Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/40hari/11

Doa 40 Hari 2018 edisi 11 (17-5-2018)

Simbol Iman

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- KAMIS, 17 MEI 2018

SIMBOL IMAN

Dalam usaha membangun hubungan dan komunikasi dengan mereka yang berkeyakinan lain, maka pengidentifikasian/upaya mengenali simbol-simbol yang mereka miliki (dan juga yang kita miliki) merupakan hal yang sangat penting. Akan tetapi, mengidentifikasi simbol tanpa mengerti makna yang terkandung di dalamnya adalah seumpama mendengar bahasa asing dan berharap bisa berkomunikasi dalam bahasa itu.

Budaya, serta kepercayaan agamawi (yang sering kali tumpang tindih), penuh dengan simbol-simbol. Menurut Clifford Geertz, budaya adalah "pola makna yang diteruskan secara sejarah dan yang dinyatakan dalam simbol-simbol"; sebuah sistem "konsepsi/gagasan yang diwariskan, dan yang dinyatakan dalam bentuk simbolis, yang menjadi sarana/cara orang berkomunikasi, mengabadikan, dan mengembangkan pengetahuan mereka" (Geertz, Interpretation of Cultures, 1973, hal. 89). Di bawah simbol-simbol terdapat makna. Di bawah makna terdapat nilai. Ini semua adalah "nilai-nilai di mana suatu komunitas memahami dirinya sendiri, dan dari nilai-nilai itu mereka mendapati tujuan hidupnya" (Edward Farley, Deep Symbols, l996, hal. 3).

Jika terdengar rumit, memang demikian kenyataannya. Iman religius/keyakinan agama, seperti agama Kristen atau Islam, dan orang-orang yang mengikutinya, tidak berada dalam satu dimensi. Itu tidak berarti kita harus memahami sepenuhnya tingkatan-tingkatan simbol, beserta makna dan nilainya sebelum kita bisa berkomunikasi dalam kasih, atau sebelum kita berdoa untuk teman dan tetangga Muslim kita. Akan tetapi, kasih melibatkan kemauan untuk mengajukan pertanyaan, keinginan untuk mempelajari bukan hanya apa yang dipercayai oleh "pihak lain" secara doktrin, melainkan juga untuk memahami pada tingkat yang lebih dalam. Keterlibatan yang penuh kasih ini timbul karena keyakinan akan adanya landasan/fondasi yang lebih dalam terhadap hal-hal yang dirindukan bersama-sama.

Kerinduan bersama ini membantu dalam memahami bagaimana arti sebuah simbol bagi umat Islam, seperti misalnya membasuh bagian-bagian tubuh sebelum salat dapat menyingkap makna yang lebih mendalam dari pembasuhan/penyucian ketimbang apa yang terlihat di permukaan, dan sekaligus menggambarkan nilai penyerahan diri yang benar di hadapan Tuhan. Seperti halnya pengikut Yesus memakai darah Yesus yang menyucikan sebagai jembatan pemahaman dan penyataan.

Berdoa untuk Mereka

  • - Berdoa bagi orang Kristen agar memiliki hikmat dan mendapat pengertian yang benar tentang simbol-simbol kunci, beserta makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, dan berhasil menggunakannya dalam mengomunikasikan Injil.
  • - Berdoa agar orang Kristen tidak memiliki kecenderungan untuk cepat menilai dan menghakimi segala perilaku tetangga Muslim, tetapi orang Kristen dapat berhasil melihat dan menggunakan peluang untuk berbagi anugerah penebusan.
  • - Berdoa supaya ada wawasan lebih luas saat kita berdoa selama 30 hari berikutnya.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org