Buletin Elektronik
BIO-KRISTI (Biografi Kristiani)
_______________________ Edisi 032, Januari 2009_______________________
Isi Edisi Ini:
- Pengantar
- Riwayat: Charles Haddon Spurgeon Menjadi Imam di London
- Kuis
- Karya: Amy Grant: Penyanyi Kristen Masa Kini
- Tahukah Anda: Seperti Apakah Orang Kristen yang Menginspirasi Itu?
+ Pengantar __________________________________________________________
Salam sejahtera,
Kami sungguh mengucap syukur atas perjumpaan kita kembali pada tahun
2009 ini. Sebelumnya, perkenankan kami memperkenalkan sebuah kolom
baru, yaitu kolom "Kuis" -- sebuah kolom yang berisi pertanyaan
seputar tokoh yang dibahas dalam setiap edisi publikasi Bio-Kristi.
Sebagai sajian perdana di tahun 2009 ini, selain menghadirkan kolom
Tahukah Anda yang semakin segar dengan muatan informasi ringan yang
pasti memberkati kita, kami juga menghadirkan Charles Haddon
Spurgeon (pengkhotbah) dan Amy Grant (penyanyi Kristen masa kini)
masing-masing di kolom Riwayat dan Karya. Kedua tokoh ini merupakan
dua generasi yang berbeda, namun Tuhan memberikan talenta yang luar
biasa kepada keduanya. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan Tuhan
tetap dan terus dikerjakan oleh anak-anak yang dipilih-Nya sepanjang
generasi.
Nah, apakah Anda sudah menyadari talenta dan karunia yang Tuhan
berikan kepada Anda untuk kemuliaan dan pekerjaan-Nya? Biarlah tahun
yang baru ini menjadi momentum untuk mempersembahkan semua itu hanya
untuk hormat bagi nama-Nya. Akhir kata, selamat menjalani hari-hari
pada tahun 2009 bersama Tuhan. Selamat membaca, dan nantikan
kehadiran Publikasi Bio-Kristi di edisi berikutnya. Tuhan Yesus
memberkati.
Pimpinan Redaksi Bio-Kristi,
Kristina Dwi Lestari
______________________________________________________________________
"Saya tidak takut kepada siapa pun. Mata saya telah melihat
kemuliaan Tuhan."
Martin Luther -- Reformator
+ Riwayat ____________________________________________________________
1854 -- 1892; Pastor, Pengkhotbah
CHARLES HADDON SPURGEON MENJADI IMAM DI LONDON
"Tentunya itu suatu kekeliruan."
Itulah yang dipikirkan Charles Spurgeon ketika diminta berkhotbah di
Kapel New Park Street, London. Tempat itu adalah gereja yang
bergengsi, dengan bangunan tua yang indah. Saat itu, Spurgeon baru
berumur 19 tahun. Namun, sama sekali tidak ada kekeliruan, karena
setelah Spurgeon bicara, ia diundang untuk menjadi pendeta gereja
tersebut. Ia memegang jabatan itu selama hampir 4 dekade.
Spurgeon merupakan tipe orang yang kurang menyadari kelasnya dalam
masyarakat London. Ia dilahirkan di kalangan Huguenot, di suatu
pedesaan di Essex. Ia tinggal dengan kakek dan neneknya ketika masih
kecil. Orang tuanya terlalu miskin untuk merawatnya. Nenek dan
ayahnya adalah pendeta Kongregasionalis, tetapi Charles masuk ke
sekolah pertanian -- meskipun hanya untuk beberapa bulan.
Bergumul dengan kebutuhan jiwanya, Spurgeon bertekad pergi ke gereja
pada hari Minggu pertama tahun 1850. Topan salju menghambat
kepergiannya ke gereja sesuai rencananya, namun ia berhenti di
sebuah kapel Metodis primitif terdekat. Pembicaranya bodoh, seperti
yang diingat Spurgeon, tetapi hal itu merupakan tantangan bagi
Charles muda ini. Akibatnya, Charles Spurgeon menjadi Kristen dalam
usia 16 tahun.
Tidak lama kemudian, Spurgeon menyadari bahwa ia memunyai bakat
berbicara. Pada tahun 1852, ia menjadi gembala sebuah gereja Baptis
kecil di Waterbeach. Daerah itu sungguh rawan, dan orang-orangnya
terkenal pemabuk. Spurgeon mengembangkan gaya langsung. Para
pendengarnya tidak akan betah dengan keterangan-keterangan teologi
yang menggunakan kata-kata indah. Oleh sebab itu, ia memberitakan
kepada mereka apa yang dikatakan dalam Alkitab. Berita tentang
"pengkhotbah muda" ini telah tersebar di Waterbeach. Itulah waktunya
ketika sidang Kapel New Park Street memutuskan memberinya
kesempatan.
Gereja itu pernah memunyai sejarah yang dapat dibanggakan, tetapi
jatuh pada masa-masa kesukaran. Gedung yang indah itu dapat
menampung lebih dari seribu orang, namun akhir-akhir itu, untuk
mengumpulkan seratus orang saja sudah sulit bagi sidang di sana.
Delapan puluh orang menghadiri pelayanan pembukaan Spurgeon. Mungkin
pengkhotbah muda ini dapat melakukan sesuatu.
Ia melakukannya. Gaya langsungnya membuat para warga London mengakui
kata-katanya. Pengunjung kebaktian pun menjamur. Tidak lama
kemudian, gedung kuno itu penuh sesak. Gereja tersebut terpaksa
harus menyewa gedung pertemuan Exeter Hall yang menampung 4.500
orang.
Pertumbuhan cepat seperti ini menarik perhatian pers London, yang
pemberitaannya tentang pengkhotbah baru itu tidak selalu
menyenangkan. "Semua pidatonya berbau busuk dan vulgar," tulis
sebuah harian. Harian lain menyebut, "Gaya seperti itu berasal dari
bahasa pasaran yang vulgar, diselingi gaya yang kasar .... Semua
misteri khidmat agama kita yang suci, olehnya diperlakukan dengan
kasar. Inilah khotbah yang didengar lima ribu orang."
Jumlah itu menjadi sepuluh ribu -- dan lebih. Dalam waktu singkat,
gedung pertemuan itu sudah tidak sanggup menampung para pendengar
Spurgeon. Gereja menyewa gedung Surrey Music Hall yang berkapasitas
12.000 tempat duduk, dan itu pun penuh, sementara sepuluh ribu orang
lagi menunggu di luar. Malangnya, upacara pembukaan di sana membawa
bencana. Beberapa perusuh berteriak "kebakaran"! Dalam kepanikan,
tujuh orang meninggal dunia dan 27 orang luka parah. Dengan insiden
ini pun, keberadaan Spurgeon belum disukai pers London.
Akan tetapi, pada tahun 1860-an, kegairahan baru akan injili bangkit
di Inggris, dan Spurgeon berada di tengah-tengahnya. Para ahli
sejarah menyebutnya "Kebangkitan Injili Kedua". Para pengkhotbah
lain, seperti Alexander Maclaren di Manchester dan John Clifford di
London, juga menarik massa. Menjelang 1861, Kapel New Park Street
telah membangun fasilitas baru, Metropolitan Tabernacle, yang memuat
enam ribu pengunjung. Pelayanan Spurgeon baru berawal. Ia
menerbitkan khotbah-khotbahnya serta ulasan-ulasan dan buku-buku
renungan -- seluruhnya 140 buah buku, semasa hidupnya. Ia mendirikan
sekolah pendeta dan panti asuhan Stockwell yang mengasuh lima ratus
anak. Ia menjadi presiden perkumpulan pembagi Alkitab. Ia berkhotbah
di mana saja dan kapan saja.
Gaya Spurgeon mungkin sederhana dan langsung, namun ia bukanlah
seorang teolog. Ia adalah seorang Baptis Calvinistik. Bagaimanapun,
perpaduan tradisi ini telah membantu membawa struktur Calvinisme ke
agama kelas bawah dan menyajikan iman Baptis pada gereja-gereja
kelas atas.
Bakatnya adalah berkomunikasi. Dengan membaca karya-karyanya
sekarang, kita menemukan kekuatan modern di dalamnya. Ingatlah bahwa
ia hidup pada zaman bergaya: Apa yang Anda katakan tidaklah selalu
begitu penting daripada bagaimana Anda menyampaikannya. Namun,
Spurgeon tidak memunyai waktu untuk berbasa-basi dengan sopan. Ia
menggunakan gambaran kuat dan pilihan kata-kata untuk menyampaikan
maksudnya secara langsung. Dalam melakukan hal itu, ia telah
memberikan contoh bagi para pengkhotbah yang akan datang.
Karya-karya tulis "pangeran pengkhotbah ini" terjual luas sampai
hari ini.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen
Penulis: A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang, dan Randy Petersen
Penerjemah: A. Rajendran
Penerbit: BPK Gunung Mulia, Jakarta 2001
Halaman: 136 -- 137
potong di sini____________Kuis Bio-Kristi 32____________potong di sini
Pertanyaan:
Charles Spurgeon dan istrinya, menurut cerita majalah "Chaplain",
pernah menjual telur hasil hewan peliharaan mereka. Bahkan, kepada
saudara dekatnya, dia tidak memberikannya, tetapi menjualnya. Dari
situ, tindakan Spurgeon disebut orang yang tamak dan pelit. Mereka
tidak pernah membela diri dan menerima sebutan itu dengan lapang
dada. Setelah meninggalnya Ny. Spurgeon, baru terkuak tabir dibalik
"kekikiran" mereka itu. Nah, menurut Pembaca sekalian, digunakan
untuk apakah uang hasil penjualan telur tersebut?
Kirim jawaban Anda ke: biokristi(at)sabda.org
Jawaban yang benar beserta nama Anda akan diumumkan pada kuis edisi
publikasi Bio-Kristi selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban
Anda ke redaksi maksimal 5 hari setelah Anda menerima edisi ini.
Bagi Anda yang memiliki kuis tentang tokoh kristiani, silakan kirim
ke: biokristi(at)sabda.org. Kami tunggu jawaban dan kirimannya,
ya...! Terima kasih banyak!
+ Karya ______________________________________________________________
... -- sekarang; penyanyi, musisi
AMY GRANT: PENYANYI KRISTEN MASA KINI
Menjelang penghujung tahun 90-an, seorang wanita muda berjalan
menuju gedung Pusat Penanggulangan Masalah Kehamilan. Ia ingin
melakukan aborsi. Para konselor Kristen di tempat itu membujuknya
untuk mempertahankan kandungannya, tetapi ia tetap bertekad untuk
menggugurkannya.
Sementara itu, suaminya yang menekannya untuk melakukan aborsi
mendengarkan salah satu dari lagu pop Amy Grant di sebuah pemancar
radio sekuler. Ia berpikir istrinya pasti menyukai musik yang
dinyanyikan Amy, dan mendorongnya untuk membeli salah satu album Amy
Grant.
WANITA ITU MEMBELI ALBUM "THE COLLECTION"
Sementara ia mendengarkan lagu tersebut, ia merasa didekatkan kepada
Tuhan. Ia memiliki sedikit pengalaman religius, dan ia tidak begitu
yakin dan tahu bagaimana cara mengomunikasikan pikiran serta
perasaannya kepada Allah. Setelah mendengar lagu "Father`s Eyes", ia
menyimpulkan: jika Allah itu seperti seorang ayah, ia akan berdoa
kepadanya seperti ia berbicara kepada ayah kandungnya. Dengan
caranya yang sederhana, wanita itu akhirnya menjadi orang Kristen.
Beberapa waktu kemudian, wanita tersebut kembali lagi ke Pusat
Penanggulangan Masalah Kehamilan, berdoa bersama para stafnya dan
menceritakan bagaimana album Amy Grant telah mengubah hidupnya. Dan,
ia mengatakan kepada mereka bahwa ia akan melahirkan bayinya.
Sejak tahun 1985, ketika ia merilis album "Unguarded"-nya, Amy Grant
dihujani banyak kritikan -- kadang-kadang penuh emosi, karena ia
dicap telah "keluar batas" karena menjual rekamannya di toko-toko
sekuler dan merekam lagu-lagu yang cocok untuk siaran radio sekuler.
Kehadiran Amy di kancah musik utama dan dunia telah membuatnya
menjadi sorotan.
Konon, Amy berambisi untuk menjadi penyanyi yang setenar Whitney
Houston dan Mariah Carey yang juga memiliki latar belakang karier
musik gospel atau rohani.
Amy boleh jadi adalah penyanyi Kristen yang paling terkenal saat
ini. Ia termasuk sekelompok penyanyi yang telah mengalami kelahiran
baru dan berkiprah di belantara musik. Beberapa tahun belakangan
ini, kehadiran mereka dengan lagu-lagu gospel selatan "new wave" dan
"heavy metal" yang baik, menjadi aroma yang menyegarkan bagi dunia
yang lapar akan musik dengan lirik yang baik. Tidak seperti
rekan-rekan mereka, lagu-lagu mereka tidak, diisi dengan pesan
berbau seksual atau obat bius.
MENITI KARIER SEJAK REMAJA
Sejak usia 15 tahun, ia sudah mengikat kontrak rekaman dan merekam
albumnya yang pertama pada usia 17 tahun. Album "Age to Age"
merupakan album lagu Kristen yang dinyanyikan oleh penyanyi solo
yang memperoleh penghargaan piringan hitam platina. Ia secara
teratur mengadakan perjalanan "show" dan manggung di gedung-gedung
konser terkenal di AS. Lagu-lagunya hampir mencapai puncak dalam
Christian and Billboard`s Hot 100. Tayangan videonya juga pernah
muncul dalam MTV. Ia pernah berduet dengan Peter Cetera, mantan
penyanyi terkemuka di Chicago. Ia mengirimkan pesan-pesan kristiani
melalui lagu-lagunya yang diputar di siaran radio sekuler.
Tanggapan yang diberikan oleh orang-orang Kristen menimbulkan banyak
kesedihan dalam dirinya, dan kebanyakan berpendapat bahwa orang
Kristen hanya menyanyikan "lagu-lagu rohani" di ruang lingkup
kristiani. Amy tidak sependapat; ia melakukan apa yang menurutnya
dikehendaki Allah, yaitu membawakan musik-musik gospel dengan irama
kontemporer kepada orang-orang yang tidak pernah masuk gereja.
Mereka membeli albumnya dan merasakan perbedaannya dari kebanyakan
musik -- suatu perbedaan yang berbicara tentang kasih, persahabatan,
dan suatu kehidupan yang dikehendaki Allah. Dan bila ada pendengar
yang ingin mengetahui sumber inspirasinya, ia dapat membaca kutipan
ayat Alkitab yang tertulis pada kover.
DEBURAN DI TENGAH OMBAK
Amy tidak mencoba untuk membela dengan keterlibatannya di dalam arus
musik utama dewasa ini. Dan ia telah menambah kapasitas kehadirannya
dengan merilis album baru berjudul "Heart in Motion", yang akan
dipasarkan di toko-toko Kristen dan sekuler.
Ini merupakan rekamannya yang kedua belas dan dalam banyak hal cukup
berbobot. Pertama, ia menyebutnya sebagai album terbaik yang pernah
dibuatnya. Itu merupakan suatu pernyataan yang berani bila Anda
sudah merekam tiga album emas dan empat album platina dan repertoar
Anda termasuk proyek-proyek seperti "Age to Age", "Straight Ahead",
dan "Lead Me on". Kedua, ini mungkin merupakan rilisnya yang lebih
bersifat pribadi. Amy berfungsi sebagai co-produser eksekutif dan
terlibat dalam penulisan hampir seluruh lagunya. "Heart in Motion"
benar-benar merupakan musik sekuler. Tetapi itu tidak berarti bahwa
ia tidak menawarkan sesuatu kepada para pendengar Kristen atau Amy
telah meninggalkan imannya. Album ini merefleksikan dengan jelas
siapa dan di mana Amy berada, baik sebagai orang Kristen maupun
sebagai seorang artis.
"Ada saat-saat di mana penting bagi saya untuk tidak keluar dari
batas," kata Amy menjelaskan. "10 tahun yang lalu, saya ingin
menulis lagu untuk anak-anak Kristen; saya ingin memberikan dampak
yang positif terhadap mereka. Tetapi kini adalah penting untuk masuk
ke dalam aliran musik yang sedang dominan. Saya tidak akan kembali
ke masa tahun 1981 karena itu bukan masalah saya."
Ia tidak bermaksud menjadi seorang penyanyi sekuler. Baginya,
seorang penyanyi Kristen yang lagu-lagunya disiarkan radio tidaklah
sama posisinya dengan orang atau penyanyi bukan Kristen. Jadi, bila
seorang artis Kristen dalam ruang lingkup sekuler menyampaikan
pesan-pesan tentang kehidupan saleh, maka lagu-lagu mereka akan
bersinar seperti cahaya di dalam kegelapan.
Ada yang mempertanyakan bagaimana lagu-lagu Amy dapat memancarkan
sinar jika dalam liriknya hampir tidak menyebut-nyebut nama Tuhan.
Bukankah album "Heart in Motion" lebih banyak mengandung kata "baby"
daripada "Allah"?
Amy memberikan respons dengan menyatakan bahwa ia tidak percaya
bahwa kuantitas informasi tentang Allah itu penting. Justru kualitas
dari informasi yang jauh lebih penting -- dampak dari sebuah kata
yang diucapkan pada waktu yang tepat. Jika penyanyi Kristen membuat
setiap lagunya yang berdurasi 3,5 menit penuh dengan khotbah-khotbah
yang menggurui, orang tidak akan mau mendengarkannya lagi.
Amy menambahkan, "Mereka yang meniti kariernya di sekitar pelayanan
biasanya jatuh ke dalam perangkap pemikiran seperti, `Karena Allah
mampu memakai lagu ini, kita harus meletakkannya dalam format
musikal atau memanipulasi liriknya.` Allah jauh lebih besar daripada
itu. Jika kita berdoa dan menyerahkan sebuah rekaman kepada-Nya,
pintalah kepada-Nya untuk melakukan mukjizat, dan Ia melakukannya.
Dalam album saya yang terbaru, saya mencoba menulis dan
mendendangkan tentang realitas kehidupan, dan biarlah Allah
melakukan mukjizat pada waktu-Nya."
Menurutnya, ada saat-saat di mana musik dapat meringankan beban
kehidupan. Musik seharusnya menjadi sarana di mana seseorang dapat
melakukan retret pribadi -- seperti Saul memperolehnya dengan
mendengarkan musik yang dibawakan Daud.
Amy juga menyatakan bahwa album "Heart in Motion" merupakan suatu
tindak ketaatan, bukan suatu tindak keluar batas dengan sengaja.
Rekaman ini bukanlah hasil dari keputusan yang sembrono. "Saya
benar-benar merasakan bahwa saya harus melakukannya saat ini juga,
dan bila Allah meminta kita melakukan sesuatu, Anda harus segera
melaksanakannya," katanya.
KARYA SENI
Amy berambisi untuk menjadi artis dalam setengah dari kehidupannya,
dan ia sangat berharap bahwa cita-citanya tercapai. Ia menginginkan
album "Heart in Motion" menjadi suatu jembatan bagi anak-anak
menolongnya menyadari bahwa mereka dapat memunyai suatu pengalaman
dengan Yesus Kristus. Kebanyakan anak mendengarkan banyak jenis
musik yang dinyanyikan oleh artis yang mengikuti berbagai jenis gaya
hidup. Apa yang tidak dan belum mereka miliki ialah suatu musik yang
bisa menjembataninya.
Amy kelihatannya cukup peka, walaupun tidak merasa diintimidasi --
bagaimana orang bereaksi terhadap albumnya. "Saya ingin masyarakat
Kristen bangga terhadap saya," katanya. "Tetapi artis juga harus
menyatu dengan karya seninya. Leonardo da Vinci tidak memandangi
sebuah lukisan dan memandang dari balik punggungnya sambil berharap
masyarakat akan mengakui hasil karyanya."
KEGIATAN LAINNYA
Industri eceran Kristen mungkin memandang Amy sebagai seorang artis,
tetapi sebenarnya peran tersebut hanya merupakan sebagian dari
kehidupannya yang sibuk dan penuh. Ia adalah seorang ibu rumah
tangga dengan dua anak. Amy selalu berdoa untuk menjadi seorang ibu
dan istri yang baik, mengasihi anak-anaknya dan mendorong mereka
menjadi diri mereka sendiri -- dan supaya Allah menolongnya melihat
dirinya sebagaimana adanya dan melihat Dia sebagaimana adanya.
Setiap minggu, ia memimpin acara penyembahan dan ibadah di gerejanya
dan banyak pelayanan yang berkaitan dengan profesinya.
Ia juga pernah menjadi juru bicara untuk Operation Desert Song, yang
menyediakan musik dan mendorong pasukan AS di Timur Tengah.
Baru-baru ini, ia membuka rumahnya untuk suatu aktivitas yang
disebut "The Loft" (serambi), yang telah memberikan dampak positif
pada ratusan remaja di daerah sekitar Nashville.
Selama beberapa minggu, Amy dan sebelas pemimpin dewasa menyajikan
acara-acara seperti kesaksian, doa, dan tentu saja musik. Tak
diperlukan tiket masuk dan iklannya dilakukan dari mulut ke mulut.
Jumlah pesertanya dibatasi hanya 450 saja.
Kegiatan ini merupakan kesempatan di mana seseorang dapat membawa
temannya yang bukan Kristen dan memperlihatkan kepada mereka bahwa
orang Kristen memiliki kegiatan yang bermanfaat.
Seorang remaja bukan Kristen yang ikut serta memperoleh pengalaman
yang mengubah hidupnya. Amy bercerita, "Pada waktu kegiatan The Loft
ini baru dimulai, seorang gadis menulis pada kartu doanya, `Saya
terhilang.` Ia pernah tidur dengan pacarnya dan memunyai masalah
dengan alkohol. Pada minggu ketujuh, seorang pekerja memimpin
ibadah, dan pada akhir kebaktian, ia mengundang siapa pun yang mau
menerima Yesus ke dalam hatinya. Gadis ini berdiri. Kini, ia sudah
mulai ikut PA. Saya ingin hidup saya dipenuhi adegan-adegan seperti
ini. Dan lebih dari itu, keinginan saya untuk menjadikan rekaman
saya sebagai barometer akan apa yang sedang saya lakukan terhadap
Tuhan menjadi semakin berkurang."
Perjalanan Amy Grant selama 15 tahun di belantara musik Kristen
telah membawanya cukup jauh. Ia memulai kariernya dengan menjadi
penyapu lantai dan bertugas melepaskan magnet pada "head tape" di
sebuah studio rekaman di Nashville. Dewasa ini, sementara ia diakui
sebagai penyanyi paling top di kalangan umat Kristen di AS, ia
memandang hasil karyanya dengan pandangan penuh kasih dan hikmat.
"Peran saya dalam musik kontemporer Kristen dalam dasawarsa terakhir
sangat terbatas dan aman," katanya. "Dengan kasih karunia Allah, apa
yang sudah saya lakukan telah memberikan dampak yang berarti bagi
banyak orang. Saya masih berharap bahwa Allah akan memakai saya
untuk memberikan dampak positif kepada anak-anak. Tetapi saya
melakukannya melalui cara yang sama sekali baru."
Ia menambahkan, "Seorang Kristen, di mana pun ia berada, harus
menjadi yang terbaik. Sebagai penyanyi Kristen, itu berarti bahwa
saya harus memanfaatkan bakat yang diberikan Allah di dalam diri
saya. Permintaan saya yang utama kepada orang banyak ialah jangan
terikat saja pada pola agama. Sebaliknya, biarlah kita berkata,
`Bagaimana Kristus yang diam dalam diri saya mengubahkan kehidupan
saya? Bagaimana saya menunjukkannya di hadapan orang banyak?`" Jika
Anda seorang Amy Grant, Anda memperlihatkannya dengan menjadi ibu
dan istri yang baik, memimpin kegiatan-kegiatan di gereja, memberi
perhatian kepada para remaja, bersaksi kepada orang-orang asing di
pesawat udara, dan juga membuat rekaman lagu dan terjun ke dunia
tempat kita hidup karena di situlah tempat kebanyakan ikan berenang.
Sumber:
1. Todd Hafer, "Amy Grant: A Heart in Motion", dalam majalah
"Bookstore Journal", Februari 1991.
2. J. Brent Bill, "Rock and Roll", New Jersey, Fleming H. Revell
Company, 1987.
3. Sero M. Hardjo, "Tembang `Baby Baby` Melejit Lewat Penyanyi Lagu
Rohani", dalam "Suara Pembaruan Minggu", 19 Mei 1991.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Sahabat Gembala Edisi Juli 1992
Judul asli artikel: Amy Grant: Penyanyi Rock Kristen Masa Kini
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung 1992
Halaman: 27 -- 32
+ Tahukah Anda? ______________________________________________________
Hadir dengan sajian yang sedikit berbeda, kolom "Tahukah Anda" di
perjumpaan tahun 2009 ini akan memberikan artikel pendek yang semoga
menjadi warna tersendiri pada edisi perdana publikasi Bio-Kristi
kali ini. Yang pasti, yang akan kami hadirkan ke hadapan Anda adalah
informasi menarik dan ringan tentang sisi lain kehidupan tokoh
kristiani. Sebagai sajian perdana tahun 2009 ini, mari kita belajar
tentang sosok Yosua. Ingin tahu bagaimana? Ayo kita simak artikel
berikut.
SEPERTI APAKAH ORANG KRISTEN YANG MENGINSPIRASI ITU?
Yosua merupakan contoh orang Kristen yang menginspirasi. Kita akan
melihat lima ciri unik dalam kehidupan Yosua. Meskipun ada lebih
banyak lagi kualitas yang kita perlukan saat ini, ciri-ciri unik ini
akan menuntun kita ke arah yang benar.
1. Orang yang rendah hati.
Sebelum dia menjadi seorang Kristen yang menginspirasi, dia
memunyai keinginan untuk melayani. Selama 40 tahun, dia melayani
Musa di padang gurun, dia dikenal sebagai "abdi Musa", "pembantu
Musa" (Keluaran 24:13; 33:11).
2. Orang yang beriman dan percaya kepada Tuhan.
Seperti yang ditunjukkannya saat dikirim menjadi pengintai, 10
dari 12 pengintai memberikan laporan yang menunjukkan kurang
berimannya mereka kepada Tuhan. Meskipun dia pasti merasakan
"tekanan dari teman-temannya", Yosua (bersama dengan Kaleb)
menunjukkan imannya kepada Tuhan melalui laporan yang dia berikan
(Bilangan 13:25-28; 14:6-9).
3. Orang yang taat pada firman Tuhan.
Keberhasilannya berhubungan langsung dengan ketaatannya pada
firman Tuhan. Untuk bisa berhasil, dia harus memenuhi semua
perintah yang diberikan melalui Musa. Untuk memastikan bahwa dia
melakukannya, dia merenungkan perintah itu siang dan malam (Yosua
1:7, 8).
4. Orang yang selalu berdoa.
Kita melihat dia berdoa untuk kegagalan para pengikutnya saat
melawan Ai. Di sinilah dia dan para pengikutnya bersama-sama
dengan Tuhan berjuang untuk orang Israel (Yosua 7:6-9).
5. Orang yang selalu mengutamakan Tuhan.
Di tengah-tengah peperangan -- meskipun keadaan itu memberi
kesempatan kepada musuh-musuhnya untuk bersatu memberontak --
Yosua tetap menempatkan Tuhan sebagai yang utama dan mematuhi
perintah-Nya yang berkaitan dengan berkat dan kutuk (Yosua
8:30-35; 9:1-2).
Kualitas yang seperti inilah yang membuat Yosua menjadi orang yang
menginspirasi kita saat ini. Tetapi dalam hal ini dia tidak
sendirian, karena orang lain dalam generasinya banyak pula yang
seperti dirinya. Jadi, kita tidak sedang membicarakan kualitas
supernatural, tetapi mereka yang masing-masing mampu menguasai masa
dan maju terus. Inilah orang Kristen yang menginspirasi. (t/Ratri)
Diterjemahkan dari:
Nama situs: Inspired Christian
Judul asli artikel: What Is An Inspired Christian?
Penulis: Robert Figueroa
Alamat URL: http://www.inspiredchristian.org/cyber/031901rf.html
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Kristina Dwi Lestari
Staf Redaksi: Yohanna Prita Amelia
Isi dan bahan menjadi tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) BIO-KRISTI 2009
YLSA -- http://www.ylsa.org/
Situs Katalog -- http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan: < subscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >
Alamat berhenti: < unsubscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >
Kontak redaksi: < biokristi(at)sabda.org >
Alamat situs: http://biokristi.sabda.org/
Alamat forum: http://biokristi.sabda.org/forum/
Arsip Bio-Kristi: http://www.sabda.org/publikasi/Bio-Kristi
____________________BULETIN ELEKTRONIK BIO-KRISTI_____________________
|