SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2006


September 2006
M S S R K J S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Oktober 2006
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


Daftar Isi:
  • Hari 28. Suku Rejang di Indonesia



  • Hari 28. Suku Rejang di Indonesia
    From: e-DOA 
    Subject: [40-Hari-2006][28] Suku Rejang di Indonesia
    
    
    ----------------  40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA  ----------------
    ----------------------------------------------------------------------
                             Rabu, 11 Oktober 2006
    
    SUKU REJANG DI INDONESIA
    ========================
    
    Populasi Suku Rejang di Indonesia: 700.000 jiwa.
    Muslim       : 99,9%
    Kristen      : kurang dari 50 orang
    Alkitab      : belum diterjemahkan
    Film Yesus   : tidak tersedia bagi Suku Rejang
    Gereja Rejang: belum ada
    
    Suku Rejang (yang disebut juga dengan Djang) hidup di hutan tropis di
    pegunungan bukit Barisan di Sumatera, pulau terbesar di Indonesia.
    Hutan ini ditumbuhi Rafflesia, bunga terbesar di dunia (diameternya
    hampir 1 meter). Pulau tropis Sumatera memiliki cuaca yang lembab dan
    panas, walaupun di pegunungan cukup nyaman dan dingin.
    
    Suku Rejang dibagi dalam 5 kelompok yang terletak di dataran tinggi
    yang subur, Lembah Musi dan daerah pantai dekat Samudera Hindia. Untuk
    berabad-abad, Suku Rejang terisolasi dari dunia sekitarnya. Bangga
    akan sejarah mereka, mereka tidak tertarik pada kebudayaan lain dan
    curiga terhadap orang luar. Baik pria maupun wanita berpakaian
    tradisional batik yang berwarna-warni, disebut sarung atau kain.
    Makanan utama mereka adalah nasi dengan sayur-mayur dan buah-buahan.
    Hasil dari daerah ini termasuk beras, teh, kopi, minyak kelapa, kayu
    eboni dan karet. Sebagian Suku Rejang bekerja di perkebunan dan yang
    lain adalah pengrajin berpengalaman yang bekerja dengan kayu, metal,
    kulit dan kertas.
    
    Ukuran pedesaan Rejang bervariasi dari 15 - 900 rumah. Pedesaan yang
    memiliki sistem irigasi memiliki lebih dari 4.000 orang yang tinggal
    di dalamnya. Kepala desa dipilih oleh masyarakat. Setiap desa memiliki
    sebuah balai desa di mana upacara tari-tarian dan perayaan diadakan.
    Rumah tradisi Rejang dibuat dengan tiang-tiang sekitar 1,5 - 2 meter
    di atas tanah. Memiliki serambi terbuka untuk menerima tamu. Dinding
    luar rumah dihiasi oleh tiang-tiang mendatar yang diukir artistik dan
    pilar-pilar yang indah warna-warni. Secara tradisional, seorang ayah
    adalah kepala keluarga tetapi perjanjian pernikahan menentukan apakah
    seorang anak akan menjadi milik keluarga sang ibu atau ayah atau milik
    keluarga besar.
    
    Pada mulanya, Suku Rejang melakukan praktek animisme. Mereka percaya
    bahwa segala sesuatu yang alami, seperti batu, pohon dan binatang
    memiliki jiwa yang tidak mati. Islam dibawa ke Sumatera oleh para
    pedagang Muslim di akhir abad ke-13 dan sejak abad ke-20 seluruh Suku
    Rejang, kecuali beberapa gelintir orang, sudah menjadi Islam. Tetapi
    ritual animisme berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Sihir
    dan okultisme dipakai untuk perlindungan dan untuk memerangi sakit
    penyakit, ketidaksuburan dan para musuh. Malangnya, belum ada
    terjemahan Alkitab yang tersedia dalam Bahasa Rejang, atau siaran
    radio Kristen atau program TV. Beberapa misi lokal bekerja di antara
    Suku Rejang, walaupun sampai saat ini mereka belum sepenuhnya
    berhasil, tapi sudah ada sekitar 50 orang Kristen ada di antara suku
    ini.
    
    POKOK DOA
    
    * Doakan agar Tuhan memanggil para pria dan wanita untuk bersaksi bagi
      Kristus di antara Suku Rejang.
    
    * Doakan agar Tuhan menjaga, menguatkan dan mendorong orang-orang
      percaya Rejang yang seringkali hidup terisolasi di antara suku
      mereka. Biarlah mereka menemukan keberanian untuk bersaksi bagi
      Kristus di antara suku mereka.
    
    * Mintalah kepada Tuhan untuk memanggil ahli bahasa untuk
      menterjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Rejang.
    
    * Doakan agar terjadi terobosan rohani sehingga banyak orang menjadi
      terbuka bagi Injil.
    
    POKOK DOA INDONESIA
    
    * Rumpun Minangkabau, suku-sukunya: Bengkulu, Kerinci, Minanglabau,
      Muko-muko, Pekal, Rejang.
    
    * Kota-kotanya: Bengkulu, Padang, Bangko, sungai penuh, Muarabungo,
      Solok Muao, Padang Panjang, Batusangkar, Payah Kumbuh.
    
    e-Doa ---------------------------------------------------------- I-KAN
        Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
           Untuk berlangganan: 
         Untuk berhenti     : 
         Arsip 40 Hari Doa  : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    ----------------------------------------------------------------------
        Copyright(c) 2006 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
    ----------------------------------------------------------------------

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA