Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/40hari/13

Doa 40 Hari 2016 edisi 13 (8-6-2016)

Orang Maure dari Mauritania

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- RABU, 8 JUNI 2016

ORANG MAURE DARI MAURITANIA

Mauritania adalah sebuah negeri padang gurun yang besar dengan penduduk bangsa Arab, Berber, dan kelompok-kelompok etnis Afrika berkulit gelap yang berbaur. Kurang lebih 70% dari populasi tersebut berbahasa Hassania dan termasuk dalam kelompok masyarakat Maure Berber-Arab. Separuh dari kelompok ini disebut White Maures, dan sebagian besarnya merupakan pedagang, bangsawan, kaum terpelajar, dan kaum elit lainnya. Separuh yang lain, yang disebut BMaures Hitam, merupakan keturunan budak Bari bangsa Afrika berkulit gelap. Dan, 30% lainnya dari seluruh populasi terdiri dari berbagai kelompok masyarakat Afrika berkulit gelap, yang utamanya tinggal bagian Selatan dan di kawasan ibu kota.

Pada tahun 1957, 90% orang Maure masih tinggal di tenda-tenda sebagai kelompok yang nomad (selalu berpindah-pindah tempat) dan belum ada kota-kota besar. Suatu bencana kekeringan yang hebat pada tahun 1970-an memaksa warga untuk menjual kawanan ternak sumber penghidupan mereka dan berpindah ke kota-kota yang baru, yang sedang bertumbuh pada masa-masa itu.

Orang-orang Arab menyebarkan Islam hingga ke kawasan Sahara di abad ke-8, yang melemahkan pengaruh kaum Berber. Tahun 1920, Mauritania menjadi sebuah Republik (jajahan) Perancis, dan mencapai kemerdekaannya sebagai sebuah negara pada tahun 1960 di bawah kekuasaan hukum Islam. Revolusi-revolusi yang terjadi di negara-negara Islam lainnya telah mendorong masyarakat untuk menerapkan hukum Islam lebih saksama. Bagi sebagian besar orang, ini merupakan satu-satunya solusi bagi semua permasalahan yang ada, seperti kemiskinan, korupsi, perbudakan, ketidakadilan, kekeringan, dan lain sebagainya. Namun begitu, masih banyak orang mempraktikkan gaya hidup nomad; lebih memilih duduk di tikar daripada di kursi; kurang menunjukkan kepatuhan pada aturan-aturan lalu lintas; menikah dan bercerai berulang kali.

Sekarang ini, hampir seratus persen penduduk Mauritania adalah Muslim Sunni, dan hanya ada sedikit sekali orang Kristen di negeri itu.

Mari kita berdoa:

  1. Agar kelompok masyarakat yang dahulunya nomad (berpindah-pindah tempat) ini dapat menemukan jalan menuju pengenalan akan Yesus Kristus.
  2. Bagi orang-orang Kristen yang Tuhan telah panggil untuk menyatakan kasih-Nya di kalangan masyarakat Mauritania.
  3. Agar orang-orang Maure yang baru percaya Yesus dapat bertumbuh semakin kuat di dalam Iman dan keberanian membagikan imannya kepada sesama.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org