Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta/120

Berita PESTA edisi 120 (30-6-2017)

Juni 2017

Berita PESTA -- Edisi 120, Juni 2017
 
SABDA PESTA
Berita PESTA -- Edisi 120, Juni 2017

DAFTAR ISI

 
EDITORIAL

Salam damai sejahtera,

Pada akhir semester I/2017 ini, tim PESTA sungguh bersyukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya dalam pelayanan kami. Melalui tim PESTA, Tuhan terus bekerja menolong sehingga pendidikan teologi berdasarkan kebenaran Alkitab dapat diberikan kepada masyarakat Kristen awam, baik di Indonesia maupun luar negeri. Ia yang empunya ladang terus mengirimkan domba-domba-Nya untuk dididik dan didewasakan melalui pelayanan PESTA.

Simaklah sajian Berita PESTA di penghujung semester ini untuk melihat setiap kegiatan yang sedang berlangsung. Kami juga mengajak Pembaca berdoa bagi pelayanan ini agar Tuhan memakai kami untuk memuridkan orang Kristen dan Ia juga berkenan mengirimkan pekerja-pekerja-Nya untuk bergabung dalam tim PESTA. Simak pula artikel dengan judul "Melakukan Misi dengan Allah". Dengan belajar teologi, kiranya Roh Kudus menggerakkan hati kita untuk semakin terlibat dalam pekerjaan misi. Marilah kita mengambil bagian untuk mewartakan Injil-Nya kepada sesama kita yang belum mengenal Kristus. Terpujilah Allah!

Pemimpin Redaksi Berita PESTA,
Amidya

Amidya
Situs PESTA

 
BERITA PESTA & POKOK DOA

1. Pendaftaran Kelas DIK September/Oktober 2017 Melalui Situs e-Learning PESTA

Situs e-learning PESTA

Sebagaimana pernah kami informasikan kepada Sahabat setia PESTA bahwa YLSA telah meluncurkan situs e-Learning PESTA sebagai "kelas virtual" yang lebih interaktif dan efektif bagi peserta untuk dapat mengikut dan melakukan kegiatan-kegiatan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas PESTA. Oleh karena itu, pada semester II ini, PESTA berkomitmen untuk mulai memanfaatkan situs e-Learning PESTA ini pada kelas Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK) September/Oktober 2017. Dengan situs ini, Anda bisa lebih mudah untuk mendaftarkan diri, yaitu dengan mengisi formulir pendaftaran yang terdapat pada kanal Mendaftar. Peserta yang telah terdaftar akan mendapatkan email konfirmasi dan akun yang dapat digunakan untuk mengakses kelas virtual DIK. Di dalamnya, Anda dapat mengunduh bahan DIK dan langsung mengerjakan tugas-tugas yang ada sesuai dengan petunjuk. Sebelumnya, Anda juga dapat terlebih dahulu berjelajah dalam situs ini dan mengunduh berbagai modul PESTA yang telah tersedia tanpa perlu mendaftarkan diri pada kelas tersebut. Selamat menjelajah dan ajak juga teman-teman yang belum mengikuti kelas DIK untuk mendaftar.

2. Publikasi 40 Hari Mengasihi Bangsa dalam Doa untuk #PESTA_Syafaat

Kelas PKS

#PESTA_Syafaat adalah salah satu bagian hashtag di Fan Page PESTA. Khusus sampai awal Juni 2017, kami telah mem-posting bahan doa dari Publikasi 40 Hari Mengasihi Bangsa dalam Doa untuk mendorong seluruh sahabat PESTA bersyafaat bagi pekerjaan misi dunia. Pokok-pokok yang diposting dalam Fan Page PESTA ini diharapkan dapat menjadi "penggerak doa" di tempat kita berada, baik di gereja, persekutuan doa, tempat bekerja, maupun tempat lainnya. Mari kita bersiap melihat Tuhan menjawab doa kita dan berkarya di antara umat-Nya yang belum mendengar Kabar Baik.

3. Ayub Arifin Tanjung Mengakhiri Pelayanan di YLSA

Melalui berita ini, kami ingin memberi tahu sahabat PESTA bahwa sejak awal Juni 2017, Ayub Arifin Tanjung telah mengakhiri pelayanannya di YLSA. Hal ini berarti Ayub juga sudah tidak lagi melayani di tim PESTA, baik sebagai staf maupun moderator PESTA. Ayub akan melanjutkan studinya di Jakarta. Pada kesempatan ini, segenap pengurus YLSA dan PESTA mengucapkan terima kasih atas pelayanan Ayub. Mari kita doakan agar Tuhan menyertai Ayub sehingga bisa terus mengasihi Tuhan dan memelihara panggilan-Nya dengan taat dan setia.

 
ARTIKEL: MELAKUKAN MISI DENGAN ALLAH

Allah sedang bermisi. Dia sedang bermisi di sepanjang sejarah untuk mencapai tujuan-Nya di seluruh bumi. Setiap kali kita melihat Tuhan dalam Alkitab, Dia bertindak sesuai dengan tujuan-Nya: menyatakan diri-Nya sendiri agar nama-Nya dimuliakan, Kerajaan-Nya ditegakkan, dan orang-orang dari segala suku bangsa dapat diperdamaikan dengan diri-Nya.

Allah Menyatakan Dirinya untuk Mendamaikan Dunia dengan Diri-Nya

Allah telah memilih untuk menyatakan diri-Nya, tujuan-Nya, dan cara-Nya melibatkan umat-Nya bersama dengan Dia seraya mengundang seluruh suku bangsa di dunia untuk mengenal Dia dan beribadah kepada-Nya.

The Calling of Abraham

1. Melalui Abraham, Allah menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan yang Mahakuasa dan Pemelihara, yang ingin memberkati segala suku bangsa di dunia melalui umat-Nya.

2. Melalui Musa, Allah menyatakan diri-Nya sebagai AKU ADALAH AKU, yang rencana-Nya adalah untuk menyatakan kemuliaan-Nya kepada seluruh bumi melalui umat-Nya, yang merupakan imamat rajani bagi segala bangsa.

3. Melalui Daud, Allah menyatakan bahwa keturunan-Nya akan memerintah segala bangsa dan Kerajaan-Nya akan meliputi semua manusia.

4. Melalui Yesus, Allah menyatakan kasih dan tujuan-Nya untuk mendamaikan dunia dengan diri-Nya melalui inkarnasi, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Kristus.

5. Melalui Paulus, Allah menyatakan bahwa misteri segala zaman adalah Dia memasukkan segala suku bangsa dalam penebusan-Nya.

6. Melalui Yohanes, Allah menyatakan bahwa orang-orang dari segala bangsa, suku, dan bahasa akan selamanya beribadah kepada-Nya.

Dia sedang terus berkarya di sepanjang waktu sampai pada akhir zaman mendatangkan penyataan ini, mendamaikan semua suku bangsa dengan diri-Nya. Ketika misi ini digenapi, misi ini bukan hanya akan menjadi ekspresi pujian yang paling penuh dari dunia, misi ini akan menjadi penyataan kasih Allah yang terbesar.

Allah Memulai Karya-Nya Melalui Umat-Nya

Allah telah memprakarsai setiap bagian dari karya-Nya di sepanjang sejarah. Alih-alih menjalankan misi-Nya sendirian, Allah memilih untuk mencapai misi-Nya dengan cara yang sangat pribadi. Dia memilih untuk melibatkan umat-Nya dengan Dia, bekerja melalui mereka untuk mencapai tujuan-Nya. Ketika Dia akan mengambil langkah selanjutnya untuk memajukan misi-Nya, Dia datang kepada satu atau lebih pelayan-Nya. Dia memberi tahu mereka apa yang akan dilakukan-Nya. Dia mengundang mereka untuk bergabung bersama Dia, meminta mereka untuk menyesuaikan hidup mereka bagi Dia agar Dia dapat mencapai setiap aspek dari misi-Nya melalui mereka. Nabi Amos menunjukkan bahwa, Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi (Amos 3:7). Ketika Allah sudah siap untuk menghakimi dunia, Dia datang kepada Nuh. Dia ingin memuliakan diri-Nya dengan memelihara keadilan di bumi. Dia ingin melakukannya melalui Nuh. Ketika Allah siap untuk memisahkan suatu umat bagi diri-Nya, Dia datang kepada Abraham. Allah ingin melakukan kehendak-Nya melalui Abraham. Ketika Allah mendengar tangisan anak-anak Israel dan memutuskan untuk menyelamatkan mereka, Dia menampakkan diri kepada Musa. Allah datang kepada Musa karena tujuan-Nya. Dia berencana untuk menyelamatkan Israel melalui Musa dan menyatakan tujuan-Nya bagi mereka. Ketika Dia bekerja melalui Musa dan Israel, Allah menyatakan diri-Nya kepada seluruh dunia. Pengalaman Musa merupakan ilustrasi yang baik tentang bagaimana Allah berurusan dengan umat-Nya. Di seluruh Perjanjian Lama dan Baru, Allah bekerja dalam cara yang sama seperti Dia bekerja dengan Musa, mengundang umat-Nya untuk bermisi bersama dengan Dia. Cara-Nya juga sama sampai hari ini. Allah menyatakan diri-Nya kepada kita agar kita dapat mengenal Dia secara pribadi. Kemudian, Dia memulai suatu hubungan dengan kita dan mengundang kita bergabung bersama dengan Dia. Ketika Allah menyatakan Diri-Nya kepada kita, kita sering mengalami krisis kepercayaan yang membutuhkan penyesuaian yang besar dalam hidup kita agar kita dapat berhubungan dengan Dia dan misi-Nya. Seraya kita membuat perubahan itu dan menaati-Nya, Dia menggerakkan kita ke dalam aktivitas-Nya untuk mengalami Dia dan menikmati betapa pentingnya berada dalam misi bersama dengan Allah.

Yesus mengasihi dunia

Yesus: Melakukan Misi dengan Bapa-Nya

Allah ingin kita seperti Yesus yang selalu menaati Dia. Yesus menunjukkan melalui hidup-Nya bahwa Dia bergabung bersama Bapa dalam misi-Nya. Yesus mengumumkan bahwa Dia datang bukan untuk melakukan kehendak-Nya, tetapi kehendak Bapa yang telah mengutus Dia (Matius 26:42; Yohanes 4:34, 5:30, 6:38, 8:29, 17:4). Untuk mengenal kehendak Bapa, Yesus mengatakan Dia memperhatikan apa yang Bapa-Nya sedang lakukan. Yesus kemudian bergabung dengan Bapa-Nya untuk melakukan hal tersebut: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak (Yohanes 5:17-19). Yesus mendengar apa yang Bapa katakan, dan apa pun yang Dia dengar dari Bapa itulah yang akan dikatakan-Nya (Yohanes 14:10-11). Yesus tidak mengambil inisiatif, tetapi bergantung pada Bapa yang menyatakan tentang diri-Nya dan apa yang sedang dilakukan-Nya (Yohanes 17:6-8) dan Dia memberi kesaksian tentang Bapa, dan Bapa bekerja melalui Dia (Yohanes 14:10). Bapa mengasihi Anak dan melakukan inisiatif untuk datang kepada-Nya dan menyatakan apa yang Dia (Bapa) sedang lakukan, atau akan lakukan. Yesus terus mencari apa yang sedang Bapa lakukan di sekitar Dia agar Dia dapat menyatukan hidup-Nya dengan misi Bapa-Nya.

Mengenal dan Bekerja dengan Cara Allah

Bahkan, pembaca Alkitab yang acuh tak acuh dapat melihat bahwa cara dan rencana Allah begitu berbeda dari cara manusia mencapai tujuan mereka. Allah berkata, Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku (Yesaya 55:8). Menurut jalan mereka, manusia mencapai tujuan melalui efisiensi dan kecerdikan mereka. Bersama Allah dalam misi-Nya, Anda harus mengikuti prinsip-prinsip Kerajaan untuk mencapai tujuan-tujuan Kerajaan. Cara kita mungkin terlihat baik bagi kita. Kita mungkin cukup berhasil dalam pencapaian yang terbatas. Ketika kita berusaha mengerjakan pekerjaan Allah dengan cara kita, kita tidak akan pernah melihat kuasa Allah dalam pekerjaan kita, dan dunia tidak akan melihat Allah menyatakan diri-Nya melalui apa yang kita lakukan tersebut. Hanyalah melalui kuasa Allah, orang dapat datang mengenal dan beribadah kepada Allah. Ketika Allah mencapai tujuan-Nya dengan cara-Nya melalui kita, orang akan datang untuk mengenal Allah. Mereka akan mengenali bahwa apa yang telah terjadi hanya bisa dijelaskan oleh Allah. Dia yang akan menerima kemuliaan! Belajar mengikuti cara Allah mungkin lebih penting daripada membuat berbagai upaya yang tulus untuk melakukan kehendak-Nya. Allah ingin sekali menyatakan cara-Nya kepada kita karena hanya melalui cara-Nya tujuan-Nya dapat dicapai. Allah ingin menyelesaikan pekerjaan-Nya melalui Anda. Dia hanya dapat melakukannya jika Anda menyesuaikan kehidupan Anda bagi Dia dan cara-Nya. Mulailah mencari bagaimana Allah menyambut Anda untuk bergabung dengan Dia dan mengalami Dia. Dia telah melibatkan umat-Nya dalam misi bersama dengan Dia dalam cara yang sama di sepanjang sejarah.

Misi Global

Mengenal dan Melakukan Kehendak Allah

Bagaimana Anda dapat mengetahui kehendak Allah? Karena misi yang sejati adalah misi Allah, maka tidak ada misi yang berbeda bagi kita, Anda dan saya, bagi orang yang hidup ribuan tahun yang lalu, atau bagi orang percaya di bagian dunia yang lain. Dia tidak ingin ada orang yang binasa. Misi Allah adalah memuliakan nama-Nya, menegakkan kerajaan-Nya, dan mendamaikan dunia dengan diri-Nya. Dalam tujuan global yang besar ini, Allah tidak meninggalkan Anda menebak apa yang menjadi kehendak-Nya. Karena Dia ingin memiliki hubungan kasih dengan Anda, Anda tidak dapat mengetahui kehendak-Nya tanpa mengenal Dia lebih baik. Seraya Anda semakin mengenal-Nya dengan lebih baik, Dia menyatakan kehendak-Nya dengan cara yang lebih jelas. Dan, Anda juga ikut berubah. Anda akan menemukan bahwa Anda ingin melakukan kehendak-Nya lebih lagi (Filipi 2:13). Bermisi dengan Allah membuat Anda akan mengalami bahwa Allah itu kasih. Kehendak-Nya selalu yang terbaik. Dia menginginkan suatu hubungan kasih dengan Anda sehingga Anda dapat bergabung dengan-Nya dalam misi-Nya. Bermisi dengan Allah membuat Anda mengalami bahwa Allah itu mahatahu. Arahan-Nya selalu tepat. Dia menyatakannya ketika Anda taat kepada-Nya. Bermisi dengan Allah, membuat Anda akan mengalami bahwa Allah itu mahakuasa. Dia memampukan Anda untuk mencapai kehendak-Nya ketika Anda bergantung sepenuhnya kepada Dia. Biarkan Allah mengarahkan Anda kepada diri-Nya dan kemudian Anda akan diarahkan kepada kehendak-Nya. Pelayan tidak mengatakan kepada Tuannya tugas apa yang dia butuhkan. Pelayan menanti penugasan dari Tuannya. Ketika Anda menaati Dia, Allah akan mempersiapkan Anda bagi tugas yang tepat bagi Anda.

Audio Melakukan Misi dengan Allah

Diambil dari:
Nama situs : Perspektif​.​co
Alamat situs : http://perspektif.co/Melakukan_​Misi_​dengan_​Allah
Judul asli artikel : Melakukan Misi dengan Allah
Penulis artikel : Henry T. Blackaby & Avery T. Wilis, Jr.
Tanggal akses : 3 Juni 2017
 

Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr')
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan Berita PESTA.

Redaksi: Amidya dan Yulia
Kontak | Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2017 -- Yayasan Lembaga SABDA

 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org