SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2006


September 2006
M S S R K J S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Oktober 2006
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


Daftar Isi:
  • Hari 12. Lembah Ferghana di Asia Tengah



  • Hari 12. Lembah Ferghana di Asia Tengah
    From: e-DOA 
    Subject: [40-Hari-2006][12] Lembah Ferghana di Asia Tengah
    
    
    ----------------  40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA  ----------------
    ----------------------------------------------------------------------
                           Senin, 25 September 2006
    
    LEMBAH FERGHANA DI ASIA TENGAH
    ==============================
    
    Selama berabad-abad, Lembah Ferghana adalah mata rantai perhubungan
    yang penting bagi rute perdagangan yang disebut "Jalan Sutera" yang
    dipakai oleh para pedagang yang melakukan perjalanan antara Eropa dan
    Timur Tengah menuju dan dari Cina. Dihubungkan dengan gunung, melewati
    ke Oase Kashgar (Kashi) di Cina Barat. Tashkent, Samarkand dan Boukara
    adalah titik perhentian besar lainnya menuju ke barat.
    
    Lembah ini adalah tempat kelahiran Babur (1483-1530) yang menemukan
    Dinasti Mogul di India. Belakangan ini Lembah Ferghana dibagi antara
    Uzbekistan, Kyrgyzstan dan Tajikistan. Sekarang ini terlihat sebagai
    jantung Kota Uzbek, walaupun ada juga Bangsa Tajik dan Kyrgyz di sana.
    
    Seluruhnya ada lebih dari 10 juta orang hidup di Lembah Ferghana.
    Lembah ini hanyalah mewakili kurang dari 5% seluruh daerah di
    Uzbekistan (kira-kira sebesar propinsi New Jersey di Amerika), tetapi
    didiami lebih dari sepertiga dari warga negara Uzbekistan. Di sinilah
    sepertiga dari seluruh Bangsa Tajik dan setengah dari Bangsa Kyrgyz
    tinggal. Merupakan tempat di Asia Tengah yang paling padat penduduknya
    dan mempengaruhi seluruh daerah. "Jika lembah ini lenyap, lenyap
    pulalah seluruh Uzbekistan" ini adalah suatu gagasan yang sudah biasa
    diterima di sana.
    
    Lembah Ferghana ini 300 km panjangnya dan terdiri dari ribuan ladang
    kapas di antara pohon-pohon mulberi, anggrek dan desa-desa terisolasi.
    Merupakan pusat produksi sutera di Asia Tengah selain produksi
    kapasnya. Lembah ini sangat subur dan pertaniannya berkelimpahan
    karena irigasi air diambil dari sungai yang mengalir bersama-sama ke
    dalam lembah untuk membuat Sungai Syr Darya, yang akhirnya mengalir
    menuju Laut Aral yang berjarak 1000 km jauhnya. Malangnya, dengan
    diperkenalkannya irigasi besar-besaran, perkembangan perkebunan kapas
    dan pemakaian pestisida secara luas telah mencemari tanah di berbagai
    daerah. Sebagian besar tanah tetap dipakai untuk kapas dan pertanian
    gandum. Jutaan pekerja perkebunan - termasuk beberapa anak-anak kecil
    seumur 8 tahun - menjadi "sukarelawan" untuk menanam, memotong dan
    memetik kapas untuk sejumlah upah kecil, sementara keuntungan yang
    besar disalurkan kepada para petugas dan orang tengah. Korupsi merebak
    luas dan hukum sangat dibatasi, hal ini menyebabkan kecilnya
    kesempatan untuk memiliki bisnis secara resmi.
    
    Lembah Ferghana kaya akan sejarah dan kebudayaan, mereka bangga
    sebagai penopang segalanya bagi Uzbek. Secara budaya, Bangsa Uzbek di
    Lembah Ferghana memandang diri mereka sebagai orang-orang Uzbek yang
    paling murni. Tetapi kebanggaan ini telah menghalangi Injil. Pandangan
    umum saat ini di Uzbek adalah, "Menjadi seorang Uzbek berarti menjadi
    seorang Muslim."
    
    Kota Kokand yang besar, adalah pusat keagamaan (dengan populasi
    200.000 orang, mereka sangat membanggakan 300 mesjidnya, salah satunya
    dapat memuat 10.000 jemaah).
    
    Sejarahnya, lembah ini telah menjadi ladang pembibitan Islam
    konservatif dan melawan pemerintahan. Selama awal tahun 1900-an,
    ketika komunisme memasuki seluruh daerah, mereka adalah salah satu
    kelompok terakhir yang melawan kekuasaan komunis. Sesungguhnya mereka
    menginginkan terciptanya masyarakat Islam.
    
    Akhir-akhir ini telah terjadi protes-protes besar tentang masalah-
    masalah politik dan ekonomi di kota-kota besar. Pergolakan di Kota
    Andijon menimbulkan kekerasan yang menyebabkan ratusan demonstran mati
    tertembak oleh tentara Uzbek. Saat ini telah ada beberapa orang Uzbek
    yang telah menerima Juruselamat.
    
    KESAKSIAN DARI LEMBAH FERGHANA
    
    Aku berusia 38 tahun, dilahirkan di Kokand, sebuah kota kecil di
    Lembah Ferghana dan aku sudah menikah dan memiliki anak-anak yang
    masih kecil. Aku adalah seorang bekas penjahat dan pernah mendekam
    dalam penjara selama bertahun-tahun. Kehidupanku yang dulu sangat
    menyeramkan dan aku tidak memiliki siapa pun untuk bergantung kecuali
    diriku sendiri. Bahkan orang tua dan saudara-saudara dekatku menolak
    untuk turut campur dalam hidupku. Sebelum datang kepada Tuhan, aku
    sangat agresif, kasar dan tidak jujur. Orang-orang takut kepadaku
    karena reputasiku yang buruk.
    
    Pada tahun 1996, untuk pertama kalinya aku mendengar tentang Yesus.
    Pada waktu itu aku masih di penjara dan sesama narapidana menceritakan
    tentang Yesus kepadaku. Dia menjelaskan bahwa Yesus telah mati di kayu
    salib untuk keselamatan kita, supaya kita dapat memiliki hidup yang
    sebenarnya dalam Dia. Aku mempelajari Alkitab bersamanya setiap hari,
    sehingga ketika masih di penjara aku mulai berubah sedikit demi
    sedikit. Para napi yang lain juga datang kepada Yesus. Sekarang Injil
    kerajaan menyebar ke banyak desa-desa dan kota-kota kecil di Lembah
    Ferghana. Tuhan melakukan banyak mujizat - menyembuhkan orang,
    membebaskan mereka, dan mengubah hidup. Aku juga meluangkan banyak
    waktu untuk melakukan konseling bagi kaum pria muda, yang belum pernah
    mendengar tentang Yesus, karena aku rindu untuk melayani dan berbagi
    dengan orang lain apa yang telah aku terima dari Tuhan.
    
    POKOK DOA
    
    * Berdoa bagi orang-orang percaya di Lembah Ferghana untuk berani
      bersaksi dan mengasihi dalam hubungan mereka dengan orang-orang yang
      belum percaya. Mayoritas besar kaum Muslim di Lembah Ferghana belum
      pernah mendengar Injil.
    
    * Berdoa agar Roh Kudus menunjukkan kepada mereka di Lembah bahwa
      menjadi pengikut Yesus tidak akan mengurangi identitas mereka
      sebagai Bangsa Uzbek, Tajik atau Kyrgyz. Malahan akan membantu
      mereka untuk menemukan identitas mereka yang sebenarnya.
    
    * Kaum Muslim di Lembah perlu mengalami Kerajaan Tuhan. Harapan mereka
      yang begitu dalam akan kedamaian dan keadilan hanya akan terpenuhi
      bila mereka telah menjadi milik sang Raja Damai.
    
    * Berdoa agar jalan-jalan Tuhan yang akan menguasai dunia bisnis.
    
    POKOK DOA INDONESIA
    
    * Rumpun Tukang Besi dengan suku-sukunya: Bajau, Bonerate, Bungku,
      Kulisusu, Muna, Pancana, Tukang Besi Selatan, Tukang Besi Utara,
      Wawonlii, Wolio.
    
    * Kota-kotanya: Kendari, Bau-bau, Kolaka.
    
    e-Doa ---------------------------------------------------------- I-KAN
        Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
           Untuk berlangganan: 
         Untuk berhenti     : 
         Arsip 40 Hari Doa  : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    ----------------------------------------------------------------------
        Copyright(c) 2006 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
    ----------------------------------------------------------------------

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA