Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/berita_pesta/96

Berita PESTA edisi 96 (24-6-2015)

Juni/2015


Berita PESTA -- Edisi 96, Juni 2015

DAFTAR ISI
BERITA PESTA + POKOK DOA:
1. Informasi Kelas PESTA Mei/Juni 2015
2. Memperlengkapi Diri dengan Training
3. Ajak Keluarga, Saudara, dan Sahabat Anda Bergabung dalam Kelas DIK!
ARTIKEL: JADIKANLAH SEMUA BANGSA MURID-KU, SEBAB SEGALA KUASA ADALAH MILIK YESUS
STOP PRESS: BERGABUNGLAH DENGAN FACEBOOK BIO-KRISTI


Salam kasih dalam Kristus,

Kami sungguh mengucap syukur kepada Tuhan karena kami dapat kembali 
menyapa pembaca Berita PESTA dengan penuh sukacita. Pada edisi kali 
ini, kami menyajikan sebuah artikel mengenai pekerjaan misi dan cara 
kita ambil bagian dalam pekerjaan tersebut. Kami juga mengajak Anda 
untuk mengikuti berita kegiatan PESTA bulan Juni, dan berharap Anda 
juga tertarik untuk mengajak keluarga, sahabat, dan saudara Anda untuk 
bergabung di PESTA. Jika ada pertanyaan tentang PESTA, silakan 
mengontak kami melalui email di: < kusuma(at)in-christ.net >. Selamat 
menyimak. Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi Berita PESTA,
Amidya
< amidya(at)in-christ.net >
< http://pesta.org >


                             BERITA PESTA

1. Informasi Kelas PESTA Mei/Juni 2015

Kami sungguh mengucap syukur kepada Tuhan karena pada bulan Mei/Juni 
2015, PESTA dapat membuka dua kelas diskusi, yaitu kelas Dasar-Dasar 
Iman Kristen (DIK) dan Penulis Kristen yang Bertanggung Jawab (PKB). 
Kelas DIK diikuti oleh 19 peserta, dan saat ini, diskusi masih sedang 
berlangsung. Sementara itu, kelas PKB diikuti oleh 20 peserta, 
khususnya orang-orang yang rindu menjadi penulis. Kami berharap, 
kiranya peserta DIK dan PKB dapat belajar dengan sebaik mungkin 
sehingga pengetahuan dan keterampilan mereka bertambah. Dengan 
demikian, mereka dapat melayani di tempat mereka masing-masing dengan 
pengetahuan yang telah mereka dapatkan selama mengikuti PESTA.

Pokok doa: Mari kita berdoa kepada Tuhan Yesus agar Ia mengaruniakan 
hikmat kepada peserta kelas DIK dan PKB sehingga mereka dapat belajar 
dengan baik dan mengaplikasikan nilai-nilai kristiani dalam hidup 
mereka sehari-hari.

2. Memperlengkapi Diri dengan Training

Pada bulan ini, tim PESTA berkesempatan untuk mengikuti Program 
Intensif dengan tema "Lord`s Prayer" yang disampaikan oleh Pdt. Liem 
Kok Han. Hasil yang kami peroleh, kami semakin memahami makna Doa Bapa 
Kami. Harapan kami, tim PESTA akan terus diperlengkapi dengan 
training-training supaya semakin mampu menangani pertanyaan-pertanyaan 
teologia. Lebih dari itu, kami juga dipacu untuk belajar sehingga 
semakin mampu melayani secara bertanggung jawab.

Pokok doa: Mari berdoa agar Tuhan Yesus menolong dan menambahkan 
hikmat kepada tim PESTA melalui training-training yang diikuti 
sehingga semakin sungguh-sungguh melayani Tuhan.

3. Ajak Keluarga, Saudara, dan Sahabat Anda Bergabung dalam Kelas DIK!

Jika Anda memiliki anggota keluarga, saudara, dan sahabat yang rindu 
belajar teologia, ajaklah mereka bergabung di kelas Dasar-Dasar Iman 
Kristen. Sangat penting bagi setiap orang Kristen untuk mengetahui 
prinsip-prinsip iman Kristen supaya ia semakin bersungguh-sungguh 
dalam menjalani kehidupannya di hadapan Tuhan. PESTA adalah wadah 
tempat orang Kristen awam memiliki kesempatan untuk belajar teologia 
tanpa harus meninggalkan rumah dan pekerjaan mereka. Silakan 
mengirimkan nama lengkap dan email mereka kepada Kusuma dengan alamat 
< kusuma(at)in-christ.net >. Tunggu apa lagi, mari kita mendorong 
keluarga, saudara, dan sahabat kita untuk belajar teologia secara 
daring. To God be the Glory!

Pokok doa: Mari kita berdoa untuk para alumni PESTA, kiranya Tuhan 
mendorong mereka untuk mengajak keluarga, saudara, dan sahabat mereka 
untuk belajar dasar-dasar iman Kristen di PESTA secara daring.


 ARTIKEL: JADIKANLAH SEMUA BANGSA MURIDKU, SEBAB SEGALA KUASA ADALAH
                            MILIK YESUS

Sebelum Yesus menuntut para pengikut-Nya untuk pergi dan menjadikan 
seluruh bangsa murid-Nya, Ia memberikan justifikasi untuk misi yang 
tampaknya sombong. Ia berkata, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa 
di sorga dan di bumi." (Matius 28:18) Pengikut Yesus hari ini meminta 
kepada pengikut dari tuan lain untuk bertobat dan berpaling dan 
mengikut Yesus berdasarkan seluruh otoritas Yesus dalam alam semesta.

Apakah Otoritas Itu?

Otoritas berkenaan dengan hak dan kuasa untuk memegang kendali di 
dalam relasi yang diberikan. Seorang ayah mempunyai otoritas atas 
anak-anaknya, tetapi tidak terhadap tetangganya. Seorang letnan dalam 
ketentaraan mempunyai otoritas atas peletonnya, tetapi tidak terhadap 
komandan kompinya. Seorang guru mempunyai otoritas atas murid-murid di 
dalam kelas, tetapi tidak terhadap orang tua murid-muridnya. Seorang 
manajer kantor mempunyai otoritas atas sekretarisnya, tetapi tidak 
terhadap CEO-nya.

Kita melihat gambaran dari arti otoritas dalam kisah Yesus yang 
bertemu dengan seorang perwira Romawi. Perwira ini ingin Yesus 
menyembuhkan hambanya yang sakit, tetapi ia merasa tidak layak 
menyambut Yesus dalam rumahnya. Karena itu, ia berkata kepada Yesus, 
"Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja 
sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang 
bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada 
salah seorang prajurit itu: Pergi! Maka ia pergi, dan kepada seorang 
lagi: Datang! Maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini! 
Maka ia mengerjakannya." (Matius 9:8-9) Dengan perkataan lain, 
otoritas adalah hak dan kuasa untuk membuat bawahanmu melakukan apa 
yang kamu minta mereka lakukan.

Itulah otoritas yang dimiliki Yesus atas setiap orang dan setiap hal. 
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi." Frasa 
"surga dan bumi" meliputi semuanya. Oleh sebab itu, setiap orang dan 
setiap hal berada di bawah Yesus; setiap manusia, setiap malaikat, 
setiap roh jahat, dan Setan sendiri, dan segala yang ada di bumi dan 
apa yang terjadi di dalamnya.

Otoritas Total dari Yesus

Kita telah menyaksikan hal ini diilustrasikan pada masa pelayanan 
Yesus di dunia. Ia mempunyai otoritas untuk mengampuni dosa, yang 
hanya dapat dilakukan oleh Allah; maka Ia dituduh melakukan hujat 
(Markus 2:7-12). Kita melihat cara Dia mengajar orang dan cara Dia 
mengajarkan Alkitab: "Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia 
mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli 
Taurat." (Markus 1:22; Matius 5:17-18) Kita melihatnya di dalam cara 
Dia mengusir Setan (Matius 4:10) dan memerintah roh-roh jahat: "Roh-
roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." (Markus 
1:27)
Kita melihat cara Dia memerintahkan kuasa-kuasa alam melalui 
menyembuhkan segala macam penyakit (Matius 4:23) dan mengubah air 
menjadi anggur (Yohanes 2:9, 4:46) dan meredakan badai: "Ia pun 
bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: `Diam! 
Tenanglah!` Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali." 
(Markus 4:39)

Kita melihat otoritas Yesus atas hal mati dan hidup, baik hidup-Nya 
maupun hidup orang lain -- dan yang terpenting di dalam hidup yang 
kekal. Ia membangkitkan orang dari kematian (Markus 5:41-42; Lukas 
7:14-15; 
Yohanes 11:43-44) dan berkuasa atas kematian dan kebangkitan-
Nya: "Tidak seorang pun mengambil (hidup-Ku) daripada-Ku, melainkan 
Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa 
memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali." (Yohanes 10:18) Dan, 
Ia memegang kendali di dalam penghakiman terakhir. Ia mengatakan bahwa 
Allah Bapa "telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena 
Ia adalah Anak Manusia" (Yohanes 5:27). Dan, Allah telah "memberikan 
kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan 
memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah (Allah) berikan 
kepada-Nya" (Yohanes 17:2).

Bagaimana Yesus Menyatakan Tuntutannya kepada Dunia?

Tidak ada otoritas lain selain otoritas Yesus. Ia mempunyai hak dan 
kuasa untuk menuntut kesetiaan dari setiap manusia yang ada. Sebagai 
Tuhan atas semesta alam, Yesus menuntut setiap orang dari setiap 
bangsa dan setiap agama untuk menjadi murid-Nya. Cara Yesus mengejar 
klaim universal atas setiap manusia ialah dengan mengutus pengikut-
pengikut-Nya untuk menjadikan murid-murid dari segala bangsa. Setelah 
mengatakan bahwa kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan 
di bumi, Ia berkata, "Karena itu ...." Kata itu menunjukkan bahwa 
bukan saja otoritas universal-Nya yang menjadi dasar klaim universal-
Nya atas setiap orang, tetapi juga cara Dia menyatakan klaim-Nya 
kepada mereka yang mengikuti Dia dalam ayat berikutnya.

Selanjutnya ialah suatu amanat bahwa pengikut-pengikut-Nya pergi dan 
melakukan pemuridan. "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa 
murid-Ku." (Matius 28:19) Dengan kata lain, Yesus tidak menyatakan 
klaim-Nya kepada seseorang secara langsung dari surga. Ia menyatakan 
klaim-Nya atas orang-orang melalui pengikut-pengikut-Nya. Ia 
menetapkan prinsip-Nya ketika Ia masih di dunia: "Aku berkata 
kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia 
menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang 
mengutus Aku." (Yohanes 13:20; Matius 10:40) Benar sekali Ia berkata, 
"Aku akan mendirikan jemaat-Ku," (Matius 16:18) dan "Ada lagi pada-Ku 
domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus 
Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku" (Yohanes 10:16). 
Ya, Ia melakukannya sendiri. Namun, Ia tidak mengartikan bahwa Ia akan 
melakukannya langsung dari surga tanpa utusan. Kita mengetahuinya 
karena ketika Ia berdoa untuk gereja yang akan datang di Yohanes 
17:20,
Ia menggambarkannya sebagai "orang-orang yang percaya kepada-Ku 
oleh pemberitaan mereka".

Misi Ini Berlangsung Hingga Akhir Zaman

Dengan kata lain, Yesus mendirikan jemaat-Nya dan mengumpulkan kawanan 
domba-Nya dari antara bangsa-bangsa di dunia "melalui pemberitaan" 
mereka yang diutus-Nya. Jadi, otoritas universal Yesus menetapkan 
suatu misi yang akan berlangsung sepanjang sejarah dan berlaku untuk 
semua manusia: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku 
.... Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir 
zaman." (Matius 28:19-20) Perkataan "sampai kepada akhir zaman" 
menunjukkan bahwa misi ini akan terus berlangsung sampai Yesus datang 
kembali. Tuntutan-Nya bukan hanya diberikan kepada generasi murid yang 
pertama. Misi ini akan berlangsung selama janji untuk menopang misi 
ini berlaku. Dan, janji itu adalah: Yesus yang mempunyai semua 
otoritas itu akan menyertai kita "sampai kepada akhir zaman". Selama 
masih ada waktu, selama masih ada bangsa-bangsa untuk diajar, tuntutan 
Yesus untuk pergi melakukan pemuridan tetap berlaku.

Pengikut-Pengikut Yesus Berkata-Kata Atas Nama-Nya

Ini berkenaan dengan beberapa hal. Pertama, bahwa klaim Yesus yang 
eksklusif akan dilakukan bukan saja oleh Dia, melainkan juga oleh 
pengikut-pengikut-Nya. Yesus mengklaim bahwa Dialah satu-satunya Tuhan 
atas semesta alam ini dan setiap orang dari setiap bangsa dan setiap 
agama atau yang tidak beragama harus menjadi murid-Nya. Klaim ini 
sekarang diberikan kepada para utusan-Nya untuk menjadikan murid dari 
antara segala bangsa dan segala agama di dalam dunia. Yesus mengutus 
pengikut-pengikut-Nya untuk pergi dan menjadikan murid dari segala 
bangsa, apa pun agama mereka itu -- Yudaisme, Hindu, Buddha, Islam, 
Animis, Ateis, Agnostik. Ia mengirim pengikut-pengikut-Nya, dengan 
didukung oleh otoritas universal-Nya, untuk pergi dan memanggil semua 
orang dari setiap bangsa dan setiap agama untuk berpaling dan menjadi 
murid-murid Yesus.

Ini berarti, pada zaman relativisme (seperti zaman kita sekarang), 
ketika orang tidak menghargai kebenaran yang objektif dan tidak mau 
berubah, pengikut-pengikut Yesus akan dituduh sebagai orang yang 
arogan. Murid-murid akan memberitakan bahwa Yesus mempunyai seluruh 
otoritas -- sebab hal ini benar -- dan bahwa setiap orang harus 
bertobat dan percaya kepada-Nya dan menjadi murid-Nya. Mereka akan 
memperingatkan bahwa, setiap orang yang menolak Yesus sebagai Anak 
Allah yang kekal, yang datang ke dalam dunia untuk menebus orang-orang 
berdosa melalui kematian-Nya, dan yang bangkit kembali sebagai Tuhan 
atas alam semesta ini, akan kehilangan hidup yang kekal. Yesus 
berkata, "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang 
kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan 
melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya .... 
Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, 
yang mengutus Dia." (Yohanes 3:36, 5:23 bandingkan Yohanes 15:23)

Inilah mandat dan janji yang menopang utusan-utusan Yesus: 
"Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa 
menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak 
Dia yang mengutus Aku" (Lukas 10:16). Pengikut-pengikut Yesus akan 
diejek karena mengatakan bahwa seluruh otoritas adalah milik Yesus dan 
bahwa setiap orang harus menjadi murid-Nya atau mereka akan kehilangan 
hidup yang kekal. Namun, Yesus mengetahui bahwa hal ini akan terjadi: 
"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu 
membenci Aku daripada kamu." (Yohanes 15:18) Itulah sebabnya, Ia 
memasukkan tuntutan-Nya yang radikal untuk menjadikan murid dengan 
jaminan ganda (1) bahwa seluruh otoritas sesungguhnya adalah milik-Nya 
dan (2) bahwa Ia akan menyertai utusan-utusan-Nya sampai kepada akhir 
zaman.

Diambil dan disunting dari:
Judul buku: Apa yang Yesus Tuntut dari Dunia
Judul artikel: Jadikanlah Semua Bangsa Murid-Ku, Sebab Segala Kuasa Adalah 
Milik Yesus
Penulis: John Piper
Penerbit: SAAT, Malang 2012
Halaman: 407 -- 411


         STOP PRESS: BERGABUNGLAH DENGAN FACEBOOK BIO-KRISTI

Apakah Anda rindu untuk mengetahui lebih dalam tentang tokoh-tokoh 
Kristen yang paling berpengaruh bagi perkembangan kekristenan di 
dunia? Silakan bergabung dengan Facebook Bio-Kristi. Anda akan 
mendapatkan berbagai informasi menarik, renungan, kutipan, dan kisah 
hidup dari tokoh-tokoh Kristen dunia. Ini juga kesempatan bagi Anda 
untuk mengunjungi situs dan publikasi kami yang menyajikan bahan-bahan 
pengajaran seputar biografi tokoh Kristen.

Tunggu apa lagi? Bergabunglah dan jadilah penggemar kami di Facebook 
Bio-Kristi

=> http://fb.sabda.org/biokristi


Kontak: beritapesta(at)sabda.org
Redaksi: Amidya, Mei, Ayub, dan Yulia
Berlangganan: subscribe-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/berita_pesta/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2015 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org