Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/40hari/11

Doa 40 Hari 2003 edisi 11 (26-10-2003)

Pemahaman Islam Mengenai Allah

                       Minggu, 26 Oktober 2003

PEMAHAMAN ISLAM MENGENAI ALLAH
==============================

Ada beberapa persamaan pandangan antara Islam dan Kristen-Yahudi
mengenai Allah. Dapat dipastikan bahwa ketika mulai mengembangkan
agama Islam, Muhammad sedikit banyak telah mendapat pengaruh agama
Yahudi dan kekristenan. Orang-orang Yahudi dan Kristen pun mengajarkan
bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi. Ketiga agama ini sama-
sama mengajarkan bahwa Allah itu kekal, maha kuasa, dan maha tahu.
Ketiganya menyatakan bahwa pada suatu hari kelak Allah akan menghakimi
dunia, dan bahwa Ia telah mengutus nabi-nabi dan memberikan sebuah
kitab suci. Warga Muslim dan Kristen bahkan menggunakan istilah yang
hampir sama untuk menggambarkan Allah. Seringkali masyarakat yang
tidak berbahasa Arab heran juga ketika melihat bahwa dalam semua
Alkitab bahasa Arab dipakai kata "Allah" untuk menunjukkan Tuhan
[Yahweh, Adonai, Dieu, God, Gott, Dios, Jehovah, Elohim, El Shaddai,
Theos, El, Allah]

Walaupun terdapat sejumlah persamaan, ada banyak pula perbedaan yang
tajam antara kepercayaan Kristen dan Islam. Pada dasarnya pengertian
mengenai Allah dalam Islam dan Kristen sangat jauh berbeda. Demikian
juga, kepercayaan dan praktik sehari-hari umat Islam sangat jauh
berbeda dari kepercayaan dan praktik kehidupan umat Kristen.

Sesungguhnya, menurut Islam Allah mustahil untuk benar-benar dikenal
oleh manusia. Umat Islam menyembah Allah, namun dalam keyakinan mereka
Allah tidak mungkin bisa dikenal oleh siapa pun. Sebaliknya, umat
Kristen terpanggil untuk menjalin suatu hubungan yang akrab dengan
Pencipta dan Juru Selamat mereka: Menurut Yesus, hidup kekal itu
artinya adalah mengenal Allah Bapa dan Dia yang telah diutus oleh-Nya
(Yohanes 17:3).

Bagi orang Islam Allah sesungguhnya tidak bersosok pribadi (personal).
Dalam Islam, Allah bukanlah oknum pribadi. Bagi mereka, Allah tidak
mungkin didefinisikan atau digambarkan.Meskipun mereka juga biasa
berdoa dengan menyebutnya sebagai Allah Nabi Ibrahim, umat Islam tidak
percaya bahwa Allah (mau) berbicara atau memperkenalkan diri-Nya
kepada mereka. Namun demikian, yang dialami oleh Abraham tidak seperti
itu. Allah berbicara kepada Abraham dan bahkan menyebutnya sahabat-
Nya (Kejadian 12:1-3; 2Tawarikh 20:7; Yesaya 41:8; Yakobus 2:23).

Dalam ajaran Islam, Allah benar-benar bebas melakukan apa saja
(tindakan-tindakan-Nya tidak didasarkan atas karakter atau seperangkat
prinsip moral tertentu). Sebaliknya, umat Kristen percaya bahwa
tindakan-tindakan Allah selalu sesuai dengan prinsip-prinsip
moralitas, bahkan mereka percaya bahwa Allah senang mengikat diri-Nya
kepada suatu janji.

Dalam ajaran Islam Allah tidak berperasaan. Pakar-pakar teologia Islam
menyatakan bahwa tidak benar Allah itu mempunyai emosi atau perasaan.
Bagi mereka, adanya atribut-atribut demikian justru mengurangi
kebesaran Allah. Sebaliknya di dalam Alkitab (Bible), Allah
digambarkan sebagai Pribadi yang dapat merasakan kesedihan, dapat
bersuka-cita dan dapat menyatakan kasih sayang yang sungguh-sungguh.

Umat Islam percaya bahwa Allah itu esa adanya dan tidak mempunyai
rekan yang setara. Kekristenan tidak menganggap Yesus sebagai rekan
Allah, tetapi mengajarkan bahwa Dia sendirilah Allah yang pernah
menjelma sebagai manusia (Yohanes 1:1-18). Mengenal Allah sebagai
Tritunggal adalah sesuatu yang sangat musykil. Menurut almarhum
Francis Schaeffer, seorang pemikir Kristen yang terkenal:
   "Antara Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus senantiasa terdapat
   interaksi kasih sayang, komunikasi, dan persahabatan yang
   indah. Allah Tritunggal itu sendiri memberikan contoh bagaimana
   seharusnya cara hidup kita sebagai masyarakat Kristiani."

Catatan: Untuk mendapat informasi lebih lengkap soal pemahaman Islam
mengenai Allah, kunjungi website-nya di alamat:
==>	http://www.30-days.net/

POKOK DOA

* Berdoalah agar orang-orang Islam mulai mengenal Allah sebagai suatu
  sosok pribadi yang benar-benar ada.

* Berdoalah agar orang-orang Islam di seluruh dunia pada akhirnya juga
  percaya bahwa bukanlah sesuatu yang mustahil untuk mengenal Allah.

* Berdoalah agar umat Islam diberi pewahyuan yang mengungkapkan Allah
  kepada mereka sebagai sosok Pribadi yang berkarakter (kasih,
  kesetiaan, kekudusan, dan keadilan).

* Berdoalah agar umat Islam mendapat pewahyuan mengenai kasih Allah
  yang akan menyentuh dan membangkitkan perasaan mereka.

* Doakan umat Islam agar mendapatkan pewahyuan yang ajaib mengenai
  ketritunggalan Allah.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org