><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
Daftar Isi: Edisi 177/Mei/2004
~~~~~~~~~~~
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ ARTIKEL : Menggunting dan Menempel
\o/ TIPS MENGAJAR : Kegiatan Menggunting dan Menempel di SM
\o/ BAHAN MENGAJAR (1) : Memelihara Ciptaan Allah (Bagian I dan II)
\o/ BAHAN MENGAJAR (2) : Wajah yang Tersenyum
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Anggota Baru
\o/ MUTIARA GURU
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<staf-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ SALAM DARI REDAKSI
Salam dalam kasih Tuhan,
Masih dalam tema "Mengembangkan Keterampilan Anak Balita", maka pada
edisi minggu kedua ini kami akan membahas kegiatan yang akan
menolong anak-anak balita mengembangkan ketrampilannya yaitu dengan
kegiatan MENGGUNTING DAN MENEMPEL.
Jika dilihat dari tingkat kesulitannya, kegiatan menggunting dan
menempel memang lebih sulit untuk diterapkan pada anak balita
dibandingkan dengan kegiatan menggambar seperti yang sudah dibahas
dalam edisi sebelumnya. Tapi bukan berarti tidak mungkin. Yang perlu
kita tanyakan adalah pada usia berapa kegiatan ini cocok diterapkan,
serta hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan ketika melakukan
aktifitas menggunting dan menempel ini? Jawabannya akan kita temukan
dalam artikel yang kami sajikan di edisi ini. Selain itu kami juga
sajikan Tips Mengajar yang akan menjelaskan langkah-langkah yang
harus dilakukan untuk mengajarkan pada anak balita cara menggunting
maupun menempel yang benar dan aman.
Ada dua Bahan Mengajar yang kami sajikan minggu ini. Bahan Mengajar
pertama, "MEMELIHARA CIPTAAN" terdiri dari dua bagian yang merupakan
sambungan dari bahan mengajar minggu lalu. Di dalamnya terdapat
aktivitas-aktivitas menarik untuk anak-anak SM kelas balita.
Sedangkan Bahan Mengajar yang kedua akan menolong kita untuk
menjelaskan kepada anak SM mengenai arti sebuah senyuman dalam
sebuah cerita yang berjudul "WAJAH YANG TERSENYUM". Kami harap dua
bahan ini dapat mendorong Anda untuk menciptakan ide-ide mengajar
yang dapat sekaligus mengembangkan keterampilan anak-anak balita di
kelas SM Anda.
Selamat berkreasi!
Tim Redaksi
"Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu
yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah,
Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
(Matius 28:20)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Matius+28:20 >
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ ARTIKEL
MENGGUNTING DAN MENEMPEL
========================
Umumnya, aktivitas menggunting dan menempel baru mulai dilakukan
kala anak usia 4 tahun. Kendati begitu, sejak usia 3 tahun pun sudah
bisa dikenalkan. Namun, karena aktivitas ini berkaitan dengan
kemampuan motorik halus anak, maka jika sejak batita sudah terlatih
motorik halusnya, kala belajar menggunting dan menempel akan lebih
cepat menguasai.
Sediakan gunting khusus untuk anak, jadi aman buat anak. Biasanya
dibuat dengan aneka bentuk menarik seperi kucing, kelinci, ataupun
burung. Awalnya, biasakan dulu anak dengan kerja mekanik gunting,
baru kemudian diberi contoh dengan menggunting sesuatu.
Mula-mula, biarkan ia menggunting secara sembarangan (tanpa
terarah), karenya yang terpenting ia bisa melakukan aktivitas
menggunting dan terbiasa dengan alat itu. Media yang digunting pun
sebaiknya yang mudah dulu semisal kertas.
Setelah lancar menggunakan gunting, terutama untuk anak usia 5
tahun, barulah diajarkan menggunting terarah, entah menggunting
bentuk suatu benda atau menggunting pola binatang. Dari sini anak
pun dilatih kemampuan kognisnya. Bukankah saat menggunting, ia
sambil berpikir bagaimanan caranya agar bisa menggunting sesuai pola
atau garis yang ada di atas kertas?
Namun, kita tetap harus mendampingi sekalipun si kecil sudah "mahir"
menggunting. Soalnya, gunting adalah benda tajam yang bisa melukai
anak jika cara penggunaannya tak tepat.
Sambil melatih menggunting, kita bisa sekaligus mengajarkan menempel
apa yang diguntingnya. Selain mengasah keterampilan motorik
halusnya, anak pun dibangkitkan sisi estetikanya. Misal, kita
ajarkan menghias cangkir atau menghias bukunya dengan tempelan-
tempelan. Malah jika bakat estetikanya sudah muncul, ia akan punya
pendapat dan keinginan sendiri gambar apa saja yang akan
ditempelnya, hingga tak jarang ia akan protes, "Bu, enggak bagus
kalau warna buku dikasih tempelan bunga warna hijau."
Seperti menggunting, dalam menempel pun kita harus tetap
mendampinginya, karena lem yang digunakan adalah bahan kimiawi yang
sangat berbahaya. Ajarkan pula untuk mencuci tangan dengan sabun
setelah menempel dan jelaskan mengapa ia harus melakukannya. Dengan
begitu, ia memperolah kosa kata dan pemahaman baru, "Oh, kalau lem
itu bahan kimia. Bahan kimia itu beracun. Jadi, enggak boleh masuk
ke mulut. Nanti aku bisa sakit."
Manfaat lain dari kita selalu mendampingi kala anak atau murid-murid
kita menggunting dan menempel adalah mempererat hubungan dan
komunikasi kita dengan si anak, sekaligus melatih kesabarannya.
Bukankah dalam melakukan aktivitas ini anak dituntut kesabaran cukup
tinggi?
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Nakita: Mainan dan Permainan
Penerbit : PT Sarana Kinasih Satya Sejati, Jakarta, 2001
Halaman : 72
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ TIPS MENGAJAR
Dalam kurikulum anak balita di SM Anda, biasanya ada beberapa
aktivitas yang disarankan untuk dilakukan. Biasanya kegiatan
menggunting dan menempel merupakan kegiatan dasar yang harus
diadakan. Dan seperti yang Anda tahu, tidak semua anak memiliki
kemampuan belajar yang sama. Berikut ini ada beberapa cara yang
dapat digunakan untuk menolong anak balita melakukan kegiatan
menggunting dan menempel di kelas SM mereka.
KEGIATAN MENGGUNTING DAN MENEMPEL DI SM
=======================================
MENGGUNTING
1. Menggunting adalah salah satu tugas yang paling sulit untuk
dikuasai oleh anak-anak. Oleh karena itu belilah beberapa
gunting yang cocok untuk anak balita (tersedia di toko-toko
peralatan sekolah) untuk mengajari mereka bagaimana menggunting.
2. Di kelas sediakan dua atau tiga gunting untuk mereka yang kidal
(juga tersedia di toko-toko peralatan sekolah). Semua gunting
sebaiknya ukuran panjangnya kira-kira 4 inci (10 cm) dan ujungnya
sebaiknya tumpul.
3. Peganglah erat-erat ujung atau sisi-sisi kertas pada saat anak
menggunting.
4. Guntinglah kertas tersebut terlebih dahulu lalu biarkan anak-anak
melanjutkannya.
5. Gambarlah garis-garis sederhana di luar garis yang seharusnya
digunting untuk memudahkan anak menggunting. Hal ini akan
membantu anak menggunting serupa dengan bentuk yang diharapkan,
meskipun tidak benar-benar persis.
6. Sediakan kertas yang sudah tidak terpakai agar anak-anak bisa
berlatih menggunting.
Ingat, jangan mengharapkan kesempurnaan. Terimalah semua usaha yang
telah mereka lakukan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Pujian yang
diberikan secara khusus dan tulus akan mendorong anak-anak untuk
melakukan tugas itu lagi!
MENEMPEL
Dalam kegiatan menempel, yang paling disukai anak-anak balita adalah
bermain-main dengan lem. Berikut ini beberapa tips seputar lem pada
saat kita mengakan kegiatan menempel tersebut di SM kita.
1. Suruhlah anak untuk menggunakan sebuah botol lem untuk menuangkan
lem pada selembar kertas yang berukuran besar, kemudian mintalah
mereka untuk meletakkan kertas yang lebih kecil di atasnya lalu
menekan kertas tersebut.
2. Sediakan stik lem bagi anak-anak (tersedia di toko-toko).
Lepaskan tutupnya dan masukkan ke dalam lem. Biarkan anak-anak
"mewarnai" daerah yang mereka inginkan dengan lem.
3. Tuangkan lem ke dalam wadah yang dangkal. Tambahkan sedikit air.
Biarkan anak-anak mengoleskan lem ke bagian yang mereka inginkan
dengan menggunakan kuas cat.
4. Untuk mengelem permukaan yang lebih kecil, tuangkan sedikit lem
ke dalam wadah. Bagikan kapas kepada masing-masing anak. Mintalah
anak untuk memasukkan kapas tersebut ke dalam lem dan kemudian
mengoleskannya ke bagian yang mereka inginkan.
5. Jika menggunakan lem botolan, belilah kemasan yang terkecil. Isi
kembali dari kemasan yang lebih besar jika lem telah habis. Tips:
a. Sesuaikan dengan batas atas lem sehingga lem bisa keluar.
b. Mintalah anak untuk meneteskan lem sedikit saja pada kertas.
c. Bersihkan dan tutup rapat botol lem tersebut jika telah
selesai digunakan.
Bahan diterjemahkan dan diedit dari sumber:
Judul Buku : Sunday School Smart Pages
Judul Artikel Asli: Folding, Taping, Gluing, and Cutting
Editor : Wes and Sheryl Haystead
Halaman : 61 - 62
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ BAHAN MENGAJAR
Bahan mengajar minggu ini merupakan dua bagian cerita rangkaian dari
bahan mengajar edisi yang lalu (e-BA No. 176). Dua bahan ini kami
harap mendorong Anda untuk menciptakan ide-ide mengajar yang dapat
sekaligus mengembangkan keterampilan anak-anak balita di kelas SM
Anda. Selamat mengajar!
MEMELIHARA CIPTAAN (BAGIAN I)
=============================
Alternatif penyampaian Firman Tuhan:
------------------------------------
1. Guru menceritakan kehidupan seorang petani/peternak untuk
menghasilkan makanan.
2. Guru menceritakan dari mana asal makanan.
Usulan Penggunaan Alat Peraga/Alat Bantu:
-----------------------------------------
1. Pemutaran film (5-7 menit saja) tentang cuplikan kehidupan
keluarga petani/peternak. Beberapa VCD Teletubbies memuat film
tersebut, misalnya: menggali kentang, memetik buah di kebun, dan
sebagainya.
2. Guru membawa berbagai jenis makanan mentah, seperti: wortel,
tomat, sawi, kentang, telur, susu, ikan (boleh yang sudah matang,
supaya tidak amis baunya).
3. Guru membawa berbagai jenis peralatan/barang yang berguna bagi
petani/peternak, misalnya: keranjang buah yang besar, jala ikan
/pancing ikan, ember untuk memerah susu, keranjang untuk
mengumpulkan telur ayam, sekop untuk menggali kentang, saringan
besar untuk mencuci sayur, dan sebagainya.
4. Guru membawa foto/gambar orang yang sedang bekerja, seperti:
menanam padi, berkebun, memerah susu, mengumpulkan telur ayam,
memetik buah, nelayan sedang menjala ikan, dan sebagainya.
Proses Pengajaran:
------------------
(lihat poin 1 & 2 pada bagian Alternatif Penyampaian Firman Tuhan)
1. Dengan menunjukkan foto/gambar, guru menceritakan kehidupan
seorang petani/peternak (apa saja yang dilakukannya sehari-hari).
Misalnya: pagi hari memerah susu, lalu mengumpulkan telur,
memberi makan sapi dan ayam, siang menjual telur dan susu ke
pasar, sore memetik buah dan sayur, lalu menyiapkan makan malam
untuk dimakan bersama seluruh anggota keluarga. Tunjukkan betapa
senangnya keluarga petani/peternak itu karena Tuhan menyediakan
berbagai sumber makanan bagi mereka.
2. Guru bermain tebak-tebakan dengan anak:
Bagaimana cara mendapatkan ini? Misalnya: guru membawa gambar
ikan, tanyakan pada anak bagaimana cara kita menangkap ikan?
Apakah menggunakan: ember? sekop? jala? pancing? (sediakan
berbagai peralatan tersebut di depan kelas).
Lanjutkan dengan pertanyaan lainnya: untuk mencuci sayur kita
menggunakan apa?
Ide Aktivitas:
--------------
1. Mewarna gambar seorang anak dengan sepiring makanan di
hadapannya.
2. Mewarna/menempel gambar sayur-mayur dan buah-buahan.
3. Permainan: memasangkan gambar yang cocok.
Misal: ikan dengan jala, sapi perah dengan ember, dan sebagainya.
Acara Khusus:
-------------
Makan buah bersama. Guru telah menyediakan buah-buahan (sudah
dipotong untuk siap dimakan bersama). Alternatif buah: pisang, apel,
melon, pepaya. Bisa juga disertai dengan snacks, seperti: kripik
kentang/kripik jagung.
Penekanan Pelajaran:
--------------------
Tuhan menyediakan berbagai makanan untuk kita semua!
MEMELIHARA CIPTAAN (BAGIAN II)
==============================
Alternatif Penyampaian Firman Tuhan:
------------------------------------
Bermain peran (3 tokoh)
Proses pengajaran beserta alat peraga/alat bantu yang diperlukan:
-----------------------------------------------------------------
1. Tokoh pertama muncul dengan membawa ember air (watering cane)
sambil bernyanyi gembira. (Usulan lagu: Siapa Buat "Bunga", atau
Lihat Kebunku Penuh Dengan Dunga.) Guru yang memerankan tokoh ini
harus berpenampilan ceria dan riang gembira. Ceritakan pada anak
bahwa Anda akan menyirami bunga supaya tumbuh dengan baik.
Tunjukkan bunga-bunga yang cantik dan berwarna-warni, ceritakan
bahwa Tuhan yang menciptakan itu semua dan Tuhan ingin kita
memelihara ciptaanNya. (Alokasi waktu: 2-3 menit)
2. Tokoh kedua muncul dengan membawa wortel serta sayuran, sambil
menyanyikan lagu: "Kelinciku, Kelinciku, Kau Cantik Sekali" atau
"Siapa Buat Kelinci? Saya Tidak Bisa." Bila memungkinkan bawalah
kelinci sungguhan (atau boneka kelinci). Ceritakan pada anak
bahwa Anda akan memberi makan kelinci karena Anda sayang padanya.
Sekali lagi tekankan bahwa Tuhan yang menciptakan kelinci dan
Tuhan mau kita sayang pada ciptaan-Nya, ajak anak untuk ikut
"mengelus" kelinci sebagai tanda sayang. (Alokasi waktu: 2-3
menit).
3. Tokoh ketiga muncul dengan membawa bola dan pentung/raket.
Karakter yang hendak ditampilkan adalah: anak yang nakal,
seenaknya sendiri, dan kasar. Dengan sengaja, lemparlah bola pada
seorang teman (yang diperankan oleh sesama GSM), pukulkan raket
pada baby sitter atau pembantu (juga diperankan oleh sesama GSM).
Pilih seorang GSM senior untuk menutup cerita dengan "menegur"
serta "memberi nasihat" pada tokoh ketiga, bahwa perbuatannya itu
tidak baik. Teman, baby sitter, pembantu, adalah manusia ciptaan
Tuhan yang harus kita hormati dan perlakukan dengan baik. Tuhan
ingin kita mengasihi orang lain dengan menjaga sikap yang sopan
dan baik.
Ide aktivitas:
--------------
1. Mewarna gambar 3 tokoh: seorang anak sedang menyiram bunga,
seorang anak sedang bermain dengan kelinci/memberi makan kelinci,
seorang anak membawa bola dan raket.
2. Memasangkan gambar: bunga dan ember air, kelinci dan wortel,
bola, dan raket.
Penekanan pelajaran:
--------------------
Tuhan ingin kita memelihara semua ciptaan-Nya, termasuk menghormati
orang lain dan bersikap baik padanya.
Bahan diedit dari sumber:
Nama Situs: Situs PEPAK
Alamat URL: 1. http://www.sabda.org/pepak/pustaka/030191/#1-2
2. http://www.sabda.org/pepak/pustaka/030191/#1-3
Penulis : Meilania (Moderator Milis Diskusi e-BinaGuru)
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ BAHAN MENGAJAR (2)
WAJAH YANG TERSENYUM
====================
Ita memperhatikan sampul surat yang baru diterima ibunya. Pada
sampul belakang ia melihat sebuah gambar wajah yang tersenyum
berwarana kuning tertempel di atasnya.
"Bu, mengapa orang menempelkan gambar wajah yang tersenyum pada
sampul belakang suratnya?" Ita bertanya kepada ibunya.
Renungan Singkat tentang Kegembiraan:
-------------------------------------
1. Pernahkah kamu melihat gambar wajah yang tersenyum berwarna ini?
Menurut kamu, mengapa seseorang menempelkan gambar seperti itu
pada sampul belakang suratnya?
2. Manakah yang lebih kamu senangi: wajah yang sedih atau wajah yang
tersenyum? Mengapa?
3. Menurut kamu, apa yang akan dikatakan ibu kepada Ita?
"Mungkin menempelkan gambar wajah yang tersenyum seperti itu
merupakan cara lain untuk menyampaikan senyum melalui surat," kata
ibu. "Apakah gambar itu membuatmu ingin tersenyum juga?"
Ita melihat kembali kepada gambar wajah yang tersenyum itu. Kemudian
ia mulai tersenyum. "Ya, betul," kata Ita.
Jika kamu tersenyum, temanmu juga akan ikut tersenyum," kata ibu.
"Tetapi jika kamu cemberut, temanmu juga dapat ikut menjadi sedih.
Tuhan Yesus tentu ingih sahabat-sahabat-Nya bergembira, bukan?"
Renungan Singkat tentang Tuhan Yesus dan Kamu:
----------------------------------------------
1. Mengapa wajah orang Kristen seharusnya tersenyum?
Mengapa kita begitu bahagia?
2. Sudahkah kamu tersenyum kepada Tuhan Yesus hari ini? Apakah kamu
tampak bahagia dan tersenyum karena kamu mengasihi Dia?
Bacaan Alkitab:
---------------
Amsal 15:13, 15, 30
Kebenaran Alkitab:
------------------
Wajah yang gembira membawa sukacita kepada mereka yang melihatnya
(Amsal 15:30).
Doa:
----
Ya Tuhan Yesus, bila saya melihat gambar wajah yang tersenyum
berwarna kuning ini, ingatkan saya untuk memperlihatkan kepada orang
lain betapa gembiranya hati saya. Bila ada orang yang ingin tahu
mengapa saya selalu tampak gembira, tolonglah saya menceritakan
kepada mereka tentang Engkau. Amin!
[Red.: Ide aktivitas:
1. Siapkan karton kecil berwarna putih berukuran 10cm x 10cm
sejumlah anak SM di kelas Anda. Siapkan juga satu lembar karton
ukuran besar sebagai tempat menempelkan karya anak-anak.
2. Di tengah karton yang berukuran kecil buat pola berupa lingkaran
dengan diameter 8cm.
3. Bagikan karton-karton berisi gambar lingkaran itu kepada anak-
anak SM Anda.
4. Minta mereka menggambari lingkaran itu dengan wajah orang
tersenyum. (Anda dapat memberi contoh sebelumnya.)
5. Setelah itu anak-anak dapat mewarnai wajah tersenyum tersebut
dengan warna kuning. Warna kuning harus lembut agar gambar wajah
tersenyum yang sudah dibuat tadi tidak tertutup.
6. Jika sudah selesai anak-anak boleh menggunting kertas tersebut
menurut pola lingkaran wajah yang sudah dibuat tadi.
7. Wajah tersenyum yang sudah digunting, boleh anak-anak SM
tempelkan sendiri di karton besar yang sudah disiapkan. Di bawah
setiap gambar, tulis nama mereka. Contoh: Senyuman Nina, Rio yang
ramah, Kebahagiaan Vivi, atau yang lainnya.
Selamat berkreasi! ]
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : 100 Renungan Singkat untuk Anak-anak
Pengarang : V. Gilbert Beers
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1986
Halaman : 20 - 21
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA
Dari: Ekananda Putri S. <nanda(at)>
>Saya kenal pertama dengan binaanak melalui hasil print yang dibuat
>oleh teman saya. Karena saya koordinator SM, saya jadi daftar
>sendiri untuk berlangganan sendiri bina anak ini. Saya sudah
>menerima beberapa edisi dan banyak manfaat juga pengetahun yang
>berguna dan menjadi berkat bagi saya. Kiranya binaanak tambah maju
>lagi.
>nanda.
Redaksi:
Kami mengucapkan selamat bergabung untuk Anda ... :)
Seperti Anda mengenal e-BinaAnak dari teman Anda, kenalkanlah juga
e-BinaAnak ini kepada teman-teman Anda yang lain. Berkat yang kita
dapatkan memang harus terus mengalir, sehingga orang lain juga
mendapatkan berkat yang sama seperti yang Anda alami. Sekali lagi,
selamat bergabung dan teruslah melayani demi kemuliaan nama-Nya.
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ MUTIARA GURU
Jika dalam mengajar seorang anak
Anda merasa jengkel karena menginginkan kecakapan,
cobalah (jika belum pernah mencoba sebelumnya) Anda
menulis dengan tangan kiri, dan kemudian ingat
bahwa semua anak adalah seperti tangan kiri.
-- J.F. Boyse, Tales From Hoffman --
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Staf Redaksi: Davida, Oeni, Ratri, dan Kristian
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2004 YLSA
http://www.sabda.org/ylsa/
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
><> ========= PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN ANAK ========== <><
|