><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
Daftar Isi: Edisi 159/Januari/2004
-----------
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ RENUNGAN : Setelah Natal Berlalu
\o/ ARTIKEL : Selamat Tahun Baru!
\o/ BAHAN MENGAJAR : Janji Allah bagi Kita
\o/ KESAKSIAN NATAL : Hadiah Sesudah Natal
\o/ STOP PRESS : Seminar Domba Kecil:
"Teachers On the Move"
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Edisi Natal e-BinaAnak
\o/ MUTIARA GURU
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<staf-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ SALAM DARI REDAKSI
Salam dalam kasih-Nya,
Kesibukan perayaan Natal sudah berlalu. Perayaan tahun baru pun
sudah berlalu. Bagaimana perasaan Anda meninggalkan tahun 2003?
Apakah yang Anda siapkan dalam memasuki tahun 2004? Kami yakin ada
banyak hal yang sudah Anda alamai dan pelajari selama tahun 2003.
Jadi, kini saatnya bagi Anda untuk mengevaluasi tahun yang telah
lalu untuk dijadikan pedoman dalam menghadapi tahun yang baru, 2004!
Bagi Anda guru-guru SM, apakah ada komitmen baru yang Anda buat di
tahun yang baru ini untuk mengembangkan pelayanan Anda? Kami berdoa
kiranya Tuhan terus bekerja dalam hati dan pikiran Anda sehingga
pada tahun 2004 ini Anda dapat semakin bersungguh-sungguh dalam
melayani Tuhan dan anak-anak kecil yang dipercayakan Tuhan kepada
Anda. Nah, untuk menyemarakkan suasana tahun baru minggu ini, maka
e-BinaAnak menyajikan topik khusus yang kami beri judul "Refleksi
Tahun Baru". Sebuah renungan dan artikel seputar Tahun baru dan juga
bahan mengajar dapat Anda simak dalam edisi ini. Semoga menjadi
berkat bagi kita semua. Tidak lupa segenap Redaksi mengucapkan:
"SELAMAT TAHUN BARU 2004"
Tim Redaksi
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus,
ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu,
sesungguhnya yang baru sudah datang." (2Korintus 5:17)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=2Korintus+5:17 >
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ RENUNGAN
SETELAH NATAL BERLALU
=====================
Ada yang indah ketika Natal berlalu, orang menyambut tahun baru.
Ada doa: semoga tahun ini lebih baik daripada tahun yang baru saja
berlalu. Ada tekad: Aku mau menjadi lebih baik daripada aku yang
dahulu.
Inilah saat untuk merenungkan semua pengalaman yang indah, untuk
kita lanjutkan, bahkan untuk kita tingkatkan. Tetapi ini juga saat
untuk dengan jujur menilai diri: Mengakui apa yang kurang dan apa
yang salah, agar kita hindari dan kita perbaiki. Inilah saat yang
paling tepat bagi orang untuk membuat janji pada diri sendiri. Untuk
membuat sebuah resolusi yang berusaha kita tepati. Resolusi itu bisa
besar, bisa kecil. Namun apa pun itu, baiklah kita pilih apa yang
kita anggap paling berarti. Meskipun hidup kita tidak begitu saja
atau secara tiba-tiba menjadi sempurna, kita toh secara pasti
berubah menjadi semakin baik setiap kali.
Sayangnya, bagi sementara orang, tahun baru bukanlah saat yang
paling tepat untuk berefleksi. Untuk merenung secara intens, dan
kemudian merumuskan sebuah resolusi. Bagi sementara orang, tahun
baru datang setelah semua kesibukan dan keramaian pesta Natal. Saat
itu yang tersisa adalah kelelahan yang sangat, dan kebutuhan untuk
beristirahat. Tidak ingin mengerjakan apa-apa. Tidak ingin
memikirkan apa-apa.
Alangkah sayangnya bila demikian. Yaitu bila kita memulai awal
perjalanan kita, justru dengan kondisi semangat seperti itu. Tanpa
tekad. Tanpa akad. Oleh sebab itu, sekalipun tidak mudah, kita mesti
menggandakan upaya kita, membulatkan tekad, dan mengumpulkan
semangat. Sebab tahun baru bukanlah saat beristirahat. Dan yang jauh
lebih penting lagi, Natal seharusnya tidak cuma menyisakan kelelahan
yang sangat. Malah sebaliknya, Natal semestinya justru membuat kita
semakin sadar dan semakin paham, bagaimana hidup mesti kita isi, dan
ke mana hidup mesti kita arahkan. Pendek kata, Natal janganlah hanya
membuat kita berhenti di Betlehem. Lalu tak ada apa-apa. Sebab Yesus
pun tak berlama-lama di sana.
Di dalam almanak gerejawi, awal Januari adalah perayaan Epifani.
Epifani artinya adalah "manifestasi" atau "pernyataan": Allah yang
memanifestasikan atau menyatakan kemuliaan-Nya di dalam Yesus
Kristus. Pada perayaan Epifani itu, kisah perjumpaan orang-orang
Majus dengan Yesus mendapat tempat yang khusus. Orang-orang Majus
menjadi fokus setelah semua peristiwa yang menyekitari kisah
kelahiran bayi Yesus. Tentang mereka, Matius menulis:
"Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman
Raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem
dan bertanya-tanya, 'Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru
dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur, dan kami
datang untuk menyembah Dia'" (Matius 2:1,2).
Natal adalah peristiwa ketika Allah mencari dan kemudian menemukan
manusia. Setelah Natal adalah waktu untuk manusia mencari Allah dan
menemukan-Nya.
Apakah Anda masih bingung, resolusi apa yang paling berarti, yang
mesti Anda buat sebagai janji bagi diri sendiri? Bila memang begitu
masalahnya, saya ingin mengusulkan hal berikut ini. Bagaimana bila
pada awal tahun yang baru ini, yang sekaligus merupakan perayaan
Epifani, kita membuat sebuah resolusi agar tahun ini kita jadikan
sebagai tahun untuk mencari? Mengapa mencari? Sebabnya telah saya
katakan di atas. Betapa sering, setelah kesibukan-kesibukan yang
luar biasa di hari Natal, kita lalu cuma berhenti di Betlehem. Lalu
tidak ada apa-apa lagi. Seolah-olah Yesus terus-menerus tinggal
sebagai seorang bayi. Sampai tahun depan, kita rayakan kelahiran-Nya
kembali. Padahal kita tahu, Yesus tidak berlama-lama di Betlehem.
Setelah Betlehem, lalu Mesir. Setelah Mesir, lalu Nazaret. Setelah
Nazaret, lalu Yerusalem.
Kisah kehidupan Yesus tidak berhenti dengan kisah melankolis di
kandang hewan, atau cerita romantis di padang Efrata; tetapi sarat
dengan perjumpaan yang intens dengan kenyataan yang pahit dan kejam
dari kehidupan manusia. Kisah manisnya persahabatan, tetapi juga
sakitnya pengkhianatan. Kisah indahnya kehidupan, tetapi juga
seramnya kematian.
"Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami
telah melihat bintang-Nya di Timur, dan kami datang untuk menyembah
Dia." Kalimat yang terakhir itu, amat menentukan. Sebab kita tahu,
bukan orang-orang Majus itu saja yang mencari Dia. Herodes pun,
dengan sama intensnya, mencari dan ingin berjumpa dengan Dia. Namun,
ada perbedaan besar di antara keduanya. Orang-orang Majus mencari
untuk menyembah Dia. Herodes, sebaliknya, mencari untuk membunuh-
Nya.
Tidak cukup menjadikan perjalanan hidup kita hanya sebagai sebuah
upaya untuk mencari. Sebab yang akhirnya menentukan adalah, apa yang
kita cari? Dan, apa yang hendak kita lakukan dengan yang kita cari
itu? Di mana-mana kita berjumpa dengan orang-orang yang mencari.
Orang-orang yang tidak puas dengan apa yang ada, dan ingin
memperoleh yang lebih lagi. Tetapi di mana-mana kita juga melihat
bahwa apa yang dicari itu bersifat membunuh dan mematikan. Membunuh
dan mematikan sesama serta sekitarnya. Dan yang pada hakikatnya,
akhirnya membunuh dan mematikan dirinya sendiri.
Itulah yang kita lihat pada orang-orang yang mencari serta menumpuk
kekayaan dengan tak puas-puasnya. Itulah yang kita lihat pada orang-
orang yang mencari dan mempertahankan kekuasaan sebesar-besarnya,
tanpa mau berbagi dan berhenti. Itulah yang kita lihat pada orang-
orang yang mencari dan mereguk kenikmatan tanpa mengenal batas dan
tanpa memedulikan mana yang benar dan mana yang salah.
Mencari Yesus sama sekali berbeda. Bila kita mencari Dia, di manakah
kita dapat menjumpai-Nya? Seperti kisah orang Majus, kita tak dapat
menemukan-Nya di Yerusalem, tetapi di Betlehem, di kandang binatang.
Dia harus kita temukan di jalan kasih dan pengurbanan. Dia harus
kita temukan dalam solidaritas dengan mereka yang lemah, miskin,
hina, dan tertindas. Dia harus kita temukan dalam semangat ketaatan
dan penyerahan diri yang penuh kepada Allah. Tidak di istana. Tidak
pula di gereja. Tetapi di tengah kehidupan nyata.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Mencari Natal yang Hilang
Pengarang : Eka Darmaputera
Penerbit : Gloria Graffa, Yogyakarta, 2003
Halaman : 67 - 72
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ ARTIKEL
Artikel berikut ini berisi beberapa pokok penting dalam kehidupan
guru sehubungan dengan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar.
Melalui pertanyaan-pertanyaan yang diberikan para guru dapat membuat
penilaian bagi perkembangan diri sendiri maupun murid-muridnya.
Nah, silakan dipraktekkan, kami yakin Anda akan mendapatkan
manfaatnya.
SELAMAT TAHUN BARU!
===================
Biasanya pada akhir tahun orang merenungkan kembali hari-hari yang
telah lalu. Perbuatan ini dapat menolong sekali bagi para pengerja
Sekolah Minggu. Berdasarkan penilaian ini kita dapat mengetahui
banyak hal mengenai diri kita sendiri sebagai pengerja-pengerja,
mengenai kebiasaan mengajar, dan mengenai murid-murid kita.
BAGAIMANA DENGAN DIRI SAYA?
Pertama-tama Saudara harus menilai pertumbuhan Anda sendiri sebagai
seorang Kristen. Tanyailah diri Saudara sendiri: Apakah dalam tahun
yang lama setiap hari saya bersekutu dengan Yesus Kristus melalui
doa dan pembacaan Alkitab? Apakah kelakuan saya membawa kehormatan
bagi Tuhan, bilamana saya bersama-sama dengan murid saya dan
bilamana saya tidak bersama mereka? Apakah dengan tetap saya
mengikuti kebaktian-kebaktian dalam gereja dan mendukung program-
program serta pemimpin-pemimpinnya dalam doa dan pembicaraan serta
membantu dengan pemberian? Apakah saya telah memanfaatkan kesempatan-
kesempatan untuk menjadi pengerja yang lebih baik dengan menghadiri
rapat-rapat pengerja dan kursus pendidikan, dan melalui satu program
bacaan dan belajar sendiri?
BAGAIMANA DENGAN PENGAJARAN SAYA?
Apakah persiapan pelajaran disertai dengan doa dan keterbukaan
terhadap pimpinan Roh Kudus? Apakah saya telah merencanakan tujuan-
tujuan tertentu untuk setiap pelajaran sesuai dengan keperluan
murid-murid? Apakah saya telah menggunakan barmacam-macam metode dan
bantuan mengajar? Apakah saya telah merencanakan pendekatan
pelajaran yang menarik guna menawan perhatian para pelajar? Apakah
saya telah menolong mereka untuk mengerti bahwa dalam pelajaran itu
terdapat hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan mereka pribadi
dan merencanakan bersama dengan mereka cara-cara untuk bertindak
sesuai dengan kebenaran pelajaran itu? Apakah saya telah mendorong
pendatang-pendatang baru untuk mendaftarkan diri sebagai anggota-
anggota kelas? Apakah saya dengan tetap mengunjungi murid-murid yang
tidak hadir dan menjenguk pengunjung-pengunjung? Apakah saya telah
menyatakan perhatian terhadap murid-murid saya melalui kegiatan-
kegiatan yang tetap dan hubungan di luar kelas? Apakah setiap hari
saya telah berdoa untuk setiap murid saya?
BAGAIMANA DENGAN MURID-MURID SAYA?
Apakah mereka sedang memperlihatkan pertumbuhan rohani? Apakah
murid-murid yang belum selamat menerima Kristus di kelas saya?
Apakah murid-murid saya setia menghadiri kebaktian-kebaktian dan
kegiatan-kegiatan lain di gereja? Apakah murid-murid saya tertarik
pada pelajaran-pelajaran dan apakah mereka ikut serta dengan aktif
dalam pelajaran? Apakah murid-murid saya bertambah dalam
pengetahuannya mengenai Alkitab? (Untuk menentukan hal ini Saudara
dapat mengadakan tanya jawab yang singkat mengenai pelajaran dari
beberapa triwulan yang baru lalu.)
Bahan diringkas dari sumber:
Judul Buku: Buku Pintar Sekolah Minggu, Jilid 1
Penerbit : Gandum Mas, Malang, 1997
Halaman : 162
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ BAHAN MENGAJAR
JANJI ALLAH BAGI KITA
=====================
Persiapan:
----------
Pada secarik kertas tulislah Yesaya 41:13; Ibrani 13:5; Mazmur 32:8;
Yesaya 55:12; Roma 6;23, satu ayat pada satu carik kertas untuk
dibaca oleh anak-anak pada waktu renungan disampaikan.
Cerita:
-------
Pernahkah kalian menghadiri kebaktian tutup tahun? Pada malam
terakhir tutup tahun, orang-orang Kristen berkumpul di gereja dan
mengadakan kebaktian sampai tengah malam (lewat jam malam biasanya
kalian berangkat tidur). Tepat menjelang jam 12 orang-orang Kristen
berkumpul di depan mimbar dan berdoa sementara tahun yang lama
berlalu dan tahun yang baru tiba. Kini kalian masih terlalu kecil
untuk ikut menghadiri kebaktian seperti itu, tetapi kelak kalian
akan dapat mengikutinya.
Dalam kebaktian seperti itu ada sesuatu yang sangat mengesankan --
atau penting. Pikirkan saja, bahwa penanggalan akan ganti tahun ke
tahun berikutnya membuat seseorang betul-betul menyadari bahwa waktu
telah berlalu -- bahwa setiap orang menjadi lebih tua, atau bahwa
kita satu tahun lebih dekat dengan kedatangan Yesus bagi umat-Nya.
Pada saat seperti itu, wajarlah untuk mengenang kembali tahun yang
baru lewat dengan kesenangan dan kesedihannya serta bertanya dalam
hati apa yang akan terjadi di dalam tahun mendatang.
Tetapi bukan orang Kristen saja yang mengenang saat yang telah lewat
dan memikirkan peristiwa-peristiwa yang mungkin terjadi pada tahun
yang datang. Orang lain bertanya-tanya dalam hatinya: Apakah semua
anggota keluarga akan sehat-sehat? Apakah akan ada cukup makanan dan
pakaian untuk keluarga? Apakah akan ada perang?
Ingatkah kalian dengan koor yang sering kita nyanyikan, "Tiap
Perjanjian dalam Alkitab"? Apabila kita memandang ke depan, ke tahun
yang baru, maka kita dapat percaya dan menagih janji-janji Allah.
Pagi ini saya mengambil beberapa janji untuk kalian dengarkan. Tapi
sebenarnya ada banyak janji Allah, ini hanya sebagian kecil saja.
Semakin kita mempelajari Firman Allah, semakin banyak janji yang
dapat kita akui sebagi milik kita, sebab Firman Allah mengatakan
kepada kita bahwa dengan iman kita dapat memperoleh apa saja yang
telah dijanjikan-Nya kepada kita dalam Firman-Nya.
Sebutlah ayat-ayat yang akan dibacakan oleh anak-anak yang sudah
dipilih. Yesaya 41:13; Ibrani 13:5; Mazmur 32:8; Yesaya 55:12;
Roma 6:23.
Ada banyak orang yang mungkin takut dengan tahun mendatang. Tetapi
orang Kristen tak perlu takut. Dalam Alkitab ada janji bagi setiap
keperluan yang kita jumpai, walaupun kita tidak tahu sekarang apa
kira-kira keperluan itu. Kita tak bisa tahu apa yang bakal terjadi
besok, tetapi kita tahu dalam tangan siapa hari besok itu, yaitu di
dalam tangan Yesus.
Doa:
----
Tutup pelajaran ini dengan doa ucapan syukur.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Buku Pintar Sekolah Minggu, Jilid 2
Penerbit : Gandum Mas, Malang, 1996
Halaman : 7
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ KESAKSIAN NATAL
Kesaksian berikut ini merupakan satu cerita indah yang dapat Anda
sampaikan kepada anak-anak SM Anda. Intinya adalah hadiah Natal
tidak selalu harus berbentuk barang, tetapi sedikit tindakan kasih
merupakan pemberian terindah bagi seseorang.
HADIAH SESUDAH NATAL
====================
Waktu itu bulan Juni. Di luar bunga-bunga berkembang, matahari
bersinar, dan saya sedang menikmati sebuah hadiah Natal.
Pada musim panas yang lalu, Danny, seorang anak di dekat tempat
tinggal saya menanyakan apakah ia dapat memotong rumput di halaman
saya dengan upah dua dolar.
Kasihan anak ini, pikir saya, mungkin ia mau mengumpulkan sedikit
uang. Ia tidak tahu betapa kecilnya penghasilan seorang pensiunan
guru untuk masa inflasi seperti sekarang. Halaman saya kecil. Saya
bisa memotong rumput sendiri. Dan dua dolar ongkosnya terlalu besar
bagi saya. Saya terpaksa harus menolaknya.
Lalu musim gugur tiba, disusul musim dingin yang bersalju, dan
halaman rumput itu terlupakan. Pada malam Natal saya sedang
menggantung sebuah hiasan Natal di pintu, waktu Danny datang lagi.
"Nah," kata saya sambil tersenyum padanya, "saya rasa halaman rumput
itu tidak perlu dipotong hari ini."
"Saya membawakan sebuah hadiah Natal untuk Anda," katanya, sambil
memberikan sebuah sampul surat. Ia tampak sedikit malu dan cepat-
cepat pamit pulang. Saya membuka surat itu dan saya tidak akan
pernah melupakan isinya, ditulis dengan huruf-huruf yang kekanak-
kanakan.
Tetangga yang baik:
Saya mempunyai hadiah untuk Anda. Musim panas mendatang, saya
akan memotongi rumput di halaman rumah Anda sepanjang musim.
Selamat Natal.
Danny
Danny melakukan lebih dari sekedar memotong rumput di halaman saya
pada musim panas itu. Ia telah mengajarkan saya bahwa hadiah yang
pantas diberikan ialah memberikan diri sendiri. Natal tahun ini saya
mempunyai hadiah untuk tetangga-tetangga saya. Sedikit kebaikan yang
dapat saya lakukan bagi mereka sepanjang tahun.
Saya harap, seperti saya, mereka semua akan menikmati hadiah Natal
dari saya waktu bunga-bunga berkembang dan matahari bersinar.
- Laura Norman
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Kisah-kisah Nyata Seputar Natal
Penerbit : Kalam Hidup, Bandung, 1998
Halaman : 241 - 242
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ STOP PRESS
SEMINAR DOMBA KECIL: "TEACHERS ON THE MOVE"
===========================================
Yayasan Domba Kecil mengundang para Guru Sekolah dan Sekolah Minggu,
Penginjil anak dan semua yang terbeban melayani anak untuk hadir
dalam pertemuan khusus, TEACHERS ON THE MOVE, yang akan diadakan
pada:
Hari/Tanggal: Sabtu, 17 Januari 2004
Waktu : 11.00 - 15.00 WIB
Tempat : Greenville Maissonette FC-10 Lt. IV
Jakarta Barat - INDONESIA
TOPIK:
1. Mempertajam Visi dan Misi Pelayanan Anak
2. Membuat KKR Anak
3. Kurikulum Sekolah Minggu
4. Ide-ide Alat Peraga
KHUSUS:
1. Peserta grup 5 orang akan mendapatkan 1 buku kurikulum.
2. Grup 5 orang berikutnya akan mendapatkan 1 paket alat peraga
tokoh Alkitab.
Jangan lewatkan kesempatan ini, daftarkan diri Anda segera!!
Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, segera hubungi:
Yayasan Domba Kecil
Jl. Tanjung Duren Utara III E/236
Jakarta Barat 11470 - INDONESIA
Tel. (021) 560-2630, 566-8962
Fax. (021) 566-8962
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA
Dari: Sherly <sherly04(at)>
>Selamat Natal ya buat Tim Redaksi BinaAnak.
>Saya sudah terima edisi-edisi Natal yang dikirimkan, dan dapat saya
>jadikan masukan bahan untuk Sekolah Minggu saya. Saya tunggu lagi
>edisi selanjutnya.
Redaksi:
Kami ucapkan Selamat Natal juga untuk Anda.
Kami bersyukur untuk setiap edisi yang Anda terima dan yang memberi
berkat bagi Anda dan pelayanan Anda. Nah, jangan lupa untuk
membagikan informasi tentang Buletin e-BinaAnak ini kepada rekan-
rekan guru Sekolah Minggu yang lain. Selamat membagikan berkat.
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
\o/ MUTIARA GURU
Rencana pelajaran mingguan saya:
Minggu ini saya akan menjadi
pengaruh yang positif dan kelas saya
menjadi lingkungan positif untuk murid-murid saya
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Staf Redaksi: Davida, Oeni, Ratri, dan Poer
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2004 YLSA
|