><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
Daftar Isi: Edisi 118/Maret/2003
-----------
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ ARTIKEL (1) : Melayani Anak yang Menghadapi Kematian
\o/ ARTIKEL (2) : Pemahaman Anak tentang Kematian
\o/ BAHAN MENGAJAR (1) : Memberikan Karunia Besar
\o/ BAHAN MENGAJAR (2) : Yesus HIDUP!
\o/ AKTIVITAS : Kuis Saat Menangis
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Surat dari Anggota e-BinaGuru:
Minta Informasi tentang Orang-orang
yang Kompeten di Bidang Pengajaran
**********************************************************************
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
**********************************************************************
\o/ SALAM DARI REDAKSI
Syalom,
Saat-saat menjelang ajal karena suatu penyakit yang tidak dapat
disembuhkan lagi, merupakan saat-saat yang sangat berharga. Jika
anak kita atau salah seorang murid kita menghadapi saat-saat seperti
itu, sebagai orangtua atau guru mereka, apa yang dapat kita lakukan.
Apakah kita akan menemani mereka menghadapi ajalnya dengan hanya
menangis? Ataukah kita akan menemani mereka dengan memberitakan
Kabar Kesukaan?
Artikel dalam e-BinaAnak edisi ini akan menolong kita mengerti
betapa berharganya waktu yang tersisa yang dimiliki oleh seorang
anak yang menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Oleh
karena itu pergunakanlah waktu itu dengan seksama, dan siramilah
anak itu dengan doa. Selain itu kami juga sajikan artikel ke dua
yang akan memberikan pengetahuan kepada kita bagaimana anak memahami
kematian.
Dua Bahan Mengajar, dan satu Aktivitas, akan kami sertakan untuk
menolong Anda mendapatkan ide mengajar saat PASKAH nanti.
Selamat berkreasi dan selamat melayani!
Tim Redaksi
".... Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku,
dan apa batas umurku,
supaya aku mengetahui betapa fananya aku!"
(Mazmur 39:5)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Mazmur+39:5 >
**********************************************************************
\o/ ARTIKEL (1)
Artikel berikut ini adalah artikel istimewa yang ditulis oleh
seorang perawat rumah sakit. Dalam menjalankan tugasnya, ia
menjumpai banyak anak-anak yang sakit parah, bahkan mendekati
ajalnya. Ia sangat bersyukur karena selain dapat menjalankan
tugas keperawatannya, dia juga mendapat kesempatan untuk melayani
anak-anak ini melalui Sekolah Minggu yang diadakan di rumah sakit
tempat ia bekerja.
MELAYANI ANAK YANG MENGHADAPI KEMATIAN
======================================
Bagaimanakah Anda menyampaikan jalan keselamatan kepada seorang
anak yang menderita sakit yang membawa kematian?
Sederhana saja, sama seperti kepada semua anak. Kebanyakan anak
tidak mempunyai rasa benci terhadap Allah. Sedikit sekali yang
meniru orang dewasa dengan bertanya, "Mengapa Allah membiarkan
keadaan seperti ini terjadi pada diri saya?" Hal ini menjadi
lebih menarik lagi karena dalam Sekolah Minggu rumah sakit ini
ada saja kemungkinan seorang anak hadir di dalam kelas pada suatu
pagi ... dan meninggal pada keesokan harinya. Begitu sering guru-
guru di sana tidak menyadari seberapa parah penyakit seorang anak.
Setiap percakapan dan pelajaran di kelas harus "disirami" dengan
banyak doa. Bagaimana seseorang dapat mengetahui kebutuhan hati
setiap anak yang sedang sakit hanya melalui satu pertemuan yang
sesingkat itu? Ya, memang ada yang dapat! Dialah yang mempedulikan
mereka lebih daripada siapapun. Dialah yang merindukan anak itu
untuk mengenal diri-Nya ... yaitu Tuhan Yesus sendiri!
David, yang berusia delapan tahun dan menderita leukimia, mempunyai
tempat khusus dalam doa-doa kami, terutama karena ia sudah semakin
dekat dengan akhir hidupnya yang singkat. Di suatu siang yang panas
pada musim gugur saya masuk ke kamarnya dan mendapati dia sedang
sendiri saja. Ia memakai masker oksigen, oleh karenanya ia tidak
banyak berbicara. Saya menyalami dia, dan ingat akan ayat Yohanes
3:16, maka saya bertanya, "David, pernahkah kamu mengundang Tuhan
Yesus masuk ke dalam hidupmu?"
Ia memandang saya dari bawah masker oksigen yang ada di mukanya,
seorang anak kecil yang istimewa, yang selalu jujur dan terbuka.
Tidak ada senyuman, bahkan matanya tidak berkedip, namun ia menjawab
dengan suara rendah tapi jelas. "Ya, saya pernah." Kemudian ibunya
masuk kembali ke kamarnya dan saya pergi; saya percaya bahwa Roh
Kudus telah melakukan tugas-Nya.
Tiga hari kemudian saya melihat ibu David mendekap David erat-erat
dan membisikkan, "Tuhan memanggilmu, David."
David tersenyum kepadanya dan berkata, "Ya, saya tahu!" Kemudian
ia menghembuskan napasnya yang terakhir.
Tuhan bekerja dengan banyak cara, sebanyak anak-anak yang ada.
Setelah menghadiri Sekolah Minggu, Barni, salah seorang murid kami
di Sekolah Minggu, berkata, "Saya duduk di tempat tidur dan berdoa
agar Ia masuk ke dalam hati saya."
Seorang murid Sekolah Minggu kami yang lain, Dina berkata, "Dapatkah
saya melakukannya sekarang juga? Apakah Ia akan masuk pada saat ini
juga?" Dan setelah diyakinkan bahwa pasti itu terjadi, ia memejamkan
matanya dan berdoa.
Begitu juga dengan Joni, yang berkata, "Saya akan melakukannya malam
ini juga pada waktu saya berdoa. Saya berjanji!"
Menyampaikan Salam kepada Yesus
-------------------------------
Apakah Anda berbicara tentang surga kepada anak yang sudah mendekati
ajalnya? Kenapa tidak? Kebanyakan anak usia sekolah dan yang lebih
besar menyadari seberapa parah penyakitnya. Memang beberapa orang
tua telah mengambil langkah-langkah pencegahan agar anak-anak mereka
tidak mengetahui sama sekali apa yang akan terjadi atas diri mereka
akibat penyakit itu. Namun dapatkah seorang anak tinggal dalam
sebuah bangsal bagi penderita kanker tanpa mengetahui bahwa leukimia
biasanya fatal? Masing-masing terus berpura-pura sehingga justru
melukai hati semua orang. Anggota keluarga mengetahui bahwa mereka
sedang bersandiwara, hidup dalam kebohongan, sementara anak mereka
merindukan keakraban dan kasih sayang yang ekstra.
Kadang-kadang kita tidak begitu bebas untuk berbicara secara terbuka
dengan seorang anak. Namun kita selalu dapat berdoa. Doakanlah agar
Allah membukakan jalan bagi Anda atau bagi orang lain untuk
menyampaikan berita Injil-Nya. Bersiaplah sehingga kesempatan-
kesempatan yang diberikan-Nya tidak dilewatkan begitu saja.
Suatu pagi menjelang akhir Sekolah Minggu, seorang perawat meminta
sebuah Alkitab. Seseorang memberikan sebuah Perjanjian Baru
kepadanya namun ia berkata, "Bukan yang ini. Alkitab itu untuk ibu
Kimi. Ia ingin membacakan kitab Pengkhotbah kepada Kimi."
Orang tua Kimi ateis, namun karena alasan tertentu mereka mau
membacakan kepada Kimi bagian ini: "Ada waktu untuk lahir ada waktu
untuk meninggal ...." Keesokan harinya Kimi meninggal.
Sebuah Pedoman bagi Sikap
-------------------------
Sikap pribadi terhadap anak yang sedang menunggu ajalnya ialah
mengutamakan penyampaian kasih Allah kepadanya. Saya juga harus
mengasihi, penuh pengertian, dan bersabar selalu. Setiap dekapan,
pelukan, sentuhan, atau ciuman menyalurkan kasih.
Tuti seorang anak berusia delapan tahun. Suatu pagi di Sekolah
Minggu ia menyanyi solo secara sukarela. Dalam kesempatan berikutnya
ketika kami bertemu dengannya, ia sudah tidak bisa berbicara lagi.
Kanker yang telah menyebar, dan serangan pada otak telah menyebabkan
dia lumpuh tidak berdaya sama sekali. Mengunjungi dia sungguh
penting, karena keluarganya jarang sekali menengok dia.
Saya juga menetapkan beberapa "larangan" bila menghadapi anak yang
mempunyai penyakit yang membawa kematian.
1. Jangan sekali-sekali menunjukkan rasa iba kepadanya.
----------------------------------------------------
Bagi saya, anak adalah bagian yang paling mengagumkan dari semua
ciptaan Allah. Mereka sungguh luar biasa; indah sekali! Mereka
sama sekali tidak ingin dikasihani.
2. Jangan memanjakan mereka secara berlebihan sehingga merusak.
------------------------------------------------------------
Tingkah laku yang tidak dapat diterima pada anak yang sehat juga
berlaku pada diri anak yang sedang mendekati ajalnya.
3. Jangan mengatakan sesuatu yang tidak benar-benar Anda maksudkan.
----------------------------------------------------------------
Anak cepat sekali melihat kepura-puraan. Pertumbuhan rohani dapat
dirusak oleh janji yang tidak dapat ditepati.
Kesadaran kita juga harus meliputi kenyataan bahwa seorang anak
dalam keadaan koma mungkin masih mendengar dan mengerti. Pendengaran
biasanya adalah indera terakhir yang akan hilang.
Dina menghadiri Sekolah Minggu di rumah sakit itu hanya dua kali.
Ia sudah dalam keadaan setengah koma ketika kami mengetahui bahwa
pengetahuan tentang kekristenan dalam masa sebelas tahun usianya itu
hanyalah melalui saat-saat singkat di kelas-kelas Sekolah Minggu
kami. Orang tua Dina sudah bercerai dan adik satu-satunya seorang
perempuan, juga sedang sakit, sehingga berminggu-minggu lamanya Dina
seorang diri saja, tidak ada yang menemani. Setiap kali saya pergi
ke rumah sakit, saya meluangkan waktu untuk menemani dia. Setiap
saat saya mengingatkan dia tentang kasih Yesus kepadanya, tentang
kematian-Nya supaya semua orang bisa diampuni dari dosa-dosanya,
tentang betapa indahnya surga itu, dan yang terindah dari semuanya
ialah tentang kenyataan bahwa Yesus hadir di tempat itu. Jika Dina
percaya dan mengasihi dia, maka Ia sedang menyiapkan sebuah tempat
yang khusus hanya untuk dia.
Apakah ia mengerti? Apakah ia percaya? Pernah ketika saya duduk di
samping tempat tidurnya dan membelai rambutnya, sambil mengatakan
betapa Yesus dan saya mengasihi dia, tiba-tiba ia menjadi gelisah
dan berusaha bergerak. Kemudian bibirnya membentuk sebuah kata,
"kasih".
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Kebutuhan Rohani Anak
Judul Artikel Asli: Penginjilan Cara Anak-anak
Pengarang : Judith Allen Shelly
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1982
Halaman : 137 - 143
**********************************************************************
\o/ ARTIKEL (2)
Artikel berikut ini mengajak kita untuk mengetahui secara psikologi
umum, sejauh mana daya tangkap anak-anak akan kematian. Ingatlah
untuk selalu berdoa minta hikmat dan kebijaksanaan dari Tuhan ketika
Anda menerangkan mengenai kematian kepada anak. Terangkanlah, bahwa
bagi orang percaya kematian itu bukanlah akhir dari segalanya,
bahkan kematian adalah suatu keuntungan ("Karena bagiku hidup adalah
Kristus dan mati adalah keuntungan." -- Filipi 1:21).
PEMAHAMAN ANAK MENGENAI KEMATIAN
================================
Meskipun ada banyak konsep tentang kematian yang perlu anak
mengerti, kita tidak boleh tergoda untuk menjelaskan semuanya
sekaligus. Usia perkembangan anak mempengaruhi berapa banyak
informasi yang dapat diserapnya. Selain itu penjelasan yang panjang
akan membuat anak semakin bingung dan membangkitkan pertanyaan lain
yang kita sendiri sulit menjawabnya. Jadi, lebih bijaksana kita
memberikan jawaban singkat dan langsung tertuju pada apa yang
ditanyakan anak kita.
Berikut ini adalah beberapa pemahaman anak mengenai kematian sesuai
dengan perkembangannya menurut apa yang dikemukakan oleh Charles
Schaefer dan Theresa Foy DiGeronimo:
1. Anak usia tiga hingga lima tahun.
---------------------------------
Anak pada usia ini umumnya mengetahui bahwa kematian berhubungan
dengan kesedihan. Kebanyakan anak beranggapan secara salah bahwa
yang bergerak adalah hidup, termasuk misalnya awan, kipas angin
yang berputar, jam, dan sebagainya. Tidak adanya gerakan berarti
mati. Umumnya kematian dianggap sesuatu yang bersifat sementara.
Apalagi pemahaman ini diperkuat oleh film kartun dan film anak
yang mempertontonkan tokoh yang mati kemudian bangkit lagi. Rasa
takut anak pada usia ini terutama adalah ketakutan pada kegelapan
(karena orang mati dikubur), dan pada situasi dimana ia ditinggal
sendirian. Rasa takut semacam ini timbul terutama pada mereka
yang pernah menyaksikan atau mendengar cerita tentang upacara
pemakaman.
2. Anak usia enam sampai delapan tahun.
------------------------------------
Anak pada usia ini sudah mulai menyadari akan situasi
keberakhiran dari kematian. Sekalipun demikian mereka masih sulit
memahami akan sifat kematian yang tidak mungkin terhindarkan.
Pada usia ini, jika ada orang yang mereka sayangi meninggal,
anak-anak merasakan hal itu sebagai hukuman terhadap tindakan
atau pikiran mereka yang salah.
3. Anak usia sembilan tahun hingga remaja.
---------------------------------------
Anak-anak pada usia ini mulai menyadari secara penuh bahwa
kematian tidaklah terhindarkan dan bersifat universal. Mereka
mulai mengetahui sebab-akibat kematian, seperti misalnya kematian
sebagai akibat dari kerusakan fisik, penyakit, atau ketuaan, dan
sebagainya. Mereka mulai memahami kenyataan dari kematian.
Dengan mengetahui prinsip dari perkembangan ini, orangtua juga dapat
lebih bersikap rileks bila anak belum memahami beberapa konsep dasar
dari kematian yang disebabkan oleh perkembangan usia mereka. Selain
itu, orangtua dapat memberi penjelasan dan jawaban mengenai kematian
sesuai dengan usia anak.
Sumber:
Judul Buku : Majalah Eunike, Edisi 07/Triwulan IV
Artikel Asli : Membantu Anak Memahami Makna Kematian
Penulis Artikel: Heman Elia, M.Psi.
Penerbit : Yayasan Eunike, Jakarta, 2002
Halaman : 11
**********************************************************************
\o/ BAHAN MENGAJAR (1)
Sebagai penambah ide/bahan untuk acara PASKAH SM, silakan pelajari
dan kembangkan dua Bahan Mengajar berikut ini .... Selamat
mempersiapkan pelayanan PASKAH Anda!
MEMBERIKAN KARUNIA BESAR
========================
Alat Peraga:
------------
Sebuah permen berbentuk telur kecil berbungkus alumunium foil untuk
dibagikan ke masing-masing anak.
Ayat Alkitab:
-------------
Markus 16
Tema:
-----
PASKAH adalah waktu untuk memberi.
Penyampaian:
------------
Selamat pagi dan selamat PASKAH!
Apakah kamu semua sudah mendapat permen dari keranjang pagi ini?
Saya akan bercerita tentang permen berbentuk telur hari ini. Dahulu
kala, ada sebuah kota yang mengadakan acara mencari telur PASKAH
bagi anak-anak. Anak-anak diberitahu bahwa di antara telur-telur
yang disembunyikan itu, ada telur-telur berbungkus alumunium foil
emas. Barangsiapa menemukan telur-telur emas ini akan menerima
hadiah istimewa.
Tentu saja, semua anak di kota itu langsung mencari telur-telur itu
sekuat tenaga mereka. Setiap orang menemukan telur biasa, hanya
beberapa anak saja yang berhasil menemukan telur emas.
Ada dua orang anak laki-laki kecil yang melihat telur emas itu pada
waktu yang bersamaan. Masing-masing anak itu tahu bahwa mereka sama-
sama melihatnya. Ini menimbulkan masalah, karena keduanya sama-sama
menginginkan telur itu.
Anak yang lebih tua itu merasa agak sedih karena dia tidak
mendapatkan telur itu. Tetapi dia tahu bahwa dia sudah membuat orang
lain senang dan itu membuatnya merasa lega. Dia tahu bahwa dia telah
memberikan sesuatu yang istimewa.
Hari ini adalah hari PASKAH dan inilah saatnya untuk mengingat
betapa istimewanya Yesus yang mau memberikan hidup-Nya bagi kita.
Yesus disalib, dan mati bagi umat-Nya dengan rasa sakit yang berat.
Tetapi Yesus juga bangkit kembali untuk memberikan hidup-Nya dan
menjanjikan kehidupan kekal bagi kita. Sungguh suatu perbuatan
memberi yang sangat mulia!
Doa:
----
Ya Tuhan, kami bersyukur atas pesan PASKAH yang istimewa ini, dan
pemberian yang telah Yesus lakukan bagi kami. Amin!
Sumber:
Judul Buku: Ceritakan untuk Anak-anak Sekolah Minggu:
Sebuah Sumber Ibadah
Pengarang : Donna McKee Rhodes
Penerbit : Gospel Press, Batam Centre, 2002
Halaman : 59 - 61
**********************************************************************
\o/ BAHAN MENGAJAR (2)
YESUS HIDUP!
============
Di hari ketiga setelah Yesus Kristus dikubur, Ia bangkit! Pintu
kuburnya terbuka dan tak ada apa-apa di dalamnya. Banyak orang tak
percaya Yesus HIDUP lagi. Tapi itu benar-benar terjadi. Kuburan
tidak dapat mengurung-Nya. Alkitab memperlihatkan setelah bangkit,
Yesus Kristus memperlihatkan diri kepada banyak orang. Murid-murid,
dan banyak orang lain, berani bersaksi bahwa Yesus Kristus Tuhan
kita sungguh-sungguh HIDUP!
1. Yesus Menampakkan Diri pada Maria
---------------------------------
(Baca kisahnya di Yohanes 20:11-18)
Maria Magdalena sangat sedih. Pagi itu ia pergi ke kuburan Yesus
bersama Yohana, dan Maria Ibu Yakobus. Tapi ternyata ia tak
menjumpai Yesus di sana. Kuburan-Nya kosong! Waktu ia sedang
menangis sendirian, tiba-tiba Yesus menjumpainya. Betapa senang
hati Maria. Ia sekarang tahu Tuhannya telah bangkit dan HIDUP
kembali.
2. Yesus Menampakkan Diri pada Petrus
----------------------------------
(Baca kisahnya di Lukas 24:34 dan 1Korintus 15:5)
Pada hari itu juga Yesus menampakkan diri pada Petrus. Alkitab
tidak memberitahu dengan jelas di mana dan bagaimana Yesus
menjumpai Petrus. Ia telah menyangkal Yesus 3 kali. Ia sangat
menyesal atas perbuatannya itu. Tapi Yesus mau memaafkan
kesalahannya. Itulah yang membuat Petrus amat bahagia.
3. Yesus Menampakkan Diri pada Kleopas
-----------------------------------
(Baca kisahnya di Lukas 24:13-35)
Kleopas pergi ke desa Emaus bersama temannya. Mereka berdua
adalah murid-murid Yesus. Keduanya sangat sedih karena Yesus
telah disalib. Di tengah perjalanan Yesus menjumpai mereka.
Mulanya mereka tidak tahu kalau itu adalah Yesus. Tapi ketika
mereka hendak makan malam bersama, barulah mereka sadar Yesus ada
bersama dengan mereka. Betapa senangnya Kleopas dan temannya!
Segera mereka pulang ke Yerusalem untuk memberitahu kawan-kawan
yang lain bahwa Yesus HIDUP!
4. Yesus Menampakkan Diri pada Murid-murid-Nya
-------------------------------------------
(Baca kisahnya di Lukas 24:36-48 dan Yohanes 20:19-23)
Dari 12 murid, hanya 10 orang yang berkumpul malam itu. Yudas
Iskariot sudah tak ada lagi, sedangkan Tomas sedang keluar
seorang diri. Murid-murid itu mengunci rumah rapat-rapat. Mereka
takut kepada orang-orang Yahudi yang jahat. Tapi tiba-tiba Yesus
ada di tengah mereka! Padahal pintu itu masih tetap terkunci.
Yesus menghibur mereka dan mengatakan, "Damai sejahtera bagimu!"
Setelah itu Yesus makan ikan goreng disaksikan oleh murid-murid.
Sekarang mereka betul-betul tahu Yesus HIDUP! Karena itu mereka
tidak ketakutan lagi.
5. Yesus Menampakkan Diri pada Tomas
---------------------------------
(Baca kisahnya di Yohanes 20:24-29)
Tomas tidak percaya bahwa Yesus sudah bangkit. Tomas bilang,
kalau ia belum memasukkan jarinya ke lubang bekas paku di tangan
Yesus, ia tak akan percaya bahwa Yesus HIDUP kembali. Beberapa
hari kemudian, Yesus muncul lagi. Kali ini Ia khusus mendekati
Tomas. Yesus memperlihatkan tangan-Nya yang berlubang kepada
Tomas. Segera Tomas bersujud di hadapan Yesus dan berkata, "Ya
Tuhanku dan Allahku!" Yesus mengatakan, "Setelah melihat-Ku baru
engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat tapi
percaya!"
6. Yesus Menampakkan Diri pada Yakobus
-----------------------------------
(Baca 1Korintus 15:7)
Paulus bilang kepada gereja di Korintus bahwa Yesus menampakkan
diri kepada adiknya yang bernama Yakobus. Sebelumnya, meskipun
Yakobus itu adik Yesus, Yakobus tidak percaya bahwa Yesus itu
Tuhan. Ia tidak mau menjadi pengikut Yesus Kristus. Tapi sejak
Yesus menampakkan diri kepadanya, ia menjadi orang percaya. Sejak
itu ia tahu Yesus bukan hanya kakaknya, tetapi Yesus itu Tuhan
yang HIDUP.
7. Yesus Menampakkan Diri pada 500 Orang
-------------------------------------
(Baca 1Korintus 15:6)
Kemungkinan 500 orang yang melihat Yesus sudah bangkit ini adalah
orang-orang yang juga melihat Yesus kemudian naik ke surga.
Bayangkan betapa banyaknya jumlah orang-orang ini. Kalau murid di
kelasmu misalnya berjumlah 50 anak, maka jumlah orang-orang ini
10 kali jumlah anak di kelasmu. Banyak bukan?! Mereka berani
bersaksi bahwa mereka melihat Yesus sungguh-sungguh HIDUP!
8. Yesus Menampakkan Diri pada Paulus
----------------------------------
(Baca kisahnya di Kisah Para Rasul 9:1-8)
Yang terakhir, Yesus menampakkan diri kepada Paulus. Tadinya
Paulus adalah orang jahat yang suka mengejar dan membunuh orang
Kristen. Perjumpaannya dengan Yesus telah membuat Paulus
bertobat. Ia menjadi salah seorang pengikut Kristus yang paling
setia. Bahkan Paulus tetap menjadi pengikut Yesus sampai ia
dihukum mati oleh Kaisar Nero. Ia tidak mau menyangkal Yesus
karena ia tahu Yesus Tuhan yang HIDUP!
[Tambahan Redaksi - mulai]
9. Yesus Menampakkan Diri pada Anda dan Saya!
------------------------------------------
Dan jangan lupa, kepada setiap orang yang percaya -- setiap anak
SM, guru SM, Anda dan saya -- Tuhan Yesus sudah hadir dalam hati
... untuk mengubah hidup dan identitas kita yang telah menerima
Yesus sebagai Juruselamat pribadi. Semua ini dapat terjadi karena
Dia sungguh-sungguh HIDUP!
[Tambahan Redaksi - selasai]
Sumber:
Judul Buku: Majalah Anak "KITA", edisi26/1995
Penerbit : Lembaga Reformed Injili Indonesia, Jakarta, 1995
Halaman : 4 - 6
**********************************************************************
\o/ AKTIVITAS
Kuis berikut ini dapat menjadi satu aktivitas ketika Anda
mengajarkan anak/murid Anda bahwa dalam kehidupan ini ada saat
bagi kita untuk menangis.
KUIS SAAT MENANGIS
==================
KUIS
----
1. Siapakah yang MENANGIS karena ia mengira bahwa anaknya akan mati
kehausan di padang gurun?
(Jawaban: Hagar, Ibu Ismael -- Kejadian 21:16)
2. Siapakah yang MENANGISI kematian Absalom, anaknya yang
memberontak itu? (Jawaban: Daud -- 2Samuel 18:33)
3. Siapakah perempuan dalam Perjanjian Lama yang dikatakan
"MENANGISI anak-anaknya, ia tidak mau dihibur"?
(Jawaban: Rahel -- Yeremia 31:15)
4. Kematian siapakah yang diratapi dan DITANGISI Abraham?
(Jawaban: Sara -- Kejadian 23:2)
5. Siapakah yang MENANGIS dengan keras ketika mereka melihat
peletakan dasar Bait Suci yang baru dibangun setelah orang-orang
buangan itu pulang dari Babel?
(Jawaban: Orang-orang tua yang pernah melihat Bait Suci yang
lama -- Ezra 3:12)
6. Suami kedua siapakah Paltiel yang MENANGIS ketika ia melihat
istrinya kembali kepada Daud, suami pertamanya?
(Jawaban: Mikhal -- 2Samuel 3:14-16)
7. Apakah yang menyebabkan Nehemia MENANGIS?
(Jawaban: Karena ia mendengar bahwa tembok Yerusalem telah
terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar --
Nehemia 1:3-4)
8. Siapakah yang MENANGIS dengan suara keras ketika ia memohon
kepada Iskak agar memberkatinya?
(Jawaban: Esau -- Kejadian 27:38)
9. Siapakah yang MENANGIS karena madunya selalu menghinanya sebab
ia tidak mempunyai anak?
(Jawaban: Hana -- 1Samuel 1:7)
10. Siapakah yang MENANGIS karena menyadari bahwa Daud sebenarnya
mempunyai kesempatan membunuhnya, tetapi ia tidak mau
melakukannya?
(Jawaban: Saul -- 1Samuel 24:1-17)
11. Siapakah yang berkata, "Sekiranya kepalaku penuh air, dan mataku
jadi pancuran AIR MATA"?
(Jawaban: Yeremia -- Yeremia 9:1)
12. Siapakah yang MENANGIS ketika ia mengira bahwa Yusuf, anaknya
itu, sudah mati?
(Jawaban: Yakub -- Kejadian 37:35)
13. Siapakah perempuan cantik yang dicium Yakub sambil MENANGIS
dengan suara keras ketika mereka pertama kali bertemu?
(Jawaban: Rahel -- Kejadian 29:11)
14. Siapakah penguasa Mesir yang MENANGIS ketika saudara-saudaranya
tidak mengenalnya?
(Jawaban: Yusuf -- Kejadian 42:24)
15. Siapakah hakim Israel yang istrinya MENANGIS sambil memeluknya
supaya ia memberitahukan jawaban atas teka-tekinya?
(Jawaban: Simson -- Hakim-hakim 14:16)
16. Siapakah nama tiga orang yang MENANGIS ketika mereka melihat
penderitaan Ayub?
(Jawaban: Elifas, Bildad, dan Zofar -- Ayub 2:11-12)
17. Siapakah nabi yang mengatakan bahwa ada perempuan-perempuan yang
MENANGISI Dewa Tamus?
(Jawaban: Yeheskiel -- Yeheskiel 8:14)
18. Siapakah yang dalam hidupnya telah berdoa dengan AIR MATA dan
kesedihan jiwanya, dan menyampaikan permohonan kepada Allah yang
dapat meluputkannya dari kematian?
(Jawaban: Yesus -- Ibrani 5:7)
19. Siapakah yang diberitahu Yesus agar tidak MENANGISI Dia?
(Jawaban: Putri-putri Yerusalem -- Lukas 23:28)
20. Siapakah raja yang mengeluarkan perintah untuk membinasakan
orang-orang Yahudi, yang menyebabkan orang-orang Yahudi
MENANGIS?
(Jawaban: Ahasyweros -- Ester 3:13; 4:3)
21. Siapakah yang berkata, "Ke arah Allah mataku menengadah sambil
MENANGIS"?
(Jawaban: Ayub -- Ayub 16:20)
Sumber:
Judul Buku : Apa dan Siapa dalam Alkitab
Pengarang : J. Stephen Lang
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1994
Halaman : 326 - 327
**********************************************************************
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA
Dari: Wahyudi Triwiyanto, MA <elsharon2002(at)>
>Rekan-rekan yang baik,
>saya memerlukan informasi berkaitan dengan orang-orang yang
>kompeten di bidang pengajaran tentang:
> 1. Creative Teaching Method
> 2. Church & Children Ministry
> 3. General Education Philosophy for Children
> 4. Multiple Intelligences and learning Style
> 5. Effective Communication
> 6. Preparing a Creative Programme of Holistic Child Development.
>Senang sekali jika informasi dilengkapi dengan alamat maupun
>telepon yang bersangkutan. Terima kasih untuk bantuannya.
>
>Wahyudi
Redaksi:
Surat ini kami ambil dari milis e-BinaGuru dengan maksud membantu
Sdr. Wahyudi. Sekiranya ada rekan-rekan e-BinaAnak yang memiliki
informasi yang dimaksud, silakan kirimkan ke Staf Redaksi e-BinaAnak
==> staf-BinaAnak(at)sabda.org
Informasi yang Anda kirimkan kepada kami akan segera kami forward-
kan kepada Sdr. Wahyudi.
Jika Anda atau rekan Anda memiliki daftar/rekomendasi "pembicara"
yang sesuai dengan bidang-bidang yang telah disebutkan Sdr. Wahyudi
di atas, maupun untuk topik-topik SM yang lain, silakan kirimkan
informasinya kepada kami (lengkap dengan alamat/kota dan topik-topik
yang dikuasainya). Kami akan coba untuk memasang informasi tersebut
dalam Situs PEPAK ==> http://www.sabda.org/pepak/
Terima kasih atas perhatiannya.
**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
**********************************************************************
Staf Redaksi: Davida, Oeni, Ratri, dan Poer
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2003 YLSA
|