><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
Daftar Isi: Edisi 122/April/2003
-----------
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ ARTIKEL : Makna Salib Yesus
\o/ TIPS MENGAJAR : Murid dan Hubungannya dengan Yesus
\o/ BAHAN MENGAJAR (1) : Mengenal Yesus
\o/ BAHAN MENGAJAR (2) : Berapa Hebatkah Tuhan Yesus Itu?
\o/ BAHAN MENGAJAR (3) : Referensi untuk Mengajar tentang
Doktrin Yesus Kristus
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Respon untuk e-BinaAnak
**********************************************************************
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
**********************************************************************
\o/ SALAM DARI REDAKSI
Salam dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus,
Sesuai dengan rencana, maka minggu ini, kita akan membahas topik
tentang Doktrin Yesus Kristus. Tapi bukan suatu kebetulan kalau
minggu ini adalah bertepatan dengan minggu PASKAH. Oleh karena itu
topik minggu ini akan sekaligus menjadi berita PASKAH, karena Yesus
Kristus adalah pusat dari berita PASKAH.
Cerita tentang Yesus Kristus adalah salah satu cerita yang paling
disukai oleh anak-anak SM. Namun bisakah guru SM memperkenalkan
Yesus Kristus kepada anak-anak bukan hanya sebagai sosok yang luar
biasa tapi juga Yesus Kristus sebagai Juruselamat umat manusia?
Memang seluruh kehidupan-Nya di dunia ini adalah teladan bagi
manusia, tapi yang paling mengagumkan ialah pengorbanan-Nya di atas
kayu salib untuk menebus semua dosa manusia. Dalam edisi ini kami
akan secara khusus menyajikan artikel untuk para guru SM tentang
pengorbanan Kristus di atas kayu salib dan makna dari kayu salib
itu. Kiranya melalui penghayatan yang benar tentang pengorbanan dan
salib Kristus ini, guru-guru SM akan dapat menghayati PASKAH lebih
mendalam dan dapat mengajarkan doktrin Yesus Kristus kepada anak-
anak SM dengan benar.
Tips Mengajar minggu ini berisi petunjuk kepada para pendidik
tentang pentingnya membawa anak-anak untuk memiliki hubugan dengan
Yesus. Untuk mengajarkan mengenai kehebatan Yesus Kristus kepada
anak-anak SM Anda, ada TIGA Bahan Mengajar yang kami sajikan minggu
ini, yaitu "Mengenal Yesus"; "Berapa Hebatkah Tuhan Yesus itu?";
dan "Referensi untuk Mengajar tentang Doktrin Yesus Kristus".
Akhirnya segenap Tim Redaksi e-BinaAnak mengucapkan:
L A M S K
E A A A
S T P H
* * * *
* *
* # *
* # *
2 # # #0# # # 2
0 # 0
0 # 0
3 # 3
* # *
* # *
* *
* *
* *
**
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Yohanes+3:16 >
**********************************************************************
\o/ ARTIKEL
MAKNA SALIB YESUS
=================
Di banyak gereja, orang-orang Kristen lebih merayakan Natal daripada
memperingati Jumat Agung dan merayakan Paskah. Namun, apabila kita
mempelajari Alkitab, hanya dua kitab Injil yang menuliskan kisah
Natal, yakni Matius dan Lukas. Tetapi, kisah kematian dan
kebangkitan Yesus tertulis di dalam keempat kitab Injil. Ini
menunjukkan bahwa Yesus lahir tanpa ia mati dan bangkit,
bukanlah Yesus sang Juruselamat. Salib Yesus selalu memberikan
pelajaran rohani yang begitu dalam dan mengherankan dan tidak pernah
usang bagi umat manusia pada setiap jaman.
1. Salib adalah tempat Yesus mengidentifikasikan diri dengan orang-
orang berdosa.
----------------------------------------------------------------
"Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka
menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang
seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya."
(Lukas 23:33)
Tujuan para prajurit Romawi menempatkan Yesus di tengah-tengah
para penjahat adalah untuk merendahkan dan mempermalukan-Nya di
hadapan khalayak ramai dan menyamakan-Nya seperti para kriminal.
Namun, sebenarnya mereka tidak akan dapat memperlakukan-Nya
sedemikian apabila Yesus sendiri tidak terlebih dahulu
berinisiatif merendahkan diri-Nya (Filipi 2:6-8). Ia rela
mengambil kutuk dosa bagi kita (Galatia 3:13). Seperti ada
tertulis, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi
dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."
(2Korintus 5:21).
Ada seorang kaya yang berkata, "Aku tidak perlu berbakti kepada
Tuhan. Namun, apa yang gereja butuhkan akan kuberikan. Bahkan aku
sering membantu pembangunan mesjid, klenteng, dan pura. Dengan
demikian aku adalah teman dari semua pendiri agama, aku juga
sponsornya Yesus."
Perkataan tersebut merupakan penghinaan bagi Tuhan. Orang itu
tidak sadar bahwa sebenarnya Tuhan tidak membutuhkan apa-apa dari
manusia. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan
dunia serta yang diam di dalamnya (Mazmur 24:1). Segala sesuatu
yang manusia miliki berasal dari Tuhan. Ia tidak butuh harta,
tetapi Ia memanggil diri manusia untuk kembali dan beribadah
kepada Sang Pencipta juga Penebus; seperti yang tertulis,
"berilah dirimu didamaikan dengan Allah." (2Korintus 5:20c)
2. Salib adalah tempat di mana perkataan yang teragung diucapkan.
--------------------------------------------------------------
"Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak
tahu apa yang mereka perbuat." ...." (Lukas 23:34a).
Orang-orang yang disalibkan biasanya mengeluarkan kata-kata yang
kotor, kutukan, dan caci-maki. Itu disebabkan karena mereka
kekurangan darah sehingga berakibat tekanan darah naik dan sakit
kepala. Mereka digantung di atas salib siang dan malam selama
maximum satu minggu.
Yesus hanya digantung selama 6 jam, yakni dari pukul 9 pagi
sampai pukul 3 sore, lalu Ia mati (Markus 15:25; Lukas 23:44-45).
Sudah terlalu banyak darah keluar dari kepala, wajah, punggung,
tangan, dan kaki-Nya.
Dalam penderitaan yang sangat itu, Yesus menolak untuk meminum
anggur bercampur empedu (Matius 27:34). Ada sekelompok wanita
saleh di Yerusalem yang biasa mengunjungi orang-orang yang sedang
disalibkan untuk memberi mereka anggur bercampur empedu yang
berfungsi untuk meredakan rasa sakit dengan cara membuat kondisi
mereka menjadi setengah sadar. Minuman yang sama itu juga
diberikan kepada Yesus, namun ditolak-Nya. Ia rela menghadapi
kematian dan segala penderitaan-Nya dengan kesadaran penuh.
Di dalam penderitaan-Nya yang sangat, Yesus justru mengucapkan
perkataan yang begitu agung, "Ya Bapa ampunilah mereka, karena
mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat". Banyak orang
menderita sedikit saja, tetapi sudah mengeluarkan kata-kata yang
begitu buruk.
3. Salib adalah tempat di mana kasih dan keadilan bertemu.
-------------------------------------------------------
Perpaduan kasih dan keadilan sulit kita dapatkan di dalam
kehidupan sesehari. Ada orang yang penuh dengan kasih tetapi
kurang adil, sehingga ia cenderung memanjakan atau tidak bisa
mendisiplin yang bersalah. Sebaliknya, ada orang yang adil tetapi
kurang konsisten dengan peraturan dan disiplin dan kurang kasih
untuk bersedia memahami kelemahan orang lain.
Di atas salib Yesus, kasih dan keadilan bertemu. Karena kasih-Nya
kepada manusia, Yesus rela mati disalib. Tetapi, meskipun Ia
adalah Anak Allah, namun pada waktu Ia menanggung dosa seluruh
umat-Nya, Ia harus terpisah dengan Bapa-Nya di Sorga.
Keterpisahan itu ditandai dengan teriakan-Nya,
"Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
(Matius 27:46).
Perkataan ini sebenarnya tidak mempunyai makna yang luar biasa.
Di sini Yesus tidak memanggil Allah sebagai "Bapa" tetapi sebagai
"Allah". Di atas salib, Ia mengambil tempat orang berdosa yang
tidak layak menyebut Allah sebagai "Bapa". Hubungan-Nya dengan
Bapa sebenarnya begitu eksklusif (istimewa). Ia pernah berkata,
"Aku dan Bapa adalah satu." (Yohanes 10:30). Namun, kesatuan
yang begitu eksklusif itu pernah satu kali untuk sementara waktu
terpisah, karena Sang Anak pernah menanggung dosa manusia.
Di sini kita melihat dahsyatnya akibat dosa. Dosa pernah
memisahkan Allah Bapa dengan Sang Anak. Inilah keadilan Allah.
4. Salib adalah tempat di mana tidak ada lagi mujizat.
---------------------------------------------------
Yesus ditantang oleh orang-orang yang menonton-Nya untuk
melakukan mujizat, yakni dengan turun dari salib. Demikian pula
dengan para imam kepala beserta tua-tua Yahudi mengolok-olok Dia
dan mengatakan bahwa orang lain bisa Ia selamatkan, tetapi diri-
Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan. Dan mereka juga
mengatakan, kalau Ia dapat turun dari salib itu, mereka akan
percaya kepada-Nya (Matius 27:39-40, 42).
Tetapi Yesus tidak mengikuti tantangan mereka, meskipun Ia
sebenarnya sanggup melakukannya. Bukankah Ia pernah berkata
kepada Simon, "Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru
kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas
pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimanakah akan
digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa
harus terjadi demikian?" (Matius 26:53-54).
Di atas salib, Yesus tidak berargumentasi dan tidak melakukan
pembelaan sedikitpun. Ia hanya taat kepada kehendak Bapa-Nya
di sorga, seperti yang pernah dikatakan-Nya, "Sekarang jiwa-Ku
terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku
dari saat ini? TIDAK, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat
ini." (Yohanes 12:27)
5. Salib adalah tempat di mana Pribadi yang sangat potensial dan
baik mutunya mengorbankan diri.
-------------------------------------------------------------
Guru manakah yang lebih agung dari Yesus? Pribadi manakah yang
lebih suci dari Yesus? Anak sulung manakah yang lebih bertanggung
jawab kepada orangtua dan adik-adiknya? Cendekiawan manakah yang
lebih pintar dari Yesus? Siapakah orang yang pernah menyatakan
kasih lebih besar daripada Yesus? Tidak ada! Yesus adalah orang
yang sangat potensial dan sangat bermutu hidup-Nya. Tetapi, Dia
rela mengorbankan diri-Nya.
Usia Yesus pada waktu Ia mati di salib adalah 33 1/2 tahun. Usia
tiga puluhan adalah sangat potensial; usia di mana seseorang
sedang mengejar karier dan meningkatkan statusnya. Sebagian orang
sangat aktif di dalam ibadah dan pelayanan pada waktu usia mereka
masih belasan tahun sampai lulus kuliah. Namun, ketika mereka
sudah mendapatkan pekerjaan, menikah, dan meraih status sosial
yang lebih baik dalam masyarakat, biasanya sebagian dari orang
tidak mau memberikan waktu lagi untuk melayani Tuhan. Alasannya:
repot. Hal seperti ini banyak terjadi pada waktu pada usia tiga
puluhan. Namun, Yesus berbeda. Pada usia-Nya yang ke-33 1/2
tahun, Ia justru mengorbankan tubuh-Nya untuk disalibkan. Suatu
pengorbanan yang luar biasa!
Ada orang yang berdoa demikian, "Tuhan jikalau Engkau
menyembuhkan penyakitku ini, dan memulihkan bisnisku, maka sisa
hidupku akan kuserahkan kepada Tuhan." Sebagai anak Tuhan, jangan
tunggu sampai kondisi hidupmu sudah kepepet baru mau mengikuti
dan melayani-Nya, sebab Yesus sendiri telah memberikan yang
terbaik bagi kita semua.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Kematian, Kebangkitan dan Kenaikan Yesus ke Sorga
Pengarang : DR. Roby Setiawan
Halaman : 30 - 36
**********************************************************************
\o/ TIPS MENGAJAR
MEMBIMBING MURID UNTUK
MEMILIKI HUBUNGAN DENGAN TUHAN YESUS
====================================
"Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada
seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."
(Yohanes 14:6)
Dari ayat di atas sangat jelas kalau satu-satunya jalan menuju
kepada kebenaran yang kekal adalah hanya melalui Yesus. Melalui
Yesus disini artinya adalah percaya dan menerima Dia sebagai
Juruselamat pribadi. Sebagai guru SM, kita memiliki tanggung jawab
untuk membimbing anak-anak untuk datang kepada Kristus supaya mereka
dapat mengenal dan menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadinya.
Jadi tanggung jawab kita sebagai guru SM bukan hanya bercerita
mengenai Tuhan Yesus dan kisah-kisah dalam Alkitab dan menjadikan
mereka anak-anak yang manis (berkelakuan baik) saja. Menolong anak-
anak untuk mengerti siapa Kristus dan jalan keselamatan kekal yang
telah Dia sediakan bagi mereka adalah tugas yang lebih penting dari
seorang guru SM. Jika anak-anak menerima keselamatan di dalam Yesus
Kristus maka mereka akan tahu bahwa Allah mempunyai rencana yang
indah bagi hidup mereka.
Melihat pentingnya tanggung jawab guru dalam membimbing murid-murid
SM untuk menemukan hubungan yang benar dengan Kristus, maka berikut
ini adalah kutipan pendek yang kami ambil dari buku tulisan Mavis
L.A. yang dapat menolong guru untuk mengerti tugasnya yang utama
supaya ia dapat memberikan bimbingan yang tepat bagi anak-anak
didiknya:
"1. Tolonglah setiap murid untuk menemukan bahwa Kristus itu
penyataan yang benar dan sempurna dari Allah Bapa dan satu-
satunya jalan untuk datang kepada Bapa.
2. Pimpinlah setiap murid untuk menerima Tuhan Yesus Kristus
sebagai Juruselamat pribadinya.
3. Pimpinlah dia untuk menyerahkan seluruh hidupnya kepada
Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan serta menjadikan Dia
pusat kehidupannya." [Mavis L. Anderson, Pola Mengajar
Sekolah Minggu (Bandung: Kalam Hidup, 1993), hlm. 22]
Tim Redaksi
**********************************************************************
\o/ BAHAN MENGAJAR (1)
MENGENAL YESUS
==============
Alat Peraga:
------------
Gambar Yesus
Ayat Alkitab:
-------------
Lukas 2:22-40
Tema:
-----
Kita melihat Yesus dalam segalanya.
Cerita:
-------
Siapkanlah bermacam-macam gambar Yesus. Pastikan Anda memiliki
gambar yang menunjukkan Yesus dalam berbagai keadaan. Sumber-sumber
yang memungkinkan adalah: buku kurikulum Sekolah Minggu, sampul-
sampul buletin, gambar-gambar Alkitab anak-anak, dan karya seni
lainnya.
Para seniman telah menggambar atau melukis Yesus dalam berbagai cara
menurut keyakinan mereka sendiri akan rupa Yesus. Masing-masing kita
memiliki bayangan sendiri mengenai bagaimana rupa Yesus. Ini adalah
gambar-gambar di mana Yesus dapat dikenali dengan mudah. Ada tempat-
tempat lain dalam hidup ini, di mana kita dapat melihat Yesus.
Kita dapat melihat Yesus di dalam orang-orang yang mengelilingi
kita. Kita melihat Yesus pada saat orang lain melakukan hal yang
benar, misalnya, jujur, adil, dan penuh kasih.
Kadang-kadang sulit sekali melihat Yesus dalam hidup orang lain,
terutama kalau mereka tidak berbuat baik. Tetapi kalau kita melihat
lebih seksama, maka akan ada sesuatu yang mengingatkan kita akan
Yesus. Mungkin suatu peringatan mengenai betapa pentingnya kita
berbuat baik.
Kita datang ke gereja untuk dapat lebih mudah mengenal Yesus.
Nyanyian Himne, cerita-cerita, bacaan Alkitab, dan doa-doa dalam
kebaktian kita, semuanya menolong kita untuk dapat lebih mengenal
Yesus.
Kalau kita merenungkannya, maka kita dapat melihat Yesus di berbagai
tempat. Pada saat kita melihat wajah-wajah penuh kasih di sekeliling
kita, kita melihat Yesus. Pada saat ada orang yang menolong kita,
kita melihat Yesus. Pada saat orang lain berbuat baik, kita melihat
Yesus.
Doa:
----
Ya Tuhan, ada begitu banyak tempat dalam hidup kami di mana kami
dapat mengenal Yesus. Tolong kami untuk dapat melihatNya dengan
jelas. Amin.
Sumber:
Judul Buku: Ceritakan untuk Anak-anak Sekolah Minggu:
Sebuah Sumber Ibadah
Penulis : Donna McKee Rhodes
Penerbit : Gospel Press, Batam Centre, 2002
Halaman : 87 - 88
**********************************************************************
\o/ BAHAN MENGAJAR (2)
BERAPA HEBATKAH TUHAN YESUS ITU?
================================
"Ayah, berapa besarkah Tuhan Yesus itu?" tanya Heri.
Ayah meletakkan korannya. "Apakah maksudmu berapa tinggi dan berapa
kilo berat Tuhan Yesus itu?" tanya Ayah.
"Bukan, bukan itu maksud saya," katanya. "Tetapi hal-hal luar biasa
apakah yang bisa dilakukan-Nya? Apakah Ia lebih hebat daripada
Superman?"
Ayah tersenyum. "Coba beritahukan kepada saya apa saja yang dapat
dilakukan oleh Superman?" katanya.
"Ia dapat melompat dari satu gedung ke gedung yang lain dan terbang
lebih cepat daripada pesawat terbang," kata Heri. "Ia dapat
mengangkat sebuah mobil dan melemparkannya sampai ke seberang jalan.
Dapatkah Tuhan Yesus melakukan hal-hal seperti itu?"
Renungan Singkat tentang Hal Menjadi Besar:
-------------------------------------------
1. Apakah yang ditanyakan Heri kepada ayahnya?
Apakah yang ditanyakan ayah kepada Heri?
Sebutkan beberapa cara yang berbeda agar dapat menjadi hebat!
2. Apakah yang akan kamu katakan kepada Heri?
Menurut kamu, apakah Tuhan Yesus lebih hebat daripada Superman?
Dapatkah Tuhan Yesus melakukan hal-hal yang lebih hebat daripada
Superman?
"Saya belum pernah mendengar Tuhan Yesus melompati gedung-gedung,
atau terbang lebih cepat daripada pesawat terbang, atau melemparkan
mobil-mobil sampai ke seberang jalan," kata ayah. "Tetapi, apakah
Tuhan Yesus merasa perlu melakukan hal-hal seperti itu?"
Heri tampak memikirkan pertanyaan itu. Ia mencoba mengingat beberapa
cerita Alkitab yang pernah dipelajarinya. Tetapi ia tidak dapat
mengingat saat-saat di mana Tuhan Yesus perlu melompati gedung-
gedung atau melemparkan mobil-mobil sampai melewati jalan raya.
"Tetapi, marilah kita mengingat beberapa hal yang telah dilakukan
Tuhan Yesus," kata ayah. "Marilah kita melihat apakah Superman dapat
melakukan hal-hal seperti itu."
Heri tersenyum ketika ayah mulai menceritakan hal-hal luar biasa
yang telah dilakukan Tuhan Yesus. "Ia mencelikkan mata seorang yang
buta," kata ayah. "Ia menghidupkan kembali seorang gadis yang telah
meninggal. Dan Ia membuat angin serta ombak di lautan menjadi
tenang. Dapatkah Superman melakukan hal-hal seperti itu?"
Heri menarik nafasnya. Ia belum pernah mendengar seseorang, bahkan
Superman, yang dapat menghidupkan kembali gadis yang telah
meninggal, atau yang mencelikkan mata seorang yang buta, atau dapat
membuat angin serta ombak taat kepadanya.
"Tuhan Yesus lebih hebat daripada Superman," kata Heri. "Saya senang
karena Ia mengasihi saya dan juga mau menolong saya."
Renungan Singkat tentang Tuhan Yesus dan Kamu:
----------------------------------------------
1. Menurut kamu, sipakah yang lebih hebat, Tuhan Yesus atau
Superman? Mengapa?
2. Apakah kamu senang karena Tuhan Yesus mengasihimu dan mau
menolongmu?
Bacaan Alkitab:
---------------
Matius 8:23-27
Kebenaran Alkitab:
------------------
Angin dan danau pun taat kepada-Nya. (Matius 8:27)
Doa:
----
Ya Tuhan Yesus, saya tahu bahwa Engkau dapat melakukan apa saja.
Bahkan angin dan danau pun taat kepada-Mu, oleh karena itu tolonglah
agar saya juga taat kepada-Mu. Amin.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: 100 Renungan Singkat untuk Anak-anak
Pengarang : V. Gilbert Beers
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1986
Halaman : 140 - 141
**********************************************************************
\o/ BAHAN MENGAJAR (3)
REFERENSI UNTUK MENGAJAR TENTANG DOKTRIN YESUS KRISTUS
======================================================
Berikut ini referensi buku-buku yang dapat Anda gunakan untuk
mengajarkan doktrin "Yesus Kristus" kepada anak-anak.
1. Judul Buku: Mengenali Kebenaran
Pengarang : Bruce Milne
Penerbit : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1993
CD-SABDA : 2Topik 201010 ... ; Buku = Topik 201000-201393
Bab 15-20 membahas secara detail mengenai Doktrin Yesus Kristus
yang membahas a.l. mengenai Kemanusiaan Yesus Kristus, Keilahian
Yesus Kristus, Pribadi Kristus, dll.
2. Judul Buku: Dasar yang Teguh
Pengarang : J. W. Brill
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
CD-SABDA : 2Topik 200510 ... ; Buku = Topik 200500-200831
"Asas Pengajaran" tentang Yesus Kristus ada dalam Bab 5-13.
Beberapa bahasan yang dapat Anda pelajari a.l. mengenai Yesus
Kristus Sudah Ada Sebelum Ia Dilahirkan, Allah Menjelma dalam
Yesus Kristus, Ketuhanan Yesus Kristus, Kemanusiaan Yesus
Kristus, dll.
3. Judul Buku: Kebenaran-kebenaran Dasar Iman Kristen
Pengarang : R.C. Sproul
Penerbit : Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1997
Bab IV: Yesus Kristus -- a.l. berisi tentang Keilahian Kristus,
Ketidakberdosaan Kristus, Kehiran Dari Anak Dara, Yesus Kristus
Sebagai Anak Tunggal, Yesus Sebagai Pengantara, dll.
5. Judul Buku: Penerapan Praktis Pola Hidup Kristen
Penerbit : Kerjasama antara Penerbit Gandum Mas, Malang, Yayasan
Kalam Hidup, Bandung, dan YAKIN, Surabaya, 2002
Bab 5 (Menjadi Seperti Kristus) --- Anda dapat mempelajari
mengenai Yesus Itu Allah dan Manusia, Seperti Apakah Sebenarnya
Yesus Itu?, Yesus Mencintai Saya, Yesus Adalah Tuhan, dll.
Masih banyak lagi referensi yang lain. Jika Anda berminat untuk
mendapatkan referensi dari kami, silakan kirimkan e-mail Anda ke:
==> staf-BinaAnak(at)sabda.org
==> Subject: Pustaka Doktrin Yesus Kristus
Tim Redaksi
**********************************************************************
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA
Dari: Yuniari <yuyun(at)>
>Syalom,
>Banyak manfaat yang saya terima dari e-BinaAnak, dan itu sangat
>memberikan sukacita dan semangat saya untuk mengajar SM. Kirim
>terus ya e-BinaAnaknya ke saya ... :)
>
>Tuhan memberkati pelayanan Anda!
Redaksi:
Terima kasih untuk kesetiaan Anda berlangganan e-BinaAnak. Kami
sangat bersukacita karena Anda mendapatkan berkat. Kiranya pelayanan
Anda juga semakin bertumbuh dan berkembang. Jangan lupa membagi-
bagikan berkat dengan memberikan informasi tentang e-BinaAnak kepada
teman-teman yang lain. Selamat melayani!
**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
**********************************************************************
Staf Redaksi: Davida, Oeni, Ratri, dan Poer
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2003 YLSA
|