|
|
Propinsi NAD
Judul: [40-Hari-2005][26] Propinsi Nad
<>< <>< <>< <>< 40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA ><> ><> ><> ><>
/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
Kamis, 20 Oktober 2005
PROPINSI NAD
============
Propinsi di bagian paling utara pulau Sumatra ini menjadi terkenal di
seluruh dunia sesudah gempa bumi dan tsunami dasyat yang terjadi pada
26 Desember 2004. Di seluruh propinsi Aceh ratusan desa dan kota di
pinggir pantai disapu bersih oleh ombak, dan menelan korban lebih dari
200.000 orang yang mati dan ratusan ribu telah kehilangan tempat
tinggal dan mata pencarian. Sudah pasti kejadian mengerikan ini
membawa perubahan spiritual dan sosial di propinsi ini yang berdampak
pada kehidupan kekal. Kita tidak dapat mengatakan bahwa gempa dan
tsunami itu merupakan "hukuman" dari Tuhan (seperti yang dikatakan
oleh banyak orang Islam sendiri). Tentu saja, kekuatan alam dari
faktor geologi di balik peristiwa semacam ini sudah diketahui oleh
semua orang.
Syukurlah, bantuan kemanusiaan kini mengalir dari seluruh dunia ke
propinsi Aceh, tetapi jelas akan memakan waktu bertahun-tahun disertai
kerja keras dan melakukan penyesuaian sosial sebelum keadaan pulih
kembali. Salah satu hasil positif adalah konflik bersenjata yang sudah
berlangsung sekian lama antara pasukan keamanan Indonesia dan Gerakan
Aceh Merdeka - yang telah memakan korban puluhan ribu orang yang mati
- kini telah berhenti, dan puncaknya telah tercapai kesepakatan dan
penandatangan perjanjian damai antara pemerintah RI dan GAM pada
tanggal 15 Agustus 2005. Banyak sekali relawan manca Negara telah
datang ke daerah ini, yang dahulunya tidak pernah dapat dimasuki
karena perang tersebut.
Propinsi Aceh sejak lama dijuluki Serambi Mekah, karena penduduknya
berkeinginan untuk menerapkan hukum Islam, seperti di kota Mekah. Pada
zaman dulu sebelum ada pesawat terbang, peziarah Indonesia yang
berlayar dengan kapal ke Arab Saudi singgah di pelabuhan Banda Aceh
sebelum meneruskan perjalanan, sehingga boleh dikata daerah ini
seperti sebuah "pintu gerbang" menuju Tanah Suci. Beberapa tahun yang
lalu Aceh menjadi satu-satunya propinsi di Indonesia di mana syariah
islam mulai diberlakukan secara resmi. Penduduk Aceh yang diperkirakan
berjumlah 3,5 juta jiwa sudah berabad-abad berjuang untuk merdeka,
termasuk di masa penjajahan Belanda dulu. Sejak diberlakukannya
syariah Islam beberapa gereja sudah ditutup. Masih banyak hal yang
harus didoakan dan dilakukan agar kekristenan mendapat tempat dalam
hati rakyat di sana. Propinsi ini cukup kaya dengan sumber daya
alamnya, seperti minyak bumi, hutan-hutan kayu, dan masih banyak
sumber alam lainnya yang belum dikelola dengan benar. Mari kita berdoa
supaya pembangunan dapat dimulai lagi di propinsi ini. Namun dalam hal
ini mereka yang datang ke daerah tersebut harus menyadari dan
menghormati nilai-nilai budaya setempat sehingga tidak menimbulkan
syak bagi orang lokal.
POKOK DOA
* Doakan propinsi Aceh supaya mendapat manfaat dari program-program
bantuan rehabilitasi jangka panjang yang sedang berlangsung
sekarang, termasuk pemulihan kehidupan, infra-struktur dan pranata
sosial.
* Doakanlah agar warga Muslim melihat cinta kasih dan kepedulian
umat Kristen lewat upaya bantuan mereka (Mat. 5:16).
* Berdoalah supaya melalui berbagai peristiwa yang terjadi,
menyadarkan masyarakat Aceh secara khusus dan Indonesia pada
umumnya, agar percaya dan berharap pada Tuhan Yesus Kristus
(1Kor. 13:13).
* Berdoalah agar Tuhan membuka pintu bagi pekabaran Injil di Aceh
(1Kor. 16:9).
* Berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus untuk menghancurkan roh
menutup diri (roh exklusif), roh agresif, roh kekerasan, dan roh
kematian sia-sia.
e-Doa ********************************************************** I-KAN
Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
Untuk berlangganan : <subscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
Untuk berhenti : <unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
Arsip 40 Hari Doa : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
----------------------------------------------------------------------
Copyright(c) 2005 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
----------------------------------------------------------------------
|
|