|
|
FOKUS PADA AFRIKA
Judul: [40-Hari-2005][x10] Iman yang Tak Pernah Pudar
<>< <>< <>< <>< 40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA ><> ><> ><> ><>
/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
Kamis, 13 Oktober 2005
FOKUS PADA AFRIKA (Hari 19-24)
IMAN YANG TAK PERNAH PUDAR
==========================
Boubakar mulai mengenal Isa Al-Masih sejak beberapa tahun yang lalu.
Ia dari suku Songhai di Afrika Barat, dan sejak mengenal Tuhan
kehidupannya banyak mengalami kesulitan. Ia segera mengalami aniaya
dari pihak keluarga dan tetangga-tetangga. Ia dipaksa keluar dari
rumahnya, dan banyak orang di desanya menolak memberi pekerjaan
kepadanya, karena ia telah menjadi orang Kristen. Banyak orang lain
yang pada akhirnya menghadapi kesulitan yang sama mengingkari iman
mereka dan kembali ke Islam. Tetapi tidak demikian dengan Boubakar. Ia
tetap teguh mempercayai Isa Al-Masih. Belum lama ini ia membaptis adik
kandungnya maupun istrinya sendiri, dan ia berharap tidak lama lagi
melihat anak-anaknya juga menjadi pengikut Isa. Ia benar-benar
bersaksi dengan berani dan tiap minggu pergi ke desa-desa sekitarnya
untuk memberitakan Injil kepada orang lain.
MENCARI KEBENARAN
Suratkabar-suratkabar di Aljazair seringkali memuat artikel yang
menceritakan kemajuan pesat yang dialami kekristenan di negeri itu.
Ada masyarakat yang bersikap netral mengenai hal itu, tetapi orang-
orang lain dengan gigih menentang kekristenan. Berikut ini adalah satu
contoh, bagaimana pada akhirnya sejumlah pemuda Aljazair menjadi orang
Kristen karena membaca sebuah artikel suratkabar. Inilah kesaksian
dari sepasang suami-istri muda di Aljazair bagian Timur, di mana
terdapat banyak orang Kristen:
"Dua orang pemuda dari kota kami membaca mengenai gereja-gereja
Aljazair yang baru di Kabylla, di dekat ibukota Algiers. Kedua orang
muda ini memutuskan pergi ke Kabylla untuk mencari informasi mengenai
kekristenan. Setelah melakukan perjalanan semalaman dengan bus, mereka
akhirnya tiba di kota besar Kabylia dalam keadaan lelah. Keduanya
kemudian bertanya kepada seorang supir taksi di mana ada orang Kristen
di kota itu, dan ia pun mengantar mereka ke sebuah gereja. Di gereja
itulah mereka pertama kali berkenalan dengan Injil. Para pemimpin
gereja itu menghubungi kami untuk membantu kedua pemuda tadi mengenal
Kristus dengan lebih baik. Setelah mereka kembali lagi ke kota tempat
kami tinggal, kami bertemu dengan mereka. Setelah beberapa kali
bertemu dengan mereka, pada akhirnya kami melihat bahwa Roh Kudus
jelas bekerja dalam kehidupan mereka. Mereka menerima Tuhan Yesus dan
tak lama kemudian orang lain lagi, sahabat mereka juga percaya. Puji
Tuhan!"
Catatan: Pembahasan mengenai posisi kekristenan di negara Aljazair
pada akhirnya sampai ke tingkat Dewan Negara dan Kementerian Agama.
Kementerian Agama pun menegaskan bahwa berdasarkan konstitusi semua
warga Aljazair bebas beragama. Namun demikian, kelompok-kelompok yang
berhimpun di rumah-rumah dan gereja-gereja tetap diawasi.
e-Doa ********************************************************** I-KAN
Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
Untuk berlangganan : <subscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
Untuk berhenti : <unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
Arsip 40 Hari Doa : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
----------------------------------------------------------------------
Copyright(c) 2005 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
----------------------------------------------------------------------
Suku Lebou di Sinegal
Judul : [40-Hari-2005][19] Suku Lebou di Senegal
<>< <>< <>< <>< 40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA ><> ><> ><> ><>
/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
Kamis, 13 Oktober 2005
SUKU LEBOU DI SENEGAL
=====================
Populasi : 150,000 jiwa
Daerah tempat tinggal: Daerah pantai Senegal, terutama di sekitar
ibukota Dakar
Kegiatan sehari-hari : terutama menangkap ikan
Agama : Islam Perdukunan 99 persen
Menjadi orang Kristen: tidak sampai 10 orang
Belum lama ini beberapa utusan Injil pergi ke desa Lebou. Mereka
memperkenalkan diri kepada warga Lebou dengan mengatakan: "Kami adalah
pengikut Isa." Penduduk desa itu langsung menjawab mereka: "O, Isa,
kami kenal dia. Di situ kami ada potretnya di dinding. Ia dikuburkan
di sebuah desa di dekat sini." Lho, kok bisa begitu? Rupanya ceritanya
begini: pada zaman dulu yang berpengaruh di masyarakat Lebou adalah
orang-orang Islam, yaitu kelompok Layenne bersaudara. Menurut
kepercayaan mereka, konon Muhammad dan Isa pernah mendatangi suku
Lebou kurang lebih dari 100 tahun yang lalu. Mereka menjelma kembali
dalam sosok Seydina Laye (1843-1909) dan Issa Rohou Laye (1909-1949).
Dua tokoh tersebut memperoleh banyak pengikut, di antaranya para
pemimpin agama yang disebut kalif. Saat ini Cherif Abdoulahi adalah
kalif dari Mahdi (penjelmaan kembali dari Nabi Muhammad, yaitu Seydina
Laye). Anda dapat membaca lebih jauh mengenai kepercayaan ini di
website www.layene.sn.
Masyarakat Lebou telah hidup di semenanjung Dakar sejak abad ke-18.
Mereka membangun benteng-benteng di seputar tempat tinggal yang baru
dan mendirikan sebuah republik independen pada tahun 1795. Hingga kini
masih ada sebuah pemerintahan yang terorganisir dengan baik di
kalangan orang Lebou. Sebagian besar pemilik tanah di Dakar adalah
orang Lebou. Orang Lebou yang tinggal di Dakar bahkan berpikir: "Dakar
adalah kepunyaan kami." Nama Lebou kemungkinan berarti "pejuang yang
tidak pernah mau dijajah". Jelas sekali, orang Lebou sangat menghargai
jatidiri, budaya dan kemerdekaan mereka. Hanya orang yang benar-benar
hidup seperti orang Lebou yang boleh dianggap orang Lebou. Ada banyak
praktik okultisme di kalangan Lebou. Melalui Islam orang Lebou
akhirnya mengerti bahwa ada Allah Pencipta. Tetapi, menurut pandangan
mereka Allah ini tidak bisa didekati oleh manusia. Orang Lebou percaya
bahwa ada suatu dunia gaib yang mengendalikan nasib mereka. Mereka
lebih suka berhubungan dengan roh-roh yang disebut "rab", yang konon
katanya berasal dari laut. Dibandingkan dengan Allah pencipta, jin-jin
ini tampaknya lebih dekat secara fisik dan emosional dengan mereka.
"Rab" bisa baik, tetapi bisa juga jahat, dan dapat membuat orang
sakit, lumpuh atau menjadi bodoh. Ia dapat membunuh orang atau
menurunkan berkat dan perlindungan. Apabila seseorang diganggu oleh
"rab" maka ada upacara tertentu untuk mendamaikan orang tersebut
dengan roh yang mengiringi dia. Selama upacara-upacara demikian --
termasuk tari-tarian dan kidung-kidung nyanyian -- ada orang yang
menjadi kesurupan, dan mereka menyembelih kurban lembu jantan atau
hewan yang lain. Upacara itu harus dipimpin oleh seorang juru sihir.
Kini ada beberapa lembaga misi Injili yang melayani di tengah suku
Lebou. Ada sejumlah orang Lebou yang menyatakan kesungguhan mereka
untuk lebih mengenal Yesus dan Alkitab. Ada yang mendapat mimpi dan
penglihatan dari Tuhan.
POKOK DOA
* Berdoalah supaya orang-orang Lebou menerima pewahyuan mengenai
Tuhan Yesus.
* Berdoalah agar orang-orang Lebou dapat terlepas dari cengkeraman
kuasa kegelapan.
* Berdoalah agar sikap suku ini yang menentang Injil akan dapat
berubah menjadi kerinduan yang sungguh-sungguh untuk ikut Tuhan.
* Berdoalah kepada Tuhan agar memberi ketabahan dan ketekunan kepada
orang-orang Kristen yang berusaha membawa Injil kepada orang Lebou.
* Berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus putuskan perjanjian roh dan
hubunngan roh dengan "rab" dan roh-roh jahat. Dalam nama Tuhan Yesus
Kristus hancurkan roh kesombongan.
e-Doa ********************************************************** I-KAN
Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
Untuk berlangganan : <subscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
Untuk berhenti : <unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
Arsip 40 Hari Doa : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
----------------------------------------------------------------------
Copyright(c) 2005 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
----------------------------------------------------------------------
|
|