SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2005


September 2005
M S S R K J S
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30

Oktober 2005
M S S R K J S
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31

Nopember 2005
M S S R K J S
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30


Daftar Isi:
  • FOKUS PADA AFRIKA
  • Suku Lebou di Sinegal



  • FOKUS PADA AFRIKA
    Judul: [40-Hari-2005][x10] Iman yang Tak Pernah Pudar
    
    <>< <>< <>< <><   40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA   ><> ><> ><> ><>
    /\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                           Kamis, 13 Oktober 2005
    
    FOKUS PADA AFRIKA (Hari 19-24)
    
    IMAN YANG TAK PERNAH PUDAR 
    ==========================
    
    Boubakar mulai mengenal Isa Al-Masih sejak beberapa tahun yang lalu. 
    Ia dari suku Songhai di Afrika Barat, dan sejak mengenal Tuhan 
    kehidupannya banyak mengalami kesulitan. Ia segera mengalami aniaya 
    dari pihak keluarga dan tetangga-tetangga. Ia dipaksa keluar dari 
    rumahnya, dan banyak orang di desanya menolak memberi pekerjaan 
    kepadanya, karena ia telah menjadi orang Kristen. Banyak orang lain 
    yang pada akhirnya menghadapi kesulitan yang sama mengingkari iman 
    mereka dan kembali ke Islam. Tetapi tidak demikian dengan Boubakar. Ia 
    tetap teguh mempercayai Isa Al-Masih. Belum lama ini ia membaptis adik 
    kandungnya maupun istrinya sendiri, dan ia berharap tidak lama lagi 
    melihat anak-anaknya juga menjadi pengikut Isa. Ia benar-benar 
    bersaksi dengan berani dan tiap minggu pergi ke desa-desa sekitarnya 
    untuk memberitakan Injil kepada orang lain.  
    
    MENCARI KEBENARAN     
    
    Suratkabar-suratkabar di Aljazair seringkali memuat artikel yang 
    menceritakan kemajuan pesat yang dialami kekristenan di negeri itu. 
    Ada masyarakat yang bersikap netral mengenai hal itu, tetapi orang-
    orang lain dengan gigih menentang kekristenan. Berikut ini adalah satu 
    contoh, bagaimana pada akhirnya sejumlah pemuda Aljazair menjadi orang 
    Kristen karena membaca sebuah artikel suratkabar. Inilah kesaksian 
    dari sepasang suami-istri muda di Aljazair bagian Timur, di mana 
    terdapat banyak orang Kristen:    
    
    "Dua orang pemuda dari kota kami membaca mengenai gereja-gereja 
    Aljazair yang baru di Kabylla, di dekat ibukota Algiers. Kedua orang 
    muda ini memutuskan pergi ke Kabylla untuk mencari informasi mengenai 
    kekristenan. Setelah melakukan perjalanan semalaman dengan bus, mereka 
    akhirnya tiba di kota besar Kabylia dalam keadaan lelah. Keduanya 
    kemudian bertanya kepada seorang supir taksi di mana ada orang Kristen 
    di kota itu, dan ia pun mengantar mereka ke sebuah gereja. Di gereja 
    itulah mereka pertama kali berkenalan dengan Injil. Para pemimpin 
    gereja itu menghubungi kami untuk membantu kedua pemuda tadi mengenal 
    Kristus dengan lebih baik. Setelah mereka kembali lagi ke kota tempat 
    kami tinggal, kami bertemu dengan mereka. Setelah beberapa kali 
    bertemu dengan mereka, pada akhirnya kami melihat bahwa Roh Kudus 
    jelas bekerja dalam kehidupan mereka. Mereka menerima Tuhan Yesus dan 
    tak lama kemudian orang lain lagi, sahabat mereka juga percaya. Puji 
    Tuhan!"     
    
    Catatan: Pembahasan mengenai posisi kekristenan di negara Aljazair 
    pada akhirnya sampai ke tingkat Dewan Negara dan Kementerian Agama. 
    Kementerian Agama pun menegaskan bahwa berdasarkan konstitusi semua 
    warga Aljazair bebas beragama. Namun demikian, kelompok-kelompok yang 
    berhimpun di rumah-rumah dan gereja-gereja tetap diawasi.
    
    
    e-Doa ********************************************************** I-KAN
        Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
         Untuk berlangganan : <subscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
         Untuk berhenti     : <unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
         Arsip 40 Hari Doa  : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    ----------------------------------------------------------------------
        Copyright(c) 2005 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
    ----------------------------------------------------------------------

    Suku Lebou di Sinegal
    Judul : [40-Hari-2005][19] Suku Lebou di Senegal
    
    <>< <>< <>< <><   40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA   ><> ><> ><> ><>
    /\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                           Kamis, 13 Oktober  2005
    
    SUKU LEBOU DI SENEGAL
    =====================
    
    Populasi             : 150,000 jiwa
    Daerah tempat tinggal: Daerah pantai Senegal, terutama di sekitar 
                           ibukota Dakar
    Kegiatan sehari-hari : terutama menangkap ikan
    Agama                : Islam Perdukunan 99 persen
    Menjadi orang Kristen: tidak sampai 10 orang
    
    Belum lama ini beberapa utusan Injil pergi ke desa Lebou. Mereka 
    memperkenalkan diri kepada warga Lebou dengan mengatakan: "Kami adalah 
    pengikut Isa." Penduduk desa itu langsung menjawab mereka: "O, Isa, 
    kami kenal dia. Di situ kami ada potretnya di dinding. Ia dikuburkan 
    di sebuah desa di dekat sini." Lho, kok bisa begitu? Rupanya ceritanya 
    begini: pada zaman dulu yang berpengaruh di masyarakat Lebou adalah 
    orang-orang Islam, yaitu kelompok Layenne bersaudara. Menurut 
    kepercayaan mereka, konon Muhammad dan Isa pernah mendatangi suku 
    Lebou kurang lebih dari 100 tahun yang lalu. Mereka menjelma kembali 
    dalam sosok Seydina Laye (1843-1909) dan Issa Rohou Laye (1909-1949). 
    Dua tokoh tersebut memperoleh banyak pengikut, di antaranya para 
    pemimpin agama yang disebut kalif. Saat ini Cherif Abdoulahi adalah 
    kalif dari Mahdi (penjelmaan kembali dari Nabi Muhammad, yaitu Seydina 
    Laye). Anda dapat membaca lebih jauh mengenai kepercayaan ini di 
    website www.layene.sn. 
    
    Masyarakat Lebou telah hidup di semenanjung Dakar sejak abad ke-18. 
    Mereka membangun benteng-benteng di seputar tempat tinggal yang baru 
    dan mendirikan sebuah republik independen pada tahun 1795. Hingga kini 
    masih ada sebuah pemerintahan yang terorganisir dengan baik di 
    kalangan orang Lebou. Sebagian besar pemilik tanah di Dakar adalah 
    orang Lebou. Orang Lebou yang tinggal di Dakar bahkan berpikir: "Dakar 
    adalah kepunyaan kami." Nama Lebou kemungkinan berarti "pejuang yang 
    tidak pernah mau dijajah". Jelas sekali, orang Lebou sangat menghargai 
    jatidiri, budaya dan kemerdekaan mereka. Hanya orang yang benar-benar 
    hidup seperti orang Lebou yang boleh dianggap orang Lebou. Ada banyak 
    praktik okultisme di kalangan Lebou. Melalui Islam orang Lebou 
    akhirnya mengerti bahwa ada Allah Pencipta. Tetapi, menurut pandangan 
    mereka Allah ini tidak bisa didekati oleh manusia. Orang Lebou percaya 
    bahwa ada suatu dunia gaib yang mengendalikan nasib mereka. Mereka 
    lebih suka berhubungan dengan roh-roh yang disebut "rab", yang konon 
    katanya berasal dari laut. Dibandingkan dengan Allah pencipta, jin-jin 
    ini tampaknya lebih dekat secara fisik dan emosional dengan mereka. 
    "Rab" bisa baik, tetapi bisa juga jahat, dan dapat membuat orang 
    sakit, lumpuh atau menjadi bodoh. Ia dapat membunuh orang atau 
    menurunkan berkat dan perlindungan. Apabila seseorang diganggu oleh 
    "rab" maka ada upacara tertentu untuk mendamaikan orang tersebut 
    dengan roh yang mengiringi dia. Selama upacara-upacara demikian --
    termasuk tari-tarian dan kidung-kidung nyanyian -- ada orang yang 
    menjadi kesurupan, dan mereka menyembelih kurban lembu jantan atau 
    hewan yang lain. Upacara itu harus dipimpin oleh seorang juru sihir.
    
    Kini ada beberapa lembaga misi Injili yang melayani di tengah suku 
    Lebou. Ada sejumlah orang Lebou yang menyatakan kesungguhan mereka 
    untuk lebih mengenal Yesus dan Alkitab. Ada yang mendapat mimpi dan 
    penglihatan dari Tuhan. 
    
    POKOK DOA
    
    * Berdoalah supaya orang-orang Lebou menerima pewahyuan mengenai 
      Tuhan Yesus.
    
    * Berdoalah agar orang-orang Lebou dapat terlepas dari cengkeraman 
      kuasa kegelapan.
    
    * Berdoalah agar sikap suku ini yang menentang Injil akan dapat 
      berubah menjadi kerinduan yang sungguh-sungguh untuk ikut Tuhan.
    
    * Berdoalah kepada Tuhan agar memberi ketabahan dan ketekunan kepada 
      orang-orang Kristen yang berusaha membawa Injil kepada orang Lebou.
    
    * Berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus putuskan perjanjian roh dan 
      hubunngan roh dengan "rab" dan roh-roh jahat. Dalam nama Tuhan Yesus 
      Kristus hancurkan roh kesombongan.
    
    
    e-Doa ********************************************************** I-KAN
        Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
         Untuk berlangganan : <subscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
         Untuk berhenti     : <unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
         Arsip 40 Hari Doa  : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    ----------------------------------------------------------------------
        Copyright(c) 2005 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
    ----------------------------------------------------------------------

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA