Selasa, 4 Oktober 2005
AMBON-MALUKU PASKA KERUSUHAN
============================
Ingat Ambon manise, pikiran pun langsung terbayang akan keindahan
kepulauan Maluku disertai senyum manis dan keramah tamahan penduduknya
yang memiliki suara nan merdu. Tapi! Itu dulu. Sekarang, yang ada
justru rasa pilu yang mendalam, sebagai akibat tragedi konflik selama
empat tahun (1999-2002) telah merontokkan berbagai sendi persaudaraan.
Kini, Maluku berpacu merias diri lagi agar nampak manis kembali. Kata
pepatah, Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu. Tiada guna menyesal
kemudian. Tapi itulah yang tertinggal di Maluku saat ini sebuah
penyesalan yang mendalam. Semasa konflik, penduduk yang menjadi
pengungsi adalah 338. 239 jiwa (71.309 kk) dari 1,2 juta penduduk
Maluku. Sebagian besar pengungsi telah kembali ke lokasi asal dan
hidup berdampingan kembali. Pemerintah sedang memulangkan pengungsi
lainnya ke lokasi asal masing-masing, dan diharapkan proses tersebut
dapat selesai pada bulan Desember 2005. Suasana hidup antar dua
komunitas, Islam dan Kristen di Ambon khususnya dan Maluku umumnya
kian membaik, Walaupun masing-masing komunitas masih bertempat tinggal
pada lokasi terpisah, namun kedua komunitas telah dapat saling
menerima satu dengan lainnya. Kesadaran masyarakat bahwa agama
bukanlah menjadi penghalang hidup bersama kian terbangun.
Dalam tahun 2005 ini telah terjadi dua kali aksi teror yang menelan
korban jiwa, aksi-aksi tersebut melibatkan warga dari komunitas Islam
tetapi dapat diatasi oleh pihak keamanan. Para pelaku mengakui
keterlibatan mereka dan hal ini sedang dalam pengusutan. Orang-orang
yang terlibat dalam aksi tersebut diduga merupakan suatu jaringan
dengan aksi teror yang berlangsung di wilayah Indonesia lainnya. Dalam
berbagai aksi teror dan kekerasan di Ambon, pihak keamanan menjumpai
adanya penyimpanan senjata yang dilakukan di Sekolah Tinggi Agama
Islam Maluku (STAIM) di Tulehu di pinggiran kota Ambon. Memang masih
terasa pihak Islam menghendaki perimbangan dalam hampir setiap lini
kehidupan di Maluku, tetapi ada kesadaran juga bahwa Sumber Daya
Manusia (SDM) mereka belum mampu mengimbangi SDM pihak Kristen, hal
ini yang menjadi cambuk bagi upaya-upaya meningkatkan kualitas SDM
Muslim. Hal ini patut kita syukuri, karena dengan kualitas SDM Muslim
yang kian membaik diharapkan kesadaran akan praktek hidup berdampingan
secara benar akan terpelihara, dengan demikian saudara-saudara Muslim
akan dapat membedakan yang baik dan tidak baik dengan lebih rasional.
Masyarakat Maluku telah menyadari bahwa kerusuhan panjang yang dimulai
bulan Januari 1999 adalah ulah para pendatang yang mudah terprovokasi.
Pihak-pihak yang melakukan aksi teror memang menghendaki agar
kerusuhan dapat dilanggengkan. Tapi sebagian besar masyarakat asli
Maluku semakin menyadari bahwa kerusuhan hanya bertujuan untuk
menghancurkan suku bangsa Maluku. Pada sisi lain semangat rekonsiliasi
terus dibangun dan suasana serta kondisi kondusif hidup berdampingan
terus dipelihara.
POKOK DOA
* Berdoa agar melalui pengalaman sulit tersebut, Roh Kudus
memberikan kesadaran dan pengenalan akan Yesus sebagai Tuhan dan
Juruselamat pribadi bagi setiap orang Kristen Maluku sehingga
terjadi pembaharuan di dalam roh mereka.
* Doakan Gubernur dan Wagub, Pangdam dan tokoh-tokoh masyarakat
Maluku agar diberi roh takut akan Tuhan dan pengenalan akan Tuhan
secara pribadi. Berdoa untuk pembangunan kembali infrastruktur dan
pemulangan pengungsi ke tempat asal mereka.
* Doakan pihak yang berwajib secara konsisten mengusut tuntas semua
aksi teror di Maluku & seluruh jaringan teroris.
* Doakan rekonsiliasi dan pemulihan kepercayaan antara kedua
komunitas.
* Berdoa mohon roh wahyu dan hikmat untuk mengenal Yesus dengan benar
bagi orang Muslim asli Maluku.
* Doakan generasi muda Kristen dan Islam agar memiliki semangat
belajar yang tinggi guna mengejar ketertinggalan mereka selama masa-
masa konflik.
* Doakan anak-anak Islam dan Kristen Maluku yang terpaksa dibesarkan
di luar daerah maluku di panti-panti asuhan, supaya mereka
dipulihkan dan dipersiapkan sebagai generasi baru dalam Tuhan.
* Doa mohon pengampunan dari Tuhan.
* Berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus putuskan ikatan dan tuntutan
hutang darah, perjanjian roh yang tidak kudus. Dalam nama Tuhan
Yesus Kristus hancurkan roh kekerasan, kesombongan, roh kepahitan,
roh dendam.
e-Doa ********************************************************* I-KAN
Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai $subst('PurgeID')
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: $subst('Email.UnSub')
Arsip 40 Hari Doa: http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
_____________________________________________________________________
|