|
|
Kaum Janggi (Gypsy) di Mesir
Judul : [40-Hari-2005][18] Kaum Janggi (Gypsy) di Mesir
<>< <>< <>< <>< 40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA ><> ><> ><> ><>
/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
Rabu, 12 Oktober 2005
KAUM JANGGI (GYPSY) DI MESIR
============================
Jumlah populasi: lebih dari sejuta jiwa
Di Timur Tengah, kalau seseorang menyebut kata "Janggi" maka hal itu
dianggap suatu penghinaan besar. Sebenarnya, Janggi itu adalah nama
suatu masyarakat yang berasal dari zaman dulu, yaitu kelompok bangsa
yang semula berasal dari India, kemudian mengungsi ke Eropa dan ke
Timur Tengah sekian abad yang lalu. Ada lebih kurang sejuta orang
Janggi di Mesir, tetapi jumlah mereka tidak pernah dihitung setiap
kali diadakan sensus penduduk dan mereka pun tidak terdaftar pada
pemerintah. Mereka tidak mempunyai KTP atau surat lahir, dan tidak
bisa mendapatkan pekerjaan. Hidup mereka dalam kelompok-kelompok marga
di dalam atau dekat kota Iskandariah, Fayoum, Kairo dan Kota Salaam.
Karena warna kulit mereka yang agak gelap dan rambut mereka yang
kecoklat-coklatan, sering orang mengira mereka adalah orang India
bagian Timur. Bahasa mereka masih turunan bahasa Sansekerta dan
bahasa-bahasa dari India bagian Barat Laut. Beberapa kaum Janggi
menetap di satu kota, sedangkan yang lainnya mengembara dari satu
tempat ke tempat yang lain sambil mencari pekerjaan atau tempat
perteduhan. Banyak orang Janggi suka berkumpul di ibukota Kairo dari
berbagai penjuru Mesir pada hari kelahiran Nabi Muhammad, yang disebut
Maulud Nabi.
Kaum Janggi memakai berbagai nama lain untuk menyembunyikan
jatidirinya, sehingga dianggap agak misterius. "Asyur" terkadang
terlihat memainkan serulingnya dan mengiringi para penari pada pesta-
pesta tertentu. Lain kali dia adalah "Abu Seria" yang melayani tamu-
tamu dalam pesta yang lain, dari kedai kopi berjalan yang
dioperasikannya di Delta Sungai Nil. Tetapi ketika mengerjakan
pekerjaan besi tempa di Kairo, namanya sudah berganti menjadi "Abu
Doma". Macam-macam pekerjaan mereka, umumnya berpenghasilan kecil. Ada
yang menjual buah-buahan di tempat-tempat parkir di kota-kota seperti
Kairo, sedangkan yang lain melakukan pekerjaan besi tempa.
Janggi-janggi muda yang memberontak terhadap orang tuanya, banyak
yang pada akhirnya melakukan pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian
khusus atau terjerumus dalam perdagangan obat-obatan terlarang. Ada
perempuan-perempuan yang menari pada petang hari dalam pesta-pesta
keagamaan di kota Tanta, kemudian bekerja sebagai pelacur pada malam
hari. Perempuan-perempuan Janggi sangat dicari karena mereka sanggup
bekerja keras -- entah di bidang sales, pekerjaan pabrik atau
pelacuran. Seringkali kaum pria Janggi tidak bekerja sama sekali,
tetapi mereka hidup dari pekerjaan istri mereka. "Mencari kesenangan",
itulah kehidupan sebagai besar Janggi pada intinya. Tujuan akhir
pekerjaan mereka seringkali hanya untuk memberi kesempatan mencari
kenikmatan, entah dengan bermalas-malasan, mengisap rokok, memakai
obat-obatan terlarang atau melalui pelacuran.
Nilai-nilai moral Kristen itu merupakan konsep yang masih asing bagi
mereka, begitu juga soal mencari makna kehidupan. Gaya hidup mereka
sering berakhir dalam kemelaratan. Wajah mereka mencerminkan adanya
penolakkan dan rasa rendah diri, dan hal-hal itu sesungguhnya sudah
berurat akar di hati mereka. Di negara Mesir kebanyakan Janggi
mengatakan mereka adalah Islam Sunni, tetapi sebenarnya mereka sangat
sedikit memegang agama. Karena mereka percaya benar akan hal-hal
supranatural dan mujizat, sehingga ada pintu-pintu terbuka untuk
menginjili mereka. Mereka paling suka mendengarkan cerita-cerita
mengenai Yesus dan orang-orang suci Kristen yang melakukan mukjizat.
Apabila mereka mulai menyadari bahwa mereka sungguh-sungguh dicintai
dan diterima apa adanya, maka mereka pun menyambut orang lain ke dalam
rumah mereka. Tentu saja, Tuhan Yesus sendiri yang sudah mati bagi
mereka, akan senang bertemu dengan mereka!
POKOK DOA
* Doakan orang-orang Kristen Mesir, agar terus menjangkau orang-orang
Janggi di Mesir dengan kasih Kristus.
* Berdoalah agar sosok Tuhan Yesus diperlihatkan kepada kaum Janggi
Mesir.
* Doakan mereka agar terlepas dari kuasa kegelapan.
* Berdoalah agar perempuan-perempuan Janggi bisa dimenangkan.
* Doakan agar orang Janggi yang bertobat akan membawa Injil kepada
masyarakat mereka sendiri.
* Berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus hancurkan roh okultisme,
praktek perdukunan, ramal, roh najis, roh penolakan, roh kemiskinan.
e-Doa ********************************************************** I-KAN
Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
Untuk berlangganan : <subscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
Untuk berhenti : <unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
Arsip 40 Hari Doa : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
----------------------------------------------------------------------
Copyright(c) 2005 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
----------------------------------------------------------------------
|
|