\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\**************/////////////////////////////
><> ><> ><> ><> BERITA PESTA <>< <>< <>< <><
/////////////////////////////**************\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\
Edisi 01/Juli/2005
Daftar Isi: * Editorial
* Berita PESTA: Rencana Pengembangan PESTA
Bagaimana Berlangganan BERITA PESTA
Peluncurkan Situs PESTA - Download Center
* Renungan/Artikel: Seluruh Anggota Gereja Membutuhkan
Studi Teologia
_><>____><>____><>____><>____ EDITORIAL _____<><____<><____<><____<><_
Kepada Para Peserta Kursus PESTA,
Salam sejahtera!
Kami mengirimkan Publikasi BERITA PESTA ini kepada Anda karena
beberapa waktu yang lalu Anda pernah mengikuti Kursus PESTA atau
mendaftar sebagai peserta PESTA (mengisi Formulir Pendaftaran).
Beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan mengirimkan BERITA PESTA
ini kepada Anda, para peserta PESTA:
1. Kami ingin memberikan informasi lebih lanjut sehubungan dengan
perkembangan pelayanan PESTA Online.
2. Kami ingin menggalang hubungan yang lebih erat dengan para
peserta yang pernah mengikuti Kursus PESTA.
3. Last but not least, kami juga ingin mengirimkan bahan renungan/
artikel yang diharapkan bisa mendorong peserta PESTA untuk lebih
sungguh-sungguh belajar Firman Tuhan dan hidup seturut dengan
kehendak-Nya.
Khusus pada penerbitan perdana Publikasi BERITA PESTA kali ini, kami
akan menyajikan beberapa kabar gembira tentang rencana pengembangan
pelayanan PESTA Online, khususnya tentang rencana penerbitan BERITA
PESTA dan peluncuran Situs PESTA Online -- Download Center. Juga,
silakan simak Artikel yang kami sajikan untuk membuka cakrawala kita
tentang pentingnya memikirkan teologia bagi kaum awam.
Nah, selamat bergabung di publikasi BERITA PESTA.
In Christ,
Yulia
<yulia(at)in-christ.net>
Dir. PESTA
_><>____><>____><>____><>____BERITA_PESTA____<><____<><____<><____<><_
Dari Meja Redaksi:
Berikut ini adalah berita-berita seputar pelayanan PESTA Online yang
perlu kami sampaikan. Untuk selanjutnya, kami akan menjumpai Anda lagi
pada Agustus 2005, karena BERITA PESTA akan diterbitkan sebulan
sekali.
1. Rencana Pengembangan PESTA Online
---------------------------------
Pelayanan PESTA sebenarnya sudah mulai dipikiran sejak tahun 1998
walaupun pelaksanaannya baru bisa diselenggarakan tahun 2000. Saat
itu Kursus PESTA diselenggarakan dengan membuka Kelas-kelas Virtual
dan Kursus Tertulis PESTA. Respon masyarakat Kristen sangat luar
biasa karena ada lebih dari 300 orang peserta yang mendaftar dan
mengikuti kursus (walaupun hanya sedikit saja yang pada akhirnya
bisa menyelesaikan pelajaran secara tuntas). Setelah diadakan 3
kali kursus, secara garis besar didapatkan hasil bahwa peserta
mendapat banyak berkat, baik dari bahan-bahan pelajaran yang
diberikan maupun dari diskusi-diskusi yang diadakan. Namun, sayang
sekali karena kekurangan tenaga, maka Kursus PESTA ini pada tahun
2002 terpaksa harus diberhentikan sementara.
Walaupun demikian, kami terus mendapat permintaan dari banyak orang
agar bahan PESTA bisa dibagikan. Oleh karena itu, pada tahun 2002
kami mulai merintis pelayanan PESTA web. Tujuannya adalah membangun
Situs PESTA Online yang memuat bahan-bahan PESTA untuk bisa di-
download bagi mereka yang membutuhkan. Puji Tuhan pada akhir tahun
2002 Situs PESTA Online <http://www.sabda.org/pesta/> berhasil
diluncurkan dan sejak saat itu situs ini telah membawa berkat bagi
banyak orang. Ada ratusan orang (600 pendaftar) telah berkunjung
dan mendaftarkan diri untuk men-download bahan-bahan yang tersedia
di PESTA.
Kerinduan kami untuk meneruskan dan mengembangkan pelayanan PESTA
sangat besar, khususnya untuk menyajikan kursus-kursus lain selain
yang sudah diberikan saat ini, Kursus Dasar-dasar Iman Kristen
(DIK). Demikian juga timbul gagasan untuk meng-upgrade Situs PESTA
Online agar bisa menampung kursus-kursus PESTA yang baru. Oleh
karena itu, kami sangat mengucap syukur karena setelah banyak
berdoa dan bergumul, akhirnya disiapkanlah kursus-kursus baru dan
juga sistem baru, serta infrastruktur yang lebih memadai untuk bisa
mengelola pelayanan PESTA dengan lebih baik.
Berikut ini adalah beberapa hal yang telah kami rencanakan dan
kerjakan:
* Menerbitkan publikasi BERITA PESTA sebagai sarana untuk
memberikan informasi tentang perkembangan pelayanan PESTA kepada
para anggota.
* Membangun Situs PESTA Online (Download Center) sebagai pusat
tempat untuk men-download bahan-bahan PESTA.
* Membangun Situs Komunitas PESTA sebagai sarana bagi anggota untuk
saling berdiskusi, khususnya tentang isi kursus-kursus yang
disajikan di PESTA.
Nah, melalui sarana-sarana ini kami berharap, para peserta PESTA
bisa mendapat pelayanan yang lebih baik. Ajakan kami, bawalah
pelayanan PESTA dalam doa. Biarlah nama Tuhan dimuliakan dan
masyarakat Kristen Indonesia mendapat banyak berkat.
2. Bagaimana Menjadi Anggota Publikasi BERITA PESTA?
-------------------------------------------------
Bagi Anda yang sudah pernah mengikuti Kursus PESTA atau
mendaftarkan diri sebagai peserta PESTA (mengisi Formulir
Pendaftaran), maka Anda secara otomatis telah terdaftar sebagai
anggota BERITA PESTA. Jika karena satu dan lain hal Anda tidak
ingin menerima publikasi Berita PESTA di mailbox Anda, silakan Anda
membatalkan keanggotaan Anda. Jika Anda mengetahui ada teman Anda
yang mungkin tertarik untuk mendapatkan BERITA PESTA ini, Anda bisa
mengirimkan alamat email teman Anda tersebut dan kami akan
mendaftarkannya.
Berikut ini cara mudah untuk membatalkan keanggotaan atau
mendaftarkan diri sendiri untuk menjadi anggota: silakan
mengirimkan email kosong ke alamat berikut:
==> <berhenti-berita-pesta(at)sabda.org> -- untuk membatalkan
==> <daftar-berita-pesta(at)sabda.org> -- untuk mendaftar
3. Peluncuran Situs PESTA Online - Download Center
-----------------------------------------------
Situs PESTA Online yang lama telah di-upgrade dan diluncurkan
dengan tampilan baru. Untuk selanjutnya kami akan sebut sebagai
Situs PESTA - Download Center, di alamat yang baru, yaitu:
==> http://www.pesta.org/
Menu atas yang tersaji di situs ini adalah sbb.:
- Home
- Tentang Kami
- Daftar Kursus
- Petunjuk
- Berita PESTA
- Forum Diskusi
Menu bawah akan tersaji:
- Kontak Kami
- Formulir Pendaftaran Berita PESTA
- Buku Tamu
Sedangkan Menu samping akan menyajikan Daftar Kursus-kursus PESTA
yang tersedia dan terbagi sbb.:
- Teologia Sistematika
* Dasar-dasar Iman Kristen
- Teologia Biblika
* Pengantar PL
- Teologia Praktika
* Orang Kristen yang Bertanggung Jawab
- Teologia Historika
* Kehidupan Paulus
Secara bertahap, kursus-kursus baru akan ditambahkan agar para
peserta dapat mengikuti lebih banyak kursus yang kami sajikan.
Nah, selamat berkunjung ke Situs PESTA Online - Download Center!
_><>____><>____><>____><>__RENUNGAN/ARTIKEL_<><____<><____<><____<><__
Kursus PESTA (Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam) dirancang
secara khusus untuk kaum awam, yang tujuannya tak lain dan tak
bukan adalah untuk menolong kaum awam belajar tentang iman Kristen
yang sesuai dengan Alkitab dan peran mereka dalam Tubuh Kristus
(Gereja). Artikel berikut ini sengaja kami pilih untuk menjadi bahan
renungan bagi kita semua, agar kita memikirkan dengan perspektif
yang benar tentang kedudukan kaum awam dalam kepentingannya untuk
belajar teologia. Selamat menyimak.
SELURUH ANGGOTA GEREJA MEMBUTUHKAN STUDI TEOLOGIA
=================================================
Pada zaman sekarang, teologia kaum awam dalam banyak hal haruslah
juga merupakan teologia untuk kaum awam, sebab jika istilah "kaum
awam" diartikan seluas-luasnya, maka itu merangkum bukan saja
anggota-anggota biasa yang sudah aktif/giat dan cerdas rohani dalam
Gereja. Itu merangkum juga setiap orang, laki-laki dan perempuan,
kaya dan miskin, orang terkemuka dalam masyarakat dan orang biasa,
orang yang berpendidikan dan tidak berpendidikan, pendeknya setiap
orang yang menjadi anggota Gereja.
Rasul Paulus dalam surat-suratnya juga mempunyai sikap seperti itu.
Ia berpaling kepada "jemaat-jemaat", yang terdiri dari orang-orang
yang baru bertobat, dan sebagai gembala dan pendiri dari jemaat-
jemaat yang muda dan baru ini, Paulus langsung menangani persoalan-
persoalan, penyelewengan-penyelewengan, dan kebingungan-kebingungan
mereka. Dengan berbuat itu ia memperkenalkan secara mendalam kepada
mereka tentang realitas Allah sepenuhnya di dalam Kristus dan dunia
baru, kebenaran, nilai dan kekuasaan yang dibayangkannya, sambil
menyelinginya dengan banyak nasihat tentang pikiran-sehat Kristen.
Ia berbuat seperti itu tanpa menghiraukan kenyataan bahwa ia
berhadapan dengan orang-orang yang "lemah" dan "kuat", orang-orang
yang "hina" dan "direndahkan" di dunia ini, orang-orang yang "bijak"
dan "penyombong", dan "bayi-bayi" di dalam Kristus. Ia malahan
senang berbuat begitu, sebab mereka semua bersama-sama merupakan
"Gereja", tempat pemerintahan dan kekuasaan Kristus dan Roh-Nya.
Tempat pemerintahan dan kekuasaan Kristus dan Roh-Nya itu adalah
faktor yang menentukan, bukan besar-kecilnya pengertian yang
dimiliki oleh orang-orang Kristen. Yang harus kita ingat dalam
hubungan ini ialah kaum awam sebagaimana adanya, bukan kaum awam
"pilihan". Sering ada, terutama di kalangan orang-orang yang
berusaha keras menempatkan masalah kaum awam itu dalam perspektif
yang sebenarnya, suatu kecenderungan untuk hanya berpikir tentang
kaum awam "pilihan". Tentu, ada segolongan kecil tertentu kaum awam
yang mempunyai kelebihan dibandingkan orang-orang lain dalam hal
kebudayaan dan pendidikan, atau mempunyai kedudukan penting dalam
berbagai bidang kehidupan, dan mereka ini, jika hal ini benar-benar
ditempatkan di bawah pemerintahan Kristus, mempunyai arti istimewa.
Tapi prinsip dasarnya tetap, yakni bahwa seluruh kaum awam itu, dari
golongan dan corak yang mana pun, kaum awam "pilihan" dan kaum awam
biasa, keduanya sama-sama dipanggil.
Contoh dari Alkitab ini harus menjadi dasar peraturan-peraturan
kita. Dalam banyak hal situasi kita sekarang sama dengan situasi
jemaat mula-mula. Kaum awam, anggota-anggota biasa Gereja, sebagian
besar tidak banyak tahu atau buta huruf secara rohani. Adalah sangat
tidak realistis berpikir bahwa sebagian besar dari kaum awam itu
mempunyai pengertian yang cukup mengenai arti yang dalam dan luas
tentang istilah-istilah teologia, seperti penebusan, pendamaian,
Kerajaan Allah, pengampunan dosa, kebodohan Salib, dll.. Buta huruf
rohani ini mungkin berbeda-beda di berbagai negara atau Gereja.
Contoh yang paling baik barangkali ialah Amerika, mungkin karena
orang-orang di negara itu mempunyai kebiasaan baik untuk menyelidiki
hal-hal seperti itu. Pada tahun 80-an di Amerika terjadi kebangkitan
agama, yaitu orang-orang kembali lagi ke gereja-gereja, suatu
kebangkitan yang belum ada taranya dalam sejarah negara itu. Untuk
menjelaskan apa yang kita maksud dengan "buta huruf rohani" dengan
implikasi-implikasinya yang terdapat di Gereja-gereja di mana-mana,
kita akan mengutip dari buku W. Herberg yang berjudul: "Protestant,
Catholic, Jew", halaman 14-15.
"Selama lima tahun, antara tahun 1949 sampai tahun 1953, penyebaran
Alkitab di Amerika Serikat meningkat 140%, mencapai puncak tertinggi
dengan tersebarnya 9.726.391 buah Alkitab setahun. Rupanya orang-
orang membeli dan menyebarkan Alkitab dalam jumlah yang tiada
taranya. Selanjutnya, empat per lima dari orang-orang dewasa Amerika
berkata, mereka percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah yang
dinyatakan dan bukan hanya `suatu karya sastra yang bagus`. Namun
demikian, kalau orang-orang ini diminta menyebutkan `nama-nama dari
keempat buku pertama Perjanjian Baru`, 53% dari mereka tak dapat
menyebutkan satu pun. Kurang tepat kalau dikatakan bahwa Alkitab
memasuki hidup dan pikiran orang Amerika walaupun mereka menganggap
Alkitab sebagai firman yang diilhamkan oleh Allah dan mereka membeli
dan menyebarkan Alkitab dengan giat .... Orang-orang yang
menggabungkan diri dengan Gereja dan turut ambil-bagian dalam
kegiatan-kegiatan Gereja, mereka adalah orang-orang jujur dan
pandai, orang yang sungguh-sungguh dalam agamanya. Tapi pikiran
keagamaan, perasaan dan perbuatan mereka tidak mempunyai hubungan
yang jelas dengan iman mereka." Inilah "keberagamaan dalam konteks
sekuler". Kutipan ini, yang walaupun tentunya menggambarkan keadaan
di Amerika, membantu kita menjelaskan bahwa theologia kaum awam,
haruslah juga teologia untuk kaum awam, suatu pembuka mata terhadap
apa sebenarnya yang dimaksud dengan iman Kristen dan Gereja.
Jadi, teologia kaum awam haruslah sederhana, tanpa soal-soal teknis
dari teologia profesional [*]. Bagaimanapun juga, teologia seperti
itu adalah teologia, sebab setiap pemikiran Kristen tentang arti dan
tempat Penyataan dan iman Kristen adalah teologia. Jadi, teologia
bukanlah monopoli dari suatu golongan tertentu, tapi urusan dari
setiap orang Kristen [**].
Ucapan-ucapan realistis ini kita jadikan sebagai kata pendahuluan
untuk membuat bagan singkat dari suatu teologia kaum awam yang akan
membuat kita menyadari situasi kita yang paradoks ini. Di satu
pihak, titik yang paling strategis dalam suatu usaha yang sungguh-
sungguh untuk mengadakan pembaharuan dan reformasi dalam Gereja
ialah kaum awam, kaum awam seluruhnya dan bukan hanya kaum awam
"pilihan". Pada pihak lain, ditekankan juga bahwa kaum awam biasa
yang beragam bentuk dan coraknya, pada umumnya boleh dikatakan
merupakan golongan yang tidak becus, sebab golongan ini dianggap
buta huruf secara rohani. Namun begitu, contoh yang diberikan Tuhan
Yesus dalam Injil-injil dan cara kerja Paulus seperti yang terlihat
dalam surat-suratnya, merupakan dorongan bagi kita untuk menerima
situasi yang paradoks ini, dan untuk mengerti bahwa dari sudut Injil
hal itu justru tidak paradoks sama sekali.
Kalau anggota-anggota biasa Gereja secara sistematis diperlakukan
sebagai anggota-anggota yang tidak dewasa, maka mereka akan tetap
tidak dewasa. Dalam pasal dua buku ini kita sudah membuat hal ini
jelas. Adalah fakta iman, inherent dalam kehadiran Kristus dan Roh-
Nya dalam Gereja, dan juga fakta pengalaman bahwa Kristus dapat
menciptakan dari segala macam orang, baik laki-laki dan perempuan,
untuk menjadi orang-orang yang bebas dan bertanggung jawab, yang
tahu bahwa mereka dipanggil. Asal saja apa yang dikatakan kepada
mereka dikatakan atas dasar iman yang sungguh-sungguh, atas dasar
kehadiran Kristus dan Roh-Nya dalam Gereja.
Di daerah-daerah yang disebut daerah-daerah pengabaran Injil di luar
negeri, jemaat-jemaat baru yang hidup dan yang kerohaniannya tinggi,
dibangun dari orang-orang yang dulunya benar-benar tidak dewasa dan
tidak tahu apa-apa. Tentu masih banyak orang yang harus diberi
"susu", bukan "daging", tapi perbedaan ini diadakan bukan untuk
membenarkan tidak disebutkannya dengan jelas siapa sebenarnya orang
awam secara prinsip -- yakni pelayan-pelayan Kristus dan untuk
tujuan apa mereka dipanggil -- orang-orang yang dengan sepenuh hati
menjadi anggota persekutuan besar dalam Kristus. Ini bukanlah suatu
penyimpangan dari prinsip kita, sebab masih merupakan kebiasaan umum
dalam kehidupan Gereja untuk mendekati anggota-anggotanya yang
beraneka ragam itu atas dasar perkiraan, kemauan, ketidakmauan, atau
ketidaksanggupan mereka dan bukan atas dasar kenyataan bahwa mereka
dipanggil.
Catatan Kaki:
[*] Kita berkata seperti itu bukan untuk merendahkan teologia
profesional, yang jika digali terus, bukan untuk kepentingan
teologia itu sendiri, tapi untuk kepentingan Gereja, mempunyai
faedah yang tidak ternilai besarnya. Namun selalu ada bahaya bahwa
teologia profesional itu menjadi momok yang menjengkelkan bagi
kaum awam, dan memperdalam perasaan tidak mampu dalam diri mereka.
[**] Kita merasa kecewa sebab Congar dalam bukunya dengan tegas
berkata (hlm. 430): "Teologia dalam arti kata yang sesungguhnya
adalah `savoir de pretres`, sebab kaum awam tidak dimasukkan ke
dalam tradisi dogmatik Gereja seperti imam-imam. Sumbangan kaum
awam terhadap teologia dinilai lebih rendah, bukan karena
pengetahuan dan kemahiran yang lebih sedikit (pengetahuan dan
kemahiran seperti itu dimiliki oleh ahli-ahli teologia
profesional), tapi karena `status` mereka dalam Gereja."
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Theologia Kaum Awam
Judul Asli Artikel: Seluruh Anggota Gereja
Penulis : Dr. H. Kraemer
Penerbit : BPK Gunung Mulia, Jakarta 1985
Halaman : 74 - 78
_><>____><>____><>____><>_____DISCLAIMER_____<><____<><____<><____<><_
Staf Redaksi: Silvi, Yulia, Lisbet, Anik
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BeritaPESTA 2005 -- YLSA
http://www.pesta.org/
http://www.sabda.org/katalog/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
_ ____ ____ ____ ____________________ ____ ____ ____ _
><> ><> ><> ><> BERITA PESTA <>< <>< <>< <><
Alamat untuk berlangganan: <daftar-berita-pesta(at)sabda.org>
Alamat untuk membatalkan: <berhenti-berita-pesta(at)sabda.org>
ARSIP publikasi BERITA PESTA: http://www.pesta.org/berita.php
_ ____ ____ ____ ____________________ ____ ____ ____ _
><> ><> ><> ><> ><> ><> <>< <>< <>< <><
|