______________________________________________________________________
BERITA PESTA
Edisi 40/Maret/2010
DAFTAR ISI
EDITORIAL
BERITA PESTA:
1. Pendaftaran Kelas Diskusi PPB
2. Kelas Diskusi Paskah Akan Berakhir dan Pengumpulan Tugas Paskah
3. Penutupan Kelas OKB
ARTIKEL: Menaklukkan Kematian Melalui Kematian
APPRECIATION: Selamat Ulang Tahun!
POKOK DOA
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Bersyukur untuk kasih pemeliharaan Tuhan sehingga kita dapat terus
bersekutu dalam kasih Kristus. Dalam menyambut Paskah tentunya kita
diingatkan kembali akan pengurbanan Yesus Kristus di atas kayu
salib. Saat dimana Ia menyerahkan hidup-Nya sebagai pendamaian
relasi antara manusia dengan Allah yang telah putus sebelumnya.
Mari kita mengingat karya penebusan Kristus ini dengan mengucap
syukur karena kasih dan kebaikan-Nya.
Karena itu, pada kesempatan ini kami, segenap staf PESTA, ingin
mengucapkan: SELAMAT PASKAH kepada semua pelanggan Publikasi Berita
PESTA. Kiranya kuasa kebangkitan Kristus atas kuasa maut menjadi
semakin nyata dalam hidup kita masing-masing. Untuk itu silakan
menyimak artikel yang sudah redaksi siapkan untuk menjadi berkat
dalam memahami rencana Allah yang besar kepada orang-orang yang
dikasihi-Nya.
Dalam kasih-Nya,
Pimpinan Redaksi Berita PESTA,
Desi Rianto
http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta/
http://pesta.sabda.org/
______________________________________________________________________
BERITA PESTA
1. Pembukaan Pendaftaran Kelas DIK
PESTA kembali akan membuka kelas DIK (Dasar-Dasar Iman Kristen),
yang akan mempelajari tentang pokok-pokok penting iman Kristen yang
berkaitan dengan dosa asal dan kejatuhan manusia dalam dosa serta
sejarah keselamatan serta tema-tema kredo keselamatan. Tentunya
kelas pelajaran-pelajaran yang akan dibahas di kelas diskusi ini
akan sangat berguna membekali konsep dasar iman Kristen yang sesuai
dengan kebenaran firman Tuhan dengan tujuan belajar mengantisipasi
banyaknya ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Alkitab sebagai
dasar kebenaran yang mutlak.
Pendaftaran sudah dimulai hari ini. Setelah mendaftar, maka para
calon peserta diberi kesempatan untuk mengerjakan tugas tertulis
sebagai persyaratan untuk dapat mengikuti kursus ini. Pengumpulan
tugas tertulis selambat-lambatnya tgl. 20 Mei 2010. Sedangkan kelas
diskusi akan dimulai pada tgl. 4 Juni 2010. Jika Anda tertarik
untuk mengikuti kelas diskusi ini, silakan mendaftarkan diri segera
ke: ==> < kusuma(at)in-christ.net >
2. Pembukaan Pendaftaran Kelas Diskusi PPB
Kabar baik kepada semua alumni PESTA, karena pada bulan April 2010,
PESTA kembali membuka pendaftaran untuk kursus lanjutan yaitu kelas
PPB (Pengantar Perjanjian Baru) yang akan mempelajari latar
belakang politik, budaya, sosial dan agama sekitar zaman Perjanjian
Baru (PB) dan kanon kitab-kita PB. Kelas diskusi ini dapat diikuti
oleh peserta yang telah lulus mengikuti kelas Dasar-Dasar Iman
Kristen (DIK).
Oleh karena itu, jika para alumni ingin belajar Alkitab lebih baik
lagi, silakan daftarkan diri Anda ke: < kusuma(at)in-christ.net >.
Setelah mendaftar Anda akan mendapat modul pelajaran PPB beserta
tugas tertulis yang harus dikumpulkan sebelum tanggal 2 Mei 2010,
sebagai persyaratan untuk mengikuti kelas diskusi PPB di minggu
pertama bulan Mei 2010 ini.
Untuk mendapatkan modul PPB secara online, Anda dapat mengaksesnya
di alamat URL:
==> http://pesta.sabda.org/ppb_sil
3. Kelas Diskusi Paskah Akan Berakhir dan Pengumpulan Tugas Paskah
Saat ini kelas diskusi Paskah sedang berlangsung dan diikuti oleh
lebih 44 peserta, yang terbagi ke dalam dua kelas parelel. Sebagian
besar peserta terlihat antusias dalam topik-topik diskusi yang
diberikan. Analisa dan tanggapan yang kritis terhadap beberapa topik
diskusi merupakan motivasi untuk belajar lebih dalam lagi mengenai
topik-topik Paskah. Kelas diskusi Paskah berakhir pada tanggal 1
April 2010.
Sehubungan dengan akan berakhirnya kelas diskusi Paskah, maka
selanjutnya setiap peserta wajib mengumpulkan tugas membuat renungan
Paskah. Tugas ini harus dikumpulkan selambat-lambatnya 1 bulan
setelah diskusi berakhir. Adapun tema makalah adalah "Yesus Mati
Bagiku". Pedoman membuat renungan:
a. Memilih satu bagian dari teks Alkitab (bebas dipilih sendiri).
b. Memberikan penjelasan arti teks Alkitab yang dipilih tersebut.
c. Aplikasi dari pelajaran yang didapat dari teks Alkitab tersebut
(bisa juga kesaksian pribadi yang memperjelas isi teks Alkitab).
4. Penutupan Kelas OKB
Pada tanggal 30 Maret 2010, kelas diskusi Orang Kristen Bertanggung
Jawab (OKB) berakhir. Mengisi formulir evaluasi adalah bagian
terakhir dari syarat kelulusan peserta dalam mengikuti kelas
diskusi ini. Formulir evaluasi ini ditujukan untuk peserta dapat
memberi masukan untuk perbaikan kelas-kelas PESTA berikutnya.
Selain itu, setiap peserta juga diharapkan membagikan apa yang
telah dipelajari dalam kelas diskusi tersebut. Nah, setelah kelas
ini ditutup kami sangat berharap bahwa melalui pembelajaran di
kelas diskusi ini, setiap peserta semakin memiliki motivasi untuk
mengaplikasikan apa yang sudah mereka pelajari di ladang pelayanan.
______________________________________________________________________
ARTIKEL
MENAKLUKKAN KEMATIAN MELALUI KEMATIAN
Kematian bukan realita yang termasuk dalam rancangan penciptaan
Allah. Kehadiran maut dalam sejarah perjalanan hidup manusia tidak
disebabkan oleh tindakan kreasi Allah. Alkitab menyaksikan bahwa
pada mulanya semua ciptaan Allah dilingkupi oleh hal yang sangat
positif. Kebaikanlah yang menopang segenap hasil ciptaan-Nya.
Kalimat yang berbunyi Allah melihat bahwa semuanya itu baik tercatat
sebanyak 5 kali dalam Kitab Kejadian 1.
Setelah mengakhiri seluruh tahapan maha karya ciptaan yang agung,
Kejadian 1:31 menyimpulkan, Allah melihat segala yang dijadikan-Nya
itu, sungguh amat baik. Penilaian dari sang Pencipta terhadap
pekerjaan tangan-Nya ini menandakan bahwa kematian sebagai dimensi
negatif, selaku antitesis dari kebaikan tidak mendapat bagian dalam
tatanan awal penciptaan. Dari mana kematian berawal mula? Jawabannya
dapat ditemukan pada diri manusia, mahkota ciptaan Allah yang
dijadikan menurut gambar dan rupa sang Khalik. Tujuan Allah
menciptakan manusia adalah agar mereka bisa menjadi rekan sekerja
Allah dalam mengelola dan memelihara bumi dan segala isinya. Sebagai
partner kerja Allah, yang dituntut dari manusia hanyalah sikap
bergantung dan taat pada perintah Allah. Jangan memakan buah dari
pohon pengetahuan baik dan jahat menjadi satu-satunya larangan yang
tidak boleh dilanggar oleh Adam dan Hawa. Larangan ini sangat
serius, sebagaimana terlihat dari konsekuensi yang menyertainya:
pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati (Kejadian 2:17).
Rupanya manusia tidak mengindahkan larangan ini.
Godaan untuk menjadi seperti Allah menurut perkataan si ular itu
telah menguasai hati Hawa dan Adam sehingga pelanggaran pun
terjadilah. Drama kehidupan di Taman Eden mengalami perubahan
drastis ketika terjadi peristiwa kejatuhan manusia ke dalam dosa.
Pemberontakan mereka dalam bentuk ketidak-taatan terhadap firman
Allah telah membuka pintu bagi masuknya kondisi tragis yang
merugikan diri manusia itu sendiri. Sejak saat itulah kematian
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia dan
seluruh keturunannya. Hidup manusia selalu berdampingan dengan
realita kematian sebagai kutukan terhadap keberdosaannya (Kejadian
3:19). Hukuman ini tidak dapat dihindari dan telah menjadi nasib
yang menentukan sejarah keberadaan manusia. Di mana kehidupan
bermula maka kehidupan itu pasti akan diakhiri dengan kematian.
Dalam kondisi suram yang menyelimuti eksistensi manusia seperti ini,
tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa pada hakikatnya manusia itu
hidup untuk mati (to live is to die).
Alkitab memperkenalkan tiga jenis kematian. Secara kronologis, yang
pertama kali menimpa Adam dan Hawa pada saat mereka makan buah yang
dilarang tersebut adalah kematian rohani. Persekutuan rohani yang
akrab dengan Allah telah berganti menjadi ketakutan yang menyebabkan
manusia itu bersembunyi dari kehadiran-Nya (Kejadian 3:8-10).
Hubungan yang indah antara Allah dan manusia terputus, terhalang dan
terpisah oleh dosa pemberontakan. Apa yang terjadi pada Adam dan
Hawa juga merupakan kenyataan yang dialami oleh keturunan mereka.
Setiap individu yang lahir ke dalam dunia ini adalah satu pribadi
yang berada pada kondisi mengalami kematian rohani, karena semua
orang adalah insan berdosa sejak dari dalam kandungan (Mazmur 51:7).
Kematian kedua yang menghampiri manusia adalah kematian jasmani.
Keterpisahan antara roh sebagai prinsip kehidupan dengan tubuh
menjadi tanda bahwa waktu hidup manusia di dalam dunia sudah
berakhir. Dosa menyebabkan kehidupan yang dihayati melalui
keberadaan tubuh jasmani ini menjadi fana atau bersifat sementara.
Kehidupan semua orang pasti akan menjumpai titik perhentian dengan
hilangnya nafas hidup dari sistem pernafasan mereka. Tubuh kita yang
dibentuk dari debu harus menyatu kembali dengan debu. Begitulah
ketentuan akhir dari setiap kehidupan secara jasmaniah. Selanjutnya,
yang ketiga adalah kematian kekal yaitu suatu kondisi keterpisahan
yang bersifat selama-lamanya dengan Allah sumber kehidupan. Setiap
manusia pasti tidak dapat menghindar dari kematian rohani dan
jasmani. Kita semua mengalaminya tanpa ada kekecualian. Namun
terhadap kematian kekal ini, manusia diberi kemungkinan untuk tidak
mengalaminya. Syaratnya adalah bila orang berdosa yang mati secara
rohani telah mendapatkan kehidupan rohani melalui imannya kepada
Tuhan Yesus. Dengan demikian, kematian kekal pada dasarnya adalah
suatu potensi yang akan menjadi realita bagi orang berdosa yang
tidak menerima anugerah pengampunan dari Kristus. Tawaran untuk
terbebas dari kematian kekal diberikan kepada semua orang berdosa.
Bagi mereka yang menaruh harapannya melalui iman terhadap Tuhan
Yesus, kehidupan kekallah yang akan didapatkan. Sebaliknya, bagi
mereka yang menolak untuk percaya kepada-Nya, kematian kekallah yang
telah menanti. Di dalam keberdosaannya, manusia adalah hamba dari
maut.
Paulus mengatakan, maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada
zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara
yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam (Roma. 5:14). Jika
manusia adalah hamba, maka kematian tidak lain adalah tuan yang
berkuasa atas diri manusia. Kekuasaan maut bersifat universal,
melampaui batasan ruang dan waktu. Ini terlihat dari kenyataan bahwa
sejak dulu sampai sekarang bahkan hingga ke masa yang akan datang,
semua insan yang hidup di muka bumi ini telah, sedang dan akan
ditaklukkan oleh sengat maut tanpa ada seorang pun yang mampu
menentangnya. Ketidakmampuan untuk melawan maut ini tidak lain
karena ôāsemua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan
kemuliaan Allah (Roma 3:23). Ada hubungan timbal balik antara dosa
dan maut. Sebab itu, sifat ke-universal-an kematian juga sekaligus
menjadi bukti yang kuat dan tak terbantahkan tentang universalitas
dosa. Di mana ada dosa, di sana ada kematian, sesuai dengan apa yang
dikatakan oleh firman Tuhan bahwa upah dosa ialah maut (Roma 6:23).
Pengalaman hidup manusia menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang
menyukai maut. Kehadirannya selalu mendatangkan kesedihan yang
mendalam karena ada keterpisahan yang terjadi. Orang-orang yang
dikasihi harus berakhir eksistensinya, melayang lenyap ditelan oleh
kekelaman maut sehingga mereka menjadi absen dalam percaturan hidup
sehari- hari. Dalam kaitan ini, sangatlah tepat bila Paulus menyebut
kematian sebagai musuh dalam kehidupan manusia (1 Korintus 15:26).
Berhadapan dengan maut, manusia selalu terhempas ke dalam kondisi
yang "helpless" dan "hopeless". Adakah kemungkinan di mana keadaan
suram ini dapat diubah? Apakah masih ada yang bisa menolong manusia
untuk terbebas dari jerat kematian sehingga terbitlah fajar
pengharapan di balik kelamnya kabut kematian? Iman kristen
memberikan jawaban definitif terhadap pertanyaan ini.
Kehadiran sang Juru Selamat, Yesus Kristus telah menyinarkan terang
pengharapan yang tidak pernah akan redup, sebab Ia datang untuk
...menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka (Matius 1:21). Konsep
keselamatan dalam iman kristen bersifat multi dimensional. Ada
banyak istilah untuk menggambarkannya. Kita mengenal kata
pendamaian, pembenaran, penebusan, penggantian, kelahiran baru dan
banyak lagi lainnya. Semua istilah ini sarat dengan makna teologis
yang memperkaya pengertian tentang keselamatan dari Allah. Tempat
tidak mengizinkan untuk menjelaskan semuanya. Kita hanya akan
membahas tentang konsep keselamatan sebagai upaya pembebasan dari
penindasan maut. Bagi Tuhan Yesus, keselamatan berarti perpindahan
posisi dari dalam maut ke dalam hidup (Yohanes 5:24). Dari sudut
pandang teologis, konsep tentang maut berseberangan tajam dengan
konsep mengenai hidup. Pada dasarnya kontras yang ada antara
kematian dan kehidupan merupakan cerminan dari realita pertentangan
antara keberdosaan dan keselamatan. Sebagaimana dosa senantiasa
melahirkan kematian demikian pula sebaliknya keselamatan selalu
membuahkan kehidupan. Dengan latar belakang pemikiran seperti ini,
maka keselamatan tidak lain adalah kemerdekaan bagi manusia yang
selama ini berada di bawah kuasa penjajahan kematian. Orang berdosa
yang mengalami anugerah keselamatan berdasarkan imannya kepada
Kristus adalah mereka yang sudah dibebaskan dari kematian rohani
sehingga memiliki kehidupan secara rohani (Efesus 2:4-5). Dan
kehidupan rohani inilah yang menjadi landasan untuk dapat terbebas
dari kematian kekal (Yohanes 3:36). Walaupun orang beriman tidak
terluput dari kematian jasmani, tetapi di dalam Kristus kematian
fisik mendapat makna baru, yaitu sebagai pintu gerbang yang membawa
manusia untuk berada di rumah Bapa dan menikmati hidup kekal yang
dijanjikan oleh Tuhan Yesus (Yohanes 14:2-3).
Semua berkat keselamatan di atas yaitu kehidupan rohani dan
kehidupan kekal hanya akan ada bila kematian bisa ditaklukkan.
Selama maut masih tetap menjadi realita yang berkuasa, selama itu
juga manusia berdosa tidak akan memiliki pengharapan keselamatan.
Bagaimana maut dapat dikalahkan? Bukankah seluruh manusia telah
berada di bawah cengkeramannya? Pembebasan tidak terjadi dari pihak
manusia melainkan dari pihak Allah. Ia memiliki cara yang unik untuk
berperang melawan maut. Inkarnasi Anak Allah menjadi manusia
sehingga dapat mengalami kematian dan kebangkitan adalah jawaban
yang paling tepat terhadap pertanyaan bagaimana maut bisa
ditaklukkan. Kematian yang sudah berkuasa di sepanjang sejarah hidup
manusia akhirnya menemui ketidakberdayaannya ketika berhadapan
dengan kematian Yesus Kristus. Secara alamiah, kuburan semua manusia
selalu dalam keadaan terisi, sungguh suatu indikasi yang jelas akan
betapa powerless-nya kita terhadap kematian. Tetapi Kristus menjawab
kematian dengan kuburan kosong, suatu realita supra-alamiah yang
membuktikan kemenangan dan tidak berkuasanya maut terhadap diri-Nya.
Kebangkitan Kristus dari antara orang mati menyingkapkan bahwa
kematian telah ditaklukkan melalui kematian-Nya. Mengapa demi untuk
menyelamatkan manusia berdosa, Yesus Kristus harus mengalami
kematian? Kenapa perlu serepot ini? Tidak lain adalah supaya lewat
kematian-Nya dapat terproklamasi satu fakta sejarah yang baru yaitu
ternyata maut tidak mampu membelenggu kuasa kehidupan dari Anak
Manusia. Daya kehidupan Kristus demikian berkuasa sehingga kematian
yang selama ini begitu berkuasa akhirnya harus mengakui kedahsyatan
kuasa kebangkitan Tuhan kita. Kristus, sesudah Ia bangkit dari
antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas
Dia (Roma 6:9).
Realita yang sangat penting dan merupakan dampak dari peristiwa
kebangkitan Kristus adalah hadirnya potensi bagi terciptanya sejarah
baru dalam kehidupan manusia di mana mereka dimungkinkan untuk bisa
menjadi sang penakluk maut dan bukan lagi sebagai hamba yang selalu
ditaklukkan oleh kematian. Kebangkitan Kristus dari kematian telah
memberikan warna dan pengharapan baru bahwa tidak seterusnya maut
bisa menjadi tuan atas hidup manusia. Kesempatan telah terbuka bagi
manusia untuk dapat menjadi pemenang terhadap dominasi kuasa
kematian. Paulus mengatakan, Karena sama seperti semua orang mati
dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan
dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus (1 Korintus
15:22). Di ayat ini ada kata kunci yang sangat krusial yang dapat
mengubah dan membebaskan status manusia dari hamba maut menjadi
penakluk maut. Kata tersebut adalah persekutuan dengan Kristus. Bila
kita adalah orang yang sudah memiliki persekutuan secara pribadi
dengan Tuhan Yesus melalui iman kepada-Nya, tentulah kuasa
kebangkitan-Nya akan memampukan kita untuk mengalahkan cengkeraman
dari sengat kematian.
Sebagai kesimpulan dapat dinyatakan bahwa kematian dan kebangkitan
Kristus telah menjadi fondasi bagi keselamatan manusia berdosa.
Karena itu, iman yang menyelamatkan selalu harus iman yang tertuju
pada Kristus yang pernah mati dan bangkit dari kematian. Melalui
kematian-Nya di atas kayu salib, Kristus sudah berperan menjadi sang
pengganti yang menanggung hukuman terhadap dosa manusia di mana
selayaknya setiap orang berdosalah yang seharusnya mendapatkan
hukuman itu. Kita bisa terbebas dari hukuman karena ada Kristus yang
mati terhukum bagi kita. Di samping itu, kebangkitan-Nya dari
kematian juga memberikan jaminan yang pasti bahwa kita tidak akan
dicampakkan dalam kebinasaan melainkan akan mengalami kebangkitan
tubuh untuk hidup dalam persekutuan yang kekal dengan Kristus.
Kebangkitan tubuh adalah pengharapan mulia dalam iman kristen yang
menunjukkan bahwa Kristus adalah Tuan atas hidup kita dan bukan
maut. Tatkala manusia berhadapan dengan kematian, hanya ada dua
kemungkinan yang terbuka baginya, yaitu ditaklukkan atau menaklukkan
maut. Iman kepada Kristus dapat membebaskan kita dari perhambaan
kuasa maut. Bersama dengan Kristus, kita dapat menjadi sang penakluk
maut. Bagaimana dengan Anda? Penakluk atau yang ditaklukkan oleh
kematian? Selamat Paskah!
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: GKA Gloria
Judul Artikel: Menaklukkan Kematian Melalui Kematian
Penulis: Ev. Jon Hendri Foh
Alamat URL: http://gkagloria.or.id/artikel/ap04.php
______________________________________________________________________
APPRECIATION
Tidak ada hari yang lebih indah selain kita meluangkan waktu
sejenak untuk mengingat kembali kebaikan Tuhan melalui
pemeliharaan-Nya yang luar biasa bagi hidup anak-anak yang
dikasihi-Nya. Nah, merayakan hari ulang tahun adalah salah satu
cara mensyukuri kebaikan Tuhan ini. Karena itu, segenap pengurus
PESTA mengucapkan selamat ulang tahun kepada semua alumni, dan kami
terus berdoa agar Tuhan memakai Saudara semua untuk kemuliaan nama-
Nya.
SELAMAT ULANG TAHUN!
Meky Tikoalu 02 Maret 1976
Jhon Wesly Boas M. P. 03 Maret 1969
Erwin Kurnia N. M. 04 Maret 1974
Dian Priyanti 06 Maret 1980
Budianto Effendi 10 Maret 1961
Teddy Siswanto 11 Maret 1971
Martrifena W. Joseph 12 Maret 1979
Lisbet Rohana 13 Maret 1979
Novian Wibowo 14 Maret 1970
Indarto 14 Maret 1963
Odith pradutama adikusuma 15 Maret 1978
Heru Martinus Salim 17 Maret 1982
Ivan Hariman 17 Maret 1971
Eddy Chuang 27 Maret 1976
Eko Sulistiono 29 Maret 1969
Myrna Butar Butar 29 Maret 1973
Sri Adi Purwono 31 Maret 1959
Sarah Nunik Nuraini 31 Maret 1969
Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu
di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat
mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati
TUHAN (Yesaya 61:9). < http://alkitab.sabda.org/?Yesaya+61:9 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Doakan para peserta diskusi OKB yang telah menyelesaikan kelas
diskusinya, biarlah mereka tetap memiliki motivasi untuk selalu
belajar kebenaran firman Tuhan untuk dapat mengerti kehendak Allah
di dalam hidupnya.
2. Berdoa juga bagi para peserta Paskah alumni maupun non-alumni yang
saat ini sedang melangsungkan diskusi, semoga proses ini dapat
berjalan dengan lancar dan setiap peserta dapat mengalami berkat
Tuhan yang mengubahkan hidup mereka.
3. Dukung dalam doa juga untuk kelas-kelas diskusi PESTA yang akan
dibuka kembali, seperti kelas DIK dan kelas PPB, supaya pembukaan
kelas ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang
telah ditentukan.
4. Berdoa untuk keamanan dan persiapan gereja-gereja di seluruh
Indonesia dalam menyambut hari Paskah supaya ibadah Paskah dapat
berjalan dengan baik dan lancar. Biarlah melalui Paskah tahun ini
jemaat Tuhan dapat diingatkan kembali akan makna dan karya
penebusan Krisus di atas kayu salib bagi hidup kita sekarang ini.
Bagi Anda yang ingin mengirimkan pokok doa agar dapat didoakan oleh
rekan-rekan yang lain, silakan kirimkan permohonan doa Anda kepada
kepada Sekretaris PESTA di alamat: < kusuma(at)in-christ.net >.
______________________________________________________________________
Kontak: < owner-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org >
Alamat berlangganan: < subscribe-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org >
Alamat membatalkan: < unsubscribe-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org >
Arsip Berita PESTA: http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta/
Situs PESTA: http://www.pesta.org/
Facebook PESTA: http://fb.sabda.org/PESTA
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Desi Rianto, Yulia, dan Anik
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) Berita PESTA 2009 / YLSA -- http://www.ylsa.org/
Katalog SABDA: http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
|