SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2006


September 2006
M S S R K J S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Oktober 2006
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


Daftar Isi:
  • Fokus pada Asia Tenggara Pasifik
  • Hari 25. Muslim di Fiji



  • Fokus pada Asia Tenggara Pasifik
    From: e-DOA 
    Subject: [40-Hari-2006][x16] Fokus pada Asia Tenggara dan Pasifik
    
    
    ----------------  40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA  ----------------
    ----------------------------------------------------------------------
                           Minggu, 08 Oktober 2006
    
    FOKUS PADA ASIA TENGGARA DAN PASIFIK
    ====================================
    
    Kesaksian:
    
    Seorang Muslim bertemu Tuhan dengan cara yang unik. Pria ini memiliki
    usaha perikanan, memunguti teripang yang tinggal di dasar laut yang
    menjadi makanan di beberapa negara Asia. Isteri dari pria Muslim ini
    secara rutin selalu pergi ke gereja. Suatu hari, pria Muslim ini sakit
    keras, yang akhirnya membuat dia ingin pergi ke gereja bersama
    isterinya untuk meminta pertolongan. Di sana ia diberikan sebuah
    Alkitab dan ia tertarik untuk membacanya.
    
    Suatu hari dia berada di atas kapalnya dan para pekerjanya sedang
    menyelam untuk mengambil teripang. Saat ia sendirian di atas dek
    kapal, ia membaca Alkitab. Dia tertidur dan bermimpi dia berada di
    laut dan ketika dia melihat, sesosok pribadi bersinar keluar dari
    laut. Dia tahu bahwa sosok supranatural itu adalah Yesus. Yesus
    menunjukkan dia arah tertentu, kemudian dia bangun dari tidurnya.
    
    Ketika para pekerjanya kembali ke kapal, mereka tidak mendapat apa-
    apa, dia bertanya, "Apakah kalian bersedia pergi ke arah mana pun yang
    akan aku tunjukkan?" Mereka menjawab, ya kepadanya.
    
    Jadi dia memimpin mereka ke daerah yang ditunjukkan oleh sosok dalam
    mimpinya tadi. Itu adalah tempat di mana tidak ada seorang pun yang
    pernah menangkap apa-apa di sana sebelumnya. Tetapi, mereka meluangkan
    3 minggu di sana memunguti semua timun-timun laut. Pria ini akhirnya
    memutuskan untuk mengikut Kristus dan aktif membawa jiwa-jiwa baru.
    
    Di awal tahun 2004, Handoyo (nama samaran) tinggal di sebuah negara di
    Asia Tenggara. Di saat tidur malam ia bermimpi melihat seorang pria
    terang benderang datang kepadanya dan mengulurkan tangannya, pada saat
    itu ia bangun. Ia membangunkan orang tuanya dan menceritakan mimpinya
    kepada mereka. Mereka tidak tertarik menanggapinya, dan menyuruhnya,
    "Pergi kembali ke kamarmu dan ucapkan doa tengah malam."
    
    Dua malam kemudian Handoyo mendapatkan mimpi yang lain. Kali ini ia
    melihat bola sinar terang membakar dan keluar tulisan dari sana;
    "Akulah Tuhanmu". Dia membangunkan orang tuanya lagi dan menceritakan
    kepada mereka mimpi ini. Sekali lagi tanggapan mereka sama seperti
    sebelumnya.
    
    Dua malam kemudian Handoyo mendapatkan mimpi yang lain lagi, di
    mimpinya dia melihat sebuah tempat yang terlalu mengagumkan untuk
    diungkapkan dan sebuah suara berkata, "Inilah rumahmu". Handoyo
    membangunkan orang tuanya lagi dan menceritakan pengalaman mengagumkan
    ini dalam mimpinya. Tetapi tanggapan mereka tetap sama.
    
    Setelah tiga pengalaman tadi, hati Handoyo mulai berkobar dan berbagai
    pertanyaan mulai berdatangan dalam pikirannya, "Aku harus mencari apa
    artinya". Setelah membaca Al Qur'an dengan tekun, dia tetap bertanya-
    tanya, "Apa artinya". Handoyo memberanikan diri untuk bertanya kepada
    teman-teman kuliahnya, mereka menyarankannya untuk mencari jawabannya
    dalam Alkitab, walaupun mereka tidak pernah melihat Alkitab. Handoyo
    membeli sebuah Alkitab dan mulai membaca dari awal sampai akhir hanya
    dalam beberapa minggu.
    
    Saat keluarganya mengetahui ia membaca Alkitab, mereka memarahi dan
    memukulinya, ayahnya memanggil sanak saudara dan mereka memukuli dia
    tanpa belas kasihan sampai dia pingsan, dengan pikiran dia akan
    berhenti membaca Alkitab.
    
    Handoyo lari dari rumah dan tidak pernah kembali. Sekarang ia memulai
    hidup baru dan dipakai Tuhan untuk memenangkan banyak orang menjadi
    pengikut Isa Almasih (Yesus). Tetapi hatinya tetap mengasihi
    keluarganya dan mendoakan mereka. Suatu hari ia berharap untuk bisa
    kembali dan menjelaskan apa yang Tuhan telah lakukan dalam
    kehidupannya dan menunjukkan kepada mereka bahwa dia tidak menolak
    mereka atau kebudayaan yang dia hormati, di mana dia dibesarkan.
    
    e-Doa ---------------------------------------------------------- I-KAN
        Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
           Untuk berlangganan: 
         Untuk berhenti     : 
         Arsip 40 Hari Doa  : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    ----------------------------------------------------------------------
        Copyright(c) 2006 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
    ----------------------------------------------------------------------

    Hari 25. Muslim di Fiji
    From: e-DOA 
    Subject: [40-Hari-2006][25] Muslim di Fiji
    
    
    ----------------  40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA  ----------------
    ----------------------------------------------------------------------
                           Minggu, 08 Oktober 2006
    
    MUSLIM DI FIJI
    ==============
    
    Populasi Fiji: 893.354 (perkiraan tahun 2005)
    Populasi agama: Muslim 7,5% (67.000 penduduk kebanyakan Muslim Sunii);
    Kristen 52% (Metodis, Pentekosta, Roma Katolik, dan lain-lain); Hindu
    38%; lain-lain 2,5%
    
    Fiji adalah pulau republik yang merdeka di Laut Pasifik yang terdiri
    dari beberapa pulau besar dan lebih dari 300 pulau-pulau kecil.
    Keseluruhan luas tanah kepulauan tersebut (18.270 km2) sedikit lebih
    kecil dari Wales. Fiji merdeka pada tahun 1970, setelah hampir satu
    abad sebagai koloni Inggris. Kepulauan ini memiliki populasi yang
    bervariasi dari Melanesia Fiji (51%), India (44%), Eropa dan lain-
    lain. Inggris adalah bahasa resmi Fiji tetapi di antara etnik asli
    Fiji sendiri biasanya mereka berbicara dalam Bahasa Fiji, sementara
    mereka dengan latar belakang India seringkali berbahasa Hindustan.
    
    Kaum Muslim Fiji berasal dari pekerja imigran India untuk industri
    tebu (yang memasuki kepulauan antara tahun 1879 dan 1920). Banyak
    keluarga Muslim pada akhirnya menekuni perkebunan tebu seluas 5-10 are
    (2-4 hektar). Kelompok Hindu India berinvestasi ke pembangunan gedung
    sekolah dan mengejar pendidikan barat. Sedangkan kaum Muslim lebih
    mengutamakan sekolah tradisional Islam guna menjaga generasi muda
    mereka dari pengaruh barat. Karena perbedaan sistim pendidikan
    tersebut, kaum Muslim seringkali kurang terwakili di institusi-
    institusi, pelayanan umum dan dalam berbagai profesi.
    
    Di tahun-tahun belakangan, guru-guru Islam telah dipekerjakan di
    mesjid-mesjid dan sekolah-sekolah di Fiji. Sumber keuangan dari Saudi
    Arabia telah dipergunakan untuk mengatur perjalanan kaum Muslim lokal
    ke Mekah. Dalam 20 tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah orang
    Muslim yang mengenakan busana Arab (dipandang sebagai cara membuat
    mereka menjadi "Muslim sejati"). Tetapi mayoritas tetap sebagai Muslim
    tradisional, walaupun mereka biasanya bereaksi keras jika seseorang
    menjadi Kristen.
    
    Mayoritas Muslim tinggal di daerah barat dari pulau yang terbesar.
    Mesjid yang pertama dibangun di Navau pada tahun 1900, sekarang ada
    sekitar 200 mesjid dan mushola di Fiji. Komunitas Muslim di
    perkampungan dapat terlihat jika ada sebuah mesjid atau mushola. Tapi
    di perkotaan terutama di Ibukota Suva, kaum Muslim berbaur dengan yang
    orang lain.
    
    Usaha misi Kristen baru mulai mengenali perbedaan-perbedaan kebudayaan
    dan agama antara suku-suku India di Fiji. Sebagai hasilnya,
    perpindahan Muslim ke Kristen lebih banyak yang terjadi secara
    kebetulan daripada yang terencana. Tetapi, sejumlah kecil Muslim
    datang pada Kristus melalui banyak denominasi. Saat ini, hanya ada
    sejumlah orang percaya dari latar belakang Muslim yang secara aktif
    bersaksi secara teratur pada komunitas Muslim.
    
    POKOK DOA
    
    * Pada tahun-tahun belakangan gereja di Fiji telah bertumbuh dalam
      kesatuan, dengan mujizat-mujizat besar yang telah terjadi. Doakan
      agar kejadian-kejadian positif ini akan menumbuhkan pengenalan kaum
      Muslim terhadap Kristus (Kis. 2:42-47).
    
    * Jemaat Kristen dan persekutuan-persekutuan dari latar belakang
      Muslim diperlukan untuk membantu kaum Muslim yang baru mengikut
      Yesus untuk bertumbuh dalam pemuridan dan tertanam di gereja. Doakan
      agar tim penanaman jemaat membentuk kelompok-kelompok dari latar
      belakang Muslim (Kol. 4:5-6).
    
    * Kebanyakan kaum Muslim yang datang pada Kristus menerima ancaman-
      ancaman dari pemimpin agama mereka dan tekanan-tekanan dari saudara-
      saudara mereka. Banyak yang kehilangan pekerjaan mereka dan
      dikucilkan oleh keluarga dan teman-teman. Doakan agar mereka
      memiliki keberanian dan komitmen (Why. 12:11).
    
    POKOK DOA INDONESIA
    
    * Rumpun Lampung, suku-sukunya: Komering, Lampung; Abung, Krui,
      Peminggir, Pubian, Ranau.
    
    * Kota-kotanya: Bandar Lampung, Kota Bumi, Metro, Batu Raja, Sekayu,
      Lubuk Linggau, Lahat, Manna.
    
    e-Doa ---------------------------------------------------------- I-KAN
        Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
           Untuk berlangganan: 
         Untuk berhenti     : 
         Arsip 40 Hari Doa  : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    ----------------------------------------------------------------------
        Copyright(c) 2006 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
    ----------------------------------------------------------------------

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA