Melayani Keluarga
\o/ BAHAN MENGAJAR : Hubungan yang Memberi Dukungan
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Minta Informasi Panggung Boneka
\o/ MUTIARA GURU
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<staf-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ SALAM DARI REDAKSI
Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,
Keberadaan suatu keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar bagi
pertumbuhan jasmani maupun rohani, khususnya bagi seorang anak.
Oleh karena itu, sebagai seorang pendidik, guru Sekolah Minggu
sangat perlu untuk mengenal keluarga anak-anak didiknya. Jika
keluarga anak-anak tersebut telah mengenal Tuhan, maka hal ini akan
memudahkan guru-guru SM dalam membina anak-anak tersebut.
Sebaliknya, jika keluarga anak-anak SM belum mengenal Tuhan, maka
ini bisa menjadi kesempatan bagi guru untuk juga melayani keluarga
anak tersebut untuk dimenangkan bagi Kristus. Bagaimana caranya?
Secara khusus, e-BinaAnak edisi minggu ini akan membahas topik yang
sangat relevan untuk menjawab pertanyaan di atas, yaitu "Memenangkan
Keluarga Anak SM". Melalui dua Artikel yang kami sajikan, Anda akan
diajak untuk melihat peluang dalam mengembangkan pelayanan melalui
anak-anak SM, yaitu memenangkan keluarga anak-anak SM. Pada bagian
akhir, kami sajikan Bahan Mengajar yang berguna untuk menjelaskan
kepada anak SM betapa berartinya sebuah keluarga. Kami berharap,
bahan tersebut dapat menumbuhkan sikap mengasihi keluarga dalam diri
anak-anak SM.
Nah, tentu Anda tidak sabar ingin segera menyimaknya bukan? Tuhan
memberkati pelayanan Anda!
Tim Redaksi
"Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus
dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
(Kisah Para Rasul 16:31)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Kisah+16:31 >
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ ARTIKEL (1)
MEMENANGKAN KELUARGA ANAK SM
============================
Banyak murid yang mengikuti Sekolah Minggu, baik untuk waktu yang
singkat maupun lama yang tidak pernah muncul lagi di gereja dan
mungkin sudah undur dari Tuhan. Mengapa? Satu penyelidikan yang
teliti memperlihatkan kepada kita bahwa hampir dalam setiap kasus,
hal itu disebabkan karena kita gagal memenangkan orangtuanya kepada
Kristus. Karena tutur kata, sikap, dan kelakuan orangtua lebih
banyak menentukan hari depan murid-murid daripada pengaruh-pengaruh
yang lain, kita harus memberikan perhatian kepada keluarga murid-
murid jikalau kita hendak memenangkan mereka kepada Kristus. Kira-
kira enam puluh enam persen anak telah dimenangkan kepada Kristus
berasal dari keluarga dimana kedua orangtuanya telah diselamatkan.
Tetapi, jika ayah atau ibu belum menjadi orang Kristen, bisa saja
anak-anak yang diselamatkan datang ke gereja hanya secara kebetulan
saja.
Generasi-generasi orangtua pada masa sekarang telah melihat semua
berkat dan kebajikan dari kekristenan, tetapi hanya sedikit yang
telah memeluknya dan aktif di gereja. Beberapa orangtua yang masih
percaya akan teori kuno menganggap bahwa Sekolah Minggu itu hanya
untuk anak-anak; ada pula orangtua yang lain yang menyatakan tidak
mau memaksakan agama kepada anak-anaknya. "Biarlah mereka menentukan
sendiri," mereka berdalih. Berdasarkan fakta-fakta ini, kita tidak
dapat mengharapkan untuk memenangkan generasi sekarang ini melalui
orangtuanya, tetapi sebaliknya kita harus memenangkan orangtua
melalui anak-anaknya.
Dalam hal ini, pintu telah terbuka lebar. Orangtua manakah yang
tidak tertarik kepada kesejahteraan anak-anaknya?
Beberapa metode untuk memenangkan para orangtua kepada Kristus telah
ditemukan.
1. Bahan-bahan yang boleh dibawa pulang
------------------------------------
Satu langkah yang dapat dipergunakan untuk memenangkan keluarga
ASM ialah dengan menggunakan bahan-bahan yang boleh dibawa
pulang. Cara-cara ini telah umum dilakukan di sekolah-sekolah
negeri. Di Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar, anak-anak selalu
membawa pulang kertas-kertas hitungan, hasil-hasil kerajinan
tangan, dan lain-lain. Mereka memperlihatkannya kepada
orangtuanya sambil berkata, "Lihat Bu, apa yang telah saya buat
di sekolah." Bagaimana mungkin seorang ayah atau ibu akan menolak
apa yang diperlihatkan oleh anak mereka. Barang-barang itu akan
ditempelkan di dinding, disimpan di dalam laci, tetapi tidak
pernah dibuang. Benda-benda itu berharga. "Saya telah membuatnya
di sekolah."
Anda dapat mempergunakan metode ini untuk mengajar Sekolah Minggu
karena metode ini dapat menolong Anda untuk memenangkan keluarga
ASM. Anda dapat memenangkan orangtua murid kepada Kristus,
jikalau Anda menyediakan waktu dan berusaha untuk membuat "bahan-
bahan yang dapat dibawa pulang" sebagai bagian dari rencana Anda.
a. Pekerjaan tangan
----------------
Setiap guru membuat satu benda yang dapat dipergunakan untuk
menyampaikan cerita kepada murid Sekolah Minggu. Misalnya,
pedang yang menyala di taman Firdaus, satu gulungan dari Kitab
Taurat Musa, atau tempat tidur yang diturunkan dari atap. Di
rumah mau tidak mau gambar-gambar itu akan menimbulkan
pertanyaan "Apakah itu?" Pekerjaan guru mulai berlipat ganda,
mungkin tanpa ada akhirnya.
b. Pekerjaan hafalan
-----------------
Usahakanlah supaya selalu ada pekerjaan hafalan yang harus
dipelajari di rumah, satu ayat dari Alkitab atau bagian dari
satu pelajaran. Dengan sendirinya para orangtua akan diminta
untuk menolongnya dalam pekerjaan hafalan ini. Di sinilah,
langkah kedua dimana orangtua juga ikut belajar.
c. Bahan-bahan bacaan
------------------
Usahakanlah supaya murid-murid dapat membawa pulang traktat,
atau buku-buku rohani untuk dibaca di rumah. Selain buku-buku
bacaan Sekolah Minggu, perkenalkanlah juga kepada murid-murid
majalah-majalah rohani supaya mereka berlangganan.
d. Bahan promosi
-------------
Pengumuman, buletin, berita acara kebaktian, berita aktivitas-
aktivitas gereja, harus sampai di rumah murid secara teratur.
Mungkin ada di antaranya hal-hal ini yang menarik perhatian
para orangtua, sehingga mereka rindu untuk datang kepada
Tuhan.
e. Undangan-undangan khusus
------------------------
Surat-surat undangan yang berisi undangan kepada orangtua
untuk acara istimewa, piknik, pertemuan antara orangtua dan
guru, dan semua aktivitas dimana murid ikut serta. Mungkin
orangtua yang tidak pernah mau datang dengan alasan lain, akan
datang untuk mendengarkan anaknya mendeklamasikan sebuah
sajak. Karena cara ini biasanya berhasil, pergunakanlah untuk
menarik para orangtua yang sombong ke dalam pelayanan Anda.
2. Kunjungan-kunjungan ke rumah murid secara pribadi
-------------------------------------------------
Sekali persahabatan dengan keluarga murid telah dimulai, maka
pintu akan selalu terbuka bagi guru Sekolah Minggu. Salah satu
tugas Anda yang paling penting ialah memupuk keramahtamahan dari
keluarga murid Anda. Kunjungan Anda akan disambut dengan tangan
terbuka bilamana Anda memperhatikan nasihat-nasihat yang berikut
ini:
a. Tujuan Anda
------------
Anda datang ke sana untuk membangun persahabatan, mendapatkan
kepercayaan dari setiap anggota keluarga itu, dan memperoleh
kerja sama dalam latihan kekristenan bagi anak-anak mereka.
Tujuan Anda yang terakhir ialah memenangkan mereka kepada
Kristus.
b. Sikap Anda
----------
Berdoalah dan berharaplah selalu, jika Anda mengharapkan
sambutan yang hangat. Anda akan jarang sekali dikecewakan jika
Anda bersikap wajar dan ramah, serta jangan lupa untuk selalu
tersenyum. Jangan sekali-kali bertengkar, memaki, tetapi
perlihatkanlah sikap rendah hati.
c. Pendekatan Anda
---------------
Ciptakan suatu suasana persahabatan, sementara Anda
memperkenalkan diri dan menyatakan maksud atas kunjungan Anda.
d. Tingkah laku Anda
------------------
Hilangkan perasaan hati-hati apa pun dengan menunjukkan
perhatian dan penghargaan yang murni terhadap apa yang menjadi
kesenangan keluarga itu. Oleh karena Anda adalah tamu di rumah
itu, maka hati-hatilah agar jangan sampai sikap Anda memalukan
atau akibatnya Anda tidak akan diterima lagi oleh keluarga
itu. Berjaga-jagalah untuk menerima reaksinya dan mengikuti
petunjuk apa pun yang mungkin Anda terima. Kalau si ayah
bersikap dingin dan tidak mau menerima padahal si ibu
kelihatannya lapar akan hal-hal rohani, rencanakanlah untuk
datang pada saat ibu tersebut sedang sendirian. Hendaknya
kunjungan itu singkat dan jangan langsung memaksa orang itu,
supaya perasaan mereka tidak tersinggung.
Bilamana Anda tekun, selangkah demi selangkah Tuhan akan memberikan
kepada Anda, kesempatan yang tepat di dalam rencana-Nya. Kalau
dapat, sebelum pulang sediakan waktu sebentar untuk mendoakan
keluarga itu, supaya Tuhan memberkati dan menolong mereka.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Pola Mengajar Sekolah Minggu
Judul Artikel: Memenangkan Keluarganya
Penulis : Mavis L. Anderson
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993
Halaman : 74 - 76
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ ARTIKEL (2)
MELAYANI KELUARGA
=================
Keluarga adalah kesatuan pokok dalam masyarakat. Bila keluarga
tersebut kuat, maka kuatlah masyarakat, bangsa, dan gereja. Akan
tetapi, bila perpautan dalam struktur keluarga itu hancur, maka tiap
lapisan masyarakat pun menderita. Gereja, serta guru SM pun harus
menerima tanggung jawabnya dengan jalan melayani keluarga secara
menyeluruh. Jika gereja, serta guru SM tidak berbuat demikian, maka
ia tidak dapat berharap akan mempunyai pelayanan yang tahan lama,
yang akan membangun kerajaan Allah. Tiap program gereja setempat
hendaknya diarahkan untuk melayani kebutuhan-kebutuhan keluarga itu
secara menyeluruh.
Larry Christenson menunjukkan pentingnya keluarga itu dengan
mengatakan bahwa Allah telah menciptakannya:
Keluarga adalah milik Allah. Ia menciptakannya. Ia menentukan
struktur dalam dari keluarga. Ia menetapkan maksud dan sasarannya.
Karena izin dari Allah, maka pria dan wanita boleh bekerja sama
dengan maksud Allah dan menjadi bagian dari maksud tersebut.
Tetapi, rumah tangga yang mereka dirikan itu tetap merupakan
lembaga yang didirikan oleh Allah. "... Jikalau bukan TUHAN yang
membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; ..."
(Mazmur 127:1). Demi tindakan Allah, anak-anak menerima status
mereka sebagai anggota keluarga. "Allah membuat orang-orang
sebatang kara diam dalam rumah tangga" (Mazmur 68:6, terjemahan
Barth).
Dengan demikian, maka pernikahan bukanlah pernikahan kita, melainkan
pernikahan-Nya; bukan rumah tangga kita, melainkan rumah tangga-Nya;
bukan anak-anak kita, melainkan anak-anak-Nya; bukan keluarga kita,
melainkan keluarga-Nya.
Berdasarkan pendapat ini, maka pelayanan kepada keluarga dapat
dianggap sebagai suatu keharusan. Memang, Sekolah Minggu harus
menaruh perhatian khusus pada pertumbuhan dan perkembangan setiap
muridnya, tetapi Sekolah Minggu juga tidak boleh melalaikan tanggung
jawabnya terhadap keluarganya. Dalam beberapa hal, rencana tahunan
gereja telah menuntut begitu banyak dari anggota-anggota keluarga
secara perseorangan, sampai tidak mungkin bagi keluarga untuk
bersenang-senang bersama. Sekolah Minggu harus melaksanakan tanggung
jawabnya dalam menguatkan orang-orang, supaya kemudian mereka dapat
menguatkan hubungan kekeluargaan di antara mereka.
Bagaimanakah caranya agar Sekolah Minggu dapat melayani keluarga
seluruhnya?
1. Sebaiknya, pengajar pada tiap tingkatan usia mau berusaha untuk
secara khusus menyampaikan prinsip Alkitab tentang keluarga.
Tidak ada pengganti untuk pengetahuan ini, dan pengetahuan yang
betul tentang keluarga sebagai suatu kesatuan akan menolong orang
untuk menyadari tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga.
2. Suatu sikap yang bijaksana bila pengajar berusaha untuk mengenal
seluruh anggota keluarga setiap murid. Meskipun persahabatan yang
akrab dengan seluruh anggota keluarga itu biasanya tidak mungkin
terjadi, namun ada gunanya bila secara sepintas lalu kita
mengenal seluruh anggota keluarga mereka.
3. Suatu hal yang baik, bila mungkin, untuk mengadakan kegiatan-
kegiatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga murid, bukan
saja untuk memperkuat persekutuan dalam keluarga itu, tetapi
untuk memberikan kesempatan agar seluruh anggota keluarga murid
dapat berkumpul dan bersenang-senang dengan keluarga lainnya.
Bagaimanakah caranya agar pelayanan kepada keluarga dapat
menghasilkan keputusan-keputusan untuk menerima Kristus?
Pola Alkitab untuk Pekabaran Injil berpusat pada keluarga sebagai
suatu kesatuan. Dalam zaman Perjanjian Lama, orangtua mengajarkan
Firman Tuhan kepada anak-anak. Hal yang sama ditekankan pada masa
Perjanjian Baru. Kepala penjara Filipi dimenangkan bagi Kristus, dan
seisi rumahnya ikut serta dalam keputusan itu. Suatu hal yang baik
untuk memenangkan anak-anak bagi Kristus, tetapi bagaimana dengan
orangtua mereka? Jikalau orangtua dimenangkan di dalam Kristus, maka
sudah sewajarnya anak-anak juga dimenangkan. Mungkin usaha yang giat
dalam Pekabaran Injil di kalangan anak-anak telah memuaskan gereja
dan membutakannya terhadap tugasnya untuk mengabarkan Injil kepada
seluruh keluarga. Pola Alkitab ialah memenangkan orangtua, supaya
mereka juga memenangkan anak-anak mereka. Nyatalah, bila proses ini
tidak berhasil, maka gerejalah yang harus berusaha untuk memenangkan
anak-anak.
Lebih tegas lagi, rumah tangga merupakan tempat yang baik sekali
bagi seorang pengajar untuk berbicara tentang keselamatan kepada
muridnya. Secara berkala, seorang pengajar yang berbakat dari sebuah
Kelas Madya dapat mengunjungi rumah muridnya untuk mengerjakan suatu
proyek atau untuk bermain-main dengannya. Dan dalam suasana yang
penuh dengan kegembiraan ini, seringkali mudah bagi pengajar untuk
beralih kepada percakapan yang berarti tentang keselamatan. Para
pengajar hendaknya jangan melalaikan pentingnya mengadakan kontak
dengan murid-murid mereka di rumah.
Gereja hendaknya mengadakan seminar dan konferensi tentang hidup
kekeluargaan. Seorang pemimpin kaum muda yang terkenal memberikan
ulasan bahwa kebangunan rohani yang sejati dimulai dengan kesadaran
akan tanggung jawab rohani dalam keluarga. Jika hal ini benar, maka
gereja harus berusaha sedapat mungkin agar setiap anggota keluarga
dapat berkembang bersama-sama dengan selaras dan penuh kasih
berdasarkan Injil.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Penginjilan di Sekolah Minggu
Judul Artikel: Melayani Keluarga
Penulis : Richard L. Dresselhaus
Penerbit : Gandum Mas, Malang
Halaman : 135 - 137
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ BAHAN MENGAJAR
HUBUNGAN YANG MEMBERI DUKUNGAN
==============================
Tema:
-----
Anggota-anggota keluarga saling memberi dukungan.
Ayat Alkitab:
-------------
Ruth 1:16-17
Alat Peraga:
------------
Sekotak tisu
Penyampaian:
------------
"Selamat pagi! Saya membawa sekotak tisu hari ini. Saya tidak sedang
demam hari, jadi ini bukan karena hal itu saya membawa tisu ini.
Saya ingin menunjukkan sesuatu tentang tisu ini kepada kalian."
"Kalau seseorang mengambil tisu ini, apa yang terjadi? Lembaran tisu
yang lain segera muncul. Mari kita mencobanya lagi. Ada satu
lembaran tisu yang sudah siap ditarik lagi. Apakah ada lagi yang
memerlukan tisu?"
"Bagaimana cara kerjanya? Apakah lembaran tisu yang pertama itu
menarik lembaran tisu yang lain? Apakah tisu-tisu yang ada di dalam
kotak ini mendorong setiap lembarnya untuk siap dipakai? Tisu-tisu
saling memberikan dukungan."
"Dalam keluarga, kita saling memberikan dukungan. Kita saling
berhubungan. Ada saat-saat dimana seorang anggota keluarga yang
mungkin membutuhkan dukungan dari anggota keluarga yang lain."
"Mungkin salah satu dari anggota keluarga kita sakit atau sedih
karena sesuatu hal. Lalu sebagai keluarga, kita dapat menolong dia
dengan memberikan kasih dan perhatian yang lebih. Kita memberikan
dukungan kepada orang itu."
"Adakalanya, kalianlah orang di dalam keluarga yang membutuhkan
pertolongan. Maka kalian dapat mengandalkan pertolongan dan dukungan
dari keluarga kalian yang akan memberikan kasih dan perhatian
mereka."
"Kita juga berhubungan dengan teman-teman dan anggota jemaat gereja.
Ada saatnya kita memberikan dukungan dalam hubungan itu. Ada saatnya
kitalah yang menerima dukungan itu. Kalau kita menjadi anggota
keluarga Tuhan, maka kita harus mau mengasihi, mendukung, dan
memperhatikan orang lain."
"Menyenangkan sekali kalau kita dapat mengandalkan kasih dan
perhatian dari keluarga kita. Ada sebuah tisu yang siap di dalam
kotak ini, yang menggambarkan keluarga kita!"
Doa:
----
Ya Tuhan, terima kasih atas keluarga kami. Terima kasih atas kasih
yang dapat kami bagikan, bukan saja dengan keluarga kami, tetapi
juga dengan teman-teman kami dan keluarga gereja kami. Amin!
Sumber:
Judul Buku: Ceritakan untuk Anak-anak Sekolah Minggu (Buku Dua):
Sebuah Sumber Ibadah
Penulis : Donna McKee Rhodes
Penerbit : Gospel Press, Batam Centre, 2002
Halaman : 45 - 47
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA
Dari: gerry <geri782001(at)>
>shalom..
>kita mau tanya nih?
>kami mau ngadain acara panggung boneka kita mau tanya cara
>menghubunginya gimana nih ?
>boleh nggak minta alamatnya & nomor teleponnya!
>kalau bisa yang ada di Tangerang.
>soalnya gereja kita ada di Tangerang.
>Thank´s untuk sebelumnya.
Redaksi:
Maaf, e-BinaAnak hanya melayani dalam bidang literatur, dan tidak
melakukan pelayanan ke lapangan. Tapi jika Anda membutuhkan bantuan
untuk mengadakan acara panggung boneka mungkin Anda bisa
menghubungi: Yayasan Domba Kecil di:
==> info(at)dombakecil.org
==> Yayasan Domba Kecil
Jl. Tanjung Duren Utara III E/236
Jakarta Barat 11470 - INDONESIA
Telp. (021) 560-2630, 566-8962
Fax. (021) 566-8962
Anda juga bisa mengajukan pertanyaan Anda tersebut di milis diskusi
e-BinaGuru. Jika belum berlangganan, silakan kirimkan e-mail kosong
ke:
==> <subscribe-i-kan-BinaGuru(at)xc.org>
atau menghubungi moderatornya, Ibu Meilania di:
==> meilania <meilania(at)telkom.net>
Selain itu, mungkin ada rekan-rekan pembaca yang dapat membantu Sdr.
Gerry? Jika ada diantara Anda yang bisa memberi informasi, silakan
kirimkan informasi Anda ke:
==> staf-BinaAnak(at)sabda.org
dan kami akan meneruskannya kepada Sdr. Gerry. Sebelum dan
sesudahnya kami mengucapkan terima kasih.
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ MUTIARA GURU
Memberikan contoh bukanlah cara utama
untuk mempengaruhi orang lain,
itu adalah satu-satunya cara.
- Albert Einstein -
Rencana pelajaran mingguan saya:
Hari ini saya akan mengingat kekuatan dari contoh
dan berusaha menjadi contoh yang terbaik
yang saya tahu bagi orang lain.
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Staf Redaksi: Davida, Tesa, Ratri, Kristian, dan Oeni
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2004 YLSA
http://www.sabda.org/ylsa/
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
><> ========= PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN ANAK ========== <><
|