SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2006


September 2006
M S S R K J S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Oktober 2006
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


Daftar Isi:
  • Hari 29. Suku Yao di Tanzania



  • Hari 29. Suku Yao di Tanzania
    From: e-DOA 
    Subject: [40-Hari-2006][29] Suku Yao di Tanzania
    
    
    ----------------  40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA  ----------------
    ----------------------------------------------------------------------
                           Kamis, 12 Oktober 2006
    
    SUKU YAO DI TANZANIA
    ====================
    
    Populasi Yao di Tanzania: 500.000 di Tanzania (terdapat 1 juta orang
    di Malawi dan 450.000 di Mozambiq.)
    
    Suku Yao di Tanzania tinggal di sebelah selatan negara ini sepanjang
    perbatasan dengan Mozambiq. Mereka biasanya adalah petani, peternak
    dan bisnis kecil, sementara hidup di kelompok kecil keluarga-keluarga.
    Kepala suku mereka adalah Mataka, Kanduru dan Mtalika. Tradisi
    diturunkan dalam upacara inisiasi yang diselenggarakan dengan tarian
    dan berbagai aktifitas.
    
    Sekitar tahun 1800, Bangsa Arab memulai perdagangan budak-budak di
    daerah Yao. Bangsa Yao memperbudak suku tetangganya dan menjual mereka
    kepada orang Arab. Melalui perdagangan budak inilah Bangsa Yao mulai
    mempraktekkan Islam; saat ini sekitar 95% dari Suku Yao di Tanzania
    adalah Muslim. Islam telah menjadi pusat kebudayaan Suku Yao, sehingga
    kalau seorang Yao berpaling dari Islam, dia berarti memutuskan
    hubungan dengan suku dan keluarga besarnya. Dia akan dikucilkan secara
    total dan tidak akan pernah menerima pertolongan dari mereka. Di
    samping itu, dia akan diancam dengan berbagai macam cara agar dia
    kembali kepada iman Islamnya.
    
    Penghapusan perdagangan budak di Tanzania pada tahun 1873 tidak
    menyenangkan Bangsa Yao dan menyebabkan hubungan yang negatif dengan
    penguasa kolonial mereka. Kekristenan dibenci karena mereka
    beranggapan itu adalah kepercayaan para penguasa yang adalah penjajah,
    walaupun utusan-utusan Kristen telah memperkenalkan pemeliharaan medis
    dan pendidikan bagi mereka. Bangsa Yao tidak mengizinkan anak-anak
    mereka untuk sekolah karena kuatir mereka akan menjadi Kristen. Mereka
    memandang umat Kristen tidak beradab, tetapi setelah beberapa tahun
    situasi ini berubah dan sekarang untuk berhubungan dengan mereka sudah
    jauh lebih baik. Umat Muslim dapat bertemu dengan umat Kristen untuk
    berbagai keperluan seperti pemakaman dan pernikahan.
    
    Pertama-tama Injil disebarkan kepada Bangsa Yao oleh umat Anglikan dan
    Katolik. Sekarang terdapat beberapa gereja Injili dan Pantekosta, yang
    banyak tertanam karena kesaksian para duta Injil dan pedagang Kristen
    lokal. Gereja-gereja ini menyebarkan Injil melalui pertemuan-pertemuan
    di tempat terbuka, kesaksian pribadi dan pelayanan radio Kristen dalam
    Bahasa Yao. Beberapa pendeta Tanzania dan para pekerja Kristen berasal
    dari Suku Yao.
    
    POKOK DOA
    
    * Sebagian para pria Yao sangat malas; tidak setia pada isteri mereka.
      Doakan agar para pria Yao melakukan peranan dalam keluarga dan
      masyarakat mereka.
    
    * Kaum Yao tidak memandang sekolah sebagai sesuatu yang penting.
      Kadang orang tua harus dipaksa untuk mengirim anak-anak mereka ke
      sekolah. Doakan untuk perubahan pandangan mengenai pendidikan di
      antara Kaum Yao.
    
    * Instruksi seks yang diberikan dalam acara ritual inisiasi cenderung
      mengarah pada kurangnya kode etik. Anak-anak muda mulai
      mengembangkan gaya hidup yang tidak bermoral sejak umur dini. Ketika
      ada televisi, itupun memberi pengaruh yang negatif kepada kaum muda.
      Doakan agar terjadi perubahan pada masyarakat Yao yang membawa pada
      gaya hidup yang lebih bermoral bagi kaum muda Yao.
    
    * Umat Kristen yang baru, merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan dasar
      mereka, yang mendorong mereka untuk kembali kepada Islam. Doakan
      agar gereja-geraja muda Yao dapat membangun kemampuan yang lebih
      besar untuk bekerja sama dan membantu umat percaya.
    
    * Pelayanan radio Kristen sangat terbatas dalam waktu dan
      frekuensinya. Berdoa untuk lebih banyak lagi pekerja dan pendukung
      dana sehingga pelayanan ini dapat lebih luas dan menyentuh
      pendengar sehingga mereka berpaling pada Kristus.
    
    POKOK DOA INDONESIA
    
    * Rumpun Melayu Riau, suku-sukunya: Asahan, Bangka, Belitung, Deli,
      Melayu Riau, Talang Mamak.
    
    * Kota-kotanya: Medan, Pekan Baru, Bangkinang, Pangkalpinang,
      Sungailiat, Tanjungpandan, Kuala Tungkal, Bengkali, Dumai.
    
    e-Doa ---------------------------------------------------------- I-KAN
        Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
           Untuk berlangganan: 
         Untuk berhenti     : 
         Arsip 40 Hari Doa  : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    ----------------------------------------------------------------------
        Copyright(c) 2006 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
    ----------------------------------------------------------------------

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA