Senin, 31 Oktober 2005
FOKUS PADA AMERIKA & EROPA
==========================
Saya mengakui telah tumbuh menjadi dewasa dalam keluarga Muslim di
Afrika, percaya dan berpartisipasi dalam iman Islam. Dalam masa muda
saya, dalam kurun waktu yang singkat beberapa dari anggota keluargaku
telah meninggal. Suatu hari aku menjerit kepada Tuhan, "Aku ingin
mengenal-Mu sebelum hari kematianku". Waktu itu saya tidak pernah
menyangka doaku akan dijawab dengan cara yang tidak saya duga. Dalam
waktu singkat saya diberikan bea siswa untuk belajar di Universitas di
Amerika. Saat mengikuti kuliahku untuk gelar master aku aktif dalam
persekutuan mahasiswa Islam yang ada di kampus. Saya mohon maaf untuk
mengatakan, bahwa sepanjang waktu belajarku di Amerika, tidak ada
seorang pun yang mengatakan kepadaku tentang Tuhan Yesus. Tapi, saya
tahu orang-orang berdoa.
Saya mendapat pekerjaan dan memasuki kehidupan yang baru di Amerika.
Suatu hari saya pulang ke apartemen dan duduk di atas sofa. Tiba-tiba,
ruangan itu penuh dengan cahaya dan saya memandang ke atas dan melihat
seorang laki-laki yang putih, bercahaya seperti matahari berdiri di
hadapanku. Dia berkata, "engkau mau melihat dan mengetahui Penciptamu,
inilah Aku" Ruangan itu telah dipenuhi oleh terang-Nya dan kasih-Nya.
Saat saya melihat pada-Nya, saya mulai merasakan ketidaklayakkanku dan
penuh dengan rasa bersalah. Pria itu memegang sesuatu di tangan-Nya
lalu saya membuka mulutku dan Ia memberi aku makan. Saya merasakan
cahaya dan kasih masuk memenuhiku. Saya tahu saya ada dalam ruangan
dengan Tuhan Yesus Kristus, Tuhanku dan Penciptaku.
Secepatnya setelah ia meninggalkan ruangan, saya bergegas untuk
mendatangi sebuah toko bahan makanan di sebelah apatemenku. Saya tidak
mempunyai alasan mengapa, saya hanya tahu saya harus pergi. Setibaku
di sana, saya pergi kebagian buah. Tiba-tiba, seorang lelaki besar
berjalan ke arah saya dan berkata "Hallo, saya adalah gembala sebuah
gereja dan saya ingin mengenal Anda. Ini adalah kartu namaku dan saya
mengundang Anda untuk makan malam bersamaku dan keluargaku". Ini
adalah bagian dari rencana Tuhan bagiku untuk bertemu dengan orang
Kristen.
Kemudian saya kembali ke negaraku dan orang-orangku. Kebanyakan dari
mereka tidak mengetahui Tuhan Yesus Kristus. Tapi, banyak yang sedang
berdoa untuk keselamatan mereka. Banyak yang bersaksi kepada mereka
dalam kehidupan keseharian dan saya tahu bahwa Yesus Kristus mengasihi
mereka seperti Ia mengasihi saya.
|