><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
Daftar Isi: Edisi 116/Maret/2003
-----------
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ ARTIKEL : Perspektif Kristen tentang Kematian
\o/ BAHAN MENGAJAR (1) : Bagaimana Setelah Meninggal?
\o/ BAHAN MENGAJAR (2) : Mereka Ada di Sana
\o/ AKTIVITAS : Kreasi Cerdas Tangkas Alkitab
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA: Informasi "Pelayanan Tumbuh Bersama"
**********************************************************************
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
**********************************************************************
\o/ SALAM DARI REDAKSI
Selamat berjumpa lagi di bulan yang baru!
Dalam rangka menyambut hari PASKAH 2003, maka selama bulan Maret
ini, e-BinaAnak akan mengulas sebuah tema khusus berseri, yaitu
tentang "Kematian". Ada orang yang tidak senang membicarakan hal-hal
seputar kematian, khususnya mereka yang belum mengakui Yesus sebagai
Juruselamat mereka. Tetapi bagi orang yang di dalam Kristus,
kematian adalah suatu kemenangan.
Adapun topik-topik yang akan diulas adalah sepanjang bulan Maret ini
adalah sebagai berikut:
1. Perspektif Kristen tentang Kematian
2. Mengajarkan Anak tentang Kematian
3. Melayani Anak yang Menghadapi Kematian
4. Menghadapi Masalah Kematian
Di minggu pertama bulan Maret ini, Artikel yang kami sajikan adalah
mengenai "Perspektif Kristen tentang Kematian" dan juga satu Bahan
Mengajar yang berjudul "Bagaimana Setelah Meninggal?".
Sesuai dengan tema khusus PASKAH kita yang membahas "Kematian" ini,
maka kami juga akan menyajikan banyak ide-ide kreatif seputar PASKAH
untuk menambah koleksi materi pengisi acara PASKAH di SM Anda. Untuk
minggu ini kami sajikan satu Bahan Mengajar khusus untuk PASKAH yang
berjudul "Mereka Ada di Sana". Sedangkan kolom Aktivitas berisi ide
untuk acara cerdas tangkas PASKAH. BTW, PASKAH tahun ini jatuh pada
tanggal 20 April, dan itu berarti Anda harus segera merencanakan dan
mempersiapkan acara-acara PASKAH di SM kita masing-masing.
Selamat melayani!
Tim Redaksi
"Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa,
satu kali dan untuk selama-lamanya,
dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah." (Roma 6:10)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Roma+6:10 >
**********************************************************************
\o/ ARTIKEL
PERSPEKTIF KRISTEN TENTANG KEMATIAN
===================================
Seorang ayah yang putranya terbunuh pada usia lima belas tahun
menulis begini,
"Tahukah Anda apa yang saya rasakan? Rasanya seperti ada lubang
yang menganga di tengah-tengah dada saya, yaitu perasaan yang
kosong. Tidak seorang pun dapat hidup dengan luka jasmani yang
seperti itu, dan saya hampir tidak dapat hidup dengan luka
perasaan seperti itu. Lubang yang dalam tersebut tidak terisi
juga, tidak ada suatu apa pun yang dapat mengisinya. Meskipun
saya beriman, saya merasakan kekosongan perasaan yang terasa
sangat hambar."
Sebagai orang Kristen kita percaya, dan kita tahu, bahwa kematian
bukan akhir dari suatu keberadaan, namun hal itu tetap merupakan
suatu perpisahan. Itu adalah akhir dari suatu hubungan yang
mempunyai arti istimewa bagi kita dalam kenidupan ini.
Kematian tidak pernah indah bagi semua makhluk hidup. Bunga mawar
yang kemarin mekar dan indah seperti beludru, sekarang telah menjadi
layu. Seekor burung yang masih muda yang bulu-bulunya masih halus,
lembut dan baru, sekarang menjadi kusut dan penuh lumpur. Anjing
peliharaan yang semula bersinar-sinar matanya, gempal bulunya dengan
ekor yang suka dikibas-kibaskan menunjukkan perasaannya, sekarang
menjadi sesosok tubuh yang kaku dan berlumuran darah. Tubuh seorang
anak yang telah menjadi kurus kering, akibat leukimia selama satu
tahun, tidaklah sedap untuk dipandang. Pikiran-pikiran apakah yang
berkecamuk dalam benak seorang ibu saat ia memperhatikan tubuh
anaknya yang masih kecil telah dingin dan tak bernyawa lagi?
Kematian adalah akibat dosa di dalam dunia kita ini, dan tidak ada
keindahan di dalamnya.
Kematian seseorang selalu merupakan kejutan bagi orang-orang yang
mengasihinya. Tidak diduga-duga sebelumnya, tidak ada tanda-tanda
peringatan lebih dulu, tidak ada persiapan yang benar-benar bisa
memperingan goncangan, goncangan dan ketidakpercayaan merupakan
reaksi-reaksi yang wajar terhadap kehilangan seseorang yang
dikasihi. Hal seperti itu memang benar jika orang itu telah
meninggal secara tiba-tiba atau tak terduga. Namun, sekalipun kita
tahu bahwa penyakit yang dideritanya membawa kematian, orang tetap
merasa sukar untuk percaya bahwa orang itu telah benar-benar tiada.
Goncangan itu akan menjadi berlipat ganda bila yang meninggal adalah
seorang kanak-kanak.
Bagaimanakah perasaan kita tentang kematian dan keadaan menjelang
kematian? Bagaimanakah sikap kita sebagai seorang Kristen? Dapatkah
kita berpikir tentang kematian dengan akal yang jernih dan penuh
pengertian, ataupun pikiran itu memuakkan dan asing? Apakah kita
lebih suka menyingkirkan hal itu dari pikiran kita secepat mungkin?
Musuh Terakhir
--------------
Memang benar bahwa Kristus telah menaklukkan maut, seperti yang
dikatakan Paulus dalam 1Korintus 15:54-57, namun juga benar bahwa
kita belum menaklukkannya. Kematian merupakan musuh terakhir yang
harus diatasi, sebagaimana yang kita baca dalam 1Korintus 15:26.
Apakah saya mengharapkan kehidupan yang sesungguhnya, yang baru
mulai sesudah tubuh ini mati, atau apakah kehidupan di dunia ini
menjadi pusat pikiran saya? Kita dapat bersukacita bahwa orang-orang
yang berlari ke kuburan Yesus pada pagi pertama minggu itu tidak
menemukan "malaikat maut" namun seorang malaikat.
Sungguhpun demikian, dapatkah saya, atau apakah saya, menghadapi
kematian tanpa rasa takut? Apa yang dapat saya katakan kepada
seorang anak yang sudah mendekati ajalnya? Bagaimanakah saya dapat
melayani seseorang yang sedang menghadapi kematian, jika saya takut?
Apakah saya berani mengambil waktu untuk mengungkapkan perasaan-
perasaan saya yang paling dalam dan mempertimbangkan dengan
bijaksana apa yang dikatakan Alkitab tentang kematian?
Kebanyakan orang Kristen tidak takut terhadap kematian itu sendiri,
meskipun kematian merupakan sebuah terowongan gelap yang tidak
diketahui, sehingga besar kemungkinan hal itu amat tidak
menyenangkan untuk direnungkan. Namun ketakutan yang sesungguhnya
adalah saat menjelang kematian. Penderitaan, perasaan yang hancur,
kesepian atau pergumulan ekonomi apakah yang akan tercakup ketika
itu? Bagaimana halnya dengan orang-orang yang dikasihi? Pikiran-
pikiran ini, yang berkecamuk dalam benak, harus diatasi jika saya
harus memandang kematian seorang anak dengan cara yang akan menolong
orang lain. Saya harus terlibat secara emosi jika saya sungguh
mempedulikan seorang anak dan keluarganya. Namun saya tidak dapat
membiarkan diri saya terlalu terbawa perasaan sehingga karenanya
saya tidak akan mampu menolong atau berbagi perasaan pada saat yang
strategis dalam kehidupan mereka. Di manakah garis pemisahnya?
Langkah pertama dalam memperoleh perspektif yang tepat ialah dengan
mengakui bahwa Allah berdaulat dalam semua masalah kehidupan dan
kematian. Ini adalah tempat berpijak untuk memulai jika saya
bersedia dan mau menolong orang lain. Joseph Bayly dalam bukunya
berjudul "The View from a Hearse" (Pemandangan dari Kereta Jenazah)
mengingatkan kami, bahwa "Allah itu berdaulat. Berdasarkan itulah
kita mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan. Kedamaian kita bukanlah
dalam hal mengerti segala sesuatu yang terjadi, melainkan dalam hal
mengetahui bahwa Ia berkuasa atas penyakit, kesehatan dan kematian
itu sendiri. Kita menerima misteri-misteri dan penderitaan-
penderitaan hidup yang tidak dapat dijelaskan karena hal-hal
tersebut diketahui oleh Allah, dan kita mengenal Dia."
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Kebutuhan Rohani Anak
Judul Artikel Asli: Pelayanan terhadap Anak yang Mendekati Ajalnya
dan Keluarga Mereka
Pengarang : Judith Allen Shelly
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1982
Halaman : 133 - 135
**********************************************************************
\o/ BAHAN MENGAJAR (1)
BAGAIMANA SETELAH MENINGGAL?
============================
Tujuan:
-------
Anak memahami bahwa setiap manusia akhirnya akan MENINGGAL, dan bagi
orang yang percaya kepada Tuhan Yesus kematian itu tidak menakutkan,
karena dengan kematian kita kembali kepada Allah Pencipta yang
mengasihi kita.
Kreasi cerita: "Selamat Malam David"
------------------------------------
Guru bercerita tentang Pak Anton, yang terbaring lemah di ruang ICU.
(Sebuah ruangan di rumah sakit yang dikhususkan untuk pasien yang
sangat parah keadaan kesehatannya. Biasanya mereka ini adalah orang
yang dapat dikatakan hampir meninggal). Pak dokter memanggil seluruh
keluarga Pak Anton ke rumah sakit, namun mereka hanya diizinkan
bertemu dengan Pak Anton satu demi satu.
Pertama yang masuk adalah istri Pak Anton. Dengan menangis terisak
ibu ini menemui suaminya. Tetapi anehnya Pak Anton tidak menangis,
justru ia tersenyum dan berkata "Ibu, jangan menagis ya, Bapak
pulang dulu kepada Tuhan Yesus di surga. Selamat malam ya, Bu."
Ibu Anton heran mengapa Pak Anton berkata "Selamat malam". Kemudian
Pak Anton menjelaskan, "Selamat malam, besok kita akan ketemu lagi
di surga, artinya perpisahan kita hanya sementara saja. Bapak pulang
lebih dulu kepada Tuhan Yesus, tetapi kelak kita akan ketemu lagi di
surga. Jadi kematian Bapak ini cuma perpisahan sementara saja ...,
Selamat malam."
Kemudian masuk anak tertua Pak Anton, yaitu Johan, kemudian disusul
Meri dan selanjutnya anak terbungsu (nomor 4) yaitu Susi. Kepada
mereka masing-masing juga dipesankan hal yang sama yaitu "Selamat
malam, esok kita ketemu lagi di surga". Artinya perpisahan sementara
dengan bapak mereka, sehingga mereka tidak perlu menangis. Selama
pembicaraan dengan istri dan ketiga anak tersebut Pak Anton tidak
menangis, melainkan tersenyum dan berkata, "Selamat malam."
Tetapi keadaan berubah seketika, ketika anak ketiga yaitu David
masuk menemui ayahnya. Pak Anton menangis tersedu-sedu dan berkata,
"David, selamat tinggal." Dan itu diucapkannya berkali-kali dengan
menangis. David memprotes ayahnya, "Bapak kenapa hanya dengan David,
Bapak menangis dan berkata selamat tinggal, sementara dengan yang
lain Bapak hanya mengatakan selamat malam?"
Dengan sedih Pak Anton menjelaskan, "David, dengan Ibu, kedua
kakakmu dan adikmu Susi, Bapak memang hanya berpisah sementara
sehingga Bapak berkata selamat malam. Itu karena mereka seorang
Kristen yang baik dan taat. Mereka suka berdoa, hidup dengan baik,
tertib dan saling mengasihi. Tetapi dengan kamu, Bapak sedih, karena
terpaksa Bapak akan berpisah dengan kamu selamanya. Karena itulah
Bapak berkata selamat tinggal kepada engkau, karena engkau tidak
pernah berdoa, malas ke sekolah Minggu dan hidup semaumu." Pak Anton
mengatakan hal itu sambil menangis tersedu-sedu.
David tertegun mendengar penjelasan ayahnya, maka ia menangis dan
berkata, "Bapak, David ingin bertemu lagi dengan Bapak di surga."
David mengatakan hal itu berkali-kali. Pak Anton menengok dia dan
berkata, "David, jika kamu mau percaya Yesus dan hidup dengan baik,
kamu akan bertemu lagi dengan Bapak di surga." David berkata,
"Bapak, David mulai sekarang mau setia kepada Yesus, dan tidak nakal
lagi."
Pak Anton lalu mengajak David berdoa bersama. Setelah itu Pak Anton
berkata sambil tersenyum, "David, selamat malam," dan Pak Anton pun
meninggal. Sejak itu David berubah menjadi David yang setia kepada
Yesus, karena ia ingin kelak dapat bertemu kembali dengan bapaknya
di surga, yaitu tempat bagi setiap orang yang baik dan percaya
kepada Yesus.
Guru mengakhiri ceritanya dengan menjelaskan, bagi orang kristen,
kematian adalah "tidur" sementara yang tidak perlu kita takutkan,
karena sesungguhnya kematian mempertemukan kita dengan Yesus, dan
juga dengan semua orang beriman lainnya. Jadi jangan takut mati,
yang penting percayalah kepada Yesus Juruselamat hidup kita.
Kepada anak yang di antara anggota-anggota keluarganya ada yang
meninggal, guru dapat memberikaan penghiburan ini hanya "perpisahan
sementara".
Guru dapat mengajak anak berdoa untuk menerima Yesus sebagai
Juruselamat pribadinya dan mengajak anak berjanji hidup dengan baik.
Sesudah itu guru berkata, "Bagi kita yang sungguh-sungguh percaya
dan taat kepada Yesus dengan hidup lebih baik, jangan takuti
kematian. Selamat malam".
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Teknik Kreatif dan Terpadu dalam Mengajar Sekolah Minggu
Pengarang : Paulus Lie
Penerbit : Yayasan Andi, Yogyakarta, 1999
Halaman : 125 - 127
**********************************************************************
\o/ BAHAN MENGAJAR (2)
Ide untuk PASKAH Minggu ini menggunakan pelakonan interview radio.
Guru SM berperan sebagai seorang penyiar yang sedang mewawancarai
tamu-tamunya dalam sebuah program interview di radio. Selamat
mempratekkan!
MEREKA ADA DI SANA
==================
Persiapan:
----------
1. Siapkan 3 orang anak dan latihlah mereka untuk memerankan
tokoh-tokoh dalam cerita di bawah ini.
2. Persiapkan kartu-kartu dengan tulisan Kayafas, Pilatus, Petrus.
Ikatkan pada leher si pembawa peran.
3. Guru sendiri berperan sebagai "penyiar".
Nyanyian Bersama:
-----------------
YESUS DISALIBKAN
----------------
Yesus disalibkan karena cinta-Nya
Kepadaku ... kepadaku ....
Yesus disalibkan karena cinta-Nya
Dosa dihapuskan ....
Penyajian:
----------
(Cara interview di radio)
Penyiar:
Anak-anak, pagi ini kita akan menginterview beberapa tamu yang
memegang peranan dalam Cerita PASKAH, yaitu kematian dan
kebangkitan Yesus. Tamu kita yang pertama mempunyai nama yang
tidak lazim bagi kita. Siapa nama Saudara? Peranan apa yang
Saudara mainkan?
Kayafas:
Nama saya Kayafas. Sayalah yang menyuruh agar Yesus ditangkap,
mengadili-Nya, dan akhirnya menyuruh untuk Menyalibkan Yesus.
Sayalah yang menghasut orang banyak untuk berteriak, "Salibkan
Dia."
Penyiar:
Mengapa Saudara melakukan hal itu?
Kayafas:
Sebab saya yakin bahwa saya benar. Tetapi tidak lama sesudah itu
Ia mati, tirai Bait Allah yang tebal itu terbelah mulai dari atas
sampai ke bawah. Cuaca menjadi gelap dan perkara-perkara ajaib
terjadi. Setelah mengingat kembali peristiwa-peristiwa itu, maka
saya tahu bahwa saya telah berbuat salah. Saya tahu Yesus adalah
anak Allah.
Penyiar:
Kayafas, kamu merasa berbuat yang benar padahal kamu berbuat
salah. Dewasa ini banyak orang yang beranggapan bahwa apa yang
mereka percaya itu benar, tetapi mereka itu sebetulnya salah
seperti kamu. Inilah tamu berikutnya.
Pilatus:
Saya Pilatus. Sayalah yang mengadili Yesus. Saya tidak ingin
menjatuhkan hukuman mati atas Yesus. Tetapi apa yang dapat saya
perbuat? Saya takut dengan orang banyak itu.
Penyiar:
Pilatus, dewasa ini banyak yang seperti kamu. Mereka ingin
mempercayai bahwa Yesus dapat menyelamatkan mereka, tetapi mereka
takut dengan apa yang akan dikatakan oleh teman-teman mereka. Tamu
yang berikutnya sudah disini. Namanya?
Petrus:
Nama saya Petrus.
Penyiar:
Oh ya, kami pernah mendengar tentang Saudara. Saudara adalah salah
satu murid Yesus.
Petrus:
Ya, saya adalah salah satu murid-Nya walaupun pada malam sesudah
mereka membawa Yesus ke pengadilan saya tidak mau mengakui hal
itu. Udara saat itu begitu dingin dan seorang hamba perempuan
kecil membuat api. Saya mendekatinya supaya badan saya bisa
hangat. Mereka mulai menanyai saya. Saya begitu takut. Saya
katakan, "Tidak, saya bukan murid-Nya."
Penyiar:
Boleh dikatakan bahwa kamu mengecawakan Yesus justru pada saat Ia
membutuhkan kamu. Dewasa ini banyak anak yang mengecewakan Yesus
dengan tidak memberitahukan teman-teman mereka bahwa mereka orang
Kristen.
Doa:
----
Ucapan terima kasih karena Yesus mau dan rela menderita bagi kita.
Bersyukur karena Dia masih mau menerima kita, walaupun kita sering
mengecawakan Dia. Berdoa agar kita lebih berani lagi memberitakan
injil dan mengenalkan Yesus kepada teman-teman kita..
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1
Penerbit : Gandum Mas, Malang, 1997
Halaman : 28
**********************************************************************
\o/ AKTIVITAS
Aktivitas yang dapat dilakukan dalam rangka kegiatan PASKAH adalah
mengadakan "Cerdas Tangkas". Kreasi dalam mengadakan kegiatan Cerdas
Tangkas dapat Anda lihat dari artikel di bawah ini .... :)
KREASI CERDAS TANGKAS ALKITAB
=============================
1. Cerdas Tangkas Umum:
--------------------
Hal ini diatur seperti dalam kuis televisi. Pilihlah beberapa
regu yang terdiri dari empat orang untuk melawan regu-regu yang
lain. Pertanyaan diajukan kepda regu demi regu dan masing-masing
regu memperoleh angka. Regu yang menang akan melawan regu lain
sampai pemenang akhir keluar. Permainan ini dapat digunakan untuk
acara yang teratur pada hari Minggu sore sebelum kebaktian malam
atau dapat juga digunakan bila ada perayaan khusus seperti
PASKAH.
2. Cerdas Tangkas Gelembung Sabun:
-------------------------------
Pertanyaan diajukan kepada seorang peserta lomba, kemudian
gelembung sabun ditiup ke udara. Orang itu harus memberi jawaban
sebelum gelembung itu pecah. Jawaban yang betul diberi angka
lima. Peserta boleh beregu, boleh juga perorangan.
3. Cerdas Tangkas Jam:
-------------------
Untuk mengadakan permainan ini harus ada seorang yang bertugas
sebagai penjaga waktu. Setiap pertanyaan harus dijawab selambat-
lambatnya dalam 10 detik. Satu regu mulai diberi waktu menjawab
lebih dahulu. Sepuluh detik selanjutnya tetap menjadi milik regu
pertama itu kalau jawabannya benar. Bila regu pertama gagal, maka
regu kedua mengambil alih waktu. Regu yang mampu menjawab lebih
banyak pertanyaan, ataupun yang menggunakan waktu lebih sedikit
untuk menjawab pertanyaan, itulah yang menang. Dalam permainan
ini dua regu atau lebih dapat ikut serta.
4. Cerdas Tangkas Warna:
---------------------
Masukkanlah sejumlah kelereng ke dalam sebuah mangkuk. Tiap-tiap
peserta mengambil sebuah. Para peserta yang mendapat warna putih
tidak usah menjawab pertanyaan. Peserta yang memperoleh warna
cerah menjawab pertanyaan lebih mudah sedangkan warna tua berarti
pertanyaan yang rumit. Regu yang berhasil menjawab pertanyaan-
pertanyaan rumit diberi nilai 10, pertanyaan ringan masing-masing
nilainya 5.
5. Cerdas Tangkas Bulu:
--------------------
Pilihlah beberapa regu untuk memainkan cerdas tangkas ini.
Masing-masing regu mempunyai seorang jurubicara yang menjawab
pertanyaan. Ketika pemimpin bertanya kepada jurubicara tadi, maka
teman seregunya meniup sehelai bulu ke udara. Wakil regu itu
hanya boleh menjawab pertanyaan selama bulu tersebut melayang di
udara tanpa menyentuh benda. Jika bulu itu menyentuh tembok,
langit-langit, orang, atau apa saja, maka waktu untuk menjawab
habis. Sepanjang bulu masih bebas terbang, si jurubicara berhak
menjawab pertanyaan demi pertanyaan. Jika ia gagal atau kehabisan
waktu, tibalah giliran regu lain. Angka yang diberikan besarnya
berbeda-beda. Misalnya: jawaban yang benar untuk pertanyaan
pertama mendapat 5, yang kedua 10, yang ketiga 15, dan
seterusnya.
6. Cerdas Tangkas Kurir:
---------------------
Bentuklah dua buah kelompok. Masing-masing kelompok memegang
Alkitab. Ketika aba-aba diberi, masing-masing kelompok saling
memberi pertanyaan kepada kelompok lain melalui seorang kurir
(jadi kelompok A membuat pertanyaan yang disampaikan oleh
kurirnya kepada kelompok B, demikian juga sebaliknya). Dalam
jangka waktu 20 detik kelompok yang ditanyai harus memberi
jawaban kepada kelompok yang bertanya. Bila jawabannya salah,
maka kelompok yang gagal itu harus menyerahkan satu orang
anggotanya kepada kelompok penanya. Demikianlah juga seterusnya.
Pada akhir permainan (misalnya setelah empat atau lima menit),
maka kelompok yang memperoleh anggota paling banyak, itulah yang
menang.
[Red.: Dalam rangka merayakan PASKAH, buatlah pertanyaan-pertanyaan
yang berhubungan dengan kematian ataupun kebangkitan Tuhan Yesus.]
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Belajar Alkitab Melalui Permainan
Pengarang : Ronald F. Keeler
Penerbit : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1997
Halaman : 14 - 16
**********************************************************************
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA
Dari: From: Lisa Veronika
>Shallom,
>Bagi rekan-rekan yang membutuhkan materi ajaran untuk sekolah
>minggu serta berbagai peraganya, dapat menghubungi kami "Pelayanan
>Tumbuh Bersama" di ==> thtlisa(at)rad.net.id
>
> Terima kasih,
> Tuhan memberkati
Redaksi:
Terima kasih untuk informasinya. Bagi rekan-rekan e-BinaAnak yang
berminat silakan langsung menghubungi informasi di atas. Pasti
informasi ini sangat bermanfaat bagi para pelayan anak. Jika ingin
mengetahui no telepon dari Pelayanan Tumbuh Bersama ini, silakan
hubungi ==> staf-BinaAnak(at)sabda.org atau dapat langsung menghubungi
e-mail yang telah disebutkan di atas.
**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
**********************************************************************
Staf Redaksi: Davida, Oeni, Ratri, Poer, dan Aris
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2003 YLSA
|