SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2006


September 2006
M S S R K J S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Oktober 2006
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


Daftar Isi:
  • Hari 37. Sufisme di Asia Selatan



  • Hari 37. Sufisme di Asia Selatan
    From: e-DOA 
    Subject: [40-Hari-2006][37] Sufisme di Asia Selatan
    
    
    ----------------  40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA  ----------------
    ----------------------------------------------------------------------
                            Jumat, 20 Oktober 2006
    
    SUFISME DI ASIA SELATAN
    =======================
    
    Hari itu adalah Kamis malam. Anwar penuh semangat, penuh pengharapan
    dan mungkin sedikit takut seperti yang biasa dialami oleh seseorang
    yang memulai lembaran hidup yang baru. Malam ini adalah malamnya;
    setelah menyelesaikan latihan-latihan selama hampir 1 tahun untuk
    diterima dalam ordo ayahnya, Sufisme, dia akhirnya akan ditahbiskan
    bersama beberapa pengikut Murshid. Setelah ditahbiskan, Anwar akan
    menjadi seorang murid dalam komunitas mistik dengan Allah melalui
    kekuatan dari pembimbing rohaninya, Murshidnya.
    
    Dia tiba pada waktu yang sudah ditentukan dan menemukan ruangannya
    sudah dipenuhi oleh para murid, mereka yang akan ditahbiskan duduk di
    barisan agak ke tengah ruangan, berhadapan satu sama lain, membentuk
    pasangan. Mereka mendengarkan seorang pria lebih muda yang menyanyikan
    lagu renungan agama di depan ruangan. Kemudian Murshid keluar dan
    memimpin kelompok yang bertumbuh cepat ini dalam seruan-seruan
    bersifat hipnotis dalam kalimat sederhana, "Tidak ada Tuhan lain
    selain Allah." Ketika seruan meningkat dalam kecepatan, volume,
    tingkat semangat dan emosi terbentuk dalam ruangan itu, pembimbing
    rohani itu turun dari mimbar dan duduk di depan barisan para anggota
    yang akan ditahbiskan.
    
    Dia adalah pria setengah tua dengan jenggot panjang dan rambut panjang
    yang bersifat mistik. Pembimbing ini membacakan doa pemberkatan dan
    pengampunan bagi mereka. Tiap mereka meresponi dengan sumpah setia
    kepada Murshid mereka.
    
    Akar dari Sufisme kembali ke konteks Timur Tengah dan timur dekat
    dalam penemuan dan penyebaran Islam mula-mula. Ketika Islam tersebar
    dari Arabia ke bagian-bagian dunia yang lain, ia mulai berinteraksi
    dengan kebudayaan-kebudayaan dan filosofi-filosofi baru. Islam bertemu
    pertapa-pertapa Kristen di padang gurun, bermacam-macam pengikut
    Gnostikisme, filosofi Neoplatonik, Budha dan Hindu dari India yang
    telah membuat jalan masuk dan memiliki pengaruh terutama di Asia
    Tengah.
    
    Sebagian Muslim telah dipengaruhi oleh semua ini dan mulai
    mengembangkan versi Islam yang lebih berorientasi mistik dan tidak
    terlalu berpusat pada hukum Syariah dan lebih merupakan ekspresi
    kehausan akan Tuhan dan kerinduan untuk suatu persatuan dengan Dia
    (walaupun Syariah jarang disebarkan secara lengkap; tapi biasanya
    diterjemahkan ulang secara mistik). Mengambil penekanan kasih Allah
    dari mistik Kristen, penekanan kenaikan rohani melalui rahasia,
    pengetahuan misterius dari Gnostikisme dan pengartian dari "kesatuan"
    dengan Tuhan yang melenceng ke arah pantheisme/penyembahan banyak ilah
    dari Neoplatonisme dan agama-agama India.
    
    Awalnya, banyak Muslim aliran utama sering menganiaya Kaum Sufi,
    termasuk penyaliban pemimpin Sufi Persia, Husayn ibn Mansoor al-
    Hallaj. Tetapi terutama melalui usaha ahli teologi Islam abad ke-12,
    Abu Hamid Al-Ghazali, Muslim akhirnya membawa Sufisme ke dalam aliran
    utama pemikiran Islam yang dapat diterima. Jalan Sufi pada dasarnya
    ditandai dengan kesatuan yang semakin meningkat, pertama-tama dengan
    pembimbing rohani seseorang dan kemudian dengan Allah dan akhirnya
    penggabungan atau pemusnahan identitas pribadi orang itu dengan
    pembimbing rohani dan Allah tersebut.
    
    Walaupun ada banyak versi dari "tingkat-tingkat" perkembangan Sufi,
    daftarnya kira-kira seperti ini:
    - Shari'at, atau "Hukum", bersamaan dengan nasut; tingkatan permulaan
      manusia secara "alami".
    
    - Tariqat, atau "Jalan", dimana seorang pengikut memilih alur
      perjalanan rohaninya, dan meningkat pada malaikat atau karakter para
      malaikat.
    
    - Ma'rifat, atau "Gnosis", pengetahuan khusus, dimana seorang pengikut
      meningkat ke tingkatan jabrut, atau "memiliki kekuasaan".
    
    - Haqiqat, atau pencerahan realitas, dimana seorang pengikut sekarang
      siap untuk lahut, keilahian, untuk ditarik sepenuhnya ke dalam Tuhan
      dalam fana fi'llah, atau penyerapan ke dalam Tuhan, seringkali
      digambarkan sebagai suatu "penyatuan ke dalam samudera".
    
    Seringkali jalan dari peningkatan rohani terlihat cukup rumit. Tentu
    saja, konsep Sufi tentang diserap ke dalam Allah bertentangan dengan
    pengertian Kristen tentang kesatuan dengan Allah. Konsep Kristen
    tentang ciptaan Tuhan dibawa ke dalam persekutuan yang intim dengan
    Tuhan dalam Kristus diimbangi dengan realita bahwa ciptaan itu tidak
    akan dapat mencapai tingkatan menjadi seperti Tuhan itu sendiri, yaitu
    pribadi yang tidak diciptakan.
    
    Pusat dari kebanyakan sistim kepercayaan Sufi adalah kerinduan yang
    dalam untuk suatu keintiman dengan Tuhan, kerinduan yang benar-benar
    hanya dapat dipenuhi dalam Kristus. Walaupun pantheisme sering
    dicampurkan dengan pengertian Sufi tentang karakter Allah, umat Sufi
    lebih banyak mengutip Alkitab tentang kasih-Nya untuk manusia.
    
    Para Sufi sangat dikenal di Turki. Mereka dijuluki "Whirling
    Derviches" dan terkenal di seluruh dunia. Inti dari kepercayaan Sufi
    adalah kerinduan yang besar akan keintiman dengan Allah, sebuah
    kerinduan yang hanya dapat dipenuhi dalam Kristus. Berdoalah agar
    mereka mengalami perjumpaan ilahi dengan Allah yang hidup.
    
    POKOK DOA
    
    * Doakan agar Tuhan menyatakan diri-Nya secara langsung kepada Kaum
      Sufi yang benar-benar "lapar dan haus akan kebenaran" (Mat. 5:6).
    
    * Doakan agar Tuhan membangkitkan lebih banyak orang dengan keinginan
      untuk menjangkau Kaum Sufi, juga untuk kemampuan dalam membedakan
      roh dan keberanian dalam kesaksian mereka akan realitas Yesus.
    
    * Berdoa melawan kuasa kegelapan yang tidak menginginkan Kaum Sufi
      untuk mengerti "... terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah
      yang nampak pada wajah Kristus." (2 Kor.4:6).
    
    "Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia"
    (Yohanes 1:4)
    
    POKOK DOA INDONESIA
    
    * Agama: Menteri Agama dan jajaran Departemen Agama, intelektual
      Muslim yang bergabung dalam Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia
      (ICMI)(sebut nama mereka yang Anda ketahui).
    
    e-Doa ---------------------------------------------------------- I-KAN
        Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
           Untuk berlangganan: 
         Untuk berhenti     : 
         Arsip 40 Hari Doa  : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    ----------------------------------------------------------------------
        Copyright(c) 2006 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
    ----------------------------------------------------------------------

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA