><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
Daftar Isi: Edisi 121/April/2003
-----------
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ ARTIKEL : Manusia dan Dosa
\o/ TIPS MENGAJAR : Mengajarkan tentang Dosa kepada Anak
\o/ BAHAN MENGAJAR (1) : Pengaruh Dosa
\o/ BAHAN MENGAJAR (2) : Dosa Adam dan Hawa
\o/ BAHAN MENGAJAR (3) : Manusia Menghapus Dosa ... Bisa Nggak Yaa?
\o/ BAHAN MENGAJAR (4) : Referensi untuk Mengajar tentang Doktrin
Manusia dan Dosa
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Ingin Subscribe
**********************************************************************
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
**********************************************************************
\o/ SALAM DARI REDAKSI
Salam sejahtera,
"Manusia dan Dosa" adalah doktrin Kristen yang sangat penting untuk
diajarkan kepada anak-anak. Anak SM secara sederhana mendefinisikan
dosa sebagai perbuatan yang nakal yang tidak disenangi oleh Tuhan
Yesus. Jadi selama mereka tidak melakukan kenakalan apa-apa, mereka
tidak merasa menjadi orang yang berdosa. Apakah memang benar
demikian? Guru SM atau orang dewasa seharusnya tidak enggan
membicarakan tentang dosa kepada anak-anak. Jangan menunggu sampai
anak menginjak usia remaja, karena semakin cepat anak belajar
tentang dosa semakin mudah kita mengajarkan kepada mereka tentang
pengampunan dan keselamatan.
Nah, agar Anda dapat lebih jelas dan tidak ragu-ragu mengajarkan
tentang dosa kepada anak-anak, silakan pelajari artikel yang kami
sajikan ini. Selain itu Redaksi juga memberikan tips bagaimana guru
dapat mempersiapkan diri dalam "Mengajarkan tentang Dosa kepada
Anak". Kemudian empat Bahan Mengajar, termasuk diantaranya daftar
referensi mengenai doktrin Manusia dan Dosa juga telah kami siapkan
untuk menolong Anda mengajarkan tentang dosa kepada anak-anak.
Selamat Mengajar!
Tim Redaksi
"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita,
oleh karena Kristus telah mati untuk kita,
ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Roma+5:8 >
**********************************************************************
\o/ ARTIKEL
MANUSIA DAN DOSA
================
Kita sering kali mendengar orang mengatakan bahwa "manusia pada
dasarnya baik". Meskipun kita mengakui bahwa tidak ada manusia yang
sempurna, tetapi kejahatan manusia telah diremehkan. Apabila manusia
pada dasarnya adalah baik, lalu mengapa dosa bersifat universal?
Orang sering kali menganggap semua orang berdosa oleh karena
pengaruh negatif dari masyarakat di sekitarnya. Orang melihat
masalahnya terletak pada lingkungan bukan pada natur/sifat dasar
kita. Penjelasan tentang universalitas dosa membuat kita bertanya,
bagaimana asal mula manusia dapat tercemar?
Apabila manusia lahir tanpa salah atau baik, maka kita berharap pada
mereka, paling tidak sebagian dari mereka, meskipun minoritas tetap
dalam keadaan baik. Dengan kata lain, seharusnya kita dapat
menemukan masyarakat yang tidak tercemar, yaitu suatu lingkungan
yang tanpa dosa. Namun pada kenyataannya, di suatu masyarakat yang
paling bersih pun, kita tetap dapat melihat bahwa masyarakat
tersebut tidak terlepas dari kesalahan oleh karena dosa mereka.
Oleh karena buah yang dihasilkan adalah dosa, maka kita tentu
melihat pada kondisi dari pohonnya. Yesus menyatakan bahwa pohon
yang baik tidak akan menghasilkan buah yang buruk. Alkitab dengan
jelas mengajarkan bahwa nenek moyang kita, yaitu Adam dan Hawa,
telah jatuh ke dalam dosa. Sebagai akibatnya, setiap manusia telah
lahir dengan natur dosa dan tercemar. Apabila Alkitab tidak secara
eksplisit menjelaskan tentang hal ini, kita harus menarik kesimpulan
secara rasional dari fakta bahwa dosa itu bersifat universal.
Namun, pada faktanya, masalah dosa ini bukan merupakan hal yang
disimpulkan secara rasional dari fakta keuniversalan dosa, tetapi
merupakan pernyataan ilahi. Hal ini disebut sebagai dosa asal. Dosa
asal tidak hanya menunjuk pada dosa yang pertama kali dibuat oleh
Adam dan Hawa, tetapi menunjuk pada akibat dari dosa yang pertama
terhadap seluruh umat manusia, yaitu kerusakan dan ketercemaran umat
manusia. Dengan kata lain, dosa asal menunjuk pada kondisi manusia
yang sudah jatuh dalam dosa sejak manusia itu dilahirkan ke dalam
dunia ini.
Firman Tuhan secara jelas berbicara mengenai kejatuhan manusia ke
dalam dosa. Kejatuhan manusia ke dalam dosa merupakan hal yang
sangat mencelakakan. Bagaimana terjadinya hal tersebut telah menjadi
bahan perdebatan, bahkan di kalangan pemikir teologi Reformed.
Pengakuan Westminster menjelaskan peristiwa "kejatuhan" itu
sebagaimana yang dijelaskan dalam Firman Tuhan:
"Orangtua kita yang pertama telah diperdaya oleh kelicikan dan
pencobaan dari setan, sehingga jatuh ke dalam dosa dengan memakan
buah terlarang. Kejatuhan mereka ke dalam dosa ini terjadi sesuai
dengan izin dari Allah, sesuai dengan hikmat-Nya yang kudus dan
untuk kemuliaan-Nya."
Jadi, kejatuhan manusia telah terjadi. Akibatnya, bukan hanya
dialami oleh Adam dan Hawa. Kejatuhan manusia ke dalam dosa, bukan
hanya telah menyentuh semua manusia, tetapi telah mencemari seluruh
umat manusia. Kita semua adalah orang berdosa di dalam Adam. Kita
tidak dapat bertanya: "Bilamana seseorang menjadi orang berdosa?"
Sebab sebenarnya umat manusia pada waktu hadir di dunia ini sudah
dalam keadaan berdosa. Semua manusia dilihat sebagai orang berdosa
oleh Allah, oleh karena solidaritas mereka dengan Adam.
Pengakuan Westminster dengan baik menyatakan akibat dari Kejatuhan
sehubungan dengan manusia:
"Oleh karena dosa ini, maka manusia telah jatuh dari kebenaran
mereka yang semula dan dari persekutuan dengan Allah, dan telah
mati di dalam dosa, dan seluruh bagian jiwa dan tubuh manusia
telah tercemar. Adam dan Hawa adalah nenek moyang bagi semua umat
manusia, oleh karena itu, kesalahan dari dosa mereka telah
diturunkan, dan kematian di dalam dosa, dan natur yang telah
rusak dan tercemar, juga telah diturunkan pada semua
keturunannya. Berdasarkan pada kerusakan dan ketercemaran yang
semula itu, maka kita semua telah tercemar, lumpuh, dan melawan
semua yang baik, dan secara keseluruhan cenderung pada kejahatan,
dan yang dihasilkan adalah pelanggaran-pelanggaran."
Kalimat yang terakhir penting. Kita semua orang berdosa bukan karena
kita telah berdosa, tetapi kita berdosa oleh karena kita adalah
orang berdosa. Seperti yang telah diratapkan oleh Daud:
"Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa
bergumul dengan dosaku." {Mazmur 51:5}
Ayat-ayat Alkitab untuk Bahan Referensi:
----------------------------------------
1. Kejadian 3:1-24
2. Yeremia 17:9
3. Roma 3:10-26
4. Roma 5:12-19
5. Titus 1:15
Sumber:
Judul Buku : Kebenaran-kebenaran Dasar Iman Kristen
Pengarang : R.C. Sproul
Penerbit : Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1997
Halaman : 193 - 195
**********************************************************************
\o/ TIPS MENGAJAR
MENGAJARKAN TENTANG DOSA KEPADA ANAK
====================================
Sebagai guru SM, siapkah kita mengajarkan tentang dosa kepada anak-
anak? Walaupun kita sudah membekali diri dan "melalap" teori-teori
mengenai dosa, mungkin masih saja ada keragu-raguan dan perasaan
tidak mampu untuk mengajarkan mengenai hal "keberdosaan manusia"
kepada anak-anak SM. Berikut ini beberapa petunjuk yang dapat
diterapkan seorang guru dalam mempersiapkan dan memantapkan diri
ketika akan mengajarkan tentang dosa kepada anak-anak SM.
1. Berdoa.
-------
Guru perlu berdoa meminta agar diberikan hikmat dan kebijaksanaan
untuk mengerti sejauh mana kemampuan anak-anak dalam memahami
pelajaran yang diberikan. Tuhan mengetahui pikiran anak-anak SM.
Mengapa guru tidak berbicara dengan Dia mengenai mereka? Guru
perlu berdoa memohon bimbingan dalam menyusun persiapan, agar
Tuhan menyiapkan hati anak-anak dan juga hati guru sendiri. Perlu
diingat, doa adalah satu kunci untuk berkerja/melayani, tetapi
Roh Kuduslah yang memberi keyakinan/pengertian kepada anak-anak
SM Anda.
2. Instropeksi diri.
-----------------
Jika kita mengajar tentang dosa, itu berarti guru ingin anak-anak
dapat mengerti mengenai hal tersebut dan agar mereka menyerahkan
diri pada Tuhan untuk ditebus dosanya. Selain itu sebagai guru
SM, kita juga ingin agar dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak
dapat menghindari perbuatan-perbuatan dosa yang tidak sesuai
dengan Firman Allah. Nah, agar terhindar dari keraguan dan mantap
dalam mengajarkan tentang dosa, instropeksilah dulu diri kita
sendiri. Apakah masih terlalu sering kita melanggar Firman Tuhan?
Dosa apakah yang masih harus kita bereskan dengan Tuhan? Sudahkah
kita menerapkan pelajaran-pelajaran tersebut dalam kehidupan
sehari-hari? Sehebat apapun seorang guru membekali dirinya dengan
teori-teori mengenai dosa, tetapi apabila dia belum dapat
menerapkan teori-teori tersebut dalam kehidupannya sehari-hari,
pelajaran yang dia berikan itu "mungkin" tidak dapat menjadi
berkat bagi anak-anak didiknya. Pertobatan Anda merupakan jalan
bagi anak-anak untuk mengerti tentang dosa.
3. Berdiskusi dengan Rekan-rekan Sepelayanan.
------------------------------------------
Diskusikanlah dengan rekan-rekan sepelayanan/guru SM yang lain
mengenai keraguan dan masalah Anda dalam mengajarkan doktrin dosa
kepada anak-anak SM. Timbalah pengalaman mereka ketika mereka
mengajar tentang dosa. Dari diskusi tersebut, kita dapat
mengetahui pertanyaan-pertanyaan apa saja yang biasa dilontarkan
anak-anak mengenai dosa, kesulitan-kesulitan apa saja yang
menjadi kendala ketika seorang guru mengajar mengenai doktrin
dosa, persiapan-persiapan apa saja yang rekan Anda lakukan, dll.
Dalam diskusi tsb. kita juga dapat saling belajar/berbagi
mengenai metode yang paling efektif untuk mengajar mengenai dosa.
4. Mengajarlah dengan Menggunakan Gaya Bahasa dan Perbendaharaan
kata Anak-anak.
-------------------------------------------------------------
Menggunakan perbendaharaan kata anak-anak, bukan berarti kita
harus berbicara dengan gaya yang kekanak-kanakan. Selidikilah
gaya bahasa dan bendahara kata yang sering digunakan dan
dimengerti oleh anak-anak. Gantilah istilah-istilah yang sulit
dengan istilah-istilah yang dimengerti oleh anak. Guru perlu
berhati-hati untuk tidak menggunakan terlalu banyak ungkapan/
istilah baru dalam mengajarkan tentang dosa. Berlatihlah untuk
menerangkan dengan sederhana semua pikiran, kata, dan ide yang
mungkin asing bagi mereka. Untuk catatan, jika seorang guru
betul-betul ingin memahami/mengerti gaya bahasa dan
perbendaharaan kata anak-anak, biasakanlah untuk bergaul dan
bersahabat dengan mereka. Jangan lupa untuk menggunakan banyak
contoh, ilustrasi, alat peraga, agar anak-anak lebih tertarik
dan apa yang Anda ajarkan itu dapat terekam dalam hati mereka.
Sumber: Tim Redaksi
**********************************************************************
\o/ BAHAN MENGAJAR (1)
PENGARUH DOSA
=============
Persiapan:
----------
Bawalah seketul roti dan bila mungkin sebungkal adonan yang dibuat
dari tepung dan air.
Penyampaian:
------------
Alat peraga kita pagi ini adalah sesuatu yang sudah sering kalian
lihat, yaitu seketul roti. Roti ini dibuat di pabrik roti. Apakah
ibumu pernah membuat roti di rumah? Sangat sedikit wanita yang suka
membuat roti sendiri, karena hal itu membutuhkan banyak waktu dan
juga karena lebih mudah untuk membelinya saja. Untuk membuat roti
diperlukan tepung, susu, telur, garam dan beberapa bahan lain. Harus
juga diberi ragi untuk membuat roti itu mengembang sehingga menjadi
ringan dan empuk. Kalau adonan itu tidak diberi ragi maka roti itu
tidak mengembang dan tidak bisa dimakan sebab keras.
Manusia telah membuat roti sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Pada
waktu itu mekarnya roti itu merupakan sesuatu yang ajaib. Sekarang
kita tahu bahwa ragi mengubah zat tepung menjadi gula dan gula itu
menjadi gas. Pada waktu gas itu mengembang maka adonan itu didorong
makin lama makin tinggi. [sic.]
Dalam jaman Alkitab, orang-orang tak dapat ke toko untuk membeli
ragi guna mengembangkan roti mereka seperti yang kita lakukan
sekarang. Setiap kali mereka membuat roti, mereka menyimpan sedikit
adonan seperti ini (tunjukkan adonan itu) untuk dicampur dengan
adonan roti berikutnya, begitu seterusnya. Alkitab memakai ragi
sebagai lambang dosa, untuk mengajar kita mengenai dosa dan cara
suatu dosa kecil menjalar ke seluruh hidup kita. Tiap tahun bangsa
Israel merayakan Hari Paskah. Pada waktu itu Allah menyuruh mereka
membuang semua adonan beragi yang lama yang biasa disimpan (lihat
Keluaran 12:15). Untuk seminggu lamanya mereka harus makan roti yang
tidak beragi. Dengan ini Allah mengajar mereka bahwa mereka harus
membuangkan semua dosa dari dalam kehidupan mereka.
Ketika Kristus berada di dunia, seringkali Ia menyebut tentang ragi
sebagai lambang dosa. Tuhan Yesus menceritakan suatu perumpamaan
tentang seorang perempuan yang menyembunyikan sedikit ragi dalam
segumpal adonan dan tak lama kemudian ragi itu mengembang dan
meluas sampai ke seluruh adonan itu (Matius 13:33). Kemudian Ia
menasihatkan kita bahwa hal itu menggambarkan apa yang dapat
terjadi bila kita membiarkan dosa apapun tinggal dalam hati kita.
Ia menasihatkan kita mengenai ragi, untuk berhati-hati supaya
jangan mengizinkan sesuatu dosa masuk ke dalam kehidupan kita
(Matius 16:6-12).
Bekerjanya ragi dalam adonan roti itu memberitahu kita mengenai apa
yang akan terjadi jika kita membiarkan sesuatu dosa tinggal dalam
hati kita. Dosa itu akan bertumbuh dan berkembang dan memimpin kita
ke dalam dosa-dosa lain. Sebagaimana ragi itu dengan pelan-pelan
merembet ke seluruh adonan, begitu juga dosa pelan-pelan akan
mempengaruhi seluruh kehidupan kita. Dosa akan memutuskan
persekutuan kita dengan Allah, menghalangi jawaban atas doa-doa
kita, mendukakan Allah serta mempersukarkan kita untuk menang atas
dosa-dosa lain.
Firman Allah memberitahu apa yang harus kita lakukan bila orang
Kristen berbuat dosa. (Bacalah 1Yohanes 1:9). Pada saat kita
berdosa, kita harus memberitahu Allah apa yang telah kita lakukan
dan Ia berjanji mengampuni kita karena Kristus telah mati untuk
dosa itu. Jangan menunggu sampai malam tiba, karena mungkin kalian
akan lupa apa yang telah kalian lakukan, hal mana juga berarti bahwa
kalian memboroskan waktu sehari untuk bersekutu dengan Tuhan.
Sumber:
Judul Buku : Pelajaran dengan Alat Peraga
Pengarang : D.H. Pentecost
Penerbit : Gandum Mas, Malang, 1960
Halaman : 73 - 75
**********************************************************************
\o/ BAHAN MENGAJAR (2)
DOSA ADAM DAN HAWA
==================
Ayat Alkitab:
-------------
Kejadian 3:1-7
Cerita:
-------
Allah menciptakan tempat yang sangat indah, namanya Eden.
Eden adalah tempat tinggal Adam dan Hawa. Mereka disuruh memelihara
tempat yang indah itu. Di Eden ada bermacam-macam pohon buah-buahan
dan makanan pun cukup. Tidak ada duri, tidak ada angin kencang, atau
hujan lebat. Di situ ada embun untuk menyejukkan tanaman. Tidak ada
penyakit atau maut. Binatang tidak takut akan orang dan ular pun
tidak beracun. Allah menyuruh Adam dan Hawa mengurus semua ciptaan-
Nya. Allah bercakap-cakap dengan Adam dan Hawa dan bercerita
mengenai banyak hal yang sangat menarik.
Allah berkata bahwa sebaiknya mereka mempunyai anak-anak supaya di
dunia ini orang bertambah banyak. Adam dan Hawa sehati sepikir
dengan Allah. Allah juga bercerita kepada Adam dan Hawa mengenai dua
pohon yang ada di tengah Taman Eden. Pohon pertama disebut Pohon
Kehidupan dan yang kedua disebut Pohon Pengetahuan tentang yang baik
dan yang jahat. Allah berkata bahwa mereka tidak boleh memakan buah
dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Jika mereka
memakannya mereka tidak boleh bersekutu lagi dengan Allah, dan
mereka akan mati.
Pada suatu hari, Iblis memasukkan seekor ular supaya dia dapat
menipu Hawa. Iblis mengatakan kepada Hawa,
"Kalian tidak akan mati, Allah mengatakan itu karena Dia tahu
jika kalian makan buah itu, pikiran kalian akan terbuka; kalian
akan menjadi seperti Allah dan mengetahui apa yang baik dan yang
jahat."
Akhirnya hawa mengambil buah itu dan memakannya. Lalu Hawa membagi
buah itu dan memberikannya kepada Adam. Adam pun memakannya.
Sesudah mereka memakan buah terlarang, Adam dan Hawa segera
mengetahui bahwa mereka telanjang. Mereka langsung membuat pakaian
dari dedaunan. Allah mengetahui bahwa Adam dan Hawa telah berdosa.
Allah mengetahui segala sesuatu.
Kemudian, Adam dan Hawa mendengar Allah berjalan di Taman Eden itu
dan mereka takut. Mereka menyembunyikan diri. Allah memanggil
mereka, "Adam, di manakah engkau?"
Adam menjawab, "Saya mendengar Engkau di taman, saya takut, jadi
saya bersembunyi karena telanjang."
Lalu Allah bertanya, "Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa engkau
telanjang? Apakah engkau memakan buah yang Kularang engkau makan
itu?"
Adam berkata, "Perempuan yang Engkau berikan untuk menemani saya,
telah memberi buah itu kepada saya, lalu saya memakannya."
Hawa berkata, "saya ditipu ular, sehingga saya makan buah itu."
Adam dan Hawa telah berdosa terhadap Allah oleh sebab mereka
memberontak perintah-Nya. Mereka sama seperti iblis, tidak taat
kepada Firman Allah.
Tanyakan kepada Murid-murid:
----------------------------
Sifat-sifat Allah yang mana yang dijelaskan dalam cerita?
Bagaimana sifat-sifat itu di jelaskan?
Sifat-sifat Allah dalam Cerita Ini:
-----------------------------------
1. Allah itu Mahakasih -- Allah membuat Taman Eden untuk Adam dan
Hawa. Allah ingin supaya Adam mengurus semuanya. Allah dan Adam
sehati sepikir.
2. Allah itu Mahatahu -- Allah tahu bahwa Adam itu sudah berdosa.
Allah tahu di mana Adam bersembunyi.
Pertanyaan:
-----------
1. Allah mengingatkan Adam dan Hawa kalau mereka memakan buah dan
pohon pengetahuan baik dan yang jahat mereka akan mati.
Mengapa Allah mengingatkan mereka?
(Jawaban: Oleh sebab Allah mengasihi mereka dan ingin tetap
bersekutu dengan mereka.)
2. Apakan dosa Adam dan Hawa?
(Jawaban: Mereka tidak menaati Allah.)
3. Mengapa Adam dan Hawa takut akan Allah sesudah mereka berdosa?
(Jawaban: Oleh sebab mereka tahu bahwa mereka tidak taat dan
mereka akan dihukum.)
4. Menurut Anda apakah Allah dapat bertemu dengan Adam dan Hawa
waktu mereka menyembunyikan diri?
(Jawaban: Tentu saja! Allah melihat kita setiap waktu. Allah
melihat segala perbuatan kita. Allah mengetahui perbuatan Adam
dan Hawa sama seperti Allah mengetahui perbuatan kita --
walaupun di tempat yang gelap sekali.)
5. Apakah akibat dosa Adam dan Hawa?
(Jawaban: Mereka tidak lagi sehati sepikir dengan Allah. Tubuh
mereka akan menjadi tua dan mereka akan meninggal.)
6. Jika kita berdosa, apakah kita harus takut terhadap Allah?
(Jawaban: Ya, Allah membenci dosa.)
Alat Peraga:
------------
Pakailah gambar Adam dan Hawa di Taman Eden. Boleh juga pakai
secarik kertas yang agak besar dengan kata "memberontak" ditulis
dengan huruf besar.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Sampaikan Cerita Keselamatan:
Menyatakan Sifat-sifat Allah dan Kebenaran-Nya
Pengarang : Dell dan Rachel Schultz
Penerbit : Lembaga Literatur Baptis, Bandung, 1994
Halaman : 27 - 29
**********************************************************************
\o/ BAHAN MENGAJAR (3)
MANUSIA MENGHAPUS DOSA ... BISA NGGAK YAA?
==========================================
Tak seorang pun ingin mati dan masuk neraka ... ya kan??
Kakak juga tidak mau dong. Sebab itu ada orang-orang yang berusaha
menghindari hukumannya dengan cara berbuat baik. Mereka rajin ke
gereja, berpuasa, memberikan kesaksian bahwa mereka adalah orang
Kristen dan sering beramal. Tapi tak satu pun dari perbuatan-
perbuatan ini dapat menghapus dosanya.
Kalian dan kakak tidak dapat melunasi hutang dosa kita. Amal baik
yang dilakukan oleh manusia, tidak akan menghapuskan dosa manusia
dan hukuman karena dosa itu. Yang dapat menghapus dan menebus dosa
kita hanyalah Tuhan Yesus, bahkah Dialah yang menanggung semua dosa
kita dengan mati di kayu salib.
Ayo ... kita buka Alkitab kita, dalam Yesaya 64:6 dikatakan,
"kami sekalian seperti seorang najis [jahat] dan segala
kesalehan [kebaikan] kami seperti kain kotor; kami sekalian
menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami
seperti daun dilenyapkan oleh angin."
Pertanyaan:
-----------
1. Apa yang harus dilakukan manusia untuk meniadakan hukuman karena
dosanya?
2. Dapatkah manusia menanggung hukuman karena dosanya sendiri?
3. Mengapa manusia tidak akan bisa menanggung hukuman karena dosanya
sendiri?
Ayat hafalan:
-------------
"dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena
penebusan dalam Kristus Yesus." (Roma 3:24)
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Renungan Anak "SYEDA", Jilid 1
Penerbit : Kids 33, Jakarta dan Yayasan Sumber Sejahtera, Jakarta
Halaman : 21 - 24
**********************************************************************
\o/ BAHAN MENGAJAR (4)
REFERENSI UNTUK MENGAJAR TENTANG DOKTRIN MANUSIA DAN DOSA
=========================================================
Seperti edisi minggu lalu, minggu ini kami juga akan memberikan
referensi buku-buku yang dapat Anda gunakan untuk mengajarkan
doktrin "Manusia dan Dosa" kepada anak-anak.
1. Judul Buku: Mengenali Kebenaran
Pengarang : Bruce Milne
Penerbit : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1993
CD-SABDA : 2Topik 201135 ... ; Buku = Topik 201000-201393
Bab 11-14 membahas secara detail mengenai Doktrin Manusia dan bab
12 khusus tentang "Manusia Berdosa" yang membahas a.l. tentang
Kejatuhan Manusia; Sifat Serta Jangkauan Dosa; Pengaruh Dosa; dll.
2. Judul Buku: Dasar yang Teguh
Pengarang : J. W. Brill
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
CD-SABDA : 2Topik 200532 ... ; Buku = Topik 200500-200831
"Asas Pengajaran" tentang Manusia ada dalam Bab 18-24 dan
mengenai dosa terdapat dalam bab 19 -- termasuk Asal Mula Dosa;
Keadaan/Keterangan Dosa; Dosa dalam PL/PB; Akibat Dosa; Hukuman
Dosa; Penciptaan, Kejatuhan, dan Keselamatan Manusia; dll.
3. Judul Buku: Kebenaran-kebenaran Dasar Iman Kristen
Pengarang : R.C. Sproul
Penerbit : Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1997
Bab IV: Manusia dan Kejatuhan -- a.l. berisi tentang Manusia yang
Terdiri dari Daging dan Roh; Roh Jahat; Dosa; Dosa Asal;
Kecemaran Manusia; Hati Nurani Manusia; Dosa yang Tidak Dapat
Diampuni; dll.
4. Judul Buku: Teologi Sistematika 1 : Manusia
Pengarang : Louis Berkhof
Penerbit : Lembaga Reformed Injili Indonesia, Jakarta, 1994
Seluruh buku ini memuat mengenai Doktrin Manusia, tetapi yang
secara khusus mengenai Manusia dan Dosa terdapat dalam bagian
kedua (halaman 81-170). Isinya adalah mengenai Asal Mula Dosa;
Karakter Esensial Dosa; Transmisi Dosa; Dosa dalam Kehidupan
Umat Manusia; dan Hukuman atas Dosa.
5. Judul Buku: Penerapan Praktis Pola Hidup Kristen
Penerbit : Kerjasama antara Penerbit Gandum Mas, Malang, Yayasan
Kalam Hidup, Bandung, dan YAKIN, Surabaya, 2002
Dalam bab 20 buku ini, Anda dapat membaca mengenai Dosa dan Orang
Kristen (halaman 765-803).
Masih banyak lagi referensi yang lain. Jika Anda berminat untuk
mendapatkan referensi dari kami, silakan kirimkan e-mail Anda ke:
==> staf-BinaAnak(at)sabda.org
==> Subject: Pustaka Doktrin Manusia dan Dosa
Tim Redaksi
**********************************************************************
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA
Dari: Fina <flinan23(at)>
>Dear Moderator,
>
>Saya baru saja membentuk milis untuk guru2 sekolah minggu di gereja
>saya. Saya berkeinginan untuk subscribe milis ini ke i-kan-
>binaanak, supaya para guru bisa juga menerima bulletin binaAnak.
>Apakah bisa dibantu? Saya tidak lihat bagaimana caranya agar milis
>bisa disubscribe ke milis yang lainnya. Terima kasih sebelumnya.
Redaksi:
Congratulation ya untuk milis baru yang Anda bentuk! Kami sangat
mendukung dan berharap agar milis ini dapat mengembangkan pelayanan
SM di gereja Anda menjadi lebih maju. Cara berlangganan e-BinaAnak
untuk milis atau perorangan/pribadi sama, yaitu dengan mengirim
email kosong ke alamat:
==> subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org
Anda juga dapat berlangganan melalui situs dengan alamat URL:
==> http://www.sabda.org/gratis/002/
Kami selalu menyediakan kesempatan untuk pembaca yang ingin
mensharingkan pelayanan mereka di e-BinaAnak ini. Oleh karena itu
kami akan sangat senang jika Anda bersedia mensharingkan tentang
milis Anda yang baru ini, misalnya visi/misinya dan bagaimana milis
ini membantu pelayanan SM di gereja Anda.
Nah, kirimkan sharing Anda ke:
==> staf-BinaAnak(at)sabda.org
Sekali lagi kami ucapkan selamat, Tuhan memberkati pelayanan Anda.
**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
**********************************************************************
Staf Redaksi: Davida, Oeni, Ratri, dan Poer
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2003 YLSA
|