SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2007


Agustus 2007
M S S R K J S
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31

September 2007
M S S R K J S
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30

Oktober 2007
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31



Daftar Isi:
  • Hari 4. Kalimantan
  • Akar dari agama Islam



  • Hari 4. Kalimantan
    From: e-DOA 
    Subject: [40-Hari-2007][04] Pulau Kalimantan
    
    ----------------  40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA  ----------------
    ----------------------------------------------------------------------
                          Kamis, 6 September 2007
    
    PULAU KALIMANTAN
    ================
    
    Pulau Kalimantan adalah pulau terbesar di Indonesia. Di pulau
    Kalimantan terdapat tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunai.
    Wilayah Indonesia di Kalimantan dialiri oleh dua sungai yang sangat
    besar dan panjang yakni Sungai Kapuas dan Mahakam. Pulau Kalimantan
    kaya dengan sumber daya alamnya, baik hutan dan khususnya emas, gas
    dan beraneka barang tambang lainnya.
    
    Wilayah Kalimantan Indonesia terbagi dalam 4 provinsi antara lain:
    Provinsi Kalimantan Barat ibukotanya Pontianak dipimpin Gubernur H.
    Usman Jafar dan Wagub Drs. LH. Kadir, Provinsi Kalimantan Selatan
    dengan ibukotanya Banjarmasin dipimpin Gubernur Dr. H. Rudy Arifin,
    MM. dan Wagub H.M. Rosehan NB. SH, Provinsi Kalimantan Tengah dengan
    ibukotanya Palangkaraya dipimpin Gubernur Agustin Teras Narang SH. Dan
    Wagub Ir. H. Acmad Diran, Provinsi Kalimantan Timur dengan ibukotanya
    Samarinda dipimpin Gubernur H. Suwarna Abdul Fatah dan Wagub Drs.
    Yurnalis Nyayoh MM.
    
    Kota-kota lainnya di Pulau Kalimantan antara lain: Balik Papan,
    Bontang, Sendawar, Tenggarong, Sengatta, Panajam, Kandangan, Batu
    Licin, Tanjung, Plei Hari, Muara Tawe, Permata Intan, Ranggu, Sanggu,
    Permata Intan, Pulang Pisau, Puruk Cahu, Muara Taweh, Buntok,
    Pangkalan Bun, Ketapang, Mempawah, Singkawang, Sanggau. Di kota-kota
    yang ada dapat ditemukan baik penduduk asli Kalimantan maupun para
    perantau dari berbagai daerah di Indonesia seperti Madura, Toraja
    dllnya.
    
    Di Kalimantan Rumpun MELAYU KALIMANTAN bermukim di Kalimantan Barat
    dengan sukunya Melayu Kalimantan dan populasinya 535.000 jiwa. Telah
    ada orang percaya 50 jiwa. Sarana PI belum ada, sudah dilayani. Suku
    Melayu bermukim di beberapa negara di Asia Tenggara di antaranya:
    Malaysia, Brunai, Singapura, Thailand dan Indonesia. Di Indonesia suku
    Melayu bermukim di wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan. Suku Melayu
    Kalimantan bermukim di sepanjang Pantai Barat Kalimantan serta
    pulau-pulau di Selat Karimata. Bahasa yang digunakan adalah bahasa
    Dayak Melayu.
    
    Rumpun BARITO dengan populasi 374.000 jiwa terdiri dari 6 suku. Suku
    Ampanang 30.000 jiwa, suku Lawangan dengan populasi 100.000 jiwa,
    orang percaya 50 jiwa. Kedua suku ini berdiam di wilayah Kalimantan
    Timur. Suku Bakumpai populasi 40.000 jiwa, belum ada orang percaya,
    belum ada sarana PI, sudah dilayani tapi belum ada jemaat suku. Suku
    Dohoi ot Danum populasi 105.000 jiwa. Orang Percaya 500 jiwa. Sarana
    PI belum ada, sudah dilayani dan belum ada jemaat suku. Suku Siang
    populasi 79.000 jiwa. Orang percaya 300 jiwa. Sarana PI belum ada,
    sudah dilayani dan belum ada jemaat suku. Tawoyan populasi 20.000
    jiwa, orang percaya 100 jiwa. Sarana PI: Alkitab, sudah dilayani,
    belum ada jemaat suku. Ke-4 suku ini berdiam di wilayah Kalimantan
    Tengah.
    
    Rumpun BANJAR dengan populasi 6.282.000 jiwa terdiri dari 5 suku. Suku
    Banjar berdiam di Kalimantan Selatan populasi 5.567.000 jiwa. Orang
    percaya 20 jiwa. Sarana PI: radio. Sudah dilayani, belum ada jemaat
    suku. Ke-4 suku lainnya yang bermukim di wilayah Kaliamtan Timur
    adalah: Suku Berau, populasi 20.000 jiwa. Orang percaya 20 jiwa,
    sarana PI belum ada dan belum dilayani. Suku Pasir populasi 160.000
    jiwa. Orang percaya 46 jiwa. Belum ada sarana PI, sudah dilayani belum
    ada jemat suku. Suku Tidong populasi 45.000 jiwa, orang percaya 0,
    sarana PI belum ada, sudah dilayani, belum ada jemaat suku. Suku
    Tenggarong Kutai populasi 310.000 jiwa. Orang Percaya 100 jiwa. Sarana
    PI belum ada, sudah dilayani, belum ada jemaat suku. Kota Tenggarong
    terletak sekitar 45 Km Barat Laut Kota Samarinda. Kota Tenggarong
    menyimpan sejarah dan budaya kerajaan Hindu tertua di Indonesia yakni
    kerajaan Kutai dengan rajanya bernama Mulawarman. Istana Tenggarong
    yang kini telah berubah fungsi menjadi museum Mulawarman dan menyimpan
    benda-benda bekas peninggalan kerajaaan Kutai Martadipura dan Kutai
    Kertanegara. Masyarakat Kutai juga kaya akan berbagai upacara adat.
    
    POKOK DOA:
    Lihat pokok doa yang kami kirim pada hari Minggu, 2 September 2007.
    
    
    e-Doa ---------------------------------------------------------- I-KAN
        Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
           Untuk berlangganan: 
         Untuk berhenti     : 
         Arsip 40 Hari Doa  : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    ----------------------------------------------------------------------
        Copyright(c) 2007 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
    ----------------------------------------------------------------------

    Akar dari agama Islam
    From: e-DOA 
    Subject: [40-Hari-2007][x08] Akar dari Agama Islam
    
    ----------------  40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA  ----------------
    ----------------------------------------------------------------------
                           Kamis, 6 September 2007
    
    AKAR DARI AGAMA ISLAM
    =====================
    
    Ada orang Kristen yang bertanya-tanya, "Apakah Muslim memiliki
    pengetahuan yang benar tentang Allah? Apakah Allah adalah Allah yang
    juga kita sembah? Berbagai jawaban diberikan untuk menjawab pertanyaan
    ini. Banyak yang berkesimpulan bahwa Allah adalah Allah yang palsu,
    dan berbeda dari Allah dan Bapa dari Yesus Kristus. Yang lain belum
    begitu siap untuk memberi jawaban. Yang pasti bahwa asal mulanya Islam
    lebih rumit untuk dimengerti daripada yang dimengerti pada umumnya.
    Setidaknya Islam memiliki paling tidak tujuh asal mula yang berbeda
    dan saling berhubungan:
    
    (1). Kepercayaan bangsa Arab yang telah mengakar selama ribuan tahun,
         baik yang benar maupun yang salah. Banyak dari kepercayaan ini
         berasal dari nenek moyang bangsa Arab. Ini termasuk Joktan yang
         hidup sebelum Abraham (lihat Kej. 10:26-29). Dan juga Ismael dan
         enam anak laki-laki Abraham lain selain Isak (Kej. 25:1-5).
         Beberapa orang Arab menyebut "hanif" mengikuti tradisi
         monoteistik ini dengan lebih ketat dari pada penduduk Mekah pada
         umumnya.
    
    (2). Beberapa pengaruh Yahudi: kala itu cukup banyak orang Yahudi yang
         tinggal di Arab pada masa Muhammad. Hal tersebut dapat dengan
         mudah dilihat dari; tulisan Yahudi, Qur'an, juga kehidupan
         pribadi Muhammad mencerminkan kepercayaan Yahudi yang telah
         mempengaruhi prilaku dan tindakan Muhammad dalam beberapa hal.
    
    (3). Beberapa pengaruh Kristen: Beberapa orang Kristen tinggal di
         Mekah dan Madinah saat Muhammad hidup. Ternyata banyak dari
         mereka yang tidak menjalani kehidupan Kristen yang suci, baikn
         dalam keyakinan dan perilaku kehidupan mereka. Walaupun sangat
         mungkin ada juga sejumlah orang Kristen yang sungguh-sungguh.
    
    (4) Pengaruh dari roh-roh dan penyembahan berhala.
    
    (5) Pengaruh dari Zoroasterisme Persia.
    
    (6) Pengaruh yang datang dari karakter dan kepribadian Muhammad.
    
    (7) Kepribadian dan budaya dari orang Muslim Arab di masa awal setelah
        wafatnya Muhammad.
    
    Dalam perkembangan sejarah agama Islam selama 1.400 tahun setidaknya,
    juga mengalami pembauran dengan budaya-budaya setempat. Beranjak dari
    akar sejarahnya, maka secara garis besarnya umat Islam sebagian
    mengerti tentang Allah yang benar dan lainnya belum mengerti, juga
    muncul yang bernuansa gabungan. Di antara keduanya.
    
    Diambil dari : A Christian Response to Islam oleh William M.Miller,
    Presbyterian and Reformed CO. 1976, (STL reprint 1986, halaman 75-76)
    
    
    e-Doa ---------------------------------------------------------- I-KAN
        Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
           Untuk berlangganan: 
         Untuk berhenti     : 
         Arsip 40 Hari Doa  : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    ----------------------------------------------------------------------
        Copyright(c) 2007 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
    ----------------------------------------------------------------------

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2007 Yayasan Lembaga SABDA