Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > Berita PESTA > Desember 2005
  Edisi Terbaru
Edisi 58
Desember/2011
  Arsip
Total 56 edisi (2005-2011)
  Cari
  Keanggotaan Milis
Berlangganan
Berhenti
Ganti alamat email
  Relasi
PESTA online
e-Learning
e-Buku
  Tampilan cetak   edisi sebelum | edisi berikut

Berita PESTA edisi 6 (6-12-2005)

Desember 2005



\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\**************/////////////////////////////
><>   ><>   ><>   ><>         BERITA PESTA       <><   <><   <><   <><
/////////////////////////////**************\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\
                        Edisi 06/Desember/2005

Daftar Isi: * Editorial
            * Berita PESTA  : 1. Penutupan Kelas DIK (Okt.-Nop. 2005)
                              2. Pembukaan Kelas DIK (Jan.-Peb. 2005)
                              3. Bahan Baru -- Kursus PPB
                              4. Foto Peserta PESTA
                              5. Kursus Lanjutan DIK
            * Renungan Natal: Pergeseran Makna Natal
            * Kesaksian     : Kesaksian Peserta PESTA
            * Surat Anda    : Doa Berkat untuk PESTA

_><>____><>____><>____><>____ EDITORIAL _____<><____<><____<><____<><_

  Ytk. Para Peserta Kursus PESTA,

  Salam dalam kasih Yesus Kristus!

  Di penghujung tahun 2005 ini, kami hadir untuk memberitakan beberapa
  informasi terbaru tentang kegiatan PESTA. Info selengkapnya dapat
  Anda simak dalam Kolom Berita PESTA.

  Selain itu, untuk ikut menyambut suasana Natal, kami menyajikan
  sebuah Renungan Natal untuk Anda. Kiranya menjadi berkat! Kami
  juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Bp. Andrew Amos
  Timotiwu, yang telah mengirimkan kesaksiannya. Kami percaya
  kesaksian Anda akan menguatkan para pembaca lain.

  Selamat ber-PESTA dan selamat merayakan Natal 2005!

  Dalam kasih-Nya,
  (Lisbet)
  Redaksi Berita PESTA


_><>____><>____><>____><>____BERITA_PESTA____<><____<><____<><____<><_


1. PENUTUPAN KELAS PESTA PERIODE OKTOBER - NOPEMBER 2005
========================================================

  Pelaksanaan Diskusi Kursus DIK (Dasar-dasar Iman Kristen) yang telah
  berlangsung sejak tgl. 9 Nopember 2005 akan segera berakhir. Waktu
  berdiskusi adalah satu bulan penuh. Peserta terlihat sangat antusias
  dalam belajar. Dari 30 peserta hampir semuanya telah berpartisipasi
  dalam diskusi. Topik-topik yang didiskusikan juga cukup menarik.
  Harapan dan doa kami, kiranya waktu saling belajar selama satu bulan
  ini dapat menjadi berkat, bukan hanya untuk menambah pengetahuan
  saja tapi juga untuk semakin memahami dasar-dasar iman Kristen yang
  selama ini dipercaya. Dengan berakhirnya diskusi DIK ini, tgl. 9
  Desember 2005, maka berkakhir pulalah seluruh kegiatan Kelas Virtual
  PESTA Periode Oktober - Nopember 2005. Untuk selanjutnya kegiatan
  Kelas Virtual PESTA akan dimulai lagi Januari 2006.


2. PEMBUKAAN KELAS PESTA PERIODE JANUARI - PEBRUARI 2006
========================================================

  PESTA kembali membuka Kelas Virtual untuk periode Januari - Pebruari
  2006, yaitu Kursus DASAR-DASAR IMAN KRISTEN (DIK). Kursus Kelas DIK
  ini adalah kelas dasar yang wajib diikuti oleh semua peserta PESTA
  sebelum mengambil kursus-kursus PESTA yang lain.

  Kursus DIK ini terdiri dari 10 pelajaran yang mempelajari tentang
  pokok-pokok penting iman Kristen, khususnya tentang penciptaan
  manusia, kejatuhan manusia dalam dosa, rencana keselamatan Allah
  melalui Yesus Kristus dan pokok-pokok penting dalam hidup baru.
  Kursus ini akan berlangsung intensif selama 2 bulan, dengan
  pembagian: 1 bulan untuk mengerjakan tugas tertulis dan satu bulan
  untuk mendiskusikan bahan dengan peserta DIK yang lain. Secara
  perincian waktu, berikut ini jadwal kegiatannya:

  1 - 31 Desember 2005  : Pembukaan Pendaftaran Calon Peserta
  1 - 31 Januari 2006   : Waktu mengerjakan Tugas Tertulis
                          (Peserta yang diterima adalah yang telah
                          menyelesaikan Tugas Tertulis)
  1 - 28 Pebruari 2006  : Waktu berdiskusi

  Jika Anda tertarik, segeralah mengisi Formulir Pendaftaran yang
  tersedia di bagian bawah Pub. Berita PESTA ini atau yang tersedia di
  Situs PESTA Online di alamat:
  ==>   http://www.pesta.org/formulir.php?jenis=kelas

  Bagi Anda yang sudah pernah mengisi Formulir Pendaftaran, Anda tidak
  perlu mengisinya lagi, tapi Anda perlu mengirimkan surat konfirmasi
  tentang keikutsertaan Anda kepada Staf Admin PESTA di:
  ==>   Silvi < silvi(at)in-christ.net >

3. BAHAN KURSUS PESTA BARU - PENGANTAR PERJANJIAN BARU (PPB)
============================================================

  Berita gembira! Pada akhir tahun 2005 ini Situs PESTA akan
  meluncurkan Bahan Kursus PESTA baru, yaitu Bahan PENGANTAR
  PERJENJIAN BARU (PPB). Selain Anda dapat membacanya, Anda juga dapat
  men-downloadnya dengan gratis! Bahan ini terdiri dari 6 Pelajaran
  yang dilengkapi dengan Pertanyaan dan Referensi pada setiap
  pelajarannya. Kami berharap bahan ini dapat menambah pengetahuan
  Anda tentang Alkitab dan mendorong Anda untuk belajar lebih sunguh-
  sungguh Firman Tuhan yang hidup.
  ==>   http://www.pesta.org/

4. FOTO PESERTA PESTA
=====================

  Kami juga ingin mengumumkan bahwa Situs PESTA Online sekarang telah
  dilengkapi dengan fasilitas untuk menampilkan foto-foto PESERTA
  PESTA. Sembari Anda berkunjung untuk mendapatkan bahan-bahan PESTA,
  silakan mampir di halaman Students` Corner:

  ==>     http://www.pesta.org/student.php?info=kv2a

  Bagi Peserta PESTA (yang lama dan yang baru) yang ingin mengirimkan
  fotonya, segeralah kirim ke:

  ==>     < staf-pesta(at)sabda.org >

5. KURSUS LANJUTAN BAGI PESERTA YANG TELAH MENYELESAIKAN KURSUS DIK
===================================================================

  Berita gembira bagi Anda yang telah menyelesaikan Kelas DIK 2005,
  karena kami akan membuka Kursus PPB (Pengantar Perjanjian Baru) pada
  awal tahun 2006. Nantikan informasi selanjutnya.


_><>____><>____><>____><>___RENUNGAN NATAL___<><____<><____<><____<><_

  Sebuah Renungan Natal kami sajikan bagi Anda. Kiranya bisa menjadi
  berkat Natal untuk Anda.

                        PERGESERAN MAKNA NATAL
                        ======================

  Yesus lahir dalam kesederhanaan. Dia adalah Raja, jadi sebenarnya
  Dia dapat memilih tempat dimana Dia akan dilahirkan. Dia bisa saja
  memilih istana yang megah dan penuh keindahan, tetapi sebaliknya Dia
  memilih kandang dengan bau yang mungkin saja menyengat. Dia bisa
  saja memilih untuk diletakkan di pembaringan yang empuk, tapi Dia
  justru memilih palungan. Dia bisa saja memilih sutra termahal untuk
  menyelimuti-Nya -- ingat, Dia Raja dan Tuhan -- tetapi Dia
  membiarkan kain lampin yang kasar dan sederhana membungkus-Nya. Saat
  Dia lahir, bisa saja Dia mengundang pembesar dan golongan bangsawan
  untuk datang melihat-Nya, tetapi Dia justru memilih para gembala
  sebagai tamu kehormatan!

  Kelahiran Kristus itu sederhana, bahkan sangat sederhana. Namun
  anehnya Natal sekarang ini sudah identik dengan kemewahan. Kalau
  tidak mewah, bukan Natal namanya. Jika anggaran dana Natal tidak
  membengkak sampai berpuluh-puluh juta, Natal yang kita peringati
  serasa kurang afdol. Dengan dalih rohani, kita selalu berkata bahwa
  kita sedang menyambut kelahiran Raja di atas segala raja, sehingga
  segala pemborosan yang kita berikan tidak berarti sama sekali.
  Memang tidak pantas jika kita membuat perhitungan finansial terhadap
  Tuhan. Namun, apakah benar semua kemewahan itu untuk Tuhan, ataukah
  sebaliknya untuk memuaskan keinginan kita sendiri? Bukankah
  sejujurnya kita sungkan dengan tamu undangan yang datang dalam acara
  Natal kita itu, sehingga mau tidak mau kita akan menyiapkan acara
  itu semewah mungkin? Padahal bisa saja kita merayakan Natal dalam
  kesederhanaan tanpa mengurangi esensi Natal itu sendiri.

  Seandainya waktu bisa diputar ulang, saya ingin kembali ke Natal
  yang pertama untuk menyaksikan dan merasakan sendiri bagaimana
  suasana di Betlehem. Sementara semua penduduk desa kecil itu sudah
  tertidur pulas, di suatu tempat, tepatnya di sebuah kandang
  sederhana, terlihat Yusuf dengan Maria yang sedang menggendong Sang
  Mesias. Serombongan gembala datang dengan ekspresi yang belum pernah
  terlihat sebelumnya. Suasana di sana begitu hangat, tenang, teduh
  dan dipenuhi kedamaian yang tak terkatakan. Natal pertama memang
  diwarnai dengan kedamaian.

  Dua puluh abad kemudian, Natal masih diperingati. Kisahnya masih
  terus diceritakan. Bahkan cerita Natal itu tampaknya tidak pernah
  usang. Hanya sayang, kedamaian yang menyelimuti Natal pertama
  berangsur-angsur hilang. Kini kita memperingati Natal, tapi tak
  pernah merasa damai. Sebaliknya, Natal tidak lebih dari kegiatan
  tahunan yang membuat kita letih. Bahkan kadang kala kita
  memperingati dengan kegelisahan dan kegalauan dalam hati. Kehadiran
  Sang Mesias tidak cukup memberi rasa tenang dan rasa aman. Berita
  kelahiran Juruselamat tidak sanggup menghembuskan rasa damai di hati
  kita. Tak heran jika Natal tidak begitu berkesan dalam hidup kita.
  Sama sekali tidak membekas. Bahkan berlalu begitu saja.

  Jika kita mau merenungkan lebih jauh, bukankah benar bahwa makna
  Natal dalam pengertian yang sebenarnya telah bergeser begitu jauh?
  Makna Natal yang sebenarnya diganti dengan hal-hal lahiriah.
  Digantikan dengan pesta pora, hura-hura, dan kemewahan yang sia-sia.
  Dilewatkan begitu saja, bahkan sebelum kita bisa mengambil waktu
  sejenak untuk berefleksi. Alangkah indahnya jika kita bisa kembali
  ke Natal yang pertama. Merasakan Kristus dalam kesunyian, membuat
  jiwa kita lebih peka terhadap suara-Nya. Merasakan Kristus dalam
  kesederhanaan, menggugah empati kita terhadap sesama yang hidup
  dalam kekurangan, yang dilanda bencana atau yang sedang dirundung
  kesedihan. Merasakan Kristus dalam embusan damai, mengusir jiwa yang
  gelisah dan galau.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku : Natal yang Tak Dapat Dicuri
  Penulis    : Petrus Kwik
  Penerbit   : Gloria Graffa, Cetakan pertama 2005
  Halaman    : 83 - 86


_><>____><>____><>____><>______KESAKSIAN_____<><____<><____<><____<><_

  Berikut kesaksian yang ditulis oleh Andrew Amos Timotiwu, salah
  seorang peserta kursus Kehidupan Rasul Paulus (KRP). Andrew mendapat
  berkat yang luar biasa melalui KRP ini. Kiranya kesaksian tersebut
  mendorong Anda untuk mengikuti kursus-kursus yang diadakan oleh
  PESTA. Tuhan memberkati!

                        KESAKSIAN MENGIKUTI KRP
                        =======================

  Nama saya Andrew Amos Timotiwu, bertempat tinggal di Bandar Lampung.
  Saya berwiraswasta (membuka sebuah toko peralatan komputer). Saya
  adalah seorang Kristen yang biasa-biasa dalam arti setiap Minggu
  kecuali sakit pasti ke gereja, memuji Tuhan, mendengarkan firman-
  Nya, lebih jauh paling-paling ikut paduan suara. Secara keseluruhan
  kehidupan kekristenan saya tidak lebih baik dari saudara-saudara
  seiman lainnya -- datang, memuji Tuhan, mendengarkan Firman, berdoa
  lalu pulang dan itu adalah suatu hal rutin saja.

  Pada suatu hari tiba-tiba entah mengapa saya tergerak untuk membaca
  dan mempelajari firman-Nya, padahal biasanya hal itu paling banyak
  saya lakukan 1 minggu sekali saja, itu pun saat mendengarkan
  khotbah. Saya mulai membaca dan mencoba untuk mengerti maksud Tuhan
  melalui firman-Nya. Sambil membaca, saya juga mulai mencari-cari di
  situs-situs internet siapa tahu saya dapat belajar dari salah satu
  situs di sana mengenai Alkitab. Akhirnya saya bertemu dengan YLSA
  dalam situsnya di alamat <www.sabda.org>. Saya menelusuri situs ini
  sambil mencoba memahami maksud dan tujuan dari situs ini, sampai
  akhirnya saya bertemu dengan PESTA.

  Hati saya mulai tertarik karena PESTA menawarkan pelajaran Alkitab
  secara on-line. Kebetulan PESTA sedang membuka kelas baru yaitu
  kelas "Kehidupan Rasul Paulus", saya pun segera mengisi formulir
  pendaftaran yang telah disediakan. Saat itu jadilah saya salah satu
  murid dari kelas PESTA, Puji Tuhan!

  Saya mulai mempelajari KRP dari bahan-bahan yang diberikan PESTA
  kepada saya. Semakin jauh mempelajari bahan-bahan tersebut, semakin
  saya memahami siapa Rasul Paulus sesungguhnya. Hal ini mulai
  memberikan kesadaran kepada saya bahwa Rasul Paulus merupakan sosok
  teladan bagi saya, mulai dari pemberontakannya terhadap Yesus
  Kristus hingga menjadi alat Yesus untuk menebarkan Injil dimana-mana
  bahkan sampai ke benua Eropa. Bahan pelajaran dikemas dengan sangat
  baik, mudah untuk saya mengerti, ringkas tetapi padat, ditambah
  dengan bahan-bahan referensi yang berbobot membuat saya semakin
  senang untuk mempelajarinya, terlebih di setiap modul pelajaran
  selalu diakhiri dengan doa.

  Saya pun mulai rajin untuk berdoa baik di rumah maupun di tempat
  kerja dan mulai ikut bersekutu dengan rekan-rekan di gereja dalam
  kelompok persekutuan doa. Saya mulai aktif ikut dalam pelayanan doa
  untuk warga gereja yang sakit ataupun yang sedang undur dari
  persekutuan. Tidak hanya itu saya juga mulai ikut bersekutu dengan
  rekan-rekan para hamba Tuhan dari berbagai denominasi dan membentuk
  kelompok doa yang siap melayani siapa saja yang membutuhkan
  pelayanan doa tanpa memandang denominasi gereja. Segala aktivitas
  yang saya lakukan itu sempat membuat banyak rekan di gereja saya
  bahkan dari gereja lain agak terheran-heran melihat suatu perubahan
  yang luar biasa dari diri saya.

  Bila saya ditanya oleh mereka, "Mengapa bisa demikian?" Dengan
  enteng saya menjawab bahwa saya merasakan sukacita! Rasa sukacita
  yang sangat luar biasa ini membuat saya seakan-akan tidak pernah
  merasakan lelah, bahkan membuat saya ingin turut serta dalam setiap
  pelayanan apa pun. Terlebih lagi bila teringat ucapan Rasul Paulus
  kepada jemaat di Filipi: "Aku mengucap syukur kepada Allahku karena
  persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai
  sekarang ini." (Filipi 1:5) dan juga kepada Filemon: "Dan aku
  berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan
  pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus." (Filemon
  1:6), sangat mendorong diri saya, luar biasa, Puji Tuhan!

  Kembali ke PESTA, satu hal yang paling menarik dari program kursus
  yang diberikan oleh PESTA adalah adanya program diskusi mengenai apa
  yang telah dipelajari, yang harus saya ikuti setelah menyelesaikan
  seluruh pelajaran secara tertulis (teori) dalam waktu 1 bulan. Hal
  ini semakin menambah pemahaman saya atas apa yang telah saya
  pelajari. Lambat tapi pasti saya pun mulai mengerti bahwa Roh Kudus
  bekerja dalam kehidupan saya dan semua ini adalah perbuatan-Nya.
  Saya bertanya-tanya apakah hal yang sama juga dirasakan oleh Rasul
  Paulus tatkala dia ditangkap Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik
  (Kisah Para Rasul 9:3)? Yang pasti Yesus Kristus-lah yang membuat
  saya dapat merasakan Damai Sejahtera dan Sukacita ini. Sekarang saya
  merasa ada sesuatu yang paling berharga dalam hidup saya dan hal itu
  tidak mungkin dapat dibandingkan dengan apa pun.

  Dulu saya sangat sulit untuk meninggalkan toko saya. Saya selalu
  merasa khawatir dan takut jika ada barang-barang yang hilang atau
  bila ada karyawan saya yang mencuri atau membohongi saya (pikiran
  saya selalu negatif), pikiran-pikiran itu pun selalu membuat saya
  tidak pernah merasakan sukacita, karena yang ada adalah curiga dan
  curiga. Tetapi sekarang berkat kasih karunia Allah, semuanya itu
  kini menjadi sirna. Ketika bekerja di toko pun, sukacita selalu
  melingkupi saya dan juga para karyawan. Teringatlah saya akan
  perkataan Rasul Paulus, bahwa: "Janganlah hendaknya kamu kuatir
  tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal
  keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan
  syukur." (Filipi 4:6), suatu nasehat yang benar-benar telah
  memberikan kekuatan yang besar bagi saya. Rasul Paulus adalah contoh
  seorang manusia yang hidup untuk Tuhan dan dengan taat melakukan
  perintah-Nya demi kemuliaan-Nya. Haleluyah, Puji Tuhan!

  Ketika teman-teman para hamba Tuhan yang melayani jemaat-Nya di
  desa-desa menemui saya untuk mengajak ikut bergabung dalam pelayanan
  mereka, saya pun langsung menyetujuinya dengan penuh semangat. Saya
  mulai mengatur waktu saya agar pelayanan ini tidak ada yang
  terlewatkan. Puji Syukur kepada Tuhan karena hingga saat ini saya
  tetap dapat mengikuti semua pelayanan (walaupun 1 bulan sekali) ke
  pelosok desa-desa dimana terdapat anak-anak Tuhan yang benar-benar
  membutuhkan pelayanan dan perhatian akibat kehidupan mereka yang
  sulit dan bahkan sangat susah. Hati saya benar-benar tersentuh dalam
  pelayanan ini, ditambah lagi jika teringat Rasul Paulus yang pernah
  mengatakan: "dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus
  juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita
  sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Dan kiranya
  Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih
  seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti
  kami juga mengasihi kamu." (Efesus 5:2; 1Tesalonika 3:12)

  Singkat cerita, saya mulai menangkap maksud Tuhan di balik semua
  ini, mulai dari Roh Kudus yang dulu telah menggerakkan hati saya
  untuk mendekatkan diri pada firman-Nya untuk mulai membaca serta
  memahaminya sampai ketika saya dipertemukan oleh Tuhan Yesus Kristus
  dengan PESTA. Saya merasa diperlengkapi dan mendapatkan kekuatan.
  Rencana Tuhan memang sangat luar biasa, Ia telah mengatur agar PESTA
  menyuguhkan pelajaran sebagai awal pemahaman saya akan firman-Nya
  justru mengenai "Kehidupan Rasul Paulus". Anehnya saya tidak
  merasakan kesulitan apa pun dalam mempelajari bahan-bahan yang
  diberikan PESTA, justru pemahaman serta sukacitalah yang saya
  dapatkan.

  Kehidupan Rasul Paulus menginspirasi diri saya, saya menjadi kagum
  kepadanya, saya seakan ingin seperti dia! Saya yakin bahwa PESTA
  telah dipakai Tuhan untuk saya dan saya pun menjadi berani untuk
  mengikuti segala macam pelayanan yang ada sekarang, sepertinya tidak
  ada rasa kekuatiran sedikit pun dalam diri saya. Inilah sedikit dari
  apa yang telah saya kerjakan yang dapat saya bagikan kepada setiap
  orang yang mau menerima berkat-Nya. Saya sangat mengucap syukur
  kepada Allah yang dengan perantara Roh Kudus telah menggerakkan hati
  saya untuk mau kembali kepada firman-Nya serta mempelajari-Nya. Saya
  juga sangat yakin bahwa Dia-lah yang telah mempertemukan saya dengan
  YLSA dan program PESTA-nya sehingga saya pun merasa terus dikuatkan
  dan diperlengkapi. Lagipula, siapa yang menyangka bahwa pelajaran
  pertama yang harus saya ikuti adalah pelajaran mengenai "Kehidupan
  Rasul Paulus" yang begitu menginspirasi kehidupan saya saat ini.
  Semua ini PASTI karena perbuatan-Nya, tidak ada yang lain dan PESTA
  telah dipakai-Nya sebagai alat untuk memperlengkapi diri saya saat
  ini (Efesus 4:12). Akhirnya saya pun turut mengaminkan apa yang
  dikatakan oleh penulis kitab Ibrani: "Maka Allah damai sejahtera,
  yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari
  antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan
  kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk
  melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang
  berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan
  sampai selama-lamanya! Amin." (Ibrani 13:20-21)

  Tuhan memberkati pelayanan YLSA melalui PESTA,

  Teriring salam dan doa saya,
  Andrew A. Timotiwu

_><>____><>____><>____><>_____SURAT_ANDA____<><____<><____<><_____<><_

  From: Nora Lantukan <Sinora_L(at)xxxxxxx>

  >Saya sangat berbesar hati mendapati situs PESTA ini. Semoga lebih
  >banyak orang yang diberkati melalui pelayanan yang sangat berharga
  >ini. Saya juga berharap agar pihak penganjur yang terlibat dalam
  >pembinaan situs ini terus diberkati agar bisa memberkati setiap
  >insan yang rindu mendalami firman Tuhan demi membangun Kerajaan
  >Allah di mana saja kita berada.

  Redaksi:
  Dear Nora,
  Terima kasih, khususnya untuk doa berkat yang Anda naikkan. Mari
  bersama kita ucapkan syukur kepada Tuhan atas kebaikan-Nya. Selamat
  melayani.


_><>____><>____><>____><>___FORMULIR PESTA___<><____<><____<><____<><_

----- potong di sini dan kirim ke < daftar-pesta(at)sabda.org > ------

              FORMULIR PENDAFTARAN KURSUS VIRTUAL PESTA
              -----------------------------------------
                   Periode Januari - Pebruari 2006


  Isilah data Anda di bawah ini dengan lengkap!
  =============================================

  A. Data Pribadi
  ===============

  Nama Lengkap        ::

  Alamat E-mail       ::

  Alamat rumah        ::

  Tempat/Tgl. Lahir   ::

  Status menikah      ::

  Pekerjaan           ::

  Pendidikan Akhir    ::

  Talenta/ketrampilan ::

  Anggota Gereja      ::

  Jabatan Pelayanan   ::

  Komputer yang dipakai adalah:: [ ] milik pribadi di rumah
                                 [ ] di kantor

  B. Pernyataan pribadi
  =====================

  Apakah Anda pernah mengikuti Kelas Virtual PESTA sebelumnya?
  Kalau ya, Kelas Kursus apa?


  Apakah harapan Anda dengan mengikuti Kelas Virtual PESTA ini?



  Apakah Anda setuju dengan pernyataan di bawah ini? Jika, ya,
  tulislah nama Anda dalam kolom isian yang tersedia.

   "Dengan mengisi Formulir Pendaftaran Kelas Virtual ini
    berarti saya, _________________________(nama lengkap)
    dengan keinginan sendiri telah memutuskan untuk mengikuti
    Kursus PESTA ini hingga selesai dan mau mentaati peraturan
    yang ada dan bersedia untuk saling membangun iman sesama
    peserta PESTA dalam kasih."


_><>____><>____><>____><>_____DISCLAIMER_____<><____<><____<><____<><_
                  Staf Redaksi: Lisbet, Silvi, Yulia
      Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                Copyright(c) BeritaPESTA 2005 -- YLSA
                        http://www.pesta.org/
                      http://katalog.sabda.org/
                    Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
                            BERITA PESTA
Alamat untuk berlangganan : < daftar-berita-pesta(at)sabda.org >
Alamat untuk membatalkan  : < berhenti-berita-pesta(at)sabda.org >
ARSIP BERITA PESTA: http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta/arsip/
_   ____   ____   ____   ____________________   ____   ____   ____   _
 ><>    ><>    ><>    ><>     ><>    ><>     <><    <><    <><    <><
  Tampilan cetak   edisi sebelum | edisi berikut

Laporan Masalah/Saran