><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
Daftar Isi: Edisi 124/April/2003
-----------
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ ARTIKEL : Wahyu Khusus dan Alkitab
\o/ TIPS MENGAJAR (1) : Memulai Penggunaan Alkitab
\o/ TIPS MENGAJAR (2) : Membawa Murid untuk Memiliki Hubungan
dengan Alkitab
\o/ BAHAN MENGAJAR : Referensi untuk Mengajar tentang Doktrin
Alkitab
\o/ AKTIVITAS : Pembacaan Alkitab dengan Kreasi Dialog
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Usul untuk Memuat Profil Sekolah Minggu
**********************************************************************
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
**********************************************************************
\o/ SALAM DARI REDAKSI
Salam damai dalam kasih Kristus,
Sebagai edisi terakhir untuk tema "Mengajarkan Doktrin kepada Anak",
maka minggu ini e-BinaAnak akan membahas tentang "Doktrin Alkitab".
Alkitab adalah Firman yang datang dari Allah sendiri, dan sejak
kecil anak-anak sudah harus diberi pengertian mengenai hal itu.
Jangan biarkan mereka menganggap bahwa Alkitab hanyalah "buku
kumpulan cerita kuno" yang biasa digunakan guru SM di kebaktian
SM. Beritahukan kepada mereka apakah Alkitab itu dan apa yang
diajarkannya. Gunakanlah cara-cara sederhana dalam mengajar, yaitu
yang pengertian sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual
mereka.
Untuk membantu Anda mengajar memperkenalkan Alkitab kepada anak-
anak, simaklah sajian-sajian kami edisi ini. Selain sebuah Artikel
untuk guru-guru SM, kami sajikan juga dua Tips Mengajar yang akan
menolong guru mengerti bagaimana "Memulai Penggunaan Alkitab" serta
langkah-langkah untuk "Membawa Murid untuk Memiliki Hubungan dengan
Alkitab". Sebelum mengajar mengenai Alkitab ada baiknya jika Anda
mempelajari terlebih dahulu beberapa hal seputar Alkitab melalui
buku-buku yang kami referensikan dalam Bahan Mengajar minggu ini.
Satu ide/contoh aktivitas berupa "Pembacaan Alkitab dengan Kreasi
Dialog" juga sangat tepat dipakai untuk lebih menarik minat anak
dalam membaca Alkitab.
Oke, kiranya sajian-sajian tersebut dapat membantu Anda mengajarkan
tentang Alkitab secara lebih mendalam kepada anak-anak SM Anda.
Semakin banyak Anda mengajarkan Alkitab kepada mereka, semakin besar
kesempatan anak-anak SM untuk dekat dengan Allah.
Selamat melayani!
Tim Redaksi
"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan
terang bagi jalanku." (Mazmur 119:105)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Mazmur+119:105 >
**********************************************************************
\o/ ARTIKEL (1)
Sebelum mengajarkan doktrin tentang Alkitab kepada anak-anak,
simaklah terlebih dahulu artikel berikut ini, karena sebelum Anda
mengajar, baiklah jika Anda lebih dahulu memiliki bekal yang cukup.
Selamat belajar!
WAHYU KHUSUS DAN ALKITAB
========================
Pada waktu Tuhan Yesus dicobai oleh setan di padang gurun, Ia
menghardik setan dengan perkataan: "Ada tertulis: Manusia hidup
bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari
mulut Allah." (Matius 4:4). Secara historis, gereja telah meneruskan
pengajaran Tuhan Yesus dengan meneguhkan bahwa Alkitab merupakan
"vox Dei" (yaitu "suara Allah") atau "verbum Dei" (yaitu "Firman
Allah"). Menyebut Alkitab sebagai Firman Allah tidak menyatakan bahwa
Alkitab ditulis oleh tangan Allah sendiri atau Alkitab itu jatuh
dari sorga dengan parasut. Alkitab itu sendiri menyatakan ada banyak
penulis manusia yang menulis Alkitab. Apabila kita mempelajari
Firman Allah dengan teliti, maka kita dapat melihat bahwa setiap
manusia yang menulis memiliki gaya bahasa masing-masing,
perbendaharaan bahasa sendiri, penekanan sendiri, perspektif sendiri
dan lain sebagainya. Apabila Alkitab dinyatakan sebagai hasil karya
manusia, bagaimana Alkitab dapat dikatakan sebagai Firman Allah?
Alkitab disebut sebagai Firman Allah oleh karena pengakuan dari
Alkitab yang menyatakan bahwa penulis tidak sekedar menyatakan
pemikiran mereka. Perkataan mereka diinspirasikan oleh Allah.
Rasul Paulus menulis: "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang
bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk
memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."
(2Timotius 3:16). Kata inspirasi diterjemahkan dari kata Yunani
"dinafaskan oleh Allah". Allah menafaskan Alkitab, sama halnya
dengan kita mengeluarkan nafas dari mulut kita pada waktu kita
berbicara, jadi dapat dikatakan bahwa Allah berbicara melalui
Alkitab.
Meskipun Firman Tuhan datang kepada kita melalui penulisan tangan
manusia, tetapi sumber utamanya adalah Allah. Sebagaimana halnya
para nabi berkata: "Demikianlah Firman Tuhan". Dan Tuhan Yesus juga
berkata: "firman-Mu adalah kebenaran" (Yohanes 17:17b), dan Firman
Tuhan tidak dapat dibatalkan (Yohanes 10:35).
Kata inspirasi juga berkaitan dengan proses, dimana Roh Kudus
membimbing penulisan Firman Tuhan. Roh Kudus membimbing para penulis
sehingga kata-kata mereka merupakan Firman Allah. Kita tidak tahu
bagaimana cara Allah membimbing penulisan pertama dari Alkitab.
Tetapi yang pasti inspirasi tidak berarti bahwa Allah mendikte pesan-
pesannya pada mereka yang menulis Alkitab. Apa yang terjadi adalah
Roh Kudus mengkomunikasikan Firman Allah kepada penulis manusia.
Orang Kristen mengakui ketidaksalahan dari Alkitab oleh karena Allah
merupakan Penulis utama dari Alkitab, dan oleh karena itu, Allah
tidak mungkin menginspirasikan hal yang salah. Firman-Nya adalah
benar dan dapat dipercaya. Setiap literatur yang secara normal
dihasilkan oleh manusia ada kemungkinan salah, tetapi Alkitab bukan
merupakan hasil produksi manusia secara normal. Apabila Alkitab
diinspirasikan dan dibimbing proses penulisannya oleh Allah, maka
Alkitab tidak dapat salah.
Ini tidak berarti bahwa terjemahan Alkitab yang kita miliki sekarang
ini tanpa kesalahan, tetapi yang dimaksudkan di sini adalah
manuskrip yang asli secara mutlak adalah benar. Ini tidak berarti
juga bahwa setiap pernyataan di Alkitab adalah benar. Misalnya:
penulis dari kitab Pengkhotbah menyatakan bahwa "Segala sesuatu yang
dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga,
karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam
dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi." (Pengkhotbah 9:10).
Penulis berbicara dari sudut pandang keputusasaan manusia. Apabila
kita melihat bagian lain dari Firman Tuhan maka kita mengetahui
bahwa pernyataan itu tidak benar. Namun dalam hal ini Alkitab
berbicara tentang kebenaran, yaitu kebenaran tentang pemikiran yang
salah dari seseorang yang putus asa.
Bahan diedit dari sumber:
Judul buku : Kebenaran-kebenaran Dasar Iman Kristen
Pengarang : R.C. Sproul
Penerbit : Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1997
Halaman : 17 - 18
**********************************************************************
\o/ TIPS MENGAJAR (1)
MEMULAI PENGGUNAAN ALKITAB
==========================
Sekalipun anak-anak belum belajar membaca, mereka dapat diberi
pengalaman yang menyenangkan dengan Alkitab. Maka pada saat mereka
mulai dapat membaca, mereka dapat mulai membaca Alkitab sendiri.
Ketrampilan dasar membaca Alkitab dapat diajarkan kepada setiap anak
yang mulai belajar membaca. Meskipun Alkitab merupakan buku yang
tebal, dan tampak menyeramkan, pembaca pemula perlu dimotivasi untuk
menguasai ketrampilan membaca Alkitab sehingga mereka akan
sepenuhnya menikmati kemungkinan-kemungkinan untuk "menemukan"
sendiri. Anak-anak yang lebih besar, yang memiliki kesukaran dalam
membaca juga memperoleh manfaat dari pengalaman ini, sejauh mereka
tidak tertekan atau merasa tidak mampu melakukannya. Untuk lebih
mendorong anak-anak mulai menggunakan Alkitab, simaklah petunjuk
berikut ini:
1. Melihat ayat-ayat bersama orang dewasa.
---------------------------------------
Ajaklah anak untuk sejenak membuka bagian Alkitab yang memuat
ayat-ayat atau kisah tersebut, bukan hanya membacakan kutipan
atau mengulang ayat-ayat itu dengan kata-kata sendiri. Tunjukkan
ayat atau paragraf sambil memberitahu anak itu, "Di sinilah
terdapat apa yang Alkitab katakan ..." Sebagian orangtua dan
guru merasakan manfaat menggarisbawahi atau mewarnai ayat-ayat
yang mereka rujuk. Jika anak tertarik pada huruf, kata dan nama,
tunjukkan beberapa kata kunci di halaman itu. "Ini nama Yesus.
Nama Yesus dimulai dengan sebuah huruf 'Y', seperti pada nama
Yanto dan Yanti. Lihat persis di bawah jari saya dan lihat
apakah kamu dapat menemukan nama Yesus lagi. Baik sekali!"
2. Temukan kata-kata yang akrab bagi anak.
---------------------------------------
Dengan mengacu pada satu perikop, kebanyakan pembaca pemula
dapat menemukan paling sedikit satu atau bahkan lebih kata yang
akrab baginya. Bahkan jika yang diketahui anak hanya "di," "ke"
atau "dari," ia tetap merasa berhasil berbuat sesuatu. Jika
perlu, beri sedikit petunjuk untuk menolongnya menemukan kata
atau nama yang lebih berarti: "Lihat pada nama Daud. Daud
dimulai dengan sebuah huruf besar 'D'."
3. Perhatikan judul kitab.
-----------------------
Sambil melihat sebuah perikop, perhatikan nama kitab pada bagian
atas halaman tersebut. Bahkan jika nama itu terlalu sukar untuk
dibaca anak, tunjuklah pada tulisan judul itu saat Anda
membacanya keras-keras. Hal ini membantunya membangun perasaan
akrab pada Alkitab, dan membiasakan anak mengacu pada nama-nama
kitab untuk memperoleh informasi yang bermanfaat.
4. Perhatikan kitab-kitab yang mendahului dan mengikuti.
-----------------------------------------------------
Biasakan untuk memperhatikan kitab-kitab yang berdekatan dengan
kitab yang sedang kita baca. Ini membantu anak memperoleh
pengertian mengenai urutan kitab dan pada saatnya amat
membantunya membaca dengan cepat halaman-halaman yang ada di
Alkitab.
5. Tentukan letak kitab itu.
-------------------------
Kebanyakan anak-anak usia enam tahun ke atas dapat belajar
memakai daftar isi di halaman depan Alkitab untuk menentukan
letak sebuah kitab. Akan lebih menolong jika Alkitab anak itu
memiliki daftar isi sesuai urutan halaman menurut abjad, tidak
hanya urutan standar seperti yang ada selama ini.
6. Sebuah jalan pintas.
--------------------
Untuk menemukan kitab-kitab tertentu, pertama-tama mintalah anak
memegang Alkitab erat-erat, kemudian suruh ia membukanya sebisa
mungkin bagian tengah Alkitab. Pada kebanyakan Alkitab, anak
akan menemukan kitab Mazmur atau Amsal. (Alkitab yang memiliki
konkordansi pada bagian belakang dapat sedikit menolong.) Teknik
ini amat menolong, karena banyak ayat Alkitab yang akrab dengan
anak-anak dapat ditemukan dalam Mazmur atau Amsal. Berikutnya,
suruh anak itu memegang separuh bagian pertama dan membaginya
menjadi dua. Pada kebanyakan Alkitab, anak akan sampai pada
kitab 1Samuel atau didekatnya. Beberapa halaman di depannya akan
membawa anak pada cerita Hakim-hakim (Debora, Gideon, Samson dan
sebagainya) dan Rut. Dan dengan segera tampil kisah-kisah
Samuel, Saul dan Daud, diikuti cerita raja-raja dan nabi-nabi.
Akhirnya, suruh anak itu membagi paruh kedua Alkitab. Pada
kebanyakan Alkitab, anak akan sampai pada kitab Matius, dan ini
adalah cara yang paling mudah untuk mengetahui lokasi cerita-
cerita kehidupan Yesus.
7. Menentukan letak ayat.
----------------------
Hanya perlu waktu sebentar untuk mengajarkan kepada anak
bagaimana kitab-kitab dibagi dalam pasal-pasl dan ayat-ayat
untuk mempermudah menemukan sebuah ayat atau kisah. Tunjukkan
pembagian pasal, dan juga nomor pasal, pada bagian atas halaman.
Dalam sebuah pasal, mintalah anak menemukan angka-angka yang
lebih kecil yang menandai permulaan ayat.
8. Temukan jawabannya.
-------------------
Saat ketrampilan membaca meningkat, anak-anak dengan cepat mampu
membaca sebagian besar kata dalam ayat-ayat Alkitab. (Nama-nama
dan kata-kata berhuruf besar terkadang mendatangkan kesukaran
bagi mereka.) Tetapi bagi pembaca pemula mereka seringkali harus
memusatkan banyak energi hanya untuk "membaca" kata-kata,
sehingga jarang terjadi mereka dapat memahami arti kata-kata
itu. Bahkan bagi yang sudah pandai membaca, mereka tidak secara
otomatis membaca guna memperoleh informasi, khususnya ketika hal
itu ditugaskan oleh guru atau orangtua.
Untuk mendorong anak mencari arti dari apa yang ia baca, ajukan
pertanyaan, dan biarkan anak itu menemukan jawaban melalui ayat-
ayat yang dibaca. Respon anak mula-mula mungkin hanyalah membaca
ayat itu, kemudian mendongak ke atas dengan ekspresi yang
mengatakan, Saya kira jawabannya ada di situ. Ibu pasti tahu.
Dorongan lebih lanjut seringkali dibutuhkan untuk membuat anak
meneliti ayat itu lagi, kali ini untuk mencari kata atau kata-
kata yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.
9. Menceritakan kembali sebuah ayat.
---------------------------------
Salah satu cara terbaik untuk menguji pemahaman anak akan sebuah
ayat atau pernyataan adalah meminta ia mengutarakannya kembali
dengan kata-katanya sendiri. Cara yang baik untuk meminta mereka
melakukan hal ini adalah dengan bertanya, "bagaimana kamu
menyampaikan arti ayat ini kepada anak yang lebih kecil?" atau
"Bagaimana kamu menjelaskan kisah ini kepada seorang teman yang
belum pernah mendengarnya?"
10. Terapkan pokok pikirannya.
--------------------------
Terlepas dari anak itu belum dapat membaca, baru belajar membaca
atau sudah pandai membaca, sediakanlah selalu waktu untuk
memikirkan bersama bagaimana isi Alkitab itu dapat diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari. Tidak akan pernah cukup hanya
belajar apa yang dikatakan Alkitab atau bahkan apa maknanya.
Kita harus terus-menerus mendorong anak untuk mencari apa yang
harus kita lakukan berkaitan dengan apa yang kita baca.
Mengajukan pertanyaan merupakan cara efektif untuk merangsang
pemikiran tentang implikasi yang telah didengar atau dibaca:
- "Menurutmu apa pentingnya kita mengetahui ayat/kisah ini?"
- "Apa yang dapat kita lakukan agar dapat menunjukkan bahwa
kita sudah belajar hidup sesuai dengan yang diajarkan
ayat/kisah ini?"
- "Siapa yang kamu kenal yang dapat menjadi contoh yang baik
bagi ayat/kisah yang tadi diajarkan?"
Sumber:
Judul Buku: Mengenalkan Allah kepada Anak
Pengarang : Wes Haystead
Penerbit : Yayasan Gloria, Yogyakarta, 1998
Halaman : 106 - 108
**********************************************************************
\o/ TIPS MENGAJAR (2)
BAGAIMANA MEMBAWA MURID UNTUK MEMILIKI HUBUNGAN DENGAN ALKITAB
==============================================================
"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."
(Mazmur 119:105)
Memiliki hubungan yang dekat dengan Firman Allah merupakan suatu
kewajiban tidak tertulis yang harus dilakukan oleh anak-anak Tuhan,
termasuk murid-murid Anda yang masih berusia belia. Sebagai guru,
Anda mempunyai hak istimewa dan tanggung jawab untuk memimpin murid-
murid Anda sehingga mereka mengerti bahwa Alkitab yang adalah Firman
Tuhan begitu berharga dan dapat dijadikan bahan pelajaran sepanjang
hidup mereka. Firman Tuhan harus diberi sebuah tempat yang paling
utama, baik dalam kelas maupun di rumah dalam pembacaan Alkitab yang
telah ditentukan.
Sikap Anda terhadap Firman Tuhan akan tercermin dalam kehidupan
murid-murid Anda. Bahkan guru yang mengajar anak-anak kecil harus
memegang Alkitab sementara ia membawakan satu cerita. Ia harus
sering mengulangi, "Kita membaca ini dari Alkitab kita." Sedikit
demi sedikit anak-anak belajar bahwa memang ada sesuatu yang sangat
istimewa dari Kitab itu. Pimpinlah murid-murid Anda untuk menjadi
para penemu kebenaran sementara mempelajari Alkitab bersama-sama.
Suruh mereka menyelidiki Alkitab untuk mendapat jawaban.
Beritahukanlah bahwa mereka dapat menemukan pemecahan bagi persoalan
sehari-hari mereka di dalam Alkitab. Jadikanlah kelas Anda sebuah
kelas pemahaman Alkitab yang dapat membawa murid-murid Anda memiliki
hubungan yang dekat dengan Alkitab, dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
1. Ajarlah setiap murid untuk menghargai dan menerima Alkitab
sebagai Firman Allah yang diilhamkan melalui Roh Kudus.
2. Pimpinlah dia untuk mempelajari, mengenal, dan menyenangi
Alkitab.
3. Tolonglah dia supaya dapat menggunakan Alkitab dengan kecakapan
yang semakin bertambah sebagai satu pedoman praktis untuk
kehidupan sehari-hari, dan dengan demikian menjadikan ajaran-
ajarannya sebagai dasar filsafat kehidupan mereka.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Pola Mengajar Sekolah Minggu
Judul Asli Artikel: Membawa Murid Memiliki Hubungan dengan Alkitab
Penulis : Mavis L. Anderson
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993
Halaman : 23
**********************************************************************
\o/ BAHAN MENGAJAR
REFERENSI UNTUK MENGAJAR TENTANG DOKTRIN ALKITAB
================================================
Berikut ini referensi buku-buku yang dapat Anda gunakan untuk
melengkapi pengetahuan terhadap doktrin "Alkitab" agar Anda dapat
lebih baik lagi mengajarkan doktrin ini kepada anak-anak.
1. Judul Buku: Mengenali Kebenaran
Pengarang : Bruce Milne
Penerbit : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1993
CD-SABDA : 2Topik 201039 ... ; Buku = Topik 201000-201393
Bab 3 membahas secara detail mengenai Alkitab yang membahas a.l.
mengenai Alkitab: Bentuk Nyata dari Penyataan Khusus; Alkitab
sebagai firman Allah yang Tertulis; Pengilhaman Alkitab;
Penafsiran Alkitab, dll.
2. Judul Buku: Dasar yang Teguh
Pengarang : J. W. Brill
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
CD-SABDA : 2Topik 200508 ... ; Buku = Topik 200500-200831
"Asas Pengajaran" tentang Alkitab ada dalam Bab 1. Beberapa
bahasan yang dapat Anda pelajari yaitu mengenai Perjanjian Lama
dan Penulisnya Menyatakan; Alkitab Diilhami dan Diwahyukan Allah;
Perjanjian Baru dan Penulisnya Menyatakan; Alkitab Diilhami dan
Diwahyukan Allah; Kekanonan di dalam Alkitab.
3. Judul Buku: Penerapan Praktis Pola Hidup Kristen
Penerbit : Kerjasama antara Penerbit Gandum Mas, Malang, Yayasan
Kalam Hidup, Bandung, dan YAKIN, Surabaya, 2002
Bab 16 (Alkitab: Firman Allah) -- Berisi a.l. mengenai
Mempercayai dan Menafsirkan Alkitab; Pentingnya Pendalaman
Alktab, Lima Kunci untuk Mempelajari Alkitab; Menghidupkan
Kiasan-kiasan Alkitab, dll.
Masih banyak lagi referensi yang lain. Jika Anda berminat untuk
mendapatkan referensi dari kami, silakan kirimkan e-mail Anda ke:
==> staf-BinaAnak(at)sabda.org
==> Subject: Pustaka Doktrin Alkitab
Tim Redaksi
**********************************************************************
\o/ AKTIVITAS
PEMBACAAN ALKITAB DENGAN KREASI DIALOG
======================================
Penjelasan/Persiapan:
---------------------
1. Karena kreasi ini bersifat dialog, maka hanya tepat untuk perikop
dalam Alkitab yang berupa dialog.
2. Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah
tokoh yang terlibat dalam dialog tersebut ditambah satu kelompok
narator.
3. Pada kreasi ini, guru SM dapat berperan sebagai narator.
4. Sebelum kreasi ini dipraktekkan, guru terlebih dulu memberi
penjelasan bahwa anak-anak harus membaca dengan penghayatan dan
memberi contoh singkat.
Akitvitas:
---------
Contoh Bacaan : Matius 21:23-27
Narator : Guru
Yesus : Kelompok I
Imam-imam kepala : Kelompok II
Narator : Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar
di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua
bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya:
Imam kepala : "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?
Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?"
Narator : Jawab Yesus kepada mereka:
Yesus : "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan
jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan
mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku
melakukan hal-hal itu. Dari manakah baptisan Yohanes?
Dari sorga atau dari manusia?"
Narator: Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan
berkata:
Imam kepala : "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata
kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak
percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari
manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua
orang menganggap Yohanes ini nabi."
Narator : Lalu mereka menjawab Yesus:
Imam kepala : "Kami tidak tahu."
Narator : Dan Yesus pun berkata kepada mereka:
Yesus : "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu
dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."
Silakan Anda mencoba dengan perikop yang lain dalam Alkitab.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Metode Anak Aktif dalam Bercerita dan Membaca Alkitab
Pengarang : Paulus Lie
Penerbit : Yayasan Andi, Yogyakarta, 2002
Halaman : 78 - 79
**********************************************************************
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA
Dari: Hermawan <herman(at)>
>Saya mau usul, gimana kalau e-BinaAnak membahas secara berkala,
>mungkin 1 atau 2 bulan sekali mengenai kegiatan/profil sebuah SM.
>Misalnya tentang gurunya, programnya, muridnya, kegiatannya, dll.
>Redaksi bisa meminta data dari para pembaca yang ingin SM nya
>ditampilkan dalam e-BinaAnak. Itu saja usul saya, semoga bisa
>menjadi berkat bagi kita semua. Selamat melayani!
Redaksi:
Kami sangat berterimakasih atas usulan Anda yang sangat menarik itu.
Jika ada SM yang ingin menampilkan profilnya dalam e-BinaAnak, tentu
saja hal itu akan dapat menjadi ajang pertukaran ide. Kami yakin
banyak guru-guru SM akan tertarik untuk saling belajar dari
pelayanan SM masing-masing.
Dalam kesempatan ini kami ingin minta tanggapan dari para rekan
pembaca e-BinaAnak mengenai usulan dari Saudara Hermawan ini.
Apakah Anda setuju dan apa alasannya? Silakan kirimkan respon Anda
ke:
==> staf-BinaAnak(at)sabda.org
**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
**********************************************************************
Staf Redaksi: Davida, Oeni, Ratri, dan Poer
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2003 YLSA
|