SABDA.org SABDA.org
  Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan  
  PUBLIKASI  
Doa 40 Hari
Edisi 2005


September 2005
M S S R K J S
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30

Oktober 2005
M S S R K J S
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31

Nopember 2005
M S S R K J S
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30


Daftar Isi:
  • Penanggalan Islam
  • Muslim di Alor - NTT



  • Penanggalan Islam
    Judul : [40-Hari-2005][x06] Penanggalan Agama Lain
    
    <>< <>< <>< <><   40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA   ><> ><> ><> ><>
    /\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                           Kamis, 29 September 2005
    
    PENANGGALAN ISLAM                      
    =================
    
    Dalam panduan doa tahunan ini kami memasang gambar rembulan (dari 
    posisi bulan baru hingga bulan purnama) dekat dengan judul semua 
    artikel doa. Ini adalah karena periode doa jatuhnya bersamaan dengan 
    bulan puasa Ramadhan. Bulan ini ditetapkan menurut sistem penanggalan 
    dunia Islam (mengikuti peredaran rembulan). Kalendar tahunan Islam 
    hanya berlangsung 354 hari, tiap tahun "maju" 11 hari dibandingkan 
    dengan kalendar tahunan dunia Barat yang dicanangkan Paus Gregorius 
    XIII (yang merupakan modifikasi kalender buatan Julius Caesar tahun 46 
    SM). Oleh karena itu, tanggal-tanggal dalam kalender Islam terus 
    "bergeser" dalam sebuah siklus yang berlangsung selama 33 tahun.
    
    Bagi masyarakat di dunia Barat tidak pernah terbayangkan oleh mereka 
    untuk memakai rembulan sebagai standar waktu, tetapi bagi banyak suku 
    bangsa di belahan bumi yang lain mereka justru menggunakan kalendar 
    rembulan (syamsiah) sebagai sarana untuk mengukur waktu.
    
    Dalam Alkitab tertulis bahwa Tuhan bersabda: "Jadilah benda-benda 
    penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dan malam. Biarlah 
    benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa 
    [musim] yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun" (Kej 1:14). 
    Kalendar bangsa Yahudi juga didasarkan siklus rembulan. Tampak jelas 
    dari nama-nama hari dalam kalender Arab atau Islam, bahwa mereka 
    berasal dari pengaruh Yahudi dan Kristen di negeri Arab dulu.
    
    Berikut ini adalah daftar dari hari-hari dalam seminggu yang digunakan 
    khususnya oleh orang-orang Arab dan umumnya dalam negara-negara Islam:
    1. youm al-ahad (hari pertama) - Minggu
    2. youm al-ithnayna (hari kedua) - Senin
    3. youm ath-thalatha' (hari ketiga) - Selasa
    4. youm al-arba'a' (hari keempat) - Rabu
    5. youm al-khamis (hari kelima) - Kamis
    6. youm al-jum'a (hari berjemaat) - Jumat
    7. youm as-sabt (hari Sabat) - Sabtu
    
    Hari pertama dalam seminggu adalah hari Minggu, yang disebut "youm" 
    (hari) "al-ahad" (yang pertama). Ada juga hari Sabat (hari ketujuh), 
    yang berasal dari budaya Yahudi (yang artinya adalah hari perhentian). 
    Hari perhentian Islam adalah "youm al-jum'a", yang berarti "hari untuk 
    berhimpun". Itulah hari Jumat, pada hari tersebut umat Islam berkumpul 
    dan beribadah di mesjid. Bagi orang Islam "hari" sesungguhnya dimulai 
    saat "magrib", ketika matahari terbenam menjelang malam hari 
    sebelumnya. Ini sungguh cocok dengan apa yang tertulis di kitab 
    Kejadian dalam Alkitab: "Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari 
    (pertama, dan seterusnya)." Patut dicatat di sini bahwa nama-nama 
    Islam untuk hari-hari dalam seminggu tidak menggunakan nama-nama dewa 
    seperti yang terdapat pada nama-nama hari yang terdapat di dunia 
    Barat, misalnya, dalam bahasa Inggris hari Kamis disebut Thursday, 
    yang semula adalah "Thor’s day" (hari Thor, yaitu nama dewa bangsa 
    Viking). Hari Kamis dalam bahasa Latin disebut Hari Jove (hari dewa 
    Zeus), yang kemudian menjadi "Jeudi", hari Kamis dalam bahasa 
    Perancis. Hitungan kalender Islam dimulai dari waktu ketika Muhammad 
    meninggalkan Mekah untuk pindah ke Medinah pada tahun 622 M. yang 
    disebut tahun Hijriah. Jadi, tahun 2005 ini merupakan tahun ke-1.426 
    Hijriah, yaitu terhitung dari mulainya penanggalan Islam.
    
    Ketika Kerajaan Islam Ottoman mulai berkuasa (akhir abad ke-13), 
    lambang bulan sabit dan bintang sangat dikaitkan dengan dunia Islam. 
    (Dulunya ini bukan simbol Islam, dan sebagian umat Islam ingin 
    menghapuskan simbol itu). Bagi yang berminat menyelidiki lebih jauh, 
    silakan melihat sendiri situs web 30-Days <www.30-days.net> di 
    halaman-halaman "About Islam".
    
    Perlu juga dicatat: Rembulan tidak pernah dipuja oleh umat Islam, 
    walaupun dahulu bangsa-bangsa Arab memuja rembulan, sebelum bangkitnya 
    Islam. Dalam sejarah, ilmu perbintangan (astronomi) sangat ditekuni 
    oleh ilmuwan Islam, yang berhasil mengembangkan instrument "astrolabe" 
    untuk mengukur posisi bintang-bintang sebelum ditemukannya "sextant".
    
    
    e-Doa ********************************************************** I-KAN
        Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
         Untuk berlangganan : <subscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
         Untuk berhenti     : <unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
         Arsip 40 Hari Doa  : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    ----------------------------------------------------------------------
        Copyright(c) 2005 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
    ----------------------------------------------------------------------

    Muslim di Alor - NTT
    Judul : [40-Hari-2005][05] Muslim di Alor - NTT  
    
    <>< <>< <>< <><   40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA   ><> ><> ><> ><>
    /\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                            Kamis, 29 September 2005
                           
    MUSLIM DI ALOR - NTT
    ==================== 
    
    Kabupaten Alor terletak di gugusan kepulauan Solor-Alor, Nusa Tenggara 
    Timur (NTT) dengan populasi sekitar 168,277 jiwa. Kabupaten Alor 
    terdiri dari sekitar 15 buah pulau yang berada di gugusan kepulauan 
    Solor-Alor. Pulau-pulau tersebut antara lain: Pulau Alor (di mana 
    terdapat Kota Kalabahi sebagai ibukota Kabupaten dangan penduduk 
    terbanyak), pulau Pantar, Pura, Ternate, Teweng Buaya, Kange, Kapa dan 
    lain-lainnya. Pekerjaan yang dilakukan oleh penduduk kepulauan ini 
    bervariasi ada yang bekerja sebagai pegawai negeri, wiraswasta, 
    nelayan, petani, berburu, dan lain-lain. Untuk pengolahan lahan 
    pertanian masyarakat masih menggunakan peralatan tradisionil. Para 
    nelayan penangkap ikan menggunakan pancing dan jaring-jaring ukuran 
    yang kecil. Jagung adalah salah satu makanan kesukaan mereka, juga 
    umbi-umbian. Jagung yang dicampur dengan kenari kemudian dipipihkan, 
    yang disebut kenari jagung telah menjadi makanan khas mereka. Upacara 
    perkawinan dengan pemberian mas kawin yang disebut moko menjadi suatu 
    tanda kekayaan dan kehormatan dalam adat mereka. Mereka juga senang 
    bernyanyi dan menari. Salah satu tarian yang sering diperagakan dalam 
    menyambut para tamu dalah tari leko atau cakalele yang adalah sebuah 
    tarian perang. Agama yang dianut oleh penduduk Kabupaten Alor di 
    perkirakan 70% beragama Kristen, 24% beragama Islam, dan 6% beragama 
    Khatolik dan Hindu. Walaupun masyarakat Alor telah memiliki agama, 
    namun dalam kehidupan keseharian, mereka memparcayai dan mempraktekkan 
    tradisi dan adat istiadat leluhur mereka lebih dari pada agama yang 
    dianutnya. 
    
    Umat Islam sebagian besar tinggal di pesisir. Di ibu Kota Kabupaten 
    Alor, Kalabahi, jumlah penduduk Muslim dan Kristen hampir sama. 
    Penduduk kepulauan ini bukan seluruhnya orang asli, khususnya di 
    ibukota Kalabahi masyarakat hidup berbaur dengan para pendatang dari 
    Sulawesi Selatan, Jawa dan lainnya. Walau berbeda agama, hubungan 
    kekerabatan terjalin sangat erat, karena di antara mereka masih 
    terdapat hubungan darah. Di Kalabahi, kita dapat menjumpai dalam satu 
    keluarga ada beberapa agama, sang kakak beragama Islam, sang adik 
    beragama Kristen, bahkan ada keluarga yang membagi jatah agama. Jika 
    kakaknya Kristen, adiknya harus Islam.    
    
    Ketenangan dan kerukunan hidup yang terjalin erat di antara masyarakat 
    setempat, pada beberapa bulan terakhir ini telah terganggu dengan isyu 
    pelecehan kitab suci Qur’an. Entah siapa dalang di balik ulah tersebut 
    dan apa motifnya, kita berdoa dan berharap agar masyarakat di Alor 
    dapat berkepala dingin dan dapat menahan emosi mereka, sehingga tidak 
    mudah terprovokasi dengan isyu yang tersebar. Tentunya kita semua 
    berharap Alor tidak akan mengalami keadaan seperti yang telah terjadi 
    di Ambon pada beberapa tahun lalu.   
    
    POKOK DOA   
    
    * Berdoa agar hati orang Alor siap menerima lawatan Tuhan sehingga 
      terjadi kebangunan rohani dan transformasi dalam kehidupan mereka. 
      Berdoa bagi kesatuan dan kerjasama Tubuh Kristus di Alor. Berdoa 
      mohon pencurahan Roh Pujian Pengagungan & Penyembahan, Doa Syafaat 
      dan Peperangan Rohani melanda gereja Tuhan di Alor. Berdoa agar 
      orang Kristen Alor bebas dari sinkristisme dan hidup dipimpin oleh 
      Roh Kudus (Gal. 5:25). 
    
    * Berdoa bagi kesatuan dan kerjasama yang baik antara Gereja dan PEMDA 
      Alor, dan visi, misi pelayanan yang holistik, sehingga mampu 
      meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Alor, dan memberdayakan SDM 
      asli Alor. Dalam anugerah Tuhan dapat menolong masyarakat Alor 
      keluar dari ketertinggalan.   
    
    * Berdoa mohon Tuhan menggenapi Efe 4:11 untuk meletakkan dasar yang 
      benar bagi kekristenan di Alor.(2Kor. 5:18-20, Rom. 10:13-15). Dan 
      melayani Muslim asli dan pendatang di Alor.
    
    * Berdoa mohon pengampunan dari Tuhan.  
    
    * Berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus putuskan perjanjian roh dan 
      hak roh yang tidak kudus dengan kuasa kegelapan dan roh-roh jahat.  
    
    
    e-Doa ********************************************************** I-KAN
        Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai xxxxx(at)xxxxx.xxx
         Untuk berlangganan : <subscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
         Untuk berhenti     : <unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)xc.org>
         Arsip 40 Hari Doa  : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
    ----------------------------------------------------------------------
        Copyright(c) 2005 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
    ----------------------------------------------------------------------

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Gratis | Situs YLSA

    © 1999-2004 Yayasan Lembaga SABDA