Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > Doa 40 Hari > 2005 > Fokus pada Amerika dan Eropa
  Edisi Terbaru
Edisi tahun 2011
  Arsip
Lihat arsip (2002-2011)
  Cari
  Keanggotaan Milis
Berlangganan
Berhenti
Ganti alamat email
  Relasi
e-KJDN (Pokok Doa)
e-JEMMi (Buletin MISI)
  Edisi 2005 : Artikel-artikel | 40 pokok doa



Fokus pada Amerika dan Eropa

                       Senin, 31 Oktober 2005

FOKUS PADA AMERIKA & EROPA  
==========================

Saya mengakui telah tumbuh menjadi dewasa dalam keluarga Muslim di 
Afrika, percaya dan berpartisipasi dalam iman Islam. Dalam masa muda 
saya, dalam kurun waktu yang singkat beberapa dari anggota keluargaku 
telah meninggal. Suatu hari aku menjerit kepada Tuhan, "Aku ingin 
mengenal-Mu sebelum hari kematianku". Waktu itu saya tidak pernah 
menyangka doaku akan dijawab dengan cara yang tidak saya duga. Dalam 
waktu singkat saya diberikan bea siswa untuk belajar di Universitas di 
Amerika. Saat mengikuti kuliahku untuk gelar master aku aktif dalam 
persekutuan mahasiswa Islam yang ada di kampus. Saya mohon maaf untuk 
mengatakan, bahwa sepanjang waktu belajarku di Amerika, tidak ada 
seorang pun yang mengatakan kepadaku tentang Tuhan Yesus. Tapi, saya 
tahu orang-orang berdoa.       

Saya mendapat pekerjaan dan memasuki kehidupan yang baru di Amerika. 
Suatu hari saya pulang ke apartemen dan duduk di atas sofa. Tiba-tiba, 
ruangan itu penuh dengan cahaya dan saya memandang ke atas dan melihat 
seorang laki-laki yang putih, bercahaya seperti matahari berdiri di 
hadapanku. Dia berkata, "engkau mau melihat dan mengetahui Penciptamu, 
inilah Aku" Ruangan itu telah dipenuhi oleh terang-Nya dan kasih-Nya. 
Saat saya melihat pada-Nya, saya mulai merasakan ketidaklayakkanku dan 
penuh dengan rasa bersalah. Pria itu memegang sesuatu di tangan-Nya 
lalu saya membuka mulutku dan Ia memberi aku makan. Saya merasakan 
cahaya dan kasih masuk memenuhiku. Saya tahu saya ada dalam ruangan 
dengan Tuhan Yesus Kristus, Tuhanku dan Penciptaku.             

Secepatnya setelah ia meninggalkan ruangan, saya bergegas untuk 
mendatangi sebuah toko bahan makanan di sebelah apatemenku. Saya tidak 
mempunyai alasan mengapa, saya hanya tahu saya harus pergi. Setibaku 
di sana, saya pergi kebagian buah. Tiba-tiba, seorang lelaki besar 
berjalan ke arah saya dan berkata "Hallo, saya adalah gembala sebuah 
gereja dan saya ingin mengenal Anda. Ini adalah kartu namaku dan saya 
mengundang Anda untuk makan malam bersamaku dan keluargaku". Ini 
adalah bagian dari rencana Tuhan bagiku untuk bertemu dengan orang 
Kristen.  

Kemudian saya kembali ke negaraku dan orang-orangku. Kebanyakan dari 
mereka tidak mengetahui Tuhan Yesus Kristus. Tapi, banyak yang sedang 
berdoa untuk keselamatan mereka. Banyak yang bersaksi kepada mereka 
dalam kehidupan keseharian dan saya tahu bahwa Yesus Kristus mengasihi 
mereka seperti Ia mengasihi saya.




Laporan Masalah/Saran