______________________________________________________________________
BERITA PESTA
Edisi 19/Januari/2007
DAFTAR ISI
EDITORIAL
BERITA PESTA : 1. Pembukaan Kursus Kehidupan Rasul Paulus (KRP)
Maret/April 2007
2. Saling Berbagi dan Membangun di Blog PESTA Online
3. PESTA Online Membuka Kesempatan untuk Melayani
APPRECIATION : 1. Ucapan Selamat Ulang Tahun
2. Ucapan Terima Kasih untuk Para Donatur
ARTIKEL : "Tanda-Tanda" Gereja
LINKS : Metamorphe
SURAT ANDA : Informasi Kursus PESTA
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Salam Pembaca,
Di awal tahun 2007 ini, Berita PESTA kembali hadir untuk Anda dengan
berita-berita aktual seputar pelayanan PESTA Online. Informasi
lengkap mengenai pembukaan kursus Kehidupan Rasul Paulus (KRP)
Maret/April 2007 dapat Anda simak. Bagi para pencinta blog, ada
informasi tentang fasilitas ngeblog di PESTA Online. Lalu ada juga
tawaran untuk turut melayani bersama PESTA. Jangan lewatkan pula
artikel yang mengangkat tema persahabatan yang bisa kita pakai
sebagai refleksi di awal tahun ini. Soli Deo Gloria!
Dalam kasih-Nya,
Redaksi Berita PESTA
Ani
______________________________________________________________________
BERITA PESTA
1. PEMBUKAAN KURSUS KEHIDUPAN RASUL PAULUS (KRP) MARET/APRIL 2007
Pada periode Maret/April 2007, PESTA akan melangsungkan kelas
virtual Kehidupan Rasul Paulus (KRP). Kelas ini merupakan kelas
lanjutan dan terbuka bagi Anda yang telah lulus kelas Dasar-dasar
Iman Kristen (DIK). Secara khusus, kelas ini akan mengajak Anda
untuk mempelajari pokok-pokok penting kehidupan Rasul Paulus mulai
dari pertobatan, pelayanan, sampai dengan kematiannya di Roma.
Pendaftaran kelas telah dibuka mulai sekarang, batas akhir
pengumpulan tugas tertulis tanggal 20 Maret 2007, dan diskusi lewat
milis akan diselenggarakan mulai tgl. 1 April selama kurang lebih
satu bulan. Untuk mengefektifkan diskusi, maka peserta kursus KRP
dibatasi hanya sejumlah lima belas orang. Jika berminat, segera
daftarkan diri dan mengumpulkan tugas ke:
==> < kusuma(at)in-christ.net >
2. SALING BERBAGI DAN MEMBANGUN DI BLOG PESTA ONLINE
Blog merupakan salah satu fasilitas yang disediakan di situs PESTA
Online. Fasilitas ini sengaja disediakan sebagai sarana berbagi
berkat antarpengguna. Setiap pengguna dapat mengirimkan tulisannya
atau komentarnya untuk saling membangun. Dengan demikian diharapkan
sebuah komunitas kristiani yang sehat dan rindu belajar kebenaran
firman Tuhan dapat dibentuk. Untuk dapat mengirimkan tulisan, Anda
harus mendaftar menjadi anggota terlebih dahulu. Namun, jika Anda
adalah alumni peserta PESTA, secara otomatis Anda sudah terdaftar
sebagai anggota. Nama pengguna dan password para peserta sudah kami
kirimkan, namun jika Anda lupa passwordnya, silakan menghubungi
Webmaster PESTA Online.
Nah, kami tunggu kehadiran Anda di Blog PESTA Online. Mari kita
saling berbagi dan membangun lewat komunitas ini.
==> http://www.sabda.org/pesta/?q=blog
==> http://www.sabda.org/pesta/?q=user/register
3. PESTA ONLINE MEMBUKA KESEMPATAN UNTUK MELAYANI
Mengawali tahun 2007 ini, PESTA membuka kesempatan untuk melayani
secara aktif. Kesempatan ini kami tawarkan kepada Alumni PESTA yang
sudah menyelesaikan minimal empat kursus PESTA atau lebih. Adapun
pelayanan yang ditawarkan adalah sebagai konselor dan moderator.
Sebagai konselor, Anda akan berperan membimbing orang-orang yang
mengajukan pertanyaan-pertanyaan lewat e-mail, baik untuk masalah
teologia maupun masalah pribadi. Sedang bagi alumni PESTA yang
terbeban untuk membantu kelas diskusi virtual, Anda dapat membantu
moderator sebagai asisten. Anda ingin melayani? Silakan menghubungi
alamat di bawah ini.
==> < kusuma(at)in-christ.net >
______________________________________________________________________
APPRECIATION
1. UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN
Segenap staf PESTA Online mengucapkan selamat ulang tahun kepada
para alumni PESTA:
- Frits W. Triman (10 Januari)
- Sri Endarti (10 Januari)
- Sadrah Sumariyarso (11 Januari)
- Agung Anggajaya (15 Januari)
- Bidner Pandiangan (22 Januari)
Semoga Allah sumber berkat itu, melimpahkan umur panjang untuk
menikmati hidup lebih lama dalam melayani Tuhan di bumi (Amsal 3:16,
Mazmur 91:16).
==> http://www.pesta.org/?q=node/473
2. UCAPAN TERIMA KASIH UNTUK PARA DONATUR
Terima kasih untuk para alumni PESTA yang telah mengirimkan bantuan
dana untuk pelayanan PESTA melalui Yayasan Lembaga SABDA sebagai
penyelenggara PESTA. Bantuan yang Anda berikan sangat membantu
terselenggaranya pelayanan PESTA Online ini. Kiranya Tuhan Yesus
yang penuh rahmat akan terus memberkati pelayanan kita bersama.
______________________________________________________________________
ARTIKEL
PENGANTAR
Oleh: Yulia Oeniyati, Th.M.
Pembicaraan mengenai hakikat gereja selalu sangat menarik perhatian
saya. Terutama karena sejauh ini saya belum melihat adanya gereja
yang secara utuh dan ideal menjalankan fungsi dan panggilannya
sebagai gereja. Jika semua gereja boleh dibanding-bandingkan, maka
setiap gereja selalu ada saja kekurangannya. Tapi jika saya mulai
mengeluhkan kekurangan gereja, biasanya di belakang kepala saya akan
ada rasionalisasi yang mengatakan, "Selama gereja ada di dunia dan
anggotanya terdiri dari manusia-manusia yang berdosa, maka tidak ada
gereja yang sempurna."
Ya, memang betul sih. Tidak ada gereja yang sempurna. Namun, fakta
bahwa ada banyak gereja yang memiliki "terlalu" banyak kekurangan,
sering membuat saya bertanya-tanya. Apa Tuhan betah, ya ada di sana?
Lha wong saya saja tidak betah ... :)
Tuhan yang punya standar kemuliaan dan kesempurnaan yang mutlak,
bagaimana mungkin Dia menerima gereja yang kadang begitu
"amburadul"? Sering kali "amburadulnya" bukan hanya dalam hal fisik
saja (hal-hal yang bisa dilihat/dialami secara konkret), tapi
khususnya dalam hal-hal yang filosofis. Misalnya, panggilan gereja
dalam memberi pengajaran yang benar atau pelayanan gereja yang
sesuai dengan kehendak Tuhan, dll. Kadang gereja tak ubahnya seperti
program kebersamaan dan kesejahteraan sosial saja. Gereja jarang
terlihat prihatin dengan keadaan kerohanian jemaat. Rasanya belum
pernah ada jemaat yang disapa pada hari Minggu dengan pertanyaan,
"Bagaimana hubungan cinta kasih Anda dengan Tuhan?" atau "Apakah
Anda bertemu Tuhan melalui firman-Nya hari ini?" Bahkan ada
gereja-gereja tertentu yang hampir dalam kurun waktu yang cukup
panjang tidak pernah membicarakan dosa, kesakitan rohani yang
menggerogoti hidup jemaat, atau firman Tuhan! Nama Yesus pun cuma
didengungkan karena disebutkan dalam bacaan firman Tuhan minggu itu.
Kalau seperti ini, apa masih pantas gereja tersebut disebut gereja?
Tulisan di bawah ini, mungkin perlu menjadi perenungan kita semua
dalam menghayati kehidupan bergereja. Kepekaan untuk mengerti
panggilan Tuhan atas gereja kiranya menjadi pegangan kita dalam
memperjuangkan hidup matinya gereja kita masing-masing.
"TANDA-TANDA" GEREJA
====================
1. Ada gereja-gereja yang sejati dan gereja-gereja yang tidak sejati
(palsu).
Apa yang membuat suatu gereja disebut sebagai gereja? Apa perlunya
memiliki sebuah gereja? Bisakah sekelompok orang yang mengaku
Kristen menjadi sama sekali tidak mencerminkan gereja yang
sesungguhnya sehingga tidak lagi dapat disebut gereja?
Pada awal abad berdirinya gereja Kristen, terjadi perdebatan kecil
tentang apa yang disebut sebagai gereja sejati. Pada saat itu, hanya
ada satu gereja di dunia, yaitu gereja yang "tampak" dan tentunya
itulah yang merupakan gereja yang sejati. Gereja ini memiliki
majelis, pendeta, dan bangunan gereja yang bisa dilihat oleh semua
orang. Penyesat manapun yang didapati memiliki kesalahan pemahaman
doktrin yang serius akan langsung dikeluarkan dari gereja.
Tetapi pada masa Gereja Reformasi, pertanyaan penting muncul.
Bagaimana kita mengenali gereja yang sejati? Apakah Gereja Katolik
Roma merupakan gereja yang sejati atau bukan? Untuk dapat menjawab
pertanyaan ini, orang harus menentukan lebih dahulu apa saja
"tanda-tanda" dari gereja yang sejati, ciri-ciri yang membedakan
yang menuntun agar kita bisa mengenalinya sebagai gereja yang
sejati. Alkitab jelas berbicara tentang adanya gereja-gereja palsu.
Paulus misalnya, berkata tentang kuil berhala di Korintus, "bahwa
persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan
kepada Allah" (1Kor. 10:20). Ia berkata kepada orang-orang Korintus,
"Bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa
berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu" (1Kor. 12:2).
Kuil-kuil berhala ini jelas adalah gereja atau jemaah keagamaan yang
palsu. Lebih lagi, Alkitab juga berbicara tentang jemaah keagamaan
yang benar-benar merupakan "jemaah Iblis" (Wahyu 2:9; 3:9). Di sini
Yesus menunjuk pada jemaat Yahudi yang mengaku dirinya Yahudi, tapi
bukan Yahudi sejati yang memiliki iman yang menyelamatkan.
Persekutuan keagamaan mereka bukanlah persekutuan umat Kristus, tapi
orang-orang yang masih menjadi anggota kerajaan kegelapan, kerajaan
setan. Ini jelas-jelas merupakan gereja palsu.
Dalam banyak hal, ada kesamaan pendapat antara Luther dan Calvin
dalam menjawab pertanyaan seputar hal-hal apa yang harus ada dalam
gereja sejati. Dalam pengakuan iman Lutheran yang disebut Pengakuan
Augsburg (1560), gereja didefinisikan sebagai "kumpulan orang-orang
kudus di mana Kabar Keselamatan diajarkan dengan benar dan sakramen
dijalankan dengan benar" (Pasal 7) [Dikutip dari Philip Schaff,
"The Creeds of Christendom", hal. 11-12]. Hampir mirip, John Calvin
berkata, "Di mana pun kita tahu firman Tuhan secara murni
dikhotbahkan dan didengar, dan sakramen dijalankan sesuai dengan
perintah Kristus, maka tidak diragukan lagi, di situlah ada gereja
Tuhan" [Calvin, Institutes 4.1.9 (hal. 1023)]. Walaupun Calvin
berkata tentang kemurnian khotbah firman Tuhan (Pengakuan Lutheran
menyebutkan tentang khotbah Kabar Keselamatan yang benar) dan Calvin
menyatakan bahwa firman Tuhan harusnya tidak hanya dikhotbahkan,
tapi juga didengarkan (Pengakuan Augsburg hanya menyebutkan bahwa
firman Tuhan harus diajarkan dengan benar), pemahaman mereka tentang
ciri-ciri yang membedakan gereja sejati adalah hampir sama. [Pada
pengakuan iman yang sekarang, ciri ketiga dari gereja yang sejati
telah ditambahkan, yaitu menjalankan disiplin gereja. Dulunya, baik
Luther atau Calvin tidak menyebutkannya.] Lain dari pandangan Luther
dan Calvin tentang tanda-tanda gereja, kelompok Katolik Roma
menegaskan pandangannya bahwa "gereja yang tampak", yang diwariskan
sejak zaman Petrus dan para rasul, itulah "gereja yang sejati".
Tepatlah jika kita mengikuti pandangan Luther dan Calvin tentang
"karakteristik gereja" sebagai yang benar hingga hari ini. Jika
gereja tidak mengkhotbahkan firman Allah, tapi hanya merupakan
doktrin palsu atau doktrin manusia, tentunya gereja itu bukan gereja
yang sejati. Pada beberapa kasus, kita mungkin sulit membedakan
seberapa jauh suatu ajaran yang salah bisa ditoleransi sebelum suatu
gereja tidak dapat lagi disebut sebagai gereja yang sejati. Namun,
ada banyak kasus yang jelas-jelas dapat dikatakan bahwa gereja yang
sejati itu tidak ada. Sebagai contoh, Gereja Yesus Kristus dan
Orang-Orang Kudus Zaman Akhir (Gereja Mormon) yang tidak berpegang
pada pokok-pokok doktrin Kristen tentang keselamatan atau
kemanusiaan Tuhan atau kemanusiaan dan karya Kristus. Ini jelas
merupakan gereja palsu. Sama halnya dengan Saksi Yehovah yang
mengajarkan bahwa keselamatan dapat diperoleh melalui perbuatan,
bukan karena percaya pada Yesus Kristus saja. Ini adalah
penyimpangan doktrin yang mendasar karena jika orang-orang percaya
pada ajaran Saksi Yehova, mereka tidak dapat diselamatkan. Jadi,
Saksi Yehova juga merupakan gereja palsu. Bila khotbah gereja
ternyata menyembunyikan pesan keselamatan untuk para jemaatnya
sehingga pesan Kabar Keselamatan tidak dinyatakan dengan jelas dan
tidak diberitakan selama beberapa waktu, maka perkumpulan tersebut
bukanlah gereja.
Tanda yang kedua dari gereja adalah dilakukannya sakramen yang
benar (baptisan dan Perjamuan Kudus), yang mungkin bertentangan
dengan Gereja Katolik Roma yang berpandangan bahwa anugerah yang
menyelamatkan diperoleh melalui sakramen. Karenanya, sakramen
merupakan "perbuatan" yang akan menghasilkan usaha untuk
mendapatkan keselamatan. Dengan cara ini, Gereja Katolik Roma
menekankan pada pembayaran keselamatan daripada mengajarkan bahwa
iman adalah sarana untuk mendapatkan keselamatan.
Namun, ada alasan lain mengapa sakramen merupakan tanda dari gereja.
Suatu ketika, suatu organisasi mulai mempraktikkan baptisan dan
Perjamuan Kudus, ini merupakan organisasi yang berkelanjutan dan
yang sedang "berupaya menjalankan fungsinya sebagai gereja". (Dalam
masyarakat Amerika modern, suatu organisasi yang mulai bertemu untuk
menyembah dan berdoa serta belajar pengajaran Alkitab pada hari
Minggu pagi dapat digolongkan sebagai organisasi yang sedang
berupaya menjalankan fungsinya sebagai gereja.)
Baptisan dan Perjamuan Kudus juga bertindak sebagai "pengontrol
keanggotaan" bagi gereja. Baptisan adalah sarana untuk mengakui
keanggotaan seseorang di suatu gereja dan Perjamuan Kudus merupakan
sarana yang menandakan bahwa seseorang melanjutkan keanggotaannya
dalam gereja tersebut -- gereja menunjukkan bahwa mereka yang
menerima baptisan dan Perjamuan Kudus adalah yang menerima
keselamatan. Oleh karena itu, kedua sakramen ini menunjukkan bahwa
gereja memikirkan keselamatan dan mereka terdaftar secara jelas,
yang juga menjadi tanda dari gereja masa kini. Sebaliknya, kelompok
yang tidak melaksanakan baptisan dan Perjamuan Kudus menunjukkan
bahwa mereka tidak bermaksud untuk melaksanakan fungsi sebagai
gereja. Seseorang mungkin saja berdiri di pojok jalan dengan
sekelompok kecil pendengar dan mengkhotbahkan firman Tuhan, tapi
kerumunan itu tidak dapat disebut sebagai gereja. Bahkan PA
(persekutuan Alkitab) yang dilakukan di rumah bisa saja mengajarkan
Alkitab tanpa perlu menjadi gereja. Tapi jika PA mulai membaptis
sendiri petobat baru dan secara teratur mengadakan Perjamuan Suci,
ini menunjukkan "suatu usaha untuk berfungsi sebagai gereja". Sulit
dikatakan mengapa mereka tidak memutuskan saja menjadi gereja.
["Salvation Army" (Bala Keselamatan) merupakan kasus khusus karena
meskipun tidak mempraktikkan baptisan dan perjamuan kudus, mereka
memenuhi syarat untuk disebut gereja. Organisasi ini telah
mengganti fungsi "pengontrol keanggotaan" kedua sakramen ini dengan
sebuah cara identifikasi keanggotaan ala mereka sendiri.]
2. Gereja Sejati dan Gereja yang Tidak Sejati Masa Kini
Sehubungan dengan pembahasan pertanyaan yang muncul di masa
Reformasi, bagaimana dengan Gereja Katolik Roma sekarang ini?
Apakah mereka adalah gereja sejati? Kelihatannya untuk memutuskan
tentang Gereja Katolik Roma secara keseluruhan tidak mudah karena
terlalu beragam. Menanyakan apakah sekarang ini Gereja Katolik Roma
merupakan gereja sejati sama dengan mempertanyakan apakah gereja
Kristen Protestan saat ini merupakan gereja sejati atau palsu --
ada terlalu banyak aliran sekarang ini. Beberapa jemaat Gereja
Katolik Roma secara pasti tidak memiliki dua tanda gereja di atas:
tidak ada khotbah murni dari firman Allah dan pesan keselamatan
Injil melalui iman dalam Kristus tidak dikenal atau diterima oleh
jemaat ini. Keikutsertaan dalam sakramen-sakaramen dipandang sebagai
"usaha/perbuatan" untuk memperoleh belas kasihan Allah. Kelompok
yang memiliki pandangan demikian bukan merupakan gereja Kristen
sejati. Sebaliknya, saat ini ada banyak jemaat Katolik Roma di
berbagai belahan dunia di mana pendeta setempat memiliki pengetahuan
keselamatan yang benar tentang Kristus dan memiliki hubungan pribadi
yang jelas dengan Kristus melalui doa dan pemahaman Alkitab. Khotbah
dan ajaran pribadinya tentang Alkitab banyak menekankan pada iman
pribadi dan kebutuhan pribadi untuk membaca Kitab Alkitab dan
berdoa. Pengajarannya tentang sakramen-sakramen lebih ditekankan
pada aspek simbolis dan peringatan daripada tindakan yang dapat
mendatangkan anugerah keselamatan dari Allah. Dalam hal ini,
meskipun kita harus mengatakan bahwa kita masih memiliki perbedaan
yang besar dengan ajaran Katolik Roma tentang beberapa doktrin
[Perbedaan doktrin mendasar meliputi kelanjutan dari pengorbanan
massal, kekuasaan Paus dan dewan gereja, penyembahan terhadap bunda
Maria dan perannya dalam penebusan dosa, doktrin penyucian dosa dan
tambahan dalam kitab-kitab kanon], namun tampaknya gereja seperti
ini memiliki penafsiran yang sangat dekat dengan dua ciri gereja
sehingga sulit untuk disangkal bahwa sesungguhnya gereja tersebut
adalah gereja yang sejati. Kelihatannya, jemaat tersebut benar-benar
adalah orang percaya dimana Injil diajarkan (meski pun tidak murni)
dan sakramen dilaksanakan dengan lebih benar dibandingkan salah.
Apakah ada gereja-gereja palsu di dalam aliran Protestan? Bila kita
melihat ulang pada dua tanda yang membedakan di atas, menurut
penilaian penulis lebih tepat bila dikatakan bahwa banyak gereja
Protestan liberal saat ini yang sebenarnya adalah gereja palsu.
[Kesimpulan yang sama juga dikemukakan oleh J. Gresham Machen sejak
1923: "Gereja Katolik Roma mungkin mewakili suatu perubahan pada
agama Kristen; namun Liberalisme naturalistik sama sekali bukan
kekristenan" (Christianity and Liberalism, Grand Rapids: Eerdmans,
1923, p.52).] Apakah Injil "perbuatan" dan ketidakpercayaan terhadap
Alkitab yang diajarkan gereja-gereja palsu ini lebih menyelamatkan
orang daripada apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik Roma pada masa
Reformasi? Bukankah pelaksanaan sakramen yang tidak disertai dengan
pengajaran yang benar pada orang-orang yang datang ke gereja, sama
salahnya dengan Gereja Katolik Roma pada masa Reformasi yang memberi
jaminan yang salah tentang pelaksanaan sakramen kepada orang-orang
yang belum lahir baru. Apabila ada persekutuan orang yang menyebut
diri mereka Kristen, tapi terus-menerus mengajarkan bahwa
orang-orang tidak boleh percaya pada Alkitab mereka -- tentu saja
pada gereja yang pendeta dan jemaatnya jarang membaca Alkitab atau
berdoa dengan sungguh-sungguh, dan tidak percaya atau bahkan mungkin
tidak mengerti tentang keselamatan yang hanya didapat dalam Kristus,
bagaimana mungkin kita menyebutnya sebagai gereja sejati?
Bahan diterjemahkan dari:
Judul buku : Systematic Theology
Judul artikel : The "Marks" of the Church (Distinguishing
Characteristic)
Penulis : Wayne Grudem
Penerbit : Zondervan Publishing House, Michigan 1994
Halaman : 864 -- 867
Dipublikasikan di:
______________________________________________________________________
LINKS
Metamorphe
==> http://groups.yahoo.com/group/metamorphe/
Milis Metamorphe dibuka dengan tujuan menjadi wadah bagi siapa saja
yang ingin berbagi berkat melalui media internet. Melalui milis ini,
Anda dapat berdiskusi dan mengirimkan bahan-bahan rohani, baik yang
bersifat penginjilan maupun pertumbuhan rohani. Untuk menjaga
kelancaran diskusi, setiap email akan dimoderasi sebelum dikirimkan
ke semua anggota. Bagi Anda yang rindu mengabarkan kasih Kristus
melalui internet, segera bergabung ke milis ini.
< metamorphe(at)yahoogroups.com > [kirim pesan]
< metamorphe-subscribe(at)yahoogroups.com > [berlangganan]
______________________________________________________________________
SURAT ANDA
>From: Budi Prayitno
>Sebelumnya saya minta maaf kepada Tim PESTA. Saya pernah menjadi
>peserta namun karena banyak tugas pelayanan, saya tidak mampu
>menyelesaikan tugas-tugas. Sehingga akhir Tahun. Kali ini saya
>ingin kembali mengikuti program ini, apakah masih diperbolehkan?
>dan bagaimana prosedurnya? Sebelumnya saya ucapkan Terima kasih.
>Tuhan Yesus memberkati Tim PESTA.
Redaksi:
Sdr. Budi,
Tentu saja kami akan menyambut Anda kembali dengan penuh sukacita.
Untuk bisa mengikuti kursus PESTA, silakan lebih dahulu melihat
daftar/jadwal Kursus PESTA yang akan dibuka tahun 2007:
==> http://www.pesta.org/?q=kursus_2007
Lalu silakan mendaftarkan diri pada kelas yang Anda inginkan dengan
menghubungi alamat:
==> < kusuma(at)in-christ.net >
Setelah mendaftar sebagai peserta kelas tersebut, Anda akan menerima
kiriman bahan-bahan yang harus Anda pelajari. Seperti Anda yang
telah menyelesaikan semua tugas tertulis (menjawab setiap pertanyaan
dalam setiap pelajaran yang diberikan hingga selesai), Anda akan
diterima untuk menjadi peserta diskusi kelas virtual tersebut.
Prosedur ini juga berlaku bagi para peserta lain yang memiliki kasus
serupa. Tuhan Yesus memberkati. Selamat bergabung.
______________________________________________________________________
DISCLAIMER
Staf Redaksi: Ani, Yulia, Pipin, Lisbet
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) Berita PESTA 2007 -- YLSA
http://www.pesta.org/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
BERITA PESTA
Alamat berlangganan: < daftar-berita-pesta(at)sabda.org >
Alamat membatalkan : < berhenti-berita-pesta(at)sabda.org >
ARSIP BERITA PESTA : http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta/
______________________________________________________________________
|