><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
Daftar Isi: Edisi 115/Februari/2003
-----------
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ ARTIKEL : Ibu Bapa ... Bimbinglah Mereka
\o/ TIPS MENGAJAR (1) : Kebutuhan Akan Bimbingan
\o/ TIPS MENGAJAR (2) : Membimbing Anak
\o/ BAHAN MENGAJAR : Apakah Kamu Memerlukan Sebuah Perisai?
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Cerita/Naskah untuk Boneka Tangan
**********************************************************************
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
**********************************************************************
\o/ SALAM DARI REDAKSI
Salam sejahtera,
"Kebutuhan Anak untuk Dibimbing" merupakan pokok bahasan terakhir
dari tema "Kebutuhan Anak" untuk bulan Februari ini. Kebutuhan
mereka untuk dibimbing di sini bukan berarti mereka ingin terus
menerus diikuti, diatur, dan dituntun dalam setiap detik kehidupan
mereka. Yang dimaksud dengan kebutuhan dibimbing disini adalah
menerima nasihat, pertolongan, motivasi, dll. dari orangtua maupun
guru mereka. Dalam artikel yang disajikan minggu ini kami mengajak
Anda untuk mengetahui beberapa metode bimbingan yang dapat kita
berikan kepada anak-anak didik kita.
Dalam Tips Mengajar pertama minggu ini akan disajikan prinsip-
prinsip untuk menjadi pegangan dalam memenuhi kebutuhan anak untuk
dibimbing. Sajian tips yang kedua adalah sharing pemikiran dari
seorang anggota e-BinaAnak tentang bagaimana memberi bimbingan
kepada anak.
Bagi para pembaca sekalian yang memiliki tulisan/artikel yang
bermutu, kami membuka kesempatan yang selebar-lebarnya untuk Anda
berpartisipasi mengisi e-BinaAnak. Silakan kirim tulisan Anda ke :
==> staf-BinaAnak(at)sabda.org
Selamat membimbing anak Anda!
Tim Redaksi
"Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku,
dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun
dan membimbing aku." (Mazmur 31:4)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Mazmur+31:4 >
**********************************************************************
\o/ ARTIKEL
Kebutuhan untuk dibimbing merupakan hak seorang anak yang bisa ia
dapatkan dari orangtua atau guru mereka. Untuk itu keluarga atau
guru sangat perlu mempelajari metode-metode pembimbingan agar
kebutuhan anak ini dapat terpenuhi dengan baik. Nah, artikel
berikut ini mungkin akan menolong Anda melaksanakan tugas ini.
IBU BAPA ... BIMBINGLAH MEREKA
==============================
Keluarga adalah kesatuan dasar dalam masyarakat. Keluarga
menjalankan pengaruh yang terbesar dalam hidup anak-anak,
perkembangan moral, pendidikan, dan kekristenan.
Meskipun kehidupan kekeluargaan sangat diutamakan dewasa ini,
namun kehidupan ini terancam oleh "kecenderungan-kecenderungan
zaman". Dikatakan bahwa hidup kekeluargaan sekarang ini sedang
mengalami penghancuran dalam empat tahap yang menyedihkan seperti
pada zaman Yunani-Roma. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya
perceraian, kurangnya rasa tanggung jawab pada pihak orangtua,
semakin menipisnya prinsip-prinsip moral, dan merosotnya penghargaan
terhadap kekuasaan orangtua.
Saat ini kita sedang berada dalam era dimana keahlian dalam tiap
bidang sangat dipentingkan. Hal ini menyebabkan banyak orangtua
merasa kurang cakap untuk memenuhi tugasnya. Akibatnya, mereka
menyerahkan asuhan anak-anak mereka kepada para ahli atau spesialis.
Dalam pemindahan tanggung jawab ini, keluarga kehilangan kesatuannya
dan rasa tujuannya. Gereja sering kali membuat kesalahan dalam hal
mengambil tanggung jawab penuh bagi pendidikan agama anak-anak,
bukannya memberi instruksi dan bimbingan yang tepat mengenai
bagaimana para orangtua dapat melakukan pekerjaan yang ditugaskan
Allah kepadanya. Para orangtua dalam gereja kita harus ditolong dan
diberi pengarahan bahwa mereka sendirilah yang harus memenuhi
kebutuhan anak mereka untuk dibimbing.
Orangtualah yang pertama-tama bertanggung jawab atas pendidikan
Kristen anak-anak mereka. Tak ada perantara lain yang dapat
melakukan tugas itu seefektif mereka. Pengertian, sikap, dan
keyakinan lebih banyak berkembang dari pengalaman-pengalaman setiap
hari, daripada 45 menit seminggu dalam ruang kelas Sekolah Minggu.
Ketergantungan anak kepada orangtua dalam hal kasih, penerangan
mengenai kehidupan, dan perkembangan jasmani dan sosial menyebabkan
sang anak juga mengharapkan bimbingan rohani dari orangtuanya.
Maka sasaran rumahtangga Kristen haruslah memberi hal-hal berikut
ini kepada setiap anak: pendidikan, teladan, dan lingkungan yang
akan mengarahkan si anak ke dalam hubungan yang pribadi dengan
Kristus. Berikut ini adalah metode-metode praktis untuk membimbing
anak kita dan untuk menolong orangtua mencapai sasaran rumahtangga
Kristen.
MENJADI TELADAN
Seorang Kristen mengatakan bahwa ayahnya tidak berdoa bersama dia
setiap malam akan tidur, tetapi hampir tiap hari ia melihat ayahnya
berlutut dan berdoa. Tanpa disadarinya ayah ini telah menjadi
teladan yang sangat besar dari hal doa yang sesungguhnya.
Para orangtua dapat malakukan segala sesuatu yang patut dilakukan
tapi masih saja belum dapat menjadi teladan yang saleh. Kata-kata
dari 1Korintus 13:1 menyebut hasilnya: mereka menjadi "sama dengan
gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing".
Pendidikan di rumah itu lebih bergantung pada teladan daripada
pengajaran; apa yang dilakukan orangtua lebih berkesan daripada
apa yang diucapkannya. "Orang benar yang bersih kelakuannya --
berbahagialah keturunannya" (Amsal 20:7). Saudara mungkin dengan
tulus mengajarkan kejujuran sebagai sifat yang tertinggi, tetapi
jika Saudara menyuruh anak Saudara untuk mengatakan bahwa Saudara
tidak di rumah, jika ada seseorang yang mencari (menelpon), maka
anak itu akan menganggap penipuan sebagai kejujuran.
Beberapa ahli jiwa mengatakan bahwa percakapan orangtua sewaktu
makan bersama adalah pengaruh yang terpenting dalam kehidupan anak.
Gantilah percakapan yang tidak membangun dengan percakapan yang akan
memuliakan Allah.
MENERAPKAN DISIPLIN
Disiplin mempunyai hubungan yang nyata sekali dengan perkembangan
rohani seseorang. Tujuan disiplin adalah untuk mengembangkan rasa
hormat akan kekuasaan, untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan yang
baik dan untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan yang buruk.
Disiplin berbeda dengan hukuman. Disiplin berasal dari kata Latin
yang berarti "mengajar". Prinsip-prinsip dasar dari disiplin akan
menolong orangtua dalam "mengajar" anak-anaknya supaya takut kepada
Allah dan menaati perintah-perintah-Nya. Ingat:
1. Disiplin harus dilaksanakan dalam kasih.
2. Berpendirian tetap, membuat peraturan rumahtangga dimengerti
dengan jelas dan dengan tetap menegur/menghajar bila peraturan
itu dilanggar.
3. Memelihara persatuan antara bapak ibu dalam hal disiplin.
4. Disiplin diri pada pihak orangtua adalah langkah pertama menuju
anak yang berdisiplin.
5. Disiplin harus adil. Anak itu mengharapkan ketegasan, tetapi ia
juga mengharapkan keadilan. Tolonglah dia mengerti alasan bagi
teguran atau hukuman itu sesuai dengan tingkat pengertiannya.
IBADAH KELUARGA
Doa merupakan bagian yang penting dari pendidikan Kristen dan ibadat
di rumah. Berdoa sebelum makan adalah salah satu kesempatan yang
mula-mula bagi si anak untuk ikut serta dalam doa. Cerita sebelum
tidur, doa yang diucapkan dalam bahasa anak-anak, dan ciuman selamat
tidur dari orangtua akan menimbulkan rasa aman yang sangat
dibutuhkan seorang anak.
Saat-saat istimewa untuk doa harus wajar dan sering kali. Berdoa
adalah bagian penting dari ibadah keluarga. Itu dapat dilakukan
dalam beberapa bentuk: doa bersama, seseorang memimpin dalam doa,
setiap orang mengatakan sekalimat doa, atau bahkan doa tanpa
bersuara. Jangan bertele-tele; berdoalah untuk hal-hal tertentu.
Sebutlah nama orang yang didoakan. Doakanlah permohonan-permohonan
dan masalah-masalah pribadi dari tiap-tiap anggota keluarga.
Pembacaan Alkitab akan memperkaya kehidupan rumahtangga dan orang-
orangnya. Itu juga merupakan unsur yang perlu untuk ibadah keluarga.
Para orangtua harus menerangkan ayat-ayat Alkitab yang sukar
dimengerti.
Bagi anak-anak kecil, buku-buku bergambar dan buku-buku cerita
Alkitab akan lebih berarti daripada pembacaan Alkitab yang terlalu
lama. (Namun demikian, anak-anak kecilpun dapat belajar menghargai
Alkitab dan, dengan melihat pemakaiannya di rumah, ia akan
mengenalnya sebagai pesan Allah kepada kita.) Penerbit Kalam Hidup
telah menerbitkan buku cerita Alkitab yang baik dengan gambar-gambar
berwarna. Buku itu berjudul "Cerita Alkitab Bergambar".
Kegiatan-kegiatan lain, misalnya menghafalkan ayat-ayat Alkitab,
sangat menambah perkembangan kekristenan si anak. Ada beberapa
keluarga menghafalkan satu atau beberapa ayat setiap minggu sebagai
satu usaha keluarga, sedangkan keluarga-keluarga lain menyertakan
nyanyian dalam ibadah mereka. Kaset lagu-lagu rohani juga akan
membantu memelihara kekristenan dalam rumahtangga.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2
Judul Artikel Asli: Ibu Bapa .... Pimpinlah Mereka
Pengarang : Badan Pembina DSM Gereja Sidang Jemaat Allah
Penerbit : Gandum Mas, Malang, 1996
Halaman : 255 - 257
**********************************************************************
\o/ TIPS MENGAJAR (1)
Berikut ini kami sajikan satu tips yang bisa memberi masukan bagi
kita semua, yaitu prinsip-prinsip yang dapat menjadi pegangan dalam
memenuhi kebutuhan anak-anak akan bimbingan.
KEBUTUHAN AKAN BIMBINGAN
========================
Anak perlu bimbingan, agar mereka tahu bagaimana hidup dalam
kelompok. Ketika anak melakukan kesalahan, yang dibutuhkannya bukan
teguran dan hukuman, melainkan nasihat. Anak menantikan bantuan
orang dewasa atau guru untuk menyelesaikan pertengkaran atau
masalah; inilah yang disebut "bimbingan". Sebenarnya tidak ada satu
pun cara dan metode untuk mengetahui bagaimana membimbing anak-anak,
tetapi ada beberapa prinsip yang bisa dijadikan sebagai pegangan:
1. Bimbingan terhadap setiap anak harus berbeda karena tidak ada
dua anak yang sama.
2. Bantulah anak agar memperoleh lebih banyak pengalaman yang
berhasil dilakukan.
3. Bantulah anak untuk mengenal bagaimana mereka bisa hidup di
dunia ini dengan aman.
4. Bimbinglah mereka belajar bagaimana membangun hubungan di
antara manusia.
5. Dalam mencoba melakukan sesuatu hal yang sulit, orang dewasa
harus mendampingi mereka.
6. Berilah mereka teknik mengembangkan kemampuan mereka
(misalnya: berjalan, menggunakan gunting, belajar).
7. Bantulah mereka dengan mengoreksi sewaktu mereka melakukan
kesalahan.
Janganlah lupa bahwa mereka masih anak-anak yang sangat lucu, polos,
dan muda. Orangtua dan guru harus membimbing dan menuntun mereka di
jalan yang benar.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Menerobos Dunia Anak
Pengarang : Dr. Mary Go Setiawani
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 2002
Halaman : 33
**********************************************************************
\o/ TIPS MENGAJAR (2)
Salah satu rekan e-BinaAnak kita, Walsinur Silalahi, mensharingkan
pemikiran dan pengalamannya tentang bagaimana membimbing anak. Kami
yakin hal ini akan sangat bermanfaat bagi kita semua. Selamat
membaca!
MEMBIMBING ANAK
===============
Oleh: Walsinur Silalahi
Amsal 22:6 mengatakan:
"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada
masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu."
Kesulitan yang sering dihadapi ialah banyak orangtua tidak pernah,
secara sengaja, belajar bagaimana melatih anak-anaknya. Sebagai
pedoman bagi orangtua, di bawah ini saya tuliskan beberapa rahasia
dalam membina/membimbing anak-anak.
1. Perhatikan perkembangan tingkah laku anak-anak Anda terus-
menerus.
----------------------------------------------------------
Bila Anda menginginkan anak-anak bertumbuh dan terbimbing dengan
baik, janganlah peranan ibu diambil alih oleh babysitter.
Babysitter yang paling baik pun tidak boleh menggantikan peranan
seorang ibu. Seorang ibu harus ada di rumah pada saat anak-
anaknya pulang dari sekolah, menjawab pertanyaan dan membantu
mereka mengambil keputusan dengan benar.
2. Bimbing mereka sesuai Firman Tuhan.
-----------------------------------
Dalam kitab Kejadian 18:19 Tuhan berfirman:
"Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada
anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup
menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan
kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada
Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya."
Disiplin sangat penting dan itu adalah bagian tanggung jawab
orangtua. Dalam Efesus 6:1-3, Paulus berkata bahwa anak-anak
memiliki kewajiban untuk taat kepada orangtuanya. Agar anak-anak
taat kepada ibu bapaknya, maka orangtua perlu mendisiplin anak-
anaknya melalui contoh dari orangtua itu sendiri. Orangtua harus
membuat peraturan dalam rumahtangga. Diluar jam sekolah harus ada
kegiatan anak-anak di rumah dengan jadual yang harus ditaati.
Umpamanya jadual kebaktian keluarga antara orangtua dan anak pada
waktu sebelum tidur atau doa bersama pada waktu subuh. Begitu
peraturan sudah disepakati, maka seluruh anggota keluarga benar-
benar melakukannya dengan konsekuen.
3. Perkenalkanlah anak-anak Anda sedini mungkin kepada Allah melalui
pembacaan Alkitab atau artikel-artikel yang membantu pertumbuhan
iman mereka.
-----------------------------------------------------------------
Sangat banyak manfaatnya apabila anak dan orangtua setiap hari
berkumpul membicarakan Firman Tuhan melalui peristiwa-peristiwa
yang mereka alami di luar rumah maupun di sekolah. Bimbinglah
mereka memohon kebutuhan mereka sendiri melalui Doa kepada Tuhan.
4. Jangan biarkan anak Anda melamun (pikiran kosong).
--------------------------------------------------
Berikanlah kegiatan-kegiatan bagi mereka agar tidak ada waktu
untuk melamun. Jangan berikan kesempatan bagi mereka untuk
bermalas-malasan, karena orang malas dibenci Tuhan. Mereka dapat
disuruh membersihkan lantai, mencuci piring, melap meja, memotong
rumput, dll. tanpa mengharapkan bayaran.
5. Berilah mereka tanggungjawab.
-----------------------------
Hal ini akan mengajar mereka untuk percaya diri dan dapat
dipercaya. Adalah mudah memberikan sebuah pekerjaan kepada
sang anak, tetapi yang paling sulit ialah apakah pekerjaan
yang diberikan tsb. benar-benar dilakukan. Karena itu perlu
pengawasan sehingga hal tsb. membangun karakternya.
6. Keterbukaan sangat diperlukan untuk menerima saran-saran anak
Anda.
-------------------------------------------------------------
Bila mereka mempunyai ide, orangtua harus mau menghargai dan
menerima pendapat mereka. Dengan catatan pendapat itu dapat
mengembangkan wawasan anak Anda.
7. Jadikanlah rumah tinggal sebagai pusat atraksi/kegiatan.
--------------------------------------------------------
Rencanakan hal-hal yang dapat membuat anak-anak Anda bahagia.
Sediakan waktu luang untuk bermain bersama mereka. Undanglah
teman-temannya ke rumah, sehingga anak-anak merasa senang dalam
keluarga. Buatlah anak-anak Anda merasa bahwa mereka dicintai
dan dibutuhkan.
Artikel diedit dari sumber:
Penulis: Walsinur Silalahi
**********************************************************************
\o/ BAHAN MENGAJAR
Ajarkan pada murid-murid SM Anda ataupun anak-anak Anda bahwa Tuhan
selalu menjadi perisai mereka. Melalui renungan singkat di bawah
ini diharapkan anak-anak secara sadar meyakini bahwa Allah akan
menudungi dan melindungi mereka senantiasa, selama mereka bersandar
penuh kepada kuasa Allah.
APAKAH KAMU MEMERLUKAN SEBUAH PERISAI?
======================================
Ketika Daud pergi bertarung melawan Goliat, ia berhadapan dengan
seorang yang bertubuh tinggi besar. Goliat membawa sebuah perisai
yang besar. Bilamana seseorang memanahnya, Goliat menaruh perisai
itu di depannya dan anak panah itu pun akan tertangkis. Jika
seseorang mencoba memukul Goliat, ia menaruh perisainya di depannya
sehingga ia tidak terpukul. Dia dapat menangkis semua serangan yang
ditujukan kepadanya karena ada perisai yang melindunginya.
Nah ... Daud yang pemberani dan "berperisaikan" Tuhan dapat
mengalahkan Goliat, karena Daud menyerang bagian dahi dari Goliat
yang tidak terlindungi oleh perisai.
Perisai-perisai yang digunakan para prajurit pada zaman Alkitab agar
tidak terluka adalah buatan manusia. Perisai buatan manusia dapat
gagal melindungi manusia dari serangan musuh dan tidak dapat
melindungi seluruh bagian tubuh manusia. Buktinya, Goliat dapat
dikalahkan oleh Daud karena perisai itu tidak sempurna melindungi
kepalanya.
Tahukah kamu bahwa Allah adalah 'Perisai' kita yang sempurna? Allah,
'Perisai' kita yang akan melindungi seluruh tubuh kita dari ujung
rambut sampai ujung kaki. 'Perisai' itu tidak pernah gagal
melindungi kita.
Renungan Singkat tentang Perlindungan Allah:
--------------------------------------------
1. Menurut kamu, bagaimana Allah dapat diumpamakan dengan sebuah
perisai? Dari hal-hal apakah Ia melindungi kita?
2. Dapatkah kamu menyebutkan saat-saat di mana kamu memerlukan
perlindungan Allah? Apakah kamu meminta Dia melindungimu?
Allah berkata kepada Abraham, "Akulah perisaimu" (Kejadian 15:1).
Beberapa tahun kemudian penulis kitab Mazmur berkata, "Tuhan Allah
adalah matahari dan perisai" (Mazmur 84:12). Di bagian lain dalam
Alkitab, Allah juga menjelaskan bahwa kebenaran-Nya melindungi kita
dari panah api si iblis. Hal ini dinyatakan dalam Mazmur 91:4 dan
Efesus 6:14. Maukah kamu membacanya?
Renungan Singkat tentang Allah dan Kamu:
----------------------------------------
1. Apakah kamu tergoda untuk melakukan sesuatu yang salah minggu
ini? Iblis selalu menggoda kita, bukan?
Apakah kamu meminta Allah menolongmu?
2. Jika suatu waktu kamu tergoda untuk berbuat salah, mintalah Allah
menjadi 'Perisai'mu untuk melawan si iblis.
Bacaan Alkitab:
---------------
Efesus 6:10-18
Kebenaran Alkitab:
------------------
Tuhan akan menudungimu dan melindungimu. Kebenaran-Nya akan menjadi
'Perisai'mu (Mazmur 91:4).
Doa:
----
Ya Tuhan, seringkali saya tergoda untuk berbuat sesuatu yang
seharusnya tidak boleh saya lakukan. Terima kasih Tuhan, karena
Engkau telah menjadi 'Perisai'ku yang melindungi saya dari anak-anak
panah godaan si Iblis. Saya sangat senang karena saya dapat tinggal
dekat-Mu sehingga Engkau dapat melindungi saya. Amin!
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: 100 Renungan Singkat untuk Anak-anak
Pengarang : V. Gilbert Beers
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1986
Halaman : 38 - 39
**********************************************************************
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA
Dari: Haryono D. <hary2000(at)>
>Saya memiliki beberapa boneka tangan. Saya rindu menggunakannya,
>tapi tidak ada ide/naskah yang dapat saya jadikan bahan. Mungkin
>BINA ANAK dapat memberikan satu sumber/buku yang berisi naskah
>untuk boneka tangan. Terima kasih!
>Haryono D.
Redaksi:
e-BinaAnak secara khusus pernah membahas mengenai "Boneka Tangan".
Dalam edisi tersebut terdapat satu naskah cerita yang dapat
digunakan untuk pementasan boneka tangan, yaitu dalam edisi
e-BinaAnak no. 66/2002. Silakan simak arsipnya di:
==> http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/066/ atau
==> http://www.sabda.org/pepak/e-binaanak/066/
Buku Referensi yang dapat kami berikan adalah:
1. Judul Buku: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1
Penerbit : Gandum Mas, Malang
2. Judul Buku: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2
Penerbit : Gandum Mas, Malang
Dalam kedua buku tersebut, ada beberapa naskah dan ulasan khusus
mengenai boneka tangan. Anda dapat memperoleh buku-buku tersebut di
toko-toko buku Kristen.
Selain itu, dari e-JEMMi edisi 35/2000, 2 situs (berbahasa Inggris)
berikut ini dapat juga menjadi sumber sangat bagus bagi Anda:
1. PUPPET SCRIPTS (Berisi naskah-naskah untuk panggung boneka.)
==> http://www.zbh.com/puppet/
2. PUPPET PICKS (Pusat Informasi Boneka/Wayang yang memiliki banyak
link ke Situs-situs Kristen maupun sekuler.)
==> http://fox.nstn.ca/~puppets/picks.html
Bermacam-macam naskah drama yang sudah pernah muncul dalam
e-BinaAnak dapat pula diadaptasi untuk dipakai sebagai ide dalam
membuat satu naskah pementasan boneka tangan. Juga, bagi para
pembaca e-BinaAnak yang memiliki naskah untuk pementasan boneka
tangan, silakan kirimkan kepada Redaksi untuk dapat dibagikan/dimuat
melalui e-BinaAnak. Thanks!
**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
**********************************************************************
Staf Redaksi: Davida, Oeni, Ratri, dan Aris
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2003 YLSA
|