\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\**************/////////////////////////////
><> ><> ><> ><> BERITA PESTA <>< <>< <>< <><
/////////////////////////////**************\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\
Edisi 06/Desember/2005
Daftar Isi: * Editorial
* Berita PESTA : 1. Penutupan Kelas DIK (Okt.-Nop. 2005)
2. Pembukaan Kelas DIK (Jan.-Peb. 2005)
3. Bahan Baru -- Kursus PPB
4. Foto Peserta PESTA
5. Kursus Lanjutan DIK
* Renungan Natal: Pergeseran Makna Natal
* Kesaksian : Kesaksian Peserta PESTA
* Surat Anda : Doa Berkat untuk PESTA
_><>____><>____><>____><>____ EDITORIAL _____<><____<><____<><____<><_
Ytk. Para Peserta Kursus PESTA,
Salam dalam kasih Yesus Kristus!
Di penghujung tahun 2005 ini, kami hadir untuk memberitakan beberapa
informasi terbaru tentang kegiatan PESTA. Info selengkapnya dapat
Anda simak dalam Kolom Berita PESTA.
Selain itu, untuk ikut menyambut suasana Natal, kami menyajikan
sebuah Renungan Natal untuk Anda. Kiranya menjadi berkat! Kami
juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Bp. Andrew Amos
Timotiwu, yang telah mengirimkan kesaksiannya. Kami percaya
kesaksian Anda akan menguatkan para pembaca lain.
Selamat ber-PESTA dan selamat merayakan Natal 2005!
Dalam kasih-Nya,
(Lisbet)
Redaksi Berita PESTA
_><>____><>____><>____><>____BERITA_PESTA____<><____<><____<><____<><_
1. PENUTUPAN KELAS PESTA PERIODE OKTOBER - NOPEMBER 2005
========================================================
Pelaksanaan Diskusi Kursus DIK (Dasar-dasar Iman Kristen) yang telah
berlangsung sejak tgl. 9 Nopember 2005 akan segera berakhir. Waktu
berdiskusi adalah satu bulan penuh. Peserta terlihat sangat antusias
dalam belajar. Dari 30 peserta hampir semuanya telah berpartisipasi
dalam diskusi. Topik-topik yang didiskusikan juga cukup menarik.
Harapan dan doa kami, kiranya waktu saling belajar selama satu bulan
ini dapat menjadi berkat, bukan hanya untuk menambah pengetahuan
saja tapi juga untuk semakin memahami dasar-dasar iman Kristen yang
selama ini dipercaya. Dengan berakhirnya diskusi DIK ini, tgl. 9
Desember 2005, maka berkakhir pulalah seluruh kegiatan Kelas Virtual
PESTA Periode Oktober - Nopember 2005. Untuk selanjutnya kegiatan
Kelas Virtual PESTA akan dimulai lagi Januari 2006.
2. PEMBUKAAN KELAS PESTA PERIODE JANUARI - PEBRUARI 2006
========================================================
PESTA kembali membuka Kelas Virtual untuk periode Januari - Pebruari
2006, yaitu Kursus DASAR-DASAR IMAN KRISTEN (DIK). Kursus Kelas DIK
ini adalah kelas dasar yang wajib diikuti oleh semua peserta PESTA
sebelum mengambil kursus-kursus PESTA yang lain.
Kursus DIK ini terdiri dari 10 pelajaran yang mempelajari tentang
pokok-pokok penting iman Kristen, khususnya tentang penciptaan
manusia, kejatuhan manusia dalam dosa, rencana keselamatan Allah
melalui Yesus Kristus dan pokok-pokok penting dalam hidup baru.
Kursus ini akan berlangsung intensif selama 2 bulan, dengan
pembagian: 1 bulan untuk mengerjakan tugas tertulis dan satu bulan
untuk mendiskusikan bahan dengan peserta DIK yang lain. Secara
perincian waktu, berikut ini jadwal kegiatannya:
1 - 31 Desember 2005 : Pembukaan Pendaftaran Calon Peserta
1 - 31 Januari 2006 : Waktu mengerjakan Tugas Tertulis
(Peserta yang diterima adalah yang telah
menyelesaikan Tugas Tertulis)
1 - 28 Pebruari 2006 : Waktu berdiskusi
Jika Anda tertarik, segeralah mengisi Formulir Pendaftaran yang
tersedia di bagian bawah Pub. Berita PESTA ini atau yang tersedia di
Situs PESTA Online di alamat:
==> http://www.pesta.org/formulir.php?jenis=kelas
Bagi Anda yang sudah pernah mengisi Formulir Pendaftaran, Anda tidak
perlu mengisinya lagi, tapi Anda perlu mengirimkan surat konfirmasi
tentang keikutsertaan Anda kepada Staf Admin PESTA di:
==> Silvi < silvi(at)in-christ.net >
3. BAHAN KURSUS PESTA BARU - PENGANTAR PERJANJIAN BARU (PPB)
============================================================
Berita gembira! Pada akhir tahun 2005 ini Situs PESTA akan
meluncurkan Bahan Kursus PESTA baru, yaitu Bahan PENGANTAR
PERJENJIAN BARU (PPB). Selain Anda dapat membacanya, Anda juga dapat
men-downloadnya dengan gratis! Bahan ini terdiri dari 6 Pelajaran
yang dilengkapi dengan Pertanyaan dan Referensi pada setiap
pelajarannya. Kami berharap bahan ini dapat menambah pengetahuan
Anda tentang Alkitab dan mendorong Anda untuk belajar lebih sunguh-
sungguh Firman Tuhan yang hidup.
==> http://www.pesta.org/
4. FOTO PESERTA PESTA
=====================
Kami juga ingin mengumumkan bahwa Situs PESTA Online sekarang telah
dilengkapi dengan fasilitas untuk menampilkan foto-foto PESERTA
PESTA. Sembari Anda berkunjung untuk mendapatkan bahan-bahan PESTA,
silakan mampir di halaman Students` Corner:
==> http://www.pesta.org/student.php?info=kv2a
Bagi Peserta PESTA (yang lama dan yang baru) yang ingin mengirimkan
fotonya, segeralah kirim ke:
==> < staf-pesta(at)sabda.org >
5. KURSUS LANJUTAN BAGI PESERTA YANG TELAH MENYELESAIKAN KURSUS DIK
===================================================================
Berita gembira bagi Anda yang telah menyelesaikan Kelas DIK 2005,
karena kami akan membuka Kursus PPB (Pengantar Perjanjian Baru) pada
awal tahun 2006. Nantikan informasi selanjutnya.
_><>____><>____><>____><>___RENUNGAN NATAL___<><____<><____<><____<><_
Sebuah Renungan Natal kami sajikan bagi Anda. Kiranya bisa menjadi
berkat Natal untuk Anda.
PERGESERAN MAKNA NATAL
======================
Yesus lahir dalam kesederhanaan. Dia adalah Raja, jadi sebenarnya
Dia dapat memilih tempat dimana Dia akan dilahirkan. Dia bisa saja
memilih istana yang megah dan penuh keindahan, tetapi sebaliknya Dia
memilih kandang dengan bau yang mungkin saja menyengat. Dia bisa
saja memilih untuk diletakkan di pembaringan yang empuk, tapi Dia
justru memilih palungan. Dia bisa saja memilih sutra termahal untuk
menyelimuti-Nya -- ingat, Dia Raja dan Tuhan -- tetapi Dia
membiarkan kain lampin yang kasar dan sederhana membungkus-Nya. Saat
Dia lahir, bisa saja Dia mengundang pembesar dan golongan bangsawan
untuk datang melihat-Nya, tetapi Dia justru memilih para gembala
sebagai tamu kehormatan!
Kelahiran Kristus itu sederhana, bahkan sangat sederhana. Namun
anehnya Natal sekarang ini sudah identik dengan kemewahan. Kalau
tidak mewah, bukan Natal namanya. Jika anggaran dana Natal tidak
membengkak sampai berpuluh-puluh juta, Natal yang kita peringati
serasa kurang afdol. Dengan dalih rohani, kita selalu berkata bahwa
kita sedang menyambut kelahiran Raja di atas segala raja, sehingga
segala pemborosan yang kita berikan tidak berarti sama sekali.
Memang tidak pantas jika kita membuat perhitungan finansial terhadap
Tuhan. Namun, apakah benar semua kemewahan itu untuk Tuhan, ataukah
sebaliknya untuk memuaskan keinginan kita sendiri? Bukankah
sejujurnya kita sungkan dengan tamu undangan yang datang dalam acara
Natal kita itu, sehingga mau tidak mau kita akan menyiapkan acara
itu semewah mungkin? Padahal bisa saja kita merayakan Natal dalam
kesederhanaan tanpa mengurangi esensi Natal itu sendiri.
Seandainya waktu bisa diputar ulang, saya ingin kembali ke Natal
yang pertama untuk menyaksikan dan merasakan sendiri bagaimana
suasana di Betlehem. Sementara semua penduduk desa kecil itu sudah
tertidur pulas, di suatu tempat, tepatnya di sebuah kandang
sederhana, terlihat Yusuf dengan Maria yang sedang menggendong Sang
Mesias. Serombongan gembala datang dengan ekspresi yang belum pernah
terlihat sebelumnya. Suasana di sana begitu hangat, tenang, teduh
dan dipenuhi kedamaian yang tak terkatakan. Natal pertama memang
diwarnai dengan kedamaian.
Dua puluh abad kemudian, Natal masih diperingati. Kisahnya masih
terus diceritakan. Bahkan cerita Natal itu tampaknya tidak pernah
usang. Hanya sayang, kedamaian yang menyelimuti Natal pertama
berangsur-angsur hilang. Kini kita memperingati Natal, tapi tak
pernah merasa damai. Sebaliknya, Natal tidak lebih dari kegiatan
tahunan yang membuat kita letih. Bahkan kadang kala kita
memperingati dengan kegelisahan dan kegalauan dalam hati. Kehadiran
Sang Mesias tidak cukup memberi rasa tenang dan rasa aman. Berita
kelahiran Juruselamat tidak sanggup menghembuskan rasa damai di hati
kita. Tak heran jika Natal tidak begitu berkesan dalam hidup kita.
Sama sekali tidak membekas. Bahkan berlalu begitu saja.
Jika kita mau merenungkan lebih jauh, bukankah benar bahwa makna
Natal dalam pengertian yang sebenarnya telah bergeser begitu jauh?
Makna Natal yang sebenarnya diganti dengan hal-hal lahiriah.
Digantikan dengan pesta pora, hura-hura, dan kemewahan yang sia-sia.
Dilewatkan begitu saja, bahkan sebelum kita bisa mengambil waktu
sejenak untuk berefleksi. Alangkah indahnya jika kita bisa kembali
ke Natal yang pertama. Merasakan Kristus dalam kesunyian, membuat
jiwa kita lebih peka terhadap suara-Nya. Merasakan Kristus dalam
kesederhanaan, menggugah empati kita terhadap sesama yang hidup
dalam kekurangan, yang dilanda bencana atau yang sedang dirundung
kesedihan. Merasakan Kristus dalam embusan damai, mengusir jiwa yang
gelisah dan galau.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Natal yang Tak Dapat Dicuri
Penulis : Petrus Kwik
Penerbit : Gloria Graffa, Cetakan pertama 2005
Halaman : 83 - 86
_><>____><>____><>____><>______KESAKSIAN_____<><____<><____<><____<><_
Berikut kesaksian yang ditulis oleh Andrew Amos Timotiwu, salah
seorang peserta kursus Kehidupan Rasul Paulus (KRP). Andrew mendapat
berkat yang luar biasa melalui KRP ini. Kiranya kesaksian tersebut
mendorong Anda untuk mengikuti kursus-kursus yang diadakan oleh
PESTA. Tuhan memberkati!
KESAKSIAN MENGIKUTI KRP
=======================
Nama saya Andrew Amos Timotiwu, bertempat tinggal di Bandar Lampung.
Saya berwiraswasta (membuka sebuah toko peralatan komputer). Saya
adalah seorang Kristen yang biasa-biasa dalam arti setiap Minggu
kecuali sakit pasti ke gereja, memuji Tuhan, mendengarkan firman-
Nya, lebih jauh paling-paling ikut paduan suara. Secara keseluruhan
kehidupan kekristenan saya tidak lebih baik dari saudara-saudara
seiman lainnya -- datang, memuji Tuhan, mendengarkan Firman, berdoa
lalu pulang dan itu adalah suatu hal rutin saja.
Pada suatu hari tiba-tiba entah mengapa saya tergerak untuk membaca
dan mempelajari firman-Nya, padahal biasanya hal itu paling banyak
saya lakukan 1 minggu sekali saja, itu pun saat mendengarkan
khotbah. Saya mulai membaca dan mencoba untuk mengerti maksud Tuhan
melalui firman-Nya. Sambil membaca, saya juga mulai mencari-cari di
situs-situs internet siapa tahu saya dapat belajar dari salah satu
situs di sana mengenai Alkitab. Akhirnya saya bertemu dengan YLSA
dalam situsnya di alamat <www.sabda.org>. Saya menelusuri situs ini
sambil mencoba memahami maksud dan tujuan dari situs ini, sampai
akhirnya saya bertemu dengan PESTA.
Hati saya mulai tertarik karena PESTA menawarkan pelajaran Alkitab
secara on-line. Kebetulan PESTA sedang membuka kelas baru yaitu
kelas "Kehidupan Rasul Paulus", saya pun segera mengisi formulir
pendaftaran yang telah disediakan. Saat itu jadilah saya salah satu
murid dari kelas PESTA, Puji Tuhan!
Saya mulai mempelajari KRP dari bahan-bahan yang diberikan PESTA
kepada saya. Semakin jauh mempelajari bahan-bahan tersebut, semakin
saya memahami siapa Rasul Paulus sesungguhnya. Hal ini mulai
memberikan kesadaran kepada saya bahwa Rasul Paulus merupakan sosok
teladan bagi saya, mulai dari pemberontakannya terhadap Yesus
Kristus hingga menjadi alat Yesus untuk menebarkan Injil dimana-mana
bahkan sampai ke benua Eropa. Bahan pelajaran dikemas dengan sangat
baik, mudah untuk saya mengerti, ringkas tetapi padat, ditambah
dengan bahan-bahan referensi yang berbobot membuat saya semakin
senang untuk mempelajarinya, terlebih di setiap modul pelajaran
selalu diakhiri dengan doa.
Saya pun mulai rajin untuk berdoa baik di rumah maupun di tempat
kerja dan mulai ikut bersekutu dengan rekan-rekan di gereja dalam
kelompok persekutuan doa. Saya mulai aktif ikut dalam pelayanan doa
untuk warga gereja yang sakit ataupun yang sedang undur dari
persekutuan. Tidak hanya itu saya juga mulai ikut bersekutu dengan
rekan-rekan para hamba Tuhan dari berbagai denominasi dan membentuk
kelompok doa yang siap melayani siapa saja yang membutuhkan
pelayanan doa tanpa memandang denominasi gereja. Segala aktivitas
yang saya lakukan itu sempat membuat banyak rekan di gereja saya
bahkan dari gereja lain agak terheran-heran melihat suatu perubahan
yang luar biasa dari diri saya.
Bila saya ditanya oleh mereka, "Mengapa bisa demikian?" Dengan
enteng saya menjawab bahwa saya merasakan sukacita! Rasa sukacita
yang sangat luar biasa ini membuat saya seakan-akan tidak pernah
merasakan lelah, bahkan membuat saya ingin turut serta dalam setiap
pelayanan apa pun. Terlebih lagi bila teringat ucapan Rasul Paulus
kepada jemaat di Filipi: "Aku mengucap syukur kepada Allahku karena
persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai
sekarang ini." (Filipi 1:5) dan juga kepada Filemon: "Dan aku
berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan
pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus." (Filemon
1:6), sangat mendorong diri saya, luar biasa, Puji Tuhan!
Kembali ke PESTA, satu hal yang paling menarik dari program kursus
yang diberikan oleh PESTA adalah adanya program diskusi mengenai apa
yang telah dipelajari, yang harus saya ikuti setelah menyelesaikan
seluruh pelajaran secara tertulis (teori) dalam waktu 1 bulan. Hal
ini semakin menambah pemahaman saya atas apa yang telah saya
pelajari. Lambat tapi pasti saya pun mulai mengerti bahwa Roh Kudus
bekerja dalam kehidupan saya dan semua ini adalah perbuatan-Nya.
Saya bertanya-tanya apakah hal yang sama juga dirasakan oleh Rasul
Paulus tatkala dia ditangkap Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik
(Kisah Para Rasul 9:3)? Yang pasti Yesus Kristus-lah yang membuat
saya dapat merasakan Damai Sejahtera dan Sukacita ini. Sekarang saya
merasa ada sesuatu yang paling berharga dalam hidup saya dan hal itu
tidak mungkin dapat dibandingkan dengan apa pun.
Dulu saya sangat sulit untuk meninggalkan toko saya. Saya selalu
merasa khawatir dan takut jika ada barang-barang yang hilang atau
bila ada karyawan saya yang mencuri atau membohongi saya (pikiran
saya selalu negatif), pikiran-pikiran itu pun selalu membuat saya
tidak pernah merasakan sukacita, karena yang ada adalah curiga dan
curiga. Tetapi sekarang berkat kasih karunia Allah, semuanya itu
kini menjadi sirna. Ketika bekerja di toko pun, sukacita selalu
melingkupi saya dan juga para karyawan. Teringatlah saya akan
perkataan Rasul Paulus, bahwa: "Janganlah hendaknya kamu kuatir
tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal
keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan
syukur." (Filipi 4:6), suatu nasehat yang benar-benar telah
memberikan kekuatan yang besar bagi saya. Rasul Paulus adalah contoh
seorang manusia yang hidup untuk Tuhan dan dengan taat melakukan
perintah-Nya demi kemuliaan-Nya. Haleluyah, Puji Tuhan!
Ketika teman-teman para hamba Tuhan yang melayani jemaat-Nya di
desa-desa menemui saya untuk mengajak ikut bergabung dalam pelayanan
mereka, saya pun langsung menyetujuinya dengan penuh semangat. Saya
mulai mengatur waktu saya agar pelayanan ini tidak ada yang
terlewatkan. Puji Syukur kepada Tuhan karena hingga saat ini saya
tetap dapat mengikuti semua pelayanan (walaupun 1 bulan sekali) ke
pelosok desa-desa dimana terdapat anak-anak Tuhan yang benar-benar
membutuhkan pelayanan dan perhatian akibat kehidupan mereka yang
sulit dan bahkan sangat susah. Hati saya benar-benar tersentuh dalam
pelayanan ini, ditambah lagi jika teringat Rasul Paulus yang pernah
mengatakan: "dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus
juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita
sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Dan kiranya
Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih
seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti
kami juga mengasihi kamu." (Efesus 5:2; 1Tesalonika 3:12)
Singkat cerita, saya mulai menangkap maksud Tuhan di balik semua
ini, mulai dari Roh Kudus yang dulu telah menggerakkan hati saya
untuk mendekatkan diri pada firman-Nya untuk mulai membaca serta
memahaminya sampai ketika saya dipertemukan oleh Tuhan Yesus Kristus
dengan PESTA. Saya merasa diperlengkapi dan mendapatkan kekuatan.
Rencana Tuhan memang sangat luar biasa, Ia telah mengatur agar PESTA
menyuguhkan pelajaran sebagai awal pemahaman saya akan firman-Nya
justru mengenai "Kehidupan Rasul Paulus". Anehnya saya tidak
merasakan kesulitan apa pun dalam mempelajari bahan-bahan yang
diberikan PESTA, justru pemahaman serta sukacitalah yang saya
dapatkan.
Kehidupan Rasul Paulus menginspirasi diri saya, saya menjadi kagum
kepadanya, saya seakan ingin seperti dia! Saya yakin bahwa PESTA
telah dipakai Tuhan untuk saya dan saya pun menjadi berani untuk
mengikuti segala macam pelayanan yang ada sekarang, sepertinya tidak
ada rasa kekuatiran sedikit pun dalam diri saya. Inilah sedikit dari
apa yang telah saya kerjakan yang dapat saya bagikan kepada setiap
orang yang mau menerima berkat-Nya. Saya sangat mengucap syukur
kepada Allah yang dengan perantara Roh Kudus telah menggerakkan hati
saya untuk mau kembali kepada firman-Nya serta mempelajari-Nya. Saya
juga sangat yakin bahwa Dia-lah yang telah mempertemukan saya dengan
YLSA dan program PESTA-nya sehingga saya pun merasa terus dikuatkan
dan diperlengkapi. Lagipula, siapa yang menyangka bahwa pelajaran
pertama yang harus saya ikuti adalah pelajaran mengenai "Kehidupan
Rasul Paulus" yang begitu menginspirasi kehidupan saya saat ini.
Semua ini PASTI karena perbuatan-Nya, tidak ada yang lain dan PESTA
telah dipakai-Nya sebagai alat untuk memperlengkapi diri saya saat
ini (Efesus 4:12). Akhirnya saya pun turut mengaminkan apa yang
dikatakan oleh penulis kitab Ibrani: "Maka Allah damai sejahtera,
yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari
antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan
kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk
melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang
berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan
sampai selama-lamanya! Amin." (Ibrani 13:20-21)
Tuhan memberkati pelayanan YLSA melalui PESTA,
Teriring salam dan doa saya,
Andrew A. Timotiwu
_><>____><>____><>____><>_____SURAT_ANDA____<><____<><____<><_____<><_
From: Nora Lantukan <Sinora_L(at)xxxxxxx>
>Saya sangat berbesar hati mendapati situs PESTA ini. Semoga lebih
>banyak orang yang diberkati melalui pelayanan yang sangat berharga
>ini. Saya juga berharap agar pihak penganjur yang terlibat dalam
>pembinaan situs ini terus diberkati agar bisa memberkati setiap
>insan yang rindu mendalami firman Tuhan demi membangun Kerajaan
>Allah di mana saja kita berada.
Redaksi:
Dear Nora,
Terima kasih, khususnya untuk doa berkat yang Anda naikkan. Mari
bersama kita ucapkan syukur kepada Tuhan atas kebaikan-Nya. Selamat
melayani.
_><>____><>____><>____><>___FORMULIR PESTA___<><____<><____<><____<><_
----- potong di sini dan kirim ke < daftar-pesta(at)sabda.org > ------
FORMULIR PENDAFTARAN KURSUS VIRTUAL PESTA
-----------------------------------------
Periode Januari - Pebruari 2006
Isilah data Anda di bawah ini dengan lengkap!
=============================================
A. Data Pribadi
===============
Nama Lengkap ::
Alamat E-mail ::
Alamat rumah ::
Tempat/Tgl. Lahir ::
Status menikah ::
Pekerjaan ::
Pendidikan Akhir ::
Talenta/ketrampilan ::
Anggota Gereja ::
Jabatan Pelayanan ::
Komputer yang dipakai adalah:: [ ] milik pribadi di rumah
[ ] di kantor
B. Pernyataan pribadi
=====================
Apakah Anda pernah mengikuti Kelas Virtual PESTA sebelumnya?
Kalau ya, Kelas Kursus apa?
Apakah harapan Anda dengan mengikuti Kelas Virtual PESTA ini?
Apakah Anda setuju dengan pernyataan di bawah ini? Jika, ya,
tulislah nama Anda dalam kolom isian yang tersedia.
"Dengan mengisi Formulir Pendaftaran Kelas Virtual ini
berarti saya, _________________________(nama lengkap)
dengan keinginan sendiri telah memutuskan untuk mengikuti
Kursus PESTA ini hingga selesai dan mau mentaati peraturan
yang ada dan bersedia untuk saling membangun iman sesama
peserta PESTA dalam kasih."
_><>____><>____><>____><>_____DISCLAIMER_____<><____<><____<><____<><_
Staf Redaksi: Lisbet, Silvi, Yulia
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) BeritaPESTA 2005 -- YLSA
http://www.pesta.org/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
BERITA PESTA
Alamat untuk berlangganan : < daftar-berita-pesta(at)sabda.org >
Alamat untuk membatalkan : < berhenti-berita-pesta(at)sabda.org >
ARSIP BERITA PESTA: http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta/arsip/
_ ____ ____ ____ ____________________ ____ ____ ____ _
><> ><> ><> ><> ><> ><> <>< <>< <>< <><
|