Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-BinaAnak > Edisi 58
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 01/Edisi 2002 | edisi berikut

e-BinaAnak edisi 58 (6-1-2002)

Guru Sekolah Minggu yang Baik

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><


Daftar Isi:                                     Edisi 058/Januari/2002
-----------
   o/ SALAM DARI REDAKSI
   o/ ARTIKEL            : Guru Sekolah Minggu yang Baik
                            * Panggilan Guru
                            * Kehidupan Guru
                               A. Pengalaman sebagai orang Kristen
                               B. Kepribadian
                               C. Teladan
                               D. Hubungan
                            * Pengetahuan Guru
                               A. Alkitab
                               B. Pokok-pokok yang bertalian
                               C. Sifat Khas Anak Didiknya
                               D. Teknik Mengajar
                               E. Kondisi Dewasa Ini
                            * Tanggung Jawab Guru
                               A. Sikap yang benar
                               B. Persiapan Diri Sendiri
                               C. Persiapan Pelajaran
   o/ TIPS MENGAJAR      : Peraturan untuk Guru yang Baik
   o/ KESAKSIAN          : Mengajar dengan Penuh Kasih
   o/ DARI MEJA REDAKSI  : PESTA di Awal Tahun 2002!!

**********************************************************************
Korespondensi dan kontribusi bahan kirimkan ke staf Redaksi di alamat:
    <submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
**********************************************************************
o/ SALAM DARI REDAKSI

  Salam dalam kasih Kristus,

  Sekali lagi segenap Redaksi e-BinaAnak mengucapkan selamat Tahun
  Baru 2002! Pada awal tahun ini kami ingin mengajak guru-guru Sekolah
  Minggu dan para pelayan anak untuk merenungkan kembali komitmen kita
  dalam melayani Tuhan. Untuk itu simaklah baik-baik sajian edisi ini
  yang bertema: "Menjadi Guru Sekolah Minggu yang Baik."

  Artikel utama yang kami sajikan cukup panjang, tapi sangat lengkap
  dan sarat dengan informasi-informasi yang sangat penting untuk
  kita renungkan bersama. Setiap point yang dibahas sangat mengena
  untuk mengingatkan kita akan panggilan dan tanggungjawab kita
  sebagai guru SM. Kami lengkapi sajian kami dengan tips mengajar
  dan kesaksian dengan tema yang sama.

  Selamat melayani,
  Tim Redaksi e-BinaAnak

  "Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam
       semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan
              menyelamatkan dirimu dan semua orang yang
                 mendengar engkau." (1 Timotius 4:16)

**********************************************************************
o/ ARTIKEL

                     GURU SEKOLAH MINGGU YANG BAIK
                     =============================

  Pengajaran Kristen (Sekolah Minggu) yang berhasil dimulai dari diri
  guru sendiri. Hal ini meliputi bakat, pribadi, persiapan dan
  hubungannya yang benar dengan Allah.

  Teknik dan peralatan juga penting. Seorang guru yang baik mengetahui
  cara menggunakannya. Tetapi guru sendirilah yang menjadi kunci bagi
  keefektifannya dalam menyampaikan kebenaran rohani.

  Guru akan banyak memberi kesempatan untuk menolong dan mempengaruhi
  kehidupan orang lain. Bagi guru, nilai-nilai kekal tercakup dalam
  pelayanannya dan gaya hidupnya yang akan terjalin dalam proses
  pengajaran yang diberikannya. Oleh karena itu tidak dapat disangkal
  bahwa untuk menjadi guru yang berhasil, guru harus memiliki
  panggilan dan kehidupan yang menunjang bagi tugas-tugasnya.

  PANGGILAN GURU
  ==============

  Panggilan dan sasaran guru terdapat dalam kata-kata Kristus,
  "Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu ... dan ajarlah mereka
  melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu ...."
  (Matius 28:19-20). Tugas mengajar itu diberikan secara terus terang
  dan sederhana -- pergi dan ajarlah. Dalam panggilan itu termasuk
  menjadikan orang-orang murid Yesus dan juga berpusat pada ajaran-
  ajaran Kristus.

  Sasaran pendidikan ialah agar mereka diajar dapat "melakukan segala
  sesuatu" atau mempraktekkan apa yang diajarkan. Hal itu lebih dari
  pada mendengarkan saja dan meminta lebih banyak daripada menghafal
  beberapa kebenaran tertentu saja. Guru mengajar agar tercipta
  akibat-akibat tertentu dalam kehidupan para murid. Kristus sendiri
  tidak sekedar menanamkan pengetahuan saja dalam diri para pendengar-
  Nya. Pengajaran-Nya mengubah aktivitas-aktivitas mereka yang diajar-
  Nya. Maka di sinilah terdapat surat penetapan seorang guru yang
  diperoleh dari Tuhannya. Pelayanan mengajar ialah panggilan yang
  suci.

  Kristus adalah teladan guru yang berhasil. Ada sesuatu yang telah
  diajarkan-Nya. Dia mengajar dengan penuh semangat dan wibawa. Dia
  memiliki keinginan dan sasaran seorang guru dan Dia telah mengilhami
  orang-orang Kristen dalam setiap generasi untuk mengajar orang lain.

  KEHIDUPAN GURU
  ==============

  Setiap guru Kristen yang ingin dipakai oleh Allah menghadapi tiga
  pertanyaan penting:
       - Apakah cara hidup saya ini memuliakan Allah?
       - Apakah berita saya berpusatkan Kristus?
       - Apakah ajaran saya dipenuhi kuasa Roh Kudus?
  Jika guru dapat mengiakan setiap pertanyaan di atas, maka ia akan
  banyak mendukung pelayanan pengajaran Gereja. Seperti Paulus, guru
  dapat mengatakan, "Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan
  kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh
  Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu,
  bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu." (1Tes. 1:5)

  Dalam pengajaran yang berhasil ada empat faktor penting yang secara
  langsung berkaitan dengan guru. Faktor-faktor tersebut meliputi
  pengalamannya sebagai orang Kristen, pengabdian kepribadiannya
  kepada Kristus, teladan gaya hidupnya, dan hubungannya dengan mereka
  yang diajar.

  A. Pengalaman sebagai orang Kristen
  -----------------------------------
  Dalam arti yang paling sederhana dapat dikatakan bahwa mengajar
  ialah membagikan dengan orang-orang lain apa yang telah dialaminya.
  Untuk menyampaikan Kristus dan berita-Nya, guru harus mengenal Yesus
  Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhannya.

  Ketika seorang pedagang terkenal diminta untuk menunjukkan beberapa
  tokoh pedagang, dia menyebutkan nama Paulus, Luther, Wesley,
  Whitefield, Spurgeon, dan Moody. "Orang-orang ini berhasil sekali
  sebagai pedagang," katanya, "karena mereka menaruh kepercayaan penuh
  pada perusahaan yang diwakilinya dan yakin sungguh bahwa barang-
  barangnya dibutuhkan. Hal ini menimbulkan keberanian dan semangat di
  dalam diri mereka, sehingga meminta dan memikat perhatian. Akibatnya
  mereka sibuk terus melayani pesanan."

  Guru Kristen dewasa ini mewakili Kristus yang sama. Manusia masih
  membutuhkan Firman Allah. Demikian pula, keberhasilannya bergantung
  pada semangat guru untuk melaksanakan tugasnya, dan semangatnya itu
  akan sepadan dengan imannya.

  1. Iman Pada Allah
     Iman seorang guru Kristen harus lebih daripada sekedar percaya
     kepada Allah. Imannya kepada Tuhan Yesus Kristus harus aktif dan
     hidup -- iman yang agresif dan berkemenangan. Iman seorang guru
     Kristen yang efektif haruslah iman yang aktif.

  2. Iman Pada Alkitab
     Berkali-kali Yesus mengatakan, "Ada tertulis." Ia tahu bahwa
     "oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah"
     (2 Petrus 1:21). Pengkhotbah, penginjil dan guru-guru di gereja
     yang efektif memperoleh pendiriannya melalui iman yang tak
     tergoyahkan akan Firman Allah yang tertulis. Mereka tidak
     mempunyai kepastian yang bersemangat itu kalau mereka tidak
     percaya bahwa Alkitab itu Firman Allah. Allah telah menulis
     kepada manusia. "Segenap Alkitab itu sudah jadi dengan ilham
     Allah," dan keindahan serta keajaiban berita itu seharusnya
     menggetarkan hati setiap guru.

  3. Iman Pada Panggilan Allah
     Seorang guru harus menyadari bahwa ia telah dipanggil Allah untuk
     mengajar. Pelayanan yang telah ditetapkan ini teramat penting,
     karena inilah cara Allah untuk melaksanakan tujuan-Nya di atas
     bumi. Mengetahui bahwa Allah telah mengkhususkan seseorang untuk
     tugas ini memberikan motivasi yang dinamis dan menjamin
     keberhasilan.

  B. Kepribadian
  --------------
  Seseorang yang menyerahkan dirinya kepada Allah menguatkan
  kepribadiannya sendiri. Bakat dan kemampuannya diperkaya oleh Tuhan
  dan Pencipta kehidupan. Kehidupan Paulus menjadi berguna dan efektif
  karena penyerahannya kepada Yesus. Karena ia sendiri telah mengalami
  kenyataan Injil itu, ia menjadi lebih terbuka tentang kebutuhan-
  kebutuhan hidupnya sendiri (1 Timotius 1:15) dan lebih memperhatikan
  orang lain. Setiap orang yang berhubungan dengan dia terpengaruh
  oleh kehidupannya karena kuasa Roh Kudus sangat nyata di dalam
  dirinya. Setiap guru Kristen perlu bertumbuh menuju kepribadian
  yang matang seperti Kristus.

  C. Teladan
  ----------
  Teladan yang diberikan oleh seorang guru bisa bertentangan, atau
  menegaskan apa yang diajarkannya. Sikap guru dan hal-hal yang
  dikatakan dan dibuatnya -- meskipun tidak direncanakan -- sangat
  berkesan pada hati murid-muridnya. Inilah yang kadang-kadang
  dinamakan mengajar secara kebetulan, namun itu sangat penting.

  Guru mungkin menekankan pentingnya Firman Allah, tetapi jika dia
  senantiasa mengajar dari buku pelajaran saja dan tidak membuka
  Firman Allah, maka dia menentang apa yang dikatakannya. Ia boleh
  mengajarkan bahwa memberi persembahan termasuk tindakan ibadah,
  tetapi jika ia dengan tergesa-gesa mengakhiri acara memberi
  persembahan, maka ia membatalkan ajarannya. Guru bisa berbicara
  mengenai cinta, tetapi jika ia bersikap tidak ramah terhadap rekan
  guru atau keluarganya sendiri ia tidak bisa mengharapkan hasil-hasil
  yang positif dari pengajarannya. Teladan guru merupakan bagian
  penting dari proses mengajar.

  D. Hubungan
  -----------
  Faktor yang juga menentukan keberhasilan seorang guru ialah hubungan
  seorang guru dengan anak didiknya. Mengajar meliputi hubungan
  pribadi dan persahabatan yang akrab antara pengajar dan muridnya.
  Kasih seorang guru masih dikenang setelah fakta-fakta yang
  diajarkannya lama berlalu. Seorang guru tidak bisa berpura-pura
  menaruh perhatian terhadap kesejahteraan para muridnya, demikian
  juga kurangnya perhatian dari guru pasti akan ketahuan. Pemimpin
  muda yang kaya, yang menolak ajaran Kristus, masih membawa sertanya
  kepastian tentang kasih Kristus.

  PENGETAHUAN GURU
  ================

  Seorang guru yang baik menyadari pentingnya jabatan guru dan ia akan
  berusaha memenuhi persyaratan untuk jabatannya itu. Mereka yang
  menghargai kedudukan guru juga mengerti perlunya persiapan.

  Orang-orang yang ahli dalam bidang tertentu menghabiskan waktu
  bertahun-tahun untuk mempelajari bidangnya serta menerapkannya.
  Seorang dokter tidak mungkin punya waktu untuk "membaca bukunya"
  dulu sementara nadi pasien terpotong dan darahnya, yaitu sumber
  hidupnya, mengalir keluar. Dokter itu harus mengetahui apa yang
  harus dilakukannya, kalau tidak akan melayanglah nyawa pasiennya.
  Satu kesalahan saja bisa mengakibatkan kematian. Demikianlah halnya,
  apabila seorang guru memberi bimbingan tentang kebenaran rohaniah.

  Masa pengajarannya terlalu singkat. Setiap menit harus dimanfaatkan
  sebaik-baiknya. Hanya guru yang terlatih dapat memanfaatkan saat-
  saat yang indah itu dengan sebaik-baiknya. Karena alasan inilah,
  setiap guru perlu mempunyai persiapan yang cukup dalam tiap-tiap
  bidang berikut ini.

  A. Alkitab
  ----------
  Untuk bisa mengajarkan Alkitab secara efektif seorang guru harus
  memiliki pengetahuan yang praktis akan ke-66 kitab di Alkitab. Ia
  harus mengetahui semuanya, terutama apabila kitab-kitab itu
  berkaitan dengan Kristus. Dalam pengajarannya, Paulus seringkali
  menunjukkan Kristus sebagai teladan yang patu